Anda di halaman 1dari 8

Pengertian Dan Manfaat Rekayasa Ulang

Pengertian rekayasa ulang secara formal dan manfaatnya adalah pemikiran secara
fundamental dan perancangan ulang proses-proses bisnis untuk mendapatkan perbaikan dramatis
dalam hal ukuran kinerja yang penting/kritis seperti biaya kualitas, pelayanan dan kecepatan.
Pada pelaksanaannya telah diidentifikasikan 3 jenis perusahaan yang perlu melakukan rekayasa
ulang yaitu :

1. Perusahaan yang sedang mengalami masalah besar

2. Perusahaan yang belum mengalami kesulitan namun manajemen mereka mempunyai


pandangan kedepan, melihat masalah yang bisa datang ke perusahaan

3. Perusahaan yang berada dalam kondisi puncak. Perusahaan ini melihat rekayasa ulang
sebagai suatu peluang untuk lebih jauh meninggalkan pesaingnya

Seringkali pemahaman tentang rekayasa ulang bagi para pemimpin di perusahaan salah.
Pemahaman mereka tentang rekayasa ulang sering disamakan dengan perampingan,
restrukturisasi ataupun penyesuaian bisnis. Pada kenyataannya rekayasa ulang hanya mempunyai
sedikit persamaan atau bahkan tidak sama sekali dengan salah satu program tersebut.

Pertama, walaupun teknologi informasi memiliki peranan penting dalam rekayasa ulang
bisnis akan tetapi tidak akan membawa rekayasa ulang sama dengan otomatisasi. Dalam hal ini
otomatisasi hanya menghasilkan cara-cara yang lebih efisien dalam melakukan hal-hal yang
salah

Kedua, rekayasa ulang tidak sama dengan restrukturisasi atau perampingan. Perampingan
merupakan istilah yang dipakai dalam pengurangan kapasitas unutk menesuaikan dengan
permintaan sekarang yang lebih rendah. Jadi perampingan dan restrukturisasi hanya berarti
melakukan sesuatu yang lebih kecil dengan sesuatu yang lebih kcil pula, sedangkan rekayasa
ulang melakukan lebih banyak dengan lebih sedikit.

Sedangkan yang terakhir adalah rekayasa ulang tidak sama dengan peningkatan kualitas, atau
menejemen kualitas total (MKT). Program MKT bertujuan untuk melakukan apa yang telah kita
lakukan dengan lebih baik, sedangkan rekaysa ulang mengusahakan terobosan-terobosan, tidak
dengan meningkatkan proses-proses yang ada tetapi dengtan membuangnya dan menggantinya
dengan sesuatu yang benar-benar baru. Selain itu rekaysa ulang melibatkan pendekatan untuk
mengubah manajemen yang berbeda dari yang dibutuhkan program-program berkualitas

Proses Rekayasa Ulang

Pengamatan terhadap proses-proses di dalam perusahaan yang akan diprioritaskan utnuk


dilakukan rekayasa ulang, menjadi suatu keharusan sebelum menetapkan standar visi. Dalam
beberapa hal yang umum dan beberapa karakterisktik yang berulang-ulang muncul, yang sering
kita temui dalam proses-proses bisnis yang direkayasa ulang, seperti :

1. Beberapa pekerjaan digabungkan menjadi satu, hal ini menuntut perbaikan control secara
menyeluruh

2. Para pekerja membuat keputusan. Perusahan yang melakukan ekayasa ulang


melaksanakan pemadatan horizontal dimana dibentuk tim-tim khusus untuk
melaksanakan tugas-tugas berganda dan bergiliran, juga pemasaran vertical, yaitu
penghapusan kebiasaan bertanya oleh para pekerja secara hirarkis manajerial, sehingga
dapat mereka putuskan sendiri. Manfaat dari prmadatan vertical ini antara lain adlah
waktu tunda yang lebih singkat, biaya tambahan yang lebih rendah, tanggapan pelanggan
yang lebih baik dan wewenang yang lebih besar bagi para pekerja.

3. Tahap-tahap di dalam proses menghindari adanya penundaan. Dilakukannya proses


delinearisasi akan mempercepat kinerja kerja dalam dua cara. Pertama, banyak pekerjaan
yang dilakukan secara simultan. Kedua, pengurangan sejumlah besar waktu yang
terbuang antara tahap yang terlalu cepat dan tahap yang terlambat dari suatu proses yang
memperkecil terjadinya perubahan besar, yang dapat membuat pekerjaan yang terlalu
cepat menjadi using atau pekerjaan yang terlambat menjadi tidak konsisten dengan
pekerjaan sebelumnya.

4. Proses-proses mempunyai banyak versi. Untuk memenuhi permintaan lingkungan yang


beraneka ragam sekarang ini, kita membutuhkan berbagai macam versi untuk proses yang
sama, dimana masing-masing versi disesuaikan sesuai kebutuhan pasar, situasi atau input
yang berbeda-beda. Lebih dari itu, proses-proses yang baru ini harus mempunyai skala
ekonomis yang sama dengan yang dihasilkan oleh produk masal

5. Pekerjaan dilakukan pada tempat yang paling berarti. Proses-proses bisnis yang telah
direkayasa ulang adalah pergeseran pekerjaan melintasi batas-batas organisasi. Dalam
organisasi tradisional, pekerjaan diselenggarakan di sekitar para spesialis, hal ini berubah
sama sekali bagi organisasi yang telah melakukan rekayasa ulang, dimana pekerjaan
diselenggarakan lebih luas yaitu kawasan pabrik

6. Pemeriksaan dan kontrol berkurang. Proses-proses yang telah direkayasa ulang hanya
menggunakan kontrol-kontrol untuk hal-hal yang secara ekonomis masuk akal. Hal in
berbeda dengan proses-proses konvensional yang penuh dengan tahapan pemeriksaan dan
kontrol, hanya dilakukan untuk memastikan apakah orang-orang tidak menyalahgunakan
proses

7. Operasi-operasi gabungan sentralisasi/desentralisasi merata. Perusahaan yang telh


merekayasa ulang proses-prosesnya mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan
keuntungan-keuntungan sentralisasi dan desentralisasi dalam proses yang sama. Dengan
menggunakan teknologi informasi semakin memungkinkan perusahaan unutk beroperasi
meskipun unit-unit individu mereka sepenuhnya otonom, sementara perusahaan tetap
menikmati skala ekonomis yang dihasilkan melalui sentralisasi

Adapun jenis-jenis perubahan yang terjadi jika suatu perusahaan merekayasa ulang proses-
proses bisnisnya, antara lain :

1. Unit-unit kerja berubah - dari terdiri dari departemen-departemen fungsional menjadi


tim-tim proses

2. Pekerjaan-pekerjaan berubah - dari tugas-tugas sederhana menjadi kerja berdimensi


banyak

3. Peran orang berubah - dari di bawah kontrol menjadi berinisiatif

4. Persiapan pekerjaan berubah - dari pelatihan menjadi pendidikan

5. Fokus ukuran-ukuran dan kompensasi bergeser - dari aktivitas menjadi hasil-hasil


6. Kriteria kenaikan pangkat berubah - dari kinerja menjadi kemampuan

7. Nilai-nilai berubah - dari protektif menjadi produktif

8. Manajer-manajer berubah - dari pengawas menjadi pelatih

9. Struktur-struktur organisasi berubah - dari hirarkis menjadi merata

10. Eksekutif-eksekutif berubah - dari pencatat nilai menjadi pemimpin

Pada suatu perusahaan, proses-proses bisnis utamanya secara umum yang pertama adalah
pengembangan strategi. Proses pengembangan strategi mengubah kebutuhan-kebutuhan pasar
menjadi suatu strategi bisnis, yang mengidentifikasikan pasar-pasar yang harus dilayani dan
produk-produk serta jasa pelayanan yang harus ditawarkan. Kedua, pengembangan produk terus
menerus dengan mencoba memproduksi desain-desain produk baru yang kemudian dicoba
penawarannya untuk pelanggan tertentu. Ketiga, proses desain dan dukungan pelanggan
menghasilkan desain produk yang berkualitas sebagai outputnya, dengan menggunakan desain
produk standar dan kebutuhan-kebutuhan pelanggan sebagai inputnya. Keempat, proses
pengembangan kemampuan manufaktur mengambil strategi sebagai inputnya dan menghasilkan
pabrik sebagai outputnya. Kelima, input komunikasi pelanggan adalah pertanyaan-pertanyaan
dan keluhan-keluhan pelanggan, yang menghasilkan outputnya adalah peningkatan perhatian
pada produk-produk yang dihasilkan serta konsolidasi respon-respon terhadap pelanggan.
Terakhir, pemenuhan pemesanan merupakan sumber pendapatan perusahaan, dimana terjadi
pengubahan permintaan pesanan, desain produk dan pabrik menjadi produk yang diserahkan ke
dalam tangan pelanggan. Dalam proses bisnis utama suatu perusahaan juga memasukkan mereka
yang bukan pelanggannya, karena mereka semua merupakan pelanggan potensial yang siap
beralih menjadi pelanggan tetap

Faktor-faktor pendukung rekayasa ulang

Perusahaan tidak merekayasa ulang proses-proses, akan tetapi orang-oranglah yang


melakukannya. Berikut ini adalah peran-peran orang dalam rekayasa ulang suatu perusahaan
sebagai berikut :
1. Pemimpin eksekutif senior yang memutuskan dan memotivasi keseluruhan upaya
rekayasa ulang, dengan menetapkan visi baru perusahaan. Dengan visi baru, maka
ditetapkan pula suatu standar baru untuk merangsang orang-orang yang turut
menerjemahkan visi itu menjadi kenyataan.
2. Pemilik, proses bertanggung jawab merekayasa ulang suatu proses tertentu, biasanya
seseorang manajer tingkat senior dengan tangging jawab jalur, yang mempunyai prestise,
kredibilitas, dan pengaruh dalam perusahaan. Jika tugas pemimpin adalah membuat
rekayasa ulang terjadi secara luas, maka tugas pemilik proses adalah membuat rekayasa
ulang secara kecil, yaitu pada tingkat prose situ sendiri.
3. Tim rekayasa ulang, sekelompok orang yang diberi tanggung jawab untuk melakukan
rekayasa ulang atas suatu proses tertentu, yang mendiagnosis keberadaan proses dan
menyusun rencana ulang dan implementasinya.
4. Komite Pengarah, lembaga pengambilan kebijakan yang terdiri dari para manajer senior
pilihan yang mengembangkan keseluruhan strategi rekayasa ulang dan memonitor
kemajuannya.
5. Kaisar Rekayasa Ulang, seorang penanggung jawab pengembangan teknik-teknik dan
sarana-sarana rekayasa ulang dalam perusahaan serta pencapaian sinergi tiap-tiap rekayasa
ulang perusahaan.

Memilih Proses Untuk Direkayasa Ulang

Segera setelah proses diidentifiaksi, maka diputuskan proses mana yang membutuhkan rekayasa
ulang dan tingkat penanganan yang harus dilakukan. Tidak ada satupun perusahaan yang dapat
merekayasa ulang semua proses tingkat tingginya sekaligus. Umumnya organisasi menggunakan
tiga kriteria untuk membantu mereka menentukan pilihan.Yaitu :

• Kegagalan : proses mana yang paling parah kondisinya dan segera membutuhakn
penenganan.
• Kepentingan : proses mana yang mempunyai dampak terhadap para pelanggan
perusahaan.
• Kelayakan : proses mana yang saat ini paling mudah dirancang ulang.
Memulai Rekayasa Ulang

Perusahaan-perusahaan yang paling berhasil dalam menjual perubahan pada para karyawannya
adalah perusahaan-perusahaan yang telah menghasilkan pesan-pesan yang paling jelas tentang
pentingnya rekayasa ulang. Para manajer senior dalam perusahaan ini paling baik merumuskan
dan menyampaikan kedua pesan kunci yang harus mereka komunikasikan kepada orang-orang
yang bekerja didalam organisasinya. Yaitu pertama adalah disinilah dimana perusahaan berada
dan inilah mengapa kita tidak bisa tinggal di sini. Kedua adalah disinilah seperti apa perusahaan
kita seharusnya.

Pesan pertama harus membuat suatu alasan pemaksa untuk berubah. Pesan ini harus
mengandung pesan yang kuat bahwa rekayasa ulang sangat penting bagi kelangsungan hidup
perusahaan.

Perbedaan Re-Engineering dengan Improvement

Proses Reengineering dan improvement pada dasarnya memiliki sebuah persamaan, yaitu
bertujuan untuk meningkatkan performa atau kinerja dari sebuah perusahaan untuk memenuhi
kebutuhan pelanggan sehingga perusahaan dapat berkembang. Tetapi ada sebuah perbedaan pada
tingkat perubahan dan hasil yang dicapai yang dapat dilihat dari grafik di bawah ini
Proses Improvement

Contoh dari golongan ini yaitu TQM, kaizen dan continuous improvement dimana menekankan
pada perbaikan proses yang sudah ada, tidak terlalu besar dan didalam lingkup fungsional.
Metode ini sangat ampuh untuk memperbaiki budaya kerja dan dapat cepat dilihat hasilnya
sehingga dapat mendorong motivasi.

Proses Redesign

Menekankan perbaikan proses disuatu fungsi besar dimana sangat berhubungan dengan banyak
department. Sebagai salah satu contoh process redesign dari fungsi financial dimana terdapat tiga
sub fungsi yaitu AR, AP dan General Ledger . Ketiga sub fungsi ini sangat behubungan dari satu
departemen dengan departemen lainya seperti bagian purchasing, finance, QC, warehouse seperti
pada kasus pembelian bahan baku.
Proses Reengineering

Menurut Michael Hammer dan James Champy dalam bukunya Re-engineering the Corporation
menyatakan " Suatu pemikiran mendasar dan redesign secara radikal dari proses bisnis untuk
mencapai perbaikan yang dramatis dalam ukuran kinerja sesuai dgn keadaan masa kini dan masa
datang seperti biaya, kualiatas, service dan kecepatan". Proses disini bukan suatu langkah kecil
tapi lompatan besar sebagai contoh perbaikan product development cycles mencapai 50 %, Order
to delivery time dari satu bulan menjadi satu hari .