Anda di halaman 1dari 11

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012

4A Kejang demam Tetanus HIV AIDS tanpa komplikasi Tension headache Migren Bells palsy Vertigo (Benign paroxysmal positional vertigo) 3B Meningitis Ensefalitis Malaria serebral Tetanus neonatorum Poliomielitis Rabies Ensefalopati Koma TIA Infark serebral Hematom intraserebral Perdarahan subarakhnoid Ensefalopati hipertensi Kejang Status epileptikus Complete spinal transaction Acute medulla compression Miastenia gravis Polimiositis 3A SARAF AIDS dengan komplikasi Spondilitis TB Neuralgia trigeminal Cluster headache Meniere's disease Demensia Parkinson Epilepsi Neurogenic bladder Radicular syndrome Hernia nucleus pulposus (HNP) Reffered pain Nyeri neuropatik Carpal tunnel syndrome Tarsal tunnel syndrome Neuropati Peroneal palsy Guillain Barre syndrome Amnesia pascatrauma 2 Infeksi sitomegalovirus Toksoplasmosis serebral Abses otak Hidrosefalus Tumor primer Tumor sekunder Mati batang otak Lesi batang otak Cerebral palsy Penyakit Alzheimer Sindrom kauda equine Siringomielia Mielopati Dorsal root syndrome Hematom epidural Hematom subdural Trauma Medula Spinalis Sindrom Horner Neurofibromatosis (Von Recklaing Hausen disease) Afasia Mild Cognitive Impairment (MCI) Gangguan siklotimia Depresi endogen, episode tunggal dan rekuran Gangguan distimia (depresi neurosis) Gangguan depresif yang tidak terklasifikasikan Agorafobia dengan/tanpa panik Fobia sosial Fobia spesifik Gangguan obsesif-kompulsif Reaksi terhadap stres yg berat, & gangguan penyesuaian Gangguan disosiasi (konversi) 1 Fenilketonuria Duchene muscular dystrophy Arteritis kranial Gangguan pergerakan lainnya Sklerosis multiple Amyotrophic lateral sclerosis (ALS) Polimiositis

Gangguan somatoform Insomnia

Intoksikasi akut zat psikoaktif

PSIKIATRI Delirium yang tidak diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif lainnya Adiksi/ketergantungan Narkoba Delirium yang diinduksi oleh alkohol atau zat psikoaktif Lainnya Skizofrenia Gangguan waham Gangguan psikotik Gangguan skizoafektif Gangguan bipolar, episode manik Gangguan bipolar, episode depresif

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Baby blues (post-partum depression) Gangguan panik Gangguan cemas menyeluruh Gangguan campuran cemas depresi Post traumatic stress disorder Trikotilomania Retardasi mental Transient tics disorder Gangguan keinginan dan gairah seksual Gangguan orgasmus, termasuk gangguan ejakulasi (ejakulasi dini) Hipersomnia Sexual pain disorder (termasuk vaginismus, diparenia) Gangguan kepribadian identitas gender Gangguan preferensi seksual Gangguan perkembangan pervasive Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif (termasuk autisme) Gangguan tingkah laku (conduct disorder) Anoreksia nervosa Bulimia Pica Gilles de la tourette syndrome Chronic motor of vocal tics disorder Functional encoperasis Functional enuresis Uncoordinated speech Parafilia Sleep-wake cycle disturbance Nightmare Sleep walking Entropion Lagoftalmus Epikantus Ptosis Retraksi kelopak mata Dakriostenosis Laserasi duktus lakrimal Erosi Benda asing di kornea Luka bakar kornea Kerato-konjungtivitis sicca Edema kornea Keratokonus Endoftalmitis Mikroftalmos Tumor iris

Benda asing di konjungtiva Konjungtivitis Perdarahan subkonjungtiva Mata kering Blefaritis Hordeolum Trikiasis Episkleritis Hipermetropia ringan Miopia ringan Astigmatism ringan Presbiopia

Laserasi kelopak mata Glaukoma akut

MATA Pterigium Chalazion Dakrioadenitis Dakriosistitis Skleritis Kerato-konjungtivitis sicca Xerophtalmia Hifema Hipopion Iridosisklitis, iritis Anisometropia pada dewasa Glaukoma lainnya

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Katarak Afakia kongenital Dislokasi lensa Anisometropia pada anak Ambliopia Diplopia binokuler Skotoma Hemianopia, bitemporal, and homonymous Gangguan lapang pandang Ablasio retina Perdarahan retina, oklusi pembuluh darah retina Degenerasi makula karena usia Retinopati (diabetik, hipertensi, prematur) Korioretinitis Optic disc cupping Edema papil Atrofi optik Neuropati optik Neuritis optik Otitis eksterna Otitis media akut Serumen prop Mabuk perjalanan Furunkel pada hidung Rhinitis akut Rhinitis vasomotor Rhinitis alergika Benda asing Epistaksis Trauma aurikular THT Inflamasi pada aurikular Herpes zoster pada telinga Fistula pre-aurikular Otitis media serosa Otitis media kronik Mastoiditis Miringitis bullosa Benda asing Perforasi membran timpani Otosklerosis Presbiakusis Trauma akustik akut Rhinitis kronik Rhinitis medikamentosa Sinusitis Sinusitis kronik Tortikolis Tuli (kongenital, perseptif, konduktif) Labirintitis Timpanosklerosis Deviasi septum hidung Sinusitis frontal akut Sinusitis maksilaris akut Polip Fistula dan kista brankial lateral dan medial Higroma kistik Kolesteatoma Etmoiditis akut

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Abses Bezold RESPIRASI Abses peritonsilar Pseudo-croop acute epiglottitis Bronkiektasis Tuberkulosis dengan HIV Pneumothorax ventil Pneumothorax Emfisema paru Abses paru

Influenza Pertusis Faringitis Tonsilitis Laringitis Asma bronkial Bronkitis akut Pneumonia, bronkopneumonia Tuberkulosis paru tanpa komplikasi

Acute Respiratory distress syndrome (ARDS) SARS Flu burung Difteria (THT) Aspirasi Status asmatikus (asma akut berat) Bronkiolitis akut Pneumonia aspirasi Efusi pleura massif Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK) eksaserbasi akut Edema paru Haematothorax

Hipertrofi adenoid Karsinoma laring Karsinoma nasofaring Trakeitis Benda asing pada Trakea Karsinoma paru Multi Drug Resistance (MDR) TB Efusi pleura Atelektasis Tumor mediastinum Pnemokoniasis

Displasia bronkopulmonar Infark paru Emboli paru Kistik fibrosis Penyakit paru intersisial Obstructive Sleep Apnea (OSA)

Hipertensi esensial

Syok (septik, hipovolemik, kardiogenik, neurogenik) Angina pektoris Infark miokard Gagal jantung akut Cardiorespiratory arrest Takikardi: supraventrikular, ventrikular Fibrilasi ventrikular Atrial flutter Ekstrasistol supraventrikular, ventrikular Kor pulmonale akut

KARDIOVASKULAR Gagal jantung kronik Fibrilasi atrial Kor pulmonale kronik Hipertensi sekunder Tromboflebitis Limfangitis Limfedema (primer, sekunder) Insufisiensi vena kronik

Kelainan jantung congenital (Ventricular Septal Defect, Atrial Septal Defect, Patent Ductus Arteriosus, Tetralogy of Fallot) Radang pada dinding jantung (Endokarditis, Miokarditis, Perikarditis) Kelainan katup jantung: Mitral stenosis, Mitral regurgitation, Aortic stenosis, Aortic regurgitation,dan Penyakit katup jantung lainnya Bundle Branch Block Aritmia lainnya Kardiomiopati Penyakit Raynaud Trombosis arteri Penyakit Buerger's (Thromboangiitis Obliterans)

Hipertensi pulmoner Koarktasio aorta Emboli arteri 1 28 Aterosklerosis 1 29 Subclavian steal syndrome 1 30 Aneurisma Aorta 1 31 Aneurisma diseksi

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Klaudikasio Penyakit jantung reumatik Varises (primer, sekunder) Obstructed venous return Trombosis vena dalam Emboli vena Kandidiasis mulut Ulkus mulut (aptosa, herpes) Parotitis Infeksi pada umbilicus Gastritis Gastroenteritis (termasuk kolera, giardiasis) Refluks gastroesofagus Demam tifoid Intoleransi makanan Alergi makanan Keracunan makanan Penyakit cacing tambang Strongiloidiasis Askariasis Skistosomiasis Taeniasis Hepatitis A Disentri basiler, disentri amuba Hemoroid grade 1-2 GASTROENTEROHEPATOLOGY Lesi korosif pada esophagus Glositis Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis) Angina Ludwig strangulata, Karies gigi Inkarserata Esofagitis refluks Peritonitis Hernia umbilikalis Apendisitis akut Ulkus (gaster, duodenum) Abses apendiks Malabsorbsi Perdarahan gastrointestinal Hepatitis B Botulisme Abses hepar amoeba Kolesistitis Perlemakan hepar Intususepsi atau invaginasi Divertikulosis/divertikulitis Kolitis Irritable Bowel Syndrome Proktitis Abses (peri)anal Hemoroid grade 3-4 Prolaps rektum, anus Sumbing pada bibir dan palatum Micrognatia and macrognatia Leukoplakia Atresia esofagus Akalasia Varises esophagus Hernia (inguinalis, femoralis, skrotalis) reponibilis, Irreponibilis Hernia (diaframatika, hiatus) Perforasi usus Malrotasi traktus gastrointestinal Stenosis pilorik Atresia intestinal Divertikulum Meckel Fistula umbilikal, omphalocoele-gastroschisis Ileus Hepatitis C Sirosis hepatis Gagal hepar Neoplasma hepar Kole(doko)litiasis Empiema dan hidrops kandung empedu Atresia biliaris Pankreatitis Karsinoma pancreas Polip/adenoma Karsinoma kolon Penyakit Hirschsprung Ruptur esophagus Sindrom Reye Pes Penyakit Crohn Kolitis ulseratif Enterokolitis nekrotik

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Atresia anus Fistula Fisura anus Limfoma Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST) GINJAL DAN SALURAN KEMIH Glomerulonefritis akut Glomerulonefritis kronik Kolik renal Batu saluran kemih (vesika urinaria, ureter, uretra ) tanpa kolik Prostatitis Chancroid

Infeksi saluran kemih Gonore Pielonefritis tanpa komplikasi Fimosis Parafimosis

Torsio testis Ruptur uretra Ruptur kandung kencing Ruptur ginjal Priapismus

Karsinoma sel renal Wilms Acute kidney injury Penyakit ginjal kronik Sindrom nefrotik Ginjal polikistik simtomatik Nekrosis tubular akut Hipospadia Epispadia Testis tidak turun/ kriptorkidismus Rectratile testis Varikokel Hidrokel Spermatokel Epididimitis Karsinoma uroterial Hiperplasia prostat jinak Karsinoma prostat Striktura uretra Toksoplasmosis Infeksi virus Herpes tipe 2 Inkompatibilitas darah Mola hidatidosa Hipertensi pada kehamilan Diabetes gestasional Kehamilan posterm Insufisiensi plasenta Plasenta previa Vasa previa Abrupsio plasenta

Ginjal tapal kuda Seminoma testis Teratoma testis

Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan nongonore) Infeksi saluran kemih bagian bawah Vulvitis Vaginitis Vaginosis bakterialis Salpingitis Penyakit radang panggul Kehamilan normal Aborsi spontan komplit

Abses tubo-ovarium Infeksi pada kehamilan: TORCH, hepatitis B, malaria Aborsi mengancam Aborsi spontan inkompli Hiperemesis gravidarum Preeklampsia Eklampsia Distosia Partus lama Prolaps tali pusat

REPRODUKSI Sifilis Kondiloma akuminatum Servisitis Infeksi intra-uterin: korioamnionitis Janin tumbuh lambat Persalinan preterm Bayi post matur Ketuban pecah dini (KPD) Kista dan abses kelenjar bartolini Corpus alienum vaginae

Malformasi kongenital Kistokel Rektokel Malformasi kongenital uterus Hiperplasia endometrium Polikistik ovarium Karsinoma endometrium Karsinoma ovarium Koriokarsinoma Adenomiosis, mioma Tumor Filoides Penyakit Paget

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Anemia defisiensi besi pada kehamilan Ruptur perineum tingkat 1-2 Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea Mastitis Cracked nipple Inverted nipple Hipoksia janin Ruptur serviks Ruptur perineum tingkat 3-4 Retensi plasenta Inversio uterus Perdarahan post partum Endometritis Subinvolusio uterus Torsi dan ruptur kista Kista Gartner Kista Nabotian Polip serviks Malformasi kongenital uterus Prolaps uterus, sistokel, rektokel Infertilitas Inkompeten serviks Polihidramnion Kelainan letak janin setelah 36 minggu Kehamilan ganda Kelainan janin Diproporsi kepala panggul Intra-Uterine Fetal Death (IUFD) Ruptur uteri Malpresentasi Tromboemboli Inkontinensia urine Inkontinensia feses Trombosis vena dalam Tromboflebitis Fistula (vesiko-vaginal, ureterovagina, rektovagina) Hematokolpos Endometriosis Menopause, perimenopausal syndrome Kehamilan ektop Karsinoma serviks Teratoma ovarium (kista dermoid) Kista ovarium Malpresentasi Inflamasi, abses payudara Fibrokista Fibroadenoma mammae (FAM) Karsinoma payudara Ginekomastia Gangguan ereksi Gangguan ejakulasi Hipotiroid Tiroiditis Pubertas prekoks Hipogonadisme Diabetes insipidus Akromegali, gigantisme Defisiensi hormon pertumbuhan Hiperparatiroid

Diabetes melitus tipe 1 Diabetes melitus tipe 2 Hipoglikemia ringan Diabetes insipidus

Ketoasidosis diabetikum nonketotik Hiperglikemi hiperosmolar Hipoglikemia berat Tirotoksikosis Cushing's disease

ENDOKRIN METABOLIK Diabetes melitus tipe lain (intoleransi glukosa akibat penyakit lain atau obat-obatan) Hipoparatiroid

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Akromegali, gigantisme Defisiensi hormon pertumbuhan Hiperparatiroid Malnutrisi energi-protein Defisiensi vitamin Defisiensi mineral Dislipidemia Hiperurisemia Obesitas Krisis adrenal Sindrom metabolik Hipertiroid Goiter Adenoma tiroid Karsinoma tiroid Addison's disease Prolaktinemia Porfiria

Anemia defisiensi besi Limfadenitis Demam dengue, DHF Malaria Leptospirosis (tanpa komplikasi) Reaksi anafilaktik

Bakteremia Dengue shock syndrome Sepsis

HEMATO IMUNOLOGI Anemia hemolitik Anemia makrositik Limfadenopati Toksoplasmosis Lupus eritematosus sistemik Poliarteritis nodosa Polimialgia reumatik Demam reumatik Artritis rheumatoid

Anemia aplastic Anemia megaloblastik Hemoglobinopati Polisitemia Gangguan pembekuan darah (trombositopenia, hemofilia, Von Willebrand's disease) DIC Agranulositosis Inkompatibilitas golongan darah Leukemia akut, kronik Leishmaniasis dan tripanosomiasis Juvenile chronic arthritis Henoch-schoenlein purpura Eritema multiformis Imunodefisiensi Fraktur patologis, Fraktur dan dislokasi tulang belakang Dislokasi pada sendi ekstremitas Tumor tulang primer, sekunder Kista ganglion Kelainan bentuk tulang belakang (skoliosis, kifosis, lordosis)

Timoma Limfoma non-Hodgkin's, Hodgkin's Leukemia akut, kronik Poliarteritis nodosa

Ulkus pada tungkai Lipoma

Fraktur terbuka, tertutup Osteomielitis

MUSKULOSKELETAL Artritis, osteoarthritis Fraktur klavikula Osteoporosis Tenosinovitis supuratif Trauma sendi Ruptur tendon Achilles Lesi meniskus, medial, dan lateral

Osteogenesis imperfekta Ricketsia, osteomalasia Akondroplasia Displasia fibrosa Osteosarkoma Sarcoma Ewing Spondilolistesis Spondilolisis Lesi pada ligamentosa panggul ekrosis kaput femoris

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Spondilitis, spondilodisitis Teratoma sakrokoksigeal Displasia panggul Instabilitas sendi Malformasi kongenital (genovarum, genovalgum, club foot, pes planus) Claw foot, drop foot Claw hand, drop hand INTEGUMEN Kondiloma akuminatum Reaksi lepra Dermatitis kontak alergika Liken simpleks kronik/neurodermatitis Napkin eczema Psoriasis vulgaris Akne vulgaris sedang-berat Urtikaria kronis Ichthyosis vulgaris Vitiligo Melasma Hiperpigmentasi pascainflamasi Hipopigmentasi pascainflamasi Kista epitel Tendinitis Achilles Rhabdomiosarkoma Leiomioma, leiomiosarkoma, liposarkoma Fibromatosis, fibroma, fibrosarkoma

Veruka vulgaris Moluskum kontagiosum Herpes zoster tanpa komplikasi Morbili tanpa komplikasi Varisela tanpa komplikasi Herpes simpleks tanpa komplikasi Impetigo Impetigo ulseratif (ektima) Folikulitis superfisialis Furunkel, karbunkel Eritrasma Erisipelas Skrofuloderma Lepra Sifilis stadium 1 dan 2 Tinea kapitis Tinea barbe Tinea fasialis Tinea korporis Tinea manus Tinea unguium Tinea kruris Tinea pedis Pitiriasis vesikolor Kandidosis mukokutan ringan Cutaneus larva migran Filariasis Pedikulosis kapitis Pedikulosis pubis

Toxic epidermal necrolysis Sindrom Stevens-Johnson Angioedema Luka bakar derajat 3 dan 4 Luka akibat bahan kimia Vulnus perforatum, penetratum

Lupus eritematosis kulit Albino Keratosis seboroik Squamous cell carcinoma (Karsinoma sel skuamosa) cell carcinoma (Karsinoma sel basal) Xanthoma Hemangioma Lentigo Nevus pigmentosus Alopesia androgenik Telogen eflluvium Psoriasis vulgaris

Melanoma maligna

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


Skabies Reaksi gigitan serangga Dermatitis kontak iritan Dermatitis atopik (kecuali recalcitrant) Dermatitis numularis Dermatitis seboroik Pitiriasis rosea Akne vulgaris ringan Hidradenitis supuratif Dermatitis perioral Miliaria Urtikaria akut Exanthematous drug eruption, fixed drug eruption Vulnus laseratum, punctum Luka bakar derajat 1 dan 2 Luka akibat sengatan listrik Kekerasan tumpul Kekerasan tajam Kematian mendadak FORENSIK Trauma kimia Luka tembak Asfiksia Tenggelam Pembunuhan anak sendiri Pengguguran kandungan Toksikologi forensik Luka listrik dan petir Barotrauma Trauma suhu

Tingkat Kemampuan 1: mengenali dan menjelaskan Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan mengetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Tingkat Kemampuan 2: mendiagnosis dan merujuk Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Tingkat Kemampuan 3: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan awal, dan merujuk

Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012


3A. Bukan gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. 3B. Gawat darurat Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau mencegah keparahan dan/atau kecacatan pada pasien. Lulusan dokter mampu menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesudah kembali dari rujukan. Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis, melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas. 4A. Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter 4B. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan/atau Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)