Anda di halaman 1dari 38

BAB II ISI II.1 MUSKULOSKELETAL II.1.

1 Pengertian Muskuloskeletal Muskuloskeletal terdiri dari kata : Muscle = otot Skeletal= rangka

Otot(muscle) Jaringan tubuh yang berfungsi mengubah energi kimia menjadi kerja mekanik sebagai respons tubuh terhadap perubahan lingkungan.

Rangka(skeletal) bagian tubuh yang terdiri dari tulang, sendi, dan tulang rawan (kartilago) sbg tempat menempelnya otot dan memungkinkan tubuh untuk mempertahankan sikap dan posisi

Jadi, sistem muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri dari otot (muskulo) dan tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet). Otot adalah jaringan tubuh yang mempunyai kemampuan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik (gerak). Sedangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang-tulang yang memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk, sikap dan posisi.

II.1.2 Anatomi dan Fisiologi Muskuloskoletal II.1.2.1 Anatomi Otot (muskulo) II.1.2.1.1 Otot Rangka Otot bagian ini dibagi menjadi 5 bagian: 1. Otot pundak kepala, dibagi menjadi 2 bagian: a. Muskulus frontalis, fungsinya mengerutkan dahi dan menarik dahi mata.
2

b. Oksipitalis terletak dibagian belakang, fungsinya menarik kulit ke belakang. 2. Otot wajah terbagi atas: a. Muskulus rektus okuli/otot mata. b. Muskulus oblikus okuli/otot bola mata, fungsinya memutar mata. c. Muskulus orbikularis okuli/otot lingkar mata terdapat di sekeliling mata, fungsinya sebagai menutup mata atau otot sfingter mata. d. Muskulus levator palpebra superior terdapat pada kelopak mata. Fungsinya menarik, mengangkat kelopak mata atas pada waktu membuka mata. 3. Otot mulut/bibir dan pipi, terbagi atas : a. Muskulus triangularis dan muskulus orbikularis oris/otot sudut mulut, fungsinya menarik sudut mulut kebawah. b. Muskulus quadratus labii superior, otot bibir atas mempunyai origo pinggir lekuk mata menuju bibir atas dan hidung. c. Muskulus kuadratus labii inferior, terdapat pada dagu merupakan kelanjutan pada otot leher. Fungsinya menarik bibir ke bawah atau membentuk mimik muka kebawah. d. Muskulus buksinator, membentuk dinding samping rongga mulut. Origo pada taju mandibula dan insersi muskulus orbikularis oris. Fungsinya untuk menahan makanan waktu mengunyah. e. Muskulus zigomatikus/otot pipi, fungsinya untuk mengangkat dagu mulut ke atas waktu senyum. 4. Otot mengunyah/otot yang bekerja waktu mengunyah terbagi atas : a. Muskulus maseter, fungsinya mengangkut rahang bawah pada waktu mulut terbuka. b. Muskulus temporalis, fungsinya menarik rahang bawah ke atas dan ke belakang. c. Muskulus peterigoid internus dan eksternus, fungsinya menarik rahang bawah ke depan.

5. Otot lidah, sangat berguna dalam membantu panca indra dalam mengunyah. terbagi atas: a. Muskulus genioglosus, fungsinya mendorong lidah ke depan. b. Muskulus stiloglolus, fungsinya menarik lidah ke atas dan ke belakang. B. Otot leher Bagian otot ini dibagi menjadi 3 bagian:

1. Muskulus platisma, terdapat di samping leher menutupi sampai bagian dada. Fungsinya menekan mandibula, menarik bibir ke bawah dan mengerutkan kulit bibir. 2. Muskulus sternokleidomastoid di samping kiri kanan leher ada suatu tendo sangat kuat. Fungsinya menarik kepala ke samping, ke kiri, dan ke kanan, memutar kepala dan kalau keduanya bekerja sama merupakan fleksi kepala ke depan di samping itu sebagai alat bantu pernafasan. 3. Muskulus longisimus kapitis, terdiri dari splenius dan semispinalis kapitis. Ketiga otot ini terdapat di belakang leher, terbentang dari belakang kepala ke prosesus spinalis korakoid. Fungsinya untuk menarik kepala belakang dan menggelengkan kepala.

C. Otot bahu Otot bahu hanya meliputi sebuah sendi saja dan membungkus tulang pangkal lengan dan tulang belikat akromion yang teraba dari luar. 1. M. Deltoid (otot segitiga), otot ini membentuk lengkung bahu dan berpangkal dibagian sisi tulang selangka ujung bahu, balung tulang belikat dan diafise tulang pangkal lengan. Di antara otot ini dan taju besar tulang pangkal lengan terdapat kandung lendir. Fungsinya mengangkat lengan sampai mendatar.

2. M. Subskapularis (otot depan tulang belikat) otot ini mulai dari bagian depan tulang belikat, menuju taju kecil tulang pangkal lengan, di bawah uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya menengahkan dan memutar tulang humerus ke dalam. 3. M. Supraspinatus (otot atas balung tulang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah atas menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan. 4. M. Infraspinatus (otot bawah balung tulang belikat). Otot ini berpangkal di lekuk sebelah bawah balung tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan ke luar. 5. M. Teres mayor (otot lengan bulat besar). Otot ini berpangkal di siku bawah tulang belikat dan menuju ke taju kecil tulang pangkal lengan. Diantara otot lengan bulat kecil dan otot lengan bulat besar terdapat kepala yang panjang dari muskulus trisepbraki. Fungsinya bias memutar lengan ke dalam. 6. M. Teres minor (otot lengan belikat kecil). Otot ini berpangkal di siku sebelag luar tulang belikat dan menuju ke taju besar tulang pangkal lengan. Fungsinya memutar lengan keluar.

D. Otot dada Terdiri atas: 1. Otot dada besar (muskulus pektoralis mayor). Pangkal terdapat di ujung tengah tulang selangka, tulang dada dan rawan iga. Fungsinya dapat memutar lengan ke dalam dan menengahkan lengan, menarik lengan melalui dada, merapatkan lengan ke dalam. 2. Otot dada kecil (muskulus pektoralis minor). Terdapat di bawah otot dada besar, berpangkal di iga III,IV,dan V menuju ke prosesus korakoid. Fungsinya menaikkan tulang belikat dan menekan bahu. 3. Otot bawah selangka (muskulus subklavikula). terdapat diantara tulang selangka dan ujung iga I, bagian dada atas sebelah bawah os.klavikula. fungsinya menetapkan tulang selangka di sendi sebelah tulang dada dan menekan sendi bahu ke bawah dank e depan. 4. Otot gergaji depan (muskulus seratus anterior).berpangkal di iga I sampai IX dan mennuju ke sisi tengah tulang belikat, tetapi yang terbanyak menuju ke bawah. 5. Otot dada sejati yaitu otot-otot sela iga luar dan otot-otot sela dalam. Fungsinya mengangkat dan menurunkan iga waktu bernafas. E. Otot perut Terdiri atas:
5

1. Muskulus abdominis internal (dinding perut), garis di tengah dinding perut di namakan linea alba, otot sebelah luar (muskulus abdominis eksternal). Otot yang tebal di namakan oponeurosis, membentuk kandung otot yang terdapat di sebelah kiri dan kanan linea itu. 2. Lapisan sebelah luar sekali di bentuk otot miring luar (muskulus obliqus eksternus abdominis). Berpangkal pada iga V sampai iga yang bawah sekali. Serabut ototnya yang sebelah belakang menuju ke tepi tulang panggul (Krista iliaka). Serabut yang depan menuju linea alba. Serabut yang tengah membentuk ikat yang terbentuk dari spina iliaka anterior superior ke simpisis. 3. Lapisan ke dua di bawah otot di bentuk oleh otot perut dalam (M. Obliqus internus abdominis). Serabut miring menuju ke atas dan ketengah. Aponeurosis terbagi dua dan ikut membentuk kandung otot perut lurus sebelah depan dan belakang muskulus rektus abdominis, otot perut lurus mulai dari pedang rawan iga III di bawah dan menuju ke simfisis. Otot ini mempunyai empat buah urat melintang. 4. Muskulus transverses abdominis, merupakan xipoid menuju artikule ke kosta III terus ke simfisis. otot ini membentuk empat buah urat yang bentuknya melintang di bungkus oleh muskulus rektus abdominis dan otot vagina. 5. Otot yang masuk ke dalam formasi bagian bawah dinding perut atau dinding abdominal posterior : a. Muskulus psoas, terletak dibelakang diafragma bagian bawah mediastinum, berhubungan dengan kuadratus lumborum didalamnnya terdapat arteri, vena dan kelenjar Limfe. b. Muskulus iliakus, terdapat pada sisi tulang ileum sebelah belakang berfungsi menopang sekum, dan sebelah depan menyentuh kolon desendens.

F. Otot punggung Otot punggung (bagian belakang tubuh), otot ini dibagi menjadi 3 bagian : 1. Otot yang ikut menggerakkan lengan a. Trapezius (otot kerudung). Terdapat disemua ruas-ruas tulang punggung. Berpangkal ditulang kepala belakang. Fungsinya : mengangkat dan menarik sendi bahu. Bagian atas menarik scapula ke baguian medial dan yang bawah menarik kebagian lateral. b. Muskulus latisimus dorsi (otot punggung lebar), berpangkal pada rual tulang punggung yang kelima dari bawah fasia limboid, tepi tulang punggung dan iga III di bwah, gunanya menutupi ketiak bagian belakan g, menengahkan dan memutar tulang pangkal lengan kedalam.
7

c. Muskulus rumboi d (otot belah ketupat), berpangkal dari taju duri, dari tulang leher V, ruas tulang punggung V, disini menuju kepinggir tengah tulang belikat. Gunanya menggerakkan tulang belikat ke atas dan ketengah.

2. Otot antara ruas tulang belakang dan iga. Otot yang bekerja menggerakkan tulang iga atau otot bantu pernapasan, terdidir dari 2 otot, yaitu : a. Muskulus seratus posterior inferior (otot gergaji belakang bawah). Terletak dibawah otot punggung lebar, berpangkal di fasia lumbodorsalis dan menuju ke iga V dari bawah. Gunanya menarik tulang iga ke bawah pada waktu bernafas. b. Muskulus seratus posterior superior, terletak dibawah otot belah ketupat dan

berpangkal diruas tulang leher keenam dan ketuju dari ruas tulang punggung yang kedua. Gunanya menarik tulang iga ke atas waktu inspirasi.

3. Otot punggung sejati a. Muskulus interspinalis transversi dan muskulus semispinalis, terdapat di antara kirikanan prosesus transversus dan prosesus spina. Fungsinya untuk sikap dan pergerakan tulang belakang.

b. Muskulus sakrospinalis (muskulus erector spina), terletak di samping ruas tulang belakang kiri dan kanan. Fungsinya memelihara dan menjaga kedudukan kolumna vertebra dan pergerakan dari ruas tulang belakang. c. Muskulus quadrates lumborum, terletak di antara krista iliaka dan os kosta, terdiri dari 2 lapisan; fleksi dari vertebra lumbalis dan di samping itu juga murupakan dinding bagian belakang rongga perut.

G. Otot pangkal lengan atas 1. Otot-otot ketul (fleksor): a. Muskulus biseps braki (otot lengan berkepala 2). Otot ini meliputi 2 buah sendi dan mempunyai 2 buah kepala (kaput). Kepala yang panjang melekat di dalam sendi bahu, kepala yang pendek melekatnya di sebelah luar dan yang kedua di sebelah dalam. Otot itu ke bawah menuju ke tulang pengumpil. Di bawah uratnya terdapat kandung lendir. Fungsinya membengkokkan lengan bawah siku, meratakan hasta dan mengangkat lengan. b. Muskulus brakialis(otot lengan dalam). Otot ini berpangkal di bawah otot segitiga di tulang pangkal lengan dan menuju taju di pangkal di pangkal tulang hasta. Fungsinya membengkokan lengan bawah siku.

c. Muskulus korakobrakialisOtot ini berpangkal di prosesus korakoid dan menuju ke tulang pangkal lengan. Fungsinya mengangkat lengan. 2. Otot otot kedang (ekstensor) Muskulus triseps braki (otot lengan berkepala tiga) 1. Kepala luar berpangkal di sebelah belakang tulang pangkal lengan dan menuju kebawah kemudian bersatu dengan yang lain 2. Kepala dalam dimulai di sebelah dalam tulang pangkal lengan. 3. Kepala panjang di mulai pada tulang di bawah sendi dan ketiganya mempunyai sebuah urat yang melekat di olekrani.

10

H. Otot lengan bawah 1. Otot otot kedang yang memainkan peranannya dalam pengetulan di atas sendi siku, sendi sendi tangan, sendi jari dan sebagian dalam gerak silang hasta: a. Muskulus ekstensor karpi radialis longus b. Muskulus ekstensor karpi radialis brevis c. Muskulus ekstensor karpi radialis ulnaris, ketiga otot ini fungsinya sebagai ekstensi lengan (menggerakan lengan) d. Digitonum karpi radialis, fungsinya ekstensi jari tangan kecuali ibu jari e. Muskulus ekstensor policis longus, fungsinya ekstensi ibu jari. 2. Otot-otot ketul yang mengedamkan siku dan tangan serta ibu jari dan meratakan hasta tangan. Otot-otot ini berkumpul sebagai berikut : a. Otot-otot disebelah tapak tangan. Otot otot ini ada 4 lapis. Lapis yang kedua disebelah luar berpangkal ditulang pangkal lengan. Didalam lapis yang pertama terdapat otot-otot yang meliputi sendi siku, sendi antara hasta dan tulang pengumpil sendi dipergelangan. Fungsi nya dapat membengkokkan jari tangan. Lapis yang keempat ialah otot-otot untuk sendi-sendi antara tulang hasta dan tulang pengumpil. Diantara otot-otot ini disebut : Otot silang hasta bulat (muskulus pronator teres). Fungsinya dapat mengejarkan silang hasta dan membengkokkan lengan bawah siku. Otot-otot ketul untuk tangan dan jari tangan : muskulus palmaris ulnaris, berfungsi mengetulkan lengan; muskulus palmaris longus: muskulus fleksor karpi radialis, muskulus feksor dgitor sublimis, fungsinya fleksi jari kedua dan kelingking muskulus fleksor digitorum profundus, fungsinya fleksi jari 1,2,3,4, muskulus fleksor policis longus, fungsinya fleksi ibu jari. Otot yang bekerja memutar radialis (pronator dan supinator) terdiri dari : Muskulus prenator teres ekuadratus, fungsinya pronasi tangan, muskulus spinator brevis, fungsinya supinasi tangan.

11

b. Otot-otot disebelah tulang pengumpil, berfungsi membengkokkan lengan di siku, membengkokkan tangan kearah tulang pengumpil atau tulang hasta. c. Otot-otot disebelah punggung atas, disebut otot kedang jari bersama yang meluruskan jari tangan. Otot yang lain meluruskan ibu jari (telunjuk). Otot-otot lengan bawah mempunyai urat yang panjang dibagian bawah didekat pergelangan dan di tangan. Urat-urat tersebut mempunyai kandung urat. I. Otot-otot tungkai atas

12

Otot-otot tungkai atas ( otot pada paha), mempunyai selaput pembungkus yang sangat kuat dan disebut fasia lata yang dibagi atas 3 golongan yaitu : 1. Otot abduktor terdiri dari : a. Muskulus abduktor maldanus sebelah dalam b. Muskulus abduktor brevis sebelah tengah c. Muskulus abduktor longus sebelah luar Ketiga otot ini menjadi satu yang disebut muskulus abduktor femoralis. Fungsinya menyelenggarakan gerakan abduksi dari femur. 2. Muskulus ekstensor (quadriseps femoris) otot berkepala empat. Otot ini merupakan otot terbesar yang terdiri dari: a. Muskulus rektus femoris b. Muskulus vastus lateralis eksternal c. Muskulus vastus medialis internal d. Muskulus vastus intermedial e. Otot fleksor femoris, yang terdapat dibagian belakang paha terdiri dari: Biseps femoris, otot berkepala dua. Fungsinya membengkokkan paha dan meluruskan tungkai bawah. Muskulus semi membranosus, otot seperti selaput. Fungsinya membengkokkan tungkai bawah. Muskulus semi tendinosus, otot seperti urat. Fungsinya membengkokkan urat bawah serta memutarkan kedalam. muskulus Sartorius, otot penjahit. Bentuknya panjang seperti pita, terdapat dibagian paha. Fungsi : eksorotasi femur memutar ke luar pada waktu lutut merengetul, serta membantu gerakan fleksi femur dan membengkokkan keluar.

13

J. Otot tungkai bawah Terdiri dari: 1. Otot tulang kering depan muskulus tibialis anterior. Fungsi : mengangkat pinggir kaki sebelah tengah dan membengkokkan kaki. 2. Muskulus ekstensor talangus longus. Fungsi: meluruskan jari telunjuk ketengah jari, jari manis dan kelingking kaki 3. Otot kedang jempol, fungsi : dapat meluruskan ibu jari kaki. 4. Urat akiles (tendo acchiles) fungsi : meluruskan kaki di sendi tumit dan membengkokkan tungkai bawah lutut(muskulus popliteus) 5. Otot ketul empu kaki panjang (muskulus falangus longus). Berpangkal pada betis, uratnya melewati tulang jari dan melekat pada ruas empu jari. Fungsi : membengkokkan empu kaki. 6. Otot tulang betis belakang ( muskulus tibialis posterior). Berpangkal pada selaput antara tulang dan melekat pada pangkal tulang kaki. Fungsi : dapat membengkokkan kaki di sendi tumit dan telapak kaki di sebelah ke dalam

14

7. Otot kedang jari bersama. letaknya dipunggung kaki, fungsi : dapat meluruskan jari kaki (muskulus ekstensor falangus 1-5).

II.1.2.1.2 Otot Polos Di dalam tubuh, otot polos lebih banyak terdapat di organ-organ visceral tubuh manusia. Otot polos banyak ditemukan di organ-organ pencernaan dan pembuluh darah. Sesuai dengan namanya, otot polos memiliki ciri khas serabutnya yang polos alias tidak memiliki lurik. Hal itu disebabkan karena susunan filamen aktin dan miosin pada otot polos tidak tersusun secara teratur sebagaimana otot rangka, kadang malah tersusun secara spiral. Ciri lainnya, ukuran serabut otot polos lebih kecil dibandingkan dengan serabut otot rangka. Serabut otot polos berbentuk lancip pada kedua ujungnya. Inti sel hanya satu dan terletak di tengah serabut. Serabut juga tidak membentuk tubulus T, sehingga reaksi otot polos cenderung lebih lambat dibandingkan dengan otot rangka. Kontraksi otot polos berbeda
15

dengan otot rangka. Kontraksi otot polos menyebabkan filamennya melekat satu sama lain, sehingga waktu kontraksi bisa bertambah tanpa menggunakan ATP yang banya

II.1.2.1.3 Otot Jantung Otot jantung dinamakan dengan otot kardiak (cardiac muscle). Otot ini ditemukan pada jantung vertebrata. Sebagaimana kita tahu, otot jantung memiliki kerja di pengaruhi oleh saraf tak sadar dan mampu bekerja dalam jangka waktu yang sangat lama (tidak mudah lelah). Otot jantung memiliki lurik sebagaimana otot rangka. Berbeda dengan otot rangka, otot jantung memiliki inti sel tunggal dan serabut ototnya memiliki percabangan. Percabangan tersebut dinamakan dengan diskus interkalaris (intercalar disc). Adanya diskus interkalar berperan dalam meningkatkan kecepatan perambatan sinyal. Hal tersebut menyebabkan bagian tertentu dari jantung dapat berkontraksi secara bersamaan, misalkan otot pada ventrikel saat memompa darah. Jantung manusia tersusun atas ventrikel dan atrium. Konsep struktur menentukan fungsi memudahkan pemahaman mengapa otot pada dinding ventrikel lebih tebal dibandingkan atrium. Otot pada ventrikel lebih tebal karena digunakan untuk memompa darah keluar dari jantung, sehingga memerlukan kekuatan kontraksi yang lebih dibandingkan atrium. Otot dinding ventrikel kiri merupakan otot dengan bagian paling tebal karena fungsinya memompa darah menuju seluruh bagian tubuh. Hal itu tentunya memerlukan tenaga kontraksi yang lebih besar.

II.1.2.2 Fisiologi Otot (muskulo) Fungsi sistem muskular 1. Pergerakan. Otot menghasilkan gerakan pada tulang tempat otot tersebut melekat dan bergerak dalam bagian-bagian organ internal tubuh.
16

2. Penopang tubuh dan mempertahankan postur. Otot menopang rangka dan mempertahankan tubuh saat berada dalam posisi berdiri atau saat duduk terhadap gaya gravitasi. 3. Produksi panas. Kontraksi otot secara metabolis menghasilkan panas untuk mempertahankan suhu normal tubuh.

II.1.2.3 Anatomi Rangka (skeletal) II.1.2.3.1 Rangka Aksial Rangka aksial terdiri dari tulang-tulang dan bagian kartilago yang melindungi dan menyangga organ-organ kepala, leher, dan dada. Bagian rangka aksial meliputi tengkorak,tulang, hioid, osikel auditori, kolumna vertebra, sternum,dan tulang iga. A. Tengkorak 1). Kranium Kranium berfungsi membungkus dan melindungi otak. Kranium di bagi menjadi : a. Tulang frontal, berfungsi membentuk dahi, langit-langit rongga nasal, dan langitlangit orbita (kantong mata). b. Tulang parietal, berfungsi membentuk sisi dan langit langit kranium. c. Tulang oksipital, membentuk bagian dasar dan bagian belakang kranium. d. Tulang temporal, tulang ini membentuk dasar dan bagian sisi dari kranium. e. Tulang etmoid, tulang ini adalah struktur penyangga penting dari rongga narsal dan berperan dalam pembentukan orbita mata. f. Tulang sfenoid berbentuk seperti kelelawar dengan sayap terbentang. Tulang ini membentuk dasar anterior kranium dan berartikulasi ke arah lateral dengan tulang temporal dan ke arah anterior dengan tulang etmoid dan tulang frontal g. Osikel auditori tersusun dari maleus, inkus, dan stapes (tapal kuda). h. Tulang wormian adalah tulang kecil, yang jumlahnya bervariasi dan terletak dalam sutura

17

.
18

2). tulang tulang wajah yang tidak bersentuhan dengan otak. Tulang tersebut di satukan sutura tulang tidak dapat bergerak, kecuali pada mandibula atau rahang bawah a. Tulang nasal, membentuk penyangga hidung dan berartikulasi dengan septum nasal. b. tulang palatum, membentuk bagian posterior langit-langit mulut (langit-langit keras), bagian tulang orbital, dan bagian rongga nasal. c. tulang zigomatik (malar) membentuk tonjolan pada tulang pipi. Setiap prosesus temporal berartikulasi dengan prosesus zigomatikus pada tulang temporal. d. Tulang maksilar, membentuk rahang atas e. tulang lakrimal, berukuran kecil dan tipis, serta terletak di antara tulang etmoid dan maksila pada orbita.

f. tulang vomer, membentuk bagian tengah dari langit-langit keras di antara palatum dan maksila, serta turut membentuk septum nasal. g. konka nasal inferior (turbinatum) h. mandibula adalah tulang rahang bawah

19

3) tulang hioid adalah tulang berbentuk tapal kuda yang unik karena tidak berartikulasi dengan tulang lain. Tulang hioid ini di topang oleh ligamen dan otot dari prosesus stiloideus temporal 4) sinus paranasal (frontal, etmoidal, afenoidal, dan maksilara) terdiri dari ruang-ruang udara dalam tulang tengkorak yang berhubungan dengan rongga nasal. Sinus tersebut berfungsi sebagai berikut:

B. Vertebrata 1. kolomna vertebrata menyangga berrat tubuh dan melindungi medula spinalis. Kolumna ini terdiri dari vertebrata-vertebrata yang di pisahkan diskus fibrokartilago intervertebral. 2. Struktur khas vertebrata a. Badan atau sentrum penyangga sebagian besar barat tubuh. b. Lengkung saraf (vertebra), yang terbentuk dari dua pedikal dan lamina, membungkus rongga saraf dan menjadi lintasan medulla spinalis. c. Sebuah prosesus spinose menonjol dari lamina ke arah posterior dan inferior untuk tempat perlekatan otot. d. Prosesus transversa menjorok ke arah lateral. e. Prosesus pengartikulasi inferior dan superior, menyangga faset untuk berartikulasi dengan vertebra atas dan vertebra bawah. 3. Variasi regional pada karekteristik vertebrata a. Semua vertebrata serviks memiliki foramina trensversal untuk lintasan arteri vertebrata. Vertebrata serviks pertama dan ke dua di modifikasi untuk menyangga dan menggerakkan kepala Atlas adalah vertebra serviks pertama dan tidak memiliki badan. Aksis adalah vertebra serviks kedua. Vertebra ini memiliki prosesus odontoid yang menonjol ke atas dan bersandar pada tulang atlas.

20

Vertebra serviks ketujuh memiliki prosesus spinose yang panjang. Sehingga dapat teraba dan terlihat pada pangkal leher. Oleh karena itu, vertebra ini sering disebut sebagai vertebra prominens

b. Vertebra toraks memiliki prosesus spinose panjang, yang mengarah ke bawah, dan memiliki faset artikuler pada prosesus transversus, yagn digunakan untuk artikulasi tulang iga,
21

c. Vertebra lumbal merupakan vertebra terpanjang dan terkuat. Prosesus spinosenya pendek dan tebal, serta menonjol hampir searah garis horizontal d. Sekrum adalah tulang tringuler, bagian dasar tulang ini berartikulasi dengan vertebra lumbai ke lima (1) Di arah lateral, benyak terdapat foramen (lubang) pada sekrum untuk lintasa arteri dan saraf. (2) Tepi anterior bagian atas sekrum adalah promontorium sekrum, suatu tanda obstetrik yang dipakai sebagai petunjuk untuk menentukan ukuran pelvis e. Koksiks (tulang ekor) menyatu dan berartikulasi dengan ujung sekrum, yang kemidian membentuk sendi dengan sedikit pergerakan. Pergerakan ini penting selama melahirkan untuk membentuk kaluar kepala janin

C. Tulang starnum dan iga

1. Starnum (tulang dada) terbentuk dalam tiga bagian; manubrum atas, badan (gladiolus), dan prosesus sifoid.

22

2. Tulang iga, ke-12 pasang tulang berartikulasi kea rah posterior dengan faset tulang iga pada prosesus transversa di vertebra toraks. a. Tujuh pasang tulang yang pertama ( 1 sampai 7) adalah iga sejati dan berartikulasi dengan sternum di sisi anterior. b. Tiga pasang kemudian (8 sampai 10) adalah iga semu. Tulang-tulang ini

berartikulasi secara tidak langsung dengan sternum melalui penyatuan kartilago tulang tersebut dengan iga di atasnya dan kemudian menyatu persendian kartilago kostal ke-7. c. Tulang iga ke-11 dan ke-12 adalah iga melayang yang tidak memiliki perlekatan di sisi anteriornya. d. Walaupun sebagian tulang iga memiliki karakteristik tersendiri semua tulang memiliki beberapa cirri umum yang sama. dalam suatu

II.1.2.3.2 Rangka Apendikuler Rangka apendikular terdiri dari girdel pectoral (bahu), girdel pelvis, dan tulang lengan serta tungkai. A. Setiap girdel pektoral memiliki dua tulang-klavikula dan skapula-dan berfungsi untuk melekatkan tulang lengan ke rangka aksila. 1. Skapula (tulang belikat) adalah tulang pipih triangular dengan tiga tepi; tapi vertebra; tepi superior yang pendek melandai kea rah ujung bahu; dan tepi lateral (merupakan tepi ketiga pelengkap segitiga) mengarah ke lengan. 2. Klavikula (tulang kolar) adalah tulang berbentuk S yang secara lateral, berartikulasi denag prosesus akromion pada skapula dan secara medial dengan manubrium pada takik klavikular untuk membentuk sendi sternoklavikular. B. Lengan atas tersusun dari tulang lengan, tulang lengan bawah dan tulang tangan 1) Humerulurus adalah tulang tunggal pada lengan. Humelurus terdiri dari bagian kepala membuat yang masuk dengan pas ke dalam rongga glenoid, bagian leher anatomis, dan bagian batang yang memanjang ke arah distal. 2) Tulang-tulang dari lengan bawah adalah ulna pada sisi medial dan tulang tulang radius di sisi lateral(sisi ibu jari) yang dihubungkan dengan suatu jaringan ikat fleksibel, membrane interoseus. 3) Tulang pergelangan tangan (karpus)
23

4) tangan (metacarpus) 5) Tulang-tulang jari, disebut phalanges; tulang tunggalnya lebih sering disebut falang.

C. Girdle pelvis mentransmisikan berat trunkus ke bagian tungkai bawah dan melindungi organ-organ abdominal dan pelvis. Bagian ini terdiri dari dua tulang panggul yang bertemu pada sisi anterior simfisis pubis dan berartikulasi di sisi posterior dengan sacrum.

24

D. Tungkai bawah. Secara anatomis, bagian proksimal dari tungkal bawah antara girdel pelvis dan lutut adalah paha; bagian antara lutut dan pergelangan kaki adalah tungkai.

25

1. Femur, bahasa latin yang berarti paha, adalah tulang terpanjang, terkuat, dan terberat dari semua tulang pada rangka tubuh. 2. Tulang tungkai adalah tulang tibia medial dan tulang fibula lateral a) Tibia adalah tulang medial yang besar; tulang ini membagi berat tubuh femur kebagian kaki. b) Fibula adalah tulang yang paling ramping dalam tubuh, panjangnya proposional, dan tidak turut menopang berat tubuh. Kegunaan tulang ini untuk menambah area yang tersedia sebagai tempat perlekatan otot pada tungkal. 3. Pergelangan kaki dan kaki tersusun atas dua puluh enam tulang yang diatur dalam tiga rangkaian. Tulang tarsal menyerupai tulang karpal pergelangan tangan, tetapi berukuran lebih besar; tulang metatarsal juga menyerupai tulang metakarpal tangan, dan falang pada jari kaki juga menyerupai falang jari tangan.

II.1.2.3.3 Persendiaan A. Klasifikasi Umum Persendian Suatu artikulasi, atau persendian, terjadi saat permukaan dari dua tulang bertemu, adanya pergerakan atau tidak bergantung pada sambungannya. Persendian dapat diklasifikasikan menurut struktur (berdasarkan ada tidaknya rongga persendian di antara tulang-tulang yang beratikulasi dan jenis jaringan ikat yang berhugungan dengan persendian tersebut), dan menurut fungsi persendian (berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian

B. Klasifikasi Fungsional Persendian 1. Sendi sinartrosis atau sendi mati. Secara struktural, persendian ini dibungkus dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago. a. Sutura adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan ikat fibrosa rapat dan hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Contoh : sutura sagital dan sutura parietal.

26

b. Sinkondrosis adalah sendi yang tulang-tulangnya dihubungkan dengan kartilago hialin. Salah satu contohnya adalah lempeng epifisis sementara antara epifisis dan diafisis pada tulang panjang seorang anak. Saat sinkondrosis sementara berosifikasi, maka bagian tersebut dinamakan sinostosis. 2. Amflartrosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas yang memungkinkan terjadinya sedikit gerakan sebagai respons terhadap torsi dan kompresi. a. Simfisis adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus kartilago, yang menjadi bantalan sendi dan memungkinkan terjadinya sedikit gerakan. Contoh simfisis adalah simfisis pubis antara tulang-tulang pubis dan diskus intervertebralis antar badan vertebra yang berdekatan. b. Sindesmosis terbentuk saat tulang-tulang yang berdekatan dihubungkan dengan serat-serat jaringan ikat kolagen. Contoh sindesmosis dapat ditemukan pada tulang yang terletak bersisian dan dihubungkan dengan membran interoseus, seperti pada tulang radius dan ulna, serta tibia dan fibula. c. Gomposis adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas dalam kantong tulang, seperti pada gigi yang tertanam pada alveoli (kantong) tulang rahang. Pada contoh tersebut, jaringan ikat fibrosa yang terlibat adalah ligament peridontal.

3. Diartrosis adalah sendi yang dapat bergerak bebas, disebut juga sendi sinovial (berasal dari kata Yunani yang berarti dengan telur). Sendi ini memiliki rongga sendi yang berisi cairan sinovial, suatu kapsul sendi (artikular) yang menyambung kedua tulang, dan ujung tulang pada sendi sinovial dilapisi kartilago artikular. a. Lapisan terluar kapsul sendi terbentuk dari jaringan ikat fibrosa rapat berwarna putih yang memanjang sampai bagian periosteum tulang yang menyatu pada sendi. 1. Ligamen adalah penebalan kapsul yang berfungsi untuk menopang kapsul sendi dan memberikan stabilitas. 2. Ligamen dapat menyatu dalam kapsul atau terpisah dari kapsul melalui envaginasi kapsul. b. lapisan terdalam kapsul sendi adalah membrane sinovial yang melapisi keseluruhan sendi, kecuali pada kartilago artikular.

27

1. Membran sinovial mensekresi cairan sinovial, materi kental yang jernih seperti putih telur. Materi ini terdiri dari 95% air dengan pH 7,4 dan merupakan campuran polisakarida (sebagian besar asam hialuronat), protein, dan lemak. 2. Cairan sinovial berfungsi untuk melumasi dan memberikan nutrisi pada permukaan kartilago artikular. Cairan ini juga mengandung sel fagosit untuk mengeluarkan fragmen jaringan mati (debris) dari rongga sendi yang cedera atau terinfeksi. 3. Pada beberapa sendi sinovial, sperti persendian lutut, terdapat diskus artikular (meniskus) fibrokartilago. 4. Bursa adalah kantong tertutup yang dilapisi membrane sinovial, dan ditemukan di luar rongga sendi. Kantong ini terletak di bawah tendon atau otot dan mungkin juga dapat ditemukan di area percabangan tendon atau otot di atas tulang yang menonjol atau secara subkutan jika kulit terpapar pada friksi, seperti pada siku atau tempurung lutut.

C. Klarifikasi Persendian Sinovial, didasarkan pada bentuk permukaan yang berartikulasi. 1. Sendi sferoldal terdiri dari sebuah tulang dengan kepala berbentuk bulat yang masuk dengan pas ke dalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. Sendi ini, yang dikenal sebagai sendi traksial atau multiaksial, memungkinkan rentang gerak yang lebih besar, menuju ke tiga arah. Contoh : sendi panggul serta sendi bahu. 2. Sendi engsel, permukaan konveks sebuah tulang masuk dengan pas pada permukaan konkaf tulang kedua. Sendi ini memungkinkan gerakan ke satu arah saja dan dikenal sebagai sendi uniaksial. Contoh : persendian pada lutut dan siku. 3. Sendi kisar (pivot joint) adalah tulang berbentuk kerucut yang masuk dengan pas ke dalam cekungan tulang kedua, dan dapat berputar ke semua arah. Sendi ini merupakan sendi uniaksial yang memungkinkan terjadinya rotasi di sekitar aksis sentral, misalnya persendian tempat tulang atlas berotasi di sekitar prosesus odontoid aksis, dan persendian antara bagian kepala proksimal tulang radius dan ulna. 4. Persendian kondiloid, terdiri dari sebuah kondilus oval suatu tulang yang masuk dengan pas ke dalam rongga berbentuk elips di tulang kedua. Sendi ini merupakan sendi blaksial yang memungkinkan gerakan ke dua arah di sudut kanan setiap

28

tulang. Contoh : sendi antara tulang radius dan tulang karpal serta sendi antara kondilus oksipital tengkorak dan atlas. 5. Sendi pelana, permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkafdi satu sisi dan konveks pada sisi lainnya, sehingga tulang tersebut akan masuk dengan pas ke dalam permukaan tulang kedua yang bentuk konveks dan konkafnya berada pada sisi berlawanan, seperti dua pelana yang saling menyatu. Persendian ini adalah sendi kondiloid yang termodifikasi sehingga memungkinkan gerakan yang sama. Satusatunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang karpal dan metakarpal pada ibu jari. 6. Sendi peluru adalah salah satu sendi yang permukaan kedua tulang yang beratikulasi berbentuk datar, sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang terhadap tulang lainnya. Sedikit gerakan ke segala arah mungkin terjadi dalam batas prosesus atau ligament yang membukus persendian. Persendian semacam ini disebut sendi nonaksial, misalnya persendian invertebrate, dan persendian antar tulangtulang karpal dan tulang-tulang tarsal.

D. Pergerakan pada sendi sinovial merupakan hasil kerja otot rangka yang melekat pada tulang-tulang yang membentuk artikulasi. Otot tersebut memberikan tenaga, tulang berfungsi sebagai pengungkit, dan sensi berfungsi sebagai penumpu. 1. Fleksi dalah gerakan yang memperkecil sudut anatara dua tulang atau dua bagian tubuh, seperti saat menekuk siku (menggerakkan lengan kearah depan), menekuk lutut (menggerakkan tungkai kea rah belakang), atau juga menekuk torso kea rah samping. a. Dorsofleksi adalah gerakan menekuk telapak kaki di pergelangan kea rah depan (meninggikan bagian dorsal kaki). b. Plantar fleksi adalah gerakan meluruskan telapak kaki pada pergelangan kaki. 2. Ekstensi adalah gerakan yang memperbesar sudut antara dua tulang atau dua bagian tubuh. 3. Abduksi adalah gerakan bagian tubuh menjauhi garis tengah tubuh, seperti saat lengan berabduksi, atau menjauhi aksis longitudinal tungkal, seperti gerakan abduksi jari tangan dan jari kaki.

29

4. Aduksi, kebalikan dari abduksi, adalah gerakan bagian tubuh saat kembali ke aksis utama tubuh atau aksis longitudinal tungkai. 5. Rotasi adalah gerakan tulang yang berputar di sekitar aksis pusat tulang itu sendiri tanpa mengalami dislokasi lateral, seperti saat menggelengkan kepala untuk menyatakan tidak 6. Sirkumduksi adalah kombinasi dari semua gerakan angular dan berputar untuk membuat ruang berbentuk kerucut, seperti saat mengayunkan lengan membentuk putaran. Gerakan seperti ini dapat berlangsung pada persendian panggul, bahu, trunkus, pergelangan tangan, dan persendian lutut. 7. Inversi adalah gerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak kaki menghadap ke dalam atau ke arah medial. 8. Eversi adalah gerakan sendi pergelanagn kaki yang memungkinkan telapak kaki menghadap ke arah luar. Gerak inverse dan eversi pada kaki sangat berguna untuk berjalan di atas daerah yang rusak dan berbatu-batu. 9. Protraksi adalah memajukan bagian tubuh, seperti saat menonjolkan rahang bawah ke depan, atau memfleksi girdel pektoral ke arah depan. 10. Retraksi adalah gerakan menarik bagian tubuh kea rah belakang, seperti saat meretraksi mandibula, atau meretraksi girdel pektoral untuk membusungkan dada. 11. Elevasi adalah pergerakan struktur kea rah superior, sperti saat mengatupkan mulut (mengelevasi mandibula) atau mengangkat bahu (mengelevasi skapula). 12. Depresi adalah menggerakkan suatu struktur ke arah inferior, seperti saat membuka mulut.

II.1.2.3.4 Tulang Rawan (kartilago) Jaringan tulang rawan mempunyai matriks yang mirip dengan jaringan ikat fibrosa tetapi lebih tegap dan keras, elastis yang disebut kondrin, yang dihasilkan kelompokankelompokan kecil sel-sel kartilago yang berbentuk bulat, yang terdapat di dalamnya. Zat dasarnya mengandung sejumlah besar kompleks karbohidrat khusus yang disebut kondroitin yang menutupi serabut kolagen. Memperoleh nutrisi secara difusi melalui matriks. Fibroblas yang mengalami modifikasi disebut sel tulang rawan yang menghasilkan matriks terjerat didalamnya, tetapi sel-sel ini masih hidup, tetap membelah dan menghasilkan matriks. Tulang
30

rawan dapat timbul dari dalam dan tidak mengalami proses remodeling seperti pada tulang dan karena itu merupakan tulang kerangka embrio yang ideal. Meskipun tulang rawan tidak tahan akan penekanan dan ketegangan seperti tulang, tetapi lebih elastic dan licin. Pada vertebrata dewasa tulang rawan terdapat pada bagian yang memelukan elastisitas seperti pada sambungan tulang dada dan tulang rusuk atau yang memerlukan baik elastisitas maupun pergesekan halus seperti ujung-ujung tulang yang bergerak. Jaringan tulang rawan ini diselubungi oleh perikondrium yang tipis. Ada tiga jenis kartilago, yaitu:

Kartilago hyalin Warnanya putih kebiru-biruan, jernih dan homogen. Kartilago ini terdapat pada permulaan-permulaan persendian, ujung-ujung tulang rusuk, hidung dan annulus trachealis (cincin-cincin tulang rawan yang menyusun saluran pernapasan). Kartilago hyaline merupakan kartilago skelet pada tulang embrio. Semua vertebrae, ada yang tetap sampai dewasa misalnya pada Squalus dan Raya. Jaringan ini dapat diinfiltrasi dan dipadati oeh garam-garam Ca, tetapi tidak akan berubah menjadi tulang.

Kartilago elastik Mengandung banyak serabut elastik berwarna kuning, terdapat misalnya pada cuping mammalia.

Kartilago fibrosa Sebagian besar terdiri dari serabut-serabut, sehingga sel-sel maupun matriksnya sangat sedikit. Kartilago ini terdapat misalnya sebagai bantalan-bantalan diantara vertebra mammalia.

II.1.2.4 Fisiologi Rangka (skeletal) Fungsi sistem rangka: 1. Tulang memberikan topangan dan bentuk terhadap tubuh 2. Pergerakan, tulang berartikulasi dengan tulang lain pada sebuah persendian dan berfungsi sebagai pengungkit. Jika otot-otot (yang tertanam pada tulang) berkontraksi. Kekuatan yang diberikan pad apengungkit menghasilkan gerakan. 3. Perlindungan. Sistem rangka melindungi organ-organ lunak yang ada dalam tubuh

31

4. Pembentukan sel darah (hematopoiesis). Sum-sum tulang merah, yang ditemukan pada orang dewasa dalam tulang sternum, tulang iga, badan vertebra, tulang pipih pada kranium, dan pada bagian ujung tulang panjang, merupakan tempaat produksi sel darah merah sel darah putih, dan terombosit darah . 5. Tempat penyimpanan mineral. Matriks tulang tersusun dari sekitar 62% garam anorganik, terutama kalsium posfat dan kalsium karbonat dengan jumlah magnesium, klorida, sitrat yang lebih sedikit, rangka mengandung 99% kalsium tubuh. Kalsium dan posfor disimpan dalam tulang agar bisa di tarik kembali dan dipakai untuk fungsi-fungsi tubuh. Zat tersebut kemudian diganti melalui nutrisi yang diterima

II.2 INTEGUMEN II.2.1 Pengertian Integumen Sistem integumen adalah sistem organ yang paling luas. Sistem ini terdiri atas kulit dan aksesorinya, termasuk rambut, kuku, kelenjar (keringat dan sebaseous), dan reseptor saraf khusus (untuk stimuli perubahan internal atau lingkungan eksternal).

II.2.2 Anatomi Integumen Komponen integumen I. Kulit Kulit adalah organ terbesar tubuh. Kulit terbagi atas 3 lapisan yaitu: a. Epidermis adalah lapisan teratas atau terluar yang tersusun dari jaringan epitel skuamosa bertingkat yang mengalami keratinisasi. Jaringan ini tidak memiliki pembuluh darah dan sel selnya sangat rapat. Bagian epidermis yang paling tebal dapat ditemukan pada telapak tangan dan telapak kaki. b. Dermis adalah lapisan jaringan ikat bagian bawah. Lapisan ini mengikat epidermis dengan struktur yang ada di bawahnya. Dipisahkan dari lapisan epidermis dengan adanya membran dasar atau lamina.

32

c. Lapisan subkutan atau hipodermis (fasia superfisial) mengikat kulit secara longgar dengan organ organ yang terdapat di bawahnya. Lapisan ini mengandung jumlah sel lemak yang beragam, bergantung pada area tubuh dan nutrisi individu, serta berisi banyak pembuluh darah dan saraf.

II. Derivatif kulit Bagian bagian yang termasuk derivatif kulit yaitu: 1. Kuku Kuku jari tangan dan kaki adalah lempeng pelindung yang berasal dari perpanjangan epidermis ke dalam dermis a. Kuku adalah lempeng keratin keras berlekuk yang terletak di atas dasar kuku yang nutrisinya di suplay dari pembuluh darah b. Badan kuku, tumbuh dari akar kuku yang tertanam di kulit. Pertumbuhan kuku kira kira 0,5 mm/ minggu lebih cepat dimusim panas dari pada di musim dingin.

33

c. Kutikel (eponikium) adalah lipatan epidermis yang berlekuk yang menutup akar kuku. Hipokinium adalah stratum korneum tebal di bawah ujung lepas kuku. d. Lunula (bulan sabit) adalah area keputihan berbentuk melengkung dekat kutikel.

2. Rambut (pili) Pili terdapat di hampir di seluruh bagian tubuh, tetapi sebagian besar berupa rambut vellus yang kecil dan tidak bewarna, atau tersamar. Rambut terminal biasanya kasar dan dapat di lihat. Rambut ini tertanam di kulit kapala, alis, dan bulu mata. Ketika masa pubertas rambut ini akan menggantikan posisi rambut vellus di area ketiak dan pubis dan di wajah laki laki.

III. kelenjar pada kulit 1. Kelenjar keringat (sudoriferus) terbagi menjadi 2 jenis berdasarkan struktur dan lokasinya a. Kelenjar keringat ekrin adalah kelenjar tubular simple dan berpilin serta tidak berhubungan dengan folikel rambut. Kelenjar ini penyebarannya meluas keseluruh tubuh, terutama pada telapak tangan, telapak kaki, dan dahi. Sekresi dari kelenjar ini (keringat) mengandung air dan membantu pendinginan evaporatif tubuh untuk mempertahankan suhu tubuh b. Kelenjar keringat apokrin adalah kelenjar keringat terspesialisasi yang besar dan bercabang dengan penyebaran yang terbatas. Kelenjar ini di temukan pada aksila, areola payudara, dan regia anogenetal

2. Kelenjar sebasea, kelenjar yang mengeluarakan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut a. Kelenjar sebasea adalah kelenjar holokrin (sel sel sekretori menghilang selama sekresi sebum)

34

b. Sebum adalah campuran lemak, zat lilin, minyak dan pecahan pecahan sel. Zat ini berfungsi sebagai emoliens atau pelembut kulit dan merupakan suatu barier terhadap epoavorasi. II.2.3 Fisiologi Integumen Kulit merupakan organ yang paling luas permukaannya yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh terhadap bahaya bahan kimia. Kulit merupakan indicator bagi seseorang untuk memperoleh kesan umum dengan melihat perubahan yang terjadi pada kulit. Misalnya menjadi pucat , kekuning-kuningan , kemerahmerahan atau suhu kulit meningkat memperlihatkan adanya kelainan yang terjadi pada tubuh atau gangguan kulit pada penyakit tertentu. Gangguan psikis juga dapat

menyebabkan kelainan atau perubahan pada kulit. Misalnya karena stress , ketakutan atau dalam keadaan marah akan terjadi perubahan kulit wajah. Perubahan struktur kulit dapat menentukan apakah seseorang telah lanjut usia atau masih muda. Selain itu warna kulit juga dapat menentukan ras atau suku bangsa Fungsi kulit a. Fungsi proteksi, yaitu kulit bertugas menjaga bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisis atau mekanis, misalnya terhadap gesekan, tarikan, gangguan kimiawi yang dapat menimbulkan iritasi. Gangguan panas misalnya radiasi,sinar ultraviolet, gangguan infeksi dari luar misalnya bakteri dan jamur. Karena adanya bantalan lemak, tebalnya lapisan kulit dan serabut-serabut jaringan penunjang berperan sebagai pelindung tarhadap gangguan fisis. b. Fungsi absorbsi, kulit yang sehat tidak mudah menyerap air,larutan dan benda padat, tetapi cairan yang mudah menguap lebih mudah diserap begitu juga yang larut dalam lemak. Kemampuan absorbsi kulit dipengaruhi tebal tipisnya kulit,hidrasi,kelembapan dan metabolisme. Penyerapan dapat berlangsung melalui cerah diantara sel,menembus sel-sel epidermis, atau melalui saluran kelenjar dan yang lebih banyak melalui sel-sel epidermis. c. Fungsi kulit sebagai pengatur panas, suhu tubuh tetap stabil meskipun terjadi perubahan suhu lingkungan . hal ini terjadi karena adanya penyesuaian antara panas yang dihasilkan oleh pusat pengatur panas, medulla oblongata. d. Fungsi ekskresi, kelenjar-kelenjar kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna lagi atau zat sisa metabolisme dalam tubuh berupa NaCl, urea, asam urat dan ammonia.
35

e. Fungsi persepsi, kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Respon terhadap rangsangan panas diperankan oleh dermis dan subkutis, terhadap dingin diperankan oleh dermis, perabaan diperankan oleh papilla dermis dan markel renvier, sedangkan tekanan diperankan oleh epidermis. f. Fungsi pembentukan pigmen, sel pembentuk pigmen (melanosit) terletak pada lapisan basal dan sel ini berasal dari rigi saraf. Melanosit membentuk warna kulit. Warna kulit tidak selamanya dipengaruhi oleh pimen kulit, melainkan juga oleh tebal-tipisnya kulit,reduksi Hb dan karoten g. Fungsi keratinisasi, keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan. Sel basal yang lain akan berpindah keatas dan berubah bentuk menjadi sel spinosum. Makin ke atas sel ini makin gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Semakin lama intinya menghilan dan keratinosit ini menjadi sel tanduk yang amorf. Sel keratinosit memberikan perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis-fisiologik. h. Fungsi pembentukan vitamin D, dengan mengubah dehidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. Tetapi kebutuhan vitamin D tidak cukup dengan hanya dari proses tersebut. Pemberian vitamin D sistematik masih tetap diperlukan.

II.3. Proses Metabolisme Energi Otot Metabolisme Otot Rangka Tiga jalur pemasok ATP tambahan sesuai keperluan selama kontraksi a. Pemindahan fosfat berenergi tinggi dari kreatin fosfat ke ADP CP memberikan fosfat berenergi tinggi ke ADP untuk membentuk ATP. Simpanan energi pertama yang digunakan pada awal aktifitas kontraktil. Cadangan energi bertambah pada otot yang beristirahat, peningkatan konsentrasi ATP cenderung menyebabkan pemindahan gugus fosfat berenergi tinggi ke kreatin fosfat. Sebagiab besar energi di otot tersimpan dalam bentuk kreatin fosfat (otot istirahat, kreatin fosfat 5x lebih banyak dari ATP. Kebutuhan untuk istirahat
36

Dalam sehari jantung berdenyut 100.000 kali. Darah melewati pembuluh-pembuluh darah arteri, vena dan kapiler yang panjang seluruhnya 17 juta mil (sekitar 255 juta km). Kita mengucapkan kira-kira 4000 hingga 5000 kata, bernafas 20000 kali, menggerakkan otot-otot besar 750 kali dan mengoperasikan 14 miliar sel otak. Manfaat Istirahat Hormon pertumbuhan diproduksi waktu tidur untuk meningkatkan pengantaran asam amino dari darah ke otak, yang membuat sel-sel syaraf dapat menjadikan apa yang dipelajari dan berguna. Hormon kortisol, puncak produksinya dari tengah malam hingga menjelang subuh. Yang membantu tubuh menghadapi stresor (penyebab stres) pada pagi hari, mengurangi peradangan dan keletihan. Istirahat memulihkan sel-sel otot kita, termasuk jantung ginjal, sumsum tulang, lambung dan otak. Pemindahan fosfat berenergi dari kreatin fosfat ke ADP Karena hanya satu reaksi enzimatik yang terlibat, pembentukan ATP lewat CP dapat berlangsung cepat dalam waktu sepersekian detik. CP merupakan pemasok ATP tambahan ketika olahraga dimulai. Kadar ATP otot relatif konstan pada awal kontraksi, tetapi simpanan CP akan habis dan jika aktifitas berlanjut, otot akan beralih ke jalur alternatif lain yaitu fosforilasi oksidatif dan glikolisis akan tetapi jalur-jalur ini memerlukan waktu untuk menghasilkan ATP. b. Fosforilasi oksidatif (Siklus asam sitrat dan sistem transportasi elektron) Berlangsung didalam mitokondria otot jika cukup O2 (bahan bakarnya glukosa atau asam lemak, intensitas dan durasi lemak). Prosesnya lambat karena panjangnya langkah yang terlibat (1 molekul glukosa = 36 ATP). Membutuhkan pasokan O2 dan nutrien yang konstan dan adekut melalui sistem sirkulasi untuk mempertahankan aktivitas mereka. Pada kontraksi otot maksimum, pembuluh darah di otot hampir tertutup oleh kontraksi yang sangat kuat, sehingga penyaluran O2 ke otot terganggu. Pasokan Nutrien

37

Glukosa dan asam lemak yang berasal dari makanan . Kelebihan zat gizi yang tidak segera digunakan akan disimpan di hati sebagai glikogen (rantai glikosa) dan jarinagn lemak. Sel otot menyimpan glukosa dalam bentuk glikogen dalam jumlah terbatas. Walaupun O2 tersedia akan tetapi sistem fosforilasi oksidatif yang lambat sehingga kebutuhan ATP seiring dengan peningkatan aktifitas Olahraga, maka serat-serat otot lebih mengandalkan glikolisis untuk menghasilkan ATP. c. Glikolisis Reaksi-reaksi kimianya menghasilkan produk-produk yang akhirnya dapat berdiri sendiri (< ATP) atau masuk ke fosforilasi oksifatif (> ATP). 1 molekul glukosa diuraikan menjadi 2 molekul asam piruvat yang menghasilkan 2 ATP. Asam pirufat dapat diuraikan lebih lanjut oleh fosforilasi oksidatif untuk mendapatkan lebih banyak energi. Proses ini dapat menghasilkan fosforilasi oksidatif dalam periode waktu tertentu apabila cukup tersedia glukosa.

38

BAB III PENUTUP

3.1

Kesimpulan Sistem muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri dari otot (muskulo) dan

tulang-tulang yang membentuk rangka (skelet). Otot adalah jaringan tubuh yang mempunyai kemampuan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik (gerak). Sedangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang-tulang yang memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk, sikap dan posisi. Semua sistem tersebut saling berhubungan dalam berkinerja.

3.2

Saran Setelah mengetahui mengenai sistem muskuloskeletal, para pembaca seharusnya lebih

memperhatikan pengaturan aktivitas mereka. Karena segala aktivitas dapat mempengaruhi sistem tersebut.

39