Anda di halaman 1dari 9

REPRODUKSI DAN PERTUMBUHAN

BAKTERI
Mayanda Khoirini
1302101010075

FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN


UNIVERSITAS SYIAH KUALA
BANDA ACEH
2014
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, dan hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah tentang

Reproduksi dan

Pertumbuhan Bakteri
Makalah ini merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi dalam
menyelesaikan tugas mata kuliah Mikrobiologi. Makalah ini telah diupayakan
agar sesuai dengan apa yang diharapkan dan bermanfaat bagi pembaca.
Selesainya makalah ini tidak terlepas dari bantuan dan kerjasama dari
berbagai pihak. Oleh karena itu, saya haturkan terima kasih kepada : Dosen
Pembimbing dan teman-teman berkat kerjasamanya sehingga makalah ini dapat
terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa makalahn ini jauh dari kesempurnaan dan
dengan segala kerendahan hati saya mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun, sehingga apa yang kita harapkan dapat tercapai.

Banda Aceh, 16 Sept 2014

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

Bakteri merupakan makhluk hidup yang dapat berkembang biak dengan mudah. Hal ini
dapat tercermin dari keberadaanya di semua lingkungan dalam jumlah yang sangat banyak.
Bakteri dapat berkembang baik dengan cara membelah diri. Proses pembelahan diri pada bakteri
terjadi secara biner melintang. Pembelahan biner melintang adalah pembelahan yang diawali
dengan terbentuknya dinding melintang yang emisahkan satu sel bakteri menjadi dua sel anak.
Dua sel anak bakteri ini mempunya bentuk dan ukuran sama (identik)
Repsoduksi bakteri merupakan proses efisiens namun cukup membosankan. Jika
dibandingkan dengan reproduksinya, kehidupan seksual dan pertumbuhan bakteri sangatlah unik.
Pada dasawarsa 1960-an sudah terdapat bukti bahwa kehidupan seksual bakteri lebih bervariasi
daripada manusia. Percobaan tranformasi oleh Oswald Avery 20 tahun sebelumnya telah
menunjukkan bahwa nekrofilia merupakan bagian penting kehidupan seksual bakteri. Avery
menunjukkan bahwa bakteri dapat memanfaatkan kematian salah satu sel tetanggannya dengan
cara menelan DNA dari sel mati tersebut dan memasukkannya kedalam resep genetiknya sendiri.
Bakteri tidak melakukan pembiakan seksual yang sebenarnya, seperti yang terjadi pada
makhluk hidup eukariot. Hal ini karena pada bakteri tidak terjadi penyatuan sel kelamin.
Meskipun demikian, pada bakteri terjado juga pertukaran materi genetic antara satu sel dan sel
pasangannya seperti yang terjadi pada pembiakan seksul sel eukariot. Oleh karena itu,
perkembangbiakan bakteri yang terjadi dengan caraini disebut perkembangbiakan paraseksual.

Rumusan Masalah

Bagaimana reproduksi bakteri ?


Bagaimana proses perttmbuhan pada bakteri ?

Tujuan

Makalah ini dibuat selain untuk melengkapi tugas mikrobiologi, juga bertujuan untuk
memahami dan mengetahui bagaimana terjadinya reproduksi pada bakteri dan
pertumbuhan pada bakteri itu sendiri

Manfaat

Manfaat dari makalah ini sendiri adalah guna untuk mengetahui reproduksi pada bakteri
dan perkembangan pada bakter

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Bakteri
Istilah bakteri berasal dari kata: bakterion (bahasa Yunani) yang berarti tongkay atau
batang. Istilah bakteri ini sekarang banyak dipakai untuk tiap mikroba yang bersel satu. Banyak
negara didunia belum sepakat dalam klasifikasi spesies bakteri, demikian pula penggunaan
istilah dalam mikrobiologi (Adam, 1992).
Bakteri adalah organism bersel tunggal yang hidup bebas dan mampu bereproduksi
sendiri tetapi menggunakan hewan sebagai pejamu untuk mendapatkan makanan. Bakteri tidak
memiliki sitoplasma. Bakteri terdiri atas sitoplasma yang dikelilingi oleh sebuah dinding sel
yang kaku terbuat dari suatu zat khusus yang disebut peptidoglikan.
Didalam sitoplasma terdapat materi genetic, baik DNA maupun RNA, dan struktur intisel
yang diperlukan untuk metabolism energi. Bakteri bereproduksi secara aseksual melalui replikasi
DNA dan pembelahan sel sederhana. Sebagian bakteri membentuk kapsul yang mengelilingi
dinding sel sehingga bakteri tersebut lebih tahan terhadap serangan sistem imun pejamu. Bakteri
lain mensekresikan protein yang menurunkan kerentanan terhadap terhadap antibiotic standar.
Bakteri dapat bersifat aerob dan anaerob. Seringkali bakteri mengeluarkan toksin yang secara
spesifik merusak pejamu (Corwin, 2007)

BAB III

PEMBAHASAN

Reproduksi Bakteri
Bakteri dapat melakukan reproduksi dengan dua cara yakni reproduksi secara seksual dan

reproduksi secara aseksual. Secara aseksual dengan cara pembelahan biner, pada pembelahan
biner, setiap satu bakteri membelah menjadi dua. Reproduksi bakteri secara seksual dibagi
menjadi tiga jenis yaitu, reproduksi dengan transformasi, reproduksi dngan transduksi,
reproduksi dengan konjugasi.
1. Reproduksi Vegetatif
Bakteri pada umumnya berkembang biak secara vegetatif dengan pembelahan binner ke
arah transversal. Satu sel bakteri membelah menjadi dua bakteri baru. Pembelahan ini
berlangsung sangat cepat, yaitu 15-20 menit. Reproduksi dalam arti sesungguhnya untuk
menghasilkan individu baru yang jumlahnya lebih banyak dari kedua induknya hanya dapat
dilakukan dengan pembelahan binner, sebab reproduksi secara generative dengan metode
paraseksual pada bakteri hanya menghasilkan individu baru dengan variasi gen yang baru, tidak
menambah jumlah individu baru. Selain itu, pembelahan bakteri juga mempunyai factor
pembatas seperti kekurangan makanan, suh tiak sesuai, hasil sekresi yang meracuni bakteri itu
sendiri, atau adanya organisme pemangsa bakteri.
2. Reproduksi Generatif (Paraseksual)
Reproduksi Generatif bakteri adalah reproduksi antar kedua bakteri yang berlainan
melalui peristiwa penggabungan gen (DNA) dari kedua induknya yang bertujuan untuk
menghasilkan bakteri dengan varian gen (DNA) yang baru. Reproduksi generative bakteri sering
disebut paraseksual karena terkesan antara kedua bakteri yang akan menggabungkan kedua
gennya terjadi perkawinan atau penyatuan yang diperantai oleh sexpillus. Secara terperinci cara
reprodukdi generative pada bakteri terurai sebagai bakteri.
a) Konjugasi
Konjugasi adalah peristiwa dimana dua sel bakteri mengadakan rekombinasi bahanbahan inti atau DNA atau gen untuk mendapatkan varian yang baru. Prosesnya diawali dengan
terbentuknya sexpilus yang menjadi penghubung dan saluran pemindah DNA antar kedua bakteri

terbentuk. Selanjutnya, DNA donor bergerak melalui sexpilus untuk bergabung dengn kromosom
resipien.
b) Transformasi
Transformasi adalah peristiwa di mana terjadi pembentukan varian baru bakteri atau
rekombinasi gen atau DNA baru pada bakteri dengan bersumber dari DNA donor yang berasal
dari bakteri yang mengalami lisis secara alami. Bakteri yang mengalami lisis alami elepas DNAnya kelingkungan dan kemudian akan masuk kedalam sel lain (resipien) sehingga dapat
berintegrasi ke dalam sel resipien.
c) Transduksi
Transduksi adalah peristiw di mana pembentukan bakteri rekombinan baru dengan DNA
donor berasal dari sel bakteri yang mengalami lisis karena serangan bakteriofage (virus). Bakteri
yang mengalami lisis karena virus akan melepas fage yang mengandung DNA bakteri fage yang
mengandung DNA bakteri selanjutnya menempel pada bakteri lain (inang baru) dan berintegrasi
dengan kromosom bakteri (inang baru)

Perkembangan Bakteri
Walaupun bakteri mampu berkembang biak secara cepat, pertumbuhan bakteri juga

dipengaruhi oleh factor suhu, kelembapan, sinar matahari, dan zat kimia. Suhu optimum untuk
pertumbuhan bakteri adalah 27-30C. Bakteri dapat tumbuh dengan baik pada lingkungan yang
lembap. Sinar matahari mampu merusak struktur materi genetic bakteri. Beberapa jenis zat
kimia, misalnya antibiotic, dapat merusak bahkan mematikan bakteri.
Pertumbuhan sel-sel bateri dapat dihitung berdasarkan pertumbuhan koloni bakteri.
Hubungan antara jumlah sel bakteri dengan waktu pertumbuhan bakteri dapat dinyatakan dalam
kurva pertumbuhan akteri. Kurva pertumbuhan tersebut terbag dalam bebrapa fase, yaitu fase
permulaan (fase lag) merupakan masa adaptasi bakteri terhadap lingkungannya yang baru
sehingga pertumbuhannya belum maksimal. Fase pembiakan cepat (fase logaritma) merupakan
masa pertumbuhan bakteri yang mulai menurun dan diakhiri dengan fase kematian (fase
penurunan) yang ditandai dengan meningkatnya kematian sel-sel bakteri sehingga sel-sel bakteri
berhenti memperbanyak diri.
Jika kondisi tidak menguntungkan bagi bakteri untuk bertahan hidup maka bakteri akan
membentuk struktur dinding yang kuat yang disebut krista. Bakteri yang berada dalam bentuk
krista, inti selnya berubah menjadi spora sehingga disebut endospora. Dalam keadaan sebagai
endospora, bakteri menjadi tidak aktif dan dapat bertahan hidup selama lebih kurang 50 tahun.

Biasanya setelah keadaan lingkungan membaik maka endospor akan pecah sehingga bakteri
dapat memulai kembali aktivitas hidupnya. Bakteri yang memiliki endospora, misalnya Bacillus
sp. dan Clostridum sp.

BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
1. Bakteri adalah organism bersel tunggal yang hidup bebas dan mampu bereproduksi
sendiri tetapi menggunakan hewan sebagai pejamu untuk mendapatkan makanan.
Bakteri tidak memiliki sitoplasma. Bakteri terdiri atas sitoplasma yang dikelilingi
oleh sebuah dinding sel yang kaku terbuat dari suatu zat khusus yang disebut
peptidoglikan
2. Bakteri dapat melakukan reproduksi dengan dua cara yakni reproduksi secara seksual
dan reproduksi secara aseksual. Secara aseksual dengan cara pembelahan biner, pada
pembelahan biner, setiap satu bakteri membelah menjadi dua. Reproduksi bakteri
secara seksual dibagi menjadi tiga jenis yaitu, reproduksi dengan transformasi,
reproduksi dngan transduksi, reproduksi dengan konjugasi.
3. Suhu optimum untuk pertumbuhan bakteri adalah 27-30C

DAFTAR PUSTAKA
Adam, Syamsir. (1992) Dasar-dasar Mikrobiologi Parasitologi Untuk Perawat, Jakarta: EGC
Corwin, Elizabeth J. (2007) Buku Saku Patofisiologi, Jakarta: EGC
Furqonita, Deswati. (2007) Biologi Interaktif Jilid 1, Jakarta: Azka Press