BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah sakit adalah salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan
kesehatan kepada masyarakat yaitu menampung dan merawat orang sakit serta berperan
dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Oleh sebab itu, Rumah
Sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang
ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat menurut Peraturan Menkes
RI No.920/Menkes/Per/XII/1986. Sedangkan Rumah Sakit Umum adalah suatu lembaga
yang memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat umum yang membutuhkannya.
Rumah Sakit Umum memegang peranan utama dalam upaya pemenuhan fasilitas
kesehatan, dibantu oleh Rumah Sakit Khusus yang menangani bidang spesifik tertentu.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok merupakan salah satu Rumah Sakit
yang ada di Kota Solok, Rumah Sakit ini termasuk kedalam Rumah Sakit kelas B
Pendidikan. RSUD Solok telah melaksanakan berbagai upaya yang ditujukan dalam
membantu pelayanan penyembuhan penderita yang datang berobat. Salah satu bentuk
pelayanan tersebut adalah pelayanan gizi yang mempunyai peran yang sama penting
dengan pelayanan medik ataupun pelayanan keperawatan lainnya. Bentuk pelayanan gizi
yang diselenggarakan di RSUD Solok berupa pengolahan makanan, penyajian makanan,
dan penyaluran makanan kepada pasien yang dirawat.
Penyelenggaraan makanan yang hygiene dan sehat menjadi prinsip dasar
penyelenggaraan makanan di Rumah Sakit karena pelayanan makanan Rumah Sakit
diperuntukkan untuk orang sakit dengan ancaman penyebaran kuman patogen yang
tinggi. Makanan yang tidak dikelola dengan baik dan benar oleh penjamah makanan
dapat menimbulkan dampak negatif seperti penyakit dan keracunan akibat bahan kimia,
mikroorganisme, tumbuhan atau hewan, serta dapat juga menimbulkan alergi.
Persyaratan higiene dan sanitasi makanan dan minuman harus sesuai dengan
peraturan yang berlaku, mengacu kepada Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor
1204/MENKES/KEP/X/2004 tentang persyarataan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit.
Kebersihan diri dan kesehatan penjamah makanan merupakan kunci kebersihan
dalam pengolahan makanan yang aman dan sehat, karena penjamah makanan juga
merupakan salah satu vektor yang dapat mencemari bahan pangan baik berupa cemaran
fisik, kimia, maupun biologis.
Instalasi Gizi perlu memperhatikan higiene dan sanitasi karena higiene adalah
usaha kesehatan preventif yang menitik beratkan kegiatannya kepada usaha kesehatan
individu. Sedangkan sanitasi adalah usaha kesehatan lingkungan lebih banyak
memperhatikan masalah kebersihan untuk mencapai kesehatan. Sanitasi makanan
merupakan salah satu upaya yang menitik beratkan pada kegiatan dan tindakan yang
perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari sebelum makanan diproduksi,
selama proses pengolahan, penyiapan, pengangkutan, penjualan sampai pada saat
makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada konsumen.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Aini (2015) tentang penerapan
Sistem GMP dilihat dari aspek Hygiene tenaga penjamah dan sanitasi dalam
penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSUD Padang Panjang diketahui bahwa pada
rumah sakit ini memiliki pasien rata-rata 50 orang perharinya. Jika dilihat dari
penyelenggaraan makanan, ditemui kelemahan dari segi hygiene yaitu 8 orang tenaga
penjamah, 3 orang (37,5%) tidak menggunakan celemek, 1 orang (12,5%) tidak
menggunakan penutup kepala, 7 orang (87,5%) berbicara saat penyelenggaraan makanan
dan 5 orang (62,5%) tidak mencuci tangan sebelum penyajian makanan.
Berdasarkan hal ini maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan
judul gambaran Higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi Rumah
Sakit Umum Daerah Solok tahun 2017.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana gambaran higiene
dan sanitasi di Instalasi Gizi RSUD Solok yang meliputi: penerapan personal higiene,
higiene lingkungan dan higiene makanan.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui bagaimana gambaran higiene dan sanitasi penyelenggaraan
makanan di Instalasi Gizi RSUD Solok.
2. Tujuan Khusus
a. Mendeskripsikan gambaran Personal Higiene di Instalasi Gizi RSUD Solok
b. Mendeskripsikan gambaran Higiene Lingkungan di Instalasi Gizi RSUD Solok
c. Mendeskripsikan gambaran Higiene Makanan di Instalasi Gizi RSUD Solok
D. Manfaat
1. Bagi Institusi
Sebagai masukan untuk RSUD Solok untuk menyempurnakan pelaksanaan
higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan oleh tenaga pelaksana di Instalasi Gizi
2. Bagi Mahasiswa
Menambah pengetahuan tentang higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan
baik dari segi teori maupun praktek serta dapat menerapkan pengetahuan dan ilmu yang
pernah didapat selama masa perkuliahan.
E. Ruang Lingkup
Berdasarkan latar belakang maka ruang lingkup penelitian ini yaitu penerapan
higiene dan sanitasi penyelenggaraan makanan di Instalasi Gizi RSUD Solok
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Penyelenggaraan Makanan
1. Pengertian
Penyelenggaraan makanan merupakan proses pengolahan makanan untuk orang
banyak. Pada hakekatnya penyelenggaraan makanan merupakan program kegiatan di
dapur, yang mencakup perencanaan anggaran belanja, perencanaan menu, perencanaan
bahan makanan, penerimaan dan penyimpanan, pemasakan bahan makanan, distribusi
dan pencatatan, pelaporan serta evaluasi.
2. Tujuan Penyelenggaraan Makanan
Tujuan akhir yang akan dicapai dalam penyelenggaraan makanan adalah
menyediakan makanan dengan kualitas dan cita rasa yang dapat memuaskan konsumen,
dengan biaya penyelenggaran yang dapat ditekan sampai tingkat serendah-rendahnya
tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
B. Higiene dan Sanitasi Makanan
1. Pengertian Higiene dan Sanitasi Makanan
Hygiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan cara melindungi
kebersihan individu. Sedangkan sanitasi adalah usaha kesehatan lingkungan lebih banyak
memperhatikan masalah kebersihan untuk mencapai kesehatan.
Sanitasi makanan merupakan salah satu upaya pencegahan yang menitik beratkan
pada tindakan dan kegiatan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari
segala bahaya yang dapat mengganggu atau merusak kesehatan mulai dari sebelum
makanan di produksi, selama proses pengolahan, persiapan, pengangkutan, penjualan
sampai pada saat makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsi konsumen.
2. Tujuan Higiene dan Sanitasi
a. Tersedianya makanan yang berkualitas baik dan aman bagi kesehatan konsumen
b. Menurunnya kejadian resiko penularan penyakit atau gangguan kesehatan melalui
makanan
c. Terwujudnya perilaku kerja yang sehat dan benar dalam penanganan makanan
3. Prinsip Higiene dan Sanitasi Makanan
Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah upaya praktis dan penyehatan
makanan. Prinsip-prinsip hygiene dan sanitasi adalah :
a. Pemilihan Bahan Makanan
Bahan makanan perlu dipilih yang sebaik-baiknya dilihat dari segi kebersihan,
penampilan dan kesehatan. Penjamah makanan dalam memilih bahan yang akan diolah
harus mengetahui sumber-sumber makanan yang baik serta memperhatikan ciri-ciri
bahan yang baik.
b. Penyimpanan Bahan Makanan
Dalam penyimpanan bahan makanan hal-hal yang diperhatikan adalah sebagai
berikut :
1) Penyimpanan harus dilakukan dalam suatu tempat khusus yang bersih dan memenuhi
syarat
2) Barang-barang harus diatur dan disusun dengan baik, sehingga mudah untuk
mengambilnya, tidak menjadi tempat bersarang/bersembunyi serangga dan tikus,
tidak mudah membusuk dan rusak, dan untuk bahan-bahan yang mudah membusuk
harus disediakan tempat penyimpanan dingin
3) Setiap bahan makanan mempunyai kartu catatan agar dapat digunakan untuk riwayat
keluar masuk barang dengan system FIFO (First In First Out).
c. Pengolahan Makanan
Pengolahan makanan menyangkut 4 (empat) aspek, yaitu :
1) Penjamah Makanan
Penjamah makanan adalah seorang tenaga yang menjamah makanan mulai dari
mempersiapkan, mengolah, menyimpan, mengangkut maupun dalam penyajian makanan.
Pengetahuan, sikap dan perilaku seorang penjamah mempengaruhi kualitas makanan
yang dihasilkan.
Penjamah juga dapat berperan sebagai penyebar penyakit, hal ini bisa terjadi
melalui kontak antara penjamah makanan yang menderita penyakit menular dengan
konsumen yang sehat, kontaminasi terhadap makanan oleh penjamah yang membawa
kuman.
2) Cara Pengolahan Makanan
Persyaratan pengolahan makanan menurut Permenkes No.304/Per/IX/1989
adalah: semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari
kontak langsung antara penjamah dengan makanan. Perlindungan kontak langsung
dengan makanan jadi dilakukan dengan: sarung tangan, penjepit makanan, sendok, garpu
dan sejenisnya. Dan setiap tenaga pangolah makanan pada saat bekerja harus memakai
celemek, tutup rambut, sepatu dapur, tidak merokok serta tidak makan/menguyah.
3) Tempat Pengolahan Makanan
Tempat pengolahan makanan, dimana makanan diolah sehingga menjadi makanan
jadi biasanya disebut dengan dapur, menurut Depkes RI (1994) perlu diperhatikan
kebersihan tempat pengolahan tersebut serta tersedianya air bersih yang cukup.
4) Perlengkapan/Peralatan dalam Pengolahan Makanan
Prinsip dasar persyaratan perlengkapan/peralatan dalam pengolahan makanan
adalah aman sebagai alat/perlengkapan pengolahan makanan. Aman ditinjau dari bahan
yang digunakan dan juga desain perlengkapan tersebut.
d. Penyimpanan Makanan Setelah di Masak
Penyimpanan makanan dimaksudkan untuk mengusahakan makanan agar dapat
awet lebih lama. Kualitas makanan yang telah diolah sangat dipengaruhi oleh suhu,
dimana terdapat titik-titik rawan untuk perkembangbiakan bakteri patogen dan pembusuk
pada suhu yang sesuai dengan kondisinya.
e. Pengangkutan Makanan
Makanan yang telah selesai diolah di tempat pengolahan, memerlukan
pengangkutan untuk selanjutnya disajikan atau disimpan. Bila pengangkutan makanan
kurang tepat dan alat angkutnya kurang baik kualitasnya, kemungkinan pengotoran dapat
terjadi sepanjang pengangkutan.
f. Penyajian Makanan
Menurut Permenkes No.304/Menkes/Per/IX/1989, persyaratan penyajian
makanan adalah sebagai berikut:
1) Harus terhindar dari pencemaran
2) Peralatan untuk penyajian harus terjaga kebersihannya
3) Harus diwadahi dan dijamah dengan peralatan bersih
4) Penyajian dilakukan dengan perilaku yang sehat dan pakaian yang bersih
5) Penyajian makanan harus memenuhi persyaratan berikut:
a) Di tempat yang bersih
b) Meja ditutup dengan kain putih atau plastik
c) Asbak tempat abu rokok setiap saat dibersihkan
d) Peralatan makan dan minum yang telah dipakai paling lambat 5 menit sudah
dicuci.
4. Higiene Tenaga Penjamah atau Personal
Penjamah makanan adalah orang yang secara langsung berhubungan dengan
makanan dan peralatan mulai dari tahap persiapan, pembersihan, pengolahan, pengankutan
sampai ke penyajian. Untuk memperoleh kualitas makanan yang baik perlu diperhatikan dan
diawasi mengenai pengetahuan, sikap dan perilaku tenaga pengolah. Tujuannya untuk
menghindari terjadinya penularan penyakit melalui makanan yang disebabkan oleh tenaga
pengolah.
Tenaga pengolah harus memenuhi syarat kesehatan diantaranya, berbadan sehat dan
mempunyai surat keterangan sehat. Dalam surat keterangan tersebut tenaga pengolah harus :
a. Bebas dari penyakit kulit
b. Bebas dari penyakit menular
c. Bukan pembawa kuman
d. Bebas dari penyakit pernafasan yang perbahaya (TBC, Pertusis, dll)
e. Telah menyuntikan diri secara rutin dengan vaksin typus dan disentri
f. Memiliki pengetahuan tentang personal hygiene dan sanitasi makanan
Yang perlu diperhatikan dari perilaku tenaga pengolah makanan selama bekerja
adalah:
a. Tidak mengobrol atau merokok selama pengolahan makanan
b. Tidak makan atau mengunyah selama pengolahan
c. Tidak memakai perhiasan
d. Selalu mencuci tangan atau kaki dengan sabun sebelum dan sesudah bekerja, dan
setelah keluar kamar mandi
e. Selalu memakai pakaian kerja dan APD dengan benar
f. Pakaian kerja harus selalu bersih dan dipakai hanya pada waktu bekerja
g. Tangan, kuku, kulit, rambut, gigi harus selalu bersih
h. Bila bersin atau batuk, mulut atau hidung ditutup dengan sapu tangan
i. Menggunakan alat-alat sesuai dengan tempatnya
j. Dilarang memegang atau mengambil makanan yang sudah dimasak dengan tangan
telanjang
5. Higiene Lingkungan
a. Lantai
Lantai adalah bagian dasar ruangan yang terbuat dari semen, ubin, papan dan
sebagainya. Lantai sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak licin, sehingga tidak
membahayakan ketika bekerja didalam ruangan tersebut.
b. Dinding
Dinding dapur sebaiknya dibuat dari bahan yang tahan panas dan dilapisi dengan
keramik agar mudah dibersihkan.
c. Ventilasi
Ventilasi terbagi dua yaitu, ventilasi alami dan buatan. Ventilasi alami yaitu aliran
udara yang masuk melalui pintu, jendela maupun lubang angin yang sengaja dibuat.
Ventilasi buatan yaitu dengan menggunakan alat khusus untuk mengalirkan udara, seperti
kipas angina, AC, dan mesin penghisap. Ventilasi harus dilapisi kawat kasa agar makanan
yang dihasilkan terhindar dari gangguan binatang serangga yang dapat menularkan bibit
penyakit.
d. Pencahayaan
Cahaya yang baik sangat penting bagi penyelenggaraan makanan. Ada dua bentuk
pencahayaan, yaitu cahaya yang berasal dari matahari dan cahaya yang berasal dari lampu.
e. Plafon atau langit-langit
Langit-langit sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan dan memiliki
bidang permukaan yang rata. Langit-langit harus terturtup, dilengkapi dengan bahan
peredam suara untuk bagian tertentu dan disediakan cerobong asap atau penghisap asap.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian adalah observasional dengan desain deskriptif.
B. Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan mulai dari pembuatan proposal pada bulan September 2018 di
instalasi gizi RSUD Solok tahun 2017.
C. Populasi dan Sampel
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh petugas penjamah makanan di instalasi gizi
RSUD Solok yang berjumlah orang dan semuanya dijadikan sampel penelitian . Sampel
yang diambil meliputi 4 (empat) ahli gizi dan, 11 (sebelas) penjamah makanan di instalasi
gizi. Teknik pengambilan sampel purposive sampling pengumpulan data meliputi fasilitas
sanitasi, sanitasi bangunan, sanitasi ruangan pengolahan makanan, bahan sanitaiser,
sanitaiser peralatan. Formulir terlampir pengolahan dan analisa data dalam penelitian ini
adalah data pelaksanaan higiene penjamah makanan data ditabulasi dan di analisis secara
deskriptif, data pelaksanaan sanitasi instalasi gizi rumah data ditabulasi dan di analisis
secara deskriptif.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN