Anda di halaman 1dari 9

Ruang lingkup administrasi

publik

Cakupan atau ruang lingkup administrasi publik


sangat kompleks tergantung dari perkembangan
kebutuhan dan dinamika masalah yang dihadapi
masyarakat.Salah satu cara untuk melihat cakupan
material atau ruang lingkup praktis administrasi
publik dari suatu negara adalah dengan mengamati
jenis lembaga-lembaga departemnen dan non
departemen yang ada.
Chandler dan Plano (1988) bahwa apabila
kehidupan manusia menjadi semakin kompleks
permasalahannya maka apa yang dikerjakan oleh
pemerintah atau administrasi publik juga semakin
kompleks.

Tujuan kegiatan
administrasi publik
Kegiatan administrasi publik bertujuan
memenuhi kepentingan umum atau secara
akademik dikenal dengan istilah public
interest.
Didalam masyarakat terdapat banyak
kepentingan, seperti kepentingan publik,
pribadi, kelompok, partai politik, dll.
Yang harus diperjuangkan oleh
administrator publik adalah kepentingan
publik.

Konsep kepentingan publik


Pengertian :

Kepentingan yang dirumuskan oleh para pembuat


kebijakan yang dipilih (elected policy makers) (Old
PA)

Konsep yang tidak relevan lagi dalam Adm. Publik


karena telah digantikan oleh koalisi kepentingan khusus
yang menang (NPM.)

Shared values atau nilai-nilai yang disepakati bersama


oleh masyarakat (NPS) Istilah shared values
menggambarkan apa yang dianggap bernilai oleh
masyarakat atau komunitas yang dinyatakan langsung
oleh masyarakat itu sendiri. Kepentingan publik adalah
apa yang secara kolektif diinginkan atau dibutuhkan
oleh masyarakat.

lanjutan

Harus ada mekanisme khusus untuk mengontrol


agar tidak terjadi manipulasi kepentingan non
publik yang diatasnamakan sebagai kepentingan
publik. Contoh mekanisme : good governance
dimana proses pembuatan keputusan
dilangsungkan secara demokratis dan masyarakat
memiliki akses untuk berpartisipasi dan lebih
bebas mempertanyakan suatu keputusan eksekutif
dan legislatif.
Kepentingan publik dapat diakomodasikan secara
baik bila proses administrasi publik dijalankan
secara demokratis.

Sosok administrator publik


Administrator publik dituntut menguasai
prinsip, metode, dan teknik yang dibutuhkan
untuk mencapai tujuan organisasi publik.
James L Perry (1989 : 620-625)
menggambarkan administrator yang ideal adalah
yang memiliki technical skills, human skills,
conceptual skills, responsif terhadap institusiinstitusi demokratis, berorientasi pada hasil,
mampu mengembangkan jaringan kerja,
memiliki kemampuan melakukan komunikasi
dan menjaga keseimbangan antara keputusan
dan kegiatan.

Kompetensi administrasi publik


Administrasi publik membutuhkan kompetensikompetensi strategis :
Kompetensi dalam bidang kebijakan
Manajemen
Pengaturan struktur organisasi,
Bertindak sesuai prinsip moral dan etika yang
benar
Mampu beradaptasi dengan lingkungan, dan
Menunjukkan akuntabilitas kinerja

lanjutan

Kompetensi itu dapat dikembangkan


melalui proses feedback dan tindakan
koreksi terhadap kelemahan
kompetensi masa lalu.
Evaluasi tehadap kompetensikompetensi tersebut harus menjadi
tradisi penting dalam administrasi publik
apabila ingin terus memberikan yang
terbaik kepada masyarakat.

Isu tentang benturan nilai-nilai


dalam administrasi publik
Sifat kegiatan administrasi publik sangat
kompleks karena ditandai adanya dilema
atau benturan nilai-nilai :
Efisiensi vs Keadilan
Rasionalitas vs Kepuasan
Netralitas vs Keberpihakan
Intervensi vs Kebebasan

lanjutan

Robert McIver (guru besar sosiologi dari


Columbia university) menyatakan bahwa tidak
ada ilmu (science) dalam pengambilan
keputusan di tubuh pemerintah, yang ada adalah
seni (art) mengambil keputusan.
Oleh karena itu seorang administrator harus
diberikan keleluasaan (discretion) dalam
bertindak.
Seorang administrator harus melakukan
adjustment sesuai dengan kode etik profesi dan
tuntutan masyarakatnya, dan itulah titik paling
kritis dalam dunia administrasi publik.