Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS

No 1.

DIAGNOSA KEPERAWATAN Nyeri akut berhubungan dengan respon inflamasi pada meningen, dengan : DS: klien mengeluh nyeri kepala berat yang terus menerus DO : -

TUJUAN Tupan : Nyeri kepala hilang Mandiri:

INTERVENSI

RASIONAL

Berikan lingkungan yang aman dan tenang

Menurunkan reaksi terhadap stimulasi dari luar dan meningkatkan istirahat atau relaksasi

Tupen : - Nyeri berkurang dengan skala 1-3 Berikan posisi yang nyaman untuk klien (kepala agak tinggi) Pertahankan garis kepala pada garis netral tubuh 15-300 Hindari perputaran kepala dari sisi ke sisi

Mencegah peningkatan tekanan intracranial

Data yang perlu dikaji

lebih lanjut : Kegelisahan Gangguan tidur

Kompres dingin pada kepala

Kompres dingin akan mencegah vasodilatasi pembuluh darah otak

Ajarkan untuk menghindari pergerakan yang dapat meningkatkan tekanan intracranial (misalnya menekan,mengedan, batuk, dan bersin,) Lakukan latihan gerak aktif atau pasif (massage otot daerah leher, bahu atau punggung) sesuai kondisi dengan lembut dan hati-hati Kaji ulang tingkat kenyamanan(nyeri kepala) dengan menggunakan skala penilaian 1-10

Mencegah peningkatan intracranial

Dapat membantu relaksasi otot-otot yang tegang dan dapat menurunkan rasa sakit / ketidaknyamanan

Untuk mengetahui tingkat keberhasilan intervensi

Skala keterangan: 10 = sangat nyeri dan tidak dapat dikontrol oleh klien 9, 8,7 = sangat nyeri tetapi masih dapat dikontrol oleh klien dengan aktivitas yang bisa dilakukan 6 = nyeri seperti terbakar atau ditusuk-tusuk 5 = nyeri seperti tertekan 4 = nyeri seperti kram atau kaku 3 = nyeri seperti perih atau mules 2 = nyeri seperti melilit atau terpukul 1 = nyeri seperti gatal atau nyut-

nyutan 0 = tidak ada nyeri

Tipe nyeri: 10 = tipe nyeri sangat berat 7-9 = tipe nyeri berat 4-6 = tipe nyeri sedang 1-3 = tipe nyeri ringan

Kolaborasi: Berikan anti inflamasi Isoniazid 5-10 mg/kg/24 jam oral, 2 kali sehari, pemberian maksimal 300 gr/hari Untuk membunuh mikroorganisme penyeabab meningitis

Rifamfisin 10-15 mg/kg/24jam oral , 1 kali sehari

Streptomisin sulfat 15-17 mg/kg/24 jam IM, 1-2 kali sehari, pemberian maksimal

2.

Hipertermia berhubungan Tupan: dengan respon inflamasi pada meningen, ditandai dengan: DS: klien mengeluh demam DO : tachicardya Tupen: - Suhu tubuh klien menurun. Hal yang perlu dikaji Suhu tubuh berada dalam batas yang normal ( 36,5 - 37 C ).

1gram/hari Mandiri : Kompres hangat pada axila. Kompres dengan air hangat pada axila dapat meningkatkan evaporasi. Menggunakan baju yang mudah menyerap keringat Peningkatan suhu tubuh mengakibatkan pengeluaran keringat berlebih Berikan penambahan cairan sebanyak 10 % dari kebutuhan Peningkatan suhu tubuh mengakibatkan penguapan tubuh

lebih lanjut : - Peningkatan frekuensi napas.

tubuh setiap kenaikan 1 C dan jelaskan manfaatnya bagi klien

meningkat sehingga perlu diimbangi dengan asupan cairan yang adekuat

Monitor suhu lingkungan

Perubahan suhu lingkungan dapat memengaruhi suhu tubuh

Monitor suhu tubuh klien setiap setiap dua jam

Mengetahui keberhasilan intervensi

Kolaborasi : Berikan antipiretik sesuai dosis yang dianjurkan: parasetamol 325 1000 mg tiap 4-6 jam sesuai kebutuhan, pemberian maksimal 4gram/hari Antipiretik dapat membantu menurunkan suhu tubuh

Mual berhubungan dengan penekanan medula oblongata, stimulasi dari mekanisme farmakologi DS : klien mengeluh mual dan muntah DO : -

Tupan : Mual hilang Tupen : Mual berkurang

Mandiri : Pertahankan kebersihan klien dan tempat tidur saat terjadi muntah Minimalkan faktor yang dapat menimbulkan mual dan muntah. Misalnya, pindahkan segera benda benda yang menimbulkan bau ( misalnya pispot ) Jangan jadwalkan tindakan yang menyebabkan nyeri segera sebelum atau sesudah makan Berikan perawatan mulut sesudah muntah Kebersihan mulut yang terjaga membantu mengurangi perasaan mual. Nyeri menyebabkan mual yang dapat menurunkan nafsu makan. Mual dan muntah dapat memperburuk tingkat gizi klien Menjaga kenyamanan klien

Batasi pemasukan cairan 1 jam sebelum makan, selama, dan 1 jam setelah makan Jelaskan kepada klien bahwa mual dapat juga terjadi sebagai akibat dari efek samping obat. Kolaborasi : Berikan antiemetic sesuai dengan indikasi Mandiri: Tentukan kemampuan klien dalm mengunyah dan menelan. Buat perencanaan makan dengan klien untuk dimasukkan dalam

Untuk menghindari distensi abdomen yang dapat menimbulkan mual Meminimalkan kecemasan klien akibat mual dan muntah yang dirasakannya.

Mengurangi mual dan muntah

Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan intake makanan yang kurang dan hipermetabolisme akibat

Tupan : - Menunjukkan status gizi : asupan makanan , cairan, zat gizi adekuat - Berat badan ideal

Untuk menetapkan jenis makanan yang akan diberikan kepada klien Makan yang terjadwal dapat memperbaikai kondisi gizi klien

TB. Tupen : DS : DO : - Nafsu makan meningkat

jadwal makan, kesukaan dan ketidaksukaan. Dokumentasikan masukan oral selam 24 jam, dan jumlah kalori dengan tepat. Mengidentifikasi ketidakseimbangan antara perkiraan kebutuhan nutrisi dan masukan aktual.

Data yang perlu dikaji lebih lanjut : - penurunan berat badan - anoreksia -konjungtiva anemia - ketidakmampuan untuk mengingesti makanan.

Instruksikan agar makan secara pelan pelan. Berikan informasi tentang kebutuhan untuk diet tinggi protein atau karbohidtrat yang dapat diberikan dalam jumlah kecil tetapi sering. Berikan lingkungan yang tenang

Untuk menghindari tersedak

Klien dapat berkonsentrasi ketika makan tanpa adanya gangguan.

Mencegah hliangnya nafsu makan

selama makan

agar tidak memperburuk status nutrisi

Identifikasi dan hindarkan faktor faktor yang dapat berpengaruh terhadap hilangnya nafsu makan klien Kaji status nutrisi secara kontinyu, selama perawatan setiap hari

Berguna untuk menentukan keadekuatan nutrisi yang diberikan

Pemberian makanan pada klien diseuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan diagnosis penyakit. Pemberian makanan disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, BB, TB, aktivitas, suhu

Kolaborasi: Kolaborasi dengan tim gizi dan Menentukan jumlah nutrisi yang

dokter untuk penentuan kalori 5 Ansietas berhubungan dengan perubahan status kesehatan, ancaman kematian DS : DO : Tupan : Klien melaporkan ansietas berkurang atau hilang sampai pada tingkat yang bisa diatasi Tupen : Data yang perlu dikaji Klien menyatakan lebih lanjut : - Gelisah - Insomnia - Marah - khawatir Lakukan inform consent pada klien pemahaman tentang penyakitnya dan tampak rileks Jawab setiap pertanyaan klien dengan jelas dan mudah dimengerti, berikan informasi tentang prognosa penyakit TKTP Mandiri: Berikan penjelasan hubungan antara proses penyakit dan gejalanya

tepat untuk klien

Meningkatkan pemahaman, mengurangi rasa takut karena ketidaktahuan tentang penyakitnya dan dapat membantu menurunkan ansietas Penting untuk menciptakan kepercayaan karena diagnosa meningitis mungkin menakutkan. Informasi yang akurat dapat memberikan keyakinan pada klien dan keluarga. Dapat meringankan ansietas

setiap akan dilakukan tindakan pengobatan Berikan kesempatan klien untuk mengungkapkan isi pikiran dan perasaan takut Biarkan klien/ keluarga mengetahui bahwa perilaku yang tidak sesuai/tidak seperti biasanya berhubungan dengan gangguan serebral Berikan penjelasan pada klien/keluarga, apabila penyakitnya tidak menimbulkan kerusakan otak secara permanen maka kejang akan

terutama ketika pemeriksaan tersebut melibatkan otak. Klien dapat mengungkapkan rasa takutnya secara terbuka pada perawat. Tingkah laku yang aneh mungkin ditunjukan pada gangguan lobus temporal (pada klien yang mengalami komplikasi)

Menurunkan ansietas dan meningkatkan pemahaman klien terhadap kondisi penyakitnya

hilang bersamaan dengan proses 6 Risiko ketidakefektifan perfusi jaringan serebral berhubungan dengan edema serebral Tupen: Edema serebral adekuat *Kaji respon membuka mata 4 = spontan 3 = dengan perintah 2 = dengan nyeri 1 = tidak berespon Tupan: Perfusi jaringan serebral adekuat penyembuhan Mandiri: Monitor tanda-tanda status neurologis dengan GCS (normalnya E4, V5, M6):

Untuk memantau tanda dan gejala yang dapat meningkatkan tekanan intrakranial

*Kaji respon verbal 5 = bicara normal (orientasi orang, waktu, tempat, dan situasi) 4 = kalimat tidak mengandung arti 3 = hanya kata-kata saja 2 = hanya bersuara saja 1 = tidak ada suara

*Kaji respon motorik 6 = dapat melakukan semua perintah rangsang nyeri 5 = melokalisasi nyeri 4 = menghindari nyeri 3 = fleksi 2 = ekstensi 1 = tidak berespon

Pada keadaan normal autoregulasi mempertahankan keadaan tekanan darah sistemik berubah secara

Monitor tanda-tanda vital seperti TD, Nadi, Suhu, Respirasi dan

hati-hati pada hipertensi sistolik.

fluktuasi. Kegagalan autoreguler akan menyebabkan kerusakan vaskuler cerebral yang dapat dimanifestasikan dengan peningkatan sistolik dan diiukuti oleh penurunan tekanan diastolik. Sedangkan peningkatan suhu dapat menggambarkan perjalanan infeksi.

Adanya kemungkinan asidosis disertai dengan pelepasan oksigen pada tingkat sel dapat menyebabkan terjadinya iskhemik serebral.

Kolaborasi: Monitor AGD bila diperlukan pemberian oksigen

Berikan terapi sesuai petunjuk dokter seperti: Steroid, Aminofel, Antibiotika.

Terapi yang diberikan dapat menurunkan permeabilitas kapiler; menurunkan edema serebri; menurunka metabolik sel / konsumsi dan kejang.

7.

Risiko kekurangan volume cairan dan elektrolit berhubungan dengan mual muntah, intake cairan kurang.

Tupan : Tidak terjadi kekurangan volume dan cairan elektrolit

Mandiri: Monitor tanda-tanda vital setiap 4jam sekali Perubahan tanda-tanda vital, seperti peningkatan denyut nadi mengindikasikan adanya dehidrasi Observasi tanda-tanda dehidrasi Adanya dehidrasi dapat menyebabkan adanya deficit volume cairan

Tupen : - Tidak ada tanda dan gejala dehidrasi - Intake dan output seimbang

(misalnya mukosa kering, denyut nadi meningkat, dan berat badan turun

Kolaborasi : Berikan terapi intravena ( RL ), catat jenis dan jumlah cairan yang diberikan.

Pemberian terapi intravena dapat mengganti volume cairan yang hilang

8.

Risiko cedera berhubungan dengan adanya kejang, perubahan status mental dan penurunan tingkat kesadaran

Tupan : Klien bebas dari injuri yang disebabkan oleh kejang dan penurunan kesadaran Tupen : Tidak terjadi penurunan kesadaran dan status mental

Mandiri

Monitor kejang pada tangan, kaki, mulut dan otot-otot muka lainnya.

Gambaran tribalitas sistem saraf pusat memerlukan evaluasi yang sesuai dengan intervensi yang tepat untuk mencegah terjadinya

Persiapkan lingkungan yang aman seperti batasan ranjang, papan pengaman, dan alat suction selalu berada dekat klien.

komplikasi. Melindungi klien bila kejang terjadi. Mengurangi resiko jatuh / terluka jika vertigo, sincope, dan

Pertahankan bedrest total selama fase akut.

ataksia terjadi. Mengurangi resiko jatuh / terluka jika vertigo, sincope, dan ataksia terjadi.

Kolaborasi: Berikan terapi sesuai advice dokter seperti; diazepam, phenobarbital, dll.

Untuk mencegah atau mengurangi kejang. Catatan : Phenobarbital dapat menyebabkan respiratorius depresi dan sedasi.

9.

Risiko penyebaran infeksi berhubungan dengan ketidaktahuan mengenai penyakit dan

Tupan : Tidak terjadi penyebaran infeksi

Mandiri: Kaji sejauh mana pemahaman klien tentang penykitnya dan intervensi terapeutik Proses pemulihan dapat berlangsung dalam beberapa minggu atau bulan dan informasi

kebutuhan pengobatan.

Tupen : Klien dan keluarga mengetahui mengenai proses penyebarab penyakit dan memahami akan pentingnya kebutuhan pengobatan Diskusikan mengenai kemungkinan proses penyembuhan yang lama. Diskusikan pentingnya istirahat yang adekuat, jadwalkan waktu yang seimbang antara istirahat dengan latihan rentang gerak. Lakukan tingkat aktivitas sesuai dengan kemampuan klien. Kaji ulang pengobatan yang diberikan dan tekankan untuk

mengenai harapan untuk sembuh dapat menolong klien untuk mengatasi ketidakmampuannya. Meningkatkan proses penyembuhan. Keluhan sering timbul melebihi apa yang diharapkan klien atau keluarga. Istirahat tambahan diperlukan untuk membantu proses penyembuhan dan meningkatkan kemampaun koping. Pemenuhan program pengobatan yang terjadwal perlu untuk

mengonsultasikan kesehatnnya dengan pemberi asuhan untuk menentukan pengobatan atau obat yang harus digunakan di rumah. Berikan penjelasan ulang mengenai timbulnya tanda atau gejala yang membutuhkan penanganan medis dengan segera seperti adanya mual atau muntah, sakit kepala yang kambuh lagi, masalah yang berhubungan dengan keseimbangan atau perubahan mental. Tekankan pentingnya evaluasi

mengobati proses infeksi. Pengobatan lain atau obat- obatan yang dijual bebas mungkin tidak tepat dengan program pengobatan yang diresepkan. Evaluasi dan intervensi awal dapat mencegah kambuhnya penyakit / berkembangnya komplikasi.

ulang dan terapi rawat jalan secara rutin.

Penting untuk mengetahui perkembangan penyembuhan / adanya gejala sisa yang menetap dan mungkin perlu untuk meneruskan / mengubah terapi yang diberikan dan untuk memntukan adanya penurunan fungsi neurologis

Diskusikan pencegahan proses penyakit sesuai dengan kebutuhan, seperti memeroleh vaksin yang sesuai. Beri tahu klien dan keluarga Penanganan sedini mungkin terhadap penularan meningitis

mengenai cara penularan penyakit Anjurkan keluarga klien agar tetap menjaga daya tahan tubuh seperti olahraga teratur dan menjaga keseimbangan asupan nutrisi. menghindarkan dari berbagai macam penyakit. Daya tahan tubuh yang baik Mencegah proses penularan