Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI SYARIAH

TAUFIQ Nuruddin
MARSAN Mustopa
SRI YUNIARTI
ANA SILVIANA
NURKHASANAH
FANI IRMAYANTI
Pembahasan
1. Pengertian Mudharabah

2. Landasan Hukum

3. Rukun dan Syarat


Mudharabah

4. Sebab-sebab Batalnya
Mudharabah

5. Prinsip Pembagian Hasil


Usaha
Pengertian Mudharabah
• Dalam bahasa

mudharabah berasal dari kata dharb


(‫ ) ضرب‬yang berarti memukul atau
berjalan.

• Dalam istilah

mudharabah ialah akad antara dua


pihak (orang) saling menanggung, salah
satu pihak menyerahkan hartanya
kepada pihak lain untuk
diperdagangkan dengan bagian yang
telah ditentukan dari keuntungan,
seperti setengah atau sepertiga dengan
syarat-syarat yang telah ditentukan.
Landasan hukum

Al Qur’an

As-sunah

Ijma

Qiyas
Rukun dan Syarat Mudharabah

Syarat yang harus dipenuhi


dalam akad Mudharabah Menurut jumhur ulama’
ada tiga rukun dari
Mudharabah
Harta atau Modal
Keuntungan o Dua pihak yang berakad (pemilik
modal/shahib al-mal dan
pengelola
dana/pengusaha/mudharib)
Menurut
Menurut • ModaL
Ulama
Ulama • o Materi yang diperjanjikan atau
Syafi’iyah
Syafi’iyah
Pekerjaan
lebih
lebih • Laba objek yang diakadkan terdiri dari
memerinc
memerinc • Shighat atas modal (mal)
ii lagi
lagi
menjadi
menjadi • Dan 2 Orang
lima
lima akad o Sighat
Sebab-sebab Batalnya
Mudharabah

Pengelola
Pengelola
Pengelola atau mudharib meninggal
meninggaldunia
dunia
Tidak terpenuhinya syarat sengaja tidak melakukan tugas atau
atau pemilik
pemilik
sahnya Mudharabah sebagaimana mestinya dalam modalnya,
modalnya,maka
maka
memelihara modal Mudharabah
Mudharabah akan
akan
menjadi
menjadibatal
batal
Prinsip Pembagian Hasil Usaha

• Resiko finansial dan Non finansial,Hadist Ali R.A “Pungutan itu


tergantung pada kekayaan ,sedangkan laba tergantung pada
nisbah (porsi bagi hasil) apa yang mereka sepakati”

• Dalam Mudharabah,pemilik dana tidak boleh mensyaratkan


sejumlah tertentu untuk bagiannya karena dapat dipersamakan
dengan riba yaitu meminta boleh kelebihan atau imbalan tanpa
ada faktor penyeimbang (iwad) yang diperbolehkan syariah
.sehingga besarnya keuntungan yang diterima tergantung pada
laba yang dihasilkan .
Data :
• Penjualan : 1000.000
• HPP : 650.000 -
• Laba Kotor : 350.000
• Biaya-biaya :250.000 -
• Laba /Rugi bersih :100.000

• Bagi laba (profit sharing) nisbah pemilik dana 30 : 70

Pemilik : 30 % x 100.000 =30.000


Pengelola : 70 % x100.000 =70.000
(dasar pembagin hasil usaha : laba kotor – beban pengelolaan =
laba bersih)
• Bagi hasil (nisbah 10 :90 )
Bank syariah : 10% x 350.000 = 35.000
Pengelola : 90% x 350.000 = 315.000