Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN INDIVIDU

STASE KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN DIABETUS MELITUS
DI RUANG A1 (PENYAKIT DALAM) RSUP DR. SARDJITO
YOGYAKARTA
DISUSUN OLEH
AYU KHUZAIMAH K.
02/161611/EIK/002!
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
"AKULTAS KEDOKTERAN UGM
YOGYAKARTA
200#
TINJAUAN TEORI
DIABETES MELITUS
A. PENGERTIAN
DM yaitu kelainan metabolik akibat dari kegagalan pankreas
untuk mensekresi insulin (hormon yang responsibel terhadap
pemanfaatan glukosa) secara adekuat. Akibat yang umum adalah
terjadinya hiperglikemia.
DM merupakan sekelompok kelainan heterogen yang ditandai
oleh kelainan kadar glukosa dalam darah atau hiperglikemia yang
disebabkan defisiensi insulin atau akibat kerja insulin yang tidak
adekuat (Brunner & Suddart).
adar gula darah sepanjang hari ber!ariasi" meningkat setelah
makan dan kembali normal dalam #aktu $ jam. adar gula darah
yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa
adalah %&'((& mg)d* darah. adar gula darah biasanya kurang dari
($&'(+& mg)d* pada $ jam setelah makan atau minum cairan yang
mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.
B. TIPE DM
(. ,ipe - . -nsulin Dependen Diabetes Melitus (-DDM)
$. ,ipe -- . /on -nsulin Dependen Diabetes Melitus (/-DDM)
$. ETIOLOGI
(. ,idak diketahui secara pasti
$. Mungkin akibat faktor obesitas" usia" keturunan atau autoimun
Diabetes terjadi jika tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup
untuk mempertahankan kadar gula darah yang normal atau jika sel
tidak memberikan respon yang tepat terhadap insulin.
0enderita %&'()*)+ ,)--&*.+ *&/) I (diabetes yang tergantung
kepada insulin) menghasilkan sedikit insulin atau sama sekali tidak
menghasilkan insulin. Sebagian besar diabetes mellitus tipe - terjadi
sebelum usia 1& tahun.
0ara ilmu#an percaya bah#a faktor lingkungan (mungkin berupa
infeksi !irus atau faktor gi2i pada masa kanak'kanak atau de#asa
a#al) menyebabkan sistem kekebalan menghancurkan sel penghasil
insulin di pankreas. 3ntuk terjadinya hal ini diperlukan kecenderungan
genetik. 0ada diabetes tipe -" 4&5 sel penghasil insulin (sel beta)
mengalami kerusakan permanen. ,erjadi kekurangan insulin yang
berat dan penderita harus mendapatkan suntikan insulin secara
teratur.
0ada %&'()*)+ ,)--&*.+ *&/) II (diabetes yang tidak tergantung
kepada insulin" NIDDM)" pankreas tetap menghasilkan insulin" kadang
kadarnya lebih tinggi dari normal. ,etapi tubuh membentuk kekebalan
terhadap efeknya" sehingga terjadi kekurangan insulin relatif. Diabetes
tipe -- bisa terjadi pada anak'anak dan de#asa" tetapi biasanya terjadi
setelah usia 1& tahun. 6aktor resiko untuk diabetes tipe -- adalah
obesitas,/I>, 80-90% penderita mengalami obesitas. Diabetes tipe II
juga cenderung diturunan.
!en"ebab diabetes lainn"a adala#$
% &adar ortiosteroid "ang tinggi
% &e#amilan 'diabetes gestasional(
% )bat-obatan
% *acun "ang mempengaru#i pembentuan atau e+e dari insulin.
D. PATO"ISIOLOGI
(. ,ipe - . -DDM
7ampir 4&'485 islet sel pankreas hancur sebelum terjadi
hiperglikemia akibat dari antibodi islet sel. ondisi tersebut
menyebabkan insufisiensi insulin dan meningkatkan glukosa.
9lukosa menumpuk dalam serum sehingga menyebabkan
0&/)12-&3),&'" kemudian glukosa dikeluarkan melalui ginjal
(2-.34+.1&') dan terjadi 4+,4*&3 %&.1)+&+. :smotik diuresis
menyebabkan terjadinya kehilangan cairan dan terjadi /4-&%&/+&.
0enurunan insulin menyebabkan tubuh tidak bisa menggunakan
energi dari karbohidrat sehingga tubuh menggunakan energi dari
lemak dan protein sehingga mengakibatkan 3)*4+&+ dan
penurunan BB. P4-&/0'2& dan kelemahan tubuh akibat pemecahab
makanan cadangan.
$. ,ipe -- . /-DDM
Besar dan jumlah sel beta pankreas menurun tidak diketahui
sebabnya. 0ada obesitas" kemampuan insulin untuk mengambil dan
memetabolisir glukosa ke dalam hati" muskuloskeletal dan jaringan
berkurang. 9ejala hampir sama dengan DM ,ipe - dengan gejala
non spesifik lain (pruritus" mudah infeksi)
E. GEJALA
9ejala a#alnya berhubungan dengan efek langsung dari kadar
gula darah yang tinggi. ;ika kadar gula darah sampai diatas (<&'(=&
mg)d*" maka glukosa akan sampai ke air kemih. ;ika kadarnya lebih
tinggi lagi" ginjal akan membuang air tambahan untuk mengencerkan
sejumlah besar glukosa yang hilang. arena ginjal menghasilkan air
kemih dalam jumlah yang berlebihan" maka penderita sering berkemih
dalam jumlah yang banyak (poliuri). Akibat poliuri maka penderita
merasakan haus yang berlebihan sehingga banyak minum (polidipsi).
Sejumlah besar kalori hilang ke dalam air kemih" penderita mengalami
penurunan berat badan. 3ntuk mengkompensasikan hal ini penderita
seringkali merasakan lapar yang luar biasa sehingga banyak makan
(poli+agi). 9ejala lainnya adalah pandangan kabur" pusing" mual dan
berkurangnya ketahanan selama melakukan olah raga. 0enderita
diabetes yang kurang terkontrol lebih peka terhadap infeksi. arena
kekurangan insulin yang berat" maka sebelum menjalani pengobatan
penderita diabetes tipe - hampir selalu mengalami penurunan berat
badan. Sebagian besar penderita diabetes tipe -- tidak mengalami
penurunan berat badan. 0ada penderita diabetes tipe -" gejalanya
timbul secara tiba'tiba dan bisa berkembang dengan cepat ke dalam
suatu keadaan yang disebut dengan 3)*4'+&%4+&+ %&'()*&3.,.
adar gula di dalam darah adalah tinggi tetapi karena sebagian besar
sel tidak dapat menggunakan gula tanpa insulin" maka sel'sel ini
mengambil energi dari sumber yang lain. Sel lemak dipecah dan
menghasilkan eton" yang merupakan senya#a kimia beracun yang
bisa menyebabkan darah menjadi asam (etoasidosis). 9ejala a#al
dari ketoasidosis diabetikum adalah rasa haus dan berkemih yang
berlebihan" mual" muntah" lelah dan nyeri perut (terutama pada anak'
anak). 0ernafasan menjadi dalam dan cepat karena tubuh berusaha
untuk memperbaiki keasaman darah. Bau nafas penderita tercium
seperti bau aseton. ,anpa pengobatan" ketoasidosis diabetikum bisa
berkembang menjadi koma" kadang dalam #aktu hanya beberapa
jam. Bahkan setelah mulai menjalani terapi insulin" penderita diabetes
tipe - bisa mengalami ketoasidosis jika mereka mele#atkan satu kali
penyuntikan insulin atau mengalami stres akibat infeksi" kecelakann
atau penyakit yang serius.
0enderita diabetes tipe -- bisa tidak menunjukkan gejala'gejala
semala beberapa tahun. ;ika kekurangan insulin semakin parah" maka
timbullah gejala yang berupa sering berkemih dan sering merasa
haus. ;arang terjadi ketoasidosis. ;ika kadar gula darah sangat tinggi
(sampai lebih dari (.&&& mg)d*" biasanya terjadi akibat stres'misalnya
infeksi atau obat'obatan)" maka penderita akan mengalami de#idrasi
berat" yang bisa menyebabkan kebingungan mental" pusing" kejang
dan suatu keadaan yang disebut oma #ipergliemi-#iperosmolar
non-etoti.
". KOMPLIKASI
(. 7iperglikemia
- -nsulin menurun
- 9lukagon meningkat
- 0emakaian glukosa perifer terhambat
$. 7ipoglikemia
- 9D > <& mg5
- Akibat terapi insulin
1. etoasidosis Diabetik . insulin menurun" lipolisis" ketonbodi" koma
+. /europati Diabetik . kesemutan" lemas" baal" mual" muntah"
kembung
8. /efropati Diabetik . proteinuria
<. ?etinopati Diabetik . penglihatan kabur
%. 3lkus)9angren
=. elainan @askuler
- Mikro!askuler
- Makro!askuler
K4,/-&3'+& 5'623' /'65'62 %'1& %&'()*)+
O12'6/5'1&62'6
72 *)13)6'
Y2 *)15'%& K4,/-&3'+&
0embuluh darah 0lak aterosklerotik terbentuk &
menyumbat arteri berukuran
besar atau sedang di jantung"
otak" tungkai & penis.
Dinding pembuluh darah kecil
mengalami kerusakan sehingga
pembuluh tidak dapat
mentransfer oksigen secara
normal & mengalami kebocoran
Sirkulasi yg jelek menyebabkan
penyembuhan luka yg jelek & bisa
menyebabkan penyakit jantung"
stroke" gangren kaki & tangan"
impoten & infeksi
Mata ,erjadi kerusakan pada
pembuluh darah kecil retina
9angguan penglihatan & pada
akhirnya bisa terjadi kebutaan
9injal 0enebalan pembuluh
darah ginjal
0rotein bocor ke
dalam air kemih
Darah tidak disaring
secara normal
6ungsi ginjal yg buruk
9agal ginjal
Saraf erusakan saraf karena glukosa
tidak dimetabolisir secara normal
& karena aliran darah berkurang
elemahan tungkai
yg terjadi secara tiba'tiba
atau secara perlahan
Berkurangnya rasa"
kesemutan & nyeri di tangan
& kaki
erusakan saraf
menahun
Sistem saraf
otonom
erusakan pada saraf yg
mengendalikan tekanan darah &
saluran pencernaan
,eanan dara# "g
nai-turun
&esulitan menelan -
peruba#an +ungsi pencernaan
disertai serangan diare
ulit Berkurangnya aliran darah ke
kulit & hilangnya rasa yg
menyebabkan cedera berulang
*uka" infeksi dalam
(ulus diabetium)
0enyembuhan luka yg
jelek
Darah 9angguan fungsi sel darah putih Mudah terkena infeksi" terutama
infeksi saluran kemih & kulit
;aringan ikat 9luka tidak dimetabolisir secara
normal sehingga jaringan
menebal atau berkontraksi
Sindroma tero#ongan
karpal &ontratur Dupu"tren
G. PERAWATAN PREVENTI"
(. -dentifikasi
0enderita memba#a keterangan tentang . jenis DM" komplikasi"
regimen pengobatan
$. @aksinasi
Merupakan tindakan yang baik terutama terhadap pnemokokus dan
influensa
1. ,idak merokok
+. Deteksi dan 0enatalaksanaan hipertensi dan hiperlipidemia
8. 0era#atan kaki
H. PRINSIP INTERVENSI
(. Diit DM
a. Syarat
0erbaiki keadaan umum
Arahkan BB normal
0ertahankan 9D normal
,ekan angiopati
Sesuaikan keadaan
Menarik dan mudah diberikan
b. 0rinsip
;umlah sesuai kebutuhan
;adual diit tepat
;enis . yang boleh dimakan)tidak
omposisi Makanan
a. arbohidrat . 8&5'<&5" penting untuk pemasukan kalori yang
cukup
b. 0rotein . (&5'$&5" mempertahankan keseimbangan nitrogen
dan mendorong pertumbuhan
c. *emak . $85'1&5" pemasukan kolesterol > 1&& mg)hari"
lemak jenuh diganti dengan lemak yang tidak jenuh
d. Serat . $8 g)(&&& kkal" memperlancar penyerapan gula
$. *atihan fisik
6rekuensi $'1 kali)minggu" intensitas . ringan'sedang" #aktu 1&'<&
menit)latihan" tipe oleh raga . aerobik (jalan" renang" joging"
bersepeda)
1. :bat anti diabetik
(. :AD . Sulfodnilurea
$. :bat injeksi insulin
H. DIAGNOSA KEPERAWATAN
(. ekurangan !olume cairan b.d diuresis osmotik
$. etidakseimbangan nutrisi . kurang dari kebutuhan tubuh b.d
defisiensi insulin
1. ?esiko terjadinya perubahan persepsi sensori b.d perubahan kimia
endogen
+. elelahan b.d perubahan kimia tubuh
8. ?esiko terhadap cedera b.d penurunan sensasi taktil" pengurangan
ketajaman pandangan
<. etidakseimbangan nutrisi . lebih dari kebutuhan tubuh b.d
masukan yang melebihi akti!itas" kurang pengeluaran
%. ?esiko terhadap ketidakpatuhan b.d kompleksitas dan kronisitas
aturan pera#atan)pengobatan
=. etakutan b.d diagnosa DM" potensial komplikasi" injeksi insulin
4. ?esiko terhadap ketidakefektifan koping b.d penyakit kronis" aturan
pera#atan" masa depan yang tidak pasti
(&. 0utus asa b.d menderita penyakit kronik
((. urang pengetahuan tentang penyakit b.d kurang paparan"
kurang familiar terhadap sumber informasi
Masalah olaborasi .
(. 0 . Diabetes etoasidosis (DA)
$. 0 . oma 7iperosmolar 7iperglikemik /on etotik (77/)
1. 0 . 7ipo)7iperglikemia
+. 0 . Sepsis
8. 0 . 0enyakit @askular
<. 0 . /europati
%. 0 . /efropati
=. 0 . ?etinopati
4. 0 . Asidosis Metabolik
DA"TAR PUSTAKA
Brunner & Suddart" $&&$" .uu /jar &epera0atan Medial .eda#, @ol 1" Adisi ="
0enerbit ?9B" ;akarta.
Barpenito" *.;." (444" *encana /su#an dan Doumentasi &epera0atan, edisi $"
0enerbit A9B" ;akarta.
Barpenito" *.;." $&&&" Diagnosa &epera0atan, /pliasi pada !rati &linis, edisi
<" 0enerbit A9B" ;akarta.
;ohnson" M."et all, $&&&" Nursing )utcomes 1lassi+ication 'N)1( Second Adition"
-:CA -nter!ention 0roject" Mosby.
Mc Bloskey" B.;." -et all" (44<" Nursing Inter2entions 1lassi+ication 'NI1( econd
Adition" -:CA -nter!ention 0roject" Mosby.
/A/DA" $&&$" Nursing Diagnoses $ De+initions - 1lassi+ications.
/A/DA" $&&$" Diagnosis &epera0atan N/ND/ $ De+inisi dan &lasi+iasi, 0S- 6
39M" Dogyakarta.
###.medicastore.com" $&&+" In+ormasi tentang pen"ait $ Diabetes Melitus.