Anda di halaman 1dari 2

Adekuasi dialisis Definisi Adekuasi dialisis adalah pengukuran kecukupan dosis hemodialisis yang diberikan. Sudoyo AW,Setiyohadi B,dkk.editor.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. ilid I.edisi I!. akarta"Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam #akultas $edokteran %ni&ersitas Indonesia.'(().hal *+, Adekuasi dialisis diukur dengan menghitung Urea Reduction Ratio dan -$t.!/. $t.! urea merupakan pedoman yang akurat untuk merencanakan peresepan 0D serta menilai A0D, dan %rea reduction ratio 1 2asio reduksi ureum -22%/ merupakan pedoman yang sederhana dan praktis untuk menilai A0D. 3ational 4ooperati&e Dialysis Study -34DS/, merupakan penelitian prospektif skala luas pertama yang menilai A0D. Dalam penelitian ini disimpulkan bah5a ureum merupakan pertanda yang memadai untuk penilaian A0D, dan tingkat bersihan ureum dapat dipakai untuk prediksi keluaran -outcome/ dari penderita. 6o5rie dkk dalam penelitiannya menyimpulkan bah5a blood urea7nitrogen -B%3/ yang tinggi menyebabkan meningkatnya morbiditas. 8enghitung adekuasi dialisis 22% dihitung dengan mencari rasio hasil pengurangan kadar ureum predialisis dibagi kadar ureum pascadialisis. 22% adalah persentasi dari ureum yang dapat dibersihkan dalam sekali tindakan 0D. 22% merupakan cara paling sederhana dan praktis untuk menilai A0D, tetapi tidak dapat dipakai untuk merencanakan dosis 0D. $t.! urea adalah dimana $t merupakan jumlah bersihan urea dari plasma persatuan 5aktu dan ! merupakan &olume distribusi dari ureum ! dalam satuan liter, $ adalah klearensi dalam satuan 6.menit diperhitungkan dari $oA diali9er, serta kecepatan aliran darah dan kecepatan aliran dialisat, t adalah 5aktu tindakan 0D dalam satuan menit. $t.! kurang dari (,: dihubungkan dengan meningkatnya morbiditas, sedangkan $t.! ,,(7,,' dihubungkan dengan mortalitas yang rendah. 2umus Daugirdas ;atot D.2asio 2eduksi%reum Diali9er (,+(<',,( dan ' Diali9erSeri (,+( dengan ,,'(.Bagian Ilmu Penyakit Dalam #akultas $edokteran %ni&ersitas Sumatera %tara. A&ailable from %26"http"..library.usu.ac.id..Accessed on uly ,, '((+ " $t.!1',' = >,> -27(,(>/7%#.W/ ,. 2 adalah B%3 setelah dialisis dibagi B%3 sebelum dialisis '. %# adalah &olume ultrafiltrasi dalam liter. >. W adalah berat pasien setelah dialisis dalam kg. 2e7e&aluasi dari data 34DS menunjukkan bah5a $t.! kurang dari (,: dihubungkan dengan meningkatnya morbiditas, sedangkan $t.! ,,(7,,' dihubungkan dengan mortalitas yang rendah, batasan minimal $t.!1,,' untuk penderita yang menjalani 0D > kali seminggu. Sedangkan untuk kelompok penderita diabetes dimana risiko kematian pada ;;? lebih tinggi, 4ollins menganjurkan menaikkan $t.! menjadi ,,@. 0emodialisis ' kali seminggu tidak dianjurkan oleh 3$#DABI. 0D ' kali seminggu hanya dilakukan untuk sementara, dan hanya penderita yang masih mempunyai klirens sisa C* ml.menit. Dapat pula dipertimbangkan pada penderita dengan berat badan ringan. Daugirdas menganjurkan jika masih melakukan 0D ' kali seminggu, $t.! adalah ,,:7',(. 4ara lain untuk mengukur A0D adalah dengan mengukur 22%. 2umus yang dianjurkan oleh 6o5rie adalah sebagai berikut " 22% -D/ 1 ,(( E -,74t.4o/

4t adalah B%3 sesudah70D dan 4o adalah B%3 sebelum70D 4ara lain untuk menghitung adekuasi dialisis adalah total dialysate collection yaitu pengumpulan dialisat total akan tetapi pengumpulan dialisat yang mencapai +(7,*( liter sangat tidak praktis. Waktu tindakan 0D dapat dipakai sebagai pengukur A0D, independen dari $t.! ataupun 22%. Semakin lama tindakan 0D, klirens dari molekul yang lebih besar dari ureum diperkirakan akan lebih baik. uga akan terjadi intra&askuler eu&olemia yang lebih baik dimana hal ini akan mengurangi komplikasi kardio&askuler. 8eskipun data penunjang secara klinis belum lengkap, lama 0D yang dianjurkan minimal adalah ',* jam. %rea remo&al indek yaitu indeks pembersihan dari ureum merupakan cara baru untuk mengukur A0D, dan masih sangat sedikit pengalaman klinis dalam penggunaannya. Peresepan dialisis Dialisis tiga kali perminggu direkomendasikan pada $t.! F ,,> dan lama 0D F >,*jam -2 G (,>'/ untuk seluruh penderita dan menggunakan nilai $t.! yang lebih tinggi untuk 0D yang lebih singkat -$t.! F ,,@ dan lama dialisis G >,* jam dengan -2 G(,>(/. Analisis yang didasarkan pada pemodelan urea kinetik hemodialisis ' kali perminggu mendapatkan $t.! sekitar ,,:7',(. $t.! lebih tinggi dibutuhkan karena dialisis hanya diberikan dua kali perminggu. 2asio %3 plasma setelah.sebelum -2/ sekitar (,'( yang dikoresponden dengan $t.! ,,:7',(. ;atot
D.2asio 2eduksi%reum Diali9er (,+(<',,( dan ' Diali9erSeri (,+( dengan ,,'(.Bagian Ilmu Penyakit Dalam #akultas $edokteran %ni&ersitas Sumatera %tara. A&ailable from %26"http"..library.usu.ac.id..Accessed on uly ,, '((+

Dialisis ' kali perminggu dipakai terutama untuk penderita yang kecil dan masih memiliki fungsi ginjal residu. Aleh karena residu fungsi ginjal penderita 0D cepat menurun. ad5al ' kali perminggu dianggap terutama sebagai pengobatan transisi. 4aramelo dkk. mendapatkan bah5a setelah > bulan 0D fungsi ginjal residu menurun bermakna tidak tergantung dengan tipe membran diali9er. Pada hemodialisis ' kali seminggu dialisis dianggap cukup bila %227nya lebih dari :(D. Pada umumnya indikasi dialisis pada ;;$ adalah bila laju filtrasi glomerolus -6#;/ sudah kurang dari *m6.mnt. $arena keadaan pasien tidak selalu sama, sehingga dialisis dianggap baru perlu dimulai bila Sudoyo AW,Setiyohadi
B,dkk.editor.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. ilid I.edisi I!. akarta"Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam #akultas $edokteran %ni&ersitas Indonesia.'(().hal *+,

"

a. $eadaan umum buruk dan gejala klinis nyata b. $ serum C)mHI.6 c. %reum darah C'((mg.d6 d. p0 darah JK,, e. anuria berkepanjangan -C*hari/ f. fluid o&erloaded