Anda di halaman 1dari 16

& OTORITAS

MONETER

Oleh :
1. Nuri Rahmadani
2. Rahmansyah Harum NST
3. Regi Amalya
Pengertian OJK

OJK adalah lembaga yang bertugas mengatur dan


mengawasi kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.
Fungsi OJK

OJK berfungsi menyelenggarakan sistem


pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi
terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa
keuangan.
Tujuan OJK
Tujuan OJK ( Psl 4 UU No.21 Tahun 2014

Mendorng kegiatan sektor Mewujudkan sistem


jasa keuanagan agar Melindungi kepentingan
keuangan yang tumbuh
terselenggara secara teratur, konsumen dan
adil, transparan, dan secara berkelanjutan dan
masyarakat
akuntabel stabil
Tugas OJK
Penegakan
Pengaturan Pengawasan Hukum

Sektor Jasa Keuangan

PERBANK PASAR
IKNB MODAL
AN

• Asuransi • Emiten- Persh.Publik


• Bank Umum • Dana Pensiun • Persh. Efek
• BPR • Pegadaian • Manajer Investasi
• Persh. Pembiayaan • Bank Kustodian
• Persh. Penjaminan • Wali Amanat
• LKM • Profesi Penunjang
Wewenang OJK

Wewenang Pengawasan
Wewenang Pengaturan
 Melakukan pengawasan, pemeriksaan,
 Menetapkan peraturan pelaksanaan UU
penyidikan, perlindungan konsumen, dan
OJK
tindakan lain terhadap lembaga jasa
 Menetapkan peraturan perundang-
keuangan, pelaku dan/atau penunjang
undangan di sektor jasa keuangan
kegiatan jasa keungan
 Menetapkan peraturan mengenai
 Memberikan perintah tertulis kepada
pengawasan
Lembaga Jasa Keuangan dan/atau pihak
 Menetapkan peraturan mengenai
tertentu
tatacara penetapan perintah tertulis
 Melakukan penunjukan dan
 Menetapkan peraturan mengenai tata
penggunaan pengelola statuter
cara penetapan pengelolaan statuter pada
 Menetapkan sanksi administratif
Lembaga Jasa Keuangan
 Memberikan dam/atau mencabut izin
 Menetapkan peraturan mengenai sanksi
usaha, izin perseorangan, efektifnya
pernyataan pendaftaran, surat tanda
terdaftar, persetujuan melakukan kegiatan
usaha, pengesahan, persetujuan atau
penetapan pembubaran dan penetapan
lain.
OTORITAS MONETER

Otoritas moneter adalah suatu entitas yang memiliki


wewenang untuk mengendalikan jumlah uang yang
beredar pada suatu negara dan memiliki hak untuk
menetapkan suku bunga dan parameter lainnya yang
menentukan biaya dan persediaan uang
Tujuan dan Tugas
Tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan
memelihara kestabilan nilai rupiah. Dan untuk
mencapai tujuan tersebut BI melaksanakan
kebijakan moneter secara berkelanjutan,
konsisten, transparan, dan harus
mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah
di bidang perekonomian.
Tugas Bank Indonesia yaitu :

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter


2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem
pembayaran
3. Mengatur dan mengawasi bank
KEBIJAKAN MONETER
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan
ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan
melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian.
Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta
terjadinya peningkatan output keseimbangan dan kemakmuran
masyarakat. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat
diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang
beredar.
KEBIJAKAN MONETER

Kebijakan
Kebijakanmoneter ekspansif
moneter kontraktif
Tujuan Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter ditujukan untuk mendukung


tercapainya sasaran ekonomi makro yaitu
pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas harga,
pemerataan pembangunan, dan keseimbangan neraca
pembayaran. Tentunya sasaran tersebut perlu dicapai
secara serempak dan maksimal
Alat Kebijakan Moneter

Operasi Pasar Terbuka ( Open Market Operation)

Fasilitas Diskonto ( Discount Rate )

Rasio Cadangan Wajib ( Reserve Requirement


Himbauan
Ratio) Moral ( Moral Persuasion )
Prinsip Kebijakan Moneter

Prinsip –prinsip yang sering digunakan sebagai acuan dalam


menentukan kebijakan moneter khususnya di negara–negara
berkembang adalah sebagai berikut :

Memiliki satu sasaran utama

Bersifat antisipasif ( preempitive atau forward


looking)
CONTOH KASUS

21 Agustus 2018 , Otoritas Jasa Keuangan mengungkap kasus Tindak


Pidana Perbankan yang dilakukan Komisaris BPR Multi Artha Mas Sejahtera
berinisial H dengan nilai Rp 6,280 miliar yang digunakan untuk kepentingan
pribadi.
Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan, Rokhmad Sunanto
menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari temuan dalam proses
pengawasan yang dilakukan OJK terhadap kegiatan BPR MAMS yang
kemudian ditindaklanjuti oleh Satuan Kerja Penyidikan Sektor Jasa Keuangan
OJK.
Modus operansi yang dilakukan H sebagai Komisaris PT. BPR MAMS
adalah dengan pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam proses laporan,
maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau
rekening suatu bank dan/atau dengan sengaja menyebabkan tidak dilakukannya
pencatatan dalam pembukuan atau dalam laporan maupun dalam dokumen atau
laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening PT. BPR Multi Artha
Mas Sejahtera Bekasi.
LANJUTAN

Sejumlah tindakan penyidikan yang telah dilakukan OJK terkait kasus


ini antara lain: memeriksa 6 orang saksi termasuk pegawai PT. BPR MAMS
Bekasi, 1 orang ahli dari Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia
(PERBANAS) di Jakarta; memeriksa 1 orang tersangka.
Kemudian menyita barang bukti berupa dokumen kredit dan
kelengkapannya dengan penetapan penyitaan dari Pengadilan Negeri
Bekasi; menyerahkan Berkas Perkara kepada Jaksa Penuntut Umum;
menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum. PT.
Bank Perkreditan Rakyat Multi Artha Mas Sejahtera, yang beralamat di
Revo Town (d/h Bekasi Square Shopping Center) Nomor 78, Pekayon Jaya,
Kota Bekasi telah dicabut izin usahanya oleh OJK sejak 2 tahun lalu, yakni
sejak tanggal 26 Agustus 2016.