Anda di halaman 1dari 32

SINDROMA METABOLIK

Wrap Up Tugas Mandiri


BLOK ENDOKRIN DAN METABOLISME

KELOMPOK : B-3
Ketua

: Zera Dirgantara

1102010308

Sekretaris

: Rizka Utami

1102010251

Anggota

: Triyoga Perkasa

1102008257

Putri Ilhami

1102010224

Regina Septiani

1102010234

Rio Geraldy

1102010245

Ristianti Affandi

1102010248

Rizky Aisyah

1102010255

Windy Nugraha Pratama

1102010289

Wira Sari

1102010290

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
2012-2013

SINDROMA METABOLIK
Tn B, 26 Tahun, Karyawan swasta mengatakan bahwa berat badannya semakin meningkat
sejak 1 tahun terakhir, sehingga mengakibatkan cepat lelah bila bekerja. Karena pekerjaan
yang mengharuskannya sering berpergian, maka ia lebih sering makan di luarrumah dan
hampir tidak pernah berolahraga. Saat ini ia berobat ke dokter keluarga karena mendapat
informasi dari internet bahwa gemuk dapat menimbulkan gangguan kesehatan
Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmhg. Status antropometri
didapatkan berat badan 95 kg, tinggi badan 175 cm dan indeks massa tubuh (IMT) 31
Kg/m2, lingkar perut 112 cm . tidak didapatkan kelainan pada jantung, pari, ataupun
abdomen. Dokter menyarankan untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium, karena
menduga bahwa pasien tersebut sudah menderita sindroma metabolik.
Saat kunjungan kedua, Tn B sudah membawa hasil laboraturium yang memperlihatkan
glukosa darah puasa 116 mg/dl, 2 jam setelah makan 165 mg/dl, kolesterol total 226 mg/dl,
kolesterol LDL 138 mg/dl, kolesterol HDL 36 mg/dl, trigliserida 180 mg/dl dan asam urat 7,8
mg/dl.
Melihat kondisi tersebut, maka dokter memberikan edukasi tentang perencanaan makan
dan jenis olahraga yang sesuai.

Tugas Mandiri
1. Menjelaskan dan memahami Sindroma Metabolik
1.1 Definisi dan etiologi
Berdasarkan the National Cholesterol Education Program Third Adult Treatment
Panel (NCEP-ATP III), Sindrom Metabolik adalah seseorang dengan memiliki
sedikitnya 3 kriteria berikut:
1). Obesitas abdominal (lingkar pinggang > 88 cm untuk wanita dan untuk pria > 102
cm)
2). Peningkatan kadar trigliserida darah ( 150 mg/dL, atau 1,69 mmol/ L)
3). Penurunan kadar kolesterol HDL (< 40 mg/dL atau < 1,03 mmol/ L pada pria dan
pada wanita < 50 mg/dL atau <1,29 mmol/ L)
4). Peningkatan tekanan darah (tekanan darah sistolik 130 mmHg, tekanan darah
diastolik 85 mmHg atau sedang memakai obat anti hipertensi)
5). Peningkatan glukosa darah puasa (kadar glukosa puasa 110 mg/dL, atau 6,10
mmol/ L atau sedang memakai obat anti diabetes) (Adult Treatment Panel III, 2001).
Selain kriteria berdasarkan NCEP-ATP III diatas masih ada beberapa kriteria untuk
definisi Sindrom Metabolik antara lain; kriteria World Health Organization (WHO),
kriteria International Diabetes Federation (IDF), The American Heart
Association/National Heart, Lung, and Blood Institute (AHA/NHLBI), saat ini kriteria
NCEP-ATP III telah banyak diterima secara luas (Mittal, 2008)
Etiologi Sindrom Metabolik belum dapat diketahui secara pasti. Suatu hipotesis
menyatakan bahwa penyebab primer dari sindrom metabolik adalah resistensi
insulin. Resistensi insulin mempunyai korelasi dengan timbunan lemak viseral yang
dapat ditentukan dengan pengukuran lingkar pinggang atau waist to hip ratio.
Hubungan antara resistensi insulin dan penyakit kardiovaskular diduga dimediasi
oleh terjadinya stres oksidatif yang menimbulkan disfungsi endotel yang akan
menyebabkan kerusakan vaskular dan pembentukan atheroma. Hipotesis lain
menyatakan bahwa terjadi perubahan hormonal yang mendasari terjadinya
obesitas abdominal. Suatu studi membuktikan bahwa pada individu yang
mengalami peningkatan kadar kortisol didalam serum (yang disebabkan oleh stres
kronik) mengalami obesitas abdominal, resistensi insulin dan dislipidemia. Para
peneliti juga mendapatkan bahwa ketidakseimbangan aksis hipotalamus-hipofisisadrenal yang terjadi akibat stres akan menyebabkan terbentuknya hubungan antara
gangguan psikososial dan infark miokard.

1.2 Patofisiologi
Insulin merupakan hormon anabolik tubuh yang prinsipil, yang mengatur
perkembangan dan pertumbuhan yang sesuai dan juga sebagai maintenance dari
sistem homeostasis glukosa di seluruh tubuh. Hormon insulin disekresi oleh sel
pulau Langerhan dari organ pankreas. Insulin berperan dalam menurunkan kadar

gula darah melalui beberapa cara; 1). supressi hepatic glucose output (melalui
penurunan gluconeogenesis dan glycogenolysis), 2). merangsang penyimpanan
terutama ke otot dan jaringan lemak melalui glucose transporter yaitu Glucose
Transporter -4 (GLUT-4) (Mittal, 2008).
Reseptor insulin terdistribusi secara luas di sistem sarap pusat, terutama di daerah
hipotalamus dan pituitary. Pada eksperimen hewan percobaan, gangguan gen
reseptor insulin di sistem sarap pusat memperlihatkan suatu keadaan kebutuhan
asupan makanan yang meningkat pada hewan tersebut sehingga menginduksi
keadaan obesitas dan resisten insulin. Aksi Insulin di sistem sarap pusat memberikan
negatif feedback bagi inhibisi postprandial dari asupan makanan dan berperan
sebagai pusat pengaturan berat badan (Martini, 2004).
Insulin juga mempunyai efek antiapoptosis, hal ini didukung oleh studi eksperimen
pada binatang percobaan dimana dengan penambahan insulin pada cairan
reperfusi berhubungan dengan pengurangan ukuran miokard infark sekitar 50%.
Sedangkan studi pada manusia, pemberian infus insulin dosis rendah dengan
heparin dan agen trombolitik menunjukkan efek kardioprotektif (Dandona, 2005).
Efek anti inflamasi juga terdapat pada insulin hal ini didukung oleh eksperimen
pada binatang percobaan bahwa pemberian insulin menunjukkan pengurangan
mediator-mediator inflamasi (IL-, IL-6, macrophage migration inhibitor factor
[MIF], TNF-), dan expression of proinflammatory transcription factors CEBP (C
enhancer binding protein) dan cytokines. Kemampuan insulin dalam efek
antioksidan didukung dengan kemampuannya untuk menekan reactive oxygen
species (ROS) (Dandona, 2005).
Patogenesis sindrom metabolik masih tidak jelas, tetapi kelainan dasarnya adalah
resistensi insulin (Poerjoto, 2007). Resistensi insulin didefinisikan sebagai suatu
kondisi dijumpainya produksi insulin yang normal namun telah terjadi penurunan
sensitivitas jaringan terhadap kerja insulin, sehingga terjadi peningkatan sekresi
insulin sebagai bentuk kompensasi sel Beta. Resistensi insulin ini sering mendahului
onset dari diabetes tipe 2 dan mempunyai kontribusi dalam perkembangan
terjadinya keadaan hiperglikemi Dan resistensi insulin dijumpai pada sebagian besar
pasien dengan Sindrom Metabolik (Reaven, 1988).
Resistensi Insulin dan hipertensi sistolik merupakan faktor yang menentukan
terjadinya disfungsi endotel. Resistensi Insulin menyebabkan menurunnya produksi
Nitric Oxide (NO) yang dihasilkan oleh sel-sel endotel, sedangkan hipertensi
menyebabkan disfungsi endotel melalui beberapa cara seperti; secara kerusakan
mekanis, peningkatan sel-sel endotel dalam bentuk radikal bebas, pengurangan

bioavailabilitas NO atau melalui efek proinflamasi pada sel-sel otot polos vaskuler.
Disfungsi endotel ini berhubungan dengan stres oksidatif dan menyebabkan
penyakit kardiovaskuler (Barnet, 2004). Proses-proses seluler yang penting yang
berkenaan dengan disfungsi endotel ini dapat dilihat pada gambar-1.
Menurut Kuusisto (1993) pada keadaan hiperinsulinemia insulin dapat ditemukan
pada otak, berperan sebagai neuromodulator yang menghambat aktifitas sinap.
Reseptor-reseptor insulin telah ditemukan pada daerah hipotalamus dan
hipokampus. Dipercaya bahwa insulin yang ada berasal dari plasma dan berakses ke
otak pada daerah circumventricular yang merupakan daerah yang sedikit
mengandung sawar darah otak. Insulin juga bertransportasi melewati sawar darah
otak melalui reseptor spesifik dan masuk ke jaringan syaraf secara langsung atau
masuk melalui cairan serebrospinal.

Pada beberapa studi ditemukan bahwa dalam keadaan hiperinsulinemia, insulin


dapat mengurangi aktifitas kolinergik yang bersifat reversibel pada kultur neuron
striatum dan dapat mempercepat turnover dari monoamin di otak.
Sebagaimana diketahui bahwa neuron-neuron kolinergik banyak yang rusak pada
demensia atau penyakit Alzheimer. Fakta-fakta tersebut menjelaskan bahwa insulin
dapat mengganggu fungsi kognitif melalui penghambatan aktifitas sinap secara
langsung, penurunan aktifitas kolinergik ataupun melalui keterlibatan metabolisme
monoamin di otak (Kuusisto dkk, 1993).
Faktor-faktor resiko untuk gangguan fungsi kognitif seperti demensia vaskuler
adalah umumnya sama dengan faktor resiko untuk stroke yaitu hipertensi, diabetes,
hiperlipidemi, merokok, aritmia jantung. Pengobatan medis untuk demensia
vaskuler ini ditujukan sebagai kontrol terhadap berbagai keadaan seperti hipertensi,
diabetes, hiperlipidemia yang dapat menyebabkan infark (Kempler, 2005).
Hubungan antara kolesterol dengan fungsi kognitif telah banyak diteliti, dan
hasilnya banyak yang saling bertentangan. Reitz, dkk (2005) melakukan studi
terhadap 1147 lanjut usia yang sehat tanpa demensia ataupun gangguan kognitif,
didapati hasilnya tidak ada hubungan yang bermakna antara kolesterol total, HDL
dan LDL dengan gangguan fungsi kognitif.
Launer, dkk (2001) menyatakan bahwa hubungan antara kadar lipid di usia paruh
baya terhadap resiko terjadinya gangguan kognitif dibuktikan dengan autopsi
dengan hasilnya bahwa kadar kolesterol total yang rendah di usia paruh baya
dihubungkan dengan jumlah neuritik yang lebih sedikit, adanya plak amyloid dan
neurofibrillary tangels.

1.3 Komplikasi
Penyakit Kardiovaskular
Risiko relatif untuk onset baru CVD pada pasien dengan sindrom metabolik, pada
pasien tanpa diabetes, rata-rata antara 1,5 dan tiga kali lipat. Dalam sebuah 8-tahun
tindak-lanjut dari laki-laki setengah baya dan wanita di Framingham Offspring Study
(FOS), risiko penduduk yang timbul pada pasien dengan sindrom metabolik untuk
mengembangkan CVD adalah 34% pada pria dan 16% pada wanita. Dalam studi yang
sama, baik sindrom metabolik dan diabetes stroke iskemik diprediksi dengan risiko
lebih besar untuk pasien dengan sindrom metabolik daripada untuk diabetes
sendiri(19% vs 7%), khususnya pada wanita (27% vs 5%). Pasien dengan sindrom
metabolik juga pada peningkatan risiko untuk penyakit pembuluh darah perifer.
Diabetes mellitus type 2
Secara keseluruhan, resiko diabetes tipe 2 pada pasien dengan sindrom metabolik
adalah meningkat tiga sampai lima kali lipat. Dalam FOS's 8-tahun tindak-lanjut dari
laki-laki setengah baya dan wanita, resiko populasi yang timbul untuk
mengembangkan diabetes tipe 2 62% pada pria dan 47% pada wanita.

Keadaan-keadaan lain yang menyertai sindrom metabolik


Selain fitur-fitur khusus yang terkait dengan sindrom metabolik, resistensi insulin
disertai dengan perubahan metabolisme lainnya. Ini termasuk peningkatan apoB
danC III, asam urat, faktor protrombotik (fibrinogen, plasminogen activator inhibitor
1), viskositas serum, dimethylarginine asimetris, homosistein, jumlah sel darah
putih, sitokin pro-inflamasi, CRP, mikroalbuminuria, penyakit hati berlemak
nonalkohol ( NAFLD) dan / atau steatohepatitis alkohol (NASH), penyakit ovarium
polikistik (PCOS), dan apnea tidur obstruktif (OSA).
Nonalkoholik fatty liver disease
Fatty liver adalah relatif umum. Namun, dalam NASH, akumulasi trigliserida baik dan
hidup berdampingan peradangan. NASH kini hadir di 2-3% dari populasi di Amerika
Serikat dan negara-negara Barat lainnya. Sebagai prevalensi kelebihan berat badan /
obesitas dan peningkatan sindrom metabolik, NASH dapat menjadi salah satu
penyebab lebih sering dari penyakit hati stadium akhir dan karsinoma
hepatoseluler. Hiperurisemia Hyperuricemia mencerminkan defek dalam aksi insulin
pada reabsorpsi tubular ginjalasam urat, sedangkan peningkatan dimethylarginine
asimetris, penghambat endogenoksida nitrat sintase, berhubungan dengan disfungsi
endotel. Mikroalbuminuria juga bisa disebabkan oleh patofisiologi endotel diubah
pada keadaan resisten insulin. Sindrom ovarium polikistik PCOS sangat berhubungan
dengan sindrom metabolik, dengan prevalensi antara 40dan 50%. Wanita dengan
PCOS yang 2-4 kali lebih mungkin untuk memiliki sindrom metabolik dibandingkan
dengan wanita tanpa PCOS.
Obstructive Sleep Apnea
OSA umumnya terkait dengan obesitas, hipertensi, meningkatkan sirkulasi sitokin,
IGT, dan resistensi insulin. Dengan asosiasi, maka tidak mengherankan bahwa
sindrom metabolik sering hadir. Apalagi bila biomarker resistensi insulin
dibandingkan antara pasien dengan OSA dan-berat kontrol cocok, resistensi insulin
lebih parah pada pasien dengan OSA. tekanan udara Continuous positif (CPAP)
pengobatan pada pasien OSA meningkatkan sensitivitas insulin.

1.4 Penatalaksanaan
Saat ini belum ada studi acak terkontrol yang khusus tentang penatalaksanaan
Sindrom Metabolik. Berdasarkan studi klinis, penatalaksanaan agresif terhadap
komponen2 Sindrom Metabolik dapat mencegah atau memperlambat onset
diabetes, hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Semua pasien yang didiagnosis
dengan Sindrom Metabolik hendaklah dimotivasi untuk merubah kebiasaan makan
dan latihan fisiknya sebagai pendekatan terapi utama. Penurunan berat badan
dapat memperbaiki semua aspek Sindrom Metabolik, mengurangi semua penyebab
dan mortalitas penyakit kardiovaskular. Namun kebanyakan pasien mengalami
kesulitan dalam mencapai penurunan berat badan. Latihan fisik dan perubahan pola
makan dapat menurunkan tekanan darah dan memperbaiki kadar lipid, sehingga
dapat memperbaiki resistensi insulin.13)

Latihan Fisik :
Otot rangka merupakan jaringan yang paling sensitif terhadap insulin didalam
tubuh, dan merupakan target utama terjadinya resistensi insulin. Latihan fisik
terbukti dapat menurunkan kadar lipid dan resistensi insulin didalam otot rangka.
Pengaruh latihan fisik terhadap sensitivitas insulin terjadi dalam 24 48 jam dan
hilang dalam 3 sampai 4 hari. Jadi aktivitas fisik teratur hendaklah merupakan
bagian dari usaha untuk memperbaiki resistensi insulin. Pasien hendaklah diarahkan
untuk memperbaiki dan meningkatkan derajat aktifitas fisiknya. Manfaat paling
besar dapat diperoleh bila pasien menjalani latihan fisik sedang secara teratur
dalam jangka panjang. Kombinasi latihan fisik aerobik dan latihan fisik menggunakan
beban merupakan pilihan terbaik. Dengan menggunakan dumbbell ringan
dan elastic exercise band merupakan pilihan terbaik untuk latihan dengan
menggunakan beban. Jalan kaki dan jogging selama 1 jam perhari juga terbukti
dapat menurunkan lemak viseral secara bermakna pada laki2 tanpa mengurangi
jumlah kalori yang dibutuhkan.
Diet
Sasaran utama dari diet terhadap Sindrom Metabolik adalah menurunkan risiko
penyakit kardiovaskular dan diabetes melitus. Review dari Cochrane
Databasemendukung peranan intervensi diet dalam menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular. Bukti-bukti dari suatu studi besar menunjukkan bahwa diet rendah
sodium dapat membantu mempertahankan penurunkan tekanan darah. Hasil2 dari
studi klinis diet rendah lemak selama lebih dari 2 tahun menunjukkan penurunan
bermakna dari kejadian komplikasi kardiovaskular dan menurunkan angka kematian
total. 11)
The Seventh Report of the Joint National Committee on Prevention, Detection,
Evaluation and Treatment of High Blood Pressure (JNC 7) merekomendasikan
tekanan darah sistolik antara 120 139 mmHg atau diastolik 80 89 mmHg sebagai
stadium pre hipertensi, sehingga modifikasi gaya hidup sudah mulai ditekankan
pada stadium ini untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Berdasarkan studi
dari the Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH), pasien yang
mengkonsumsi diet rendah lemak jenuh dan tinggi karbohidrat terbukti mengalami
penurunan tekanan darah yang berarti walaupun tanpa disertai penurunan berat
badan.
Penurunan asupan sodium dapat menurunkan tekanan darah lebih lanjut atau
mencegah kenaikan tekanan darah yang menyertai proses menua. Studi dari the
Coronary Artery Risk Development in Young Adults mendapatkan bahwa konsumsi
produk2 rendah lemak dan garam disertai dengan penurunan risiko sindrom
metabolik yang bermakna. Diet rendah lemak tinggi karbohidrat dapat
meningkatkan kadar trigliserida dan menurunkan kadar HDL kolesterol, sehingga
memperberat dislipidemia. Untuk menurunkan hipertrigliseridemia atau

meningkatkan kadar HDL kolesterol pada pasien dengan diet rendah lemak, asupan
karbohidrat hendaklah dikurangi dan diganti dengan makanan yang mengandung
lemak tak jenuh (monounsaturated fatty acid = MUFA) atau asupan karbohidrat
yang mempunyai indeks glikemik rendah. Diet ini merupakan pola
diet Mediterrania yang terbukti dapat menurunkan mortalitas penyakit
kardiovaskular. Suatu studi menunjukkan adanya korelasi antara penyakit
kardiovaskular dan asupan biji-bijian dan kentang. Para peneliti merekomendasikan
diet yang mengandung biji-bijian, buah-buahan dan sayuran untuk menurunkan
risiko penyakit kardiovaskular. Efek jangka panjang dari diet rendah karbohidrat
belum diteliti secara adekuat, namun dalam jangka pendek, terbukti dapat
menurunkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar HDL-cholesterol dan
menurunkan berat badan.
Pilihan untuk menurunkan asupan karbohidrat adalah dengan mengganti makanan
yang mempunyai indeks glikemik tinggi dengan indeks glikemik rendah yang banyak
mengandung serat. Makanan dengan indeks glikemik rendah dapat menurunkan
kadar glukosa post prandial dan insulin. 12)
Edukasi
Dokter2 keluarga mempunyai peran besar dalam penatalaksanaan pasien dengan
Sindrom Metabolik, karena mereka dapat mengetahui dengan pasti tentang gaya
hidup pasien serta hambatan2 yang dialami mereka dalam usaha memodifikasi
gaya hidup tersebut. Dokter keluarga juga diharapkan dapat mengetahui
pengetahuan pasien tentang hubungan gaya hidup dengan kesehatan, yang
kemudian memberikan pesan2 tentang peranan diet dan latihan fisik yang teratur
dalam menurunkan risiko penyulit dari Sindrom Metabolik
Farmakoterapi :
Terhadap pasien2 yang mempunyai faktor risiko dan tidak dapat ditatalaksana
hanya dengan perubahan gaya hidup, intervensi farmakologik diperlukan untuk
mengontrol tekanan darah dan dislipidemia. Penggunaan aspirin dan statin dapat
menurunkan kadar C-reactive protein dan memperbaiki profil lipid sehingga
diharapkan dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Intervensi
farmakologik yang agresif terhadap faktor2 risiko telah terbukti dapat mencegah
penyulit kardiovaskular pada penderita DM tipe 2.

2. Menjelaskan dan memahami Kebutuhan kalori pada pasien sindroma


metabolik
Broca :
BBN/Bbi = (TB 100) (10%(TB -100))
= (175 100) (10%(175 -100)
= (75) 7,5
= 67,5 sampai 82,5
= 75 (BB lebih)

BB lebih = (TB 100) x 25 + tingkat aktivitas


BBi x 25 = 75 x 25
= 1875

Harris Benedict :
Laki-laki

= 66+(13,7xBBi)+(5xTB)-(6,8xU)
= 66+(13,7x75)+(5x175)-(6,8x26)
= 66+1027,5+875-176,8
= 1791,7

Total

= Basal+(10%xBasal)
= 1791,7+(10% x 1791,7)
= 1791,7+179,17
= 1970,87

Kebutuhan kalori = 1900


Karbohidrat

60% x 1900

1140 kal/4

308,75 gr

Protein

15% x 1900

285 kal/4

71,25 gr

Lemak

25% x 1900

475 kal/9

52,78 gr

Komposisi Bahan Makanan Penukar :


Makan Pagi Pukul 07.00
Nasi/Penukar 100 gram

0,7 gelas

1 satuan penukar

Protein rendah lemak (ikan segar/penukar 40 gr)

1 ptg sdg

1 satuan penukar

Tempe/penukar 50 gram

2 ptg sdg

1 satuan penukar

Sayuran A

Bebas

Minyak

0,5 sdm

1 satuan penukar

Mangga/Penukar 90 gram

0,7 bh bsr

1 satuan penukar

Susu Rendah Lemak 200 gram

1 gls

1 satuan penukar

Sayuran B dan C
Snack Pagi Pukul 10.00

Makan Siang Pukul 12.00


Nasi/Penukar 100 gram

0,7 gelas

1 satuan penukar

Protein lemak sedang (daging/penukar 35 gr)

1 ptg sdg

1 satuan penukar

Tempe/penukar 50 gram

2 ptg sdg

1 satuan penukar

Sayuran A

Bebas

Minyak

0,5 sdm

1 satuan penukar

1 ptg sdg

1 satuan penukar

Nasi/Penukar 100 gram

0,7 gelas

1 satuan penukar

Protein lemak sedang (daging/penukar 35 gr)

1 ptg sdg

1 satuan penukar

Tempe/penukar 50 gram

2 ptg sdg

1 satuan penukar

Sayuran A

Bebas

Minyak

0,5 sdm

1 satuan penukar

Nasi 100 gram

0,7 gelas

1 satuan penukar

Ikan Lele 40 gram

ekor sdg

1 satuan penukar

Tempe 50 gram

2 ptg sdg

1 satuan penukar

Tahu 110 gram

1 bj bsr

1 satuan penukar

Minyak

0,5 sdm

1 satuan penukar

Ketimun (lalapan)

Bebas

Sayuran B dan C
Snack Sore Pukul 15.00
Pepaya/Penukar
Makan Malam Pukul 19.00

Sayuran B dan C
Contoh Menu dalam 1 Hari :
Makan Pagi Pukul 07.00

Sayur Sop (Kentang, Wortel, Kol, Daun Bawang, Buncis, Kacang Merah)
Snack Pagi Pukul 10.00
Mangga 180 gram

2,5 bh besar

1 satuan penukar

Susu sapi 200 gram

1 gls

1 satuan penukar

Nasi 100 gram

0,7 gelas

1 satuan penukar

Daging sapi 35 gram

1 ptg sdg

1 satuan penukar

Tempe 50 gram

2 ptg sdg

1 satuan penukar

Tahu 110 gram

1 bj bsr

1 satuan penukar

Minyak

1 sdm

1 satuan penukar

1 ptg bsr

1 satuan penukar

Bihun 50 gram

0,5 gls

1 satuan penukar

Bakso 170 gram

10 bj sdg

1 satuan penukar

Ketimun

Bebas

Minyak

0,5 sdm

Makan Siang Pukul 12.00

Tumis Brokoli Cah Jamur


Snack Sore Pukul 15.00
Pepaya 110 gram
Makan Malam Pukul 19.00

1 satuan penukar

Capcay
Sambal Kacang (Kacang Tanah

3. Menjelaskan dan memahami Olahraga pada pasien sindroma metabolik


3.1 manfaat olahraga (berdasarkan biokimia dan fisiologi)
Fisiologi Kegiatan Fisik
Bila seseorang sehat melakukan kegiatan fisik dinamik yang berat dengan melibatkan
kelompok otot-otot utamanya, maka akan terjadi peningkatan ambilan oksigen
sebesar 15-20 kali lipat, karena peningkatan laju metabolik pada otot yang aktif.
Kemudian akan terjadi pengumpulan cairan, baik intra maupun ekstra selular.
Ventilasi pulmoner dapat melewati angka 1001/menit dan keluaran jantung
meningkat hingga 20-30 l/menit, untuk memenuhi kebutuhan otot yang aktif, daerah
splangnik dan ginjal. Panas yang ditimbulkan akan terkumpul pada tubuh dan
sebagian besar akan terbuang lewat proses evaporasi. Pada kegiatan fisik dalam
keadaan panas dan lembab dihasilkan keringat sebanyak 2 l/jam

Kegiatan fisik pada keadaan post absorbsi makanan, maka kebutuhan energi otot
yang bekerja akan dipenuhi oleh proses pemecahan glikogen intramuskular,
cadangan trigliserida dan juga peningkatan sedian glukosa hati dan asam lemak
bebas dari cadangan trigliserida ekstramuskular
Ambilan insulin dari jaringan otot saat istirahat membutuhkan insulin,sehingga
disebut insulin-dependent . Namun, pada saat otot aktif, tidak terjadi peningkatan
kadar insulin, walaupun kebutuhan akan glukosa meningkat. Hal ini mungkin
disebabkan peningkatan kepekaan reseptor insulin dan jumlah reseptor yang aktif
saat berolahraga. Hingga jaringan otot aktif disebut juga sebagai jaringan non-insulin
dependent. Kepekaan ini akan berlangsung lama, bahkan hingga latihan telah
berakhir. Pada latihan jasmani akan terjadi blood flow meningkat jala-jala kapiler
terbuka reseptor insulin lebih aktif dan tersedia .
Manfaat olahraga adalah penurunan kadar glukosa darah. Saat berolahraga,glukosa
dan lemak adalah sumber energi utama. Setelah berolahraga selama10 menit,
glukosa akan meningkat sampai 15 kali, dan selama 60 menit,glukosa meningkat
sebanyak 35 kali. Menurut Chaveu dan Kaufman (1889),olahraga pada penderita
diabetes dapat meningkatkan pemakaian glukosa otot yang aktif, sehingga
secara langsung glukosa dapat menurunkan glukosa darah
Latihan jasmani teratur, penting bagi kesehatan setiap orang, karena akan :
Memberikan lebih banyak tenaga
Membuat jantung lebih kuat
Meningkatkan sirkulasi
Memperkuat otot
Meningkatkan kelenturan
Meningkatkan kemampuan bernafas
Membantu mengatur berat badan
Memperlambat proses penuaan
Memperbaiki tekanan darah
Memperbaiki kolesterol dan lemak tubuh yang lain
Mengurangi stress
Melawan akibat-akibat kekurangan aktivitas

3.2 jenis dan pengaturan olahraga yang sesuai


Prinsip olahraga
- Frekuensi : jumlah olahraga dalam seminggu. Sebaiknya dilakukan secara teratur
3-5 kali perminggu
- Intensitas : Ringan dan sedang, yaitu 60 % - 70 % MHR (maximum heart rate)

- Durasi
: 30 -60 menit
- Jenis
: latihan jasmani endurans (aerobik) untuk meningkatkan kemampuan
kardiorespirasi seperti jalan, jogging, berenang, bersepeda.
Latihan jasmani yang dipilih sebaiknya yang disenangi serta memungkinkan untuk
dilakukan dan hendaknya melibatkan otot-otot besar.
Untuk menentukan intensitas latihan, digunakan Maximum Heart Rate(MHR) yaitu:
MHR = 220 umur
Setelah itu ditentukan Target Heart Rate (THR).
THR = Intensitas latihan x MHR
Sebagai contoh : suatu latihan bagi seseorang berumur 60 tahun disasarkan sebesar
75%, maka THR = 75% X (220-60) = 120. Dengan demikian, dalam melakukan latihan
jasmani, sasaran denyut nadinya adalah sekitar 120/menit.
Bila THR tidak tercapai, maka olahraga tidak efektif. Bila melebihi, akan adaresiko
yang tidak diinginkan.
Tahap-tahap yang harus dilakukan saat olahraga:
1.Pemanasan (warm up)
2.Latihan inti (conditioning)
3.Pendinginan (Cooling down)
4.Peregangan (Streching)
Perencanaan Kegiatan Olahraga
1.Pemeriksaan awal
2.Pembuatan program latihan
3.Pengawasan
4.Evaluasi

4. menjelaskan dan memahami makanan halal dan baik dalam islam


4.1makanan halal dan haram
SEJAK dahulu kala umat manusia berbeda-beda dalam menilai masalah makanan dan
minuman mereka, ada yang boleh dan ada juga yang tidak boleh. Lebih-lebih dalam
masalah makanan yang berupa binatang. Adapun masalah makanan dan minuman yang
berupa tumbuh-tumbuhan, tidak banyak diperselisihkan. Dan Islam sendiri tidak
mengharamkan hal tersebut, kecuali setelah menjadi arak, baik yang terbuat dari anggur,

korma, gandum ataupun bahan-bahan lainnya, selama benda-benda tersebut sudah


mencapai kadar memabukkan.
Begitu juga Islam mengharamkan semua benda yang dapat menghilangkan kesadaran
dan melemahkan urat serta yang membahayakan tubuh, sebagaimana akan kami
sebutkan di bawah.
Adapun soal makanan berupa binatang inilah yang terus diperselisihkan dengan hebat
oleh agama-agama dan golongan.

4.1.1 Diharamkan Bangkai


1) Pertama kali haramnya makanan yang disebut oleh ayat al-Quran ialah bangkai, yaitu
binatang yang mati dengan sendirinya tanpa ada suatu usaha manusia yang memang
sengaja disembelih atau dengan berburu.
Hati orang-orang sekarang ini kadang-kadang bertanya-tanya tentang hikmah
diharamkannya bangkai itu kepada manusia, dan dibuang begitu saja tidak boleh
dimakan. Untuk persoalan ini kami menjawab, bahwa diharamkannya bangkai itu
mengandung hikmah yang sangat besar sekali:
a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan
menganggapnya kotor. Para cerdik pandai di kalangan mereka pasti akan beranggapan,
bahwa makan bangkai itu adalah suatu perbuatan yang rendah yang dapat menurunkan
harga diri manusia. Oleh karena itu seluruh agama Samawi memandangnya bangkai itu
suatu makanan yang haram. Mereka tidak boleh makan kecuali yang disembelih,
sekalipun berbeda cara menyembelihnya.
b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh
hal, sehingga tidak ada seorang muslim pun yang memperoleh sesuatu atau memetik
buah melainkan setelah dia mengkonkritkan niat, tujuan dan usaha untuk mencapai apa
yang dimaksud. Begitulah, maka arti menyembelih --yang dapat mengeluarkan binatang
dari kedudukannya sebagai bangkai-- tidak lain adalah bertujuan untuk merenggut jiwa
binatang karena hendak memakannya.
Jadi seolah-olah Allah tidak rela kepada seseorang untuk makan sesuatu yang dicapai
tanpa tujuan dan berfikir sebelumnya, sebagaimana halnya makan bangkai ini. Berbeda
dengan binatang yang disembelih dan yang diburu, bahwa keduanya itu tidak akan
dapat dicapai melainkan dengan tujuan, usaha dan perbuatan.
c) Binatang yang mati dengan sendirinya, pada umumnya mati karena sesuatu sebab;
mungkin karena penyakit yang mengancam, atau karena sesuatu sebab mendatang,
atau karena makan tumbuh-tumbuhan yang beracun dan sebagainya. Kesemuanya ini
tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan, Contohnya seperti binatang yang mati
karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal.
d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia, berarti dengan begitu Ia
telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai

tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. Karena


binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga, sebagaimana ditegaskan oleh alQuran.
e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya, tidak
membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga
mati dan hancur. Tetapi dia harus segera memberikan pengobatan atau
mengistirahatkan.

4.1.2 Haramnya Darah Yang Mengalir


2) Makanan kedua yang diharamkan ialah darah yang mengalir. Ibnu Abbas pernah
ditanya tentang limpa (thihal), maka jawab beliau: Makanlah! Orang-orang kemudian
berkata: Itu kan darah. Maka jawab Ibnu Abbas: Darah yang diharamkan atas kamu
hanyalah darah yang mengalir.
Rahasia diharamkannya darah yang mengalir di sini adalah justru karena kotor, yang
tidak mungkin jiwa manusia yang bersih suka kepadanya. Dan inipun dapat diduga akan
berbahaya, sebagaimana halnya bangkai.
Orang-orang jahiliah dahulu kalau lapar, diambilnya sesuatu yang tajam dari tulang
ataupun lainnya, lantas ditusukkannya kepada unta atau binatang dan darahnya yang
mengalir itu dikumpulkan kemudian diminum. Begitulah seperti yang dikatakan oleh alA'syaa dalam syairnya:
Janganlah kamu mendekati bangkai
Jangan pula kamu mengambil tulang yang tajam
Kemudian kamu tusukkan dia untuk mengeluarkan darah.
Oleh karena mengeluarkan darah dengan cara seperti itu termasuk menyakiti dan
melemahkan binatang, maka akhirnya diharamkanlah darah tersebut oleh Allah s.w.t.

4.1.3 Daging Babi


3) Yang ketiga ialah daging babi. Naluri manusia yang baik sudah barang tentu tidak
akan menyukainya, karena makanan-makanan babi itu yang kotor-kotor dan najis. Ilmu
kedokteran sekarang ini mengakui, bahwa makan daging babi itu sangat berbahaya
untuk seluruh daerah, lebih-lebih di daerah panas. Ini diperoleh berdasarkan
penyelidikan ilmiah, bahwa makan daging babi itu salah satu sebab timbulnya cacing
pita yang sangat berbahaya. Dan barangkali pengetahuan modern berikutnya akan lebih
banyak dapat menyingkap rahasia haramnya babi ini daripada hari kini. Maka tepatlah
apa yang ditegaskan Allah:
"Dan Allah mengharamkan atas mereka yang kotor-kotor." (al-A'raf: 156)
Sementara ahli penyelidik berpendapat, bahwa membiasakan makan daging babi dapat
melemahkan perasaan cemburu terhadap hal-hal yang terlarang.

4.1.4 Binatang Yang Disembelih Bukan Karena Allah


4) Yang keempat ialah binatang yang disembelih bukan karena Allah, yaitu binatang
yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah, misalnya nama berhala Kaum
penyembah berhala (watsaniyyin) dahulu apabila hendak menyembelih binatang,
mereka sebut nama-nama berhala mereka seperti Laata dan Uzza. Ini berarti suatu
taqarrub kepada selain Allah dan menyembah kepada selain asma' Allah yang Maha
Besar.
Jadi sebab (illah) diharamkannya binatang yang disembelih bukan karena Allah di sini
ialah semata-mata illah agama, dengan tujuan untuk melindungi aqidah tauhid,
kemurnian aqidah dan memberantas kemusyrikan dengan segala macam manifestasi
berhalanya dalam seluruh lapangan.
Allah yang menjadikan manusia, yang menyerahkan semua di bumi ini kepada manusia
dan yang menjinakkan binatang untuk manusia, telah memberikan perkenan kepada
manusia untuk mengalirkan darah binatang tersebut guna memenuhi kepentingan
manusia dengan menyebut asma'Nya ketika menyembelih. Dengan demikian,
menyebut asma' Allah ketika itu berarti suatu pengakuan, bahwa Dialah yang
menjadikan binatang yang hidup ini, dan kini telah memberi perkenan untuk
menyembelihnya.
Oleh karena itu, menyebut selain nama Allah ketika menyembelih berarti meniadakan
perkenan ini dan dia berhak menerima larangan memakan binatang yang disembelih
itu.

4.1.5 Macam-Macam Bangkai


Empat macam binatang yang disebutkan di atas adalah masih terlalu global (mujmal),
dan kemudian diperinci dalam surah al-Maidah menjadi 10 macam, seperti yang telah
kami sebutkan di atas dalam pembicaraan tentang bangkai, yang perinciannya adalah
sebagai berikut:
5. Al-Munkhaniqah, yaitu binatang yang mati karena dicekik, baik dengan cara
menghimpit leher binatang tersebut ataupun meletakkan kepala binatang pada tempat
yang sempit dan sebagainya sehingga binatang tersebut mati.
6. Al-Mauqudzah, yaitu binatang yang mati karena dipukul dengan tongkat dan
sebagainya.
7. Al-Mutaraddiyah, yaitu binatang yang jatuh dari tempat yang tinggi sehingga mati.
Yang seperti ini ialah binatang yang jatuh dalam sumur.
8. An-Nathihah, yaitu binatang yang baku hantam antara satu dengan lain, sehingga
mati.

9. Maa akalas sabu, yaitu binatang yang disergap oleh binatang buas dengan dimakan
sebagian dagingnya sehingga mati.
Sesudah menyebutkan lima macam binatang (No. 5 sampai dengan 9) ini kemudian
Allah menyatakan "Kecuali binatang yang kamu sembelih," yakni apabila binatangbinatang tersebut kamu dapati masih hidup, maka sembelihlah. Jadi binatang-binatang
tersebut menjadi halal kalau kamu sembelih dan sebagainya sebagaimana yang akan
kita bicarakan di bab berikutnya.
Untuk mengetahui kebenaran apa yang telah disebutkan di atas tentang halalnya
binatang tersebut kalau masih ada sisa umur, yaitu cukup dengan memperhatikan apa
yang dikatakan oleh Ali r,a. Kata Ali: "Kalau kamu masih sempat menyembelih binatangbinatang yang jatuh dari atas, yang dipukul dan yang berbaku hantam itu..., karena
masih bergerak (kaki muka) atau kakinya, maka makanlah." Dan kata Dhahhak: "Orangorang jahiliah dahulu pernah makan binatang-binatang tersebut, kemudian Allah
mengharamkannya kecuali kalau sempat disembelih. Jika dijumpai binatang-binatang
tersebut masih bergerak kakinya, ekornya atau kerlingan matanya dan kemudian
sempat disembelih, maka halallah dia."

4.1.6 Ikan dan Belalang Dapat Dikecualikan dari Bangkai


Ada dua binatang yang dikecualikan oleh syariat Islam dari kategori bangkai, yaitu
belalang, ikan dan sebagainya dari macam binatang yang hidup di dalam air.
Rasulullah s.a.w. ketika ditanya tentang masalah air laut, beliau menjawab:
"Laut itu airnya suci dan bangkainya halal." (Riwayat Ahmad dan ahli sunnah)
Dan firman Allah yang mengatakan:
"Dihalalkan bagi kamu binatang buruan laut dan makanannya." (al-Maidah. 96)
Umar berkata: Yang dimaksud shaiduhu, yaitu semua binatang yang diburu; sedang
yang dimaksud tha'amuhu (makanannya), yaitu barang yang dicarinya.
Dan kata Ibnu Abbas pula, bahwa yang dimaksud thaamuhu, yaitu bangkainya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdullah
diceriterakan, bahwa Rasulullah s.a.w. pernah mengirimkan suatu angkatan, kemudian
mereka itu mendapatkan seekor ikan besar yang sudah menjadi bangkai. lkan itu
kemudian dimakannya selama 20 hari lebih. Setelah mereka tiba di Madinah,
diceriterakanlah hal tersebut kepada Nabi, maka jawab Nabi:
"Makanlah rezeki yang telah Allah keluarkan untuk kamu itu, berilah aku kalau kamu
ada sisa. Lantas salah seorang diantara mereka ada yang memberinya sedikit. Kemudian
Nabi memakannya." (Riwayat Bukhari)

Yang termasuk dalam kategori ikan yaitu belalang. Dalam hal ini Rasulullah s.a.w.
memberikan suatu perkenan untuk dimakannya walaupun sudah menjadi bangkai,
karena satu hal yang tidak mungkin untuk menyembelihnya.
Ibnu Abi Aufa mengatakan:
"Kami pernah berperang bersama Nabi tujuh kali peperangan, kami makan belalang
bersama beliau." (Riwayat Jama'ah, kecuali Ibnu Majah)

4.1.7 Binatang laut yaitu semua binatang yang hidupnya di dalam air
Binatang ini semua halal, didapat dalam keadaan bagaimanapun, apakah waktu
diambilnya itu masih dalam keadaan hidup ataupun sudah bangkai, terapung atau tidak.
Binatang-binatang tersebut berupa ikan ataupun yang lain, seperti: anjing laut, babi laut
dan sebagainya.
Bagi yang mengambilnya tidak lagi perlu diperbincangkan, apakah dia seorang muslim
ataupun orang kafir. Dalam hal ini Allah memberikan keleluasaan kepada hambahambaNya dengan memberikan perkenan (mubah) untuk makan semua binatang laut,
tidak ada satupun yang diharamkan dan tidak ada satupun persyaratan untuk
menyembelihnya seperti yang berlaku pada binatang lainnya. Bahkan Allah
menyerahkan bulat-bulat kepada manusia untuk mengambil dan menjadikannya
sebagai modal kekayaan menurut kebutuhannya dengan usaha semaksimal mungkin
untuk tidak menyiksanya.
Firman Allah:
"Dialah Zat yang memudahkan laut supaya kamu makan daripadanya daging yang
lembut." (an-Nahl: 14)
"Dihalalkan buat kamu binatang buronan laut dan makanannya sebagai perbekalan
buat kamu dan untuk orang-orang yang belayar." (al-Maidah: 96)
Di sini Allah menyampaikan secara umum, tidak ada satupun yang dikhususkan, sedang
Allah tidak akan lupa (wamakana rabbuka nasiyan)

4.1.8 Binatang darat yang haram


Tentang binatang darat, al-Quran tidak jelas menentukan yang haram, melainkan babi,
darah, bangkai dan yang disembelih bukan karena Allah, sebagaimana telah disebutkan
dalam beberapa ayat terdahulu, dengan susunan yang terbatas pada empat macam dan
diperinci menjadi 10 macam.
Tetapi di samping itu al-Quran juga mengatakan:
"Dan Allah mengharamkan atas mereka yang kotor-kotor." (al-A'raf: 157)

Yang disebut Khabaits (yang kotor-kotor), yaitu semua yang dianggap kotor oleh
perasaan manusia secara umum, kendati beberapa prinsip mungkin menganggap tidak
kotor. Justru itu Rasulullah dalam hadisnya melarang makan keledai kota pada hari
Khaibar.
Hadisnya itu berbunyi sebagai berikut:
"Rasulullah s.a.w. melarang makan daging keledai kota pada hari perang Khaibar." 4
(Riwayat Bukhari)
Dan untuk itu diriwayatkan bahwa Rasulullah melarang binatang yang bertaring dan
burung yang berkuku mencengkeram:
"Rasulullah melarang makan semua binatang buas yang bertaring dan burung yang
berkuku mencengkeram." (Riwayat Bukhari)
Yang dimaksud Binatang Was (siba'), yaitu binatang yang menangkap binatang lainnya
dan memakan dengan bengis, seperti singa, serigala dan lain-lain. Dan apa yang
dimaksud dengan burung yang berkuku (dzi mikhlabin minath-thairi), yaitu yang
kukunya itu dapat melukai, seperti burung elang, rajawali, ruak-ruak bangkai dan
burung yang sejenis dengan elang.
Ibnu Abbas berpendapat, bahwa binatang yang haram dimakan itu hanya empat seperti
yang tersebut dalam ayat. Seolah-olah beliau menganggap hadis-hadis di atas dan lainlain sebagai mengatakan makruh, bukan haram. Atau mungkin karena hadis-hadis
tersebut tidak sampai kepadanya.
Ibnu Abbas juga pernah berkata: "Bahwa orang-orang jahiliah pernah makan sesuatu
dan meninggalkan sesuatu karena dipandang kotor. Kemudian Allah mengutus nabiNya
dan menurunkan kitabNya. Di situlah menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang
haram. Oleh karena itu, apa yang dihalalkan, berarti halal, dan apa yang diharamkan,
berarti haram, sedang yang didiamkan berarti dimaafkan (halal). Kemudian ia membaca
ayat:
"Katakanlah! Saya tidak mendapatkan sesuatu yang diwahyukan kepadaku tentang
makanan yang diharamkan bagi orang yang mau makan kecuali ..." (al-An'am: 145)5
Berdasar ayat ini, Ibnu Abbas berpendapat bahwa daging keledai kota itu halal.
Pendapat Ibnu Abbas ini diikuti oleh Imam Malik, dimana beliau tidak menganggap
haram terhadap binatang-binatang buas dan sebagainya, tetapi ia hanya menganggap
makruh.
Yang sudah pasti, bahwa penyembelihan secara syara' tidak mempengaruhi halalnya
binatang-binatang yang haram itu, tetapi mempengaruhi terhadap sucinya kulit
sehingga tidak perlu lagi disamak.

4.1.9 Khamar (Arak)

KHAMAR adalah bahan yang mengandung alkohol yang memabukkan.


Untuk lebih jelasnya, di sini akan kami sebutkan beberapa bahaya khamar terhadap
pribadi seseorang, baik akalnya, tubuhnya, agamanya dan dunianya. Akan kami jelaskan
juga betapa bahayanya terhadap rumahtangga ditinjau dari segi pemeliharaannya
maupun pengurusannya terhadap isteri dan anak-anak. Dan akan kami bentangkan juga
betapa mengancamnya arak terhadap masyarakat dan bangsa dalam existensinya, baik
yang berupa moral maupun etika.
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh salah seorang penyelidik, bahwa tidak ada
bahaya yang lebih parah yang diderita manusia, selain bahaya arak. Kalau diadakan
penyelidikan secara teliti di rumah-rumah sakit, bahwa kebanyakan orang yang gila dan
mendapat gangguan saraf adalah disebabkan arak. Dan kebanyakan orang yang bunuh
diri ataupun yang membunuh kawannya adalah disebabkan arak. Termasuk juga
kebanyakan orang yang mengadukan dirinya karena diliputi oleh suasana kegelisahan,
orang yang membawa dirinya kepada lembah kebangkrutan dan menghabiskan hak
miliknya, adalah disebabkan oleh arak.
Begitulah, kalau terus diadakan suatu penelitian yang cermat, niscaya akan mencapai
batas klimaks yang sangat mengerikan yang kita jumpai, bahwa nasehat-nasehat, kecil
sekali artinya.
Orang-orang Arab dalam masa kejahilannya selalu disilaukan untuk minum khamar dan
menjadi pencandu arak. Ini dapat dibuktikan dalam bahasa mereka yang tidak kurang
dari 100 hama dibuatnya untuk mensifati khamar itu. Dalam syair-syairnya mereka puji
khamar itu, termasuk sloki-slokinya, pertemuan-pertemuannya dan sebagainya.
Setelah Islam datang, dibuatnyalah rencana pendidikan yang sangat bijaksana sekali,
yaitu dengan bertahap khamar itu dilarang. Pertama kali yang dilakukan, yaitu dengan
melarang mereka untuk mengerjakan sembahyang dalam keadaan mabuk, kemudian
meningkatkan dengan diterangkan bahayanya sekalipun manfaatnya juga ada, dan
terakhir baru Allah turunkan ayat secara menyeluruh dan tegas, yaitu sebagaimana
firmanNya:
"Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya arak, judi, berhala, dan undian adalah kotor dari
perbuatan syaitan. Oleh karena itu jauhilah dia supaya kamu bahagia. Syaitan hanya bermaksud
untuk mendatangkan permusuhan dan kebencian di antara kamu disebabkan khamar dan judi,
serta menghalangi kamu ingat kepada Allah dan sembahyang. Apakah kamu tidak mau
berhenti?" (al-Maidah: 90-91)

Dalam kedua ayat tersebut Allah mempertegas diharamkannya arak dan judi yang
diiringi pula dengan menyebut berhala dan undian dengan dinilainya sebagai perbuatan
najis (kotor). Kata-kata His (kotor, najis) ini tidak pernah dipakai dalam al-Quran, kecuali
terhadap hal yang memang sangat kotor dan jelek.
Khamar dan judi adalah berasal dari perbuatan syaitan, sedang syaitan hanya gemar
berbuat yang tidak baik dan mungkar. Justru itulah al-Quran menyerukan kepada umat

Islam untuk menjauhi kedua perbuatan itu sebagai jalan untuk menuju kepada
kebagiaan.
Selanjutnya al-Quran menjelaskan juga tentang bahaya arak dan judi dalam masyarakat,
yang di antaranya dapat mematahkan orang untuk mengerjakan sembahyang dan
menimbulkan permusuhan dan kebencian. Sedang bahayanya dalam jiwa, yaitu dapat
menghalang untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama, diantaranya ialah zikrullah
dan sembahyang.
Terakhir al-Quran menyerukan supaya kita berhenti dari minum arak dan bermain judi.
Seruannya diungkapkan dengan kata-kata yang tajam sekali, yaitu dengan kata-kata:
fahal antum muntahun? (apakah kamu tidak mau berhenti?).
Jawab seorang mu'min terhadap seruan ini: "Ya, kami telah berhenti, ya Allah!"
Orang-orang mu'min membuat suatu keanehan sesudah turunnya ayat tersebut, yaitu
ada seorang laki-laki yang sedang membawa sloki penuh arak, sebagiannya telah
diminum, tinggal sebagian lagi yang sisa. Setelah ayat tersebut sampai kepadanya, gelas
tersebut dilepaskan dan araknya dituang ke tanah.
Banyak sekali negara-negara yang mengakui bahaya arak ini, baik terhadap pribadi,
rumah tangga ataupun tanah air. Sementara ada yang berusaha untuk
memberantasnya dengan menggunakan kekuatan undang-undang dan kekuasaan,
seperti Amerika, tetapi akhirnya mereka gagal. Tidak dapat seperti yang pernah dicapai
oleh Islam di dalam memberantas dan menghilangkan arak ini.
Dari kalangan kepala-kepala gereja bertentangan dalam menilai bagaimana pandangan
Kristen terhadap masalah arak, justru karena di Injil ditegaskan: "Bahwa arak yang
sedikit itu baik buat perut."
Kalau omongan itu betul, niscaya yang sedikit itu perlu dihentikan, sebab minum arak
sedikit, dapat membawa kepada banyak. Gelas pertama akan disambut dengan gelas
kedua dan begitulah seterusnya sehingga akhirnya menjadi terbiasa.

4.1.9.1 Setiap Yang Memabukkan Berarti Arak


Pertama kali yang dicanangkan Nabi Muhammad s.a.w. tentang masalah arak, yaitu
beliau tidak memandangnya dari segi bahan yang dipakai untuk membuat arak itu,
tetapi beliau memandang dari segi pengaruh yang ditimbulkan, yaitu memabukkan.
Oleh karena itu bahan apapun yang nyatanyata memabukkan berarti dia itu arak,
betapapun merek dan nama yang dipergunakan oleh manusia; dan bahan apapun yang
dipakai. Oleh sebab itu Beer dan sebagainya dapat dihukumi haram.
Rasulullah s.a.w. pernah ditanya tentang minuman yang terbuat dari madu, atau dari
gandum dan sya'ir yang diperas sehingga menjadi keras. Nabi Muhammad sesuai
dengan sifatnya berbicara pendek tetapi padat, maka didalam menjawab pertanyaan
tersebut beliau sampaikan dengan kalimat yang pendek juga, tetapi padat:

"Semua yang memabukkan berarti arak, dan setiap arak adalah haram." (Riwayat Muslim)

Dan Umar pun mengumumkan pula dari atas mimbar Nabi, "Bahwa yang dinamakan
arak ialah apa-apa yang dapat menutupi fikiran." (Riwayat Bukhari dan Muslim).

4.1.9.2 Minum Sedikit


Untuk kesekian kalinya Islam tetap bersikap tegas terhadap masalah arak. Tidak lagi
dipandang kadar minumannya, sedikit atau banyak. Kiranya arak telah cukup dapat
menggelincirkan kaki manusia. Oleh karena itu sedikitpun tidak boleh disentuh.
Justru itu pula Rasulullah s.a.w. pernah menegaskan:
"Minuman apapun kalau banyaknya itu memabukkan, maka sedikitnya pun adalah haram."
(Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)

"Minuman apapun kalau sebanyak furq6 itu memabukkan, maka sepenuh tapak tangan
adalah haram." (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi)

4.10 Narkotik
Al-KHAMRU maa khaamaral aqla (arak ialah semua bahan yang dapat menutupi akal),
suatu ungkapan yang pernah dikatakan oleh Umar Ibnul-Khattab dari atas mimbar
Rasulullah s.a.w. Kalimat ini memberikan pengertian yang tajam sekali tentang apa yang
dimaksud arak itu. Sehingga dengan demikian tidak banyak lagi pertanyaan-pertanyaan
dan kesamaran.
Demikianlah, maka setiap yang dapat mengganggu fikiran dan mengeluarkan akal dari
tabiatnya yang sebenarnya, adalah disebut arak yang dengan tegas telah diharamkan
Allah dan Rasul sampai hari kiamat nanti.
Dari itu pula, semua bahan yang kini dikenal dengan nama narkotik, seperti ganja,
marijuana dan sebagainya yang sudah terkenal pengaruhnya terhadap perasaan dan
akal fikiran, sehingga yang jauh menjadi dekat dan yang dekat menjadi jauh, dapat
melupakan suatu kenyataan, dapat mengkhayal yang tidak akan terjadi dan orang bisa
tenggelam dalam mimpi dan lamunan yang bukan-bukan. Orang yang minum bahan ini
dapat melupakan dirinya, agamanya dan dunianya serta tenggelam dalam lembah
khayal.
Ini, belum lagi apa yang akan terjadi pada tubuh manusia, bahwa narkotik dapat
melumpuhkan anggota tubuh manusia dan menurunkan kesehatan.
Lebih dari itu, narkotik dapat mengganggu kemurnian jiwa, dan menghancurkan moral,
meruntuhkan iradah dan melemahkan perasaan untuk melaksanakan kewajiban yang
oleh pecandu-pecandu dijadikan sebagai alat untuk meracuni tubuh masyarakat.

Dibalik itu semua, narkotik dapat menghabiskan uang dan merobohkan rumahtangga.
Uang yang dipakai untuk membeli bahan tersebut adalah standard rumahtangga yang
mungkin juga oleh pecandu-pecandu narkotik akan diambilnya dari harta standard
hidup anak-anaknya; dan mungkin juga dia akan berbelok ke suatu jalan yang tidak baik
justru untuk mengambil keuntungan dari penjualan narkotik.
Kalau di atas telah kita sebutkan bahwa perbuatan haram itu dapat membawa kepada
keburukan dan bahaya, maka bagi kita sudah cukup jelas tentang haramnya bahan yang
amat jelek ini, yang tidak diragukan lagi bahayanya terhadap kesehatan, jiwa, moral,
masyarakat dan perekonomian.
Haramnya narkotik ini telah disepakati oleh ahli-ahli fiqih yang pada zamannya dikenal
dengan nama alkhabaits (yang jelek-jelek).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam tinjauannya, mengatakan: "Ganja (hasyisy) adalah
bahan yang haram, baik orang yang merasakan itu mabuk ataupun tidak ... Hasyisy ini
selalu dipakai oleh orang-orang jahat, karena di dalamnya mengandung unsur-unsur
yang memabukkan dan menyenangkan. Biasanya dicampur dengan minuman-minuman
yang memabukkan.
Bedanya hasyisy dengan arak, bahwa arak dapat menimbulkan suatu reaksi dan
pertentangan. Tetapi hasyisy dapat menimbulkan suatu krisis dan kelemahan. Justru itu
dia dapat merusak fikiran dan membuka pintu syahwat serta hilangnya perasaan
semangat (ghirah). Justru itu dia lebih berbahaya daripada minuman keras.
Ini sudah pernah terjadi di kalangan orang-orang Tartar.
Dan bagi yang merasakannya, sedikit ataupun banyak didera 80 atau 40 kali.
Barangsiapa yang dengan terang-terangan merasakan hasyisy ini dia akan ditempatkan
sebagaimana halnya orang yang terang-terangan minum arak, dan dalam beberapa hal
lebih buruk daripada arak. Untuk itu dia akan dikenakan hukuman sebagaimana
hukuman yang berlaku bagi peminum arak."
Kata Ibnu Taimiyah selanjutnya: "Menurut kaidah syara', semua barang haram yang
dapat mengganggu jiwa seperti arak, zina dan sebagainya dikenakan hukum had
(hukuman tindak kriminal), sedang yang tidak mengganggu jiwa seperti makan bangkai
dikenakan tindakan ta'zir.11 Sedang hasyisy termasuk bahan yang barangsiapa
merasakannya berat untuk mau berhenti. Hukum haramnya telah ditegaskan dalam alQuran dan Sunnah terhadap orang yang merasakannya sebagaimana makan makanan
lainnya.
Sumber : http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Halal/201.html

4.2 Jenis, Pengaturan, dan Cara Makan yang Baik Sesuai Ajaran Islam

4.2.1 Jenis Makan yang Baik Sesuai Ajaran Islam


Al Qur'an tidak membatasi dirinya dalam hanya menyebutkan makanan halal dan
diperbolehkan tetapi pergi ke tingkat memberikan tips yang berguna tentang diet
seimbang, diet yang berisi sebagian besar jika tidak semua bahan yang berguna yang
diperlukan untuk pertumbuhan, penguatan dan perbaikan dari tubuh manusia. Bahanbahan termasuk protein hewani, lemak, kalsium, zat besi, garam, dll diet paling
seimbang terdiri dari daging, ikan, susu keju, dan buah segar. Kedua referensi langsung
dan tidak langsung telah dibuat mengenai sungai tersebut.
Referensi mengenai pentingnya protein daging dalam makanan manusia diberikan
dalam ayat berikut:
"Dan ternak, Dia telah menciptakan mereka untuk Anda, di dalamnya ada
kehangatan (pakaian) dan berbagai manfaat, dan dari mereka Anda makan."
(16:5)
Dalam ayat ini referensi khusus telah diberikan kepada pentingnya makan meskipun
yang mengatakan, "... banyak manfaat ..." Referensi mengenai jenis daging lainnya
juga telah diberikan seperti daging ayam dalam ayat berikut.:
"Dan
(56:21)

daging

unggas

yang

mereka

inginkan."

Ikan selalu dianggap sebagai makanan protein yang sangat tinggi dan sangat penting
untuk konsumsi manusia. Allah berfirman:
"Dan dari mereka berdua (segar dan air garam) Anda makan tender daging segar
(ikan)."
(35:12)
Kegunaan susu segar ditekankan dalam kata-kata:
"Dan sesungguhnya di ternak ada pelajaran untuk Anda. Kami memberikan Anda
minum dari apa yang ada di perut mereka, dari antara ekskresi dan darah, susu
murni,
cocok
untuk
peminum.
"
(16:66)
Manfaat buah-buahan sebagai makanan yang baik dapat dipahami dari ayat ini:
"Dan dari buah kurma dan anggur, Anda menginginkan minuman keras dan rezeki
yang
lumayan."
(16:67)
Demikian pula ada ayat-ayat yang mencakup seluruh jajaran buah-buahan, salad, dan
sayuran yang juga memainkan peran penting dalam diet, bergizi seimbang:

"Dan Dialah yang menurunkan air dari langit, dan dengan itu Kami mendatangkan
vegetasi dari semua jenis, dan keluar dari itu Kami membawa biji-bijian berkerumun
sebagainya tebal. Dan keluar dari kurma dan serentetan yang datang dari kelompok
tanggal menggantung rendah dan dekat, dan kebun-kebun anggur, zaitun dan delima
masing-masing (dalam bentuk) yang sama namun berbeda (dalam berbagai dan
rasa). Lihatlah buah mereka ketika kemudian mulai untuk menanggung, dan
kematangan
daripadanya.
"
(6:99)
Islam, sebagai agama yang lengkap, juga mengajarkan dan menyarankan orang percaya
seperti apa metode terbaik untuk makan adalah. Orang-orang beriman disarankan
untuk menjadi moderat dalam setiap aspek kehidupan. Referensi langsung telah dibuat
dalam Al Qur'an Noble mengenai moderasi dalam makan dan minum.
"Dan makan dan minum, tetapi tidak buang pemborosan, tentu Dia (Allah) tidak
menyukai
orang-orang
yang
sampah
di
pemborosan."
(7:31)
Sumber : http://www.inter-islam.org/Lifestyle/diet.htm

4.2.2 Pengaturan Makan yang Baik Sesuai Ajaran Islam


hindari perpaduan makanan yang bias mengganggu kesehatan antara lain perpaduan dari
beberapa bahan makanan sebagai berikut.
1.antara susu dengan ikan
2.antara susu dengan cuka,
3.antara dua makanan yang sama-sama mengandung unsur panas, dingin, lengket, penyebab
sembelit, penyebab mencret, keras
4.antara makanan yang mudah dicerna dan sulit dicerna
5.antara yang dibakar dan direbus,
6.antara daging yang segar, yang sudah digarami, dan yang kering
7.antara susu dan telur,
8.antara daging dan susu.

4.2.3 Cara Makan yang Baik Sesuai Ajaran Islam


Beberapa catatan tentang cara makan yang baik menurut ajaran islam.
1.yang paling utama yaitu makanan tersebut didapatkan dengan secara halal
2.tidak mengandung unsur unsur makanan yang diharamkan agama
3.tidak mengandung bahan bahan yang bias merusak kesehatan
4.makan dengan cara membagi 3 bagian isi perut 1 bagian untuk makanan, 1 bagian untuk
minuman dan satu bagian untuk udara
5.makanlah ketika lapar dan berhentilah makan sebelum kenyang [ jangan sampai
kekenyangan hingga bersendawa ]
6.hindari makan makanan yang berpaduanya bias mengganggu kesehatan.
7.Jangan tinggalkan makan malam, karena kolesterol akan bertambah
8.Jangan makan buah setelah makan nasi, namun makanlah buah sebelum makan nasi.
9.Tidurlah 1 jam setelah makan siang

5. Menghitung Jumlah Kalori bahan makanan yang dimakan 1 hari yang lalu,
termasuk makan besar dan selingan
Konsumsi makanan Tuan B, 1 hari yang lalu
Jenis makanan dan minuman
Gado-gado
combro 5 buah
kue sus 6 buah

berat (gr)
1 porsi (100g)
per combro 50 gr
per 3 sus 100 gr

Kalori
150 kalori
565 kalori
476 kalori

Makan siang

ayam goreng
gulai tunjang
es cendol

1 porsi (30 gr)


1 porsi (106 gr)
1 gelas

100 kalori
275 kalori
240 kalori

selingan

lapis legit 3 potong

100 gr

388 kalori

Makan malam

pizza (supreme)

1 porsi (224 gr)

600 kalori

selingan

onde-onde 3 buah

per onde (85 gr)


total kalori per hari

255 kalori
3049 kalori

Sarapan

Daftar Pustaka

1. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Interna Publishing, Jakarta. 2009


2. Cara mudah mengatur makanan sehari-hari. Seimbang dan sesuai
kebutuhan gizi. Balai penerbit FKUI, Jakarta. 2010
3. Daftar Bahan Makanan Penukar. Petunjuk praktis Perencanaan Makan
sehat, seimbang dan bervariasi, edisi kedua. Balai penerbit
FKUI,Jakarta.2009