Anda di halaman 1dari 4

A.

Definisi dan pengertian industri Perikanan.


Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah
jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri
tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa (Godam, 2006).
Menurut undang-undang No.9 Tahun 1985 tentang perikanan, yang dimaksud dengan
sumber daya hayati laut adalah sumber daya ikan. Berdasarkan ketersediaan sumber daya
kelautan, maka usaha dan upaya pemanfaatan sumber daya tersebut dibagi dalam berbagai
spesialisasi industri kelautan, yaitu industri sumber daya ikan, industri sumber daya tak dapat
pulih dan industri jasa lingkungan.

B. Jenis / macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku.


1. Industri ekstraktif
Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar.
Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain
lain.
2. Industri nonekstaktif
Industri nonekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam
sekitar.
3. Industri fasilitatif
Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual
kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain
sebagainya.
C. Golongan / macam industri berdasarkan besar kecil modal
1. Industri padat modal
Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar
untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya
2. Industri padat karya
Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga
kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya.
G. Macam-macam / jenis industri berdasarkan produktifitas perorangan

1. Industri primer
Industri primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung
atau tanpa diolah terlebih dahulu
Contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan
sebagainya.
2. Industri sekunder
Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barangbarang untuk diolah kembali.
Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya.
3. Industri tersier
Industri tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa.
Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi
yang lainnya (BPS, 2002).
Faktor yang mempengaruhi perkembangan industri perikanan adalah Sumberdaya ikan,
daerah penangkapan, lingkungan serta energi. Sedangkan menurut Danial (2011) faktor yang
mempengaruhi di dalam suatu industri perikanan adalah dari bahan baku, tenaga kerja dan nilai
tambah. Nilai tambah dari sektor perikanan dapat diperoleh dari mengolah hasil tangkapan
perikanan. Untuk hasil perikanan yang bersifar cepat rusak, hanya disimpan selama beberapa jam
setelah penangkapan kecuali disimpan dalam keadaaan dingin, maka
sumber

penawaran

yang

penting.

Menurut

Budiharsonon

produksi merupakan

(2001)

berdasarkan

jenis

pengelolahannya, agroindustri perikanan dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu


industri primer, pengolahan sekunder dan pengolahan tersier
Industri perikanan untuk pemanfaatan sumber daya ikan dibagi dalam berbagai kelompok
kegiatan industri, yaitu :
1. Industri Penangkapan Ikan (Fishing Industry)
Industri Penangkapan Ikan merupaka seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha
penangkapan ikan di laut. Jenis industri ini disebut juga sebagai industri primer.
2. Industri Hasil Perikanan (Fish Processing Industry)
Industri Hasil Perikanan merupakan seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha
pengolahan

hasil

laut,

seperti

pengalengan,

pengeringan,

sebagainya. Jenis industri ini disebut sebagai industri sekunder.


3. Industri Pemasaran Produk Laut

pembekuan

dan

Industri Pemasaran Produk Laut merupakan seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha
pemasaran hasil laut. Jenis industri ini disebut sebagai industri tertier dalam perikanan.
4. Industri Budidaya Perairan
Industri Budidaya Perairan merupakan seluruh mata rantai kegiatan dalam usaha
budidaya perairan. Jenis industri ini termasuk industri primer dalam perikanan.
Disamping itu terdapat juga industri-industri lain sebagai penunjang usaha perikanan,
seperti industri pembuatan alat-alat penangkapan ikan, industri kapal perikanan, industri
pakan ikan dan sebagainya (Budiharsono, 2001).

DAFTAR PUSTAKA
BPS. 2002. Jenis Industri. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta. 2 hlm.
Budiharsono, S. 2001. Teknik Analisis Pembangunan Wilayah Pesisir dan Lautan. Pradnya

Paramita. Jakarta.
Danial. 2011. Model Pengembangan Industri Perikanan Berbasis Pelabuhan Perikanan di Kota
Makassar. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Godam. 2006. Pengertian, Definisi, Macam, Jenis dan Penggolongan Industri di IndonesiaPerekonomian Bisnis. http://www.organisasi.org/1970/01/pengertian-definisi-macamjenis-dan-penggolongan-industri-di-indonesia-perekonomian-bisnis.html. Diakses pada
23 Juni 2014, pukul 20.00 WIB
Pemerintah Republik Indonesia. 1985. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 09 Tahun
1985 Tentang Perikanan.