ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA Ny.
S
IBU HAMIL DENGAN PREEKLAMSI BERAT
DI RUANG B3 OBSTETRI RSUP Dr. KARIADI SEMARANG
Nama Mahasiswa
: KRISTINA MARIA AGUSTIN
NIM
: P.17420113017
Tanggal Pengkajian : 1 Juni 2015 Pukul 09.00 WIB
I.
PENGKAJIAN
A. BIODATA
1. IDENTITAS KLIEN
Nama
: Ny. S
Umur
: 29 tahun 9 bulan
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Semarang
Pendidikan
: Tamat SMA
Pekerjaan
: Ibu Rumah Tangga
Agama
: Islam
Suku/Bangsa
: Jawa/Indonesia
Status Perkawinan
: Kawin
Diagnosa
: G2P1A0 hamil 32 minggu dengan PEB
2. IDENTITAS PENANGGUNG JAWAB
Nama
: Ny. U
Umur
: 50 tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Alamat
: Semarang
Pendidikan
: Tamat SMA
Pekerjaan
: Swasta
Agama
: Islam
Suku/Bangsa
: Jawa/Indonesia
Hubungan dengan klien
: Ibu Mertua
B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat Kehamilan dan Persalinan yang Lalu
No. Tahun
Jenis
Penolong
Persalinan
Jenis
kelami
Keadaan
Bayi
n
1.
2011
Spontan
Bidan
Perempua
n
2. Keluhan Utama
Masalah
Kehamil
an
Sehat
Tidak ada
Klien mengatakan pusing, lemas
3. Riwayat Keperawatan Sekarang
Pasien mengeluh pusing dan mual sejak tanggal 30 Mei 2015. Pada tanggal 31
Mei 2015, pasien sudah muntah 3 kali semenjak pagi hari. Pasien juga merasa
nyeri di bagian perut sejak 1 minggu yang lalu, nyeri datang ketika perut
berkontraksi, nyeri timbul kadang-kadang dan seperti ditekan-tekan. Sudah 3 hari
ini kaki pasien juga mengalami pembengkakan. Selain pusing pasien juga
mengeluh sakit pada kepala bagian depan, terkadang padangannya kabur. Awalnya
pasien memeriksakan diri ke bidan pada tanggal 31 Mei 2015 pukul 10.00 WIB,
didapatkan tekanan darah 190/110 mmHg. Lalu oleh bidan diberi infus MgSO 4.
Karena kondisi pasien semakin melemah, akhirnya pada tanggal 31 mei 2015
pasien dirujuk ke IGD RSUP dr. Kariadi Semarang. Ketika dikaji saat itu, tidak
ditemukan tanda kejang-kejang, tidak ditemukan air atau lendir keluar dari jalan
lahir, gerak janin masih bisa dirasakan pasien. Dan sampai saat ini, 1 Mei 2015
pasien dirawat di ruang obstetri dan menjalani perawatan intensif. Ketika
dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital pada tanggal 1 Juni 2015 pukul 09.00
WIB, ditemukan TD : 170/100 mmHg, RR : 20 x/menit, suhu : 37C, nadi : 88
x/menit. Terapi yang diberikan berupa infus RL 20 tpm, injeksi MgSO 4 20% 1
gr/jam, injeksi dexamethason 6 mg12 jam, injeksi nifedipin 10 mg/8 jam
intravena, pasien juga terpasang DC.
4. Riwayat Keperawatan Dahulu
Pasien belum pernah dirawat di rumah sakit sebelumnya dan juga belum pernah
menjalani operasi. Pasien hanya datang ke bidan saat menjalani persalinan anak
pertama. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit asma, diabetes mellitus,
hipertensi, dan penyakit jantung
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Keluarga dari pasien tidak ada yang memiliki riwayat kehamilan dengan
preeklamsi berat seperti yang diderita pasien saat ini. Hanya saja ayah kandung
pasien memiliki riwayat penyakit hipertensi. Selain itu, keluarga tidak memiliki
riwayat penyakit asma, diabetes mellitus, HIV, dll.
6. Riwayat Kehamilan Saat Ini
Klien mengatakan bahwa selama hamil, klien memeriksa kehamilannya ke bidan
sebanyak 3x. Namun, karena ada masalah kehamilan yaitu preeklamsi, klien
kemudian juga melakukan pemeriksaan ANC ke dokter klinik pribadi sebanyak 3
kali. ANC dilakukan sebanyak lebih dari 6x. HPHT : 15 November 2015. BB
sebelum hamil : 47 kg.
7. Riwayat Ginekologi
Masalah Ginekologi
a. Menarche umur
b. Siklus
c. Lama
d. Volume
e. Konsistensi
f. Warna
g. Disminore
h. HPHT
Riwayat KB
: 12 tahun
: 28 hari
: 5 hari
: 60 cc
: Cair
: Merah kecoklatan pada hari pertama dan merah
segar pada hari kedua
: Kadang-kadang
: 15 Oktober 2015
: Klien menggunkan KB suntik per 3 bulan.
8. Riwayat Pernikahan
Pasien sudah menikah sekali selama 6 tahun
C. DATA UMUM KESEHATAN SAAT INI
Status Obstetri
: G2P1A0
1.
Keadaan
Umum
: Lemah
2.
Kesadaran
: Composmentis, GCS : E4V5M6
3.
Tanda
Vital
: TD : 170/100 mmHg
BB
: 64 kg
4.
Nadi : 88x/menit
TB
: 155 cm
Suhu : 37C
RR : 20x/menit
5. Kepala
a. Leher
: Tidak ada pembesaran kelenjar tiroid, tidak ada peningkatan
vena jugularis
b. Kepala
: Mesochepal, tidak ada lesi dan benjolan, rambut bersih dan
tidak rontok, rambut hitam
c. Mata
: Konjungtiva tidak anemis, reflek terhadap cahaya positif
d. Hidung
: Tidak ada polip, rongga hidung bersih.
e. Mulut
: Mulut bersih, tidak berbau, lidah bersih, mukosa bibir lembab
f. Telinga
: Telinga bersih dan reflek pendengaran baik, tidak ditemukan
serumen
6. Dada
a. Jantung
Inspeksi
: Tidak tampak ictus cordis, tidak terdapat pembesaran jantung
Palpasi
: Ictuc cordis di ICS 4 dan 5 pada midclavicula sinistra
Perkusi
: Suara perkusi jantung pekak
Auskultasi
: BJ I dan II reguller, tidak ada bunyi jantung tambahan seperti
murmur dan gallop
b. Paru
Inspeksi
Perkusi
Palpasi
Auskultasi
: Ekspansi dada optimal
: Suara perkusi paru sonor
: Tidak ada nyeri tekan
: Suara auskultasi bronkhial dan tidak terdapat suara tambahan
ronkhi
c. Payudara
Kesan Umum
Putting Susu
Pengeluaran ASI
Kemampuan menyusui
7. Abdomen
a. Involusio Uterus
b. Kontraksi
c. Kandung Kemih
d. TFU
e. Leopold I s/d IV
: Payudara bersih, simetris antara kanan dan kiri,
hiperpigmentasi areola
: Menonjol dan besar
: ASI belum keluar
: Belum dapat dikaji
: Belum dapat dikaji
: Baik (kuat)
: Tidak ada distensi, BAK lancar tidak ada
Keluhan
: 27 cm
: Janin I hidup intra uteri posisi presentasi letak
kepala belum masuk PAP, punggung kiri
f. Masalah khusus
: Pasien tidak merasa nyeri di ulu hati
8. Perineum dan Genetalia
Kebersihan
: Bersih
a. Vagina
: Terpasang DC
b. Perineum
: Utuh
c. Tanda REEDA
: Tidak ada indikasi
9. Ekstremitas
a. Ekstremitas atas
: Tidak ada edema pada kedua ekstremitas,
terpasang infus RL ditangan kanan
b. Ekstremitas bawah
: Terdapat edema pada kedua ekstremitas, tidak
terdapat varises dan tidak ada tanda hofman
D. POLA FUNGSIONAL GORDON
a. Manajemen Kesehatan
Pasien rutin memeriksakan kandungannya ke bidan terdekat. Pasien juga rutin
mengonsumsi vitamin kehamilan yang diberikan oleh bidan. Pasien juga rutin
periksa ANC ke bidan sebanyak 3 kali dan ke dokter spesialis kandungan 3 kali.
b. Pola Nutrisi dan Metabolisme
Tidak ada masalah atau perubahan sebelum dan sesudah perawatan di rumah
sakit. Pasien menghabiskan 1 porsi nasi, sayur dan lauk yang disediakan rumah
sakit. Pasien minum kira-kira 2 liter air putih setiap hari, Pasien minum susu yang
disediakan.
Sebelum dan sesudah dirawat, pasien belum mengalami kenaikan berat badan.
Berat badan klien 64 kg dengan tinggi badan 155 cm.
c. Pola Aktivitas Latihan
Sebelum dirawat : Pasien dapat memenuhi aktivitasnya dengan baik
Saat dirawat
: Pasien hanya bisa terbaring diatas tempat tidur. Kebutuhan
ADL dibantu oleh perawat dan bidan. Pasien tampak lemas dan
lesu.
d. Pola Eliminasi
Sebelum dirawat
: pasien BAB dan BAK lancar. BAB 1x sehari dengan
konsistensi feses berbentuk, lunak, berwarna kecoklatan dan bau khas. BAK 8x
sehari dengan warna kekuningan dan berbau khas.
Saat dirawat
: Setelah menjalani perawatan di rumah sakit pasien BAB 1
kali/ hari warna feses kuning, bau khas, dan konsistensi padat. Pasien BAK
sebanyak 3 kali dengan jumlah 300 cc
e. Pola Istirahat dan Tidur
Sebelum dirawat : pasien tidur 8 jam sehari. Pasien ada kebiasaan tidur siang dari
pukul 13.00 sampai 15.00 WIB. Pasien tidak memerlukan obat-obatan untuk
membantu agar dapat tidur
Saat dirawat
: Setelah menjalani perawatan di rumah sakit, waktu tidur
pasien 7-8 jam sehari.
f. Pola Hubungan Peran
Pasien mengatakan hubungan dengan suami dan keluarga serta orang disekitar
sangat baik dan tidak ada masalah.
g. Pola Kognitif dan Persepsi Sensori
Pasien dapat berorientasi dengan benar tentang waktu, tempat, orang disekitarnya.
Pasien memiliki penciuman, pendengaran, perasa dan peraba yang normal. Pasien
memiliki daya ingat yang baik terhadap kejadian yang sedang terjadi ataupun yang
lampau. Selain itu pasien mengeluh nyeri pada perut. Berdasarkan pengkajian
dengan metode PQRST untuk pengkajian nyeri,hasilnya :
P : Nyeri karena adanya kontraksi pada dinding rahim
Q : Nyeri seperti tertekan
R : Nyeri pada daerah perut dan tidak menyebar
S : Skala nyeri 2
T : Nyeri timbul kadang-kadang saat ada his atau kontraksi pada dinding rahim
h. Pola Konsep Diri
Identitas diri : Pasien mengatakan seorang istri dari seorang suami. Pasien berusia
Citra tubuh
Harga diri
24 tahun.
: Pasien sangat percaya diri dengan keadaannya saat ini.
: Pasien merasa yakin proses persalinannya kelak akan lancar. Pasien
mengatakan siap merawat anaknya yang kedua.
Peran
: Pasien adalah seorang istri dari seorang suami dan seorang ibu dari
1 orang anaknya dan calon bayi dalam kandungannya. Pasien sebagai
bagian dari masyarakat.
Ideal diri
: Pasien ingin segera dapat menjalani aktivitasnya secara mandiri.
i. Pola Mekanisme Koping
Pasien selalu bercerita kepada keluarga jika ada masalah untuk mendapatkan solusi
yang tepat. Upaya yang dilakukan pasien dalam menghadapi masalah yaitu dengan
mengikuti saran dari bidan, dokter atau perawat untuk mempercepat proses
penyembuhan.
j. Pola Seksualitas dan Reproduksi
Pasien mempunyai 1 orang anak yang berusia 4,5 tahun dan seorang suami. Pasien
mengatakan untuk melakukan hubungan suami istri biasanya 1 2 x seminggu,
pasien masih aktif menstruasi. Awal menstruasi pasien adalah pada usia 12 tahun.
k. Pola Nilai dan Kepercayaan
Pasien beragama Islam dan menjalankan ibadah menurut agama Islam. Selama
peawatan di rumah sakit, dalam menjalankan ibadah sholat agak terganggu karena
pasien harus bedrest total.
E. Riwayat Psikososial
a. Penerimaan terhadap kehamilan : Pasien sangat menanti-nantikan kehadiran anak
kedua dalam keluarganya, ketika mengetahui pasien hamil, keluarga dan pasien
sangat senang
b. Rencana perawatan bayi : Diasuh sendiri
c. Kesanggupan dan pengetahuan tentang perawatan kehamilan dan persalinan :
Pasien sudah berpengalaman dan paham akan perawatan kehamilan dan
persalinan karena sebelumnya sudah hamil dan melahirkan anaknya yang pertama.
F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
Hasil Laboratorium Pemeriksaan Darah tgl 31 Mei 2015
Pemeriksaan
Hematologi
Paket
Hemoglobin
Hematokrit
Eritrosit
MCH
MCV
MCHC
Leukosit
Hasil
Satuan
Harga Normal
12,7
38,5
4,5
28,4
85,7
33,1
8,7
g/dL
%
10^6/uL
Pg
fL
g/dL
10^3/uL
12.00-15.00
35-47
4,4-5,9
27.00-32.00
76-96
29.00-36.00
3,6-11
Keterangan
Trombosit
RDW
MPV
Kimia Klinik
GDS
SGOT
SGPT
Ureum
Kreatinin
Elektrolit
Natrium
Kalium
Chlorida
267,5
13.9
7,7
10^3/uL
%
fL
150-400
11,60-14,80
4.00-11.00
85
19
25
13
0,7
mg/dL
U/L
U/L
mg/dL
mg/dL
80-160
15-34
15-60
15-39
0,60-1,30
140
3,9
111
mmol/L
mmol/L
mmol/L
136-145
3,5-5,1
98-107
Hasil Laboratorium Pemeriksaan Urine tanggal 31 Mei 2015
Pemeriksaan
Urine Lengkap
Warna
Kejernihan
Berat Jenis
pH
Protein
Reduksi
Urobilinogen
Bilirubin
Aseton
Nitrit
Sedimen
Epitel
Epitel Tubulus
Leukosit
Eritrosit
Kristal
Sil. Pathologi
Granula Kasar
Granula Halus
Sil. Hialin
Sil. Epitel
Sil. Eritrosit
Sil. Leukosit
Mucus
Hasil
Satuan
Kuning
Jernih
>=1,030
7,0
>=300
NEG
0,2
NEG
NEG
NEG
mg/dL
mg/dL
U.E./dL
mg/dL
mg/dL
4-5
NEG
1-3
0-1
NEG
NEG
NEG
1-2
2-4
NEG
NEG
NEG
+/POS
/LPK
/uL
/LPB
/LPB
/uL
/uL
/LPK
/LPK
/LPK
/LPK
/LPK
/LPK
/uL
Harga Normal
1,003-1,025
4,8-7,4
NEG
NEG
NEG
NEG
NEG
NEG
0.0-6.0
0.0-10.0
0.0-0.5
NEG
NEG
NEG
NEG
NEG
0.00-0.50
Hasil Pemeriksaan Laboratorium Sekresi-Ekskresi, tanggal 31 Mei 2015
Pemeriksaan
Sekresi-Ekskresi
Yeast Cell
Bakteri
Hasil
Satuan
Nilai Rujukan
NEG
+/POS
/uL
/uL
0.0-25.0
0.0-100.0
Sperma
Kepekatan
NEG
NEG
/uL
mS/cm
0.00-3.00
3.00-27.00
Hasil Pemeriksaan Laboratorium Kimia klinik, tanggal 31 Mei 2015
Pemeriksaan
Hasil
Kimia Klinik
LDH
539
Asam urat
6.5
II.
DAFTAR MASALAH
No
Satuan
Nilai Rujukan
Keterangan
U/L
120-246
2.6-6.0
H
H
Mg/dL
Tgl/Jam
Data Fokus
DP
Tgl teratasi
1 Juni 2015
09.00 WIB
1. TD : 170/100 mmHg
Gangguan
perfusi 4 Juni 2015
2. Kesadaran
pasien
jaringan
serebral
composmentis, GCS :
berhubungan
E4V5M6
dengan penurunan
3. Pasien mengatakan tidak
kardiak
output
nyeri di ulu hati
4. Pasien tidak mengalami
sekunder terhadap
.
1.
oliguria, terpasang DC
5. Pasien tidak ada tanda
vasopasme
pembuluh darah.
kejang
2
1 Juni 2015
09.00 WIB
1. TD : 170/100 mmHg
Kelebihan
volume 4 Juni 2015
2. Intake : air putih 800
cairan berhubungan
cc/hari; output : BAK =
dengan kerusakan
3 x/hari jumlah 300 cc
fungsi glomerolus
3. Terdapat edema pada
sekunder terhadap
kaki
4. Kesadaran
:
penurunan cardiac
composmentis
5. Hasil laboratorium :
- Ureum : 13 mg/dL (
-
2 Juni 2015
15.35 WIB
15-39)
Kalium
output.
111
mmol/L (98-107)
1. Pasien bedrest total
Intoleransi aktivitas 4 Juni 2015
2. Pasien
mengatakan
berhubungan
badannya terasa lemah
dengan kelemahan
3. Pasien
mengatakan
dalam
pemenuhan
TTD
kebutuhannya 75 % di
Bantu oleh keluarga dan
perawat
4. Pasien tampak lemah
INTERVENSI KEPERAWATAN
III.
No
.
1.
Tgl/jam
DP
Tujuan
1 Juni 2015
09.00 WIB
Gangguan
Setelah
Intervensi
dilakukan 1. Monitor tekanan darah
perfusi
tindakan
jaringan
keperawatan
serebral
selama 3x24 jam
berhubunga
diharapkan perfusi
dengan jaringan
tiap 4 jam
2. Catat tingkat kesadaran
serebral
penurunan
klien
kardiak
dengan
output
hasil :
sekunder
TD dalam batas
mmHg
Kesadaran
terhadap
vasopasme
pembuluh
adekuat,
kriteria
pasien
3. Kaji adanya tanda-tanda
eklampsia ( hiperaktif,
reflek
patella
penurunan
respirasi,
dalam,
nadi,dan
nyeri
epigastrium
dan
oliguria )
normal : 120/80 4. Monitor adanya tanda-
pasien
darah.
TTD
tanda
dan
gejala
persalinan atau adanya
baik,
composmentis
Tidak
ada
tanda-tanda
kontraksi uterus
5. Kolaborasi dengan tim
medis dalam pemberian
anti hipertensi
eklampsia
1 Juni 2015
09.00 WIB
Kelebihan
Setelah
dilakukan 1. Awasi denyut jantung,
volume
tindakan
cairan
keperawatan
berhubunga
selama 3x24 jam
dengan tidak
TD, dan CVP.
2. Catat pemasukan dan
terjadi
kerusakan
kelebihan
volume
fungsi
cairan
dengan,
glomerolus
kriteria hasil:
sekunder
Pasien
pengeluaran akurat.
3. Kaji kulit, wajah area
tergantung
untuk
edema. evaluasi derajat
edema (pada skala +1
sampai +4).
4. Kaji tingkat kesadaran,
terhadap
menunjukkan
penurunan
haluaran
cardiac
tepat
output.
berat jenis/hasil
urin
dengan
laboratorium
1 Juni 2015
09.00 WIB
Intoleransi
perubahan
mental, adanya gelisah.
5. Awasi
pemeriksaan
laboratorium, contoh:
BUN,
kreatinin,
natrium dan kretinin
mendekati
urin, natrium serum,
normal
Berat
stabil
Tanda
vital
dalam
batas
selidiki
badan
kalium serum, Hb/Ht,
foto dada.
normal
Tak ada edema.
Setelah
dilakukan 1. Tingkatkan
tirah
aktivitas
tindakan
baring /duduk, berikan
berhubunga
keperawatan
lingkungan
dengan selama 2x24 jam
kelemahan
diharapkan
klien
menunjukkan
toleransi aktivitas,
dengan
kriteria
Pasien
tidak
tampak lemah
Pasien mampu
melakukan
mandiri
secara
pengunjung
sesuai keperluan.
2. Ubah posisi dengan
sering.
Berikan
perawatan kulit yang
baik
3. Bantu
hasil :
ADL
batasi
tenang,
pasien
dalam
memenuhi
kebutuhan
ADL
4. Tingkatkan
aktivitas
sesuai toleransi, Bantu
melakukan
rentang
latihan
jarak
sendi
pasif /aktif.
IV.
IMPLEMENTASI
Tgl/Jam
1 Juni 2015
DP
Gangguan
Tindakan
Memonitor
Respon
tekanan TD : 170/100 mmHg
TTD
09.00 WIB
09.10 WIB
09.15 WIB
perfusi
jaringan
serebral
Memberikan terapi obat
Pasien mendapat obat oral
berhubunga
anti hipertensi
nifedipine 10 mg per oral
dengan
penurunan
09.20 WIB
Mengamati
tingkat
Kesadaran
kesadaran pasien
kardiak
output
sekunder
09.25 WIB
darah
composmentis,
Mengkaji adanya tanda-
pasien
GCS
E4V5M6
tanda eklampsia
terhadap
Pasien mengatakan tidak
vasopasme
nyeri di ulu hati, tidak
pembuluh
darah.
Memonitor
adanya
terjadi penurunan nadi dan
pernafasan
kontraksi uterus
Pasien mengatakan dari
pagi
pukul
06.00,
kontraksi uterus sebanyak
1 Juni 2015
09.00 WIB
09.27 WIB
Kelebihan
volume
cairan
berhubunga
n
09.30 WIB
2 kali
tekanan TD : 170/100 mmHg
Mengawasi
darah pasien
Mengawasi pemeriksaan
laboratorium
dengan
Ureum : 13 mg/dL
( 15-39)
Kalium : 111 mmol/L
(98-107)
kerusakan
fungsi
glomerolus
12.30 WIB
sekunder
Intake : air putih 800
Mencatat pemasukan dan
pengeluaran akurat
x/hari jumlah 300 cc
terhadap
penurunan
12.35 WIB
cc/hari; output : BAK = 3
Edema terdapat pada kaki,
cardiac
Mengkaji
output.
area
kulit,
tergantung
edema
Mengkaji
kesadaran
wajah skala 2
untuk
Kesadaran
tingkat composmentis
pasien
2 Juni 2015
18.00 WIB
Gangguan
19.00 WIB
jaringan
19.05 WIB
perfusi
darah
Memberikan terapi obat
berhubunga
anti hipertensi
dengan
penurunan
Mengamati
sekunder
tingkat
kesadaran pasien
pasien
GCS
E4V5M6
Mengkaji adanya tandatanda eklampsia
Pasien mengatakan tidak
nyeri di ulu hati, tidak
vasopasme
darah.
Kesadaran
composmentis,
terhadap
pembuluh
Pasien mendapat obat oral
nifedipine 10 mg per oral
kardiak
output
19.15 WIB
tekanan TD : 145/90 mmHg
serebral
n
19.10 WIB
Memonitor
terjadi penurunan nadi dan
Memonitor
adanya
pernafasan
kontraksi uterus
Pasien mengatakan dari
siang
19.00,
2 Juni 2015
19.00 WIB
20.00 WIB
Kelebihan
volume
n
20.05 WIB
dengan
kontraksi
s.d
uterus
darah pasien
Mencatat pemasukan dan
pengeluaran akurat
Intake : air putih 1000
cc/hari; output : BAK 200
cc
kerusakan
fungsi
20.10 WIB
14.00
sebanyak 4 kali
tekanan TD : 145/90 mmHg
Mengawasi
cairan
berhubunga
pukul
glomerolus
sekunder
terhadap
penurunan
cardiac
Mengkaji
kulit,
wajah
area tergantung untuk
edema
Mengkaji
Edema terdapat pada kaki,
skala 2
Kesadaran
pasien
tingkat composmentis
kesadaran
output.
2 Juni 2015
17.15 WIB
Intoleransi
aktivitas
Meningkatkan
tirah Pasien tampak tenang dan
baring /duduk, berikan
nyaman,
pasien
bisa
berhubunga
lingkungan
batasi
dengan
kelemahan
tenang,
duduk dengan bantuan
pengunjung
sesuai keperluan
17.20 WIB
Pasien
Mengubah posisi dengan
mau
posisi
kiri,
sering
mengubah
miring
agar
kanan-
punggung
tidak terluka
17.30 WIB
Pasien disibin dengan air
hangat
18.20 WIB
Membantu pasien dalam
memenuhi kebutuhan
ADL
sabun
menggunakan washlap
Pasien mau dilatih gerak
pasif tangan dan kaki,
Meningkatkan
sesuai
aktivitas
agar tidak kaku
toleransi,
melakukan
rentang
dan
jarak
latihan
sendi
pasif /aktif.
3 Juni 2015
21.15 WIB
Gangguan
4 Juni 2015
03.05 WIB
jaringan
serebral
Memberikan terapi obat
05.30 WIB
berhubunga
anti hipertensi
perfusi
dengan
penurunan
05.35 WIB
Memonitor
tekanan TD : 150/90 mmHg
darah
Mengamati
nifedipine 10 mg per oral
tingkat
kesadaran pasien
sekunder
GCS
Mengkaji adanya tandatanda eklampsia
Pasien mengatakan tidak
merasakan nyeri di ulu
vasopasme
hati,
pembuluh
darah
pasien
E4V5M6
terhadap
05.45 WIB
Kesadaran
composmentis,
kardiak
output
Pasien mendapat obat oral
Memonitor
kontraksi uterus
adanya
tidak
penurunan
pernafasan
nadi
terjadi
dan
Pasien mengatakan tidak
tahu berapa kali terjadi
kontraksi karena pasien
sedang tidur, tapi pasien
terbangun
pada
pukul
02.00 karena merasakan
kontraksi diperutnya
3 Juni 2015
21.15 WIB
4 Juni 2015
05.30 WIB
Kelebihan
volume
berhubunga
dengan
darah pasien
Mencatat pemasukan dan
pengeluaran akurat
Intake : air putih 1000
cc/hari; output : BAK DC
400 cc
kerusakan
fungsi
05.37 WIB
tekanan TD : 150/90 mmHg
cairan
n
05.35 WIB
Mengawasi
glomerolus
sekunder
terhadap
penurunan
cardiac
Mengkaji
kulit,
wajah
area tergantung untuk
edema
Edema terdapat pada kaki,
skala 2
Kesadaran
Mengkaji
pasien
tingkat composmentis
kesadaran
output.
3 Juni 2015
23.00 WIB
4 Juni 2015
05.35 WIB
Intoleransi
Meningkatkan
tirah Pasien tampak tenang dan
aktivitas
baring /duduk, berikan
nyaman,
berhubunga
lingkungan
mengatakan bisa tidur
batasi
dengan
kelemahan
tenang,
pengunjung
dengan nyenyak
sesuai keperluan
Pasien disibin dengan air
Membantu pasien dalam
06.15 WIB
pasien
memenuhi kebutuhan
ADL
Meningkatkan
sesuai
hangat
dan
sabun
menggunakan washlap
Pasien mau dilatih gerak
aktivitas
toleransi,
pasif tangan dan kaki.
Setelah latihan, pasien
melakukan
rentang
jarak
latihan
merasa
sendi
tangan
pasif /aktif.
V.
dan
enak,
kakinya
tidak kaku
EVALUASI
No
.
1.
lebih
Tanggal/Jam
DP
4 Juni 2015
Gangguan
07.00 WIB
jaringan
Catatan Perkembangan
perfusi S : Pasien mengatakan tidak merasakan nyeri
serebral di ulu hati, tidak tahu berapa kali terjadi
berhubungan dengan kontraksi uterus
penurunan
output
kardiak
O : TD : 150/90 mmHg, kesadaran pasien
sekunder
composmentis, GCS : E4V5M6; tidak terjadi
terhadap vasopasme
penurunan pernafasan dan nadi
pembuluh darah
A : Masalah belum teratasi
P : Lanjutkan intervensi keperawatan
- Monitor tekanan darah tiap 4 jam
- Catat tingkat kesadaran pasien
- Kaji adanya tanda-tanda eklampsia
- Monitor adanya kontraksi uterus
- Kolaborasi dengan tim medis dalam
pemberian anti hipertensi
2.
4 Juni 2015
Kelebihan volume
S:-
07.00 WIB
cairan berhubungan
O : TD : 150/90 mmHg; intake : air putih
TTD
3.
dengan kerusakan
1000 cc/hari; output : BAK DC 400 cc,
fungsi glomerolus
edema terdapat pada kaki, skala 2; kesadaran
sekunder terhadap
pasien composmentis
penurunan cardiac
A : Masalah belum teratasi
output
P : Lanjutkan intervensi keperawatan
-
Awasi denyut jantung, TD
Catat pemasukan dan pengeluaran
akurat
Kaji kulit, wajah area tergantung
untuk edema.
Kaji tingkat kesadaran
Awasi pemeriksaan laboratorium
4 Juni 2015
Intoleransi aktivitas S :
Pasien mengatakan bisa tidur dengan
07.00 WIB
berhubungan
nyenyak. Pasien merasa lebih enak, tangan
dengan kelemahan
dan kakinya tidak kaku setelah latihan ROM
pasif
O : Pasien tampak tenang dan nyaman, pasien
disibin dengan air hangat dan sabun
menggunakan washlap, pasien mau dilatih
gerak pasif tangan dan kaki.
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi klien