100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
17K tayangan13 halaman

Proposal Business Plan

Proposal ini menawarkan bisnis camilan Lepet Jagung Kekinian yang dikemas dalam daun pisang. Produk ini mengandung serat dan nutrisi penting lainnya serta ditujukan untuk mahasiswa dan staf kampus sebagai alternatif makanan ringan sehat. Rencananya produk akan dipasarkan di kampus IAIN Madura dengan harga penetrasi untuk menarik minat konsumen.

Diunggah oleh

Ara Zure
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
17K tayangan13 halaman

Proposal Business Plan

Proposal ini menawarkan bisnis camilan Lepet Jagung Kekinian yang dikemas dalam daun pisang. Produk ini mengandung serat dan nutrisi penting lainnya serta ditujukan untuk mahasiswa dan staf kampus sebagai alternatif makanan ringan sehat. Rencananya produk akan dipasarkan di kampus IAIN Madura dengan harga penetrasi untuk menarik minat konsumen.

Diunggah oleh

Ara Zure
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL BUSINESS PLAN

“LEPET JAGUNG KEKINIAN”

Untuk Memenuhi Lomba Business Plan Competition 2022


Dengan Tema
“Be a solutive, innovative, and creative youngpreneur in digital era”

Diusulkan Oleh:
Hafidatur Rafti (20383042061)
Hamamah (20383042062)
Ghina Putri Fatmala (20383042060)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI MADURA
MEI 2022
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .......................................................................................................... 1


BAB I ...................................................................................................................... 2
A. LATAR BELAKANG USAHA ............................................................... 2

B. RIWAYAT PARA PENDIRI ................................................................... 4

BAB II .................................................................................................................... 5
A. ASPEK PEMASARAN ............................................................................ 5

B. ASPEK PRODUKSI DAN OPERASI ..................................................... 8

C. ASPEK ORGANISASI MANAJEMEN .................................................. 9

D. ASPEK KEUANGAN ............................................................................ 10

BAB III ................................................................................................................. 12


A. KESIMPULAN ...................................................................................... 12

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG USAHA


Makanan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuh oleh setiap
orang. Makanan merupakan kebutuhan manusia untuk menunjang kelangsungan
hidup yang berguna untuk pertumbuhan dan membangun sel tubuh, menjaga agar
tetap sehat dan berfungsi sebagaimana mestinya. Dapat dikatakan bahwa fungsi
makan secara umum antara lain makanan sebagai sumber tenaga, makanan sebagai
bahan pembangun serta pertumbuhan tubuh, dan makanan sebagai pengatur
aktivitas tubuh. Oleh karena itu, setiap makhluk hidup membutuhkan makan untuk
kelangsungan hidupnya. Salah satu contoh makanan adalah makanan tradisional.
makanan tradisional adalah makanan dan minuman, termasuk jajanan serta bahan
campuran atau bahan yang digunakan secara tradisional, dan telah lama
berkembang secara spesifik di daerah dan diolah dari resep-resep yang telah lama
dikenal oleh masyarakat setempat dengan sumber bahan local serta memiliki
citarasa yang relatif sesuai dengan selera masyarakat setempat. Makanan tradisional
merupakan makanan yang diperoleh secara turun temurun dan di setiap daerah
mempunyai ciri khas yang berbeda-beda. Makanan tradisional Indonesia sangat
banyak macamnya, berdasarkan tingkat eksistensinya dalam masyarakat hingga
saat ini.
Keanekaragaman makanan tradisional yang ada dipengaruhi oleh keadaan
daerah atau tempat tinggal dan budaya yang ada di daerah tersebut. Dengan
banyaknya keanekaragaman makanan tradisional dalam suatu daerah, tidak sedikit
pula makanan tradisional yang hampir terlupakan oleh masyarakat saat ini.
Makanan tradisional ini dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok, antara lain: 1)
Makanan tradisional yang hampir punah, Makanan tradisional yang hampir punah
ini langka dan hampir jarang dapat ditemui mungkin disebabkan karena
ketersediaan bahan dasarnya mulai sulit atau masyarakat pembuatnya mulai tidak
mengerjakan lagi atau terdesak oleh produk makanan lain. 2) Makanan tradisional
yang kurang populer, Kelompok makanan tradisional yang kurang popular adalah

2
makanan tradisional yang masih mudah ditemui, tetapi makin tidak dikenal dan
cenderung berkurang penggemarnya, dianggap mempunyai status sosial lebih
rendah dalam masyarakat. 3) Makanan tradisional yang popular (tetap eksis).
Kelompok makanan tradisional yang popular merupakan makanan tradisional yang
tetap disukai masyarakat dengan bukti banyak dijual , laku, dan dibeli oleh
konsumen bahkan beberapa menjadi ikon daerah tertentu.
Saat ini masyarakat sedang merasakan akibat perubahan pola konsumsi
makanan, baik di negara maju maupun berkembang, peran makanan tradisional
untuk membangun pola makan sehat sangat diperlukan. Dokumentasi masyarakat
tradisional diharapkan mampu memberikan informasi bagi generasi muda untuk
mengenal dan menyadari pentingnya memanfaatkan produk negeri sendiri untuk
membangun kesehatan dan kehidupannya. Maka dari itu kami mencoba
menghidupkan kembali makanan tradisional terutama makanan ringan/camilan
berbahan dasar jagung yaitu Lepet Jagung Kekinian. Dimana memanfaatkan jagung
yang memang tumbuh subur disekitar rumah. Juga manfaat dari jagung yang sangat
bagus bagi kesehatan. Jagung kaya dengan vitamin, magnesium dan nutrsi lainnya.
Jagung bebas protein ( gluten ) sehingga banyak dimasukkan dalam diet rendah
gluten. Di dalam 100 gram jagung kuning rebus setidaknya terdapat 96 kalori, 3.4
gram protein, 2.4 gram serat, dan 21 gram karbohidrat. Selain itu, jagung juga
mengandung vitamin C, magnesium dan nutrisi lainnya. Kandungan vitamin A di
dalam biji - bijian jagung 10 kali lebih tinggi dibandingkan biji - bijian lain.
Jagung bisa diproses menjadi beragam jenis makanan lezat . Salah satunya
adalah kudapan manis Lepet Jagung. Lepet Jagung Kekinian ini menjadi alternatif
camilan ringan yang menyehatkan dan juga kita bisa melestarikan makanan
tradisional. Ukurannya yang mungil , membuat penikmatnya tak cukup sekedar
makan sebuah. Lepet Jagung dengan manis yang sedang sangat cocok dinikmati
bersama secangkir teh saat sore hari. Juga karena kandungan lepet jagung banyak
mengandung serat sehingga baik untuk kesehatan pencernaan, mengandung
vitamin B12, asam folat, dan zat besi yang bisa menghindarkan dari anemia atau
kekurangan darah, kaya akan vitamin C, karotenoid, dan bioflavonoid yang dapat
menjaga kesehatan jantung dan gula darah. Penambahan topping diatasnya untuk

3
menjadi daya tarik masyarakat dan menjadikan camilan ini alternatif camilan
kekinian yang patut dicoba.

B. RIWAYAT PARA PENDIRI

1. Nama : Hafidatur Rafti


Tempat, Tanggal Lahir : Pamekasan, 07 Oktober 2001
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat Rumah : DSN Bunder Timur, DS Bunder
Contact Person : 085334858880

2. Nama : Hamamah
Tempat, Tanggal Lahir : Pamekasan 04 April 2002
Agama : Islam
Jenis kelamin : Perempuan
Alamat rumah : Plakpak, Pegantenan, Pamekasan
Contact person : 087750323247

3. Nama : Ghina putri fatmala


Tempat, Tanggal, Lahir : Pamekasan, 10, Mei 2002
Agama : Islam
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jalan Jembatan baru gang 5
Contact person : 081232207861

4
BAB II
PEMBAHASAN

A. ASPEK PEMASARAN

1. Gambaran Umum Pasar

Nama Produk : Lepet Jagung Kekinian


Jenis Produk : Makanan
Ukuran : Perbungkus daun pisang.
Manfaat Utama : Mengandung serat sehingga baik untuk
kesehatan pencernaan.
Manfaat Turunan : Sebagai alternatif makanan ringan atau camilan
sehat.

2. Segmentasi Pasar

a. Segmen Geografis

Usaha kami berada di lingkungan kampus IAIN MADURA tepatnya


Gedung H, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dimana mudah dijaukau
oleh kalangan mahasiswa, dosen dan perangkat kampus.

b. Segmen Demografis

Lepet Jagung merupakan makanan ringan atau camilan yang bersifat


universal yang bisa dikonsumsi oleh semua kalangan.

c. Segmen Psikografis

5
Masyarakat dikawasan kampus IAIN MADURA dengan berbagai
perilaku, kelas sosial, gaya hidup serta kepribadian dapat dengan mudah
menikmati Lepet Jagung Kekinian. Karena makanan ringan ini bagus
bagi kesehatan terutama pencernaan dan rasanya pun yang lezat.

3. Strategi Pemasaran

a. Strategi Harga

Penetapan harga pada produk "Lepet Jgung Kekinian" yang kami


gunakan adalah Metode Penetapan Harga Mark Up. Dalam metode ini,
harga jual per unit ditentukan dengan menghitung jumlah seluruh biaya
ditambah jumlah tertentu untuk menutupi laba yang dikehendaki pada
unit tersebut (margin). Kami menetapkan margin dengan presentase
keuntungan yang diinginkan berdasarkan jumlah total biaya yang
dikeluarkan untuk pembuatan "Lepet Jgung Kekinian". Karena Produk
"Lepet Jagung Kekinian" merupakan produk baru yang ada di pasaran ,
maka kami menetapkan strategi penetapan harga yang efektif dalam
tahap perkenalan ini, yaitu dengan strategi harga Penetrasi, dimana kami
memberikan harga rendah untuk menciptakan pangsa pasar dan
permintaan.

b. Strategi Promosi

Metode promosi yang kami gunakan yaitu Promotion Mix. Strategi yang
kami pakai antara lain penjualan pribadi (personal selling), pemasaran
langsung (direct marketing), promosi penjualan (sales promotion) serta
hubungan umum (public relation). Kami akan mempromosikan produk
Lepet Jagung Kekinian melalui media cetak berupa brosur dan melalui
media sosial, seperti status whatsapp, facebook, tiktok dan instagram
agar produk kami dapat dikenal oleh masyarakat umum juga luas.

6
c. Strategi Distribusi

Strategi penetapan distribusi yang kami gunakan yaitu Strategi Struktur


Saluran Distribusi. Strategi ini berkaitan dengan jumlah perantara yang
digunakan untuk mendistribusikan barang dari produsen ke konsumen.
Alternatif yang dipilih dapat berupa distribusi langsung atau distribusi
tidak langsung. Kami menggunakan alternatif distribusi langsung,
dimana kami mendistribusikan dan memasarkan produk kami sebagai
produsen langsung kepada konsumen tanpa melalui perantara dan tidak
menitipkan produk kita ke agen penjual yang lainnya.

d. Strategi Positioning

Metode pendekatan positioning yang akan kami gunakan pada produk


Lepet Jagung Kekinian adalah metode Function concept dan pendekatan
lebih banyak untuk lebih sedikit. Metode Function concept
menonjolkan functional needs dari produk produk Lepet Jagung
Kekinian, dimana produk produk Lepet Jagung Kekinian merupakan
produk makanan yang sehat dan ekonomis. Strategi positioning yang
kami gunakan adalah penetapan posisi menurut kategori produk, harga
dan distribusi. Kami menampilkan produk produk Lepet Jagung
Kekinian dengan kemasan praktis siap makan, higienis, harga yang
sangat terjangkau. Serta kami juga memberikan kemudahan bagi
konsumen mendapatkan produk produk Lepet Jagung Kekinian dengan
efisiensi waktu dan pelayanan yang baik.

7
B. ASPEK PRODUKSI DAN OPERASI

1. Gambar Produk

2. Proses Produksi

Proses pembuatan Lepet Jagung Kekinian meliputi langkah-langkah


berikut:
1. Pengolahan
a. Campur jagung, tepung terigu, tepung maizena, gula, dan garam.
Aduk rata.
b. Siapkan lembaran kulit jagung yang sudah dibersihkan.
c. Bungkus adonan lepet jagung manis dengan kulit jagung. Lakukan
sampai semua bahan adonan habis.
d. Panaskan kukusan.
e. Kukus lepet jagung selama sekitar 25 menit hingga matang.

8
2. Penyelesaian

Tahap penyelesaian merupakan tahap akhir dari pembuatan lepet


jagung, yaitu meliputi tahap pendinginan lepet jagung dan siap
untuk dijual dengan pengemasan box makanan dan topping-topping
agar lebih menarik.

C. ASPEK ORGANISASI MANAJEMEN

1. Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam Lepet Jagung Kekinian dapat dilihat dari
bagan berikut:

KETUA
HAFIDATUR RAFTI

BAGIAN PRODUKSI
BAGIAN KEUANGAN
BAGIAN PEMASARAN
HAFIDATUR RAFTI
GHINA PUTRI FATMALA HAMAMAH
HAMAMAH
GHINA PUTRI FATMALA

2. Job Description

Deskripsi pekerjaan masing-masing bagian yaitu:


a. Ketua
Mengordinir dan memimpin jalannya usaha serta bertanggung
jawab terhadap keberhasilan usaha Lepet Jagung Kekinian.

9
b. Bagian Pemasaran
Menjalankan usaha-usaha pemasaran produk terutama dalam hal
promosi, baik itu melalui media cetak maupun media sosial.
c. Bagian Produksi
Menyiapkan bahan yang dibutuhkan dan pelaksanaan proses
produksi
d. Bagian Keuangan
Mengatur segala jenis pengeluaran dan pemasukan uang erta
membuat laporan sebagai bentuk pertanggung jawaban.

D. ASPEK KEUANGAN

1. Rencana Anggaran Pengeluaran

Asumsi Bahan Baku dan peralatan selama 1 minggu:


Jagung 140 buah Rp. 3.000,00 Rp. 420.000,00
Tepung Maizena kemasan ¼ kg 4 pcs Rp. 7.000,00 Rp. 28.000,00
Tepung terigu kemasan 1 kg 1 pcs Rp. 12.000,00 Rp. 12.000,00
Gula pasir kemasan 1 kg 2 pcs Rp. 15.000,00 Rp. 30.000,00
Garam 1 pcs Rp. 2.500,00 Rp. 2.500,00
Tabung gas 2 buah Rp. 20.000,00 Rp. 40.000,00
Box kertas makanan 112 buah Rp. 1.000,00 Rp. 112.000,00
Keju prochiz gold 170 gr 3 pcs Rp. 11.000,00 Rp. 33.000,00
Cokelat batang 3 pcs Rp. 13.000,00 Rp. 39.000,00
Total bahan/minggu Rp. 716.500,00

Untuk 1 Bulan Produksi Rp. 2.866.000,00


Biaya-biaya
Brisik/Pamflet Rp. 100.000,00
Total Pengeluaran Rp. 2.966.000,00

10
2. Analisis Break Even Point (BEP)
a. Perhitungan Laba Bersih
Total Cost
Total bahan baku Rp. 2.866.000,00
Total biaya Rp. 100.000,00
TC Rp. 2.966.000,00

Total Revenue
16 pcs x Rp.15.000,00 x 28 hari
TR Rp. 6.720.000,00

Laba kotor = Rp. 6.720.000,00 – Rp. 2.966.000,00


Laba kotor = Rp. 3.754.000,00/bulan

Laba bersih = Rp. 3.754.000,00 – Rp. 100.000,00


Laba bersih = Rp. 3.654.000,00/bulan

b. Perhitungan BEP
Harga jual (P) = Rp. 15.000,00
Biaya penyusutan/bulan (TFC) = Rp. 20.000,00
Total biaya variabel/bulan (TVC) = Rp. 2.966.000,00
N = Jumlah unit yang terjual

Perhitungan
P x N = TFX +TVC
15.000 x N = 20.000 + 2.966.000
15.000 x N = 2.986.000
N = 199

11
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Mendirikan suatu usaha membutuhkan persiapan dan konsep yang matang. Usaha
yang didirikan diharapkan tidak hanya berdiri pada saat itu saja tetapi juga dapat
berkembang menjadi lebih besar lagi. Lepet Jagung Kekinian adalah produk makanan
ringan atau camilan yang kami usulkan atas dasar kepedulian kami terhadap makanan
tradisional juga karena mengandung banyak manfaat bagi tubuh. Usaha ini diharapkan
membawa dampak yang baik untuk berbagai pihak terutama generasi muda saat ini agar
bisa melestarikan makanan-makanan tradisional. Keberhasilan suatu usaha tidak luput
dari implementasi strategi - strategi yang telah kami susun. Untuk itu, kami
membutuhkan kesiapan dan ketepatan dalam mengimplementasikan strategi tersebut.

Saran dan masukan dari berbagai pihak sangat kami butuhkan demi tercapainya tujuan
usaha kami.

12

Common questions

Didukung oleh AI

The mission of Lepet Jagung Kekinian centers around rejuvenating traditional foods with modern twists, prioritizing health benefits and accessibility . The vision to be a leading proponent of traditional snack foods that cater to modern preferences influences the strategy of integrating traditional flavors with contemporary enhancements, such as various toppings and convenient packaging . This drives product development to focus intensively on health, appeal, and sustainability, aligning business operations with their foundational goals .

Traditional foods are categorized based on their current status and recognition in society. Those that are nearly extinct may be disappearing due to the scarcity of raw materials or because fewer people are making them, often being replaced by modern food options . Less popular traditional foods, although still available, are seeing a decline in their consumption, partially due to perceived lower social status . Popular traditional foods remain in high demand and are commonly found in markets, becoming iconic in certain regions . Lepet Jagung Kekinian seeks to revitalize traditional food by making it appealing to the modern consumer while maintaining its traditional essence .

Lepet Jagung Kekinian introduces innovation by enhancing a traditional snack with modern presentation and flavor combinations, such as the addition of assorted toppings . The use of cleaned corn husks for wrapping preserves traditional methods, while the modern twist of toppings like chocolate or cheese caters to contemporary tastes . Additionally, the product is packaged in attractive and practical boxes, making it convenient for consumers, which enhances its distinctiveness in the marketplace .

The business plan for Lepet Jagung Kekinian addresses cultural preservation by presenting traditional foods in modern, appealing formats, enhancing the snack with popular toppings while retaining its traditional base . By integrating health benefits and capitalizing on modern consumer preference for health-conscious foods, the plan aligns traditional culinary arts with modern trends . This approach enables the preservation of traditional recipes and techniques while ensuring they remain relevant and attractive to today’s consumers, balancing cultural respect with market demands .

Lepet Jagung Kekinian's business plan focuses on sustainability by utilizing locally sourced corn, an abundant and easy-to-grow resource in their region . This approach not only supports local agriculture but also reduces carbon footprint associated with transporting ingredients over long distances. By promoting the use of local resources, the business reinforces community support and ensures fresh, high-quality ingredients for its products, aligning with both traditional food preservation and sustainable business practices .

The break-even point for Lepet Jagung Kekinian is determined by calculating when total revenues equal total costs, factoring both fixed and variable expenses . The product's cost structure allows reaching a break-even point when a certain number of units is sold at the set penetration price . Achieving this balance ensures the business can cover its costs, a crucial aspect of financial sustainability, allowing for potential profitability as sales volume increases beyond the break-even point and operational efficiencies improve .

Lepet Jagung Kekinian utilizes a penetration pricing strategy, setting lower prices initially to attract customers and build market share . The promotion strategy includes a mix of personal selling, direct marketing, and sales promotions through social media and printed materials to increase product visibility . Additionally, the direct distribution strategy allows them to maintain control over the product delivery directly to consumers without intermediaries . This combination effectively positions Lepet Jagung Kekinian as an accessible and appealing choice for health-conscious consumers looking for traditional, yet innovative snacks .

Lepet Jagung Kekinian utilizes corn, which is rich in vitamins, magnesium, and other nutrients, as a base ingredient, promoting it as a healthy snack option that supports digestion and provides essential vitamins . The use of corn, which is gluten-free, appeals to consumers on restrictive diets . These health benefits, combined with the addition of contemporary toppings, increase its appeal as a trendy, health-conscious snack choice, merging traditional recipes with modern tastes .

Implementing a penetration pricing strategy implies setting lower initial prices to capture market share, which may reduce profit margins in the short term as margins are initially minimized to attract new customers and establish market presence . Despite the temporary reduction in profit margins, increased sales volume can lead to higher overall revenues and potentially a greater market share, providing a foundation for future profitability once the consumer base is established and prices can be gradually adjusted .

The organizational structure of Lepet Jagung Kekinian, with clear roles such as a leader in charge of coordinating operations and sections for marketing, production, and finance, supports efficient operations . It facilitates focus on strategic objectives by allowing specialization within roles: marketing handles promotions, production oversees the making of the products, and finance manages monetary transactions and reporting . This structure enables the team to implement strategies effectively and ensure that each aspect of the business runs smoothly .

Anda mungkin juga menyukai