Anda di halaman 1dari 71

Disusun oleh:

EKO SANTOSO
Gas karbon
dioksidan (CO2)
dan air (H2O)
dapat diubah
oleh tanaman
berhijau daun
(berklorofil)
menjadi
glukosa
(karbohidrat
atau
polisakarida)
dan gas oksigen
(O2) dengan
adanya energi
cahaya
(matahari).
12H2O + 6CO2 + energi > C6H12O6 + 6O2
Ketika seseorang
melakukan aktifitas,
seperti olah raga,
maka glukosa atau
karbohidrat dalam
tubuhnya akan
bereaksi dengan
(dibakar oleh)
oksigen menjadi air
(keringat) dan gas
karbon dioksida
untuk menghasilkan
energi gerak (kerja)
kembali.

C6H12O6 + 6O2 > 12H2O + 6CO2 + energi


Proses terjadinya
hujan adalah
merupakan
contoh perubahan
fisika dari air
menjadi uap air
dengan adanya
energi , yang
kemudian
mengembun
menjadi air
kembali.
Hujan merupakan
proses yang
sangat penting
bagi
pendistribusian
H20 (cair) + energi H20 (uap) air di muka bumi.
Termodinamika kimia merupakan bagian science of life
yang mempunyai peranan sangat penting bagi
keberlangsungan kehidupan di muka bumi, termasuk
bagi setiap proses yang terjadi di dalam tubuh manusia.

Dengan adanya peranan energi terhadap berbagai


perubahan fisika dan kimia di alam semesta, manusia
mencoba untuk melakukan berbagai kajian secara
teoretis dan eksperimental sehingga terbentuk kelompok
bidang ilmu yang disebut termodinamika kimia.

Secara ringkas dapat dijelaskan bahwa termodinamika


kimia adalah bidang kimia yang mempelajari perubahan
energi, biasanya dalam bentuk panas atau heat
(thermal), yang menyertai perubahan fisika dan atau
kimia.
Bisadipastikan, setiap perubahan fisika dan atau
kimia pasti membutuhkan energi (disebut
perubahan endotermis) atau melepaskan energi
(disebut perubahan eksotermis)

Hasil
kajian termodinamika terhadap berbagai
perubahan fisika dan kimia menghasilkan
beberapa kesimpulan yang tertuang dalam
hukum-hukum termodinamika :
Hukum ke nol
Hukum ke satu
Hukum ke dua
Hukum ke tiga
Secara prinsip menyatakan:
jika dua benda dengan temperatur berbeda saling
bersentuhan maka temperatur kedua benda akan
berubah sehingga temperatur akhir keduanya menjadi
sama sehingga keduanya dikatakan telah mencapai
keadaan kesetimbangan termal.
Benda dengan temperatur lebih tinggi memiliki energi
termal lebih besar dibandingkan benda dengan
temperatur lebih rendah.
Sebagai contoh, menurut teori kinetika gas bahwa energi
kinetika rata-rata gas pada temperatur T adalah (3/2)RT
dimana R adalah tetapan gas ideal dan T adalah
temperatur mutlak.
Alam semesta adalah sebuah sistem yang sangat
komplek yang mengandung banyak subsistem dan di
antara subsistem dibatasi oleh dinding-dinding
diatermis, yakni dinding yang mampu menghantarkan
panas. Setiap subsistem di alam memiliki energi termal
yang berbeda-beda dan dinding diatermis antar
subsistem merupakan daerah antarmuka yang berusaha
menjaga kesetimbangan termal antar subsistem yang
berdampingan secara langsung.

Contoh dinding diatermis alamiah adalah kulit manusia,


permukaan bumi, permukaan laut, udara perbatasan di
antara wilayah dengan iklim yang berbeda dll.
Seseorang akan merasakan
kedinginan ketika berada di
lingkungan dengan temperatur lebih
rendah dibandingkan temperatur
tubuhnya karena energi termal dari
tubuhnya mengalir ke lingkungan.

Untuk menjaga agar temperatur tubuh


tetap normal maka tubuh akan
membakar cadangan karbohidrat dalam
tubuh dan menghasilkan energi.
Akibatnya, muncul rasa lapar.

Jika cadangan karbohidrat dalam tubuh


habis dan tak ada makanan yang masuk
ke dalam tubuh maka temperatur tubuh
akan turun hingga sama dengan suhu
lingkungan.Akibatnya, manusia bisa
meninggal karena kedinginan.
Orang sakit, ketika
temperatur tubuhnya naik
di atas temperatur orang
sehat maka dia akan
merasakan kedinginan
atau demam karena
perbedaan yang cukup
besar antara temperatur
tubuhnya dengan
temperatur lingkungan.
Ole karena itu, perbedaan
temperatur tersebut harus
diturunkan dengan
menurunkan temperatur
Prinsip kerja obat penurun panas tubuh si sakit, semisal
adalah terjadinya reaksi kimia obat dengan memberi obat
dengan cara menyerap energi termal penurun panas.
(panas) yang dihasilkan oleh tubuh
orang sakit.
TERMOMETER
Termometer adalah alat ukur
temperatur yang bekerja bedasarakan
prinsip kesetimbangan termal atau
berdasarkan hukum ke nol.

Temperatur (T) di catat setelah raksa


dalam termometer berhenti pada angka
tertentu, yang menunjukkan telah
tercapai kesetimbangan termal, yakni :
Tobyek A = Tkaca termometer = Traksa

A
HUBUNGAN KALOR DAN TEMPERATUR

1. Energi termal suatu zat atau benda berbanding lurus


dengan temperaturnya.
2. Nilai mutlak energi termal suatu zat atau benda tak
dapat diukur.
3. Kita hanya dapat mengukur perubahan energi termal
atau biasa disebut kalor (q) suatu zat atau benda
dengan mengukur perubahan temperatur (T) pada zat
atau benda tersebut karena

q T q = C.T
dimana C adalah kapsitas panas zat atau benda, yakni
kemampuan suatu zat atau benda untuk menyerap kalor
sehingga temperatur benda tersebut naik 1 derajat.
dimana m adalah massa zat atau benda dalam
gram (g). C dalam J/oC dan c dalam J/(oC.g).
1. Kapasitas panas (heat capacity) suatu zat
nilainya tidak tentu karena nilainya masih
dipengaruhi jumlah atau massa zat tersebut.
Oleh karena itu kapasitas panas termasuk
besaran ekstensif.
2. Sedangkan kapasitas panas jenis (specific heat
capacity) suatu zat nilainya tertentu karena
nilainya tidak dipengaruhi oleh jumlah atau
massa zat. Oleh karena itu kapasitas panas jenis
termasuk besaran intensif.
cp
Substance Phase
J/(gK)
Air (Sea level, dry, 0 C) gas 1.0035
Air (typical room conditions) gas 1.012
Aluminium solid 0.897
Ammonia liquid 4.700
Animal (and human) tissue mixed 3.5
Antimony solid 0.207
Argon gas 0.5203
Arsenic solid 0.328
Beryllium solid 1.82
Bismuth solid 0.123
Copper solid 0.385
Carbon dioxide CO2 gas 0.839*
Water (steam) gas (100 C) 2.080
Water liquid (25 C) 4.1813
alat untuk mengukur kalor yang dilepaskan/au
dibutuhkan oleh suatu perubahan fisika dan atau
kimia dengan cara mengamati perubahan
temperatur yang menyertai perubahan fisika dan
atau kimia tersebut.

Kalorimeter coffe cup (tekanan


tetap). Kalorimeter bom (volume tetap).
bertujuan untuk mengetahui kapasitas (C) kalorimeter,
yaitu bagian energi termal atau kalor yang diserap oleh
kalorimeter untuk menaikkan temperatur kalorimeter
sebesar 1o.
Contoh :
Sebuah kalorimeter yang berisi 100 g air

mempunyai temperatur 22,7 oC. 50 g air


mendidih dituangkan dengan cepat ke dalam
kalorimeter yang berisi 100 g air sehingga
temperatur akhir menjadi 44,8 oC. Hitung
kapasitas panas kalorimeter ! Kapasitas panas
jenis air adalah 4,2 J/g.oC
1. Sumber kalor adalah 50 g air mendidih (temperatur 100
o
C). Penerima kalor adalah kalorimeter dan 100 g air
(temperatur 22,7 oC).
2. Temperatur akhir (setelah keadaan setimbang tercapai,
menurut hukum ke nol) adalah 44,8 oC.
3. Perubahan kalor q dapat dihitung dari perubahan
temperatur, yakni kalorimeter dan 100 g air mengalami
kenaikan temperatur (22,7 oC 44,8 oC) dan 50 g air
mengalami penurunan temperatur (100 oC 44,8 oC).
4. Perubahan kalor q yang dilepas 50 g air sama dengan
perubahan kalor q yang diterima oleh kalorimeter dan
100 g air.

q50 g air = qkalorimeter+10 g air


C50g air.T = (Ckalorimeter + C100g air).T

50 g.cair.T = (Ckalorimeter + 100g.cair) .T

50 g.)4,2 J/(g.oC)).(100-44,8) oC = (Ckalorimeter + 100


g. )4,2 J/(g.oC))).(44,8-22,7) oC
1. Hukum kesatu biasa juga disebut hukum
konvervasi energi (energy conservation), artinya
bahwa jumlah energi di alam semesta ini
terpelihara, tetap dan tak pernah berkurang,
energi tak pernah hilang tetapi hanya berubah
bentuk, dari satu bentuk energi menjadi bentuk
energi yang lain.
2. Secara umum, energi di alam terbagi menjadi 2
macam, yaitu energi potensial (energi tersimpan)
dan energi kinetik (energi yang sedang
digunakan).
Energi potensial dalam baterei diubah menjadi energi
gerak, dapat menggerakkan motor pada kipas angin,
mainan anak-anak, dll.

Energi potensial dalam sinar matahari diubah menjadi


energi potensial kimia dalam polisakararida melalui
proses fotosintensis oleh tanaman berhijau daun.
Secara matematik, hukum kesatu termodinamika dapat
dinyatakan dalam persamaan berikut
U = q + w
U : perubahan energi dalam obyek atau sistem (energi
potensial)
q : kalor yang diserap atau dilepaskan obyek atau sistem
(energi panas)
w : kerja yang dilakukan oleh atau pada obyek atau sistem
(eneri kinetika)

Konvensi Persamaan tsb:


Konvensi pertama terkait istilah sistem dan lingkungan.
Konvensi kedua terkait tanda plus (+) dan minus (-) pada
nilai kuantitatif U, q, dan w.
Konvensi pertama terkait istilah sistem dan
lingkungan.
1. Sistem adalah obyek yang yang menjadi pusat
pengamatan dan lingkungan adalah segala
sesuatu yang berada di sekitar obyek
pengamatan.
2. Antara sistem dan lingkungan terdapat dinding
pembatas yang akan mengatur interaksi antara
sistem dan lingkungan, baik berupa perpindahan
materi (material transfer) maupun perpindahan
energi panas (heat transfer).
Ada 3 macam dinding pembatas antara sistem
dan lingkungan :

bersifat terbuka yang dapat menyebabkan perpindahan


materi dan energi panas antara sistem dan lingkungan
sehingga sistem disebut sebagai sistem terbuka (open system).

bersifat diatermis yang dapat menyebabkan perpindahan


panas antara sistem dan lingkungan tetapi tidak bisa
menyebabkan perpindahan materi di antara keduanya
sehingga sistem disebut sebagai sistem tertutup (closed
system).

bersifat adiabatis yang tidak memungkinkan terjadinya


perpindahan materi dan energi antara sistem dan lingkungan
sehingga sistem disebut sebagai sitem terisolasi (isolated
system)
Konvensi kedua
Terkait dengan q:

1. Ketika obyek dipanasi atau dialiri panas dari


luar (lingkungan) berarti sistem mendapat
tambahan (menyerap) kalor sehingga q bertanda
plus (+), yang disebut sebagai perpindahan
panas endotermis.
2. Sebaliknya, jika terjadi aliran panas dari sistem
ke lingkungan berarti kalor sistem berkurang
sehingga q bertanda minus (-), yang disebut
sebagai perpindahan panas eksotermis.
Terkait nilai w
1. Ketika, obyek melakukan kerja, semisal gas
mengembang dan mengangkat beban, berarti
obyek telah mengeluarkan energi yang
dimilikinya dan mengubahnya dalam bentuk
kerja sehingga energi sistem berkurang, maka
kerja w sistem diberi tanda minus (-).
2. Sebaliknya, ketika gas dikenai kerja dengan
ditekan oleh suatu gaya F sehingga volume gas
menjadi mampat maka gas telah menerima
tambahan energi dan tanda kerja w sistem
adalah plus (+).
Terkait nilai U
1. Ketika nilai q dan w beserta tandanya ((+)
atau (-)) dimasukkan ke dalam persamaan
hukum kesatu akan menghasilkan nilai
U.
2. Jika U bertanda plus (+) berarti energi
dalam sistem bertambah dan jika U
bertanda minus (-) berarti energi dalam
sistem telah berkurang.
Contoh reaksi :

CaCO3 (s) + H20 (l) Ca(OH)2 (aq) + CO2 (g) + energi

Hukum ke satu : U = q + w,

jika reaksi dilakukan pada kondisi wadah terbuka (tekanan konstan), seperti
dalam kalorimeter coffe cup maka w = - P.V sehingga
U = q - P. V q = U + P. V = H disebut entalpi reaksi

jika reaksi dilakukan pada kondisi wadah tertutup (volume konstan), aeperti
dalam kalorimeter bom maka w = - P.V = 0, sehingga

U = q Tak ada kerja sistem, q = U


Jenis Kondisi Kalor yang
Kalorimet operasion diserap/dil
er al sistem epas
sistem
Bom Pada Disebut U
volume
konstan
Coffe Pada Disebut H
Cup tekanan
1. Pada reaksi yang melibatkan reaktan dan
produk berwujud gas maka nilai U (dari
kalorimeter bom) dan H (dari kalorimeter
coffe cup) dapat berbeda secara signifikan
akibat adanya perubahan volume reaktan dan
produk (Vreaksi 0).
2. Namun, untuk reaksi yang tidak melibatkan
reaktan dan produk berwujud gas maka
perbedaan volume antara reaktan dan produk
dianggap nol sehingga w = 0. Oleh karena itu
bisa dianggap U H.
w = - P.V = -P.(nRT/P) = -RT. n sehingga H U = RT.n,
dimana n adalah selisih jumlah mol gas antara produk dan reaktan.
Jadi untuk reaksi

CaCO3 (s) + H20 (l) Ca(OH)2 (aq) + CO2 (g) + energi


n = 1 sehingga H U = RT.

N2H4 (l) + 2H2O2 (l) N2 (g) + 4H2O (g)


n = 5 sehingga H U = 5RT.

H2 (g) + Cl2 (g) 2HCl (g)


n = 0 sehingga H U = 0.
CONTOH SOAL
50,0 mL larutan CuSO40,40M dengan suhu 23,35
o
C dan 50,0 mL larutan NaOH 0,60M dengan
suhu 23,35 oC keduanya secara bersamaan
dimasukkan ke dalam kalorimeter coffe cup.
Setelah reaksi berlangsung temperatur campuran
menjadi 25,23 oC. Massa jenis campuran 1,02
g/mL. Jika kapasitas panas kalorimter 24,0 J/oC
dan kapasitas panas jenis campuran dianggap
sama dengan air murni sebesar 4,184J/g.oC,
hitung kalor reaksi, U dan H reaksi
JAWABAN
Persamaan reaksi kimia saat pencampuran adalah :

CuSO4(aq) + 2 NaOH(aq) Cu(OH)2(aq) +


Na2SO4(aq)

Vcampuran = (50,0 + 50,0) mL = 100,0 Ml

mcampuran = campuran.Vcampuran = 1,02 g/mL.100,0 mL = 102,0 g

qpencampuran = Ckalorimeter,.T + mcampuran.ccampuran.T


= 24,0 J/oC . (25,23 23,35)oC + 102,0 g. 4,184 J/g.oC.(25,23
23,35)oC
= 45,12 J + 802,32 J = 847,44 J

Jadi kalor reaksi (q) adalah 847,44 J, artinya reaksi


melepaskan kalor sehingga terjadi kenaikan temperatur
setelah reaksi.
JAWABAN (lanjutan)
Reaksi terjadi dalam kalorimeter
coffe cup, berarti reaksi
berlangsung pada kondisi tekanan
konstan sehingga kalor reaksi sama
dengan enthalpi reaksi,
H = qreaksi = - 847,44 J
Reaktan dan produk reaksi tidak ada
yang berwujud gas sehingga bisa
dikatakan tidak ada selisih volume
sebelum dan sesudah reaksi, berarti
V = 0. Oleh karena itu,
U = H = - 847,44 J
Persamaan Termokimia

Persamaan termokimia adalah persamaan reaksi


kimia yang telah disetimbangkan secara
stoikiometris, serta dilengkapi dengan nilai
enthapi reaksi per mol dan fasa (wujud zat) dari
setiap reaktan dan produk yang terlibat dalam
reaksi.
CONTOH PERSAMAAN
TERMOKIMIA

C2H5OH(l) + 3 O2(g) 2 CO2(g) + 3 H2O(l) + 1367 J

atau

C2H5OH(l) + 3 O2(g) 2 CO2(g) + 3 H2O(l) H = - 1367 J/mol

Reaksi di atas disebut satu mol reaksi. Energi 1367 joule adalah
jumlah kalor yang dilepaskan oleh satu mol reaksi, yaitu reaksi yang
melibatkan 1 mol etanol cair dan 3 mol gas oksigen dan
menghasilkan 2 mol gas karbon dioksidan dan 3 mol air.
Dalam persamaan termokimia jumlah zat dan fasa (wujud
zat) dari reaktan dan produk yang terlibat dalam reaksi
sangat berpengaruh pada nilai kalor reaksi. Oleh karena itu,
jika nilai koefisien dalam reaksi atau fasa reaktan atau
produk berubah maka nilai kalor per mol reaksi juga
berubah. Berikut adalah persamaan termokimia dengan
koefisien reaksi pecahan,

1/3 C2H5OH(l) + O2(g) 2/3 CO2(g) + H2O(l) H=- 455,67 J/mol

Jadi, kalor 455.67 joule dihasilkan oleh satu mol reaksi yang
melibatkan 1/3 mol etanol cair dan 1 mol gas oksigen untuk
menghasilkan 2/3 mol gas karbon dioksida dan 1 mol air.
Keadaan Standar

Keadaan standar termodinamik dari suatu


zat adalah bentuk murni paling stabil
dibawah tekanan standar 1 atmosfir
(tetapi IUPAC menetapkan tekanan
standar adalah 1 bar, dimana 1 bar =
0,987 atm) dan temperatur 25 oC (kecuali
disebut khusus).
Contoh Keadaan Standar beberapa zat
Jenis Contoh Keadaan standar
Zat
Hidrogen Molekul diatomik (H2). gas
Raksa Logam, cair, keperakan
dengan kilau logam, Hg (l)
Unsur Karbon Grafit, padat, hitam
keabu-abuan, C(grafit).
Natrium Logam, padat, putih
keperakan, Na (s)
Etanol Cair, etanol (l)
Senyaw H 2O Air, cair, H2O (l)
a CaCO3 Padat, CaCO3 (s)
CO2 Gas, CO2 (g)
Keadaan standar untuk campuran gas
adalah tekanan parsial setiap gas
dalam campuran harus 1 atm atau 1
bar menurut IUPAC dan keadaan
standar untuk larutan adalah
konsentrasinya harus 1 molar.
Secara simbolik, besaran termodinamik yang
diukur pada keadaan standar (tekanan 1 atm dan
temperatur 25 oC) diberi superskrip (0), angka nol
bukan huruf o. Sebagai contoh, H0 adalah
perubahan enthalpi reaksi yang diukur pada
keadaan standar (tekanan 1 atm dan temperatur
25oC). Untuk temperatur selain 25 oC harus
dituliskan sebagai subskrip. Sebagai contoh, S020
adalah perubahan entropi reaksi yang diukur
pada tekanan 1 atm dan temperatur 20 oC.
Entalpi pembentukan beberapa zat pada
keadaan standard
Berdasarkan konvensi,
entalpi pembentukan
setiap unsur murni pada
keadaan standardnya
adalah nol.
Hukum Hess
Perubahan enthalpi suatu proses
kimia atau fisika tidak tergantung
lintasan atau jumlah tahap untuk
menyempurnakan proses, asalkan
keadaan awal dan akhir dari proses
dengan lintasan atau tahapan yang
berbeda-beda tersebut adalah sama.
Contoh cara menghasilkan produk dengan 2 cara (lintasan) yang berbeda

Berdasarkan hukum Hess maka


HREAKSI + Hf,R1 + Hf,R2 = Hf,P
atau
HREAKSI = Hf,P (Hf,R1 + Hf,R2)
Jika produk dan reaktan dalam reaksi
melibatkan banyak senyawa maka
perhitungan enthalpi reaksi

HREAKSI = (Hf,P) - ( Hf,R)

Jika reaksi berlangsung pada keadaan


standar maka persamaan menjadi

H0 REAKSI = (H0 f,P) - ( H0 f,R)


Contoh aplikasi hukum Hess
Diketahui : CO(g) + O2(g) CO2(g), H0 = - 283,0
kJ/mol
H0f,CO2(g) = - 393,5 kJ/mol

Hitung enthalpi pembentukan gas karbon


monoksida pada keadaan standar !

Jawab :
Berdasarkan hukum Hess :
HREAKSI = H0f,CO2(g) (H0f,CO(g) + H0f,O2(g))
- 283,0 kJ/mol = - 393,5 kJ/mol (H0f,CO(g) +
.0 kJ/mol)
H0f,CO(g) = - 393,5 kJ/mol + 283,0 kJ/mol = -
110,5 kJ/mol
Diketahui : CH4(g) +2O2(g) CO2(g) + 2H2O(l), H0 = - 890,3 kJ/mol
H0f,CO2(g) = - 393,5 kJ/mol
H0f,H2O(l) = - 285,8 kJ/mol

Hitung enthalpi pembentukan standar gas metana !

Jawab :
HREAKSI = (H0f,CO2(g) + 2.H0f,H2O(l) ) - ( H0f,CH4(g) + 2.H0f,O2(g))

-890,3 kJ/mol = (- 393,5 kJ/mol +2.(- 285,8 kJ/mol)) (H0f,CH4(g) +2.(0 kJ/mol))

H0f,CH4(g) = 890,3 kJ/mol (393,5 kJ/mol + 571,6 kJ/mol) = -


74,8 kJ/mol
Energi ikatan (BE) dan Enthalpi reaksi

Energi ikatan adalah energi yang dibutuhkan


(diserap) untuk memutuskan satu mol ikatan
suatu senyawa kovalen dalam fasa gas
menjadi atom-atomnya berfasa gas pula,
pada kondisi temperatur dan tekanan
konstan.
Contoh hubungan antara entalpi reaksi dan energi ikatan
berdasarkan hukum Hess

HREAKSI + 2.BEH-Br = BEH-H + BEBr-Br

HREAKSI = BEH-H + BEBr-Br - 2.BEH-Br


Secara umum, hubungan antara entalpi reaksi
dan energi ikatan produk dan reaktan dalam
suatu reaksi adalah

HREAKSI = (BEREAKTAN) - (BEPRODUK)


TABEL ENERGI IKATAN
TUNGGAL DI ANTARA
BEBERAPA ATOM

* Kecuali pada gas CO2 sebesar 799 kJ/mol.


Hitung enthalpi reaksi pembentukan gas amonia dan uap
air, masing-masing pada 298 K dari data energi ikatan !!!

Jawab :
Reaksi pembentukan gas amonia : N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g)

Pada setiap molekul amonia terdapat 3 ikatan N-H, pada 1 molekul


H2 terdapat 1 ikatan H-H, dan pada setiap molekul N 2 terdapat 1
ikatan NN, sehingga enthalpi reaksi pembentuk gas NH 3 adalah

H0f,NH3(g) = (BENN + 3BEH-H) 6BEN-H


= (945+3(436))kJ/mol 6(391)kJ/mol = - 93 kJ/mol

Ini enthalpi pembetukan gas amonia per mol reaksi, dimana dalam 1 mol
reaksi dihasilkan 2 mol gas NH3. Jadi enthalpi pembentukan 1 mol gas NH3
adalah 46,5 kJ/mol (data eksperimen : - 45,9 kJ/mol).
Reaksi pembentukan uap air adalah : 2H2(g) + O2(g) 2H2O(g)

Pada setiap molekul H2O terdapat 2 ikatan O-H, pada setiap molekul H2
terdapat 1 ikatan H-H, dan pada setiap molekul O2 terdapat 1 ikatan
O=O, sehingga enthalpi reaksi pembentukan uap H2O adalah :

H0f,H2O(g) = (BEO=O + 2BEH-H) 4BEO-H


= (498+2(436))kJ/mol 4(463)kJ/mol = - 482 kJ/mol

Ini adalah enthapi pembentukan uap air per mol reaksi, dimana 1 mol
reaksi menghasilkan 2 mol uap air, sehingga enthalp pementukan 1
mol uap air adalah 241 kJ/mol (data eksperimen : -241,818 kJ/mol).
Perubahan (fisika dan atau kimia) akan berjalan
spontan (alami) ketika menuju ke arah energi yang
lebih kecil.

Spontanitas pada reaksi kimia


Ketika suatu reaksi kimia cenderung mengarah ke
pembentukan produk dibandingkan pembentukan
reaktan maka dalam reaksi tersebut produk lebih
disukai karena lebih stabil dibandingkan reaktan.
Reaksi demikian disebut reaksi spontan.

Jadi, reaksi spontan adalah reaksi yang menghasilkan


produk yang lebih stabil dibandingkan reaktan.
Keadaan stabil adalah keadaan dengan energi yang
rendah atau minimum.
Contoh perubahan
spontan alami adalah
air yang mengalir
secara spontan dari
tempat tinggi menuju
tempat rendah karena
tempat rendah
memiliki energi lebih
rendah sehingga lebih
stabil dibandingkan
tempat tinggi.

Air Terjun Sembilan Tingkat, Bengkulu Utara


Kebalikan dari proses atau
reaksi spontan adalah proses
atau reaksi tak spontan, lebih
suka kembali ke reaktan dan
sulit membentuk produk
karena produk mempunyai
energi lebih tinggi
dibandingkan reaktan
sehingga reaktan lebih stabil
dibandingkan produk.
Kebalikan dari proses atau reaksi spontan adalah proses atau
reaksi tak spontan, lebih suka kembali ke reaktan dan sulit
membentuk produk karena produk mempunyai energi lebih
tinggi dibandingkan reaktan sehingga reaktan lebih stabil
dibandingkan produk.
Fakta menunjukkan bahwa proses di alam cenderung berjalan
spontan ketika mengarah kepada ketidakteraturan yang lebih
besar.

Penghancuran gedung lebih mudah


dibandingkan pembangunannya.
Secara termodinamika, ukuran
ketidakteraturan dinyatakan dengan
parameter entropi. Ketidakteraturan besar berarti entropi
besar.
Perubahan spontan adalah perubahan yang menghasilkan
kenaikan ketidakteraturan atau menghasilkan perubahan
entropi positif.
Hukum ketiga menyatakan bahwa nilai entropi
zat murni kristalin sempurna adalah nol pada
suhu nol absolut atau 0 K.
Kesimpulan ini didasarkan pada fakta
eksperimen bahwa nilai S sistem akan
berkurang jika temperatur proses diturunkan
dan ada kecenderungan S sistem akan menuju
nol jika temperatur proses diturunkan terus
menerus menuju 0 K.
Nilai entropy absolut (S) suatu zat murni pada 298 K
adalah relatif terhadap nilai entropinya pada 0 K, yakni
S298 K = S298 K S0 K

dimana berdasarkan hukum ketiga S0 K = 0 J/K sehingga


S298 K = S298 K.

Tampak, nilai entropi absolut suatu


zat berbanding lurus dengan
ketidakteraturan susunan molekul
dalam fasanya. Fasa gas lebih tidak
teratur dibanding fasa cair dan fasa cair
lebih tidak teratur dibanding pada padat.
Analogi dengan dengan hukum Hess, entropi suatu
reaksi kimia dapat dihitung berdasarkan persamaan :
S = (Sproduk) - (Sreaktan)

Jika reaksi berlangsung pada keadaan standar maka


perlu ditambahkan superskrip 0 sehingga persamaan
menjadi :
S0 = (S0produk) - (S0reaktan)
Hitung entropi reaksi pada keadaan standar dari
persmaan reaksi berikut :
N2H4 (l) + 2H2O2 (l) N2 (g) + 4H2O (g)
Diketahui :
Senyawa N2H4 (l) 2H2O2 (l) N2 (g) 4H2O (g)
S0 121,2 109,6 191,5 188,7
(J/mol.K)
Jawab :
Perubahan entropi suatu proses selalu terkait perubahan
ketidakteraturan dalam skala molekular maka beberapa
fenomena (perubahan temperatur, volume, dan perubahan
fasa dalam suatu proses, perubahan jumlah molekul dan
perubahan jumlah mol molekul gas dalam suatu reaksi, serta
peristiwa pencampuran) dapat diprediksi nilai perubahan
entropinya, positif atau negatif.
S pada beberapa jenis perubahan
Jenis perubahan S
Pelelehan positif
Penguapan positif
Atomisasi positif
Pelarutan positif
Pencampuran positif
Kristalisasi negatif
Energi bebas Gibbs (G) didefinisikan
sebagai G = H T.S.

Pada proses yang berlangsung pada temperatur


dan tekanan konstan maka perubahan energi
bebas sistem dinyatakan dengan persamaan

G = H T.S
Pada proses yang berlangsung pada keadaan
standard maka
G0 = H0 T.S0
Secara alamiah ada kecenderungan bahwa proses
spontan selalu menuju keadaan yang lebih stabil,
yaitu keadaan yang memiliki energi bebas Gibbs
lebih rendah atau minimum.

Ada 3 kemungkingan nilai G, yaitu positif


(proses tak berjalan spontan), negatif (proses
berjalan spontan), dan nol (proses berjalan
setimbang dua arah (reversible), antara produk
dan reaktan sama-sama disukai atau
equilibrium).
Nilai G suatu reaksi dapat diprediksi dari nilai H, S, dan temperatur
(T) reaksi tersebut.

H S G = H - TS Spontanitas
Negat Positif Negatif pada semua T Spontan pada semua
if temperatur
Positif Negatif Positif pada semua T Tak Spontan pada semua
temperatur
Negat Negatif Negatif di bawah T Spontan pada temperatur
if tertentu rendah
Positif Positif Negatif di atas T Spontan pada temperatur
tertentu tinggi
Hitung G0f dari reaksi pembentukan H2O(l) !!!
Diketahui

Data H2(g) O2(g) H2O(l)


H0f (kJ/mol) 0 0 - 285,8
S0 (J/mol.K) 130,7 205,2 70,0
Jawab
Persamaan termokimia reaksi pembentukan H 2O (l) adalah
H2(g) + O2(g) H2O(l) + 285,8 kJ

S0f = ( S0produk) - ( S0reaktan)


= (S0H2O(l) (S0H2(g) + S0O2(g)) = (70,0 (130,7 + .205,2) J/mol.K

= - 163,3 J/mol.K

G0f = H0f T. S0f dimana T = 298 K


G0f = - 285,8 kJ/mol (298 K).(-163,3 J/mol.K) =
-237,1 kJ/mol
Energi bebas Gibbs
beberapa zat
murni pada
keadaan standard.
Analogi dengan dengan hukum Hess untuk
menghitung enthapi reaksi maka perubahan
eenergi bebas Gibbs reaksi juga dapat
dihitung dengan persamaan :

Greaksi = (Gproduk) - (Greaktan)


Contoh : Perhitung G0reaksi dari data G0f

Hitung G0 dari reaksi : CH4(g) + 2O2(g) CO2(g) +


2H2O(l)
Jawab :

G0reaksi = (G0f,CO2(g) + 2G0f,H2O(l)) (G0f,CH4(g) + 2. G0f,O2(g))

= (-394,359 + 2(-237,129)kJ/mol (-50,72 +


2(0))kJ/mol

= - 817,897 kJ/mol