Anda di halaman 1dari 5

VALTREX GOLONGAN GENERIK

Valaciclovir / Valasiklovir HCl.

INDIKASI

Herpes zoster, herpes simpleks.

KONTRA INDIKASI

Hipersensitivitas terhadap Asiklovir.

PERHATIAN

Kerusakan ginjal yang berarti. Mempertahankan hidrasi yang mencukupi.

EFEK SAMPING

Sakit kepala ringan dan mual. Insufisiensi ginjal, anemia hemolitikum mikroangiopati dan trombositopenia pada pasien dengan gangguan sistem imun berat pada pemakaian dosis tinggi & pemakaian jangka panjang tetapi juga terobservasi pada pasien yang tidak menggunakan Valasiklovir yang mempunyai kondisi pengobatan yang sama.

KEMASAN

Tablet salut selaput 500 mg x 6 x 7 biji.

DOSIS

# # -

Herpes zoster : 3 kali sehari 1000 mg selama 7 hari. Herpes simpleks : pengobatan awal : 2 kali sehari 500 mg sampai selama 10 hari. pengobatan ulang : dosis sama tetapi hanya selama 5 hari.

VALVIR

GOLONGAN GENERIK

Valaciclovir / Valasiklovir HCl.

INDIKASI

Herpes zoster, herpes simplex tipe 1 & 2, varicella.

KONTRA INDIKASI

Hipersensitif.

EFEK SAMPING

Jarang: Sakit kepala, mual.

KEMASAN

Kaplet salut selaput 500 mg x 5 x 10's.

DOSIS

Herpes zoster 3 x sehari 1000 mg selama 7 hari.

# Herpes simplex Episode pertama: 2 x sehari 1000 mg selama 7-10 hari. Episode kambuh: 2 x sehari 500 mg selama 5 hari. Penekanan pengobatan: sekali sehari 500 mg selama 6 bulan. # Varicella Dewasa 3 x sehari 1000 mg selama 7 hari. Anak 20 mg/kg berat badan 3 x sehari selama 5 hari.

VALASIKLOVIR Valasiklovir adalah bentuk sediaan ester dari acyclovir. Valaciclovir digunakan untuk infeksi herpes zoster dan herpes simpleks pada kulit dan selaput lendir, juga digunakan untuk mencegah infeksi virus sitomegalo pada pencangkokan ginjal. Indikasi : Herpes zoster, herpes simpleks kambuhan, herpes simpleks genital, pencegahan infeksi sitomegalo virus pada pencangkokan ginjal. Kontraindikasi : Hati-hati penggunaan pada gangguan ginjal, gangguan hati, lanjut usia, kehamilan dan laktasi.

herpes Herpes simpleks merupakan penyakit yang diakibatkan karena virus. Penyakit menular seksual ini disebabkan oleh virus Herpes Simpleks tipe I (HSV-I) atau Herpes Simpleks tipe 2 (HSV-2). Kontak langsung dengan penderita melalui air liur merupakan cara utama dalam penyebaran penyakit ini. Studi seroepidemiologi mengindikasikan bahwa prevalen HSV berhubungan langsung dengan usia dan status sosial ekonomi. Herpes simpleks Virus 1 biasanya ditemukan di atas pinggang sedangkan Herpes Simpleks Virus 2 biasanya ditemukan pada daerah genital. HSV juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya yang akan menyebabkan Neonatal Herpes, (Anonim, 2010).

Mekanisme kerja asiklovir didasarkan atas penghambatan enzim DNA polimerase virus. Asiklovir segera diubah menjadi asiklo-guanosin monofosfat oleh enzim timidin kinase virus, kemudian diubah lagi menjadi asiklo-guanosin trifosfat (asiklo-GTP). Asiklo-GTP bergabung dengan DNA virus yang akan mengakibatkan terhentinya aktifitas enzim DNA polimerase.

Valacyclovir Obat ini merupakan derivat ester L-valin dari acyclovir. Bahan aktif antivirusnya ialah acyclovir, sehingga kemanjuran dan spesifisitasnya berhubungan dengan cara kerja acyclovir. Setelah diabsorbsi, valacyclovir dengan cepat dan hampir seluruhnya diubah menjadi acyclovir dan L-valin. Bioavailabilitasnya 3-5 kali lebih tinggi daripada yang dapat dicapai oleh acyclovir oral dosis tinggi. Kadar dalam plasma setelah valacyclovir per oral 1000 mg mendekati kadar yang dapat dicapai oleh acyclovir yang diberikan secara intravena. Pada uji klinik yang membandingkan valacyclovir 2 x 500 1000 mg/ hari, dengan acyclovir per oral 5 x 200 mg/ hari dan plasebo dalam waktu 24 jam setelah timbulnya keluhan dan gejala klinis pertama episode herpes genitalis rekurens menunjukkan bahwa terapi valacyclovir secara bermakna mengurangi rasa nyeri dan mempercepat proses penyembuhan lesi serta dengan cepat memperpendek masa virus shedding. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah nyeri kepala dan mual.1

Valacyclovir Mekanisme Kerja bioavalaibilitas oral acyclovir Absorbsigastrointestinal tract Konversi menjadi acyclovir intestinal + esterase hepatic

Setelah pemberian oral, Valacyclovir secara cepat diabsorpsi & dikonversi secara utuh menjadi Acyclovir. Ketika Acyclovir itu sendiri diberikan secara oral, bioavailabilitas hanya 15-30%. Pada keadaan yang sama, ketika Valacyclovir diberikan secara oral juga, efektifitas availabilitas dari Acyclovir meningkat hebatsekitar 55%