Anda di halaman 1dari 15

PENENTUAN HARGA TRANSFER

Nama : Mega Edvriyanti Ningrum


NPM : 0227 1511 112
Matkul : Perencanaan Pajak
PERUSAHAAN MULTINASIONAL
Perusahaan Multinasional adalah perusahaan
yang beroperasi melewati lintas batas antarnegara,
yang terikat hubungan istimewa, baik karena
penyertaan modal saham, pengendalian manajemen
atau penggunaan teknologi; dapat berupa anak
perusahaan, cabang perusahaan, agen, dan
sebagainya, dengan berbagai tujuan, antara lain
untuk memaksimalkan laba setelah pajak
(meminimalkan pajak).
HUBUNGAN ISTIMEWA
Hubungan istimewa terjadi antara induk perusahaan dengan anak
perusahaannya, di Indonesia di atur dalam Pasal 18 ayat (3), (3a), dan
(4) UU Pajak Penghasilan sebagai berikut :

1. Dirjen Pajak berwenang menentukan kembali besarnya penghasilan


dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk
menhitung besarnya PKP bagi WP yang mempunyai hubungan
istimewa
2. Dirjen pajak berwenang melakukan perjanjian dengan WP dan
bekerja sama dengan otoritas pajak negara lain untuk menentukan
harga transaksi antar pihak yang mempunyai hubungan istimewa
3. Hubungan istimewa sebagaimana dianggap ada, apabila :
a. Wajib pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tdk
langsung paling rendah 25%
b. Wajib pajak menguasai wajib pajak lainnya
c. Terdapat hubungan keluarga
HARGA TRANSFER
Harga transfer berkaitan erat dengan harga
transaksi barang, jasa, atau harta tak berwujud
antarperusahaan dalam suatu perusahaan
multinasional.

Pengertian peyoratif
Pengertian netral
mengasumsikan harga transfer
mengasumsikan bahwa harga sebagai upaya untuk
transfer adalah murni menghemat beban pajak
merupakan strategi dan taktik dengan taktik, antara lain
bisnis tanpa motif pengurangan menggeser laba ke negara
beban pajak. yang tarif pajaknya rendah.
TUJUAN HARGA TRANSFER
Tujuan yang ingin dicapai dalam harga transfer
sebagai berikut :
 Memaksimalkan penghasilan gobal
 Mengamankan posisi kompetitif anak/cabang
perusahaan dan penetrasi pasar.
 Mengevaluasi kinerja anak/cabang perusahaan
mancanegara
 Menghindarkan pengendalian devisa
 Mengurang risiko moneter
PENENTUAN HARGA TRANSFER
1. Penentuan harga transfer berdasarkan biaya (cost basis
transfer pricing) . Digunakan pada transfer antarperusahaan
yang menggunakan konsep pusat pertanggungjawaban
biaya. Konsep ini sederhana dan menghemat sumber daya
karena tersedianya informasi biaya di setiap tingkat aktivitas
perusahaan.

2. Penentuan harga transfer berdsasarkan harga pasar (market


based transfer pricing). Kelemahan yang ada pada basis
biaya yaitu tidak dapat memotivasi dan mengevaluasi kinerja
divisi, diganti dengan basis pasar yang dianggap dapat
mengukur kinerja divisi atau unit dalam satu grup
perusahaan, serta sekaligus dapat merefleksikan keuntungan
setiap produk dan menstimulasi divisi untuk bekerja per
basis kompetisi.
3. Penentuan harga transfer berdasarkan negoisasi (the
negotiated price). Pengendalian keuntungan dan
pemberian otoritas kepada unit dalam grup secara
memadai menghendaki adanya harga transfer
berdasarkan negoisasi, dengan asumsi bahwa
kedudukan divisi-divisi tersebut berada dalam posisi
tawar-menawar (bargaining position) yang sama.

4. Penentuan harga transfer berdasarkan arbitrase


(arbitration transfer pricing). Pendekatan ini
menekankan pada harga transfer berdasarkan interaksi
kedua divisi dan pada tingkat yang dianggap terbaik
bagi kepentingan perusahaan tanpa adanya pemaksaan
oleh salah satu divisi mengenai keputusan akhir.
HARGA TRANSFER GANDA
Untuk memenuhi disparitas pertanggungjawaban dari
dua divisi, dikenal juga harga transfer ganda. Prosedur
aplikasi pendekatan ini dapat berupa misalnya :
1. Pemakaian harga transfer berdasarkan harga pasar,
negoisasi, atau arbitrase oleh divisi yang melakukan
transfer dalam menghitung penghasilan dan penyerahan
antar perusahaan
2. Biaya variabel divisi yang melakukan transfer plus margin
kontribusi atau beban tetap, ditransfer kepada divisi
penerima
3. Total laba per divisi akan lebih besar daripada laba
perusahaan, dan laba divisi produksi akan dieliminasi
dalam penyusutan laporan keuangan.
ISU-ISU PAJAK INTERNASIONAL DALAM
HARGA TRANSFER

Sebagian besar negara sekarang menerima


perjanjian modal Organization for Economic
Cooperation and Development (OECD), yang
meyatakan bahwa harga-harga transfer
sebaiknya disesuaikan dengan menggunakan
standar arm’s-length, artinya pada suatu harga
yang akan dicapai oleh pihak-pihak yang
independen.
ARM’S LENGTH STANDARD
Arm’s-length standard diterapkan dalam banyak cara, tetapi metode
yang paling banyak digunakan adalah sebagai berikut :
1. Comparable uncontrolled pricing method, metode ini mengevaluasi
kewajaran harga transfer dengan mengacu kepada tingkat harga yang
terjadi antara unit yang independen atau antara perusahaan
multinasional dengan unit yang independen.
2. Resale pricing method, metode ini diterapkan untuk produk yang
ditransfer ke anggota grup lainnya untuk dijual kembali.
3. Cost plus pricing method, metode ini mendekati kewajaran harga
transfer dengan menambahkan mark up yang wajar pada harga pokok
pihak yang mentransfer.
4. Other method, dalam keadaan tertentu, kombinasi ketiga metode di atas
perlu diterapkan, atau mungkin metode lain.
PERUSAHAAN MULTINASIONAL DAN
ASPEK PAJAKNYA
Perusahaan multinasional yang beroperasi di Indonesia dalam arti
perusahaan - perusahaan multinasional Indonesia yang mempunyai unit
(anak perusahaan / cabang / perwakilan) di luar negeri maupun
perusahaan - perusahaan multinasional di luar negeri yang mempunyai
unit (anak perusahaan / cabang / perwakilan) di Indonesia pada umumnya
akan senantiasa berusaha dengan istrumen harga transfer, mencapai salah
satu tujuannya memaksimalkan keuntungan dengan berupaya
meminimalkan beban pajaknya, terutama pajak penghasilan badan
(corporation income tax). Upaya yang dilakukan dengan pergeseran harga
dari negara yang beban pajaknya tinggi ke negara yang beban pajaknya
rendah atau nihil.
PERLAKUAN HARGA TRANSFER DI
INDONESIA
Hubungan istimewa tersebut dapat mengakibatkan
kekurangwajaran harga, biaya, atau imbalan lain yang direalisasikan
dalam suatu transaksi usaha.

Kekurangwajaran di atas dapat terjadi pada :


1. Harga penjualan
2. Harga pembelian
3. Alokasi biaya administrasi dan umum (biaya overhead)
4. Pembebanan bunga atas pemberian pinjaman oleh pemegang
saham
5. Pembayaran komisi, lisensi, waralaba, sewa, royalti, imbalan jasa
manajemen, imbalan jasa teknik, dan imbalan jasa lainnya.
PENANGKAL HARGA TRANSFER

Ada beberapa prosedur yang dapat ditempuh


untuk menanggulangi manuver pajak melalui harga
transfer sebagai berikut :
1. Menyingkap praktik bisnis antarperusahaan secara
lengkap sehingga dapat dievaluasi keinginan harga
transfer.
2. Harmonisasi pemajakan internasional untuk
meniadakan disparitas beban pajak.
3. Kerja sama internasional.
4. Advanced Pricing Agreement (APA).
ADVANCED PRICING AGREEMENT
(APA)
 APA adalah suatu kesepakatan mengenai penentuan harga transaksi dari
transaksi yang terjadi antara dua perusahaan yang mempunyai hubungan
istimewa dengan cara menetapkan satu set kriteria yang sesuai (seperti
metode, faktor-faktor pembanding, dan asumsi-asumsi) untuk periode
waktu tertentu.
 Beberapa manfaat diselenggarakannya APA, sebagai berikut :
a. Memberikan kepastian kepada WP atas semua penghitungan mengenai
harga transaksi dengan menggunakan metode yang disetujui.
b. Memberikan kepastian terhadap kegiatanWP termasuk kepastian
mengenai kewajiban pajak yang berkaitan dengan harga transfer.
c. Mengurangi biaya dan waktu pada saat di audit, karena selama periode
APA berlaku harga transaksi yang telah disepakati oleh WP dan otoritas
pajak.
d. Dapat mencegah praktik harga transfer yang tidak benar dan semata-
mata hanya untuk menghindari pajak.
 Hal yang harus dipertimbangkan dalam
penyelenggaraan APA yaitu kemungkinan adanya
potensi kerugian, seperti berikut ini.
1. Pengorbanan waktu dan biaya yang dikeluarkan
untuk penyelenggaraan APA.
2. Wajib pajak harus mengungkapkan informasi yang
mungkin merupakan rahasia perusahaan kepada
otoritas pajak.