Anda di halaman 1dari 2

Metode Frekuensi Makanan (Food Frequency) Metode frekuensi makanan adalah untuk memperoleh data tentang frekuensi konsumsi

sejumlah bahan makanan atau makanan jadi selama periode tertentu seperti hari, minggu, bulan atau tahun. Selama ini dengan metode frekuensi makanan dapat memperoleh gambaran pola konsumsi bahan makanan secara kualitatif, tapi karena periode pengamatannya lebih lama dan dapat membedakan individu berdasarkan rangking tingkat konsumsi zat gizi, maka cara ini paling sering digunakan dalam penelitian epidemiologi gizi. Kuesioner frekuensi makanan memuat daftar bahan makanan atau makanan dan frekuensi penggunaan makanan tersebut pada periode tertentu. Bahan makanan yang ada dalam daftar kuesioner tersebut adalah adalah yang dikonsumsi dalam frekuensi yang cukup sering oleh responden. Langkah-langkah metode frekuensi makanan: 1. Responden diminta untuk member tanda pada daftar makanan yang tersedia pada kuesioner mengenai frekuensi penggunaannya dan ukuran porsinya. 2. Lakukan rekapitulasi tentang frekuensi penggunaan jenis-jenis bahan makanan terutama bahan makanan yang merupakan sumber-sumber zat gizi tertentu selama periode tertentu pula. Kelebihan metode frekuensi makanan: 1. 2. 3. 4. Relatif murah dan sederhana Dapat dilakukan sendiri oleh responden Tidak memerlukan latihan khusus Dapat membantu untuk menjelaskan hubungan antara penyakit dan kebiasaan makan

Kekurangan metode frekuensi makanan: 1. 2. 3. 4. Tidak dapat untuk menghitung intake zat gizi sehari Sulit mengembangkan kuesioner pengumpulan data Cukup menjemukan bagi pewawancara Perlu membuat percobaan pendahuluan untuk menentukan jenis bahan makanan yang akan masuk dalam daftar kuesioner 5. Responden harus jujur dan mempunyai motivasi tinggi.

Contoh Formulir Metode Frekuensi Makanan Nama Bahan Makanan 1. Makanan Pokok a. . b. .. 2. Lauk Hewani a. Telur b. Daging Sapi c. Dan sebagainya 3. Lauk Nabati a. Tempe b. Tahu c. Dan sebagainya 4. Sayur-sayuran a. . b. . 5. Buah-buahan a. . b. . 6. Lain-lain a. . b. . Frekuensi Konsumsi 1-3x/minggu 1x/bulan

>1x/hari

1x/hari

4-6x/hari

1x/tahun

Keterangan