Anda di halaman 1dari 36

KONSEP KEBUTUHAN RASA

AMAN & NYAMAN

Siti Farkah, S.Kep., Ners


Pengertian
 Keamanan adalah keadaan bebas dari cedera fisik dan psikologis atau
bisa juga keadaan aman dan tentram (Potter& Perry, 2006)
 Perubahan kenyamanan adalah keadaan dimana individu mengalami
sensasi yang tidak menyenangkan dan berespons terhadap suatu
rangsangan yang berbahaya (Carpenito, Linda Jual, 2000)

Keamanan

Kebutuhan fisiologis yang terdiri dari kebutuhan terhadap oksigen,


kelembaban yang optimum, nutrisi, dan suhu yang optimum akan
mempengauhi kemampuan seseorang.
 Oksigen
Bahaya umum yang ditemukan dirumah adalah sistem pemanasan yang
tidak berfungsi dengan baik dan pembakaran yang tidak mempunyai
sistem pembuangan akan menyebabkan penumpukan karbondioksida.
- Kelembaban
Kelembaban akan mempengaruhi kesehatan dan keamanan
klien, jika kelembaban relatifnya tinggi maka kelembaban kulit
akan terevaporasi dengan lambat.

- Nutrisi
Makanan yang tidak disimpan atau disiapkan dengan tepat
atau benda yang dapat menyebabkan kondisi kondisi yang
tidak bersih akan meningkatkan resiko infeksi dan keracunan
makanan.
Kolcaba (1992, dalam Potter & Perry, 2006) megungkapkan
kenyamanan/rasa nyaman adalah suatu keadaan telah terpenuhinya
kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan akan ketentraman (suatu
kepuasan yang meningkatkan penampilan sehari-hari), kelegaan (kebutuhan
telah terpenuhi), dan transenden (keadaan tentang sesuatu yang melebihi
masalah dan nyeri).
Kenyamanan mesti dipandang secara holistik yang mencakup empat aspek
yaitu:
a. Fisik, berhubungan dengan sensasi tubuh.
b. Sosial, berhubungan dengan hubungan interpersonal, keluarga, dan
sosial.
c. Psikospiritual, berhubungan dengan kewaspadaan internal dalam
diri sendiri yang meliputi harga diri, seksualitas, dan makna
kehidupan).
d. Lingkungan, berhubungan dengan latar belakang pengalaman
eksternal manusia seperti cahaya, bunyi, temperatur, warna, dan
unsur alamiah lainnya.
Kenyamanan
Nyeri
Nyeri adalah kondisi suatu mekanisme prolektif tubuh ayng timbul bilamana
jaringan mengalami kerusakan dan menyebabkan individu tersebut bereaksi
untuk menghilangkan rangsangan tersebut. (Guyton Hall, 1997)
a. Nyeri Akut
Nyeri akut adalah suatu keadaan dimana seseorang melaporkan adanya
ketidaknyamanan yang hebat. Awitan nyeri akut biasanya mendadak,
durasinya singkat kurang dari 6 bulan.

b. Nyeri Kronik
Nyeri kronik adalah keadaan dimana seorang individu mengalami nyeri yang
berlangsung terus menerus, akibat kausa keganasan dan non keganasan atau
intermiten selama 6 bulan atau lebih
c. Mual
Mual adalah keadaan dimana individu mengalami sesuatu ketidaknyamanan,
sensasi seperti gelombang dibelakang tenggorokan epigastrium, atau seluruh
abdomen yang mungkin atau mungkin tidak menimbulkan muntah.
Fisiologis Nyeri

Menurut Potter & Perry (2006), terdapat tiga komponen fisiologis


dalam nyeri yaitu resepsi, persepsi, dan reaksi.
Stimulus penghasil nyeri mengirimkan impuls melalui serabut
saraf perifer. Impuls saraf yang dihasilkan stimulus nyeri
menyebar disepanjang serabut saraf aferen. Saraf ini
mengonduksi 2 stimulus nyeri yaitu: serabut A-delta bermielinasi
cepat dan serabut C lambat. Serabut A-delta dan serabut C
menstransmisikan impuls akan melepaskan mediator biokimia
yang emngaktifkan respon nyeri. Kemudian neurotransmitter
dilepaskan menyebabkan transmisi sinapsis saraf perifer yang
mentransmisikan impuls nyeri ke sistem saraf pusat. Lalu
neuroregulator dilepaskan untuk menghambat stimulasi nyeri.
Respon refleks protektif melalui serabut A-delta umpan balik ke
medulla spinalis merangsang impuls motorik ke otot perifer
menyebabkan kontraksi otot menarik diri dari sumber nyeri.

Teori Pengontrolan Nyeri (Gate Kontrol)


Teori Gate Kontrol dari Melzack dan Wall (1965), mengusulkan
bahwa impuls nyeri dapat diatur atau bahkan dihambat oleh
mekanisme pertahanan disepanjang sistem saraf pusat. Teori ini
mengatakan bahwa impuls nyeri dihantarkan, saat sebuah
pertahanan dibuka dan impuls dihambat saat sebuah pertahanan
tertutup. Upaya menutup pertahanan tersebut merupakan dasar
terapi menghilangkan nyeri. Terdapat mekanoreseptor neuron beta-A
yang melepaskan neurotransmiter penghambat. Mekanisme
penutupan ini dapat dilihat dari seorang perawat menggosok
punggung klien. Jika masukan yang dominan dari serabut beta-A
maka akan ditutup. Namun jika yang dominan serabut delta-A dan C
maka dibuka.
Saat individu sadar akan nyeri maka akan terjadi reaksi kompleks.
Menurut Mc.Caffery, 3 sistem interaksi persepsi nyeri yaitu motivasi,
afektif, kognitif-evaluatif. Bentuk reaksi nyeri yaitu respon fisiologis
dan perilaku. Pada respon fisiologis, stimulasi cabang simpatis
menghasilkan respon fisiologis. Jika nyeri terus-menerus, maka saraf
parasimpati akan menghasilkan aksi. Fase pengalaman nyeri sebagai
respon perilaku nyeri :
1. Antisipasi : memungkinkan individu belajar tentang nyeri. Ada
upaya menghilangkannya.
2. Sensasi : gerakan khas ketika merasakan nyeri ; ekspresi
wajah mengindikasikan nyeri seperti menggeretakkan gigi,
membungkuk, menyeringai, memegang bagian tubuh yang
nyeri.
3. Akibat/Aftermath : nyeri berkurang atau berhenti, namun
masih tetap butuh perhatian perawat meski sumber nyeri
dapat dikontrol.
KLASIFIKASI NYERI
nyeri berdasarkan kualitasnya
· nyeri yang menyayat
· nyeri yang menusuk
nyeri berdasarkan tempatnya
· nyeri superfisial/nyeri permukaan tubuh
· nyeri dalam/nyeri tusuk bagian dalam
· nyeri ulseral/nyeri dari tusuk jaringan ulseral
· nyeri neurologis/nyeri dari kerusakan saraf perifer
· nyeri menjalar/nyeri akibat kerusakan jaringan ditempat lain
· nyeri sindrom/nyeri akibat kehilangan sesuatu bagian tubuh karena
pengalaman masa lalu
· nyeri patogenik/nyeri tanpa adanya stimulus
nyeri berdasarkan serangannya
· nyeri akut: nyeri yang timbul tiba-tiba, waktu kurang dari 6 bulan
· nyeri kronis: nyeri yang timbul terus-menerus, waktu lebih atau sama
6 bulan
nyeri menurut sifatnya
· nyeri timbul sewaktu-waktu
· nyeri yang menetap
· nyeri yang kumat-kumatan
nyeri menurut rasa
· nyeri yang cepat: nyeri yang menusuk
· nyeri difus: nyeri normal yang bisa dirasakan

nyeri menurut kegawatan


· nyeri ringan
· nyeri sedang
· nyeri berat
FAKTOR-FAKTOR MEMPENGARUHI KEAMANAN DAN
KENYAMANAN

1. Emosi
Kecemasan, depresi, dan marah akan mudah terjadi dan mempengaruhi
keamanan dan kenyamanan
2. Status Mobilisasi
Keterbatasan aktivitas, paralisis, kelemahan otot, dan kesadaran menurun
memudahkan terjadinya resiko injury
3. Gangguan Persepsi Sensory
Mempengaruhi adaptasi terhadaprangsangan yang berbahayaseperti
gangguan penciuman dan penglihatan
4. Keadaan Imunits
Gangguan ini akan menimbulkan daya tahan tubuh kurang sehingga
mudah terserang penyakit
5. Tingkat Kesadaran
Pada pasien koma, respon akan enurun terhadap rangsangan, paralisis,
disorientasi, dan kurang tidur.
6. Informasi atau Komunikasi
Gangguan komunikasi seperti aphasia atau tidak dapat
membaca dapat menimbulkan kecelakaan.
7. Gangguan Tingkat Pengetahuan
Kesadaran akan terjadi gangguan keselamatan dan keamanan
dapat diprediksi sebelumnya.
8. Penggunaan antibiotik yang tidak rasional
Antibiotik dapat menimbulkan resisten dan anafilaktik syok
9. Status nutrisi
Keadaan kurang nutrisi dapat menimbulkan kelemahan dan
mudah menimbulkan penyakit, demikian sebaliknya dapat
beresiko terhadap penyakit tertentu.
10. Usia
Pembedaan perkembangan yang ditemukan diantara kelompok
usia anak-anak dan lansia mempengaruhi reaksi terhadap nyeri
11. Jenis Kelamin
Secara umum pria dan wanita tidak berbeda secara bermakna
dalam merespon nyeri dan tingkat kenyamanannya.
12. Kebudayaan
Keyakinan dan nilai-nilai kebudayaan mempengaruhi cara
individu mengatasi nyeri dan tingkat kenyaman yang mereka
punyai
FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB NYERI

1. Stimulasi Mekanik
Disebut trauma mekanik adanya suatu penegangan akan penekana jarinagan

2. Stimulus Kimiawi
Disebabkan oleh bahan kimia

3. Stimulus Thermal
Adanya kontak atau terjadinya suhu yang ekstrim panas yang dipersepsikan
sebagai nyeri 44°C-46°C

4. Stimulus Neurologik
Disebabkan karena kerusakan jaringan saraf

5. Stimulus Psikologik
Nyeri tanpa diketahui kelainan fisik yang bersifat psikologis

6. Stimulus Elektrik
Disebabkan oleh aliran listrik
Respon Terhadap Nyeri

1) Respon fisiologis

Pada saat impuls nyeri naik ke medula spinalis menuju ke batang otak dan
talamus, sistem saraf otonom menjadi terstimulasi sebagai bagian dari
respon stres. Nyeri dengan intensitas ringan hingga sedang dan nyeri yang
superfisial menimbulkan reaksi “flight-atau-fight”, yang merupakan sindrom
adaptasi umum. Stimulasi pada cabang simpatis pada sistem saraf otonom
menghasilkan respon fisiologis. Apabila nyeri berlangsung terus-menerus
secara tipikal akan melibatkan organ-organ viseral, sistem saraf
parasimpatis menghasilkan suatu aksi. Respon fisiologis terhadap nyeri
sangat membahayakan individu. Kecuali pada kasus-kasus nyeri berat yang
menyebabkan individu mengalami syok, kebanyakan individu mencapai
tingkat adaptasi, yaitu tanda-tanda fisik kembali normal. Dengan demikian
klien yang mengalami nyeri tidak akan selalu memperlihatkan tanda-tanda
fisik.
2) Respon Perilaku

Sensasi nyeri terjadi ketika merasakan nyeri. Gerakan tubuh yang khas dan
ekspresi wajah yang mengindikasikan nyeri dapat ditunjukkan oleh pasien
sebagai respon perilaku terhadap nyeri. Respon tersebut seperti
mengkerutkan dahi, gelisah, memalingkan wajah ketika diajak bicara.

Pengukuran Nyeri

a. Skala Deskriptif

Skala pendeskripsi verbal (Verbal Descriptor Scale, VDS) merupakan sebuah


garis yang terdiri dari tiga sampai lima kata pendeskripsian yang tersusun
dengan jarak yang sama di sepanjang garis. Pendeskripsi ini dirangking dari
“tidak terasa nyeri” sampai “nyeri yang tidak tertahankan”.
b. Skala penilaian numerik

Numerical Rating Scale (NRS) menilai nyeri dengan menggunakan


skala 0-10. Skala ini sangat efektif untuk digunakan saat mengkaji
intensitas nyeri sebelum dan setelah intervensi terapeutik.

c. Skala Analog Visual

Visual Analog Scale (VAS) merupakan suatu garis lurus yang


mewakili intensitas nyeri yang terus menerus dan memiliki alat
pendeskripsi verbal pada setiap ujungnya. Skala ini memberikan
kebebasan penuh pada pasien untuk mengidentifikasi keparahan
nyeri.
TINDAKAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian Nyeri
a. Keamanan
Memastikan lingkungan yang aman, perawat perlu memahami hal-hal
yang memberi kontribusi keadaan rumah, komunitas, atau lingkungan
pelayanan kesehatan dan kemudian mengkaji berbagai ancaman
terhadap keamanan klien dan lingkungan
1) Komunitas
Ancaman keamanan dalam komunitas dipengaruhi oleh terhadap
perkembangan, gaya hidup, status mobilisasi, perubahan sensorik,
dan kesadaran klien terhadap keamanan.
2) Lembaga pelayanan kesehatan
Jenis dasar resiko terhadap keamanan klien di dalam lingkungan
pelayanan kesehatan adalah terjadi kecelakaan yang disebabkan
klien, kecelakaan yang disebabkan prosedur, dan kecelakaan yang
menyebabkan penggunaan alat.
b. Kenyaman
Nyeri merupakan perasaan yang tidak menyenangkan yang bersifat
subyektif dan hanya yang menerimanya yang dapat menjelaskannya.
Tanda-tanda yang menunjukan seseorang mengalami sensasi nyeri:
1) Posisi yang memperlihatkan pasien
Pasien tampak takut bergerak, dan berusaha merusak posisi yang
memberikan rasa nyaman
2) Ekspresi umum
· Tampak meringis, merintih
· Cemas, wajah pucat
· Ketakutan bila nyeri timbul mendadak
· Keluar keringat dingin
· Kedua rahang dikatupkan erat-erat dan kedua tangan
tampak dalam posisi menggenggam
· Pasien tampak mengeliat karena kesakitan
A. Lokasi ; nyeri superfisial biasanya dapat secara akurat ditunjukkan
oleh klien, sedangkan nyeri yang timbul dari bagian dalam lebih
dirasakan secara umum. Nyeri dapat pula dijelaskan menjadi 4
kategori yang berhubungan dengan lokasi :
1. nyeri terlokalisir : jelas terlihat pada area asalnya.
2. nyeri terproyeksi : sepanjang saraf atau serabut saraf spesifik
3. nyeri radiasi
4. nyeri alih (Refferend Pain)
B. Intensitas
1. Distraksi atau konsentrasi dari klien pada suatu kejadian
2. Status kesadaran klien
3. Harapan klien ; nyeri bisa berupa : ringan, sedang, berat atau tak
tertahankan.
C. Waktu & Lama
perawat perlu mencatat kapan nyeri timbul, berapa lama, bagaimana
timbulnya dan juga tanpa nyeri dan kapan nyeri terakhir timbul.
D. Kualitas
mengkomunikasikan kualitas dari nyeri.menganjurkan bahasa yang
dia ketahui
E. Perilaku non Verbal
ekspresi wajah, gemeretek gigi, menggigit bibir bawah.
F.Faktor Lain
lingkungan, suhu ekstrim, kegiatan yang tiba-tiba, stressor fisik dan
emosi.
G. Alat Pengukur Nyeri
0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
(no pain) (mild pain) moderate moderate severe pain worst
pain pain pain
possible
DIAGNOSA KEBUTUHAN RASA NYAMAN DAN AMAN

a) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik atau trauma


b) Nyeri kronis berhubungan dengan kontrol nyeri yang tidak adekuat
c) Nausea berhubungan dengan terapi, biofisik dan situasional
d) Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
e) Resiko Infeksi berhubungan dengan faktor resiko prosedur
infvasif, tidak cukup pengetahuan dalam menghindari paparan
patogen.
f) Resiko Trauma berhubungan dengan faktor resiko eksternal yang
berasal dari lingkungan sekitar dan internal yang berasal dari diri
sendiri
g) Resiko Injury berhubungan dengan imobilisasi, penekanan
sensorik patologi intracranial dan ketidaksadaran
PERENCANAAN KEPERAWATAN
1. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera fisik atau trauma
Tujuan /NOC : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .......x24 jam,
diharapakan nyeri berkurang dengan kriteria:
Kontrol Nyeri
- Mengenal faktor penyebab
- Mengenal reaksi serangan nyeri
- Mengenali gejala nyeri
- Melaporkan nyeri terkontrol
Tingkat Nyeri
- Frekuensi nyeri
- Ekspresi akibat nyeri
Keterangan Penilaian NOC
tidak dilakukan samasekali
jarang dilakukan
kadang dilakukan
sering dilakukan
selalu dilakukan
Intervensi / NIC
Pain Management (140)
- Kaji tingkat nyeri,meliputi : lokasi,karakteristik,dan onset,durasi,frekuensi,kualitas,
intensitas/beratnya nyeri, faktor-faktor presipitasi
- Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien
terhadap ketidaknyamanan
- Berikan informasi tentang nyeri
- Ajarkan teknik relaksasi
- Tingkatkan tidur/istirahat yang cukup
- Turunkan dan hilangkan faktor yang dapat meningkatkan nyeri
- Lakukan teknik variasi untuk mengurangi nyeri
Analgetik Administration (2210)
- Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas, dan derajat nyeri sebelum pemberian obat
- Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgetik
- Berikan analgetik yang tepat sesuai dengan resep
- Catat reaksi analgetik dan efek buruk yang ditimbulkan
- Cek instruksi dokter tentang jenis obat,dosis,dan frekuensi
2. Nyeri kronis berhubungan dengan kontrol nyeri yang tidak adekuat
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .......x24 jam, diharapakan nyeri
berkurang dengan kriteria:
Kontrol Nyeri
- Mengenal faktor penyebab
- Mengenal reaksi serangan nyeri
- Mengenali gejala nyeri
- Melaporkan nyeri terkontrol
Tingkat Nyeri
- Frekuensi nyeri
- Ekspresi akibat nyeri
Keterangan Penilaian NOC
tidak dilakukan samasekali
jarang dilakukan
kadang dilakukan
sering dilakukan
selalu dilakukan
Pain Management
- Kaji tingkat nyeri,meliputi : lokasi,karakteristik,dan onset,durasi,frekuensi,kualitas,
intensitas/beratnya nyeri, faktor-faktor presipitasi
- Kontrol faktor-faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi respon pasien
terhadap ketidaknyamanan
- Ajarkan teknik nonfarmakologi untuk menguragi nyeri (relaksasi, distraksi)
- Perhatikan tipe dan sumber nyeri
- Turunkan dan hilangkan faktor yang dapat meningkatkan nyeri
- Lakukan teknik variasi untuk mengurangi nyeri
- Tingkatkan istirahat atau tidur untuk memfasilitasi manajemen nyeri
Analgetik Administration
- Cek obat, dosis, frekuensi, pemberian analgesik
- Cek riwayat alergi obat
- Pilih analgetik atau kombinasi yang tepat apabila lebih satu analgetik yang
diresepkan
- Monitor tanda-tanda vital sebelum dan sesudah pemberian analgesik
3. Nausea berhubungan dengan terapi, biofisik dan situasional
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x24 jam diharapkan tidak mual
dengan kriteria :
Status Nutrisi
- Tenaga
- Stamina
- Daya tahan tubuh

Keseimbangan Cairan
- Berat badan stabil
- Tidak ada kebingungan
- Tidak haus berlebihan
- Kelembabkan kulit
Membran mukosa lembab
Keterangan Penilaian NOC
tidak dilakukan samasekali
jarang dilakukan
kadang dilakukan
sering dilakukan
selalu dilakukan
Nutrition Management
- Kaji kemampuan pasien untuk mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan
- Monitor jumlah nutrisi dan kandungan kalori
- Berikan kalori tentang kebutuhan nutisi
- Kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan jumlah kalori dan nutrisi yang
dibutuhkan pasien
Manajemen Cairan
- Pertahankan intake dan output cairan yang akurat
- Monitor status hidrasi
- Monitor hasil laboratorium berhubungan dengan retensi cairan
- Monitor vital sign
- Monitor intake dan output
- Monitor status hemodinamik
4. Cemas berhubungan dengan perubahan status kesehatan
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x24 jam diharapakan
kecemasan menurun atau pasien dapat tenang dengan kriteria :
Control Cemas
-Menyingkirkan tanda kecemasaan
-Menurunkan stimulasi lingkungan ketika cemas
-Menggunakan teknik relaksasi untuk menurunkan cemas
-Melaporkan penurunan kebutuhan tidur adekuat
-Tidak ada manifestasi perilaku kecemasan
Koping
-Memanajemen masalah
-Mengekspresikan persaan dan kebebasan emosinal
-Memelihara kestabilan financial
-Menggunakan suport sosial
Keterangan Penilaian NOC
tidak dilakukan samasekali
jarang dilakukan
kadang dilakukan
sering dilakukan
selalu dilakukan
Penurunan Kecemasan
- Tenangkan klien
- Berusaha memahami keadaan klien
- Berikan informasi tentang diagnosa,prognosis dan tindakan
- Kaji tingkat kecemasan dan reaksi fisik pada tingkat kecemasan
- Gunakan pendekatan dengan sentuhan (permisi) verbalisasi
- Temani klien untuk mendukung keamanan dan menurunkan rasa takut
- Instruksikan pasien untuk menggunakan teknik relaksasi
- Berikan pengobatan untuk menurunkan cemas dengan cara yang tepat
Peningkatan Koping
- Hargai pemahaman pasien tentang proses penyakit
- Gunakan pendekatan yang tenang dan memberikan jaminan
- Sediakan informasi actual tentang diagnosa,penanganan dan prognosis
- Dukung keterlibatan keluarga dengan cara yang tepat
- Bantu pasien untuk mengidentifikasi strategi positif untuk mengatasi keterbatasan
dan mengelola gaya hidup atau perubahan peran
5. Resiko Infeksi berhubungan dengan faktor resiko prosedur infvasif, tidak cukup
pengetahuan dalam menghindari paparan patogen.
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x24 jam diharapkan tidak ada
infeksi dengan kriteria :
Risk Control
- mengetahui resiko
- memonitor faktor resiko lingkungan
- memonitor faktor resiko dari tingkah laku
- mengembagkan strategi kontrol resiko secara efektif
- memodifikasi gaya hidup untuk mengurangi resiko
Keterangan Penilaian NOC
1. tidak dilakukan samasekali
2. jarang dilakukan
3. kadang dilakukan
4. sering dilakukan
5. selalu dilakukan
Kontrol Infeksi
- observasi dan laporkan tanda dan gejala infeksi seperti kemerahan, panas, nyeri, tumor, dan
fungsiolesa
- kaji temperatur klien tiap 4 jam
- gunakan strategi untuk mencegah infeksi nosokomial
- cuci tangan sebelun dan setelah tindakan keperawatan.
- Gunakan standar precaution dan gunakan sarung tangan selama kontak dengan darah, membran
mukosa yang tidak utuh.
- Kaji kelembaban, tekstur dan turgor kulit dengan hati-hati.
- Pastikan teknik perawatan luka secara tepat
- Dorong pasien untuk istirahat

6. Resiko Trauma berhubungan dengan faktor resiko eksternal yang berasal dari lingkungan sekitar dan
internal yang berasal dari diri sendiri
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x24 jam diharapkan tidak ada trauma, dengan kriteria:
- knowledge : personal safety (1809)
- safety behavior :faal prevention (1909)
- safety status : physical injury (1913)
Keterangan Penilaian NOC
1. tidak dilakukan samasekali
2. jarang dilakukan
3. kadang dilakukan
4. sering dilakukan
5. selalu dilakukan
Enviromental Manajement Safety
- sediakan lingkungan yang aman bagi klien
- identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fngsi kognisi
pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien
- menghindarkan lingkungan yang berbahaya
- memasang side rail tempat tidur
- menyediakan tempat tidur yang aman dan bersih
- membatasi pengunjung
- memberikan penerangan yang cukup
- menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
- mengontrol lingkungan dari kebisingan
- berikan penjelasan pada pasien dan keluarga pasien atau pengunjung tentang adanya
perubahan status kesehatan dan penyememasang side rail tempat tidur
- menyediakan tempat tidur yang aman dan bersih
- membatasi pengunjung
- memberikan penerangan yang cukup
- menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
- mengontrol lingkungan dari kebisingan
- berikan penjelasan pada pasien dan keluarga pasien atau pengunjung tentang adanya
perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit
7. Resiko Injury berhubungan dengan imobilisasi, penekanan sensorik patologi
intracranial dan ketidaksadaran
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .....x24 jam diharapkan tidak ada
cedera dengan kriteria:
Risk Control
- klien terbebas dari cedera
- klien mampu menjelaskan cara/metode untuk mencegah cedera
- klien mampu menjelaskan faktor resiko dari lingkungan/prilaku personal
- mampu memodifikasi untuk mencegah injury
- mampu mengenali perubahan status kesehatan
Keterangan Penilaian NOC
tidak dilakukan samasekali
jarang dilakukan
kadang dilakukan
sering dilakukan
selalu dilakukan
Enviromental Manajement (Manajemen Lingkungan)
- sediakan lingkungan yang aman untuk pasien
- identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fngsi kognisi
pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien
- menghindarkan lingkungan yang berbahaya
- memasang side rail tempat tidur
- menyediakan tempat tidur yang aman dan bersih
- membatasi pengunjung
- memberikan penerangan yang cukup
- menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
- mengontrol lingkungan dari kebisingan
- berikan penjelasan pada pasien dan keluarga pasien atau pengunjung tentang adanya
perubahan status kesehatan dan penyememasang side rail tempat tidur
- menyediakan tempat tidur yang aman dan bersih
- membatasi pengunjung
- memberikan penerangan yang cukup
- menganjurkan keluarga untuk menemani pasien
- mengontrol lingkungan dari kebisingan
- berikan penjelasan pada pasien dan keluarga pasien atau pengunjung tentang adanya
perubahan status kesehatan dan penyebab penyakit
selamat belajar & sukses………