Anda di halaman 1dari 48

selamat pagi

M M
I I
K K
O O
T T
O O
K K
S S
I I
N N

Dr.DRH IWAYAN SUDIRA, MSi


LAB. FARMAKOLOGI DAN TOKSIKOLOGI VETERINER
FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN
UNIVERSITAS UDAYANA
MIKOTOKSIN

BERASAL DARI BAHASA YUNANI YAITU

“ MYKES” JAMUR

“TOXICUM” RACUN

MIKOTOKSIN adalah
RACUN ATAU TOKSIN HASIL DARI PROSES METABOLISME
SEKUNDER JAMUR YANG DAPAT MENYEBABKAN PERUBAHAN
FISIOLOGIS ABNORMAL ATAU PATHOLOGIS PADA MANUSIA
DAN HEWAN

MIKOTOKSIKOSIS adalah
PERISTIWA KERACUNAN YANG DISEBABKAN OLEH
MAKANAN ATAU PAKAN YANG TELAH TERCEMAR
MIKOTOKSIN.
EFEK MIKOTOKSIN

BERSIFAT

MUTAGENIK

KARSINOGENIK

EMBRYOTOKSIK

TERATOGENIK

OESTROGENIK
SUMBER

LANGSUNG KONSUMSI BAHAN ASAL NABATI :


BIJI-BIJIAN

TIDAK LANGSUNG KONSUMSI DAGING ATAU


PRODUK HEWAN YANG
MENELAN MIKOTOKSIN DALAM
PAKANNYA
BEBERAPA KEJADIAN MIKOTOKSIKOSIS

1. ERGOTISME :
PENYEBABNYA JAMUR “ Clavicep purpurea”
TERDAPAT PADA JENIS GANDUM

PENYAKITNYA DISEBUT “ St. Anthony’s Fire” atau


“ The Holy Fire”

BENTUK JAMUR INI BERUPA BADAN BUAH,


WARNA COKLAT GELAP DISEBUT SCLEROTIUM

ZAT RACUNNYA DISEBUT ; ALKALOID ERGOT.


2. FACIAL ECZEMA
KEJADIAN I TH 1822 DI NEW ZEALAND

PADA PEMAMAH BIAK : KAMBING DAN SAPI


PENYEBAB : JAMUR SAPROFIT GOLONGAN
“ Pithomyces chartarum”

SPORA JAMUR DAPAT MENYEBABKAN :


KERUSAKAN HATI
PENURUNAN BERAT BADAN
PHOTOSENSITIFITAS

KEJADIAN KRONIS BERAKIBAT :


LEUCOCYTOSIS
BILIRUBINEMIA
IKTERUS
KEMATIAN
3. STACHYBOTRYOTOXICOSIS
PENYEBAB : JAMUR “ Stachybotrys alternans”
PERTAMAKALI DITEMUKAN OLEH VERTINSKIN
DAN DROBOTKO 1930

MENYERANG KUDA, KAMBING, SAPI

KOMPONEN TOKSINNYA “ SESQUITERPEN “

DIKENAL SEBAGAI “12 – 13 - EPOKSI – 9 -


TRICHOTHECENES “
4. DENDRODOCHIOTOKSIKOSIS
PENYEBAB : JAMUR “ Dendrodochium toxicum”
TERDAPAT PADA JERAMI GANDUM
KEJADIAN : TH 1953 KERACUNAN KUDA (RUSIA)
ORGAN TARGET : SISTEM SARAF DAN CARDIOVASCULAR
MENYEBABKAN KEMATIAN
5. FUSARIUM TOKSIKOSIS

PERTAMA KALI DITEMUKAN OLEH WORONIN (1891)

JENIS JAMUR : “Fusarium roseum”, Helminthosporium SPP


DAN Clondosporium herbarum

TERDAPAT PADA : GANDUM, BARLEY DAN JAGUNG.

6.PENICILLIUM DARI Aspergillus toksikosis


JAMUR PENGHASIL MIKOTOKSIN

1. JAMUR PENGHASIL AFLATOKSIN YAITU :


Aspergillus flavus DAN Aspergillus paraciticus

Aspergillus versicolor
PENGHASIL STERIGMATOCYSTIN
DIISOLASI OLEH HOLKER DAN KAGEL (1968)

2. JAMUR PENGHASIL LUTEOSKYRIN


DAN CYCLOCHLOROTINE
MERUPAKAN MIKOTOKSIN PENYEBAB HEPATOTOKSIK
DAN HEPATO CARCINOGENIK, DIHASILKAN
OLEH Penicillium istandicum
3. JAMUR PENGHASIL CITRININ
OLEH Penicillium citrinum. JENIS JAMUR
PENGHASIL INI ADALAH
P. viridicatum, P. implicatum, P. ellutanum,
P. cetreo - viridae
P. velatinum, P. canesceus, P. jansein DLL.

4. JAMUR PENGHASIL RUGULOSIN


RUGULOSIN MERUPAKAN METABOLIT
ANTRAQUINOID JAMUR
DIISOLASI DARI JAMUR Penicillium rugulosum
SPESIES LAINNYA P. brunneum DAN P.tardum
5. JAMUR PENGHASIL CITREOVIRIDIN
MERUPAKAN MIKOTOKSIN BERSIFAT NEUROTOKSIK
DIHASILKAN OLEH Penicillium citreo -viride
(DITEMUKAN OLEH MIYEKE TAHUN 1940)

SPECIES LAINNYA P. ochrosalmoneum,


P. fellutanum DAN P. pulvillorum

6. JAMUR PENGHASIL PATULIN DAN ASAM PENISILAT


PENGHASILNYA P. patulum
SPECIES LAINNYA : P.exspansum,
P. claviforme, P. lapidosum, P.mellini
P.equinum, P. divergens.
ASAM PENISILAT DIISOLASI DARI JAMUR
P. puberulum
SEBAGAI METABOLIT SEKUNDER, DIISOLASI
OLEH ALSBERG DAN BLACK TAHUN 1913.

SPESIES YANG LAIN P. stoloniferum,


P. cyclopium, P. paraherquei,
P. martensii, P. thornii, P. cyclopium,
A. achraceus, A. sulphureus.
7. JAMUR PENGHASIL OCHRATOXIN
ADALAH METABOLIT Aspergillus ochraceus
SPESIES YANG LAIN,
A.astianus, A. neelleus
A. sclerotiorum, P. viridicatum, P. cyclopium.

8. JAMUR PENGHASIL GRISEOFULVIN


DITEMUKAN OLEH OXFORD (1939) DARI MISELIA
JAMUR P. griseofulvum

SPESIES LAINNYA P.patulum, P.albidum, P. Raistrickii


P. brefeldianum, P. viridi-cyclopium.
9. JAMUR PENGHASIL RUBRATOXIN
HASIL METABOLIT P. rubrum
DIISOLASI DARI TANAH, BAHAN PANGAN ,PAKAN
DIHASILKAN OLEH DUA SPESIES YAITU :
P. rumrum DAN P. purpurogenum

10. JAMUR PENGHASIL TOKSIN TRICHOTHECENES


TERDAPAT PADA CAIRAN METABOLIT
KULTUR JAMUR Fusarium cephalosporum
, F.myrothecium,
THRICHODERMA DAN STACHYBOTRYS
ADA 2 TIPE YAITU ;
TIPE A ( T -2 TOKSIN, NEOSOLANIOL,
DIACETOXY-SCERPENOL ) DAN
HT –TOKSIN
TIPE B (FUSARENON, DAN NEVALENOL)
11. JAMUR PENGHASIL TOKSIN BUTENOLIDE
DIISOLASI DARI JAMUR Fusarium equiseti
SPESIES LAINNYA ADALAH F. tricinotum, F.nivale,
F.roseum, F. semitectum, F. lateritium.

12. JAMUR PENGHASIL ZEARALENONE


ZEARALENONE ( TOKSIN F-2 )merupakan
JENIS MIKOTOKSIN YANG BERSIFAT ESTROGENIK
PERTAMADIISOLASI DR KULTUR
F. graminearum YG TUMBUH PADA
JAGUNG
SPECIES LAIN :F. tricinctun,F.nivale & F.roseum
KARAKTERISTIK
JAGUNG
STANDAR KUALITAS
JAGUNG
 Kadar Air : Max. 15%
 Aflatoksin : Max 150 ppb
 Biji Berjamur : Max. 5%
 Biji Pecah+Mati+Biji Asing
: Max. 10%
 Total Screen Test: Max. 15%
 Aflatoksin dalam feed
: Max. 50 ppb
FOTOMIKROGRAF BIJI
JAGUNG
Gambar
1. Jagung kualitas
baik/bagus
2. Jagung kualitas
jelek/buruk (berjamur,
1 2 biji pecah dan janggel/
corn cob)
3. Jagung berjamur
4. Kelainan/abnormalitas
warna jagung pada
daerah kecambah/germ
3 4
FOTOMIKROGRAF BIJI
JAGUNG
Gambar :
1. Jamur pada area germ
2. Kerusakan akibat insekta
1 2 3. Kerusakan akibat insekta
ditandai dengan adanya feces
insekta
3 4
4. Mahkota dan tudung beserta
glume yg menempel
5. Sisi dorsal biji jagung
5 6
6. Sisi depan biji jagung
HUBUNGAN ANTARA %KA DAN PROSES
KERUSAKAN JAGUNG
PADA SUHU 20 – 30 DERAJAT CELCIUS
KADAR AIR PROSES KERUSAKAN

<11% Aman, tidak ada kerusakan signifikan

11 – 15% Bisa aman jika manajemen penyimpanan


baik
16 – 20% Kutu menyerang dan jamur tumbuh

21 – 25% Kutu menyerang, jamur tumbuh dan bakteri


juga dapat hidup
>25% Bakteri hidup dan jagung bertunas/
berkecambah
CARA PENGUKURAN %KADAR AIR
(SEDERHANA TAPI TIDAK DIANJURKAN)

 ALAT :
 TIMBANGAN
 LITERAN
 PENGGARIS

CARA :
- TUANGKAN JAGUNG KE DALAM
LITERAN (TANPA DIPADATKAN)
- DIPERESKAN DENGAN PENGGARIS
- DITIMBANG
GRAM/LITER
CARA PENGUKURAN
%KADAR AIR
(LANJUTAN 1)
GRAM/LITER %KA
(+/-)
721 12 – 17 %

682 19 – 24%

653 24 – 28%
CARA PENGUKURAN
%KADAR AIR
(LANJUTAN 2)
- Semakin rendah densitas semakin tinggi
kadar air

- Cara lain
a. Dengan tangan/diraba
b. Dengan kuku (makin empuk makin
tinggi)
AFLATOXIN !!!!!!!
 Toksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus
 Efek terhadap ternak :
- Stress
- Nafsu makan turun
- Sistem kekebalan tubuh terganggu
- Gangguan pencernaan protein & metabolisme energi
- Pembuluh darah mudah pecah
- Kerusakan fungsi hati/ginjal
- Diare
- Keguguran dan kematian
METODE PENYIMPANAN
!!!!
 GUNAKAN METODE PENYIMPANAN
SECARA FIFO (FIRST IN FIRST OUT)

 JAMUR TUMBUH SECARA OPTIMUM


PADA TEMPERATUR 35 – 40 DERAJAT
CELCIUS
RESPON KUTU TERHADAP TEMPERATUR
Zona Temperatur Respon
 Kematian 45 – 60oC Mati dalam beberapa menit
45 – 50oC Mati dalam beberapa jam
 Sub-optimal 35oC Berhenti berkembang biak
33 – 34oC Berkembang biak perlahan
 Optimal 25 – 33oC Berkembang biak maksimal
 Sub-optimal 20 – 24oC Berkembang biak perlahan
13 – 19oC Berhenti berkembang biak
 Kematian 5oC Tidak bergerak, mati dlm beberapa
hari
(-10) – 5oC Mati dlm beberapa minggu-bulan
(-25) – (-10)oC Mati dlm beberapa menit,
kutu membeku
KARAKTERISTIK JAGUNG
KARAKTERISTIK JAGUNG
PROSES PEMISAHAN
JAGUNG
FDA action levels for
aflatoxin-contaminated corn include
the following:
MAXIMUM
USE
LEVEL
Human food, feed for immature animals
20 ppb: (including poultry) or dairy animals, or
unknown destination
Feed for breeding cattle, breeding swine,
100 ppb:
or poultry
Feed for finishing swine of greater than
200 ppb:
100 pounds
300 ppb: Feed for finishing beef cattle
DEDAK PADI

Dedak padi adalah sisa gilingan padi


yang mempunyai nilai nutrisi sangat
bagus bagi ternak.
FRAKSI DEDAK PADI

PADI

Beras + Kulit Ari Sekam/Hull

Beras Kulit Ari/Bran Menir

Konsumsi
Manusia
KOMPOSISI DEDAK PADI

Kulit Ari/Bran
75 – 80%

Menir
Dedak Padi 5 – 10%

Sekam
15%
KANDUNGAN NUTRISI DEDAK PADI

Kadar air : 10.0 – 13.0%


Protein kasar : 11.5 – 12.5%
Lemak kasar : 10.0 – 15.0%
Serat kasar : 10.0 – 14.0%
Abu : 9.0 – 12.0%
Energi (ME) : 2200 kkal/kg
Sekam / Hull
Adalah kulit luar padi, mengandung
serat kasar tinggi dan lignin yang
sulit sekali dicerna. Sekam
mempunyai nilai gizi yang sangat
rendah.

Sekam jika diberi larutan


Phloroglucinol akan berubah warna
menjadi merah
SIFAT-SIFAT FISIK

Warna :Coklat kekuningan

Aroma :Segar khas dedak padi, tidak


tengik, asam, apek

Tekstur :Halus, lembut


PENENTUAN KUALITAS DEDAK PADI

-Kadar air : max 13.5% (Kett)


-Sekam : max 15.0%
-Texture : halus (Pegang-rasakan)
-Warna : kuning coklat muda
- Bau : fresh, tidak asam/tengik
- Campuran : negatif
PHLOROGLUCINOL TEST
Kerusakan & Penurunan Kualitas
Dedak Padi

1. Tengik: dedak padi mengandung


lemak tinggi/mudah teroksidasi.
2. Asam: kadar airnya tinggi
3. Sekam tinggi: Daya cerna
rendah
4. Panas : kadar air tinggi
5. Campuran: biji batu
PENYIMPANAN DEDAK
PADI
1. Ventilasi cukup
2. Tumpukan tidak boleh terlalu tinggi usahakan
dengan palet
3. Lantai semen, hampari dengan palet/ kayu
balok
4. Gudang bersih, tidak ada genangan air di lantai
5. Stock dedak padi jangan lebih 2 minggu
PADI
KULIT ARI BERAS
BERAS
PEMBENTUKAN KERABANG DAN OVIPOSISI
Hipotala Arginin Vasotocsin
mus
Prostaglandin

GnRH-T Ovarium Progesteron


Vagina
FSH

Hipofisa Diet/Feed
LH Infundibulum Shell gland/
Uterus CaCO3

Protein
Isthmus Tulang
Kuning
Telur

Magnum
Estrogen
Hati

PERTUMBUHAN FOLIKEL & OVULASI SEKRESI ALBUMEN