Anda di halaman 1dari 30

Bahan Kuliah 5: Administrasi Pembangunan Program Sarjana Reguler A & Non Reguler, DIA FISIP UI Selasa, 2 Maret 2010

& Kamis, 4 Maret 2010 @ Teguh Kurniawan http://staff.ui.ac.id/teguh.kurniawan

Outline
Pengantar Kebijakan Publik
Formulasi Kebijakan Implementasi Kebijakan

Apakah Kebijakan Publik 1/2


Kebijakan publik adalah apapun yang pemerintah

pilih untuk dilakukan atau tidak dilakukan Ekspansi kebijakan dan pertumbuhan pemerintah Ruang lingkup kebijakan publik

Dye, 2005, 1-3

Apakah Kebijakan Publik 2/2


Kebijakan tindakan yang didesain secara sengaja

yang relatif stabil yang dilakukan oleh aktor atau sejumlah aktor untuk menyelesaikan masalah atau hal-hal yang menjadi perhatian bersama Kebijakan publik dikembangkan oleh badan dan pejabat pemerintah serta memiliki dampak secara substansial terhadap masyarakat

Anderson, 2006, 6

Dimanakah (Lokus) Kebijakan Publik


Kebijakan publik dibuat dan dilaksanakan pada semua

tingkatan pemerintahan, karenanya tanggungjawab para pembuat kebijakan akan berbeda pada setiap tingkatan sesuai dengan kewenangannya Diperlukan pemahaman mengenai akuntabilitas dari semua pembuat kebijakan adalah kepada masyarakat yang dilayaninya

Gerston, 2002, 14

Kategori Kebijakan Publik


kebijakan substantif dan prosedural
kebijakan distributif, pengaturan, pengaturan sendiri,

dan redistribusi kebijakan material dan simbolik kebijakan yang melibatkan barang kolektif atau barang privat

Anderson, 2006, 10-17

Teori Pembuatan Kebijakan


teori rasional-komprehensif
teori inkremental teori mixed scanning

Anderson, 2006, 122-137

Pembuatan Kebijakan sebagai Sebuah Proses


Proses Identifikasi Masalah Penetapan Agenda Aktivitas Publikasi masalah sosial; mengekspresikan tuntutan akan tindakan dari pemerintah Peserta Media massa; kelompok kepentingan; inisiatif masyarakat; opini publik Menentukan mengenai masalah-masalah apa Elit, termasuk presiden dan kongres; kandidat yang akan diputuskan; masalah apa yang akan untuk jabatan publik tertentu; media massa dibahas/ditangani oleh pemerintah Pengembangan proposal kebijakan untuk menyelesaikan dan memperbaiki masalah Memilih proposal; mengembangkan dukungan untuk proposal terpilih; menetapkannya menjadi peraturan hukum; memutuskan konstitusionalnya Mengorganisasikan departemen dan badan; menyediakan pembiayaan atau jasa pelayanan; menetapkan pajak Pemikir; Presiden dan lembaga eksekutif; komite kongres; kelompok kepentingan Kelompok kepentingan; presiden; kongres; pengadilan

Perumusan Kebijakan Legitimasi Kebijakan

Implementasi Kebijakan

Presiden dan staf kepresidenan; departemen dan badan

Evaluasi Kebijakan

Melaporkan output dari program pemerintah; Departemen dan badan; komite pengawasan mengevaluasi dampak kebijakan kepada kongres; media massa; pemikir kelompok sasaran dan bukan sasaran; mengusulkan perubahan dan reformasi

Dye, 2005, 32

Proses Kebijakan
Terminologi Kebijakan Tahap 1: Agenda Kebijakan Tahap 2: Perumusan Kebijakan Pengembangan usulan akan tindakan yang terkait dan dapat diterima untuk menangani permasalahan publik Apa yang diusulkan untuk dilakukan terhadap masalah Tahap 3: Adopsi Kebijakan Tahap 4: Implementasi Kebijakan Aplikasi kebijakan oleh mesin administrasi pemerintah Tahap 5: Evaluasi Kebijakan Definisi Sejumlah permasalahan diantara banyak permasalahan lainnya yang mendapat perhatian serius dari pejabat publik Membuat pemerintah untuk mempertimbangka n tindakan terhadap masalah Pengembangan dukungan terhadap sebuah proposal tertentu sehingga sebuah kebijakan dapat dilegitimasi atau disahkan Upaya pemerintah untuk menentukan apakah kebijakan efektif, serta mengapa efektif atau tidak efektif

Common sense

Membuat pemerintah untuk menerima solusi tertentu terhadap masalah

Aplikasi kebijakan pemerintah terhadap masalah

Apakah kebijakan bekerja baik?

Anderson, 2006, 4 (diadaptasi dari Anderson, Brady dan Bullock III, 1984)

Proses Kebijakan
Pembuatan Kebijakan: 1.Agenda Setting 2.Policy formulation 3.Policy adoption Pelaksanaan Kebijakan: 1.Implementers 2.Situasi kondisi 3.Mindset implementers

Evaluasi Kebijakan: 1.Cara 2.Alat ukur 3.Pihak yang terlibat

Cooper et.al, 1998

Prosedur Formulasi 1/5


tahapan perumusan kebijakan merupakan tahap kritis

dari sebuah proses kebijakan Hal ini terkait dengan proses pemilihan alternatif kebijakan oleh pembuat kebijakan yang biasanya mempertimbangkan besaran pengaruh langsung yang dapat dihasilkan dari pilihan alternatif utama tersebut Proses ini biasanya akan mengekspresikan dan mengalokasikan kekuatan dan tarik menarik diantara berbagai kepentingan sosial, politik dan ekonomi
Sidney, 2007, 79

Prosedur Formulasi 2/5


tahap perumusan kebijakan melibatkan aktivitas

identifikasi dan atau merajut seperangkat alternatif kebijakan untuk mengatasi sebuah permasalahan; serta mempersempit seperangkat solusi tersebut sebagai persiapan dalam penentuan kebijakan akhir perumusan kebijakan mencoba menjawab terhadap sejumlah pertanyaan apa, yakni: apa rencana untuk menyelesaikan masalah? Apa yang menjadi tujuan dan prioritas? Pilihan apa yang tersedia untuk mencapai tujuan tersebut? Apa saja keuntungan dan kerugian dari setiap pilihan? Eksternalitas apa, baik positif maupun negatif yang terkait dengan setiap alternatif?
Sidney, 2007, 79

Prosedur Formulasi 3/5


perumusan seperangkat alternatif akan melibatkan proses

identifikasi terhadap berbagai pendekatan untuk menyelesaikan masalah; serta kemudian mengidentifikasi dan mendesain seperangkat perangkat kebijakan spesifik yang dapat mewakili setiap pendekatan Tahap perumusan juga melibatkan proses penyusunan draft peraturan untuk setiap alternatifyang isinya mendeskripsikan diantaranya mengenai sanksi, hibah, larangan, hak, dan lain sebagainyaserta mengartikulasikan kepada siapa atau kepada apa ketentuan tersebut akan berlaku dan memiliki dampak
Sidney, 2007, 79

Prosedur Formulasi 4/5


didalam tahap perumusan kebijakan, permasalahan

kebijakan, usulan proposal dan tuntutan masyarakat ditransformasikan kedalam sejumlah program pemerintah Perumusan kebijakan dan juga adopsi kebijakan akan meliputi definisi sasaranyakni apa yang akan dicapai melalui kebijakanserta pertimbanganpertimbangan terhadap sejumlah alternatif yang berbeda

Jann dan Wegrich , 2007, 48

Prosedur Formulasi 5/5


perumusan kebijakan melibatkan proses pengembangan usulan akan

tindakan yang terkait dan dapat diterima (biasa disebut dengan alternatif, proposal atau pilihan) untuk menangani permasalahan publik Perumusan kebijakan tidak selamanya akan berakhir dengan dikeluarkannya sebagai sebuah produk peraturan perundangundangan Seringkali pembuat kebijakan memutuskan untuk tidak mengambil tindakan terhadap sebuah permasalahan dan membiarkannya selesai sendiri Atau seringkali pembuat kebijakan tidak berhasil mencapai kata sepakat mengenai apa yang harus dilakukan terhadap suatu masalah tertentu Namun demikian, pada umumnya sebuah proposal kebijakan biasanya ditujukan untuk membawa perubahan mendasar terhadap kebijakan yang ada saat ini
Anderson, 2006, 103-109

Keterlibatan Aktor
pembuat kebijakan resmi (official policy-makers)

mereka yang memiliki kewenangan legal untuk terlibat dalam perumusan kebijakan publik legislatif; eksekutif; badan administratif; serta pengadilan peserta non pemerintahan (nongovernmental participants) penting atau dominannya peran mereka dalam sejumlah situasi kebijakan tetapi mereka tidak memiliki kewenangan legal untuk membuat kebijakan yang mengikat menyediakan informasi; memberikan tekanan; mencoba untuk mempengaruhi; menawarkan proposal kebijakan kelompok kepentingan; partai politik; organisasi penelitian; media komunikasi; serta individu masyarakat
Anderson, 2006, 46-67

Keterlibatan dalam Formulasi 1/2


Tahap perumusan kebijakan diharapkan melibatkan

peserta yang lebih sedikit dibandingkan dalam tahapan penetapan agenda Yang lebih banyak diharapkan adalah kerja dalam merumusakan alternatif kebijakan yang mengambil tempat diluar mata/perhatian publik Dalam sejumlah teks standar kebijakan, tahap perumusan disebut sebagai sebuah fungsi ruang belakang Detail dari kebijakan biasanya dirumuskan oleh staff dari birokrasi pemerintah, komite legislatif, serta komisi khusus Proses perumusan ini biasanya dilakukan di ruang kerja dari para aktor perumus tersebut
Sidney, 2007, 79

Keterlibatan dalam Formulasi 2/2


Meskipun pada akhirnya perumusan alternatif

kebijakan dilakukan lebih banyak oleh para aktor tersebut, tidak sepenuhnya bisa dipisahkan dari masyarakat umum dalam perumusan kebijakan Para perumus senantiasa berinteraksi dengan aktor sosial dan membentuk pola hubungan kebijakan (policy networks) yang stabil diantara mereka Jadi meskipun pada akhirnya kebijakan ditentukan oleh institusi yang berwenang, keputusan diambil setelah melalui proses informal negosiasi dengan berbagai pihak yang berkepentingan
Jann dan Wegrich, 2007, 49

Kriteria Pemilihan Kebijakan 1/4


kelayakannya,
penerimaan secara politis, biaya, manfaat, dan lain sebagainya

Sidney, 2007, 79

Kriteria Pemilihan Kebijakan 2/4


penghilangan alternatif kebijakan akan ditentukan oleh

sejumlah parameter susbtansial dasarmisalnya kelangkaan sumberdaya untuk dapat melaksanakan alternatif kebijakan Sumberdaya ini dapat berupa sumberdaya ekonomi maupun dukungan politik yang didapat dalam proses pembuatan kebijakan Apabila dalam proses pembuatan kebijakan suatu alternatif kebijakan banyak mendapat kritikan secara politik, maka alternatif tersebut layak untuk dihilangkan karena kurangnya dukungan politik alokasi kompetensi yang dimiliki oleh berbagai aktor juga memainkan peranan penting dalam penentuan kebijakan peranan penting dari akademisi yang berperan sebagai penasehat kebijakan atau pemikir (think tanks) yang seringkali berpengaruh dalam proses perumusan kebijakan
Jann dan Wegrich, 2007, 50

Kriteria Pemilihan Kebijakan 3/4


apakah proposal memadai secara teknis? Apakah proposal

diarahkan kepada penyebab permasalahan? Sejauhmana proposal akan menyelesaikan atau mengurangi permasalahan? apakah anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan masuk akal atau dapat diterima? Hal ini penting untuk diperhatikan khususnya apabila terkait dengan program kesejahteraan sosial apakah secara politik proposal dapat diterima? Dapatkah proposal mendapatkan dukungan dari anggota parlemen atau pejabat publik lainnya? jika proposal telah menjadi peraturan perundangundangan, apakah akan disetujui oleh publik?
Anderson, 2006, 104

Kriteria Pemilihan Kebijakan 4/4


nilai-nilai yang dianut baik oleh organisasi, profesi,

individu, kebijakan maupun ideologi afiliasi partai politik kepentingan konstituen opini publik penghormatan terhadap pihak lain aturan kebijakan

Anderson, 2006, 127-137

Implementasi Kebijakan: Birokrasi 1/2


Implementasi adalah kelanjutan dari politik dengan cara

lain Implementasi dan pembuatan kebijakan implementasi melibatkan semua aktivitas yang didesain untuk melaksanakan kebijakan yang telah dibuat oleh lembaga legislatif aktivitas ini meliputi: pembentukan organisasi barumenerjemahkan UU kedalam aturan operasioanl, merekrut pegawai, membuat kontrak, membelanjakan uang, melaksanakan tugas semua aktivitas ini melibatkan keputusan oleh birokratkeputusan yang menentukan kebijakan Peraturan dan pembuatan kebijakan implementasi kebijakan membutuhkan pembuatan aturan formaloleh birokrasi
Dye, 2005, 52-55

Implementasi Kebijakan: Birokrasi 2/2


Ajudikasi dan pembuatan kebijakan Implementasi

kebijakan oleh birokrasi seringkali melibatkan proses ajudikasi terhadap kasus-kasus individual tertentu Diskresi birokrasi dan pembuatan kebijakan birokrasi kadangkala melakukan diskresi dalam melaksanakan tugasnya Bias kebijakan dari birokrat secara umum, birokrasi memiliki nilai-nilainya sendiri terhadap program dan mengenai pentingnya tugas-tugas mereka (motif personal selain daripada motif professional)
Dye, 2005, 52-55

Implementasi Kebijakan
Merujuk kepada: apa yang terjadi setelah sebuah draft

proposal kebijakan telah menjadi peraturan perundangundangan Apapun yang dilakukan untuk membuat peraturan tersebut memiliki dampak; untuk menerapkannya kepada kelompok sasaran; dan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan dari dibuatnya peraturan tersebut Terkait dengan: instansi pemerintah dan pejabat yang terlibat; prosedur yang diikuti; tehnik atau perangkat yang digunakan; serta dukungan dan hambatan politik yang dihadapi Fokus: operasional harian dari pemerintah
Anderson, 2006, 200

Aktor dalam Implementasi Kebijakan


Birokrasi Organisasi administratif Politik administratif (aturan permainan; pimpinan; pengawasan parlemen; pengadilan; badan administratif lainnya; pemerintahan lainnya; kelompok kepentingan; partai politik; dan media komunikasi) Pembuatan kebijakan administratif (aturan pelaksanaan; ajudikasi; penegakan aturan; dan operasionalisasi program) Legislatif bagaimana mempengaruhi perilaku

administrator Pengadilan melalui gugatan/tindakan yudisial Kelompok-kelompok penekan Organisasi masyarakat

Anderson, 2006, 205-229

Referensi
Anderson, James E, 2006, Public Policy Making: An

Introduction, Boston: Houghton Mifflin Company Dye, Thomas R, 2005, Understanding Public Policy, Eleventh Edition, New Jersey: Pearson Prentice Hall Fischer, Frank, Gerald J. Miller and Mara S. Sidney (Eds.), 2007, Handbook of Public Policy Analysis: Theory, Politics and Methods, Boca Raton: CRC Press Gerston, Larry N., 2002, Public Policy Making in a Democratic Society: A Guide to Civic Engagement, Armonk: M. E. Sharpe