Anda di halaman 1dari 18

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY.

P USIA 25 TAHUN G1P0A0 INPARTU KALA II


MEMANJANG DI RSUD BANDUNG KIWARI

STASE : PERSALINAN

Disusun Oleh :
Nursyifa Sofianti
2260351022

PROGRAM STUDI PROFESI BIDAN


FAKULTAS ILMU DAN TEKNOLOGI KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL ACHMAD YANI
CIMAHI
2023
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan
rahmat-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas laporan ini tepat pada waktunya.
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah untuk memenuhi tugas stase
“Persalinan” dengan topik anemia pada ibu hamil. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk
menambah wawasan bagi para pembaca dan juga bagi penulis.

Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga saya dapat menyelesaikan laporan ini.

Dalam penyusunan tugas laporan ini, penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh
dari kata sempurna. Sehingga penulis selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari pembaca sekalian demi kesempurnaan laporan ini.

Cimahi, 27 Oktober 2023

Nursyifa Sofianti

2
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................................................
BAB I.............................................................................................................................................................
PENDAHULUAN........................................................................................................................................
BAB II...........................................................................................................................................................
TINJAUAN PUSTAKA...............................................................................................................................
A. Definisi...............................................................................................................................................
B. Etiologi...............................................................................................................................................
C. Patofisiologi.......................................................................................................................................
D. Manifestasi Klinis .............................................................................................................................
E. Penatalaksanaan...............................................................................................................................
BAB III........................................................................................................................................................
ANALISA KASUS SOAP..........................................................................................................................
A. Data Subjektif.................................................................................................................................
1. Identitas......................................................................................................................................
2. Status Kesehatan........................................................................................................................
3. Riwayat Penyakit.......................................................................................................................
B. Data Objektif..................................................................................................................................
B. ANALISA........................................................................................................................................
C. PENATALAKSANAAN................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................................

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ada beberapa tahap proses persalinan, durasi waktu persalinan sangat berpengaruh
pada keselamatan ibu dan bayi. Pada ibu yang hamil untuk pertama kalinya atau disebut
primigravida, tahap proses persalinan bisa terjadi cukup lama, pada kala I yaitu kala
pembukaan yang berlangsung antara pembukaan nol sampai pembukaan lengkap berlangsung

3
selama 12 jam, pada kala II yaitu ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10 cm) dan
berakhir dengan lahirnya bayi, proses ini biasanya berlangsung selama 1,5 - 2 jam (Mochtar,
2013). Persalinan kala II yang berlangsung lama menimbulkan efek yang berbahaya terhadap
ibu maupun janin. Pada ibu dapat berakibat atonia uteri, laserasi, perdarahan, infeksi,
kelelahan ibu dan shock. Selain itu semakin lama persalinan, semakin tinggi morbiditas dan
mortalitas janin sehingga semakin sering terjadi kejadian asfiksia, trauma cerebri yang
disebabkan oleh penekanan pada kepala janin, cedera akibat tindakan ekstraksi dan kematian
(Oxorn, 2015).
Menurut WHO tahun 2010, angka kematian ibu di dunia maupun di Indonesia akibat
komplikasi persalinan masih cukup tinggi, sebanyak 536.000 perempuan meninggal akibat
persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan atau kelahiran terjadi di
negara- negara berkembang. Rasio kematian ibu di negara-negara berkembang merupakan
tertinggi dengan 450 kematian ibu per 100.000 ke- lahiran bayi hidup jika disbanding kan
dengan rasio kematian ibu di 9 negara maju dan 51 negara persemakmuran (Puspitasari,
Arum, 2013). Menurut Depkes pada tahun 2010, penyebab langsung kematian maternal di
Indonesia terkait kehamilan dan persalinan adalah perdarahan (28%). Sebab lain, yaitu
eklampsi (24%), infeksi (11%), partus lama (5%), dan abortus (5%) (Depkes. RI, 2014).
B. Tujuan
1. Untuk mengetahui Definisi kala 2 memanjang pada persalinan
2. Untuk mengetahui Klasifikasi, Etiologi, Patofisiologi dan manifestasi klinis
kala 2 lama
3. Untuk mengetahui penatalaksanaan kala 2 memanjang

4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi
Kala II lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 2 jam pada primi,
dan lebih dari 30 menit sampai 1 jam pada multi. (Sinopsis Obsestetri, 2010)
Kala II Lama adalah persalinan dengan tidak ada penurunan kepala > 1 jam
untuk nulipara dan multipara. (Sarwono, 2008) Persalinan lama ialah persalinan yang
berlangsung lebih dari 12 jam, baik pada primipara maupun multipara. Persalinan lama
dapat terjadi dengan pemanjangan kala I dan atau kala II. ( Wiknjosastro, 2010).
Penilaian proses persalinan dengan menggunakan partograf sangat membantu. Partus
Lama adalah perjalanan persalinan yang berlangsung lebih dari 24 jam, tetapi belum
menimbulkan komplikasi maternal atau fetal

HIV (Human
Immunodeficiency Virus)
adalah sejenis virus yang
menyerang sistem
kekebalan tubuh manusia
dan dapat menimbulkan
AIDS. HIV menyerang
salah satu jenis dari sel-
sel darah putih yang
5
bertugas menangkal infeksi.
Sel darah putih tersebut
terutama limfosit
yang memiliki CD4 sebagai
sebuah marker atau penanda
yang berada di
permukaan sel limfosit.
Karena berkurangnya nilai
CD4 dalam tubuh
manusia menunjukkan
berkurangnya sel-sel darah
putih atau limfosit yang
seharusnya berperan dalam
mengatasi infeksi yang
masuk ke tubuh

6
manusia. Pada orang
dengan sistem kekebalan
yang baik, nilai CD4
berkisar antara 1400-1500.
Sedangkan pada orang
dengan sistem
kekebalan yang terganggu
(misal pada orang yang
terinfeksi HIV) nilai
CD4 semakin lama akan
semakin menurun (bahkan
pada beberapa kasus
bisa sampai nol).
B. Etiologi
Etiologi terjadinya kala II lama ini adalah multikomplek dan tentu saja
bergantung pada pengawasan selagi hamil, pertolongan persalinan yang baik dan
penatalaksanaannya. Faktor-faktor penyebabnya antara lain :
a. Kelainan letak janin
b. Kelainan-kelainan panggul
c. Kelainan kekuatan his dan mengejan

7
d. Pimpinan persalinan yang salah
e. Janin besar atau ada kelainan kongenital
f. Primi tua primer dan sekunder
g. Perut gantung, grandemulti
h. Ketuban pecah dini ketika servik masih menutup, keras dan belum mendatar
i. Analgesi dan anestesi yang berlebihan dalam fase laten
j. Wanita yang dependen, cemas dan ketakutan.
(Ilmu Kebidanan 2010)

C. Patofisiologi

Persalinan kala II ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan dalam untuk


memastikan pembukaan sudah lengkap atau kepala janin sudah tampak di vulva dengan
diameter 5-6 cm. Kemajuan persalinan dalam kala II dikatakan kurang baik apabila
penurunan kepala janin tidak teratur di jalan lahir, gagalnya pengeluaran pada fase
pengeluaran. (Prawirohardjo, 2012) Kesempitan panggul dapat menyebabkan persalinan
yang lama atau persalinan macet karena adanya gangguan pembukaan yang diakibatkan oleh
ketuban pecah sebelum waktunya yang disebabkan bagian terbawah kurang menutupi pintu
atas panggul sehingga ketuban sangat menonjol dalam vagina dan setelah ketuban pecah
kepala tetap tidak dapat menekan cerviks karena tertahan pada pintu atas panggul. Persalinan
kadang-kadang terganggu oleh karena kelainan jalan lahir lunak (kelainan tractus genitalis).
Kelainan tersebut terdapat di vulva, vagina, cerviks uteri, dan uterus.

His yang tidak normal dalam kekuatan atau sifatnya menyebabkan hambatan pada
jalan lahir yang lazim terdapat pada setiap persalinan, jika tidak dapat diatasi dapat
megakibatkan kemacetan persalinan. Baik atau tidaknya his dinilai dengan kemajuan
persalinan, sifat dari his itu sendiri (frekuensinya, lamanya, kuatnya dan relaksasinya) serta
besarnya caput succedaneum. Pimpinan persalinan yang salah dari penolong, tehnik meneran
yang salah, bahkan ibu bersalin yang kelelahan dan kehabisan tenaga untuk meneran dalam
proses persalinan juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kala II lama.

D. Manifestasi klinis
1. Janin tidak lahir setelah 1 jam pada multigravida dan 2 jam pada primigravida
dipimpin mengedan sejak pembukaan lengkap.
2. Ibu tampak kelelahan dan lemah.
8
3. Kontraksi tidak teratur tetapi kuat.
4. Dilatasi serviks lambat atau tidak terjadi.
5. Tidak terjadi penurunan bagian terbawah janin, walaupun kontraksi adekuat.
6. Molding-sutura tumpang tindih dan tidak dapat diperbaiki (partograf ++)
7. Lingkaran retraksi patologis (lingkaran Bandl) timbul nyeri di bawah lingkaran
Bandl merupakan tanda akan terjadi ruptura uteri.Tidak adanya his dan syok yang
tiba-tiba merupakan tanda ruptura uteri.
a. (Wiknjosastro, 2010)
8. Kandung kencing ibu penuh. Kandung kencing yang penuh dapat menahan
turunnya janin dan menyebabkan persalinan lama. Pasien dalam persalinan
seharusnya sering kencing (Wiknjosastro, 2010)

E. Komplikasi
Efek yang diakibatkan oleh partus lama bisa mengenai ibu maupun janin.
Diantaranya:
a. Infeksi Intrapartum
Infeksi merupakan bahaya serius yang mengancam ibu dan janinnya pada partus
lama, terutama bila disertai pecahnya ketuban. Bakteri didalam cairan amnion
menembus amnion dan desisdua serta pembuluh korion sehingga terjadi
bakteremia , sepsis dan pneumonia pada janin akibat aspirasi cairan amnion yang
terinfeksi. 7
b. Ruptur uteri
Penipisan abnormal segmen bawah uterus menimbulkan bahaya serius selama
partus lama, terutama pada wanita dengan paritas tinggi dan pada mereka yang
dengan riwayat seksio sesarea. Apabila disproporsi antara kepala janin dan dan
panggul sedemikin besar sehingga kepala tidak engaged dan tidak terjadi
penurunan, sehingga segmen bawah uterus menjadi sangat teregang yang
kemudian dapat menyebabkan ruptur.
c. Cincin retraksi patologis
Pada partus lama dapat timbul konstriksi atau cincin lokal uterus, tipe yang paling
sering adalah cincin retraksi patologis Bandl. Cincin ini disertai peregangan dan

9
penipisan berlebihan segmen bawah uterus, cincin ini sebagai sustu identasi
abdomen dan menandakan ancaman akan rupturnya segmen bawah uterus.
d. Pembentukan fistula
Apabila bagian terbawah janin menekan kuat ke pintu atas panggul tetapi tidak
maju untuk jangka waktu lama , maka bagian jalan lahir yang terletak diantaranya
akan mengalami tekanan yang berlebihan. Karena gangguan sirkulasi sehingga
dapat terjadi nekrosis yang akan jelas dalam beberapa hari setelah melahirkan
dengan munculnya fistula.
e. Cedera otot dasar panggul
Cedera otot-otot dasar panggul, persarafan, atau fasia penghubungnya merupakan
konsekuensi yang tidak terelakkan pada persalinan pervaginum terutama apabila
persalinannya sulit.
f. Efek pada janin berupa kaput suksedaneum, moulase kepala janin, bila berlanjut
dapat menyebabkan terjadinya gawat janin.

F. Penatalaksanaan

1. Memberikan rehidrasi pada ibu.


2. Berikan antibiotika.
3. Bayi harus dilahirkan.
4. Selalu bertindak aseptik.
5. Perhatikan perawatan kandung kencing.
(Sarwono, 2012)

10
G. Pathway

11
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY. PS USIA 28 TAHUN G2P1A0 INPARTU
KALA II DENGAN ANEMIA DI RSUD BANDUNG KIWARI

No. Medrek : 095025


Nama Pengkaji : Nursyifa Sofianti
Tanggal Pengkajian : 24 oktober 2023
Jam Pengkajian : 15.00 wib
Tempat Pengkajian : R.VK RSUD BK

Data Subjektif

1. Identitas
DATA ISTRI SUAMI
Nama Ny. Gharsinah Tn. Hermawan Putra
Usia 25 tahun 28 tahun
Agama Islam Islam
Pekerjaan IRT Wiraswasta
12
Status Pernikahan Menikah Menikah
No. Telpon - 087714529076
Alamat Bojongloa Kaler no. 48 Bojongloa Kaler no. 48
Pendidikan SMA SMA

2. Status Kesehatan
1. Datang ke RS Pada Tanggal : 24 Oktober 2023
Pukul : 12.00 WIB
2. Alasan Kunjungan : Ibu saat ini mulas dan seperti ada dorongan ingin
meneran. Ibu dating ke rumah sakit atas rujukan dari bidan karena anemia. Ibu
mengatakan mulas sejak pukul 20.00 (23/10/23), keluar air-air dan lender
campur darah disangkal oleh ibu. Hasil pemeriksaan terakhir pukul 14.00 TTV
dalam batas normal, DJJ : 145x/m, regular, His 4x10’40”, PD : v/v tak, portio
tipis, pembukaan : 7-8 cm , ketuban (+), presentasi kepala, station (+1), ibu
rencana diberikan induksi dengan obat obatan apabila tidak ada kemajuan
pembukaan atas advice dokter. Gerakan janin aktif dirasakan oleh ibu
3. Riwayat Menstruasi
a. Haid pertama : 14 tahun
b. Siklus : 28 hari
c. Banyaknya : 3x ganti pembalut
d. Dismenore : ya
e. Teratur/tidak : teratur
f. Lamanya : 6 hari
g. Sifat darah : encer
h. Keputihan : ya

3. Riwayat Kehamilan , Persalinan dan Nifas yang lalu


No. Tahun Usia Penolong BB/ JK Komplikasi
Melahirkan Kehamilan Persalinan PB/Lahirmati/
hidup
1 2023 Hamil ini

4. Riwayat Kehamilan Saat ini


HPHT : 17 – 01- 2023

13
HPL : 24- 10 - 2023
Usia Kehamilan : 40 Minggu
Pemeriksaan ANC : ke bidan , rutin setiap bulan
5. Riwayat KB
Jenis KB : belum pernah
Lama Pemakaian :-
Keluhan :-
Rencana KB setelah Persalinan : IUD
6. Riwayat Penyakit
a. Riwayat penyakit sistemik yang pernah diderita :
Jantung : Tidak ada
Ginjal : Tidak ada
Asma/TBC : Tidak ada
Hepatitis : Tidak ada
DM : Tidak ada
Hipertensi : Tidak ada
Epilepsi : Tidak ada
Lain-lain : tidak ada
b. Riwayat Penyakit Keluarga
Jantung : Tidak ada
Hipetensi : Tidak ada
DM : Tidak ada
4. Pemenuhan kebutuhan sehari-hari

No Jenis pengkajian Sebelum Hamil Setelah Hamil

1 Pola nutrisi
a. Makan
Frekuensi 2x/hari 1x/hari
Jenis Nasi dan lauk Nasi dan lauk
pauk 1 Porsi, pauk 1 porsi,
Porsi junkfood , seblak, sayur
Cara Oral Oral
Besar Besar
Keluhan Normal Normal
Tidak ada Tidak ada

14
b Minum
Frekuensi
Jenis 3-5 gelas/hari 2-3 gelas/hari
Air Putih, Air Putih, jus
Cara minuman Oral
Keluhan bersoda, jus, teh Normal
manis, kopi Tidak ada
Oral
Normal
Tidak ada
2 Pola eliminasi
a. BAB
Frekuensi 2-3x/hari 2-3x/hari
konsistensi Padat semi Padat semi
lembek lembek
warna Kuning Kuning
Khas feses Khas feses
Bau Tidak ada Tidak ada
Keluhan

b. BAK
Frekuensi 3-4x/hari 5-6x/hari
Warna Kuning jernih Kuning
Bau Khas amoniak Khas amoniak
Cara Mandiri Mandiri
Keluhan Tidak ada Tidak ada

3 Pola istirahat
a. siang 2 jam/hari 2 jam/hari
b. malam 5 jam/hari 5 jam/hari
Disertai nyeri
pinggang
4 Personal Hygiene
a. Mandi
2x/hari 2x/hari
b. Gosok Gigi
2x/hari 2x/hari
c. Ganti Pakaian
2x/hari 2x/hari
d. Cara
Mandiri Mandiri
e. Keluhan
Tidak ada Tidak ada

5 Pola Aktivitas Melakukan Melakukan


aktivitas rumah aktivitas seperti

15
tangga , kerja biasa namun lebih
sering istirahat
untuk mengurangi
nyerinya

B. Data Objektif
a. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum :
Kesadaran : Compos Mentis
Tanda-tanda Vital
TD : 120/80mmHg N : 80 x/m R: 20x/m S: 36,5 C
Tinggi Badan : 158
Berat Badan : 65kg BBS : 50kg
IMT : 24,9
LILA : 22 cm
2. Kepala
- Rambut : Kulit kepala bersih, tidak ada lesi, tidak rontok,

tidak ada nyeri tekan, tidak terdapat benjolan dan massa

abnormal.

- Muka : Simetris, muka tidak pucat , tidak odema, tidak ada

nyeri tekan pada dahi, pipi dan rahang.

- Mata : Simetris, konjungtiva merah muda, sklera putih, fungsi

penglihatan baik.

- Hidung : Tidak ada sekret, tidak ada pernapasan cuping

hidung, tidak ada polip, tidak ada nyeri tekan, tidak ada

benjolan abnormal.

- Mulut : Mukosa bibir lembab, tidak ada stomatitis,

16
3. Leher :
JVP : tidak ada pembengkakan
KGB : tidak ada pembengkakan
Kelenjar Tiroid : tidak ada pembengkakan
Lainnya : -
4. Dada dan Payudara
a. Dada
Jantung : reguler
b. Payudara
Bentuk : simetris
Rasa nyeri : ada rasa nyeri
Benjolan : tidak ada
5. Pemeriksaan Abdomen :
a. Pemeriksaan Leopold : TFU : 30 cm
Leopold I : Bokong
Leopold II : Puka
Leopold III : Kepala
Leopold IV : Divergen, 0/5
His : 4x10’45” DJJ : 146x/m
b. Kandung Kemih , Penuh atau tidak : tidak penuh
6. Ekstremitas Atas dan Bawah :
Varises : tidak ada varises
Lainnya : terpasang infus RL 500ml 20 tpm pada lengan kanan
7. Genetalia : v/v tidak ada kelainan, portio tidak teraba, pembukaan 10cm , ketuban
(+), presentasi kepala, station +2
a. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Hb : 12, 3%
Leukosit : 98.980 103/ ul
Hematokrit : 38,70%
Trombosit : 165.000 103/ul

B. ANALISA
Diagnosa : G2P1A0 Inpartu Kala II
17
C. PENATALAKSANAAN
Hari Tanggal : 17 Oktober 2023 Pukul 15.45
1. Memberitahu pasien mengenai hasil pemeriksaan , pasien mengetahui dan mengerti
2. Menggunakan APD dan mendekatkan partus set , sudah dilakukan
3. Melakukan amniotomi , ketuban jernih
4. Menganjurkan ibu untuk mengatur nafasnya membantu untuk meneran yang baik dan
menganjurkan suami untuk memberikan ibu minum diantara kontraksi, ibu tampak
lebih tenang
5. Memimpin persalinan ketika bayi sudah terlihat 5-6 cm di depan vulva , kekuatan ibu
untuk meneran sangat kurang sehingga bayi sulit terdorong
6. Memberikan dukungan kepada ibu agar bayi segera dilahirkan dan mengajarkan
Teknik meneran yang baik , his mulai berkurang , bayi sulit di lahirkan pukul : 18.15
7. Ibu rencana dilakukan tindakan seksio sesaria atas advice dokter dan meminta
persetujuan dari suami , ibu dan suami setuju

Diagnosa Akhir : G1P0A0 Inpartu Kala 2 Memanjang

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, A. (2010). Asuhan Kebidanan (Persalinan). Yogyakarta: Nuha Medika


Hidayat, A. (2007). Riset Keperawatan dan Teknik Penulisan Ilmiah. Edisi kedua.
Jakarta: Salemba Medika
Wiknjosastro. (2010). Ilmu Kebidanan. Edisi kedua. Jakarta: Salemba Medika
Sinopsis , O. (2010). Hubungan Kala II Memanjang Dengan Kelainan His

18

Anda mungkin juga menyukai