Anda di halaman 1dari 9

BY

SRI YUNANCI V GOBEL, SST,MPH


Pada peny. Makanan yang bersifat komersil,
penyelenggaraan ini bertujuan untuk
memperoleh keuntungan.
Contohnya :- Kantin,kafetaria, restoran
- Hotel, Rs Swasta dll
Pelayanan gizi yang dipersiapkan untuk
melayani kebutuhan masyarakat yang
makan diluar rumah, dengan
mempertimbangkan aspek pelayanan, dan
keutuhan konsumen.
 Penyelenggaraan makanan bertujuan untuk
memperoleh keuntungan. Oleh karena itu,
pengelolahnya berdasarakan prinsip-prinsip
komersil
 Kualitas dan cita rasa makanan diutamakan.
Harga dan mutu gizi makanan bukan
merupakan faktor yang menentukan.
 Pengaturan jenis makanan yang disajikan tidak
mengunakan menu induk(master menu).tetapi
lebih disesuaikan dengan selera konsumen.
 Harga makanan biasanya menjadi lebih tinggi
karena penyelnggaraan dibebani berbagai
perongkosan dan jasa penyelenggaraan
1. Pelayanan makanan komersil yang dilakukan
secara tetap di suatu tempat tertentu untuk
jangka waktu lama.
jenis pelayanan ini masih dibedakan :
a. Pelayanan makanan direstoran
b. Pelayanan makanan melalui kantin
c. Pelayanan makanan melalui kafetaria
2. Pelayanan makanan komersil yang tidak
dilakukan secara tetap di suatu tempat
penyelenggaraan makanan ini dikenal usaha
jasa boga . Contohnya pesta perkawinan,
pertemuan sbg.
 Konsumen bebas memilih macam dan jumlah
hidangannya dengan harga yang bervariasi.
 Pelayanan makanan dapat self service/melayani
makanan sendiri, dilayani dimeja, dilayani
dengan kereta makanan dan cara-cara lainnya
yang telah ditetapkan pengelola atau pemilik
Institusi tersebut.
 Dipersiapkan dengan standar sanitasi yang
tinggi serta pelayanan yang maksimal menurut
kemapuan institusi tersebut.
Bentuk peny. Makanan yang tempat memasak
dan penyajian mknan berada di suatu tempat,
biasa disebut jg peny. Mknan nonkomersil.
Penyelnggaraan makanan ini tidak bertujuan
mencari keuntungan.
Contohnya :
- Penye. Mkn org sakit di RS
- Penghuni Asrama
- Panti Asuhan , barak Militer
- Darurat (pengungsi bencana alam)
- Narapidana (lapas, Rutan )
 Peny. Mknan dilakukan oleh institusi itu
sendiri dan tdk bertujuan untuk mencari
keuntungan
 Dana yang diperlukan untuk peny. Mknan sdh
ditetapkan jumlahnya sehingga peny. Harus
menyesuaikan pelaksanaannya dengan dana
yang tersedia.
 Makanan diolah dan dimasak di dapur yang
berada di lingkungan tempat institusi itu
berada
 Hidangan makanan yg disajikan diatur dengan
menggunakan menu induk (master menu)
dengan siklus mingguan atau sepuluh hari
 Hidangan mknan yg disajikan tdk byk berbeda
dengan hidangan yg biasa disajikan di
lingkungan keluarga.
Dalam peny. Mknan ini biasanya
-kualitas bm yang digunakan sering tdk begitu
baik karena keterbatasan dana
- Cita rasa makanan kurang diperhatikan karena
tdk ada resiko untung rugi.
- Makanan kurang bervariasi
Berbeda dengan penyelenggaraan makanan komersial,
penyelenggaraan makanan institusi non komersial
berkembang sangat lambat. Berbagai keterbatasan
dalam penyelenggaraan makanan institusi non
komersial merupakan penghambat bagi
berkembangnya pelayanan yang tidak terlatih, dan
biaya yang terbatas menyebabkan penyelenggaraan
makanan institusi non komersial tidak mengalami
kemajuan. Selain pengelolaan juga banyak peralatan
yang digunakan dalam penyelenggaraan makanan
institusi non komersial itu belum berubah. Hal ini
yang menyebabkan penyelenggaraan makanan di
berbagai institusi selau terkesan kurang baik, seperti
panti asuhan, lembaga pemasyarakatan, bahkan di
asrama-asrama pelajar.