Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN AKHIR

PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK


Mata Acara Praktikum:

ALDEHID

Disusun oleh:
ISMAIL MAQBUL
NPM 230210120053
KELOMPOK 7
SHIFT 2

UNIVERSITAS PADJADJARAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
PROGRAM STUDI ILMU KELAUTAN
JATINANGOR

2013

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur marilah kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena
atas ridho dan karuniaNya lah saya dapat menyelesaikan laporan praktikum
Aldehid. Dalam penyusunan laporan akhir ini mungkin saya mengalami kesulitan
dan kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan
wawasan serta pola pikir saya. Namun berkat keyakinan, keinginan, dan usaha
akhirnya hambatan itu dapat diatasi.
Saya menyadari sedalam-dalamnya bahwa saya sebagai manusia tidaklah
sempurna dalam pembuatan laporan ini. Dengan demikian saya berharap dengan
dibuatnya laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya dan khususnya
bagi saya pribadi. Laporan ini ditujukan untuk memenuhi persyaratan dalam
matakuliah Kimia Organik.

Bandung, Desember 2013

Ismail Maqbul

ii

DAFTAR ISI

BAB

Halaman
DAFTAR TABEL ..............................................................................
DAFTAR GAMBAR .........................................................................

I.

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang ............................................................................
1.2. Tujuan Praktikum ........................................................................
1.3. Prinsip Praktikum ........................................................................

II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Tinjauan Umum Aldehide ...........................................................
2.2. Tinjauan Umum Keton................................................................
2.3. Tinjauan Umum Metode Tollens.................................................
2.4. Tinjauan Umum Sample..............................................................
2.4.1. Benzaldehid..............................................................................
2.4.2. Sikloheksanon...........................................................................
2.5. Tinjauan Umum Pereaksi.............................................................
2.5.1. Perak Nitrat (AgNO3)..............................................................
2.5.2. Natrium Hidroksida..................................................................
2.5.3. Amonium Hidroksida...............................................................

III. METODE PRAKTIKUM


3.1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum ...............................
3.2. Alat dan Bahan ............................................................................
3.2.1. Alat-alat ...................................................................................
3.2.2. Bahan-bahan ............................................................................
3.3. Prosedur Kerja ............................................................................
3.3.1. Uji Kualitatif Metode Tollens ..................................................
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil ............................................................................................

iii

iv

4.1.1. Pengamatan Pengujian Benzaldehid ........................................


4.1.2. Pengamatan Pengujian Sikloheksanon.....................................
4.2. Pembahasan ................................................................................
4.2.1. Uji Kualitatif Benzaldehid........................................................
4.2.2. Uji Kualitatif Sikloheksanon ...................................................
V.

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1. Kesimpulan .................................................................................
5.2. Saran ...........................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................
LAMPIRAN........................................................................................

DAFTAR TABEL
No

Judul

Halaman

Alat Praktikum.............................................................................

Bahan praktikum.........................................................................

Hasil Pengamatan Pengujian Benzaldehid..................................

Hasil Pengamatan Pengujian Sikloheksanon...............................

DAFTAR GAMBAR
No

Judul

Rumus Umum Struktur Aldehid..................................................

Rumus Umum struktur Keton.....................................................

Rumus Umum Struktur Benzaldehid...........................................

Rumus Umum Struktu Sikloheksanon........................................

Rumus Umum Struktur AgNO3...................................................

Rumus Struktur NaOh.................................................................

Rumus Struktur Amonium Hidroksida........................................

Halaman

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kimia organik merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang khusus

mempelajari senyawa senyawa karbon. Dalam kimia organik ini kita mempelajari
banyak gugus fungsi. Seperti pada praktikum kali ini mengenai aldehid. Aldehid
adalah suatu senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Senyawa ini
mempunyai sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada gugus karbonilnya.
Dalam kehidupan sehari- hari, sangat banyak kegunaan dari unsur- unsur
maupun senyawa- senyawa dalam ilmu kimia. Kegunaannya itu bisa terdapat dalam
ilmu kedokteran, industri, kosmetik, bahkan dalam makanan. Setiap unsur dan
senyawa dalam kimia, memiliki kegunaan tersendiri, seperti kegunaan dalam
senyawa aldehid. Aldehid dapat digunakan sebagai bahan pengawet biologi, sebagai
desinfektan, pencegahan pertumbuhan mikroba dan jamur, sabun, pasta gigi, bahkan
pembuatan vaksin. Ditinjau dari eratnya hubungan aldehid dalam kehidupan seharihari yang mana memiliki banyak kegunaannya, untuk itu lah praktikum kimia organik
kali ini yang berjudulkan aldehid ini dilakukan agar kita dapat mengetahui dan
mengidentifikasi apakah suatu senyawa-senyawa tertentu tergolong aldehid.
1.2

Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum kimia organik yang berjudulkan aldehid kali ini yaitu

untuk mengetahui senyawa aldehid secara kualitatif dengan menggunakan metode


tollens.

1.3

Prinsip Praktikum
Adapun prinsip praktikum kimia organik yang berjudulkan aldehid kali ini

yaitu reaksi oksidasi oksidasi aldehid menjadi asam karboksilat dan reduksi larutan
perak ammonium hidroksida menjadi logam perak.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Tinjauan Umum Aldehid


Aldehid adalah suatu senyawa organik yang mengandung sebuah gugus

karbonil terminal. Ini kelompok fungsional , yang disebut kelompok aldehid, terdiri
dari karbon atom terikat ke hidrogen atom dengan satu ikatan kovalen dan oksigen
atom dengan ikatan ganda. Dengan demikian, rumus kimia untuk grup fungsional
aldehid CH = O , dan rumus umum untuk aldehid adalah R CH = O. Grup yang
kadang-kadang disebut aldehid atau kelompok methanoyl formil. Kelompok lain dari
senyawa organik yang mengandung gugus karbonil meliputi keton dan asam
karboksilat . Kata aldehid tampaknya telah muncul dari alcohol dehydrogenated. Di
masa lalu, aldehid kadang-kadang dinamai sesuai alkohol , misalnya aldehid mabuk
untuk asetaldehid . (Mabuk adalah dari vinum Latin = anggur, sumber tradisional
etanol ; bandingkan vinyl.)
Aldehid dinamakan menurut nama asam yang mempunyai jumlah atom C
sama pada nama alkana yang mempunyai jumlah atom sama. Pembuatan aldehid
adalah sebagai berikut: oksidasi alkohol primer, reduksi klorida asam, dari glikol,
hidroformilasi alkana, reaksi Stephens dan untuk pembuatan aldehid aromatik.

Gambar 1. Rumus umum struktur aldehid (Wikipedia,2013)

2.2

Tinjauan Umum Keton


Keton bisa berarti gugus fungsi yang dikarakterisasikan oleh sebuah gugus

karbonil (O=C) yang terhubung dengan dua atom karbon ataupun senyawa kimia
yang mengandung gugus karbonil. Keton memiliki rumus umum R1(CO)R2.
Senyawa karbonil yang berikatan dengan dua karbon membedakan keton dari
asam karboksilat, aldehida, ester, amida, dan senyawa-senyawa beroksigen lainnya.
Ikatan ganda gugus karbonil membedakan keton dari alkohol dan eter.
Gugus karbonil bersifat polar, sehingga mengakibatkan senyawa keton polar.
Gugus karbonil akan berinteraksi dengan air melalui ikatan hidrogen, sehingga keton
larut dalam air. Ia merupakan akseptor ikatan hidrogen, dan bukannya donor,
sehingga ia tidak akan membentuk ikatan hidrogen dengan dirinya sendiri. Hal ini
membuat keton lebih mudah menguap daripada alkohol dan asam karboksilat.

Gambar 2. Rumus umum struktur keton (Wikipedia, 2013)


2.3.

Tinjaun Umum Metode Tollens


Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang dapat

digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam karboksilat,


-COOH. Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui
uji tollens. Contoh senyawa-senyawa yang sering diuji dengan tollens adalah
formalin, asetaldehid, dan glukosa.

Uji tollens ini dapat digunakan untuk membedakan senyawa-senyawa yang


mengandung gugus karbonil, -CO-. Senyawa karbonil ini dapat berupa aldehid,
-CHO jika gugus karbonilnya terletak di ujung (atom C nomor 1), dan dapat berupa
keton, -CO- jika gugus karbonil berada di tengah rantai C, atau paling tidak pada
atom C nomor 2. Karena sifat pengoksidasinya lemah, maka tollens tidak dapat
mengoksidasi senyawa keton.
Pereaksi tollens ini dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula
larutan ini direaksikan dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag 2O
yang terbentuk dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks
perak amoniakal, Ag(NH3)2+(aq).
2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) 2Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)
Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang penting
larutan ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks perak beramoniak
inilah yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang disertai dengan
timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis
secara sederhana sebagai larutan Ag2O.
RCHO(aq) + Ag2O RCOOH(aq) + 2Ag(s)
Persamaan reaksi redoks yang sebenarnya adalah :
Ag(NH3)2+(aq) + e Ag(s) + 2NH3(aq)
RCHO(aq) + 3OH-(aq) RCOOH(aq) + 2H2O(l) + 2e

2.4

Tinjauan Umum Sampel

2.4.1. Benzaldehid
Benzaldehid (C6H5CHO) adalah sebuah senyawa kimia yang terdiri dari
cincin benzena dengan sebuah substituen aldehida. Ia merupakan aldehida aromatik
yang paling sederhana. Pada suhu kamar, ia berupa cairan tidak berwarna dengan
aroma seperti badam (almond). Ia merupakan komponen utama pada ekstrak kacang

10

almond, dan dapat diekstraksi dari beberapa sumber alami seperti aprikot, ceri, dan
biji persik. Pada saat ini, benzaldehid pada umumnya dibuat dari toluena
menggunakan berbagai macam proses yang berbeda. Benzaldehid memiliki titik
didih 178,1 oC, titik lebur -26 oC, dan sedikit larut dalam air, dan penampilannya cair
tidak berwarna.

Gambar 3. Rumus umum struktur benzaldehid (Wikipedia, 2013)


2.4.2. Sikloheksanon
Sikloheksanon adalah senyawa organik yang berupa cairan berminyak dan
memiliki semburat kuning untuk cahaya dan bau menyengat. Sikloheksanon memilki
C6H10O formula dan sedikit larut dalam air dan benar-benar larut dengan pelarut
umum.

Gambar 4. Rumus umum struktur sikloheksanon (Puri, 2013)


2.5

Tinjauan Umum Pereaksi

2.5.1. Perak Nitrat (AgNO3)


Perak nitrat merupakan sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia
AgNO3. Senyawa ini adalah senyawa paling serbaguna di antara senyawa perak
lainnya, dan digunakan pada fotografi. Senyawa ini lebih tidak sensitif terhadap sinar

11

matahari daripada perak halida. Senyawa ini dulu disebut lunar kaustik karena perak
dulunya disebut luna oleh para alkemis kuno yang percaya bahwa perak berasosiasi
dengan bulan. Dalam bentuk padatan, ion senyawa ini akan berbentuk trigonal planar.
Memiliki massa molar 169.87 g/mol dengan densitas 4.35 gram/cm3.

Gambar 5. Rumus umum struktur AgNO3 (Wikipedia, 2013)

2.5.2. Natrium Hidroksida (NaOH)


Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik atau sodium
hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari
oksida basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk
larutan alkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Natrium hidroksida adalah
basa yang paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk
pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Ia bersifat lembap cair dan secara
spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air dan
akan melepaskan panas ketika dilarutkan. Ia juga larut dalam etanol dan metanol.
NaOH memiliki masa molar 39,9971 g/mol titik didih 1390 oC.

Gambar 6. Rumus struktur NaOH (Wikipedia, 2013)

12

2.5.3. Amonium Hidroksida (NH4OH)


Amonia adalah larutan gas amoniak (NH3) dalam air, berbau khas menusuk
hidung. Kelarutan gas amoniak dalam air sangat besar yaitu 1.145 l/l air pada suhu 0
o

C dan tekanan 1 atmosfer, gas ini juga larut dalam alkohol dan eter. Bila uap amonia

bercampur dengan uap asam klorida maka akan terbentuk kabut putih yang
mengendap. Endapan putih tersebut adalah NH4Cl padat yang disebut salmiak. Dalam
dunia perdagangan dapat dijumpai larutan amonia pekat yang mengandung 25% gas
NH3. Larutan amonia pekat harus disimpan di tempat yang sejuk agar konsentrasinya
tidak menurun karena menguap. Dengan Mr sekitar 35,05 dan masa jenis 0,91.

Gambar 7. Rumus struktur Amonium Hirdroksida (Redi, 2011)

13

BAB III
METODE PRAKTIKUM

3.1

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum


Praktikum kimia organik yang berjudul Aldehid dilaksanakan pada hari Rabu

tanggal 27 November 2013 Pukul 10.00 WIB di Laboratorium Bioteknolgi Kelautan


Gedung 4 lantai 3 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran.
3.2

Alat dan Bahan

3.2.1 Alat-alat
Tabel 1. Alat praktikum
No
1

Alat
Pembakar Bunsen

Fungsi
Untuk memanaskan larutan

Pipet tetes

Untuk memindahkan larutan dengan volume kecil

Rak tabung

Tempat menyimpan tabung reaksi

Spatula

Tabung reaksi

Timbangan

Untuk memindahkan zat


Untuk mereaksikan zat
Untuk menimbang larutan/zat

14

3.2.2 Bahan-bahan
Tabel 2. Bahan praktikum
No

Bahan

AgNO3 5%

NaOH 10%

NH4OH

Benzaldehide

Sikloheksanon

3.3

Prosedur Kerja

3.3.1 Uji Kualitatif Metode Tollens


Praktikum dengan judul aldehid ini menggunakan metode tollens. Pertamatama disiapakan alat dan bahan sekaligus pembagian uji dengan beda sample antar
kelompok. Setelah siap hal yang pertama dilakukan adalah dimasukan 1 ml AgNO3
5% kedalam tabung reaksi, selanjutnya ditambahkan 1 tetes NaOH 10%. Kemudian
ditambahkan NH4OH 2% per tetes diaduk, lalu ditambahkan 2 tetes sampel dikocok
dan diamkan selama 10 menit. Setelah itu dipanaskan diatas penangas air selam 5
menit. Dan diamati hasilnya.

15

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

Hasil

4.1.1 Pengamatan Pengujian Benzaldehid


Tabel 3. Hasil Pengamatan Pengujian Benzaldehid
Kelompok

Sampel

Hasil

Keterangan

Benzaldehid

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

10

Terbentuk cermin perak

16

11

Terbentuk cermin perak

4.1.2 Pengamatan Pengujian Sikloheksanon


Tabel 4. Hasil Pengamatan Pengujian Sikloheksanon
Kelompok

Hasil

Keterangan

Tidak terbentuk cermin perak

Terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

Tidak terbentuk cermin perak

10

Tidak terbentuk cermin perak

11

Tidak terbentuk cermin perak

4.2

Sampel

Sikloheksanon

Pembahasan

4.2.1 Uji Kualitatif Benzaldehid


Metode yang digunakan dalam praktikum aldehid ini yaitu metode tollens
dimana metode tollens ini mampu mengoksidasi aldehida menjadi asam karboksilat,
dan reduksi larutan alkalis perak ammonium hidroksida menjadi logam perak.
Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi ini dibuat dengan
cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan amonia sedikit demi sedikit hingga
endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. Pereaksi Tollens dapat dianggap
sebagai larutan perak oksida (Ag2O). Aldehida dapat mereduksi pereaksi Tollens
sehingga membebaaskan unsur perak (Ag). Bila reaksi dilangsungkan pada bejana

17

gelas, endapan perak yang terbentuk akan melapisi bejana, membentuk cermin. Oleh
karena itu, reaksi ini disebut reaksi cermin perak. Hasil positif dalam praktikum
aldehid ini dapat terjadi jika terbentuknya kaca perak (jika tabung reaksi bersih) atau
endapan hitam keperakkan. Sebaliknya hasif negatif dapat terjadi jika tidak terbentuk
kaca perak atau endapan hitam keperakkan.
Pereaksi Tollens mengandung ion diamminperak(I), [Ag(NH3)2]+.Ion ini
dibuat dari larutan perak(I) nitrat. Caranya dengan memasukkan setetes larutan
natrium hidroksida ke dalam larutan perak(I) nitrat yang menghasilkan sebuah
endapan perak(I) oksida, dan selanjutnya tambahkan larutan amonia encer
secukupnya untuk melarutkan ulang endapan tersebut.Untuk melakukan uji dengan
pereaksi Tollens, beberapa tetes aldehid atau keton dimasukkan ke dalam pereaksi
Tollens yang baru dibuat, dan dipanaskan secara perlahan dalam sebuah penangas air
panas selama beberapa menit.
Aldehid mereduksi ion diamminperak(I) menjadi logam perak. Karena larutan
bersifat basa, maka aldehid dengan sendirinya dioksidasi menjadi sebuah garam dari
asam karboksilat yang sesuai.
Sampel yang digunakan dalam praktikum aldehid ini yaitu benzaldehid.
Benzaldehida (C6H5CHO) adalah sebuah senyawa kimia yang terdiri dari cincin
benzena dengan sebuah substituen aldehida. Ia merupakan aldehida aromatik yang
paling sederhana. Pada suhu kamar, ia berupa cairan tidak berwarna dengan aroma
seperti badam (almond). Ia merupakan komponen utama pada ekstrak kacang
almond, dan dapat diekstraksi dari beberapa sumber alami seperti aprikot, ceri, dan
biji persik. Pada saat ini, benzaldehida pada umumnya dibuat dari toluena
menggunakan berbagai macam proses yang berbeda.
Praktikum aldehid kali ini diperoleh hasil yang positif pada sampel
benzaldehid. Benzaldehid tergolong positif aldehid berdasarkan praktikum yang telah
dilakukan.

Dapat

dibuktikan

dengan

terbentuknya

cermin

perak

dimana

terbentuknnya perubahan warna yang semula bening dan berkristal kaca menjadi

18

berwarna perak keabu-abuan. Cerminan perak sendiri dapat terbentuk karena adanya
oksidasi aldehida menjadi asam karboksilat yang direaksikan oleh pereaksi AgNO 3
atau Ag(NH3)2OH dimana terbentuknya asam karboksilat. Sedangkan perak
amoniumnya bertindak sebagai oksidaor sehingga terjadi reaksi reduksi menjadi
logam perak dimana terbentuknya akibat dari pemecahan atau proses reduksi dari
perak ammonium. Apabila suatu sampel direaksikan dengan pereaksi Tollens
kemudian dipanaskan dan muncul endapan cermin perak pada permukaan tabung
reaksi maka dapat dikatakan bahwa sampel tersebut merupakan salah satu dari
senyawa aldehid. Hal yang membedakan aldehid dengan keton yaitu kemampuan
kedua senyawa ini apabila dioksidadi. Aldehid adalah larutan yang mudah sekali
dioksidasi dengan menggunakan uji Tollens sedangkan keton tidak.
Reaksinya yaitu ;
Pereaksi Tollens :
AgNO3(aq) + NaOH(aq)

AgOH(s) + NaNO3(aq)

AgOH(s) + 2NH4OH(aq)

Ag(NH3)2OH(aq) + 2H2O(l)

Aldehid adalah reduktor kuat sehingga dapat mereduksi oksidator-oksidator


lemah. Pereaksi Tollen adalah contok oksidator lemah yang merupakan pereaksi
khusus untuk mengenali aldehida. Oksidasi aldehida mnghasilkan asam karboksilat.
Pereaksi Tollens adalah larutan perak nitrat dalam amonia. Pereaksi ini dibuat dengan
cara menetesi larutan perak nitrat dengan larutan ammonia sedikit demi sedikit
hingga endapan yang mula-mula terbentuk larut kembali. Pereaksi Tollens dapat
dianggap sebagai larutan perak oksida (Ag2O). Aldehid dapat mereduksi pereaksi
Tollens sehingga membebaskan unsur perak (Ag). Aldehid begitu mudahnya
dioksidasi sehingga sampel yang disimpan biasanya mengandung sedikit asamnya.
Kontaminasi ini disebabkan oleh oksidasi udara. Oksidasi aldehid menghasilkan asam
dengan jumlah atom karbon yang sama.
4.2.2 Uji Kualitatif Sikloheksanon

19

Uji Tollen merupakan salah satu uji yang digunakan untuk membedakan
mana yang termasuk senyawa aldehid dan mana yang termasuk senyawa keton.
Selain dengan menggunakan Uji Tollen untuk membedakan senyawa aldehid dan
keton dapat juga menggunakan Uji Fehling dan Uji Benedict. Aldehid lebih mudah
dioksidasi dibanding keton. Oksidasi aldehid menghasilkan asam dengan jumlah
atom karbon yang sama ( Hart, 1990).
Pereaksi tollens merupakan suatu oksidator / pengoksidasi lemah yang dapat
digunakan untuk mengoksidasi gugus aldehid, -CHO menjadi asam karboksilat,
-COOH. Senyawa-senyawa yang mengandung gugus aldehid dapat dikenali melalui
uji tollens. Contoh senyawa-senyawa yang sering diuji dengan tollens adalah
formalin, asetaldehid, dan glukosa. Uji tollens ini dapat digunakan untuk
membedakan senyawa-senyawa yang mengandung gugus karbonil, -CO-. Senyawa
karbonil ini dapat berupa aldehid, -CHO jika gugus karbonilnya terletak di ujung
(atom C nomor 1), dan dapat berupa keton, -CO- jika gugus karbonil berada di tengah
rantai C, atau paling tidak pada atom C nomor 2. Karena sifat pengoksidasinya
lemah, maka tollens tidak dapat mengoksidasi senyawa keton. Pereaksi tollens ini
dapat dibuat dari larutan perak nitrat, AgNO3. Mula-mula larutan ini direaksikan
dengan basa kuat, NaOH(aq), kemudian endapan coklat Ag2O yang terbentuk
dilarutkan dengan larutan amonia sehingga membentuk kompleks perak amoniakal,
Ag(NH3)2+(aq).
2AgNO3(aq) + 2NaOH(aq) Ag2O(s) + 2NaNO3(aq) + H2O(l)
Ag2O(s) + 4NH3(aq) + 2NaNO3(aq) + H2O(l) 2Ag(NH3)2NO3(aq) + 2NaOH(aq)
Bermacam cara dapat ditempuh untuk membuat pereaksi tollens; yang penting larutan
ini harus mengandung perak amoniakal. Larutan kompleks perak beramoniak inilah
yang dapat mengoksidasi gugus aldehid menjadi asam yang disertai dengan
timbulnya cermin perak. Oleh sebab itu, larutan perak amoniakal ini sering ditulis
secara sederhana sebagai larutan Ag2O. (Arufiati, 2012)

20

RCHO(aq) + Ag2O RCOOH(aq) + 2Ag(s)


Persamaan reaksi redoks yang sebenarnya adalah :
Ag(NH3)2+(aq) + e Ag(s) + 2NH3(aq)
RCHO(aq) + 3OH-(aq) RCOOH(aq) + 2H2O(l) + 2e
Hampir setiap reagensia yang mengoksidasi alkohol juga dapat mengoksidasi
suatu aldehid. Pereaksi tollens, pengoksidasi ringan yang digunakan dalam uji ini,
adalah larutan basa dari perak nitrat. Larutannya jernih dan tidak berwarna. Untuk
mencegah pengendapan ion perak sebagi oksida pada suhu tinggi, maka
ditambahkan beberapa tetes larutan amonia. Amonia membentuk kompleks larut air
dengan ion perak.
Pereaksi Tollens sering disebut sebagai perak amoniakal, merupakan
campuran dari AgNO3 dan amonia berlebihan. Gugus aktif pada pereaksi tollens
adalah Ag2O yang bila tereduksi akan menghasilakan endapan perak. Endapan perak
ini akan menempel pada tabung reaksi yang akn menjadi cermin perak. Oleh karena
itu Pereaksi Tollens sering juga disebut pereaksi cermin perak.
Sehingga karena sikloheksanon merupakan keton dan berdasarkan
penjelasan diatas merupakan senyawa yang sulit untuk dioksidasi, maka setalah
dilakukan praktikum didapatkan hasil yang negatif ditunjukan dengan tidak
terbentuknya cermin perak pada permukaan tabunug reaksi.

21

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan mengenai Aldehid dengan
sample benzaldehid dan sikloheksanon menggunakan metode tollens, maka didapat
hasil bahwa benzaldehid merupakan senyawa yang termsuk aldehid dibuktikan
dengan adanya cermin perak pada tabung reaksi sebagai indikator bahwa hasilnya
positif, serta sikloheksanon bukan termasuk aldehid tetapi termasuk kedalam senyawa
keton dibuktikan dengan tidak adanya atau tidak terbentuknya cermin perak ada
tabung reaksi sebagai indikator negatif, atau dengan kata lain bahwa daya oksidasi
sikloheksanon lebih besar daripada benzaldehid.

5.2 Saran
Disiplin kerja, hati-hati, serius, dan ikuti prosedur yang ada.

22

23

Daftar Pustaka

Dian.

2013. Kerbohidrat. http://organiksmakma3c10.blogspot.com/2013/03/ujifehling-pereaksi-ini-dapat.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013


pukul 8.35 WIB.

Fika.

2013.
Uji
tollens
untuk
aldehid
dan
keton.
http://fikapuspita.blogspot.com/2013/06/laporan-uji-tollen-untuk-aldehiddan_24.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 11.41 WIB.

Prasetyo. 2012. Aldehid .http://novadwiprasetiyo.blogspot.com/2012/10/aldehid.html.


Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 7.29 WIB.
Puri. 2013. Keton. http://perpustakaancyber.blogspot.com/2013/09/pengertian-ketonsifat-kegunaan-isomer-sintesis.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember
2013 pukul 9.15 WIB.
Redi. 2011. Amonia. http://majalahkimia.blogspot.com/2011/06/amonia-amoniumhidroksida.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 9.57
WIB.
Shofiyyah. 2012. Sikloheksanon. http://nurarianiamir.blogspot.com/2012/06/vbehaviorurldefaultvmlo.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013
pukul 9.22 WIB.
Susilawati. 2011. Kegunaan aldehid dalam kehidupan sehari-hari. http://susilawatiucieineamacenter.blogspot.com/2011/02/kegunaan-aldehida-dalamkehidupan.html. Diakses pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 6.52
WIB.
Wikipedia. 2013. Alkanal. http://id.wikipedia.org/wiki/Alkanal. Diakses pada hari
Selasa 3 Desember 2013 pukul 8.04 WIB.
Wikipedia. 2013. Keton. http://id.wikipedia.org/wiki/Keton. Diakses pada hari Selasa
3 Desember 2013 pukul 8.15 WIB.
Wikipedia, 2013. Benzaldehida. http://id.wikipedia.org/wiki/Benzaldehida. Diakses
pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 8.45 WIB.
Wikipedia. 2013. Perak Nitrat. http://id.wikipedia.org/wiki/Perak_nitrat. Diakses
pada hari Selasa 3 Desember 2013 pukul 9.36 WIB.
Wikipedia.
2013.
Natrium
Hidroksida.
http://id.wikipedia.org/wiki/Natrium_hidroksida. Diakses pada hari Selasa 3
Desember 2013 pukul 9.50 WIB.

24

Lampiran 1. Dokumentasi
No
1

Gambar

Keterangan

Pereaksi AgNO3

Larutan yang mengasilkan endapan

Memasukan larutan

Memasukan sampel

25

Hasil positif yang terbentuk

26