Anda di halaman 1dari 63

PSG BIOKIMIA

Protein dan Vitamin


Oleh:
Mahmud Aditya Rifqi, SGz, M.Si

Departemen Gizi Kesehatan


Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universita Airlangga
2017
1. PENILAIAN STATUS PROTEIN
Pengantar
Pria Dewasa dengan berat badan 70 kg
memiliki 10-13 kg protein di tubuhnya.

No Lokasi Berat (g/kg)


1 Otot 22
2 Tulang (Skeleton) 20
3 Perut dan Kulit 18
4 Ekstraselular 17
5 Lemak 6
Sumber: Gibson (1990)
Pengantar

Somatic Protein
Protein pada skeletal

Visceral Protein
Serum protein, eritrosit, granulosit,
limposit pada berbagai organ

KEP: MARASMUS, KWASIORKOR


Klasifikasi Protein berdasarkan fungsi
biologisnya adalah sebagai
* biokatalisator: enzim (dehidrogenase, dll)
* penyimpan : ferritin
* pengatur : hormon
* struktural : kollagen
* pelindung : fibrinogen (faktor
pembekuan darah)
* pengangkut : hemoglobin, transferin dll.
* kontraktil : aktin, miosin, tubulin dll.
Metabolisme

Asam amino yang diperlukan untuk sintesis


protein ada 20 macam
8 macam diantara 20 a.a tsb. merupakan a.a.
essensial untuk orang dewasa dan
10 a.a. diantara 20 a.a. tsb. merupakan a.a.
essensial untuk anak-anak
Kualitas asam amino tergantung dari macam
asam amino essensial yang dikandungnya
Protein diet

Protein jaringan asam-asam amino der. Nitrogen non protein

TRANSAMINASI
Karbohidrat benda-benda keton
(glukosa)
Nitrogen amino asetil-KoA

DEAMINASI siklus
as. sitrat
urea
2CO2
GAMBAR: METABOLISME ASAM AMINO
Kebutuhan protein tubuh meningkat
pada saat:

Pertumbuhan
Kehamilan
Laktasi
Penyembuhan penyakit
Luka bakar yang luas
Post operasi
Hipertiroidism
Protein tubuh dapat hilang
melalui :
Pendarahan
Operasi
Kebakaran yang dapat berakibat syok
STATUS PROTEIN

Dalam darah ada 3 fraksi


protein utama
1. Albumin normal 3.5 - 5 g/100 ml
2. Globulin 1,5 - 3 g/100 ml
3. Fibrinogen 0,2 - 0,6 g/100 ml
4. Total protein 5 - 8 g/100 ml
5. Protein lain: transferin, hemoglobin,
retinol binding protein dll.
PSG- Protein Somatic
1. Eksresi Kreatinin
- Kreatinin di eksresikan di urin sbg hasil
katabolisme kreatin fosfat di otot.
- Kreatinin merupakan indikator masa otot
- Syarat pengukuran:
> Bebas kreatinin
> Half-life kreatinin 43 hari
PSG- Protein Somatic
1. Eksresi Kreatinin
- CHI (Creatinine Height Index)

% CHI = Kreatinin urin 24 jam x 100%


Kreatinin ideal/TB
Ket: Defisit ringan (5-15%)
Defisit sedang (15-30%)
Defisit berat (>30%)
PSG- Protein Somatic
2. Eksresi 3-Methylhistidin
- Protein hasil katabolisme aktin-miosin
otot (not recycled)
- Diet meat-free dari 3 hari sebelum
pengambilan urin
- Kekurangan, banyak faktor menjadi bias
PSG- Protein Visceral
1. Total Protein Serum
Secara awal dipertahankan dalam kondisi
normal rendah meskipun asupan protein
rendah dan secara signifikansi rendah
kalau tanda-tanda malnutrisi protein
tampak (50 60% protein total)
Pasien yg dirawat di rumah sakit untuk
menggambarkan parameter protein total
dalam serum digunakan kadar albumin
dalam serum
2. Kadar albumin dalam serum
Faktor yang mempengaruhi kadar albumin:
1. Asupan protein yang kurang
asupan kurang, anoreksia, diet yang salah
2. Permasalah metabolisme
trauma, stress, sepsis, dan hipoksi
3. Berkurangnya sintesis protein
Kurangnya asupan energi, defesiensi elektrolit
4. Hamil
5. Drugs
6. Aktifitas fisik yang terlalu berat
lanjutan

Infeksi dan defisiensi zink juga ada hubungan


dengan rendahnya kadar albumin serum.
Pada semi kelaparan kadar albumin meningkat
Pada pasien dehidrasi hiperalbuminemia
Indikator pada KEP (kwasiorkor)

Kekurangan:
- Kurang sensitif untuk perubahan jangka pendek
(14-21 hari)
3. Kadar Transferin dalam serum
- Intravaskular
- Transferin bertugas sebagai iron binding protein (1
molekul menggandeng 2 molekul zat besi)
- Bakteriosatik (mencegah pertumbuhan bakteri gram-
negatif)
- Half-life lebih singkat (8-10 hari)

Kekurangan:
- Dipengaruhi banyak faktor seperti gangguan
gastrointestinal, hati, peradangan dll
- Tidak cocok untuk penilaian pada penderita KEP
- Cepat dapat meggunakan indikator RBP dan Tiroksin
binding pre-albumin
2. PENILAIAN STATUS VITAMIN A
Penilaian Status Vitamin A

Pengantar
Metabolisme vitamin A
Penilaian status vitamin A
Pengantar

Deplesi vitamin A dalam tubuh merupakan proses yang


berlangsung lama
Diawali dengan simpanan vit. A dalam hati habis
menurunnya kadar vit. A dalam plasma
Bila penurunannya dalam plasma sangat tinggi
timbul gejala-gejala klinis disfungsi retina
diikuti perubahan jaringan epitel kelainan mata ini
menunjukkan kadar vitamin A sudah sangat rendah (<
5g/100mL dan RBP < 20 g/100mL)
Terbaik untuk menentukan parameter status vit. A adalah
simpanan vit. A dalam hepar
Bentuk vitamin A dalam tubuh
Retinol
Retinal
Asam retinoat
Retinil palmitat
* masing-masing bentuk mempunyai
peranan fisiologis sendiri-sendiri
Vitamin A And
Beta-Carotene
Fungsi retinol
- reproduksi
- aktivitas kerjanya seperti hormon steroid
tertentu terlibat dalam pengendalian
ekspresi gen tertentu
- deferensiasi sel epitel dan produksi mukus
- membantu sbg. agen khemopreventif dan
protektif thd. pengaruh karsinogen tertentu
- meningkatkan fungsi sistem imun, mencegah
penyakit infeksi, mencegah perkembangan
tumor tertentu
Fungsi retinal
- komponen pigmen rodopsin dalam retina
yang diperlukan untuk melihat dalam
keadaan tamaran (remang-remang)
Fungsi asam retinoat
- sebagai promotor pertumbuhan
(remodeling tulang) dan deferensiasi sel
epitel, produksi mokus
Asam palmitat
- bentuk simpanan vitamin A dalam hepar
lanjutan
Beta-karoten terdapat pd. sayuran dan buahan
yang berwarna kuning
Di dalam sel-sel intestinal juga sedikit
Di hepar diubah menjadi 2 mol. retinal
perlu O2, garam empedu dan enzim -karoten
di-oksigenase
Retinal dengan adanya NADPH (NADH) dan
retinaldehid reduktase (retinaldehid
dehidrogenase) menjadi retinol yang
reversibel
Retinal juga bisa diubah langsung menjadi asam
retinoat yg sifatnya irreversibel dengan bantuan
NAD, FAD
Penilaian secara laboratoris
1. Vitamin A dalam serum

Status Kadar vitamin A serum

* defisiensi < 0,35 mol/L (< 10 g/dL)


* rendah 0,35 <0,7 mol/L (10 - < 20 g/dL)
* normal 0,7 <1,75 mol/L (20 - < 50 g/dL)
* tinggi 1,75 3 mol/L (50 85 g/dL)
* ekses > 3 mol/L (>85 g/dL)

Bila vit. Serum > 85 g/dL, konsumsi vit. A


dan karoten dikurangi
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kadar retinol dalam serum
umur, jenis kelamin dan ras
diet rendah lemak. Lemak diet < 5-10g/hari
absorbsi provitamin A terganggu
defisiensi nutrien lain
- protein diet rendah menurunkan produksi apo-
retinol binding protein (RBP) pembebasan
retinol dari hepar terganggu kadar retinol
serum rendah meskipun simpanan vitamin A dalam
hepar cukup
- defisienzi seng (Zn) sintesis RBP dalam hepar
menurun pembebasan retinol dr hepar
terganggu
lanjutan

penyakit
- penyakit ginjal yang kronis meningkatkan
kadar retinol serum karena katabolisme dan
pembawanya terganggu
- penyakit hepar menurunkan retinol serum
karena sintesis dan sekresi RBP terganggu
- infeksi: HIV, infeksi parasit (malaria, cacingan)
serum retinol rendah karena malabsorbsi
estrogen baik faktor endogen maupun penggunaan
obat kontraseptif atau hormon sbg. terapi
meningkatkan retinol serum dan RBP sbg. akibat
kenaikan mobilisasi vitamin A dari hepar
lanjutan

Alat untuk penetapan kadar retinol


serum
- High-performance liquid chromatography
(HPLC)
- Fluorometric methods
- Dried blood spots (DBS). Ada korelasi
positif antara kadar retinol dalam DBS
dan kadar retinol dalam darah sampel
2. Kadar RBP dalam serum

RBP protein transport vit. A yang


spesifik, bila telah berikatan dng. vit. A
holoRBP, kalau belum berikatan
apo-RBP.
apabila vit. A dalam hepar rendah
RBP menumpuk dalam hepar
retinol dan RBP dalam serum rendah
2. Kadar RBP dalam serum

RBP mempunyai sisi pengikatan thd. retinol


yang afinitasnya tinggi
Untuk ke sel sasarannya, RBP-Retinol
membentuk kompleks dng. transtiritin (TTR =
prealbumin) RBP Retinol - TTS
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengikatan
RBP ke retinol: malnutrisi protein, penyakit
hepar, defisiensi Zn, kegagalan ginjal kronis
3. Kadar retinol dalam hepar
Hanya dapat dilakukan pada penelitian
model binatang, pada manusia sangat
riskan untuk dilakukan biopsi
Pada penetapan kadar retinol dalam
hepar, retinol harus dibebaskan dahulu
karena retinol dalam hepar dalam bentuk
ester kemudian retinol dalam
hepar dilakukan dengan cara HPLC.
Kadar vitamin A dalam hepar

Status Kadar vit. A dalam hepar

- Defisiensi < 5 g/g berat hati


- marginal 5 19 g/g berat hati
- satisfactory > 20 g/g berat hati
- sub toksis
- toksis
4. RDR (RELATIVE DOSE RESPONT)
RDA merupakan indikator baik untuk status marginal
vitamin A
Secara teoritis bila seseorang kekurangan vit. A, sintesis
RBP tetap berlangsung asal status proteinnya baik, shg.
terjadi penimbunan RBP di hepar
Bila seseorang vit.A-nya dalam hati rendah dan diberi
vit. A rendah saja (1.000 IU = 300 g RE),
dalam 5 jam selisih kadar retinol sebelum dan sesudah
pemberian lebih dari 20% berarti yang
bersangkutan kekurangan vit. A
5. MRDR (The Modified Relative Dose
Respons)

Sebagai indikator digunakan didehidrore-tinil asetat,


diberikan secara peroral
Setelah 4 5 jam pemberian, diukur kadar didehidroretinol
serum dan retinol serum
Perhitungan rasio kadar didehidroretinol (DR) dengan
kadar retinol (R)
Anak-anak DR/R = 0,060 berarti status vit. A-nya
marginal
Batas kecukupan DR/R = 0,060 bila harga
DR/R = 0,030 berarti sehat untuk dewasa dan
anak
Vitamin C
Vitamin C
Asam Askorbat ko-substrat oxygen-
requiring hidroxylation reaction (prolin,
triptofan)
Donor elektron dalam metabolisme tirosin,
asam folat, histamin dan obat
Sistem imun tubuh, fungsi leukosit
Kelompok beresiko: alkoholik, perokok
1. Konsentrasi Serum Asam Askorbat
2. Konsentrasi Asam askorbat leukosit
3. Eksresi Asam askorbat pada urin
4. Konsentrasi asam askorbat pada saliva
Konsentrasi Serum Asam Askorbat

- Serum asam askorbat menjadi indikator


vit C dalam tubuh manusia
- Dapat berkurang karena stress,
temperatur, pembedahan, trauma,
penyakit kronik dll
- Asupan vitamin C yang rendah, dapat
mengurangi jumlah serum.
- Risiko tinggi <0,2, sedang 0,2-0,3, rendah
>0,3 mg/dl
Konsentrasi As.Askorbat pd
Leukosit
Lebih reliabel menentukan simpanan vit.c
di jaringan
Cocok untuk penaksiran long-term, kurang
responsif untuk perubahan jangka pendek
Secara teknis lebih sulit dan butuh darah
lebih banyak, krg cocok untuk bayi
Resiko rendah >15 mg, resiko sedang 8-
15, resiko tinggi <8 mg/dL
Vitamin D
(Kalsiferol/Calciferol)
Kolekalsiferol (vitamin D3) merupakan
bentuk kolesterol dalam kulit yang
terbentuk dari 7-dehydrocholesterol
(provitamin D3) oleh sinar uv
Vitamin D2 (ergokalsiferol) terbentuk dari
ergosterol
Ergokalsiferol (D2) atau kholekalsiferol
(D3) (1IU= 0.025 g)
IU = international unit = satuan
internasional 43
Sifat-sifat Vitamin D
Pada suhu kamar vit D merupakan
prekursor vit D berbentuk padat dan
berwarna putih kekuningan, dg suhu leleh
yg relatif rendah.
Vitamin D peka terhadap cahaya dan
oksigen
Vit D dapat dibuat sendiri oleh tubuh dg
pertolongan sinar matahari.
Satuan vit. D adalah IU/ g cholecalciferol.
1 IU = 0.025 g cholecalciferol 45
Kekurangan & Kelebihan Vit D
Kekurangan vit D
Kurang vit D menyebabkan riket pd anak2 &
osteomalacia pd org dewasa
tulang2 yg rakhitis tidak mampu menopang tubuh&
menahan berat, shg hslnya kaki akan bengkok,
punggung bungkuk, dada spt burung merpati dan
tengkorak kepala condong kedepan.
Kelebihan vit D
jk vit D dikonsumsi melebihi batas, absorbsi kalsium
mjd & Ca darah jg pengendapan Ca di jaringan
lunak yg dpt membahayakan pembuluh darah, jantung &
paru2.
kelebihan vit D : hiperkalsemia & hiperkalsiurea : kurang
nafsu makan, haus berlebihan, kencing terus, enek,
muntah, lemes, diare.
Fungsi Vitamin D
1. Meningkatkan penyerapan Ca dan P
2. Meningkatkan pertumbuhan
3. Membantu pertumbuhan tulang & gigi
4. Mencegah kehilangan asam amino
melalui ginjal.
PSG Biokimia Vit D
Konsentrasi Serum 25- Hydroxyvitamin D
- Terdapat di hati, disebut jg serum 25-OH-D
- Merefleksikan total vit D dari sumber
endogen dan eksogenous.
- Dipengaruhi musim ( panas, dingin), tempat
bekerja, suplemen, usia dan jenis kelamin
- Menggunakan HPLC (High Performance
Liquid Chromatografi)
PSG Biokimia Vit D

Subjek Musim Panas Musim Dingin


Laki-laki 16,3 mg 11,1 mg
Perempuan 13,1 mg 9,9 mg

Sumber: Dattani et al (1984)


Vitamin E
Vitamin E
Other name: alpha-tocopherol
2000 RDA
Adults: 15 mg/day
Upper level for adults: 1000
mg/day
Chief function in the body
Antioxidant (stabilization of cell
membranes, regulation of
oxidation reactions, protection of
polyunsaturated fatty acids and
vitamin A)
Vitamin E
Vitamin E
Significant sources
Polyunsaturated
plant oils
(margarine, salad
dressings,
shortenings)
Leafy green
vegetables, wheat
germ, whole grains,
liver, egg yolks,
nuts, seeds
Vitamin E
Easily destroyed by heat and
oxygen
Deficiency symptoms
Red blood cell breakage
Nerve damage
Toxicity symptoms
Augments the effects of
anticlotting medication
PSG Biokimia Vit E
Konsentrasi Serum Tokoferol
Konsentrasi tokoferol pada eritrosit
Konsentrasi tokoferol pada platelet
PSG Biokimia Vit E
Konsentrasi Serum Tokoferol
- Indikator paling umum digunakan untuk
menentukan kadar Vit E di tubuh manusia
VITAMIN B
Penilaian Status Tiamin
Eritrosit Transketolase Activity
- Transketolase merupakan dependent
enzim (thiamin pyrophospate)
- Prinsip: mengukur aktifitas enzim
transketolase pada eritrosit
SELAMAT BERKARYA