Anda di halaman 1dari 60

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1962 tentang Karantina Laut; Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1962 tentang Karantina Udara; Undang-Undang

Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular; Peraturan Pemerintah Nomor 40 tahun 1991 tentang Pedoman Penanggulangan Wabah Penyakit Menular; Undang-Undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 356/Menkes/Per/IV/2008 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan

Pasal 11

Tugas Bidang Karantina dan SE:

Pengendalian

Melaksanakan perencanaan dan evaluasi serta penyusunan laporan di bidang :


a) Kekarantinaan, b) surveilans epidemiologi penyakit dan penyakit potensial wabah serta penyakit baru dan penyakit yg muncul kembali, c) pengawasan alat angkut & muatannya, lalu lintas OMKABA, d) Jejaring kerja, kemitraan, kajian, pengembangan teknologi, dan diklat bidang kekarantinaan

Pasal 12 Fungsi Bidang Pengendalian Karantina dan SE: a) Kekarantinaan dan Surveilans epidemiologi penyakit & penyakit potensial wabah serta penyakit baru dan penyakit yg muncul kembali; b) Kesiapsiagaan, pengkajian, serta advokasi penanggulangan KLB dan bencana/pasca bencana bidang kesehatan; c) Pengawasan lalu lintas OMKABA ekspor dan impor serta alat angkut termasuk muatannya; d) Kajian dan diseminasi informasi kekarantinaan ; e) Diklat Kekarantinaan, Pengembangan Teknologi f) Pelaksanaan jejaring kerta dan kemitraan bidang kekarantinaan; g) Pengembangan Teknologi bid. Kekarantinaan; h) Penyusunan laporan bid. Kekarantinaan & SE

Pasal 14 Bidang Pengendalian Karantina dan SE: (1) Seksi Pengendalian Karantina : a) Melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, b) Koordinasi pelaksanaan pemeriksaan dan sertifikasi OMKABA ekspor dan impor, c) Pengawasan dan tindakan kekarantinaan terhadap kapal, pesawat udara, dan alat transportasi lainnya, d) Penerbitan dokumen kesehatan kapal laut, pesawat udara, dan alat transportasi lainnya, pengangkutan orang sakit/jenazah, e) Kajian, pengembangan teknologi serta DIKLAT di bidang kekarantinaan.

Pasal 14 (2) Seksi Surveilans Epidemiologi : a) Melakukan penyiapan bahan perencanaan, pemantauan, evaluasi, penyusunan laporan, b) Koordinasi pelaksanaan Surveilans Epidemiologi Penyakit, penyakit potensial wabah, penyakit baru, dan penyakit yang muncul kembali c) Jejaring kerja Surveilans Epidemiologi Nasional/Internasional d) Kesiapsiagaan, Pengkajian, Advokasi Penanggulangan KLB, Bencana/Pasca Bencana bid. Kesehatan

(1) JENIS JENIS DOKUMEN KESEHATAN KAPAL :

a) MARITIME DECLARATION OF HEALTH (MDH) b) * SHIP SANITATION CONTROL EXEMPTION CERTIFICATE * SHIP SANITATION CONTROL CERTIFICATE c) INTERNATIONAL CERTIFICATE OF VACCINATION (ICV)----------negara tertentu d) CERTIFICATE of FREE PRATIQUE e) PORT HEALTH QUARANTINE CLEARANCE f) Buku Kesehatan Kapal g) Surat Izin Angkut Orang Sakit/Jenazah g) Sertificate Obat-Obatan / P3K h) Sertificate Mutu Air Bersih di Kapal

(2) JENIS JENIS DOKUMEN KESEHATAN PESAWAT :

a) b) c) d) f) g)

AIRCRAFT GENERAL DECLARATION SERTIFIKAT HAPUS SERANGGA INTERNATIONAL CERTIFICATE OF VACCINATION (ICV)----------negara tertentu Surat Izin angkut orang sakit/jenazah Buku Kesehatan Pesawat Sertificate Obat-Obatan / P3K

Merupakan dokumen legal antara Badan Kesehatan Dunia/World Health Organization (WHO) dengan negara anggotanya Bertujuan mencegah, melindungi dan mengendalikan penyebaran penyakit lintas negara dengan melakukan tindakan sesuai dengan risiko kesehatan yang dihadapi tanpa menimbulkan gangguan yang berarti bagi lalu lintas dan perdagangan internasional Penyakit yang dimaksud: penyakit menular yang sudah ada, baru dan yang muncul kembali serta penyakit tidak menular (contoh: bahan radionuklear dan bahan kimia) yang dapat menyebabkan (PHEIC)

International Health Regulations

Pergeseran paradigma

IHR 1969
Pengawasan perbatasan

IHR 2005
Penanggulangan pada sumber

Tiga penyakit (Kholera,Pes,YF)Semua jenis ancaman (PHEIC)

Tindakan yang ditetapkan sebelumnya Respons yang


disesuaikan

Adalah :

Kejadian Luar Biasa yang merupakan risiko kesehatan masyarakat bagi negara lain karena dapat menyebar lintas negara dan berpotensi memerlukan respons internasional secara terkoordinasi

Adanya PHEIC ditetapkan oleh: Direktur Jenderal WHO berdasarkan informasi yang diterima dari suatu negara dengan mempertimbangkan : Saran komite kesehatan Algoritma utk kejadian yang mungkin PHEIC Bukti ilmiah Penilaian Risiko

Implementasi IHR (2005) di pelabuhan, bandara dan lintas batas darat dalam upaya penanggulangan PHEIC
PENCEGAHAN DETEKSI DINI RESPON
Merespon kegawatdaruratan kesehatan masyarakat

Pengendalian Faktor Risiko yang diketahui

Mendeteksi kejadian kesehatan

Pengendalian rutin terhadap kondisi sanitasi di pelabuhan dan alat angkut termasuk pengendalian vektor

Pengawasan, Skrining, Informasi dan Verifikasi

Mendukung penyelidikan dan rencana kontijensi

Manajemen Risiko Penilaian Risiko Manajemen Kasus Program pengawasasan alat angkut dan tindakan pengendalian

Penyakit potensi PHEIC


1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. Pes Kolera Meningitis meningokokus Yellow fever Hanta virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) Avian Influenza Cacar Ebola Japanese Enchepalitis Poliomielities akut Anthrax Nipah virus Influenza A Baru H1N1

Emerging and Re-Emerging Infectious Diseases

AS Fauci

Implikasi dari PHEIC


Dampak negatif ekonomi yang hebat terhadap turisme, perdagangan, dan perjalanan Implikasi sosial, penderitaan manusia baik secara fisik maupun psikologis. Gangguan terhadap kehidupan normal. Ancaman terhadap kesehatan dan sistim kesejahteraan masyarakat.

Implikasi adanya PHEIC....

Akibat adanya PHEIC....

Akibat adanya PHEIC....

Akibat adanya PHEIC....

Akibat adanya PHEIC....

BAGAN / ALUR KEPUTUSAN PENILAIAN TERHADAP KEJADIAN / KASUS PHEIC Kegawatdaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Menjadi Perhatian Global Seperti yang tercantum pada Lampiran 2 IHR 2005
Kejadian / Kasus yang terdeteksi oleh Sistim Surveilans Nasional (seperti pada Lampiran 1)
KLB penyakit yang dapat menyebabkan dampak kesehatan masyarakat serius, berdasarkan laporan WHO : -Cacar -Poliomyelitis (dengan agent virus polio liar) -Human influenza (dengan agent virus sub tipe baru) -Sindroma pernafasan akut (SARS) Kejadian / kasus seperti yang tercantum dalam kotak kiri dan kanan, termasuk juga setiap kejadian / kasus yang belum diketahui penyebabnya namun berpotensi terhadap kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian dunia / global Kejadian / kasus penyakit yang dapat menyebabkan dampak kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian global dan penyebarannya sangat cepat dan meluas secara internasional : -Kolera -Pes -Yellow fever -Viral haemorrhagic fever (ebola, lassa, marburg) -West Nile Fever -Penyakit lain yang berhubungan dengan kedaruratan nasional & regional seperti Demam Berdarah, Demam Bukit Rift, Penyakit Meningitis

Atau

Atau

Apakah kejadian / kasus tersebut dapat menimbulkan dampak kesehatan masyarakat yang serius ?

Ya

Tidak

Apakah terjadi KLB ?

Apakah terjadi KLB ?

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Apakah berisiko terjadi penyebaran / penularan secara internasional ?

Apakah berisiko terjadi penyebaran / penularan secara internasional ?

Ya

Tidak

Ya

Tidak

Apakah penyebaran / penularan risiko tersebut melalui perjalanan & perdagangan jalur internasional ? Ya Tidak

Tidak dilaporkan pada tahap ini, namun akan ditetapkan jika ada informasi PHEIC

Kejadian / Kasus PHEIC Harus Dilaporkan Kepada WHO sesuai IHR 2005

Kebijakan
Kepentingan nasional menjadi prioritas utama tanpa mengabaikan kepentingan internasional Menghormati HAM Penyelenggaraan Karantina Kesehatan harus berdasarkan UU dan Kajian ilmiah Menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan bersama-sama oleh pemerintah pusat, pemda dan melibatkan berbagai pihak yang terkait dari dalam dan luar negeri

Kebijakan
Peningkatan kemampuan di pintu masuk dalam rangka deteksi dan respon cepat dan di luar pintu masuk diarahkan pada karantina rumah,karantina wilayah, karantina RS, pembatasan sosial Pemenuhan SDM meliputi, SDM,Prasarana :Peralatan,logistik dan dana operasional

Strategi
1. Menyiapkan aspek legal 2. Advokasi dan ssosialisasi 3. Peningkatan Kapasitas meliputi :
3.1 SDM a. Drill, simulasi table top, simulasi lapangan b. Penyiapan Tim Respon cepat 3.2 Sarana dan Prasarana : Dipintu Masuk : Asrama Karantina,Themal scanner,rapid tes, body clean, dll Diluar Pintu Masuk : Sarana mobil evakuasi penyakit, tenda isolasi

KEGIATAN YANG DILAKUKAN DI PINTU MASUK

Core Capacity di pintu masuk yang harus dimiliki KKP secara Rutin annex 1b IHR 2005 Menyediakan
a
pelayanan medis yg layak, termasuk fasilitas diagnostik yg memungkinkan assessment segera thdp penumpang yg sakit

b
Menyediakan transport dan personel

c
Menyediakan staf untuk pemberantasan vektor setempat dan di sekitarnya
Show D esktop.scf

Menyediakan petugas utk pemeriksaan pesawat / kapal / kendaraan

Menyediakan air yg aman utk diminum, fasilitas katering, toilet, pembuangan limbah yg memadai

Core Capacity di Pintu Masuk dalam merespon PHEIC b


a
Membuat dan menjalankan rencana penanggulangan PHEIC dan menetapkan koordinator Melakukan assesment & memeberikan pelayanan bagi penumpang /hewanyg sakit , dibuat kesepakatan termasuk kesehatan hewan setempat Menyediakan ruangan yg khusus terpisah dari yg lain, bagi suspek , & akan diintervew lbh Menyediakan d lnjt sarana diagnosis dan bila perlu fasilitas karantina thdp suspek Melakukan : disinsect,

Menyediakan peralatan yg dirancang khusus , dan APD yg memadai (transfer of travellers with infection/

e f
Menerapkan pengawasan masuk & keluarnya penumpang

Derat, disinfect, decontaminate, baggage, cargo, containers, conveyances, goods, postal parcels etc

KOMUNIKASI DAN KOORDINASI

Operational relationship

Peningkatan Sarana Pelayanan Kesehatan KKP Dalam Rangka PHEIC


Penyiapan Peralatan Deteksi PHEIC yang bersifat massal dan mudah digunakan, misalnya : Thermal Scanner, Body Clean, HAC, Rapid Test Penyiapan ruangan untuk melakukan kegiatan observasi dan karantina sementara misalnya : Tenda Isolasi Penyiapan ruang poliklinik yang berstandar internasional di setiap pintu masuk utama negara Penyiapan ruang pelayanan gawat darurat medik di bandara, pelabuhan dan pos lintas batas Penyiapan kendaraan khusus : Mobil ambulan khusus/Evakuasi penyakit menular Penyiapan Ruang karantina di bandara, pelabuhan dan pos lintas batas

Pemeriksaan Pesawat ( Health Part of The Aircraft General Declaration )


Pedoman Pemeriksaan Pesawat Pedoman Penanggulangan PHEIC di Bandara -> pesawat Surat Edaran Dirjen P2PL dan Hubud sehubungan kejadian PHEIC Penyiapan Peralatan Disinseksi di pesawat Penyiapan tenaga terlatih Pemeriksaan Pesawat

Skrining Kedatangan penumpang dari negara/wilaya h terjangkit

Menjamin lingkungan yang aman di Pesawat dan Bandara


Pesawat Pemeriksaan sanitasi termasuk Mamim

Bandara
Pemeriksaan sanitasi lingkungan : - Toilet, reservoir - Katering dan restoran

Pemeriksaan Kapal Melalui Maritime Declaration of Health (annex 8)

Penyiapan Petugas Pemeriksa Kapal (Karantina, UKP, PRL) Penyiapan Peralatan Radio Komunikasi Cepat Penyiapan Mobil Boarding dan Mobil Evakuasi

KEGIATAN YANG DILAKUKAN DI LUAR PINTU MASUK

Karantina Rumah

Karantina Rumah Sakit

Bentuk Tindakan Penanggulangan KLB

Karantina Wilayah

Pembatasan Sosial Berskala Besar

A. KARANTINA RUMAH
PENGERTIAN : Pengawasan berupa : Pembatasan kegiatan dan atau pemisahan penghuni suatu rumah yg diduga terinfeksi penyakit meski belum menunjukkan gejala penyakit; Pemisahan barang, peralatan, hewan atau apapun yg ada di rmh tsb yg di duga terkontaminasi dari orang/barang lain untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi SYARAT: Di dalam rumah terdapat suspek suatu pandemi KAPAN DILAKUKAN? Setelh ada sinyal epidemiologi yg ditetapkan oleh pemerintah daerah sesuai uu no.4 ttng wabah penyakit menular SASARAN : Anggota keluarga suspek, hewan dan Peralatan barang yg diduga kontak dgn suspek

B. KARANTINA WILAYAH PENGERTIAN Pengawasan berupa : Pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan masyarakat dalam suatu wilayah geografis yang diduga terinfeksi penyakit meski belum menunjukkan gejala penyakit ; pemisahan barang, peralatan/ hewan atau apapun yg ada di wil.tsb yg diduga terkontaminasi dari orang/barang lain. untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi SYARAT: Masyarakat dalam suatu wil. Diduga telah terinfeksi (meski belum ada gejala penyakit KLB yg berpotensi PHEIC). KAPAN DILAKUKAN? Melalui Keputusan Menkes berupa pernyataan telah terjadi pandemi dgn konfirmasi lab SASARAN : Masyarakat, hewan dan Peralatan barang yg diduga kontak dgn suspek

Keberhasilan Karantina Wilayah

Sangat ditentukan Oleh Dukungan Masyarakat

Kesadaran masyarakat

Orang keluar masuk Selama dalam willayah harus memakai PPE

Semua barang/benda yg keluar masuk harus di desinfeksi

Relawan ( masyarakat )

Polri-TNI

C. KARANTINA RUMAH SAKIT Pengertian;

Pengawasan berupa : Pembatasan kegiatan dan/atau pemisahan semua orang yg berada di sebagian atau seluruh nya di suatu RS ketika terjadi penularan dari manusia ke manusia secara terbatas di RS tsb yg perpotensi menimbulkan penyakit PHEIC. Pembatasan dimaksud tdk boleh keluar wilayah RS krn diduga terinfeksi penyakit meski belum menunjukkan gejala penyakit ; pemisahan orang Peralatan/barang-barang RS tsb yg diduga terkontaminasi, untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit atau kontaminasi yg berasal dari orang, barang yg berada/dari wilayah RS tsb.
SYARAT ? Di dalam RS ada kasus atau dicurigai telah terjadi penularan antar manusia di wilayah tsb, dgn memperhatikan : pertimbangan epidemiologis, RS berada dlm wilayah yg dinyatakan KLB/Wabah/PHEIC, ada buffer di luar wilayah yg dikarantina. KAPAN DILAKUKAN ? setelah ada perintah pelaksanaan Karantina RS oleh Menkes setelh mendapat laporan dari Direktur RS telah terjadi episenter pandemi di RS tsb yang dapat menimbulkan PHEIC. SASARAN : Semua Orang dan Peralatan barang yg ada di RS.

D. PEMBATASAN KEGIATAN SOSIAL BERSKALA BESAR Pembatasan ruang gerak kegiatan dan/atau pemisahan masyarakat, barang, peralatan, hewan, dalam suatu wilayah penanggulangan dengan tujuan mengurangi transmisi penyakit melalui kontak antar manusia. SYARAT: Di wil. Episenter banyak orang yg terinfeksi dan sudah bisa menularkan tetapi belum terdeteksi krn belum ada gejala klinis dan ada indikasi penyakit akan meluas. KAPAN DILAKUKAN? Setelh ada pernyataan Menteri Kesehatan dgn adnya sinyal virologi/ konfirmasi lab. SASARAN : Seluruh masyarakat, hewan dan barang/peralatan yg berada pada wil. Penanggulangan yg telah ditetapkan untuk dilakukan upaya pembatasan ruang gerak di wil. tsb. (menghindari kontak perorangan). Contoh : Liburan sekolah, pembatasan kegiatan keagamaan Pasr, bioskop, pertemuan, perkawinan,

KARANTINA KESEHATAN DI PINTU MASUK NEGARA KARANTINA KESEHATAN DI BANDARA : Pengertian ? semua kegiatan : SE Faktor Risiko, Intervensi rutin dan respon dalam rangka pencegahan Penyebaran penyakit yg berpotensi PHEIC Syarat ?: ada orang, barang & pesawat yg berasal dari daerah/negara wilayah episenter/terjangkit berpotensi pandemi yg diduga terkontaminasi penyakit yg berpotensi PHEIC. Kapan dilakukan ? ada pernyataan Menteri Kesehatan telah terjadi episenter pandemi di suatu daerah/negara & ada perintah pelaksanaan penanggulangan. Sasaran?: Orang, Hewan, Pesawat, barang/peralatan yg berasal dari daerah/ negara episenter

ALGORITME (ALUR) KEDATANGAN KAPAL DALAM KARANTINA

Surat Permohonan Free Pratique Melalui Agent / Owner


Kantor Kesehatan Pelabuhan

INAPORTNET ?
Permohonan dan MDH Analisis Kapal dari Pelabuhan Luar Negeri sehat atau Terjangkit

Yes
Kapal dari Pelabuhan Dalam Negeri Terjangkit

No
Kapal dari Pelabuhan Luar Negeri Terjangkit Kapal dari Pelabuhan Luar Negeri Sehat Sandar di Kade/Dermaga

Zona Quarantine (Anchorage Area) Pemeriksaan dokumen, Faktor Risiko & Kesehatan ABK/Penumpang
Ada masalah Tidak ada masalah

Pemeriksaan Dokumen/FR

Certificate of Pratique (Restricted Pratique)

Certificate of Pratique (Free Pratique) Permohonan Out Clearance (PHQC)

Tindakan

Pesawat Dari Negara Terjangkit (ada suspect di pesawat) (1) Pesawat Dari Negara Terjangkit (tidak ada suspect di pesawat) (1a)

Pesawat diparkir di Remote parking stand (P.S.1620) (2)

Petugas KKP boarding ke atas pesawat:


1.Meminta Gendec 2.Dokumen kesehatan lain 3.Pemeriksaan visual (kondisi penumpang) (3)

Pengambil an Health Alert Card di Terminal


Kedatangan

Thermal Scanner

(5)

(4)

ALGORITMA/ ALUR PEMERIKSAAN PESAWAT/ PENUMPANG DARI NEGARA TERJANGKIT


Suhu >380C Ruang
poliklinik /
Anamnese

Penumpang

Parkir pesawat reguler (2a)

Suspect dibawa ke Poli KKP, bila perlu dirujuk ke RS (3a)

Penumpang

Body Cleaner

Sehat (6) (3b)

Riwayat Kontak

Riwayat Kontak (+) (Suspec t) (8)

(7)

SUHU NORMAL

Proses CIQ (6a)

Riwayat Kontak (-) Sehat

Rujuk Ke RS

(7a)

(9)

PEMERINTAH/ REGULATOR
1. KANTOR KESEHATAN PELABUHAN 2. ADBAN, SYAHBANDAR, OP 3. BEA DAN CUKAI 4. IMIGRASI 5. BALAI KARANTINA TUMBUHAN, HEWAN DAN IKAN 6. KEPOLISIAN R.I/ KPPP

EKONOMI
FASILITATOR
1. PT. (PERSERO) PELINDO , AP, 2. KOPERASI TKBM 3. dsb

PENGGUNA JASA

1. PELAYARAN 2. MASKAPAI PENERBANGAN 3. EKSPOR/ IMPOR 5. ANGKUTAN 6. DLL


3

Kegiatan diasrama karantina. Petugas karantina memantau suhu tubuh calon penumpang 3 kali sehari Jika suhu tubuhnya >380 C langsung dirujuk ke Rumah sakit rujukan dengan menggunakan mobil evakuasi penyakit menular Selama masa karantina calon penumpang dilarang menerima kunjungan dan meninggalkan asrama karantina sampai masa karantina selesai Lamanya masa karantina 2 kali masa inkubasi atau 14 hari Orang yang dikarantina diberikan propilaksis selama 10 hari Lokasi asrama karantina berada di wilayah bandara Setiap bandara wajib memiliki asrama karantina. Standar Asrama karantina : Terdapat minimal 5 kamar yang dilengkapi dengan tempat tidur Ada kamar mandi dan perlengkapan lainnya Ada ruangan perawat dan dokter yang terpisah dengan calon penumpang yang dikarantina Kegiatan diasrama karantina. Petugas karantina memantau suhu tubuh calon penumpang 3 kali sehari Jika suhu tubuhnya >380 C langsung dirujuk ke Rumah sakit rujukan dengan menggunakan mobil evakuasi penyakit menular Selama masa karantina calon penumpang dilarang menerima kunjungan dan meninggalkan asrama karantina sampai masa karantina selesai Lamanya masa karantina 2 kali masa inkubasi atau 14 hari Orang yang dikarantina diberikan propilaksis selama 10 hari Lokasi asrama karantina berada di wilayah bandara Setiap bandara wajib memiliki asrama karantina.

BODY CLEAN DISINFEKSI

51

Kata Mutiara
(Kata Bijak)

sebelum anda mampu

memimpin orang lain, anda harus mampu memimpin diri anda sendiri