Anda di halaman 1dari 16

GA-ETT DENGAN

PENYULIT
HIPERTENSI PADA
TUMOR COLLI

Dokter Pembimbing :
dr. Aldreyn Asman Aboet, Sp.An

Di Presentasikan oleh :
Latifa Junaidi (102117126)
Lisa Agustina Br Sembiring (71170891341)
Putri Rizky Humaira (71160891794)
Defenisi
Tumor Colli

Tumor coli adalah setiap massa


Karsinogen kimiawi, yang di dapat baik kongenital
Karsinogen fisik, maupun di dapat yang timbul di
Hormon, Gaya hidup, segitiga anterior atau posterior
Genetik, Kelainan leher antara klavikula pada
kongenital, Penurunan bagian inferior dan mandibula
imunitas serta dasar tengkorak pada
bagian superior.

Etiologi
Trias Anestesi :
Defenisi Anestesi
-Hipnotik, hilang
• Anestesi (pembiusan; kesadaran
berasal dari bahasa
Yunani an- "tidak, tanpa" -Analgetik, hilang
dan aesthētos, "persepsi,
kemampuan untuk perasaan sakit
merasa")
-Relaksan, relaksasi
otot-otot
Indikasi Anestesi
Anestesi Umum Umum
-Anestesi umum intravena
Tehnik Operasi
-Anestesi umum inhalasi
- Anestesi Berimbang

1. Pre-Operasi Persiapan
Pasien

Persiapan Obat EMERGENCY

-Analgetik : Fentanyl
Premedikasi -Sedatif : Midazolam
Persiapan Alat
-Induksi :Propofol (diprivan, recofol)
-Relaxant : Non depol (Rocuronium &
2. Durate Atracurium)
Operasi

Intubasi
Induksi
Endotra
Anestesi
cheal
Intubasi Endotrakeal
Obat
Anestesi
Umum

I. Gas Anestesi
: N20, Halotan,
IV. Monitoring
Isofluran,
Sevofluran

II. Relaxant :
Pelumpuh otot
III. Terapi
non-depolarisasi &
Cairan
Pelumpuh otot
depolarisasi
Bayi

Penyulit Operasi Anatomi bibir

Ventialasi
Laporan Kasus
– IDENTITAS
-Nama : Nur Hana -Alamat : Jl. Aluminium I Pokat Tj. Mulia
-Jenis Kelamin : Perempuan Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
-Umur : 68 tahun Status Perkawinan : Menikah
-Agama : Islam No RM : 325750
– ANAMNESA
Keluhan Utama : Benjolan dileher kanan
Telaah :
Pasien datang ke Rumah Sakit Haji Medan dengan keluhan adanya benjolan
dileher kanan sejak ± 6 bulan yang lalu. Benjolan awalnya muncul seukuran kelereng
namun semakin membesar sejak ± 2 bulan terakhir. Benjolan terasa nyeri.
Pasien juga mengeluhkan nyeri saat menelan sejak ± 2 bulan yang lalu. Selain
itu pasien juga mengeluhkan berat badan menurun sekitar 5 kg dalam dua bulan
terakhir.
Pasien juga mengeluhkan sakit kepala. Sakit dirasakan hilang timbul.sakit
dirasakan berkurang setelah pasien meminum obat.
Benjolan sebesar telur bebek (8cm), awalnya benjolan sebesar kelereng dengan
diameter 2cm. Benjolan berjumlah satu, teraba keras, warna kulit pada benjolan lebih
merah dibandingkan kulit sekitar. Benjolan tidak dapat digerakkan dan terasa nyeri.
Riwayat operasi sebelumnya tidak ada. Ditemukan adanya riwayat hipertensi. BAK
(+), BAB (+) Normal.
RPT : Hipertensi R.Alergi : (-)
RPK : (-) R.Pemakaian obat : Amlodipin
-Pemeriksaan Fisik
• Status Present
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang -Berat Badan : 56 kg
Tinggi Badan : 155 cm
• Keadaan Gizi
RBW= BB / (TB-100) X 100%
= 56/ (155-100) X 100% = 101%
Kesan : Normoweight
IMT= BB / (TB/100)2
= 56 / (155/100)2 = 23,3 kg/m2
Kesan : Normoweight
• B1 (Breath) B2 (Blood)
• Airway : Clear Akral : Hangat
• RR : 18x/menit CRT : <2 detik
• SP : Vesikuler ka=ki TD : 170/100 mmHg
• ST : Ronchi (-), Wheezing (-/-) HR : 100x/menit

• B3 (Brain) B4 (Bladder)
• Sensorium : Compos Mentis, GCS= 15 Urine Output :-
• Pupil : Isokor, ka=ki 3mm/3mm Kateter : Tidak Terpasang
• RC : (+)/(+)

• B5 (Bowel) B6 (Bone)
• Abdomen : Soepel Ekstremitas atas : 5/5
• Peristaltik : 7x/i Ekstremitas Bawah : 5/5
• Mual/Muntah : (-)/(-)
Darah Rutin
Hb : 12,9 g/dl (11,7 – 15,5 g/dl)
HT : 35,2 % (35 – 47 %)
Eritrosit : 3,4 x 106/µL (3,8 – 5,2 x 106/µL)
Leukosit : 15.400 / µL (4000 – 11.000 / µL)
Trombosit : 315.000/µL (150.000 – 450.000 / µL)
Hitung Jenis Leukosit
Eosinofil : 0% (1-3 %)
Basofil : 0% (0-1 %)
N. Stab : 0% (2-6 %)
N. Seg : 89% (53-75 %)
Limfosit : 7% (20-45 %)
Monosit : 4% (4-8 %)

Fungsi ginjal
Ureum : 21 (20-40 mg/dL)
kreatinin : 0,72 mg/dL (0,6-1,1 mg/dL)
Glukosa Darah
glukosa darah sewaktu : 128 mg/dL ( <140 mg/dL)
Fungsi Hati
SGOT : 26 U/l (<40 U/l)
SGPT : 25 U/l (< 40 U/l)
• Diagnosa : Tumor Colli
RENCANA TINDAKAN
Anesthesi : GA-ETT -Posisi : Supinasi
PS-ASA : II -Pernapasan : Ventilator
• PERSIAPAN OBAT GA-ETT
• Premedikasi Medikasi
-Midazolam : 3 mg -Propofol : 100 mg
-Fenthanyl : 100 mcg -Atracurium : 50 mg
-Ketorolac : 30 mg
-Ranitidine : 50 mg
-Ondansentrone : 4 mg
• Maintenance
-Isoflurance : 1,2 vol % - 1,5 vol % - 1 vol%
-RL : 500 cc
• Sebelum tindakan ekstubasi
-Prostigmin + Sulfas Atropine (3:3)
• Pernapasan
-O2 : 2 L/menit
-N2O : 1,2 L/menit
-Isoflurane : Pemberian awal 1,2%, dilanjutkan dengan dosis 1,5 % kemudian dilanjutkan
dengan dosis 1 %.
• Jumlah Cairan
-PO : RL 200 cc
-DO : RL 1100 cc
-Produksi Urin :-
• Perdarahan
-Kassa Basah : 5 x 10 = 50 cc
-Kassa 1/2 basah : 2 x 5 = 10 cc
-Suction : 200 cc
-Jumlah : 260 cc -10 % = 364 cc
• EBV : 56 x 65 -20% = 728 cc
• EBL : 3640 cc -30 % = 1.092 cc
• Durasi Operatif
-Lama Anestesi = 10.00 – 13.30 WIB
-Lama Operasi = 10.45 – 13.20 WIB
• Teknik Anastesi : GA - ETT
• Premedikasi dengan Inj. Midazolam 5 mg dan Inj. Fentanyl 100 mcg → Induksi: Propofol 100 mg
→ Sleep non apnoe → Inj. Atracurium 100 mg → Sleep apnoe → Oksigenasi dengan O2 5-10
menit sampai saturasi 99% Insersi ETT no. 7,5 → cuff (+)→ SP kanan = kiri → fiksasi.
Preoksigenasi → pernafasan terkontrol dengan Ventilator dan saturasi > 95%.
• POST OPERASI
• Setelah operasi selesai pasien di observasi di Recovery Room. Tekanan darah, nadi dan pernapasan
dipantau selama 2 jam, yaitu setiap 15 menit pada 1 jam pertama dan setiap 30 menit pada 1 jam
berikutnya.
• Pasien boleh pindah ke ruangan bila Alderette score > 9
– Pergerakan :2 -Pernapasan :2
– Tekanan darah :2 -Warna kulit :2
– Kesadaran :2
• TERAPI POST OPERASI
• Istirahat sampai pengaruh obat anestesi hilang
• IVFD RL 32gtt/menit
• Minum sedikit-sedikit bila sadar penuh dan
peristaltic (+) Normal
• Inj. Ketorolac 30 mg/8jam IV
• Inj. Ranitidine 50 mg/8 jam IV bila mual/muntah
• Inj. Ondansentron 4 mg/12 jam
Thankyou