Anda di halaman 1dari 40

ANALISA SPERMA &

TES KEHAMILAN
Dr. Donny Kostradi, M. Kes.Sp.PK

1 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
2 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
3 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
4 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
5 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
6 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
7 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
TATA CARA PEMERIKSAAN ANALISA SPERMA
A. ALAT
 1. Wadah/pot dengan penutup
 2. Kertas Label
 3. Gelas ukur 5 atau 10 ml
 4. Kertas indikator
 5. Mikroskop binokuler
 6. Kamar Hitung Improved Neubauer
 7. Pipet Leukosit

8 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 8. Aquadestilata
 9. Minyak Imersi
 10.Objective dan Cover Glass
 11. Gelas Bejana
 12. Thermometer
 13. Alat Fotometer

9 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
REAGENSIA
 1. Eosin 0,5%
 2. Giemsa
 3. Wright
 4. Metil alkohol/ methanol
 5. Reagensia Fruktosa:
- Ba(OH)2 0,3 N
- Aquadestilata 1000 ml

10 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
- ZnSO4 0,175 M
- Larutan Resorcinol 0,1%
- HCl 10 N
- Fruktosa Standart
- Larutan Asam Benzoat 0,2 %

11 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
C. BAHAN PEMERIKSAAN

 - Cairan Sperma segar

12 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
D. CARA KERJA

 1. Memperoleh Sampel:
- Pasien diminta selama 3 – 5 hari tidak melakukan
kegiatan sexual
- Pengeluaran ejakulat sebaiknya pagi hari
- Jarak dengan laboratorium sedekat mungkin
- Air mani ditampung di dalam gelas atau plastik
bermulut lebar (sebelumnya dibersihkan dan
dikeringkan terlebih dahulu) dan diberi label yang
tertulis:
13 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
> Nama
> Waktu (Jam) pengeluaran air mani dicatat
> Serta segera diantar ke laboratorium

14 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 2. Pemeriksaan Makroskopis:
- Terhadap volume, warna, pH, kekeruhan dan
kentalnya air mani
- Hitung (ukur) volume air mani dengan memin-
dahkan ejakulat ke dalam gelas ukur 5 atau 10
menit dan volume baru dapat diukur setelah
mani mencair
- Catat warna dan kekeruhan air mani
- Celupkan kertas indikator ke dalam wadah yang.
15 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
berisi air mani dan cocokkan dengan skala warna
pH kemudian catat pH nya.
 3. Pemeriksaan Mikroskopis:
a. Uji Motilitas:
- Teteskan air mani sebanyak 1 tetes yang
sudah mencair di atas objective glass
dan tutup dengan cover glass

16 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
…pemeriksaan mik

- Pemeriksaan dilakukan dengan lensa objektif 40 X


- Perhatikan berapa % spermatozoa yang bergerak
aktif dan hitung pula waktu yang sudah berlalu
sejak saat ejakulasi, karena semakin banyak waktu
lewat semakin berkurang motilitas spermatozoa.
Berkurangnya motilitas banyak dipengaruhi oleh
cara menyimpan sampel
- Campurlah sedikit air mani dengan larutan Eosin
0,5% dalam air, untuk membedakan
17 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
…pemeriksaan mik

 spermatozoa yang tidak bergerak aktif dari yang mati.


Untuk spermatozoa yang mati akan memberi warna
kemerah-merahan dan yang non-aktif saja tidak
berwarna
 b. Jumlah Spermatozoa:
- Menghitung spermatozoa dengan menggunakan
kamar hitung Improved Neubauer dan teteskan-
lah air mani dengan pipet leukosit
- Untuk mengencerkan dapat digunakan aquades-

18 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
…pemeriksaan mik

tilata, isilah pipet leukosit dengan air mani yang


sudah mencair dengan aquadest sampai garis
bertanda 0,5 dan kemudian aquadest sampai
garis bertanda 11

19 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
…pemeriksaan mik

 - Hitunglah spermatozoa dalam kamar hitung


Improved Neubauer pada permukaan seluas 1
mm2.
Jumlah yang dihitung dikalikan 200.000 untuk men-
dapatkan jumlah spermatozoa dalam 1 ml mani
 - Pemeriksaan jumlah spermatozoa perlu disarankan
untuk dilakukan hitung ulang pada lain waktu krn
kualitas air mani seseorang akan berbeda-beda dari
satu waktu ke waktu yang lain
20 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 c. Morfologi:
- Buatlah apusan air mani seperti membuat
apusan darah tepi biarkan mengering pada
hawa udara
- Kemudian lakukan fiksasi dengan metilalkohol
(methanol) selama 5 menit
- Selanjutnya diwarnai dengan Reagen Giemsa/
Wright atau lainnya
- Periksalah morfologi spermatozoa dengan
21 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
perbesaran 100 X menggunakan minyak Imersi
(kepala dan ekor spermatozoa)
- Hitung % kelainan (abnormal) bentuk kepala
(terlalu besar, terlalu kecil, terlalu memanjang,
inti terpecah dsb) dan bentuk ekor (tidak ada
ekor, ada dua ekor, ekor amat pendek dsb)

22 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 d. Jumlah Leukosit:
- Hitunglah Leukosit yang ditemukan dalam
kamar hitung Improved Neubauer seperti
hitung sel leukosit pada sediaan darah dan
- Catat jumlah leukositnya
 e. Kadar Fruktosa:
- Pemeriksaan kadar Fruktosa pada air mani
dengan menggunakan Reaksi Selivanoff, dalam
hal ini fruktosa akan beraksi dengan resorcinol
23 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
membentuk warna merah
- Reagen yang dibutuhkan untuk reaksi Seliva-
noff adalah:
1. Larutan Ba (OH)2 0,3 N
2. Larutan ZnSO4 0,175 M
3. Larutan Resorcinol 0,1 % dalam 100 ml
alkohol 95% (tahan selama 2 bulan, bila
disimpan dalam kulkas)

24 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 4. HCl pekat 10 N
 5. Standar Fruktosa stock ( 50 mg Fruktosa larut
 dalam 100 ml Lar. Asam Benzoat 0,2%
 Standar Fruktosa, larutan kerja:
 - 1 ml Standar Fruktosa stock diencerkan dengan
 Aquadestilata sampai 100 ml.
 Larutan Kerja ini setara dengan 200 mg Fruktosa/dl
 Mani

25 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
- Cara Kerja:
 1. Lakukan deproteinisasi mani yang akan diperiksa dengan
terlebih dulu mengencerkan 0,1 ml mani dengan 2,9 ml air.
Kemudian tambah 0,5 ml lart. Ba(OH)2 , campur dan
tambahkan 0,5 ml lart. ZnSO4 lalu campur lagi dan
pusinglah kuat-kuat
 2. Sediakan 3 tabung: T (Test); S (Standard) dan B (Blangko)
- Tabung T: 2 ml cairan yang telah di buat di atas (no. 1)
- Tabung S: 2 ml Lart. Kerja Standard Fruktosa dan
- Tabung B: 2 ml Aqua

26 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 3. Kemudian masing-masing tabung:
- Tabung T: tambahkan 2 ml Resorcinol dan 6 ml HCl
- Tabung S: tambahkan 2 ml Resorcinol dan 6 ml HCl
dan
- Tabung B: tambahkan 2 ml Resorcinol dan 6 ml HCl
 4. Masing-masing tabung tersebut dicampur, lalu
panasilah dalam Gelas Bejana pada suhu 90 ° C selama
10 menit
 5. Bacalah absorbansi T dan S terhadap B pada 490 nm
dengan Fotometer
 6. Hitunglah kadar Fruktosa dengan rumus AT/AS X 200 =
mg Fruktosa/dl Mani.

27 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
RENTANG NILAI NORMAL
A. MAKROSKOPIS:
 1. Waktu Pencairan: 10 – 20 menit
- Bila > 20 menit = Abnormal
 2. Volume Mani: 2,5 – 5 ml Mani
- Bila volume < 1 ml / > 6 ml Mani = Infertilitas
 3. Warna : Putih atau Kekuning-kuningan
 4. Kekeruhan: Keruh
 5. pH: 7,0 – 7,8
- Bila pH < 6,0 dan > 8,0 = Kebersihan wadah air mani
kurang bersih
- Bila pH 6,0 – 7,0 = Hanya berisi sekret Prostat tanpa
bercampur dengan sekret Vesiculae seminales
28 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
B. MIKROSKOPIS:
 1. % Motilitas < 1 jam: 70%
- Bila 1 – 5 jam = 50%
Hal ini berlaku untuk golongan sangat aktif, aktif
dan kurang aktif
 2. Morfologi:
 3. Kadar Fruktosa: 120 – 450 mg/dl Mani
- Bila < 120 mg/dl Mani = Penyumbatan Partial
ductuli ejaculatorius, hipoplasia dan radang
vesiculae seminales
- Bila ” 0” = Penyumbatan Total
ductuli ejaculatorius
PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
29
HASIL PEMERIKSAAN ANALISA SPERMA
HASIIL NILAI NORMAL SATUAN

MAKROSKOPIS
1. Volume 2-5 ml
2. pH 7,2 - 7,8
3. Warna Putih kekuning-kuningan
4. Kekentalan Kental
5. Bau Khas (Chlor)
6. Pencairan 10 – 20 menit
MIKROSKOPIS
1.Uji Motilitas
- Pergerakan Aktif > 50 %
- Pergerakan Lemah < 30 %
- Tak Bergerak < 20 %
2. Jumlah Sperma 60 - 150 Juta ml
3. Morfologi Spermatozoa
a. Normal
- Kepala > 60 %

- Ekor
b. Abnormal:
- Kepala < 40 %

- Ekor
4. Jumlah Lekosit 100 ul
5. Aglutinasi NEGATIF +/-
30 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
6. Fruktosa 200 - 400 mg/dl
Tes Kehamilan

Test Kehamilan dengan Metode One Step hCG Urine


(Pregnancy Test Strip):
- Untuk mengukur kadar hCG (Human Chorionic
Gonadotropin) Hormon di dalam urin manusia
- Deteksi dini kehamilan
- Test mandiri tipe cassette

31 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
PATOFISIOLOGI PRODUKSI HCG
 HCG diproduksi oleh plasenta selama masa
kehamilan, sejak terbentuknya dan melekatnya
embrio di dinding uterus.
 Biasanya HCG ini terdeteksi pada kehamilan 7 – 10
hari setelah terjadi konsepsi.
 Tes ini bisa mendeteksi kehamilan dini sejak hari
pertama terlambat haid. Selanjutnya pada masa
kehamilan kadar HCG akan meningkat di dalam urin.
Pada tes tersebut biasanya dapat terdeteksi kadar
HCG 25 mlU/ml atau lebih
32 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 Kadar normal pada wanita yang tidak hamil,
biasanya sekitar 5,0 mlU/ml
 Sejak terlambat haid kadar HCG di urin sekitar 100
mIU/ml, mencapai puncaknya mulai dari kadar
100.000 – 200.000 mIU/ml terlihat sampai trimester
pertama

33 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
Control line
Test Line

(NEGATIF) (POSITIF) (INVALID)

34 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
DIRECT MONOCLONAL (hCG) PREGNANCY TEST KIT

 Kit terdiri atas:


 Kontrol Positif : 1000 mIU/ml hCG
 Kontrol Negatif
 Latex Reagent: 50/100 slide
 Pipet – stirer

35 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 Spesimen:
- Urin tanpa pengawet dan bersih didalam wadah
yang steril
- Apabila urin berkabut sebaiknya disentrifus
- Urin dapat disimpan selama 72 jam sebelum
diperiksa pada suhu 2- 8°C

36 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
Prosedur Kerja:
 1. Siapkan spesimen dan Reagent dan biarkan pada
suhu ruangan 37° C sebelum digunakan
 2. Campurkan keduanya pada latex reagent untuk
membuat suspensi pada partikel lateks
 3. Kocok dan disus vial dropper (40ul) untuk setiap
lingkaran pada aglutination slide

37 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
 4. Teteskan 1 tetes Kontrol Negatif ke dalam
lingkaran agglutination slide
 5. Teteskan 1 tetes Kontrol Positif ke dalam
lingkaran agglutination slide
 6. Dengan memakai pipet-stirer teteskan spesiemn
urin pada lingkaran tersebut
 7. aduk secara merata pada area lingkaran tersebut
(agglutination slide)

38 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
INTERPRETASI HASIL:
POSITIF : apabila terbentuk aglutinasi dalam waktu 2
menit

NEGATIF: apabila tidak terbentuk aglutinasi dalam waktu


2 menit

39 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019
Terima Kasih

40 PKDK_FKIKUNJA 2/12/2019