Anda di halaman 1dari 48

AUDIT RINCI

DAN
PENYUSUNAN
TEMUAN
Disampaikan oleh;
Emharri Manda Nasution, SE, MM

Diklat Audit BLUD Ciawi, 21 Mei 2015


REKAN BELAJAR ANDA ....

Emharri Manda Nasution, SE, MM.


Widyaiswara Madya
Perumahan Lembah Banjarwangi
Blok A/4 no 1 Ciawi - Bogor
KAP, NAD, Sumbar, Kalsel, Sumbar,
Pusdiklatwas BPKP
manda_nst@yahoo.co.id

2
Tujuan Pembelajaran

Kompetensi Dasar;
peserta diklat mampu melaksanakan
Indikator
audit kinerja pada BLUD.
Keberhasilan;
Setelah mengikuti
diklat ini Peserta
mampu melakukan
audit rinci dan
penyusunan temuan
dalam penugasan
audit kinerja BLUD.

3
MENU PEMBELAJARAN
“AUDIT RINCI & PENYUSUNAN TEMUAN”

1. Pendahuluan

2. Analisis GAP dan Pengujian Rinci

3. Penyusunan Temuan

4. Latihan

4
Sesi I;

PENDAHULUAN
Istilah Dalam Audit Kinerja
• SA -APIP  Audit Kinerja = audit operasional
• Kriteria audit  Efektifitas, efisiensi dan ekonomis
• Dalam dokumen Renstra ;
– Efektifitas  program
– Efisiensi dan ekonomis  kegiatan (= operasional)
• Audit Kinerja = audit atas program + audit atas kegiatan
(=operasional)

Simpulan ; audit kinerja dilaksanakan dgn dasar


pengetahuan yg bersifat multidisiplin dan lebih banyak
menekankan pada kemampuan analisis dari pada hanya
sebatas pengetahuan akuntansi.
6
Karakteristik Audit Kinerja
Audit kinerja berusaha mencari jawaban atas dua
pertanyaan dasar;
1. Apakah sesuatu yg benar telah dilakukan ?
(ditujukan terutama bagi pembuat kebijakan, yg
bertujuan utk mengevaluasi apakah kebijakan
telah diputuskan dgn tepat)
2. Apakah sesuatu telah dilakukan dgn cara yg
benar ?
( ditujukan utk mengetahui sejauh mana
kebijakan yg diambil telah diterapkan dgn benar
atau dilaksanakan dgn cara2 yg memadai)
7
Karakteristik Audit Kinerja
Apakah sesuatu yg benar telah
dilakukan ?
Pendekatan Efektifitas
Ya Tidak
Apakah sesuatu telah Ya Kuadran I Kuadran II
dilakukan dgn cara yg
benar ? Tidak Kuadran III Kuadran IV
Pendekatan Efisiensi

Kd I = suatu program atau keg yg benar dilakukan dgn menggunakan cara yg


terbaik, benar dan murah.
Kd II = suatu prog atau keg tdk dirancang dgn benar, tp tlh dilakukan dgn cara yg
benar dan murah sesuai dgn rencana tsb.
Kd III & IV = tdp kasus2 dimana suatu keg atau prog yg benar tdk dilakukan,
terlepas dari apakah cara yg digunakan benar atau tdk.

8
Karakteristik Audit Kinerja
Audit kinerja ;
• dpt dianalogkan dgn pemeriksaan dokter 
“medical check up” bukan “otopsi post mortem” =
pemeriksaan seharusnya dimaksudkan agar yg
diperiksa memperoleh petunjuk utk dpt hidup lebih
sehat dan bukan sbg pemeriksaan utk menganalisis
sebab2 kematian mayat.
• Hrs dpt berfungsi sbg suatu “early warning system”
agar pimpinan secara tepat pd waktunya, setidak-
tidaknya sblm terlambat, dpt mengadakan tindakan
korektif yg mengarah pd perbaikan organisasi.

9
Perbedaan Audit Kinerja dengan
Audit Operasional

Audit

Kinerja Operasional

fokus pada
fokus pada
cara-cara manajemen
pencapaian hasil
mengelola sumber daya

10
Persamaan Audit Kinerja dengan
Audit Operasional

• Sama-sama menilai operasi perusahaan


dalam mengelola sumber daya apakah
telah ekonomis, efisien, dan efektif
sebagai dasar untuk memberikan
rekomendasi guna peningkatan kinerja

Perlu alat ukur = indikator kinerja

11
Perencanaan Audit

Audit Pendahuluan

Buat Simpulan Pengujian Sistem Pengendalian

Pengujian Kecukupan IKU

Koreksi/Tetapkan
Cukup?
IKU

Pengujian Capaian Kinerja

GAP?

Analisis Gap & Audit Rinci

Simpulan

Laporan

Tahapan Audit Kinerja Sektor Publik – Pendekatan Umum 12


Sesi II;

ANALISIS GAP DAN


PENGUJIAN RINCI
Analisis Gap

14
Fase Pengujian dan Pengukuran
Capaian Kinerja
• Apabila auditi telah melakukan pengukuran dan
penyajian capaian IKK dalam laporan kinerjanya,
maka auditor melakukan pengujian terhadap
validitas capaian kinerja yang dilaporkan.
• Pengukuran realisasi kinerja dapat dilakukan
dengan menggunakan sistem informasi internal
auditi atau informasi eksternal mis:Survei
Pegawai dan Survei Kepuasan Pelayanan Publik
• Gap Analysis
• Tujuan akhir analisis tersebut adalah untuk
menilai kualitas, ketepatan waktu dan efisiensi
beberapa aktivitas utama sebagai dasar
rekomendasi yang akan diberikan.
• Action Plan
15
LANGKAH ANALISIS GAP KINERJA

• Lakukan pengujian target kinerja


– Berdasar renja dan DPA atau Tapkin
– Berdasarkan data kinerja periode-periode
sebelumnya
– Berdasarkan data kinerja instansi sejenis
• Tetapkan target sebagai dasar pengukuran
kinerja dengan persetujuan pimpinan instansi 
target ideal
• Bandingkan dengan hasil pengukuran kinerja
– Input, proses, output, outcome
– Ekonomi, efisiensi, dan efektifitas

16
LANGKAH ANALISIS GAP – lanj…
• Inventarisasi gap kinerja yang material:
– Berdasar target formal
– Berdasar target ideal
• Lakukan pemeringkatan gap kinerja yang
akan dilaksanakan perbaikan kinerja
– Makin stratejik, makin tinggi prioritasnya
– Makin besar gap kinerjanya, makin tinggi
prioritasnya
• LAKUKAN EVALUASI PENYEBAB dengan
memperhatikan simpulan hasil pengujian SPI
dan SMK
• SUSUN FAO yang menjadi fokus pada audit
rinci
17
1.
1. % jabatan yang diisi sesuai kompetensi masih sangat rendah yaitu 30% dari
jumlah jabatan yang seharusnya diisi sesuai dengan kompetensi berdasarkan
analisis kriteria kualifikasi jabatan yang telah ditentukan.
2.
2. Jumlah layanan ketatakotaan mengalami penurunan yaitu menjadi 90% dari
jumlah layanan tahun 2010.
3.
3. Penggunaan dana untuk kebutuhan sarana dan prasarana belum efisien. Hal ini
terlihat dari realisasi dalam volume/unit dibanding kebutuhan hanya 66,51%
meskipun seluruh dana telah direalisasikan sesuai rencana (100%).
4.
4. % Ketepatan waktu layanan masih sangat rendah yaitu untuk layanan di tingkat
Propinsi hanya sebesar 20,29% dan tingkat Wilayah hanya sebesar 28,27% dari
seluruh jumlah layanan ketatakotaan yang diberikan pada tahun 2011.
18
Contoh Penetapan FAO

Pengujian LAPORAN
Indikator TAO TELAAH & FAO
AUDIT
Temuan HASIL
Kinerja & UJI SPI RINCI
AUDIT
Capaian

••Prosedur
Prosedur belum
belum lengkap
lengkap
••Ketepatan
Ketepatan waktu
waktu ••Tidak
Tidak ada
ada juklak
juklak yang
yang Untuk
Untuk meyakini
meyakini bahwa
bahwa metode
metode kerja
kerja
layanan = 29%
layanan = 29% jelas
jelas untuk
untuk pelayanan
pelayanan publik
publik telah
telah
••Tingkah
Tingkah laku
laku tercela
tercela berjalan
berjalan secara
secara efisien
efisien dan
dan efektif
efektif
didiamkan
didiamkan

19
Audit Rinci

20
Tujuan dan Sasaran
• Tujuan ; menetapkan (bagian) kinerja mana yang
menunjukkan capaian yang jauh lebih rendah dari tolok
ukurnya, sehingga dapat diperoleh faktor penyebab
hakiki dari penyimpangan/gap tersebut.
• Sasaran;
a. Ketepatan waktu, kualitas, dan efisiensi.
b. Keandalan dan integritas sistem dan prosedur.
c. Pengendalian intern dan akuntabilitas.
d. Perlindungan terhadap aset‐aset publik.
e. Kepatuhan pada peraturan, kebijakan dan prosedur;
dan/atau
f. Efektivitas layanan publik atau program/kegiatan.
Audit Rinci
• Pengujian terinci dilakukan atas gap-gap kinerja
yang signifikan bagi kinerja auditan
• Pertimbangan untuk memilih proses atau program
utama untuk diuji, antara lain:
– Signifikansi proses atau program terhadap kinerja
auditan
– Kemudahan akses dan auditabilitas dari proses
atau program yang akan diuji
– Risiko yang melekat pada proses atau program
yang akan diuji
– Dampak audit terhadap auditan apakah hasil
audit akan memberikan nilai tambah
22
Audit Rinci – lanj....
• Focus on results
• Audit lanjutan ini dapat mengarah pada beberapa
atau seluruh sasaran berikut:
– Ketepatan waktu, kualitas dan efisiensi;
– Keandalan dan integritas sistem dan prosedur;
– Pengendalian manajemen dan akuntabilitas;
– Perlindungan terhadap aktiva publik;
– Kepatuhan pada peraturan, kebijakan dan
prosedur; dan/atau
– Aspek-aspek lingkungan

23
Langkah audit rinci
Mengembangkan sasaran/tujuan pengujian.

Menentukan ruang Iingkup.

Mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi (bukti).

Menetapkan faktor utama penyebab kesenjangan antara


capaian kinerja dengan tolok ukurnya.

Membuat simpulan dan mendokumentasikan hasil audit.


PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
1. Mengukur tingkat 1) Peroleh data‐data terkait RSB dan RBA
pencapaian hasil tahun yang diaudit. Informasi yang perlu
pengelolaan RSUD diperoleh setidaknya meliputi:
sebagaimana a. visi, misi, serta sasaran strategis RSUD,
ditetapkan dalam termasuk program dan kegiatannya,serta
Rencana Strategis b. rencana anggaran dan pembiayaan
Bisnis (RSB) dan RSUD.
Rencana Bisnis 2) Peroleh laporan realisasi kegiatan dan
Anggaran (RBA). anggaran tahunan, termasuk hasil evaluasi
dari pihak manajemen RSUD atas
pencapaian sasaran, program, dan kegiatan
RSUD.
3) Lakukan analisis dan evaluasi atas rencana
dan realisasi kegiatan dan anggaran.
4) Buat simpulan atas area‐area dalam
pengelolaan yang masih perlu peningkatan
terutama atas area yang tingkat
pencapaiannya sangat rendah.
PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
2. Kecukupan tenaga 1) Peroleh data‐data tentang sumber daya manusia
dokter dan perawat khususnya yang terkait dengan ketersediaan dokter dan
rumah sakit. perawat (tenaga medis).
2) Buat tabel sesuai dengan jenis unit pelayanannya yang
menginformasikan jumlah dokter tetap (PNS) dari rumah
sakit dengan dokter yang berasal dari Non PNS.
3) Lakukan analisis kecukupan dokter dan perawat
dibandingkan dengan jumlah pasien baik rawat jalan
maupun rawat inap.
4) Kumpulkan informasi baik yg berasal dari dokumen
maupun wawancara dengan pihak terkait di RSUD
mengenai kecukupan tenaga medis, disiplin kehadiran, &
kualitas tenaga medis.
5) Lakukan analisis sistem remunerasi dokter dan perawat
RSUD. Bandingkan dengan sistem remunerasi yang
berlaku di rumah sakit lain (kompetitor). Data bisa
diperoleh dari baik dokumen resmi yang ada maupun hasil
dari observasi dan wawancara. Sehingga diperoleh
kesimpulan bahwa sistem remunerasi yang ada di RSUD
mendukung/tidak mendukung peningkatan kinerja para
dokter dan perawat.
6) Buat simpulan atas hasil pelaksanaan prosedur evaluasi di
atas.
PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
3. Keandalan sistem 1) Peroleh data tentang sistem informasi apa
informasi. saja yang digunakan oleh rumah sakit
yang menyangkut sistem operasi, aplikasi,
database, jaringan, dan lain‐lain.
2) Analisis apakah sistem informasi tersebut
telah mendukung pelaporan akuntabilitas
RSUD termasuk diantaranya sistem
pelaporan keuangan.
3) Analisis apakah sistem informasi tersebut
telah mendukung operasional RSUD.
4) Analisis apakah telah dilakukan
pengamanan yang memadai terhadap
sistem informasi tersebut.
5) Lakukan evaluasi dan buatlah simpulan
tentang sistem informasi yang digunakan
RSUD.
PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
4. Mutu pelayanan 1) Peroleh data tentang jenis layanan yang diberikan
 untuk rumah sakit serta pengukuran SPM nya.
mengetahui 2) Peroleh standard operating procedures (SOP) tiap
seberapa baik jenis pelayanan.
mutu pelayanan 3) Analisis apakah rumah sakit telah menyusun clinical
rumah sakit pathway (CP = konsep perencanaan pelayanan
terhadap standar terpadu yang merangkum setiap langkah yang
yang telah diberikan kepada pasien sesuai standar pelayanan
ditetapkan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti
Keputusan dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu
Menteri tertentu selama di RSUD) dan telah
Kesehatan Nomor menerapkannya.
129/Menkes/SK/II 4) Analisis apakah RSUD telah menetapkan kebijakan
/2008 tanggal 6 tentang keselamatan pasien (patient safety).
Februari 2008 5) Analisis apakah RSUD telah melakukan evaluasi
tentang Standar terhadap variasi CP yang terjadi.
Pelayanan 6) Lakukan evaluasi dan buatlah simpulan tentang
Minimal Rumah mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit
Sakit (hubungkan dengan pengisian tabel lampiran
capaian SPM).
PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
5. Kecukupan 1) Peroleh data tentang peralatan dan ruangan
fasilitas rumah setiap unit pelayanan yang ada di RSUD.
sakit 2) Peroleh data terkait kriteria fasilitas yang
seharusnya ada sesuai jenis atau tipe
RSUD.
3) Bandingkan dan analisis apakah peralatan
unit pelayanan telah lengkap dan
layak.Tidak perlu dilakukan inventarisasi
atau cek fisik peralatan, cukup dari data
yang disajikan RSUD.
4) Analisis apakah luas ruangan unit pelayanan
telah sesuai dengan standar minimal.
5) Lakukan evaluasi dan buatlah simpulan
tentang kecukupan, kelengkapan dan
kelayakan fasilitas RSUD.
PKA Rinci ..
No Sasaran Audit Langkah Kerja
6. Kecukupan 1) Peroleh laporan keuangan rumah sakit
pendanaan dan (neraca, laporan aktivitas/laporan realisasi
efisiensi anggaran, laporan arus kas).
penggunaannya 2) Lakukan analisis keuangan: rentabilitas,
likuiditas, solvabilitas & cost recovery ratio
serta aktivitas.
3) Analisis apakah tarif berlaku telah menutupi
unit cost pelayanan.
4) Analisis apakah Pemda memberikan subsidi
yang cukup ke RSUD.
5) Analisis keseimbangan antara biaya investasi,
biaya operasional dan pemeliharaan.
6) Lakukan evaluasi dan buat simpulan tentang
kecukupan pendanaan dan efisiensi
penggunaan dana RSUD.
DISKUSI KELOMPOK
Berdasrkan hasil diskusi
uji SPI dan SMK.
Tetapkan FAO dari
Risiko masing-masing
pelayanan.
Tugas dikerjakan
secara kelompok untuk
menyusun PKA dan
merumuskan buki sbg
pendukung temuan, dan
hasilnya
dipresentasikan di
depan kelas
Sesi III;

PENYUSUNAN SIMPULAN 
TEMUAN
Unsur‐unsur Temuan
1) kondisi ("fakta yang ada");
2) kriteria ("apa yang seharusnya");
3) sebab ("mengapa terdapat deviasi antara kondisi
dengan kriteria");
4) dampak ("apa konsekuensi dari kondisi yang tidak
sesuai kriteria");
5) tanggapan auditan yang diperoleh secara tertulis
terhadap kondisi, sebab, dan/atau dampak; dan
6) rekomendasi auditor, sebagai sesuatu yang perlu
dilakukan untuk menghilangkan atau mengurangi
penyebab, akan disampaikan baik secara lisan maupun
tertulis kepada auditan.
Kondisi
Bila ada penyimpangan dengan standar atau
kriteria, perlu dilakukan :
1. Menilai penyebab tidak tercapainya target
kinerja,
2. Menilai dampak nyata dan/atau dampak
potensial
3. Mengidentifikasi penyebab hakiki
4. Memastikan apakah penyebab tersebut dapat
dihilangkan atau diperbaiki
5. Mengumpulkan bukti lebih lanjut
6. Menentukan siapa yang dipengaruhi oleh isu-
isu tersebut ;
7. Membahas masalah tersebut dengan
manajemen.
34
Kriteria
• Standar-standar kinerja yang logis dan
bisa dicapai  menilai ketepatan waktu,
kualitas dan efisiensi
• Dipakai sebagai pembanding dengan
kondisi yang ditemui
• Merefleksikan suatu model pengendalian
yang bersifat normatif, kualitatif maupun
kuantitatif, mengenai hal-hal yang diaudit.

35
Karakteristik Kriteria
Dapat dipercaya (Reliable);

Objektif (Objective);

Bermanfaat (Usefulness);

Bisa dimengerti (understandibility);

Bisa diperbandingkan (comparability);

Lengkap (completeness);

Bisa diterima (acceptability).


Sebab
Sebab mempunyai 2 (dua) arti, tergantung pada tujuan
audit:
a) Tujuan Audit untuk Pembuktian Kinerja,
“Sebab” adalah segala sesuatu yang menjelaskan
mengapa suatu laporan tidak sesuai dengan
kriteria tertentu
b) Tujuan Audit untuk Peningkatan Kinerja,
“Sebab” adalah hal yang menyebabkan adanya
perbedaan kondisi (pencapaian kinerja saat ini)
dan kemudian membandingkan dengan kinerja
yang seharusnya dapat dicapai.

37
Akibat
Akibat mempunyai 2 (dua) arti :
1.Suatu ukuran konsekuensi nyata atau
potensial dalam suatu kondisi yang
bervariasi (baik positif maupun negatif)
terhadap kriteria yang diidentifikasi
dalam audit; dan

2.Suatu ukuran mengenai dampak yang


dicapai oleh program atau kegiatan
telah menyebabkan perubahan kondisi
fisik, sosial, atau ekonomi
38
Tanggapan Auditi
• Tanggapan dari auditi perlu diperoleh
untuk mengklarifikasi temuan audit.
• Tanggapan tersebut dijadikan bahan untuk
analisis lebih lanjut dari konsep temuan
audit yang disusun auditor.

39
Rekomendasi
• Dikembangkan untuk :
• temuan dari pengujian rinci
• rekomendasi untuk area-area lain yang tidak
dilakukan pengujian rinci namun telah
diidentifikasi pada tahap pengujian capaian
kinerja

• Dalam menyusun rekomendasi, harus


mempertimbangkan apakah dampak dari
kelemahan tersebut :
• telah terjadi,
• sedang terjadi,
• akan terjadi.
40
Langkah-langkah dalam
menetapkan rekomendasi

Mencari masukan dari manajemen terhadap suatu isu


dan apa yang perlu dilakukan;

Pertimbangkan biaya dan kelayakan dalam arti yang


luas atas penerapan tindakan yang diusulkan dan
tindakan koreksi alternatif; dan

Memahami dampak yang mungkin timbul, baik yang


positif maupun yang negatif, jika rekomendasi
tersebut diterima.
Rumusan Rekomendasi
Hal yang perlu diperhatikan dlm menetapkan rekomendasi
1. Auditor harus memasukkan rekomendasi untuk
mengarahkan tindakan koreksi terhadap kelemahan
kinerja.
2. Rekomendasi tersebut harus dinyatakan dalam arti
yang luas terhadap apa yang perlu dilakukan dengan
rincian yang cukup agar auditan Iebih praktis
menerapkannya.
3. Biaya untuk mengimplementasikan rekomendasi tidak
melebihi manfaat yang akan diperolehnya.
4. Bila terdapat beberapa alternatif rekomendasi terkait
dengan biaya, harus diusulkan dan disepakati oleh
auditan.
Penyampaian Simpulan Sementara

Konsep temuan hasil audit disusun oleh KT dibantu AT

Konsep temuan hasil audit mendapat koreksi/persetujuan Dalnis

Konsep temuan hasil audit disampaikan kepada Pimpinan Auditi untuk


dibahas dan diberi tanggapan

Komentar/tanggapan auditi didokumentasikan dan dianalisis

Temuan yang tidak disetujui auditan dan bukti pendukung serta alasannya
diterima auditor dapat dihilangkan atau diberi tanda silang pada konsep temuan.

Tiap halaman diparaf dan halaman terakhir ditandatangani oleh KT, PT dan Pimpinan
auditan
Hal yang perlu diperhatikan dalam
meminta tanggapan,
1. Menghindarkan Kesalahpahaman
Auditor harus memastikan bahwa pihak yang dimintai
tanggapan memahami temuan audit yang disampaikan.
2. Kerahasiaan
Auditor harus memastikan bahwa kerahasiaan isi ikhtisar
temuan hasil audit dapat terjaga baik oleh auditor dan
auditan. Kata rahasia harus dimuat dalam halaman sampul
dan setiap lembar isi ikhtisar temuan hasil audit.
3. Jangka waktu.
Kesepakatan mengenai jangka waktu pemberian tanggapan
harus ditetapkan bersama antara auditor dan auditan. Auditor
harus selalu memonitor kemajuan proses pemberian
tanggapan atas ikhtisar temuan hasil audit yang
bersangkutan.
Jika ada yang belum jelas .....

Silahkan
bertanya .
...
LATIHAN
DISKUSI KELOMPOK
Dari hasil rumusan
audit
rinci,kembangkan
menjadi unsur-unsur
temuan hasil audit

Tugas dikerjakan
secara kelompok
untuk menyusun
temuan, dan hasilnya
dipresentasikan di
depan kelas
Terima Kasih ...
Semoga sukses selalu ...

48