Anda di halaman 1dari 31

Infeksi Menular Seksual

(IMS)

GONORE
DEFINISI
Semua penyakit yang disebabkan
oleh Neisseria gonorrhoeae

Etiologi
Kuman tsb masuk dalam grup Neisseria
dan dikenal 4 spesies, N.gonorrhoeae,
N.catarrhalis, N,meningitidis, dan
N.pharyngis
Gonokok termasuk golongan diplokok,
bersifat Gram negatif, terlihat di dalam
dan di luar leukosit, cepat mati dalam
keadaan kering, tidak tahan lama di udara
bebas, tidak tahan suhu diatas 39C dan
tidak tahan cat desinfektan

Gejala Klinis
PRIA
Infeksi Pertama
Uretritis

WANITA
Infeksi Pertama
Uretritis

Komplikasi
Lokal: Tyosinitis,
parauretritis, litritis,
cowperitis
Asendens: prostatitis,
vesikulitis, funkulitis,
epididimitis, trigonitis

Komplikasi
Lokal: Parauretritis,
bartholinitis
Asendens: salpingitis,
PID (pelvic
inflammatory disease)

PRIA
Uretritis: gejala subjektif
berupa rasa gatal, panas di
bagian orifisium eksterna,
disuria, keluar duh tubuh
dari ujung uretra yang
kadang-kadang disertai
darah, dan disertai
perasaan nyeri pada waktu
ereksi.
Pemeriksaan: orifisium
eksterna eritematosa,
edematosa, dan ektropion.
Tampak duh tubuh yang
mukopurulen

WANITA
Seringkali asimptomatik
Uretritis: disuria, dapat disertai nyeri
sumprasimfisis, kadang-kadang
poliuria.
Pemeriksaan: orifisum uretra
eksterna tampak merah, edematosa,
dan sekret mukopurulen

Diagnosis
Anamnesis,
pemeriksaan klinis
Pemeriksaan
penunjang:
A. Sediaan Langsung:
pewarnaan Gram
(bahan dari duh
uretra/endoserviks)
diplokokus Gram (-)
intra dan ekstraseluler
leukosit PMN

B. Kultur: Media Thayer Martin selektif untuk


mengisolasi gonokokus
C. Tes definitif
-Tes oksidasi: reagen oksidasi ditambahkan pada
koloni gonokokus warna koloni semua bening
berubah menjadi merah muda (+)
-Tes fermentasi: memakai glukosa, sukrosa dan
maltosa kuman gonokokus meragi glukosa
D. Tes betalaktamase: perubahan warna dari kuning
menjadi merah kuman mengandung enzim
betalaktamase
E. Tes Thomson: berguna untuk mengetahui sampai
dimana infeksi sudah berlangsung

Tatalaksana
Nonmedikamentosa:
Periksa dan obati pasangan seksual
tetapnya
Anjurkan abstinensia sampai terbukti
sembuh secara laboratoris atau
menggunakan kondom
Kunjungan ulang pada hari ke-8
Konseling

Medikamentosa
Obat pilihan: Sefiksim 400 mg per oral
selama 5 hari
Obat alternatif:
Levofloksasin 500 mg peroral dosis
tunggal 5 hari
Tiamfenikol 3,5 gram per oral 5 hari
Kanamisin 2gr injeksi IM 3 hari atau
Seftriakson 250mg injeksi intramuskular 3
hari

Infeksi Genital Nonspesifik


DEFINISI
Infeksi saluran genital yang
disebabkan oleh penyebab
nonspesifik. Istilah ini meliputi
berbagai keadaan, yaitu uretritis
nonspesifik, uretritis non-gonore,
proktitis non spesifik, dan infeksi
genital non spesifik pada wanita.

Etiologi
Kurang lebih 75% diduga
penyebabnya adalah Chlamydia
trachomatis, Ureaplasma
urealyticum, Gardnerella vaginalis,
alergi dan bakteri

Gejala Klinis
Pria: duh tubuh spontan (seropurulen),
diperoleh dengan pengurutan/massage uretra,
disuria ringan, perasaan tidak enak di uretra,
sering kencing.
Perjalanan penyakit lebih lama dari gonore dan
seringkali asimptomatik
Wanita: infeksi lebih sering terjadi di serviks,
sering asimptomatik. Sebagian dengan keluhan
keluarnya duh tubuh vagina, disuria ringan,
nyeri suprasimfisis, disparenia, pendarahan di
antara dua siklus menstruasi.

Pemeriksaan Penunjang
A. Sediaan apus Gram:
Tidak terdapat diplokokus gram (-) intra
dan ekstraseluler
Tidak ditemukan blastospora,
pseudohifa, dan clue cell
Jumlah leukosit PMN >5/LPB (pria) dan
>30/LPB (wanita)
B. Sediaan Basah
Tidak ditemukan Trichomonas vaginalis

Tatalaksana
Medikamentosa:
Obat pilihan: Azitromisin 1 gram per oral
dosis tunggal selama 3 hari
Obat alternatif:
- Doksisiklin 2x100 mg/hari per oral
selama 7 hari
-Eritromisin 4x500 mg/hari per oral selama
7 hari

Trikomoniasis
DEFINISI
Penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit
berflagel Trichomonas vaginalis
INSIDENS
Penularan umumnya melalui hubungan kelamin,
tetapi dapat juga melalui pakaian, handuk, atau
berenang.
Terutama ditemukan pada orang dgn aktivitas
seksual tinggi, depat juga pada bayi dan
penderita setelah menopause. Wanita lebih
banyak daripada pria.

Gejala Klinis
WANITA
Terlihat sekret vagina
seropurulen berwarna
kekuningan, kuning-hijau, encer,
berbau tidak enak (malodorous),
dan berbusa.
Dinding vagina tampak merah
dan sembab, tampak granulasi
berwarna merah pada serviks
(strawberry apperance) disertai
gejala dispareunia, perdarahan
pasca coitus, dan perdarahan
intermenstrual.

PRIA
15-50% asimptomatik, biasanya
sebagai pasangan seksual wanita
yng terinfeksi
Duh tubuh uretra sedikit atau
sedang, dan/atau disuria, iritasi
uretra dan sering miksi
Jarang: duh tubuh uretra purulen

Diagnosis
WANITA
Bahan duh tubuh berasal
dari forniks posterior
pemeriksaan sediaan basah
larutan NaCl fisiologis
terdapat parasit
Trichomonas vaginalis
dengan pergerakan flagel
yang khas
PRIA
Bahan sedimen urin
sewaktu: dapat ditemukan
parasit Trichomonas
vaginalis

Tatalaksana
Medikamentosa:
Metronidazol 2 gram peroral dosis
tunggal atau Metronidazol 2x500
mg/hari per oral selama 7 hari

Vaginosis Bakterial
DEFINISI
Sindrom klinis yang disebabkan oleh
pergantian Lactobacillus sp penghasil
H2O2 yang normal di dalam vagina
dengan sekelompok bakteri anaerob
(Prevotella sp, Mobiluncus sp),
Gardnerella vaginalis dan
Mycoplasma horminis

Gejala Klinis
Adanya duh tubuh vagina
yang berwarna putih hingga
abu-abu homogen, melekat
pada dinding vagina atau
vestibulum, berbau tidak
enak (amis), bau lebih
menusuk pasca senggama.
pH cairan vagina >4,5
Sepertiga penderita
mengeluh gatal dan rasa
terbakar, timbul kemerahan
dan edema pada vulva

Diagnosis
Bahan duh tubuh vagina,
dilakukan pemeriksaan:
Tes amin/Whiff test:
terciumnya bau amis seperti
ikan pada duh tubuh vagina
yang ditetesi larutan KOH
10%
Sediaan apus dgn pewarnaan
Gram: ditemukan clue cell
Sediaan basah dengan
larutan NaCl fisiologis:
ditemukan clue cell

Tatalaksana
Nonmedikamentosa:
Pasien dianjurkan untuk menghindari
pemakaian vaginal douching atau antiseptik
Medikamentosa:
Obat pilihan: Metronidazol 2x500 mg/hari
selama 7 hari atau Metronidazol 2gr per
oral dosis tunggal
Obat alternatif: Klindamisin 2 x 300mg/hari
per oral selama 7 hari

Kandidosis Vulvovaginalis
DEFINISI
Infeksi pada vulva dan vagina yang
disebabkan oleh Candida albicans
atau kadang oleh Candida sp,
Torulopsis sp atau ragi lainnya

Gejala Klinis
Gatal pada vulva
Vulva lecet, eritema,
edema bahkan dapat
timbul fisura
Duh tubuh vagina putih
seperti susu, dapat
bergumpal, dan tidak
berbau
Kadang didapatkan lesi
satelit
Dapat terjadi dispareunia

Pemeriksaan Penunjang
Bahan duh tubuh vagina
yang berasal dari dinding
lateral vagina:
Sediaan apus dgn
pewarnaan Gram:
ditemukan blastospora
dan pseudohifa
Sediaan basah dgn
larutan KOH 10%:
ditemukan pseudohifa
atau blastospora

Tatalaksana
Nonmedikamentosa
Hindari bahan iritan lokal, misalnya
produk berparfum
Hindari pakaian ketat atau dari
bahan sintetis
Hilangkan faktor predisposisi:
hormonal, pemakaian kortikosteroid
dan antibiotik yang terlalu lama,
kegemukan, dll.

Medikamentosa
Klotrimazol kapsul vagina 500mg dosis
tunggal atau Klotrimazol kapsul vagina 200mg
selama 3 hari atau Klotrimazol kapsul vagina
100mg selama 6 hari
Flukonazol kapsul 150mg per oral dosis tungal
Itrakonazol kapsul 2x200mg/hari peroral
selama 1 hari atau Itrakonazol 1x200mg/hari
per oral selama 3 hari
Ketokonazol kapsul 2x200mg/hari per oral
selama 7 hari