Anda di halaman 1dari 8

KAJIAN TENTANG PROPOSAL PTK Saadah Dinas Dikpora Kabupaten Lombok Timur, NTB saadah_spdkn@ymail.

com PROPOSAL PTK Penyusunan proposal atau usulan penelitian merupakan langkah awal yang harus dilakukan peneliti sebelum memulai kegiatan PTK. Proposal PTK berisikan gambaran rinci tentang proses yang akan dilakukan peneliti (guru) dalam memecahkan permasalahan pembelajaran yang dihadapi di kelas. Oleh karena itu proposal PTK harus dibuat sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman yang mudah diikuti. Proposal penelitian adalah suatu pernyataan tertulis mengenai rencana atau rancangan kegiatan penelitian secara keseluruhan. Proposal penelitian berkaitan dengan pernyataan atas nilai penting dari suatu penelitian. Sama halnya dengan pembelajaran yang dirasa cukup berat dalam tataran perencanaan namun menyenangkan dalam pelaksanaan, membuat proposal PTK juga bisa jadi merupakan langkah yang paling sulit bagi peneliti (terutama pemula), namun menyenangkan di dalam tahapan proses penelitian. Sebagai panduan, berikut dijelaskan sistematika usulan PTK. Sistematika proposal PTK mencakup unsur-unsur sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Judul Penelitian Latar Belakang Masala Rumusan Masalah Cara Pemecahan Masalah Tujuan dan Manfaat Penelitian Kerangka Teoritik dan Hipotesis Tindakan Rencana/Prosedur Penelitian Indikator Kinerja Personalia Tim Peneliti dan tugasnya

10. Jadwal Penelitian 11. Daftar Pustaka JUDUL PENELITIAN Judul penelitian dinyatakan secara singkat dan spesifik tetapi cukup jelas menggambarkan masalah yang akan diteliti, tindakan untuk mengatasi masalah serta nilai manfaatnya. Formulasi judul dibuat agar menampilkan wujud PTK bukan penelitian pada umumnya. Umumnya di bawah judul utama dituliskan pula sub judul. Sub judul ditulis untuk menambahkan keterangan lebih rinci tentang subyek, tempat, dan waktu penelitian. Berikut contoh judul PTK:

(1) Mengoptimalkan Kinerja Belajar Kelompok Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Sukamulia dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melaui Pendekatan Model STADS dan Mind Mapping Multiwarna (2) Upaya Mengatasi Kebiasaan Membolos Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukamila Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris dengan Mengoptimalkan Pemberian Layanan Responsif (3) Penerapan pembelajaran model Problem Based Learning untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada mata pelajaran Fisika Kelas VII di SMP Negeri 2 Sukamulia. (4) Penerapan Teknik Pembelajaran whispering (Bisik Berantai) untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukamulia (5) Penerapan Strategi Tukar-Tanya Antar-tim untuk Meningkatkan Keberanian Bertanya Siswa pada Pembelajara Anti-korupsi di Kelas VIII SMP Negeri 2 Terara. (6) Implementasi Strategi Pembelajaran Inkuiri pada Mata Pelajaran Geografi untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep tentang Perpindahan Penduduk di Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Terara. (7) Upaya Peningkatan Penguasaan Kosa Kata Bahasa Inggris Siswa Kelas IX-C Smp Negeri 1 Montong Gading melalui Teknik Mind Map (8) Upaya Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Matematika dengan Menerapkan Pendekatan Realistik Teknik Brainstorming by Guided Reinvension di Kelas IX SMPNegeri 1 Selong. (9) Praktik Radikal bebas dan Model Pembelajaran Problem Based Instruction Sebai Upaya untuk Meningkatkan Hasil belajar Siswa Pada mata Pelajaran Biologi. (10) Meningkatkan Minat Berlari Siswa Kelas VIII-A SMP Negeri1 Montong Gading melalui Pendekatan Olahraga Tradisional (11) Aplikasi Model Pembelajaran Artikulasi dan Card Match Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 1 Wanasaba dalam Menerapkan Hukum Bacaan Nun Mati dan Tanwin. (12) Menumbuhkan Sikap Demokratis Siswa Kelas VII-C SMP Negeri 2 Wnasaba Melalui Permainan Simulasi dengan Media Papan Kartu dan Kartu Beberan. (13) Meningkatkan Kreativitas Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 3 Masbagik dalam Pembelajaran IPA melalui PAKEM. (14) Peningkatan Keterampiran Menulis Paragraf Deskriptif bahasa Inggris Melalui Kolaborasi Kamus Gambar dan Kerja kelompok di Kelas VII A SMPN 1 Wanasaba (15) Implementasi Model Cooperative Thinking and Moving (CTM) pada Pembelajaran PKn dalam upaya meningkatkan Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa di Kelas IX SMPN 4 Selong. (16) Optimalisasi Penggunaan Asesmen Otentik untuk Meningkatkan Kerja Ilmiah Siswa pada Pembelajaran Sains di SMP Negeri 1 Sukamila. (17) Mengoptimalkan Kinerja Belajar Kelompok Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 1 Sukamulia dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia melaui Pendekatan Model STADS dan Mind Mapping Multiwarna (18) Penggunaan Metode Marbels untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Kelas VIII-8 SMP Negeri 1 Masbagik dalam Menulis Teks Narative

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Tujuan utama PTK adalah untuk memecahkan permasalahan pembelajaran. Untuk itu, dalam uraian latar belakang masalah yang harus dipaparkan hal-hal berikut. (1) Masalah yang diteliti adalah benar-benar masalah pembelajaran yang terjadi di sekolah. Umumnya didapat dari pengamatan dan diagnosis yang dilakukan guru atau tenaga kependidikan lain di sekolah. Kemukakan berbagi keadaan tidak memuaskan yang dihadapi dalam bentuk data (misalnya dalam bentuk grafik, table, atau hasil wawancara dengan guru, siswa dll). (2) Jelaskan hal-hal yang diduga menjadi akar penyebab timbulnya masalah. Berikan alasan secara cermat dan sistematis mengapa menarik kesimpulan tentang akar masalah itu. (3) Uraikan apa, mengapa, bagaimana suatu tindakan dicobakan untuk pemecahan masalah, Lengkapi uraian terkait dengan tindakan tadi dengan landasan teori yang relevan. (4) Berikan alasan (khususnya alasan teoritis) mengapa masalah yang diajukan menarik untuk diteliti. B. Rumusan Masalah dan Cara Pemecahan Masalah a. Rumusan Masalah Rumusan masalah sebaiknya menggunakan kalimat tanya. Rumusan masalah menyangkut proses dan hasil, atau sekurang-kurangnya meliputi empat hal: Kelancaran proses; Situasi pembelajaran; Situasi siswa; Hasi/Prestasi belajar siswa Contoh 1: Meningkatkan Kemapuan Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Wanasaba dalam Menerapkan Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin melalui Pembelajaran Model Jigsaw dan Artikulasi 1. Kelancaran proses Apakah dengan model jigsaw dan artikulasi, proses belajar siswa (diskusi kelompok serta pelaksanaan tugas lainnya) bisa berjalan lancar sesuai harapan? 2. Situasi pembelajaran Apakah pembelajaran PAI dengan model jigsaw dan artikulasi, penggalan penyajian materi Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin dapat dilakukan sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan? 3. Situasi siswa

Bagaimana sikap dan pengalaman belajar siswa seiring diterapkannya model jigsaw dan artikulasi? Apakah pembelajaran dengan model jigsaw dan artikulasi meneyenangkan bagi siswa? 4. Hasil Apakah pembelajaran dengan model jigsaw dan artikulasi, kemapuan siswa dalam menerapkan Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin bisa meningkat dibanding dengan menggunakan model lain? Contoh 2: Penerapan Strategi Tukar-tanya Antartim untuk Meningkatkan Keberanian Bertanya Siswa dalam Pembelajaran Antikorupsi di Kelas VIII-B SMP Negeri 2 Terara 1) Apakah pembelajaran dengan strategi tukar-tanya antartim kemampuan dan kerjasama siswa dalam merumuskan atau menjawab pertanyaan serta pelaksanaan tugas lainnya bisa meningkat dan berjalan lancar? 2) Apakah dengan strategi tukar-tanya antartim keberanian bertanya meningkat? Seberapa banyak siswa yang berani mengajukan pertanyaan? 3) Apakah dengan strategi tukar-tanya antartim guru terampil melaksanakan pembelajaran dan melaksanakan pengelolaan kelas? 4) Manakah efek yang lebih menyenangkan bagi siswa, strategi tukar-tanya antartim yang menggunakan model STADS atau model TGT? 5) Apakah dengan strategi tukar-tanya antartim prestasi belajar siswa lebih meningkat dalam arti bisa mencapai kriteria yang ditetapkan? b. Cara Pemecahan masalah: Cara pemecahan masalah merupakan uraian altematif tindakan yang akan dilakukan untuk memecahkan masalah. Pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti disesuaikan dengan kaidah PTK. Cara pemecahan masalah ditentukan atas dasar akar penyebab permasalahan dalam bentuk tindakan yang jelas dan terarah. Alternatif pemecahan hendaknya mempunyai landasan konseptual yang mantap yang bertolak dari hasil analisis masalah. Di samping itu, harus terbayangkan manfaat hasil pemecahan masalah dalam pembenahan dan/atau peningkatan implementasi program pembelajaran. Juga dicermati artikulasi kemanfaatan PTK berbeda dari kemanfaatan penelitian formal. Contoh: Judul: Meningkatkan Kemapuan Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 2 Wanasaba dalam Menerapkan Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin melalui Pembelajaran Model Jigsaw dan Artikulasi siswa bisa

1.

Upaya yang akan ditempuh untuk memecahkan permasalahan di atas (meningkatkan kemapuan siswa dalam menerapkan hukum bacaan nun/mim mati dan tanwin) adalah dengan menerapkan pembelajaran model Jigsaw dan Artikulasi.

2.

Langkah awal yang akan dilakukan

dalam

rangka penerapan model Jigsaw dan

Artikulasi adalah mempersiapkan siswa untuk belajar. Langkah-langkah ini antara lain terdiri atas: memberikan sugesti positif, membantu siswa menemukan tujuan dan manfaat yang jelas dan bermakna, membangkitkan rasa ingin tahu, menciptakan lingkungan fisik dan sosial yang positif, menyingkirkan hambatan-hambatan dalam belajar. 3. Tahap berikutnya adalah mengoptimalkan pengelolaan kelas, menerapkan prinsipprinsip metode belajar SQ3R yang dikembangkan oleh Francis P. Robinson, serta PQ4R ciptaan Thomas dan Robinson (1972) yang dikembangkan oleh Anderson (1990), serta mengadopsi pendapat Lyelle Palmer terkait Menciptakan Kegembiraan dalam Kelas melalui Sugesti dan Siklus. 4. ...

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan PTK dirumuskan secara jelas, dipaparkan sasaran antara dan sasaran akhir tindakan perbaikan. Perumusan tujuan harus konsisten dengan hakikat permasalahan yang dikemukakan dalam bagian-bagian sebelumnya. Contoh 1: 1) Ingin mengetahui kelancaran diskusi oleh masing-masing kelompok serta pelaksanaan tugas lainya 2) Mengetahui efektifitas penggunaan waktu dalam penyajian materi Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin dengan pembelajaran model jigsaw dan artikulasi. 3) Mengetahui efek yang lebih menyenangkan bagi siswa, pembelajaran model jigsaw ataukah pembelajaran model artikulasi. 4) Mengetahui peningkatan kemapuan siswa dalam menerapkan Hukum Bacaan Nun/Mim Mati dan Tanwin, seiring diterpakannya pembelajaran model jigsaw dan artikulasi. Contoh 2: 1) Mengetahui kemampuan dan kerjasama siswa dalam merumuskan atau menjawab pertanyaan serta pelaksanaan tugas lainnya. 2) Mengetahui peningkatan keberanian bertanya siswa serta berapa banyak siswa yang berani mengajukan pertanyaan. 3) Meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

4) Mengetahui efek yang lebih menyenangkan bagi siswa, apakah strategi tukar-tanya antartim dengan model STADS atau TGT 5) Melihat prestasi belajar siswa, apakah lebih tinggi dengan strategi tukar-tanya antartim atau dengan Tanya jawab biasa. Di samping tujuan PTK di atas, juga perlu diuraikan kemanfaatan penelitian. Dalam hubungan ini, perlu dipaparkan secara spesifik manfaat-manfaat yang dapat diperoleh, khususnya bagi siswa, di samping bagi guru pelaksana PTK, bagi rekan-rekan guru lainnya serta bagi dosen LPTK sebagai pendidik guru. Pengembangan ilmu, bukanlah prioritas dalam menetapkan tujuan PTK. Contoh: Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1. Bagi siswa: Meningkatkan stategi belajar siswa karena mereka memiliki

kesempatan untuk menentukan teknik belajarnya terutama dalam bertanya. Selain itu keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga semakin optimal. 2. Bagi guru: Meningkatkan strategi pembelajaran guru dengan melibatkan alat,

media, sumber yang relevan dengan model belajar dalam tim yang akan dikembangkan. 3. Bagi sekolah: Meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, karena proses dan

hasil belajar siswa meningkat sebagai akibat dari meningkatnya strategi pembelajaran guru dan straregi belajar siswa.

BAB II KERANGKA TEORETIK DAN HIPOTESIS TINDAKAN Pada bagian ini diuraikan landasan konseptual dalam arti teoritik yang digunakan peneliti dalam menentukan alternatif pemecahan masalah. Untuk keperluan itu, dalam bagian ini diuraikan kajian baik pengalaman peneliti PTK sendiri nyang relevan maupun pelaku-pelaku PTK lain di samping terhadap teori-teori yang lazim hasil kajian kepustakaan. Pada bagian ini diuraikan kajian teori dan pustaka yang menumbuhkan gagasan mendasar usulan rancangan penelitian tindakan. Kemukakan juga teori, temuan dan bahan penelitian lain yang mendukung pilihan tindakan untuk mengatasi permasalahan penelitian tersebut. Uraian ini digunakan untuk menyusun kerangka berpikir atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Pada bagian akhir dapat dikemukakan hipotesis tindakan yang menggambarkan indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan/diantisipasi. Sebagai contoh, akan dilakukan PTK yang menerapkan model pembelajaran model jigsaw dan artikulasi sebagai jenis tindakannya. Pada kajian pustaka harus jelas dapat dikemukakan:

(1) Bagaimana teori pembelajaran model jigsaw dan artikulasi, siapa saja tokoh-tokoh dibelakangnya, bagaimana sejarahnya, apa yang spesifik dari teori tersebut, persyaratannya, dll. (2) Bagaimana bentuk tindakan yang dilakukan dalam penerapan teori tersebut pada pembelajaran, strategi pembelajarannya, skenario pelaksanaannya, dll. (3) Bagaimana keterkaitan atau pengaruh penerapan model tersebut dengan perubahan yang diharapkan, atau terhadap masalah yang akan dipecahkan, hal ini hendaknya dapat dijabarkan dari berbagai hasil penelitian yang sesuai. (4) Bagaimana perkiraan hasil (hipotesis tindakan) dengan dilakukannya penerapan model di atas pada pembelajaran terhadap hal yang akan dipecahkan. Catatan: 1. Banyak sumber yang digunakan sekurang-kurangnya lima sumber dari buku dan bisa ditambah sumber lain seperti internet, majalah, koran dan lain-lain, sehingga topik serta unsur masalah yang ada dalam rumusan masalah mendapatkan dukungan kebenarannya. 2. Kajian teori bukan hanya menyampaikan deskripsi masalah atau tindakan yang akan digunakan, (seperti pengertian jigsaw, artikulasi, hukum bacaan mim/nun mati dan tanwin), lebih dari itu kajian teori harus mampu menunjkan kaitan dari hal yang dipermasalahkan dengan hasil yang diharapkan. 3. Kajian teori harus mendukung pelaksanaan tindakan. Contoh: karena model jigsaw dan artikulasi akan diterapkan dalam tim atau kelompok, maka harus ada teori tentang belajar dalam tim, teori tentang tanggungjawab individual, teori pengelolaan tim, dll. 4. Karena PTK yang dilkukan guru (peneliti) berkecimpung dalam dunia pendidikan dan terkait dengan manusia yakni siswa, jangan dil upakan teori-teori tentang ilmu pendidikan, psikologo belajar, psikologi perkembangan, serta teori-teori tentang belajar dan pembelajaran. BAB III PROSEDUR PENELITIAN Pada bagian ini diuraikan secara jelas prosedur penelitian yang akan dilakukan. Kemukakan obyek, waktu dan lamanya tindakan, serta lokasi penelitian secara jelas. Prosedur hendaknya dirinci dan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, evaluasi-refleksi, yang bersifat daur ulang atau siklus. Sistematikanya meliputi: a. Setting penelitian dan karakteristik subjek penelitian. Pada bagian ini disebutkan di mana penelitian tersebut dilakukan, di kelas berapa dan bagaimana karakteristik dari kelas tersebut seperti komposisi siswa pria dan wanita. Latar belakang sosial ekonomi yang mungkin relevan dengan permasalahan, tingkat kemampuan dan lain sebagainya. b. Variabel yang diselidiki. Pada bagian ini ditentukan variabel-variabel penelitian yang dijadikan fokus utama untuk menjawab permasalahan yang dihadapi. Variabel tersebut

dapat berupa (1) variabel input yang terkait dengan siswa, guru, bahan pelajaran, sumber belajar, prosedur evaluasi, lingkungan belajar, dan lain sebagainya; (2) variabel proses pelanggaran KBM seperti interaksi belajar-mengajar, keterampilan bertanya, guru, gaya mengajar guru, cara belajar siswa, implementasi berbagai metode mengajar di kelas, dan sebagainya, dan (3) variabel output seperti rasa keingintahuan siswa, kemampuan siswa mengaplikasikan pengetahuan, motivasi siswa, hasil belajar siswa, sikap terhadap pengalaman belajar yang telah digelar melalui tindakan perbaikan dan sebagainya. c. Rencana Tindakan. Pada bagian ini digambarkan rencana tindakan untuk meningkatkan pembelajaran, seperti : 1) Perencanaan, yaitu persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK yang diprakarsai seperti penetapan tindakan, pelaksanaan tes diagnostik untuk menspesifikasi masalah, pembuatan skenario pembelajaran, pengadaan alat-alat dalam rangka implementasi PTK, dan lain-lain yang terkait dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang ditetapkan. Disamping itu juga diuraikan alternatif-alternatif solusi yang akan dicobakan dalam rangka perbaikan masalah 2) Implementasi Tindakan, yaitu deskripsi tindakan yang akan dilakukan. Skenario kerja tindakan perbaikan dan prosedur tindakan yang akan diterapkan. 3) Observasi dan Interpretasi, yaitu uraian tentang prosedur perekaman dan penafsiran data mengenai proses dan produk dari implementasi tindakan perbaikan yang dirancang. 4) Analisis dan Refleksi, yaitu uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang akan digelar, personel yang akan dilibatkan serta kriteria dan rencana bagi tindakan berikutnya. Data dan cara pengumpulannya. Pada bagian ini ditunjukan dengan jelas jenis data yang akan dikumpulkan yang berkenaan dengan baik proses maupun dampak tindakan perbaikan yang di gelar, yang akan digunakan sebagai dasar untuk menilai keberhasilan atau kekurangberhasilan tindakan perbaikan pembelajaran yang dicobakan. Format data dapat bersifat kualitatif, kuantitatif, atau kombinasi keduanya. Indikator kinerja, pada bagian ini tolak ukur keberhasilan tindakan perbaikan ditetapkan secara eksplisit sehingga memudahkan verifikasinya untuk tindakan perbaikan melalui PTK yang bertujuan mengurangi kesalahan konsep siswa misalnya perlu ditetapkan kriteria keberhasilan yang diduga sebagai dampak dari implementasi tindakan perbaikan yang dimaksud. Tim peneliti dan tugasnya, pada bagian ini hendaknya dicantumakan nama-nama anggota tim peneliti dan uraian tugas peran setiap anggota tim peneliti serta jam kerja yang dialokasikan setiap minggu untuk kegiatan penelitian. Jadwal kegiatan penelitian disusun dalam matriks yang menggambarkan urutan kegiatan dari awal sampai akhir. Daftar pustaka Rencana anggaran (jika ada) meliputi kebutuhan dukungan financial untuk tahap persiapan pelaksanan penelitian, dan pelaporan.

d.

e.

f.

g. h. i.