Anda di halaman 1dari 17

Tindakan

Proteksi
Radiasi
By ; BNA FKG UI 2015

Tujuan Proteksi Radiasi


Proteksi radiasi dimaksudkan agar seseorang
menerima atau terkena dosis radiasi sekecil
mungkin. Falsafah baru tentang proteksi radiasi
muncul dengan diterbitkannya Publikasi ICRP
No.26 Tahun 1977
Mencegah terjadinya efek non stokastik
(deterministik) yang membahayakan.
Meminimalkan terjadinya efek stokastik hingga
ke tingkat yang cukup rendah yang masih
dapat diterima oleh individu dan lingkungan di
sekitarnya.

Prinsip
Proteksi
Radiasi
Sumber radiasi
memancarkan
radiasi pengion yang berbahaya.
Untuk memproteksi diri dari sumber radiasi, maka diterapkan tiga
strategi dasar yang dikenal sebagai prinsip proteksi radiasi, yaitu:

Waktu
Sedapat mungkin diupayakan untuk tidak terlalu lama berada di
dekat sumber radiasi saat proses radiografi untuk mengurangi dosis
radiasi yang diterima secara proporsional. Semakin minimal waktu
bekerja maka akan semakin minimal dosis yang diterima.

Jarak
Besarnya paparan radiasi akan menurun sebanding jarak terhadap
sumber. Menjauhkan sumber radiasi dengan akan menurunkan
intensitasnya

Perisai (Shielding)
Gunakan pelindung berupa apron, sarung tangan dan kaca mata
berlapis timbal (Pb) yang merupakan sarana proteksi radiasi individu.
Proteksi lingkungan terhadap radiasi dapat dilakukan dengan
melapisi ruang radiografi menggunakan Pb untuk menyerap radiasi
yang terjadi saat proses radiografi.

Alat Proteksi Radiasi


Baju

Pelindung
Pelindung Gonad
Pelindung Tiroid
Sarung Tangan Proteksi

Baju Pelindung
Pakaian pelindung untuk pekerja radiasi berbeda
dengan yang digunakan di bengkel mekanik atau
elektrik. Pakaian kerja yang digunakan di daerah
instalasi nuklir tidak boleh dibawa pulang dan
harus dibersihkan/dicuci dan didekontaminasi oleh
masing-masing instalasi. Pakaian yang akan
diperlakukan sebagai limbah radioaktif dikelola
oleh bidang keselamatan satuan kerja.
Untuk melindungi tubuh atau bagian tubuh dari
kemungkinan terkena paparan radiasi berlebih,
digunakan pakaian pelindung radiasi yang disebut
apron. Pakaian pelindung radiasi ini digunakan oleh
pekerja radiasi yang menangani sumber radiasi
tinggi pada jarak jangkau tertentu.

Pelindung Gonad
Pelindung gonad yang setara dengan 0,2 mm
Pb atau 0,25 mm Pb untuk penggunaan
pesawat sinar X Radiologi Diagnostik dan
0,35 mm Pb atau 0,5 mm Pb untuk pesawat
sinar X Radiologi Intervensional. Tebal
kesetaran Pb harus diberi tanda secara
permanen dan jelas pada apron tersebut.
Proteksi ini harus dengan ukuran dan bentuk
yang sesuai untuk mencegah gonad secara
keseluruhan dari paparan berkas utama.

Pelindung Tiroid
Pelindung tiroid yang terbuat dari bahan
yang setara dengan 1 mm Pb. Tabir Tabir
yang digunakan oleh pekerja harus dilapisi
dengan bahan yang setara dengan 1 mm Pb.
Ukuran tabir adalah dengan tinggi 2 m dan
lebar 1 m yang dilengkapi dengan kaca intip
Pb yang setara dengan 1 mm Pb.

Sarung Tangan Proteksi


Tebal minimal 0.25 mm dan sudah
mencakup pergelangan tangan dan jari
tangan. Digunakan oleh operator.

Proteksi pasien terhadap


radiasi
Pemeriksaan

sinar X hanya dilakukan dengan


rujukan dokter
Pemakaian filtrasi maksimum pada sinar primer
Pemakaian voltase lebih tinggi sehingga daya
tembus lebih kuat
Daerah yang disinari harus sekecil mungkin
Alat kelamin dilindungi
Pasien hamil, terutama trimester 1, tidak boleh
diperiksa radiografik
Waktu penyinaran harus sesingkat mungkin.

Proteksi dokter/pemeriksa dan petugas:


Hindari

penyinaran bagian tubuh yang tidak


terlindungi
Pemakaian alat proteksi radiasi
Dokter/pemeriksa dan petugas harus paham
benar akan prosedur pelaksanaan pemeriksaan
radiografi dan cara penggunaan alat yang
tepat.

Proteksi dari segi ruangan


Lokasi

ruangan radiologi mudah dicapai dari poliklinik.


Besarnya ruangan harus sesuai dengan peralatan yang
akan ditempatkan, seperti rumah sakit tipe A,B,C dan D.
Luas ruangan 4x3x2,8m, khusus untuk ruangan Radiografi
Gigi boleh lebih kecil dari ukuran yang diatas tetapi
ukuran ruangan memudahkan pasien keluar dan masuk
untuk melakukan foto ronsen. Dinding ruangan terbuat
dari bata yang dipasang melintang (artinya 1 bata; jika
dipasang memanjang dipakai 2 bata). Bata harus
berkualitas baik ukuran 10x20 cm. Plasteran dengan
campuran semen dan pasir tertentu, tebal minimal
dengan bata adalah 25 cm. Bila memakai beton, tebal
dinding beton minimal adalah 15 cm, ekivalen dengan 2
mm Pb. Bila ada jendela boleh ditempatkan 2 m diatas
dinding atau kaca yang berlapis Pb.

Kamar gelap yang dipakai minimal 3x2x2,8 m dan juga dibuat bakbak pencucian film dengan porselen putih bagi yang
menggunakan pencucian dengan cara manual. Harus ada air yang
bersih dan mengalir, kipas angin/exhauster atau air-conditioner
agar udara dalam kamar gelap selalu bersih dan cukup nyaman
bagi petugas yang bekerja di dalamnya selama berjam-jam. Untuk
masuk ke kamar gelap dapat dipakai sistem lorong yang melingkar
tanpa pintu atau sistem dua pintu untuk menjamin supaya cahaya
tidak masuk. Warna dinding kamar gelap tidak perlu hitam,
sebaiknya dipakai warna cerah, kecuali lorong lingkar ke kamar
gelap dicat hitam untuk mengabsorpsi cahaya sebanyak mungkin.
Ruang operator dan tempat pesawat sinar-x sebaiknya dibuat
terpisah atau bila berada dalam satu ruangan maka disediakan
tabir yang berlapis Pb dan dilengkapi dengan kaca intip dari Pb.
Pintu ruang pesawat sinar-x harus diberi penahan radiasi yang
cukup. Pintu tersebut biasanya terbuat dari tripleks dengan tebal
tertentu yang ditambah lempengan Pb setebal 1 1,5 mm
Tanda radiasi berupa lampu merah harus dipasang di atas pintu
yang dapat menyala pada saat pesawat digunakan.

Nilai Batas Dosis


Dosis yang diperbolehkan seseorang terpapar
radiasi disebut Nilai Batas Dosis (NBD). Dosis
radiasi yang diterima oleh seseorang dalam
menjalankan suatu kegiatan tidak boleh melebihi
NBD yang telah ditentukan oleh pihak yang
berwenang. Semua kegiatan yang mengandung
risiko paparan radiasi cukup tinggi dapat
ditangani sedemikian rupa dengan menggunakan
program proteksi radiasi yang disusun dan
dikelola secara baik sehingga NBD yang telah
ditetapkan tidak akan terlampaui.

Konsep

terbaru mengenai prisip-prinsip


dasar proteksi radiasi telah diperkenalkan
dalam publikasi ICRP No. 60 tahun 1990 dan
terjadi penurunan NBD efektif tahunan.
Penurunan ini dimaksudkan untuk
melindungi masyarakat dari resiko yang
lebih besar akibat paparan radiasi pengion,
radiasi 1 mSv/tahun untuk masyarakat tidak
termasuk radiasi alam yang mau tidak mau
harus diterima oleh setiap orang.

ketentuan NBD berdasarkan ICRP No.60


Tahun 1990 adalah sebagai berikut
a. Pekerja Radiasi

NBD yang tidak boleh dilampaui setiap pekerja


radiasi akibat penyinaran kerja, adalah:
1. Dosis efektif 20 mSv/tahun dirata-ratakan selama
5 tahun berturut-turut.
2. Dosis efektif maksimum 50 mSv selama setahun.
3. Dosis ekuivalen 150 mSv/tahun untuk lensa mata.
4. Dosis ekuivalen 500 mSv/tahun untuk kulit, tangan
dan kaki.

b. Siswa dan Magang (Usia 16 18 Tahun)

Siswa dan magang yang menggunakan penyinaran radiasi dan


menggunakan sumber radiasi dalam studinya harus diawasi sehingga
NBD-nya adalah:18,19
1. Dosis efektif 6 mSv/tahun.
2. Dosis ekuivalen 50 mSv/tahun untuk lensa mata.
3. Dosis ekuivalen 150 mSv/tahun untuk kulit, tangan dan kaki.
C. Masyarakat Umum

Dosis rata-rata yang diperkirakan akan diterima oleh masyarakat


umum tidak boleh lebih besar dari NBD berikut:18,19
1. Dosis efektif 1 mSv/tahun.
2. Dalam kondisi khusus, dosis efektif 5 mSv selama setahun dan ratarata selama lima tahun berturut-turut tidak lebih dari 1 mSv/tahun.
3. Dosis ekuivalen 15 mSv/tahun untuk lensa mata.
4. Dosis ekuivalen 50 mSv/tahun untuk kulit, tangan dan kaki.