Anda di halaman 1dari 27

Pembimbing:

Dr. Mahdar Johan., Sp. KK


Penyaji:
Sharindra WS
2010-061-050

Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin


FK Unika Atma Jaya
RSUD Syamsudin, SH.
Periode 13 Februari -17 Maret 2012

Istilah vitiligo mulai diperkenalkan


Celsus, seorang dokter Romawi.

Insiden rata-rata 1% di seluruh dunia.

Dapat mengenai
kelamin.

Dapat terjadi pada semua usia dengan


frekuensi tertinggi pada usia 10-30 tahun.

semua

jenis

ras

oleh

dan

Hipomelanosis idiopatik didapat

Ditandai makula putih yang dapat meluas

Dapat mengenai
mengandung
sel
rambut dan mata)

seluruh tubuh yang


melanosit
(misalnya

Dapat terjadi pada pria dan wanita

Dapat terjadi pada semua umur, tetapi


pada 50% kasus dimulai antara umur 10-30
tahun

Insiden mempengaruhi 1% dari seluruh


populasi

Dapat mengenai semua ras

>30% dari penderita vitiligo melaporkan


penyakit yang sama pada orangtua,
saudara, atau anak mereka.

Penyebab belum diketahui

Faktor pencetus:

1. Faktor mekanis
2. Faktor sinar matahari/penyinaran UVA
3. Faktor emosi / psikis
4. Faktor hormonal

3 hipotesis utama:

Hipotesis autoimun

Hipotesis neurogenik

Hipotesis autotoksik

Depigmentasi dengan bercak putih yang


dibatasi oleh warna kulit normal atau oleh
hiperpigmentasi

Ditemukan makula
dengan gambaran seperti
kapur atau putih pucat
dengan tepi yang tajam

Tangan, pergelangan tangan, lutut, leher dan


daerah sekitar lubang (misalnya mata, mulut
dan hidung) merupakan daerah-daerah yang
sering ditemukan vitiligo

Tempat predileksi

Progres dari penyakit ini bisa merupakan suatu


pengembangan bertahap dari makula lama atau
pengembangan dari makula baru.

Trichrome vitiligo (tiga warna: putih, coklat muda,


coklat tua) mewakili tahapan yang berbeda
dalam evolusi vitiligo

Pigmentasi di sekeliling folikel rambut dalam


makula
putih
menggambarkan
pigmentasi
residual atau repigmentasi.

Kadang-kadang ditemukan tepi lesi yang


meninggi, eritema dan gatal disebut inflamatoar.

Kadang dapat juga ditemukan gambaran rambut


yang memutih atau uban prematur, disebut juga
poliosis.

Berdasarkan lokalisasi dan distribusinya, dibagi


menjadi:
1. Tipe lokalisata, yang terdiri atas:
a) Bentuk fokal : terdapat satu atau lebih makula
pada satu daerah dan tidak segmental.
b) Bentuk segmental : terdapat satu atau lebih
makula dalam satu atau lebih daerah dermatom
dan selalu unilateral.
c) Bentuk mukosal : lesi hanya terdapat pada
membran mukosa.

2. Tipe generalisata, yang terdiri atas:


a) Bentuk akrofasial : lesi terdpat pada bagian
distal ekstremitas dan muka.
b) Bentuk vulgaris : lesi tersebar tanpa pola
khusus.
c) Bentuk mixed : lesi campuran segmental dan
vulgaris atau akrofasial

3. Bentuk universalis : lesi yang luas meliputi


seluruh atau hampir seluruh tubuh

Anamnesa

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Penunjang:
Dengan Lampu Wood
Pemeriksaan histopatologik
Pemeriksaan dengan mikroskop elektron

1. Pityriasis alba (berukuran kecil, tepi yang


tidak berbatas tegas, dan warna yang tidak
terlalu putih)
2. Pityriasis versicolor (sisik halus dengan
warna fluoresensi kuning -kehijauan di bawah
lampu Wood, KOH positif)

3. Leukoderma oleh bahan kimia (riwayat


paparan fenolikgermisida, makula confetti).
Penyakit ini merupakan diagnosis banding
yang sulit, dikarenakan melanosit yang tidak
ada, sama seperti pada vitiligo.
4. Leukoderma terkait dengan melanoma
5. Leukoderma post-inflamasi [makula tidak
terlalu putih (biasanya riwayat psoriasis atau
eksim pada yang sama daerahmakula)]

6. Nevus depigmentosus (stabil, kongenital,


makula tidak terlalu putih, unilateral)
7. Nevus anemikus (tidak ada perubahan
dengan wood lamp, tidak ada eritema setelah
digosok)
8. Morbus hansen tipe PB (daerah endemis,
warna tidak terlalu putih, biasanya terdapat
makula anestesi yang tidak berbatas tegas)

9. Hypomelanosis of Ito (bilateral, garis


Blaschko,
pola
kue
marmer;
60-75%
mempunyai
keterlibatan-sistemik
sistem
saraf
pusat
(SSP),
mata,
sistem
muskuloskeletal)
10. Tuberous sklerosis (stabil, kongenital
dengan makula poligonal tidak terlalu putih,
bentuk pohon berdaun, - sesekali makula
segmenta, dan makula confetti)

11. Piebaldisme (kongenital, putih, stabil,


garis berpigmenpada punggung, pola khas
dengan
makula
hiperpigmentasi
besar
ditengah daerah hypomelanotik)
12. Mikosis fungoides (depigmentasi dan
biopsi diperlukan).

13. Sindrom Vogt-Koyanagi-Harada (masalah


penglihatan, fotofobia, dysacusis bilateral)
14. Sindrom Waardenburg (penyebab paling
umum dari ketulian kongenital, makulaputih
dan rambut putih, iris heterokromia)

Tabir surya

Kosmetik

Repigmentasi:
1. Glukokortikoid topikal
2. Topikal inhibitor Kalsineurin
3. Topikal fotokemoterapi
4. Fotokemoterapi sistemik
5. UVB Narrow-band(311nm)

6. Laser Excimer (308nm)


7. Immunomudulator sistemik
8. Topikal analog vitamin D
9. Topikal 5-Fluorouracil
Minigrafting
Depigmentasi

~ bleaching

Meragukan

Bergantung pada kesabaran dan kepatuhan


pasien dalam menjalankan perawatan