Anda di halaman 1dari 11

INTUSUSEPSI

Christiandi Budiman
(2015-061-007)
Definisi
Invaginasi suatu segmen usus ke dalam lumen usus yang
bersebelahan, sehingga menyebabkan obstruksi saluran cerna.
Dibagi menjadi 2:
idiopatik
intususepsi pada ileocolic junction
sering pada bayi dan balita
enteroenteral
jejunojejunal, jejunoileal, ileoileal
sering pada anak-anak
sekunder terhadap kondisi lain (HSP, cystic fibrosis, post-operatif)
Manifestasi Klinis

Penderita intususepsi umumnya balita, mortalitas tinggi jika tidak


ditangani dalam waktu 2-5 hari.

Sering pada penderita yang memiliki riwayat infeksi saluran


pernapasan atas
Manifestasi Klinis
Triase Intususepsi:
Muntah:
awalnya muntah nonbilier, jika terjadi obstruksi muntah menjadi bilier.
Nyeri abdomen:
nyeri pada intususepsi bersifat kolik, hebat, dan intermiten.
Darah dan mukus:
orang tua pasien umumnya mengeluhkan keluarnya BAB seperti jeli kismis
(currant jelly); hal tersebut merupakan campuran dari lendir, mukosa, dan
darah; terdapatnya diare juga dapat menjadi tanda awal intususepsi.
Manifestasi Klinis
Lesu: pasien dapat datang hanya dengan keluhan lemas-lesu,
sehingga terkadang menyulitkan diagnosa terhadap intususepsi.

Massa pada regio hipokondrium kanan yang berbentuk seperti sosis;


disertai kosongnya kuadran abdomen kanan bawah (Dance sign).
Massa ini sulit teraba dan paling mudah teraba di antara spasme kolik ketika
pasien sedang tenang.
Pada beberapa kasus dapat dijumpai abdomen yang cembung jika terjadi
obstruksi menyeluruh.
Diagnosis
Radiografi:
Tampak kurangnya gas pada kuadran
kanan atas dan bawah.

Foto polos hanya bermakna pada


60% kasus, dengan sensitivitas 48%
dan spesifisitas 21%.
Diagnosis
Radiografi kontras:
bersifat diagnostik dan theurapetik
kurang bermanfaat untuk anak usia >3 tahun
umumnya terdapat lead point pada usus halus
Diagnosis
Radiografi kontras:
(A) barium contrast enema (B) air contrast enema
Diagnosis
CT-scan
yin-yang sign

Pemeriksaan dengan CT
tidak dianjurkan karena adanya
risiko kontras IV, radiasi, dan
sedasi.
Diagnosis
USG
target sign

Merupakan pilihan utama


untuk menegakkan diagnosis
intususepsi.
Sensitivitas 97,9%
Spesifisitas 97,8%
Tata Laksana
Non-operatif:
Hidrostatik enema
Pneumatik enema (treatment of choice)
Operatif
Umumnya dengan insisi pada paraumbilikal kanan. Intususepsi dikeluarkan
melalui sayatan dan dilakukan reduksi manual dengan mengeluarkan
intususepsi secara perlahan dari intususipien.
Jika reduksi manual tidak memungkinkan dan terjadi perforasi, dilakukan
reseksi segmental dengan anastomosis end-to-end.
Laparoskopi.