Anda di halaman 1dari 15

FILUM MOLLUSCA 1 (Laporan Praktikum Avertebrata Akuatik)

Oleh

Doni Nurlisa 1214111023

Kelompok: 3 (Tiga)

JURUSAN BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2013

1. Kelas Polyplacophora Chiton sp. Bagaimana chiton merespon cahaya atau sentuhan? Bagaimana chiton bergerak? Bagaimana chiton melindungi diri dari predator dan lingkungan yang keras?

Jawaban: Chiton sp. merespon cahaya dan sentuhan dengan cara menggulung dirinya untuk melindungi diri dari ancaman. Proses penggulungan cangkang dapat dilakukan karena bagian dorsal pada Chiton sp terdiri dari cangkang yang keras dengan berbentuk seperti genting yang berjumlah 8. Penggulungan ini berfungsi untuk melindungi chiton sp dari ancaman pemangsa dengan melindungi bagian ventral yang lebih lunak. Pengulungan disebabkan karena adanya alat indra berupa esthestes pada bagian epidermis yang jika terkena sentuhan akan merespon ke sel saraf lalu menuju ke otak yang kemudian direaksikan melalui gerakan menggulung. Esthetes kompleks membentuk ocellus sebagai fotoreseptor yang berguna sebagai rangsangan cahaya yang menyebabkan chiton menggulung pada rangsangan cahaya. Esthetes merupakan alat indra utama karena chiton tidak mempunyai alat indera lain. Kemudian Chiton memiliki struktur yang sesuai dengan kebiasaan melekat pada batu karang dan cangkang mirip hewan lainnya. Apabila disentuh, akan melekat erat pada batu karang. Hewan ini merayap perlahan-lahan pada dasar laut di batu-batuan yang lunak. Sendi-sendi yang dimilikinya dapat dibengkokkan sehingga tubuhnya dapat dibulatkan seperti bola.

Kaki chiton sp terletak di permukaan ventral tubuh dan berfungsi untuk melekat juga untuk bergerak. Gerak merayap pada spesies ini sangat lambat karena disebabkan oleh gerakan bergelombang otot kaki seperti gerakan yang dimiliki oleh Bekicot. Bagian yang digunakan unutk melekat pada substrat adalah kaki dan gelang.

Chiton melindungi diri dari predator dengan cara membentuk cangkang. Dan cangkangnya tersusun seperti genting (beberapa di antaranya memiliki ornamen duri-duri), ruang mantel dengan permukaan dorsal, tertutup oleh 8 papan berkapur. Dengan cangkangnya tersebut chiton dapat berlindung dari gangguan hewan lain dilingkungan tempat tinggalnya.

(http://naraxcupu.blogspot.com/2011/02/chiton.html).

2. Kelas Scaphopoda Bagaimana scaphopods berorientasi terhadap sedimen? Tunjukkan bagian anterior dan pasteriornya dengan gambar ilustrasi (berdasarkan buku teks) lalu beri keterangan!

Jawaban: Scaphopoda mempunyai kebiasaan membenamkan diri di pasir pantai. Hidup dan membenamkan diri pada substrat pasir atau lumpur yang bersih di laut dangkal, beberapa spesies terdapat pada kedalaman 1.850 m.

Scaphopoda berorientasi terhadap sedimen dengan cara membenamkan tubuhnya ke dalam sedimen hingga yang tersisa hanya ujung posteriornya saja. Scaphopoda memiliki dua buah lubang, lubang yang besar sebagai tempat mulut dan kaki, dan lubang yang kecil di bagian anterior sebagai tempat anus. Lubang kecil inilah yang tidak ikut ditimbun ke dalam substrat karena berfungsi sebagai arus air dan saluran pernapasan. (http://akbargalung.wordpress.com/2011/04/20/biologi/) 3. Kelas Bivalvia Pinctada sp., Mytilus sp., Tridacna sp., Amusium sp., Pecten sp. Tuliskan berbagai variasi cangkang bivalvia pada berbagai family yang ditemui saat praktikum, seperti ukuran, simetri, bentuk dan lain-lain! Berdasarkan variasi otot, mantel, siphon dan kaki pada berbagai spesies, jelaskan hubungan bagian-bagian tubuh tersebut terhadap cara gerak atau habitatnya?

Jawaban: Bivalvia memiliki tubuh simetri bilateral, pipih secara lateral kaki berbentuk seperti baji, insang tipis berbentuk seperti papan, umumnya mempunyai kelamin terpisah, tetapi beberapa diantaranya hermaprodit. Tubuh biasanya dilindungi oleh cangkang yang terdiri dari tiga lapis yaitu; periostrakum, lapisan primatik dan lapisan mutiara.

(http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/26780/4/Chap ter%20II.pdf . Universitas Sumatera Utara).

a) Pinctada sp Kerang mutiara adalah hewan yang bertubuh lunak atau moluska yang hidup dilaut, Tubuhnya dilindungi oleh sepasang cangkang yang tipis dan keras, Termasuk dalam lokasi Bivalvia dan Famili Pteriidae. Anatomi dan Morfologi Kerang mutiara yaitu, memiliki sepasang cangkang, bentuknya pipih berwarna kuning kecoklatan. Kedua cangkang tersebut tidak memiliki cangkang sama bentuknya (ineguivalven), cangkang agak pipih sedangkan cangkang kiri cembung. Dibagian tengah dorsal sepasang cangkang dihubungkan oleh ligmen yang elastis serta adanya gigi engsel. Kedua cangkang memiliki otot yang liat dan kuat yang berfungsi untuk membuka dan menutup. Cangkang bagian dalam berwarna putih mengkilat atau disebut lapisan nacre (mother of pearly) pada bagian sentral. Lapisan nacrenya berwarna kuning emas (gold up). Di luar batas garis nacre (non nacreusbordes) berwarna coklat kehitaman. Klasifikasi kerang mutiara yaitu:

Phylum Kelas

: Mollusca : Bivalvia

Sub kelas : Lamellabrancia Ordo Sub ordo : Anysomyaria : Pteriomorpha

Sub famili : Pteriida Genus Spesies : Pinctada : Pinctada sp (Sutaman. 1993. Tiram Mutiara, Teknik Budidaya

dan Proses Pembuatan Mutiara. Kanisius. Yogyakarta. 78 hal).

b) Mytilus sp Kingdom Phylum Class Subclass Order Family Genus : Animalia : Mollusca : Bivalvia : Pteriomorphia : Mytiloida : Mytilidae : Mytilus sp

Jika dibuat sayatan memanjang dan melintang, tubuh kerang akan tampak bagian-bagian diantaranya bagian paling luar adalah cangkang yang berjumlah sepasang, fungsinya untuk melindungi seluruh tubuh kerang. Mantel, jaringan khusus, tipis dan kuat sebagai pembungkusseluruh tubuh yang lunak. Pada bagian belakang mantel terdapat dua lubang yang disebut sifon. Sifon atas berfungsi untuk keluarnya air, sedangkan sifon bawah sebagai tempat masuknya air.Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini banyak mengandung pembuluh darah. Kaki pipih. Bila akan berjalan kaki dijulurkan ke anterior. Di dalam ronggatubuhnya terdapat berbagai alat dalam seperti saluran pencernaan yang menembus jantung, alat peredarn, dan alat ekskresi (ginjal) (Kastawi, Yusuf.dkk. 2008. Zoologi Avertebrata. Jica: Malang).

Kerang hijau memiliki distribusi yang luas pada wilayah Asia pasifik dan memiliki nilaikomersial sebagai seafood yang telah terkenal dibelahan dunia. Kerang hijau telah digunakansebagai biological indocator unuk memonitor kandungan residu pestisida organochlorine pada beberapa negara Asia seperti Thailand (Saadah, Sumiyati. 2010. Materi Pokok Zoolologi

Invertebrata. Bandung: Universitas IslamSunan gunung Djati Bandung).

c) Tridacna sp

d) Amusium sp

e) Pecten sp

4. Kelas Gastropoda Haliotis sp., Pomacea sp., Chonus sp., Strombus sp. Amati satu spesies gastropoda lalu gambar buat catatan tentang morfologi, alat sensor, organ respirasi, pergerakan, kebiasaan makan dan mekanisme pertahanan dirinya!

Jawaban:

Haliotis sp Morfologi Cangkangnya berbentuk bulat sampai oval, memiliki 2-3 buah puntiran (whorl), memiliki cangkang yang berbentuk seperti telinga (auriform), biasa disebut ear shell. Puntiran yang terakhir dan terbesar (body whorl) memiliki rangkaian lubang yang berjumlah sekitar 4-7 buah tergantung jenis dan terletak di dekat sisi anterior (Setyono, 2004).

Organ Respirasi Pada bagian anterior yakni mantel tepi cangkang akan muncul lubang yang berfungsi dalam proses respirasi. Lubang tersebut akan bertambah ukuran jumlahnya seiring dengan di

bertambahnya

cangkang,

sampai

terbentuk

sepanjang sisi kiri cangkang. Ketika abalone sedang rileks, tentakel dan mata akan menonjol dari bagian anterior ke cangkang. Penonjolan tersebut merupakan epipodium yang merupakan perluasan dari kaki dan merupakan sensor kecil tentakel (Fallu, 1991). Alat Sensor Alat sensor seperti telinga dan memiliki pusat cangkang berbentuk lingkaran yang berukuran kecil dan terletak di bagian posterior. Pergerakan Bentuk kaki khas telapak kaki datar merayap di substrat keras maupun lumpur dan pasir lembut. Telapak kaki dilengkapi cilia dan berbagai sel kelenjar. Kebiasaan Makan Umumnya memakan makroalga, terutama alga merah, dengan menggunakan radula rhipidoglossate. Rhipidoglossate adalah jenis radula yang mempunyai ratusan gigi pada setiap barisnya dan biasanya dimiliki oleh siput herbivora (Dharma, 1988). Abalon termasuk herbivora yang aktif memakan mikroalga dan makroalga pada malam hari (Setyono, 2004). Makanan utama abalon dewasa adalah potongan-potongan makroalga yang hanyut terbawa arus dan gelombang, terutama kelompok alga merah. Juvenil abalon memakan alga yang hidup di batu karang, diatom, dan bakteri, sedangkan

larva abalon memakan plankton (Anonymous, 2007a dan Anonymous, 2007c dalam Octaviany, 2007). Mekanisme Pertahanan Diri Haliotis sp memperthankan diri dengan menutup cangkangnya dan mengubur diri pada pasir pada saat Haliotis sp mulai terusik oleh predator.

Sumber : Anonymous 2007. Abalone study: Haliotis kamtschatkana. Marine Biology for Teachers. Bamfield Marine Station Publications. Fallu. 1991. Animal Diversity. Formerly in zoology, Queen Marry College University of London. 495 hal. Setyono, D.E.D. 2004. Abalon (Haliotis asinina L): LA Prospective Species for Aquaculture in Indonesia. Oseana 5. Kelas Chepalopoda Nautilus sp., Sepia sp., Loligo sp., Octopus sp. Buatlah tabel yang membandingkan subkelas Nautiloidea, ordo Sepiodea, ordo Theutoidea, dan ordo Octopoda mengenai: a) Bentuk tubuh b) Cangkang c) Mekanisme pertahanan diri d) Reproduksi e) Cara makan f) Pergerakan.

Jawaban:

N o

Karakteris tik Bentuk Tubuh

Nautilus sp.

Sepia sp.

Loligo sp.

Octopus sp.

Memiliki bentuk tubuh yang pipih. Nautilus biasanya memiliki lebih banyak

Bertubuh pipih. Mempunya i 8 tangan dan 2 tentakel. Tubuh

Kepala terletak di bagaian ventral serta memiliki dua mata yang besar dan

Mempunyai 8 tangan, tubuhnya sangat fleksibel, Selubung bagian perut

tentakel dari cumi lainnya, sampai sembilan puluh. Tentakel ini diatur menjadi dua lingkaran, tidak seperti tentakel cumi lain, mereka tidak memiliki pengisap. Radula lebar dan khas memiliki sembilan gigi.

relatif pendek menyerupa i kantung. Mantelnya berwarna merah jambu kehitaman dan di selubungi selaput tipis dan pada kedua sisinya terdapat sirip lateral yang memanjan g dari ujung dorsal sampai ventral. (Sherman & sherman, 1970).

tidak berkelopak. Mempunyai 8 tangan dan 2 tentakel.

tubuh gurita disebut mantel yang terbuat dari otot dan terlihat seperti kantung.

Cangkang

Binatang

Cangkang

Cangkang dalam sebagai pelindung

Gurita : memiliki

tidak

dapat menarik internal tubuh sepenuhnya ke yang terletak

cangkang sebagai di luar

dalam didalam mantel,

organ tubuh pelindung bagian bagian

cangkangnya,

dapat menutup membuka dengan tudung berbulu

berwarna dan putih, berbentuk oval dan

dalam.

seperti halnya Nautilus dan

tidak memiliki cangkang dalam atau

tebal, serta terbuat dari

tulang seperti sotong dan

terbentuk dari kapur. dua tentakel. Mekanis me Pertahan an Diri Untuk menghindari predator pada siang hari, nautilus memiliki sebuah lingers sepanjang lereng terumbu dalam, sehingga dapat masuk sedalam 2.000 kaki. mempunya i kantong tinta yang Bila merasa terancam mereka

cumi-cumi. Mempertahan kan diri dengan menyemburka n tinta dari kantung tinta, kamuflase (penyamaran) dan memutuskan lengan, serta meniru bentuk hewan laut berbahaya seperti lionfish dan belut berkat tubuh yang lentur dipadukan dengan kemampuan berganti warna.

menghasilk akan an cairan tinta hitam yang akan disemburk an dalam keadaan bahaya berenang mundur dengan cepat atau menyembur kan tinta berwarna hitam kecoklatcoklatan dari kantung tinta.

Reproduk si

Memiliki sistem reproduksi

Bereprodu ksi dengan

Berkemban g biak

Bereproduksi dengan meletakkan

cara kawin. secara

seksual atau kawin.

kawin. Alat kelaminnya terpisah (diocieus), masingmasing alat kelamin terdapat di dekat ujung rongga mantel denag saluran yang terbuka kea rah corong sifon. Hewan ini umumnya memijah satu kali dan biasanya mati setelah melakukan reproduksi.

kantong spermatofora ke dalam rongga mantel betina menggunakan lengan istimewa yang disebut hectocotylus. (Takami, 1997)

Cara Makan

Nautiluses adalah predator yang memakan terutama ikan kecil, udang , dan krustasea lain, yang ditangkap oleh tentakel.

Sotong hidup didasar laut, yang memakan hewan Avertebrat a yang berada diatas

Hewan ini aktif berburu mangsa yang berupa ikan-ikan kecil dan crustacea pada malam hari.

Dengan menggunakan paruh, yang merupakan bagian terkeras dari tubuh gurita yang digunakan sebagai

Nautilus menghabiskan kan banyak waktu dalam berenang, nautilus hanya perlu makan cukup sekali sebulan. Pergerak an Nautilus berenang sampai dekat permukaan air pada malam hari, beristirahat didasar laut saat siang hari.

permukaan dasar laut, seperti ikan-ikan kecil, krustacea, udang dan kepiting.

rahang untuk membunuh mangsa dan menggigitnya menjadi bagian-bagian kecil.

Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). .

Pada kepala terdapat mulut yang dikelilingi oleh empat pasang tangan dan sepasang tentakel (8 tangan dan 2 tentakel panjang). Di posterior kepala terdapat sifon atau corong berotot sebagai kemudi.

Octopus dapat berenang dengan semprotan air, namun lebih banyak merayap diatas batu. Beberapa Octopus pelagis yang tidak menggunakan semprotan air untuk berenang, tapi dengan tangan-tan gan yang dihubungkan semacam selaput seperti payung dan berenang

seperti uburubur. (Takami, 2000)

Sumber : Takami, H.; T. Kawamura and Y. Yamashita 1997b. Survival and Growth Rates of Post-Larval Abalon Haliotis discus hannai Fed Conspecific Trail Mucus and/or Benthic Diatom Cocconeis scutellum Var. parva. Aquaculture 152 : 129-138. Takami, H.; T. Kawamura and Y. Yamashita 2000. Starvation Tolerance of Newly Metamorphosed Abalon Haliotis discus hannai. Fisheries Sci. 66: 1180-1182. 6. Apa yang Anda ketahui tentang kelinci laut, sebutkan nama ilmiahnya, termasuk dalam kelas apakah hewan tersebut?

Jawaban:

Klasifikasi: Kerajaan Filum Kelas Ordo Upaordo : Animalia : Mollusca : Gastropoda : Opisthobranchia : Nudibranchia

Superfamily: Onchidoridoidea Genus Spesies : Oxynoe : Oxynoe olivacea

Siput laut sering juga disebut nudibranch. Nudibranch berasal dari bahasa Latin nudus yang berarti telanjang, dan bahasa Yunani brankhia yang berarti insang. Nudibranch memiliki kepala bertentakel, yang sangat sensitif terhadap sentuhan, rasa, dan bau. Rhinophore berbentuk seperti pentungan berperan untuk mendeteksi bau (hidung). Nudibranch merupakan hewan hermafrodit, tetapi jarang melakukan fertilisasi sendiri. Nudibranch adalah hewan karnivora. Beberapa memakan spons, yang lain hydroida, atau bryozoa, dan beberapa kanibal, memakan siput air lainnya, dan pada situasi tertentu, bahkan anggota spesies Nudibranch itu sendiri. Bentuk tubuh bervariasi. Ukuran berkisar antara 40 hingga 600 mm. Hewan kecil ini terdapat di seluruh dunia pada semua kedalaman, tetapi mereka mencapai ukuran terbesar dan bervariasi pada perairan hangat dan dangkal (Meglitsch, P.A. 1972. Invertebrata Zoology. Oxford University Press. London).