Anda di halaman 1dari 8

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

MODUL 6 PUBLIC SPEAKING


Dra Helena Olii, MM

POKOK BAHASAN :
TUJUAN MENYAMPAIKAN PIDATO

DESKRIPSI : Modul 6 menjelaskan pentingnya mengetahui tujuan pidato dan


bagaimana sebaiknya cara menutup pidato

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS :


Setelah mempelajari modul 6, mahasiswa diharapkan agar dapat: 1. Menjelaskan tujuan pidato, dan 2. Menjelaskan cara menutup pidato.

6. 1 Tujuan Pidato
Tujuan pidato, dibagi dalam 3 macam, yaitu pidato informatif, persuasif dan rekreatif.

a. Pidato Informatif. Tujuan untuk menyampaikan informasi, agar audiens diharapkan mengetahui, mengerti dan menerima informasi itu. Jenis pidato ini merupakan upaya untuk menanamkan pengertian. Karena secara keseluruhan pidato informatif harus jelas, logis dan sistimatis Penyusunan pesan. Menurut teori Monroe, yang diungkap oleh Jalaludin Rakhmat (2000-ct.6), pidato informatif mempunyai 3 tahap sebagai berikut: Tahap perhatian: Ada 4 hal yang harus diperhatikan, menarik perhatian; menunjukkan topik; menghubungkan topik dengan pendengar membangun

kredibilitas dan menjelaskan susunan pembicaraan (semacam daftar acara) Tahap Kebutuhan: Ada 4 cara yaitu, pernyataan < bagaimana audiens lebih banyak tahu tentang pokok bahasan; Ilustrasi < berikan beberapa contoh yang

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

menonjol kebutuhan pendengar; peneguhan < Sajikan fakta, angka dan kutipan tambahan untuk lebih meyakinkan pendengar; penunjukan < pokok pembicaraan berkaitan dengan kepentingan, kesejahteraan dan keberhasilan khalayak Tahap pemuasan. Anda menyampaikan informasi itu sendiri. Misal, menjelaskan ketrampilan berpidato. Tahap ini dibagi dalam 3 bagian: Ikhtisar pendahuluan < Anda menyebutkan pokok-pokok pembicaraan satu demi satu. Tujuan membantu khalayak memperoleh gambaran menyeluruh tentang isi pembicaraan kita. Contoh: Ada tiga hal yang akan kita bicarakan . Kita ingin membahas empat fungsi keluarga: reproduktif, ekonomis reakreatif. Dan Anda harus konsisten mengikuti urutan yang disebutkan diatas. Informasi terinci < Pokok-pokok pembicaraan yang dibicarakan tadi akan dijelaskan satu per satu. Semuanya disusun secara logis dan sistimatis. Ikhtisar akhir < Mengulang lagi pokokpokok yang penting, kemudian kesimpulan. b. Pidato Persuasif. Beberapa teknik-teknik persuasif dilihat dari khalayaknya: 1. Ada khalayak tak sadar adanya masalah, kita gunakan langkah-langkah sebagai berikut: Tahap perhatian. Khalayak dibangkitkan minatnya, dikemukakan fakta dan angka yang mengejutkan mereka. Misalnya: DKI Jakarta sampai saat ini (2006) dinyatakan masih belum bebas demam berdarah. Tahap kebutuhan. Sajikan sejumlah fakta, angka dan kutipan yang

ditunjukkan untuk memperlihatkan, memang ada masalah. Sebutkan dengan khusus bagaimana situasi mempengaruhi ketentraman,

kebahagiaan atau kesejahteraan pendengar. Misal: sejumlah fakta terungkapnya adanya pabrik-pabrik pembuatan Narkoba. Pihak

kepolisian langsung menutup pabrik itu dan orang-orang terlibat segera ditahan untuk diminta penjelasan. Tahap pemuasan, visualisasi dan tindakan. Dalam pengembangan tahap-tahap itu, gunakanlah bahan-bahan kesempatan lebih faktual, yang buat ada untuk

memperkenalkan

menegaskan

masalah, sebutkan kembali selagi membuat ikhtisar akhir dan mengimbau mereka untuk meyakini dan bertindak.

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

2. Khalayak apatis (masa bodoh). Berbeda dengan yang tidak sadar adanya masalah, namun mereka tahu masalahnya, tetapi mereka tak peduli, karena merasa bukan urusannya. Pembicara harus meyakinkan mereka bahwa masalah yang mereka tahu, akan mempengaruhi mereka, misal pentingnya memperhatikan kebersihan lingkungan. Lakukan secara bertahap: Tahap perhatian. Singkirkan sikap yang apatis dengan menyentuh beberapa hal yang berkaitan dengan kepentingan pendengar. Misal, kalau kebersihan lingkungan tidak diperhatikan akan menimbul-kan berbagai penyakit Gunakan ungkapan-ungkapan hidup untuk menundukkan bagaimana, kesehatan, kebahagiaan, ketenteraman, kesempatan maju Tahap kebutuhan Apabila sudah timbul perhatian lanjutkan dengan pertanyaan, bagaimana masalah tersebut mempengaruhi setiap orang yang hadir? Usahakan masalah dengan menunjukkan: (1) efek secara langsung atau segera terhadap mereka; (2). efeknya pada keluarga, sahabat, kepentingan bisnis, atau kelompok sosial profesional mereka; (3) kemungkinan efek masa depan bagi anak-anak mereka. Dalam menunjukkan efek itu, gunakanlah bukti-bukti yang sekuat mungkin. Misal, Pemda DKI Jakarta dalam mengatasi sampah,

menganjurkan setiap RT memiliki alat penghancur sampah akan menjadi kompos. Akibatnya warga tidak memerlukan biaya untuk mengangkut sampah rumah tangga, kompos menjadi pupuk, nilai ekonominya kompos bisa dijual, sampah di DKI seperti pengumpulan daun-daunan dari pohon salah satu bahan kompos juga bisa menjadi mata pencaharian(2006). Tahap pemuasan. Tahap ini ditunjukkan terus menerus bahwa sikap apatis dalam masalah ini tidak dapat dibenarkan. Tahap visualisasi dan tindakan. Dalam visualisasi keuntungan akan diperoleh khalayak. Sementara itu berdasarlan visualisasi, meminta kepada mereka untuk mempelajari masalah itu atau untuk mempelajari masalah itu atau untuk bertindak mengatasinya. Masalah sampah Pemda DKI bekerjasama dengan BPPT (Badan Pengembangan Penerapan Tekhnologi) yang memberikan penyuluhan sampah menjadi kompos (2006)

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

3. Khalayak yang tertarik tetapi ragu. Sebagian khalayak tahu dan sadar adanya masalah, tetapi mereka

belum mengambil keputusan karena masih meragukan keyakinan yang akan diikuti atau tindakan yang akan dijalankan. Contoh tadi, masalah sampah yang dapat diolah menjadi kompos / pupuk non kimia. Untuk meyakinkan khalayak maka gunakan tahap-tahap sebagai berikut: Tahap perhatian. Pusatkan perhatian pada hal yang fokus saja. Tahap kebutuhan. Tinjaulah secara singkat latar-belakang timbulnya masalah, dapat membantu pen-dengar memahami situasi secara lebih jelas. Buatlah kriteria atau pedoman yang harus dipenuhi dalam meng-ambil keputusan yang tepat. Tahap pemuasan. Pidato disini dianggap penting, kemungkinan lebih panjang. Namun tunjukkan secara ringkas rencana tindakan yang harus dilakukan, definisikan istilah-istilah yang kabur agar tidak menimbulkan berbagai penafsiran. Kemudian tunjukkan usulan Anda yang dapat diterima dibandingkan dengan alternatif-alternatif lainnya. Perkuat setiap pernyataan dengan sejumlah fakta, angka dan contoh. Tahap visualisasi. Proyeksikan khalayak ke masa depan dengan

melukiskan gambaran realitas dari kondisi-kondisi yang dikehendaki, bila orang menerima usulan kita atau mendukungnya atau kerugian besar akan terjadi bila menolaknya. Tahap tindakan. Buatlah ikhtisar singkat dari argumen-argumen penting dan imbauan yang dikemukakan pada pembicaraan sebelumnya.

4. Khalayak yang bermusuhan. Adakalanya khalayak sadar bahwa masalah yang harus diatasi, tetapi mereka menentang usulan yang diajukan. Pertentangan bisa terjadi karena takut akan akibat yang tidak dikehendaki atau lebih menyukai alternatif lain daripada yang ditawarkan. Bila tujuan khalayak, dan kita mengatasi keberatan yang diajukan

mengupayakan agar khalayak menerima gagasan yang

diajukan. Ikutilah urut-urutan sebagai berikut: Tahap perhatian. Khalayak tidak menyenangi usulan Anda, jalinlah persahabatan dengan khalayak, usahakan mengalah pada segi-segi tertentu dari pandangan pendengar .Carilah kesamaan, dengan

menegaskan pokok-pokok yang disepakati, perkecil perbedaan. Usahakan

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

agar mereka merasa bahwa secara tulus ingin mencapai hasil yang juga mereka inginkan. Tahap kebutuhan. Kembangkan tahap ini seperti menghadapi khalayak yang masih ragu. Tahap visualisasi dan tindakan. Pendengar sudah pada posisi tertarik walau ada yang masih ragu. Pengembangan pidato banyak memberi tekanan pada visualisasi atau keuntungan-keuntungan.

b. Pidato Rekreatif Pidato rekreatif tidak selamanya, menghasilkan humor sehingga orang tertawa. Apakah hanya mengeluarkan uneg-uneg atau hanya sekedar penghibur untuk melarikan diri dari kenyataan yang pahit. Ada kesepakatan lebih baik menentang

status quo dengan humor-humor ketimbang senjata. Tampaknya ada hubungan erat antara keterbukaan humor dengan tingkat demokrasi. Makin lepas orang berhumor, makin demokratis negeri itu. Contoh: Tayangan di TV swasta, acara Istana BBM (Benar-Benar Mabok), ditampilkan ada tokoh yang mewakili Presiden dan Wakil Presiden, dengan beberapa figuran Menteri Kabinet dan anggota DPR/MPR, bersama undangan. Pada sisi lain, makin otoriter suatu pemerintahan, makin tersebar humor-humor yang tidak jelas asal usulnya

Karakteristik pidato rekreatif Beberapa karakteristik yang dikemukakan oleh Jalaludin Rakhmat (2000) dalam berpidato rekreatif sebagai berikut: Tidak melulu melucu. Alan H.Monroe menyebutnya the speech to entertain, pidato untuk menghibur. Tujuannya hanya untuk menggembirakan, melepaskan ketegangan, menggairahkan suasana atau sekedar memberikan selingan setelah rangkaian acara yang melelahkan.. Pidato rekreatif disampaikan dalam berbagai situasi: 1). Perhelatan atau pesta. Anda diminta untuk menyemarakan acara-acara yang sudah ada; 2) Pertemuan kelompok organisasi sosial, kelompok kecil, keluarga, memerlukan pidato rekreatif; 3) Jamuan makan malam. Sesudah jamuan biasanya diminta berpidato. Gembirakan diri Anda dahulu. Pidato rekreatif harus disampaikan oleh orang berwajah ceria, riang, gembira dan santai. Kalau diri Anda tidak dapat diarahkan kepada kegembiraan, jangan paksakan diri Anda menggembirakan hati orang lain.

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

Hindari rangkaian gagasan yang sulit. Pilihlah topik-topik yang enteng, sederhana, mudah dicerna. Gunakan gaya bercerita. Cerita sebaiknya dijalin begitu rupa sehingga berkaitan satu sama lain Berbicaralah secara singkat. Pidato rekreatif hanya pada tahap perhatian,tidak mengikuti urutan bermotif lengkap. Berhentilah ketika para pendengar menginginkan Anda melanjutkan pidato. masih

6. 2 Cara menutup pidato.


Kesulitan yang selalu dijumpai oleh pembicara pada saat ia akan mengakhiri pidatonya. Apalagi kalau pembicara itu, suka berbicara dan banyak mengungkapkan hal-hal yang di luar topik yang telah ditentukan. Kadang pembicaraannya banyak menimbulkan gelak tawa. Ia beranggapan keberadaannya diatas mimbar masih disukai oleh khalayak pendengar. Masalah ia mendapat kesulitan , kapan berhenti berbicara. Menurut Asul Wiyanto (2001:54), ada tiga kesalahan yang selalu dilakukan oleh pembicara pada waktu menutup pidato : 1) Seorang pembicara tidak tahu kapan ia berhenti. Ia tidak tanggap terhadap reaksi pendengar. Saat pendengar sudah mencapai puncak kepuasan, sudah mulai bosan, lapar. Pembicara masih terus berbicara. Mungkin ia menduga kalau banyak bicara, pendengar akan menilai dia jago bicara. 2) Ada yang sulit berhenti, Dia berbicara berputar-putar tak menentu. Adakalanya dia sudah menemukan kalimat akhir, tetapi teringat bahwa ada yang perlu ia jelaskan. Mulailah ia berbicara menjelaskan sesuatu yang perlu diketahui oleh khalayak. Padahal pendengar sudah siap-siap meninggalkan tempat 3) Kesalahan yang sukar dimaafkan, pembicara mengucapkan begini.

Demikianlah yang bisa saya katakan pada kesempatan ini. Karena apa yang akan saya katakan sudah saya katakan semuanya, maka saya tidak akan

berpanjang lagi pidato saya. Karena itu saya akhiri sekian. Penutup pidato demikian tidak bermakna apa-apa. Kalau hanya itu diucapkan, mengapa pembicara tidak langsung meninggalkan podium. Beberapa cara yang dilakukan oleh seorang pembicara yang sukses, yang dapat ditempuh sesuai dengan keperluan adalah sebagai berikut: Menyingkat atau menyimpulkan

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

Memuji pendengar, pujian disampaikan secara wajar tidak berlebihan dan harus ikhlas. Pujian keluar dari hati yang tulus akan menyebabkan pendengar merasa senang, bahagia, optimis dan besar hati, Menyampaikan kalimat-kalimat lucu, Meminta untuk bertindak, pidato yang tujuannya mempengaruhi atau mengajak, sangat cocok kalau bagian penutupnya berisi ajakan untuk melakukan sesuatu. Ajakan harus jelas, meyakinkan, sehingga pendengar tidak ragu-ragu Melantunkan pantun Berlayar dengan kapal laut Terbang dengan pesawat udara Hati ini masih terpaut Saya akhiri dengan hati lagi membara

Burung pipit pulang ke sarang Menandakan mentari diambang batas Keinginan lagi bersuara sekarang Tetapi waktu jua yang memberi batas.

PERTANYAAN LATIHAN
Setelah membaca modul 6 ini anda diminta menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini. 1. Sebutkan tujuan pidato! 2 Anda memberikan penjelasan kepada mahasiswa mengenai public speaking. Pembicaraan Anda kepada mereka termasuk pidato yang mana dari tiga tujuan tersebut! 3. Dalam pidato informatif, apa saja yang mendapat perhatian anda? .4. Pidato persuatif menjadi sasaran adalah isi pesan. Jelaskan! 5. .Pidato rekreatif orang selalu mengaitkan dengan hal-hal yang bersifat humor. Bagaimana menurut Anda? .6. Sifat humor mengapa berkembang dialam demokrasi dan bagaimana humor pada pemerintahan otoriter? Berilah contoh, humor dalam alam demokrasi! 7. .Pada saat mengakhiri pidato, pembicara sering sukar Mengapa? berhenti.

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii

Modul 6 Tujuan menyampaikan Pidato 2007 Fikom UMB revisi2

TUGAS. Buatlah pantun saat mengakhiri pidato Anda. Sebaiknya 4 baris!

CONTOH KASUS. Seorang pejabat sebut saja X ia sering berbicara didepan warga disekitarnya. Banyak warga menyenangi pidatonya yang penuh humor. Sebelum dia berpidato, dia minta ajudannya untuk mencatat, apakah pidato ada unsur persuasif untuk warga yang menjadi sasarannya. Satu ketika Pejabat X ingin mengharapkan warganya untuk setiap hari Jumat untuk membersihkan lingkungan. Ajudannya selalu mencatat apa yang dibicarakannya. Pada saat dia ingin mengetahui pidatonya tadi, Ajudan diberi waktu satu jam memasukan laporan hasil pertemuannya dengan warga. Hampir satu jam Ajudan bingung, tidak ada unsur persuasif dalam sambutannya lebih banyak rekreatifnya. Tetapi dalam laporannya, Ajudan melaporkan bahwa pejabat sudah membujuk warganya akan memberishkan lingkungannya setiap hari Jumat. Pejabat marah karena laporannya tidak benar., dia menganggap ajudannya Bagaiman pendapat Anda, siapa yang ingin dites kejujuran, alasannya! kurang jujur.

DAFTAR BACAAN. Wiyanto,Asrul (2001), Trampil berpidato. Jakarta, Gramedia WI JMc Culloght, Wiliam (1986), Tekhnik berpidato. Bandung, Pionir Jaya (7-19) Sharbini, Ully M & Suryana Agus (2006), Seni berbicara didepan publik bebas rasa takut. Jakarta,Edsa Mahkota

Dari sumber Public Speaking PT Indeks Helena olii