Anda di halaman 1dari 14

Laporan Praktikum ke 4 M.K.

Pengemasan Pangan

Tanggal Mulai Tanggal Selesai

: 28 Februari 2012 : 6 Maret 2012

PENGENALAN WADAH GELAS DAN PENGUKURAN DIMENSI WADAH GELAS


Oleh : Kelompok 3 Suci Ramadhani Rico Fernando Theo Pratiwi Indah Ekasastri Eka Nina Wulan Dewi S J3E111003 J3E111044 J3E111055 J3E111107 J3E111135

Asisten Praktikum : Sofiatul Andariah

Penanggung Jawab : Ir. Dwi Yuni Hastuti, DEA

PROGRAM KEAHLIAN SUPERVISOR JAMINAN MUTU PANGAN DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2012

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Gelas adalah benda yang transparan, lumayan kuat, biasanya tidak bereaksi dengan barang kimia, dan tidak aktif secara biologi yang bisa dibentuk dengan permukaan yang sangat halus dan kedap air. Oleh karena sifatnya yang sangat ideal gelas banyak digunakan di banyak bidang kehidupan. Tetapi gelas bisa pecah menjadi pecahan yang tajam. Sifat kaca ini bisa dimodifikasi dan bahkan bisa diubah seluruhnya dengan proses kimia atau dengan pemanasan (Anonim, 2010). Bentuk kemasan dari produk-produk yang diteliti diolah dengan desain yang mampu menarik perhatian konsumen. Penutup kemasan yang digunakan untuk menutup kemasan harus aman dan tidak bereaksi (inert) dengan produk yang dikemas. Penutup kemasan yang terbuat dari logam terdapat karet di balik tutupnya agar produk tidak terkena langsung dengan logam. Gelas bersifat inert (lambat bereaksi) terhadap bahan kimia dan hampir tidak bereaksi dengan bahan/produk yang dikemas. Sifat inert dari bahan gelas memang relatif, namun hampir setiap bahan gelas tidak bereaksi dan tidak menimbulkan efek dengan bahan kimia. Disamping itu kemasan gelas dapat digunakan untuk mengemas bahan/produk berbentuk cair, padat dan gas karena mampu mencegah penguapan, kontaminasi bau atau flavor dari luar. Batas antara produk dengan bahan yang dikemas bertujuan untuk menghindarkan produk terkena penutup. Selain itu, batas antara produk dengan tutup kemasan bertujuan untuk memberikan rongga untuk pemuaian produk. Kemudahan membuka tutup kemasan (easy of unpacking) digolongkan menjadi mudah, sedang dan sulit. Kontur dari kemasan gelas yaitu mulus, bertekstur lubang-lubang dan bertekstur titik-titik kecil. Kontur permukaan kemasan adalah untuk membuat kemasan terlihat unik dan menarik perhatian komsumen.

1.2 Tujuan Praktikum Praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar mahasiswa mengenal beberapa sifat dasar bahan gelas dan mengetahui dimensi kemasan gelas serta dapat menentukan penggunaan gelas dalam pengemasan pangan.

BAB II METODOLOGI
2.1 Alat dan Bahan Pengamatan I Alat : Jangka sorong Penggaris Panci Kompor Gelas Ukur 250ml Gelas Piala 500ml Bahan : Gelas jar(bermulut lebar dan sempit) Botol Gelas Botol gelas soda 1 liter Botol plastik PET soda 1 liter Botol plastik PET jus 1 liter

2.2 Metode Langkah langkah yang dilakukan dalam praktikum adalah sebagai berikut: 1. Pengujian secara visual Dilihat kemasan gelas dari segi bentuk dan tipe gelas Diamati keadaan permukaan luar (halus/kasar, tergores/tidak, dll) Diamati keadaan tutup kemasan gelas (berkarat/tidak, dll) 2. Pengujian security Diisi dengan air panas gelas yang akan diuji, diberi head space (1-2 cm) Direbus selama 15 menit dalam air mendidih

Ditutup dengan penutup sampai rapat

Diberi tanda garis vertikal antara penutup dengan mold seam

Didinginkan dengan direndam dalam air dingin

Dibuka penutup, dibiarkan beberapa saat

Ditutup kembali sampai rapat

Diamati dan diukur bila ada perbedaan dengan semula

3. Dimensi kemasan gelas Ditentukan bagian-bagian gelas jar dan botol

Diukur bagian-bagian tersebut

Dibandingkan hasil pengukuran tersebut dengan standar

Ditentukan kapasitas isi dan berat maksimum gelas jar dan botol

4. Perbandingan Kemasan Botol Gelas dan Botol Plastik PET Diisi kemasan botol gelas dengan air hingga tanda brim, diukur dengan tepat berapa jumlah air yang dapat dikandungnya, dicatat hasilnya.

Diisi kemasan botol soda dengan air hingga tanda brim, diukur dengan tepat berapa jumlah air yang dapat dikandungnya, dicatat hasilnya.

Diisi kemasan botol juice dengan air hingga tanda brim, diukur dengan tepat berapa jumlah air yang dapat dikandungnya, dicatat hasilnya.

Ditempatkan dalam panci botol-botol tersebut. Air mendidih dimasukkan ke dalam botol dan dibiarkan dingin. Dicatat jumlah air yang dapat dikandung oleh masing-masing botol.

Dihitung persentase perubahan masing-masing botol. Dengan cara : Persentase perubahan = ((volume awal-volume setelah botol dipanaskan) x 100%)

BAB III HASIL dan PEMBAHASAN


3.1 Hasil Pengamatan 1. Tabel pengamatan visual Jenis Gelas No 1 2 3 pengujian visual Bentuk Gelas Tipe gelas Tutup Gelas Karat tergores halus keadaan diameter 4 permukaan gelas halus penyok ya tidak halus ya baik tidak botol jar Wide Mouth Continuos thread Plastik Tidak ya ya botol kaca narrow neck side seal Logam Ya tidak ya

Pengamatan 2 Pada praktikum ini, botol gelas yang disi air panas dan direbus selama 15 menit mengalami pergeseran garis vertikal antara penutup dengan mold seam. Saat dibuka, botol mengeluarkan bunyi karena tekanan yang keluar dari dalam botol.

Pengamatan 3 Tabel Dimensi Kemasan Gelas No. Sifat 1. 2. 3. 4. 5 6. Diameter luar atas Diameter dalam atas Diameter luar ( body ) Diameter dalam (body) Tinggi Body Finish-bottom Toples jar (cm) 5,7 4,7 7,8 7,3 8,61 6,5 Botol gelas (cm) 2,19 1,5 5,5 5,9 20,6 5,5

Pengamatan 4 Tabel Perbandingan Kemasan Botol Gelas dan Botol Plastik PET Tipe Botol Total volum (ml) Total volume (ml) setelah dimasukan air mendidih Botol Gelas 1045 PET Juice PET Soda 984 1034 1022 818 761,5 Persentase perubahan % 2,2 16,86 26,35

3.2 Pembahasan Pengamatan 1 Berdasarkan bentuk dan tipe gelas dapat dibedakan atas dua yaitu gelas bermulut besar (wide mouth) dan gelas yang bermulut kecil (narrow neck). Gelas yang bermulut besar ini sering digunakan untuk bahan produk pangan bayi, jam, jelly, dan lain-lain, sedangkan yang bermulut kecil untuk produk sirup, saus, sari buah, cuka, dan lai-lain. Menurut (Syarief. 1989), karena adanya perbedaan jenis ini, maka berdasarkan fungsinya penutup wadah gelas di bagi atas 3 golongan, yaitu : 1. Penutup yang dirancang untuk menahan tekanan dari dalam wadah gelas (Pressure Seal). Tipe ini digunakan untuk minuman-minuman berkarbonasi. 2. Penutup yang dapat menjaga keadaan hampa udara di dalam wadah gelas (Vacuum Seals).Tipe ini digunakan untuk penutup kemasan hermetis atau bahan-bahan pangan yang diawetkan dan kemasan pasta. 3. Penutup yang dirancang semata-mata untuk mengamankan produk pangan yang ada di dalam wadah (Normal Seals). Pada pengamatan ini, praktikan mengidentifikasi berbagai keadaan pada gelas secara visual. Setelah diamati, umumnya gelas memiliki permukaan yang halus dan transparan. Selain itu, praktikan menemukan beberapa kerusakan dan kecatatan yang terjadi pada gelas. Kerusakan dan kecatatan yang terjadi pada gelas, seperti: goresan, penyok, permukaan bottom plate tidak merata, karat pada tutup gelas dan bentuknya tidak merata imi karena gelas yang diamati sudah cukup lama sehingga terjadi reaksi korosi pada tutup yang berbahan logam . Kerusakan dan kecacatan keadaan gelas dipengaruhi oleh proses produksi. Misalnya pada bagian gelas yang diamati terdapat penyok hal ini di karenakan pada saat proses blower yang tidak sempurna.pada kemasan gelas jar tutup pada gelas berbahan dasar plastik karena produk yang menggunakan kemasan gelas jar adalah selai yang kemungkinan memiliki asam yang cukup tinggi bila tutup menggunakan bahan dari logam maka asam tersebut akan bereaksi dengan logam dan dapat mengkontaminasi produk. Kemungkinan plastik yang digunakan untuk tutup gelas adalah HDPE karena dari visual terlihat buram. Sifat dari HDPE sendiri inert terhadap asam. Diameter pada gelas kaca yang bermulut kecil terlihat

tidak rata jadi untuk menentukan diameter dari gelas tersebut sulit tetapi bagian dari bawah gelas (bottom) yang sedikit melengkung kedalam membuat kemasan gelas dapat berdiri. Pengamtan 2 Pada uji mouthseal gelas yang bermulut keci dilakukan percobaan dengan mengisi air biasa pada botol sampai pada daerah head space. Kemudian botol direbus sampai sekitar 15 menit hingga mendidih. Saat mendidih, botol di tutup rapat dan diberi garis searah dengan mouthseal hingga pada tutupnya. Botol direndam pada air dingin hingga suhu air botol turun dan dapat dipegang oleh tangan tanpa menggunakan pelindung. Setelah suhu botol turun, tutup dibuka dan terasa seperti ada tekanan yang membuat tutup botol terangkat keatas. Ini terjadi karena kondisi didalam botol vacum. Kondisi vacuum ini diperoleh dari head space yang diberikan. Pada saat suhu tinggi, air dimasukkan ke dalam gelas dalam keadaan vakum (kedap udara). Sifat gelas yang kedap gas serta tahan tekanan dari dalam membuat uap air dan tekanannya terjebak di dalam gelas. Saat tutup di buka,tekanan dan uap air yang terjebak di dalam (head space) keluar dan menimbulkan bunyi serta dorongan dari dalam gelas. Kemudian, saat ditutup ulang, tutup tidak lagi segaris dengan garis awal yang sudah diberi tanda. Hal ini terjadi karena botol memuai. . Head space diberikan untuk memberikan ruang pemuaian. Pemuaian adalah suatu gejala penambahan ukuran pada sebuah benda atau zat akibat kenaikan suhu. Pemuaian mengakibatkan perubahan bentuk gelas. Pemuaian membuat proses pembukaan tutup lebih mudah daripada sebelumnya dan posisi garis vertikal yang diberikan mengalami pergeseran akibat pengembangan bentuk gelas. Pengamtan 3 Pada pengamatan ini, praktikan mengidentifikasi ukuran dimensi gelas yang berbentuk botol dan jar. Gelas terdiri dari beberapa bagian. Bagian finish merupakan tempat tempat tutup yang dicetak terakhir. Bagian finish mempunyai terdiri dari sealing surface, glass thread or ing, continous thread, transfer head, dan vertical neck ring seam. Bagian body terdiri dari shoulder, heel, side wall, dan mold seam. Sedangkan untuk bagian bottom terdiri dari bottom plate parting

line. Kemasan botol memiliki diameter yang lebih kecil, tetapi mimiliki ukuran body yang lebih tinggi serta ukuran mulut yang lebih sempit. Kemasan jar memiliki diameter yang lebih besar, tetapi mimiliki ukuran body yang lebih pendek serta ukuran mulut yang lebih sempit. Dimensi gelas memiliki karakteristik dengan jenis produk yang dikemasnya. Botol Kemasan botol digunakan untuk produk cairan atau larutan yang mengandung butiran padat. Misalnya sirup, air mineral, minuman

berkarbonasi, minuman beralkohol, minuman berenergi, kecap, saus tomat, sari buah yang masih berupa essens dan madu. Jar Kemasan jar digunakan untuk mengemas produk cair, padat, semi padat misalnya jam, pasta, acar, kopi bubuk, susu bubuk, madu, mayonnaise, dan jelly. Bahan yang dikemas dari kemasan gelas yaitu berwujud gel, cair, dan kental. Dengan wujud tersebut, diameter atas kemasan harus dibuat kecil agar produk dapat keluar dengan mudah dari dalam kemasan. Kemudahan produk keluar dari dalam kemasan merupakan kemudahan untuk dihabiskan (easy of resealing). Produk berwujud cair tidak mempunyai masalah bila diameter atas botol berukuran kecil, karena produk di dalamnya masih dapat keluar . Berbeda dengan produk wujud gel. Produk ini harus dikemas dalam kemasan berdiameter besar, seperti kemasan selai atau kemasan balsam. Kemasan yang digunakan untuk mengemas produk yang berwujud kental diameternya berbeda-beda tergantung dari tingkat kekentalannya. Sebagai contoh, Maggie merupakan bumbu penyedap berbentuk seperti kecap, lubang atasnya berdiameter kecil, namun produk Maggie tetap bisa keluar dari kemasan. Sedangkan Kokita Asam Manis tingkat kekentalannya berbeda dengan Maggie, sehingga tidak bisa dikemas dalam kemasan dengan diameter lubang kecil.

Karena jika produk yang dikemas dengan botol jar misalnya sambal terasi ABC di masukkan kedalam kemasan gelas yang mulutnya kecil maka akan susah di keluarkan hal ini karena prduk sambal terasi ABC masih terdapat bulir bulir cabe yang masih kasar sehingga sulit untuk dikeluarkan bila dikemas dengan

botol gelas jar sendok dapat masuk untuk mengambil produk didalam sehingga memudahkan konsumen.

Pengamtan 4 Pengolahan data:

Boto gelas = PET juice = PET soda =

=2,2 %

26,35%

Pada pengamatan ini, kemasan diuji ketahanannya terhadap suhu tinggi. Dari hasil pengamatan, volume air awal ( air dingin ) dengan akhir (air panas ) mengalami perbedaan volume. Kemasan gelas mengalami perubahan volume yang lebih sedikit (2,2 %) daripada kemasan PET juice (16,86%) dan kemasan PET soda ( 23,65%). Hal ini disebabkan oleh : Sifat kemasan terhadap ketahanan panas: Kemasan gelas memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi sampai 5000C sedangkan kemasan PET memiliki ketahanan terhadap suhu tinggi sampai 1200C. Ketelitian pengisian volume: Perbedaan pengisian volume mempengaruhi hasi pengkuran akhir. Volume air yang disi dengan air dingin harus sama dengan pengisian dengan air panas ( hingga tanda brim ). Penguapan air Penguapan air akibat suhu yang tinggi (suhu mendidih air) mengakibatkan volume air kemasan berkurang karena volume air berpindah ke udara. Tingkat pemuaian dan kekerutan. Pada kemasana gelas, terjadi proses pemuaian sehingga volume yang hilang tidak terlalu banyak. Kemasan PET juice dan soda mengalami

kehilangan volume yang cukup banyak karena PET mengalami proses pengerutan sehingga mengurangi kapasitas volume yang dapat ditampung. Bahan penyusun kemasan. Bahan penyusun kemasan mempengaruhi tingkat ketahanan kemasan terhadap suhu tinggi. Hal ini terlihat pada kemasan gelas yang bahan penyusunnya memiliki ketahanan suhu tinggi yang lebih baik dari bahan kemasan PET. Namun, pada kemasan PET juice dan soda memilki perbedaan volume. Hal ini disebabkan oleh bahan tambahan yang diberikan pada saat proses pembuatannya serta kebutuhan dari kemasan itu sendiri.

BAB IV KESIMPULAN dan SARAN


3.1 Kesimpulan Gelas merupakan kemasan yang memiliki sifat mekanis yang sangat baik. Namun tidak memungkinkan juga kemasan gelas terhindar dari kerusakan dan kecacatan. Kerusakan pada gelas umumnya disebabkan oleh kesalahan pada saat produksi atau penyimpanannya yang kurang baik. Head space pada gelas memiliki fungsi vakum yang sangat baik untuk memberi ruang uap air dan gas serta pada saat gelas memuai. Dimensi gelas berkaitan dengan jenis produk yang dapat dikemasnya. Gelas memiliki ketahanan suhu tinggi yang lebih baik dibandingkan kemasan plastik PET. 3.2 Saran Pemeriksaan pada proses produksi perlu dilakukan untuk menghindari kemasan cacat beredar dipasaran serta harus disimpan dengan sebaik mungkin untuk meminimalisir dan menghindari kerusakan dan kecacatan pada kemasan.

DAFTAR PUSTAKA
Syarief, R., S.Santausa, St.Ismayana B. 1989. Teknologi Pengemasan Pangan. Laboratorium Rekayasa Proses Pangan, PAU Pangan dan Gizi, IPB. http://www.blog.ub.ac.id/nittaaa/2011/04/11/pengemasan-bahan-pangan [3 Maret
2012]

http://www.sitianisa.wordpress.com/Anisa, S/2010/Kemasan gelas. [3Maret 2012] http://www.scribd.com/Anonymous/2009/Kemasan gelas. [05 Maret 2012] http://www.scribd.com/doc/transfer massa uap air melewati film kemasan pe dan pp. [4 Maret 2012] http://www.ylkreatip.blogspot.com/2010/04/kemasan-gelas.html [3 Maret 2012]