Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH INDIVIDU

KEPERAWATAN ANAK

Disusun Oleh :
Nama

: Uli Astika Sinaga

NIM : P05120214 062


Kelas

: 2B DIII Keperawatan

PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN


JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU
TAHUN 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala berkat dan karunia-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah Keperawatan Anak dalam bentuk
maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebaikbaiknya untuk kita semua.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi
makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami
miliki sangat kurang. Oleh karena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk
memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Bengkulu,

Maret 2016

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Pembukaan .................................................................................................................i


Halaman Penyusun.....................................................................................................................ii
Kata Pengantar..........................................................................................................................iii
Daftar Isi....................................................................................................................................iv
Bab I Pendahuluan.....................................................................................................................1
Latar Belakang...............................................................................................................1
Rumusan Masalah..........................................................................................................2
Tujuan.............................................................................................................................2
Bab II Tinjauan Pustaka.............................................................................................................3
A. Konsep Dasar ...............................................................................................................3
1.Definisi penyakit ........................................................................................................3
2.Etiologi .......................................................................................................................3
3.Manifestasi klinis .......................................................................................................3
4.Patofisiologi ...............................................................................................................4
5.Komplikasi .................................................................................................................6
6.Penatalaksanaan medis ...............................................................................................6
B. Proses Keperawatan .....................................................................................................7
1.Pengkajian ..................................................................................................................7
2.Diagnosa .....................................................................................................................7
3.Intervensi ....................................................................................................................8
4.Implementasi ............................................................................................................14
Bab III Penutup........................................................................................................................15
1.1 Kesimpulan.............................................................................................................15
1.2 Saran.......................................................................................................................15
Daftar Pustaka...................................... ...................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan penyakit saluran cerna pada bayi baru
lahir, ditandai dengan kematian jaringan luas yang terjadi pada dinding usus. Penyakit ini
menjadi salah satu masalah pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR).
Pada umumnya NEC lebih sering ditemukan pada bayi prematur daripada bayi cukup
bulan. Faktor resiko penyebab terjadinya NEC adalah kelahiran prematur, pemberian
makanan enteral dini, perlukaan mukosa usus, dan adanya bakteri pada usus.
Angka kejadian NEC mencapai 6% pada bayi dengan berat badan lahir kurang
dari 1500 gram diseluruh dunia, dan cenderung meningkat pada akhir dekade ini.
Beberapa penulis melaporkan angka kejadian berkisar antara 1,5-7,5% pada bayi yang
dirawat di Unit Perawatan Intensif. Angka kejadian NEC berbeda dari satu rumah sakit
dengan rumah sakit lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan angka
kejadian penyakit ini adalah kemampuan dalam mendiagnosis dan mengenali gajala dini
penyakit ini.
Diagnosis NEC di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada
tahun 60-an jarang ditegakkan. Kewaspadaan terhadap penyakit ini baru meningkat
sesudah tahun 1972. Pada penelusuran catatan medik di sub bagian perinatologi
FKUI/RSCM, sejak tahun 1982-1985 menunjukkan 1 kasus pada tahun 1980, 2 kasus
tahun 1982, 3 kasus pada tahun 1983, 4 kasus pada tahun 1984 dan 3 kasus pada tahun
1985. Dari gambaran kejadian ini terlihat bahwa penambahan kejadian justru pada saat
digunakan alat canggih dalam penanganan neonatus.
Angka kematian NEC cukup tinggi. Pada tahun 1980 angka kematian NEC di
Amerika Serikat adalah 29%. Sedangkan di Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita
pada tahun 1988-1989, dari 35 penderita NEC dilaporkan kematian terjadi pada 19 kasus
(54,3%).

1.2 Rumusan Masalah


1. Jelaskan konsep teori penyakit meliputi pengertian, etiologi, patofisiologi, WOC,
manifestasi klinis, komplikasi, penatalaksanaan medis!
4

2. Jelaskan proses perawatan mulai dari pengkajian, rumusan diagnosa keperawatan,


perencanaan, implementasi dan evaluasi!
1.3 Tujuan Penulisan
1. Memahami konsep teori penyakit meliputi pengertian, etiologi, patofisiologi, WOC,
manifestasi klinis, komplikasi, penatalaksanaan medis.
2. Menjelaskan dan mengetahui proses perawatan mulai dari pengkajian, rumusan
diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Konsep Dasar Necrotizing Enterocolitis


1. Definisi Penyakit
Necrotizing Enterocolitis (NEC) merupakan penyakit saluran pencernaan yang
terjadi pada bayi baru lahir, kejadiannya lebih banyak terjadi pada bayi prematur.
NEC artinya Necrotizing adalah kerusakan dan kematian sel-sel, Entero adalah
usus kecil, Colitis adalah infeksi dan peradangan pada usus besar (kolon).
2. Etiologi
a. Prematur
b. Iskemia
c. Infeksi
d. Pemberian enteral

3. Manifestasi Klinis
Spesifik
a. Abdomen distensi (sering mengkilap)
b. Darah dalam tinja atau isi lambung
c. Retensi lambung
d. Eritema atau endurasi dinding perut lokal
e. Muntah bilious
Nonspesifik
a. Letargi
b. Nafsu makan buruk
c. Hipotensi
d. Muntah
e. Apnea
f. Peningkatan haluaran urin
g. Suhu tidak stabil
h. Jaundice

4. Patofisiologi
Penyebab pasti NEC tidak diketahui, tetapi beberapa teori berusaha
menjelaskan. Kemungkinan dipikirkan jaringan usus bayi prematur masih lemah
dengan sedikitnya aliran darah dan oksigen dan saat proses pencernaan dimulai,
makanan bergerak sepanjang usus, bakteri yang normal berada di usus dapat masuk
dan merusak dinding jaringan usus
Kerusakan usus yang terjadi dapat mempengaruhi sedikit bagian dari usus atau
dapat semakin berat dan melibatkan bagian usus lebih luas. Bayi tidak dapat untuk
melanjutkan proses makan (susu) dan tampak sakit bila bakteri terus menyebar
6

sepanjang dinding usus dan kadangkala masuk ke aliran darah. Dalam kasus NEC
yang berat dapat terjadi lubang di usus (perforasi) yang membuat bakteri keluar dari
usus dan dapat menginfeksi rongga perut.

5. WOC (Web Of Caustion)

idiopatik

Iskemi pada
saluran intestinal
dan kolonisasi

Pemberian
susu formula

Imunitas bayi

Perubahan status
kesehatan anak

Necrotizing enterocolitis

Kerusakan dinding jaringan


usus

Nyeri tekan
abdomen
Nyeri akut

Perforasi

Ansietas

Malas makan

Penurunan bunyi usus

Resiko infeksi
Suplai nutrisi kurang

Ketidakseimbangan Nutrisi:
7
kurang dari kebutuhan tubuh

6. Komplikasi
a. Striktur Usus
Striktur usus dapat berkembang pada bayi dengan atau tanpa perforasi
sebelumnya. Insidennya sekitar 25-33%. Walaupun lokasi yang paling mungkin
untuk penyakit akut, yaitu ileum terminal dan striktur yang paling sering
melibatkan sisi kiri dari kolon.
b. Sindrom Usus Pendek
Sindrom usus pendek adalah suatu gejala kesulitan pencernaan yang
dihasilkan dari reaksi berlebihan usus halus yang diperlukan untuk penyerapan
nutrisi penting dari lumen usus.
7. Penatalaksanaan
a. Pemasukan makanannya melalui parenteral (TPN/Total Parenteral Nutrition)
untuk mencegah terjadinya keadaan nutrisi yang memburuk
b. Pemasukan nutrisi melalui oral dapat dilakukan 10-14 hari setelah
radiographic normalization
c. Pemberian terapi antimikroba spectrum luas diperlukan untuk menangani
gejala awal
d. Bayi dalam keadaan syok. Pada keadaan ini sangat penting memberikan NaCl
0,9% albumin, serta dopamine dosis rendah (2-3 mg/kg/hr)
e. Apabila usaha tersebut gagal yaitu ditandai dengan anak kekurangan nutrisi
serta mengalami perforasi bowel, maka tindakan pembedahan harus dilakukan
f. Bowel lavage dapat dilakukan dan cairan peritoneal dikumpulkan untuk
dilakukan kultur
8

B. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan


a. Pengkajian Umum
-

Identitas Klien

Riwayat Kesehatan Klien

Riwayat Kesehatan Keluarga

Pengobatan yang pernah dilakukan

b. Pengkajian Fisik
-

Kaji antropometri (BB, TB, lingkar kepala)

Observasi penampilan umum (pucat, lemah, bentuk tubuh, perut buncit)

Cek TTV (tekanan darah, suhu tubuh, nadi, pernapasan)

Turgor kulit

Kaji adanya tanda-tanda NEC, seperti distensi abdomen, tidak nafsu makan,
apnea, letargi, muntah, feses berdarah, suhu tubuh tidak stabil, jaundice, syok)

Kaji tanda-tanda infeksi (tumor, rubor, dolor, kalor, fungsiolaisa)

c. Pengkajian Lab
-

Analisa gas darah

Jumlah sel darah merah

Jumlah platelet
9

Kultur darah

Serum elektrolit

Darah arteri

2. Diagnosa Keperawatan
a. Ketidakseimbangan nutrisi b.d ketidakmampuan untuk mengabsorbsi nutrien
b. Nyeri akut b.d agen cidera fisik
c. Resiko infeksi b.d pertahanan primer tidak adekuat (kulit tidak utuh, trauma
jaringan)
d. Ansietas b.d perubahan dalam status kesehatan anak
3. Perencanaan
No.
1.

Dx Keperawatan

Tujuan dan Kriteria Hasil

Ketidakseimbangan NOC
nutrisi b.d
ketidakmampuan
untuk
mengabsorbsi
nutrien

Intervensi
NIC

Setelah dilakukan tindakan


keperawatan selama ...x... jam
diharapkan BB stabil, pasien

Monitor TTV

Anjurkan ibu

BB meningkat

Tidak ada muntah

status kesehatan
klien secara
umum

eksklusif kepada
bayinya

Asupan nutrisi terpenuhi


-

bagi bayi
dibandingkan

Observasi dan

dengan pemberian

catat masukan

susu formula

makanan pasien
-

ASI adalah
makanan terbaik

Timbang berat
badan setiap hari

TTV dapat
menunjukkan

memberikan ASI

Kriteria Hasil :

untuk

bebas dari tanda-tanda malnutrisi.

Rasional

Memberikan

Pantau hasil

informasi tentang

pemeriksaan lab

keadaan masukan
10

(Hb/Ht, BUN,

diet atau

Albumin, protein

penentuan

dan elektrolit

kebutuhan nutrisi

serum
-

Mengawasi

Kolaborasi,

jumlah

Berikan cairan IV

kalori/kualitas

hiperalimentasi

kekurangan

dan lemak sesuai

konsumsi

indikasi

makanan
-

Meningkatkan
efektivitas
program
pengobatan
termasuk sumber
diet nutrisi yang
dibutuhkan

Memenuhi
kebutuhan cairan
atau nutrisi
sampai masukan
oral dapat dimulai

2.

Nyeri akut b.d agen NOC


cidera fisik

Pain Level
Pain Control

NIC
-

Lakukan

Perbaikan

pengkajian nyeri

sirkulasi perifer

secara

meningkatkan
11

Kriteria Hasil :

Mampu mengontrol nyeri


(tahu penyebab nyeri,
mampu menggunakan
teknik nonfarmakologi
untuk mengurangi nyeri,
mencari bantuan)

nyeri

dan mengurangi

durasi, frekuensi,

akumulasi

kualitas, dan

metabolit yang

faktor presipitasi

menyebabkan

Gunakan teknik

pengalaman nyeri
pasien
-

spasme otot

Observasi reaksi

mengetahui

frekuensi dan tanda nyeri

setelah nyeri berkurang

karakteristik,

terapeutik untuk

Mampu mengenali nyeri

Menyatakan rasa nyaman

disuplai ke otak

komunikasi

(skala, intensitas,

termasuk lokasi,

ketidaknyamanan

berkurang dengan

oksigen yang

nonverbal dari

Melaporkan bahwa nyeri


menggunakan manajemen

komprehensif

Analgetik
membantu
mengurangi nyeri
dan
memungkinkan
pasien
berpartisipasi
dalam aktivitas
dan latihan untuk

Kaji kultur yang

memperbaiki

mempengaruhi

sirkulasi

respon nyeri
-

Evaluasi
pengalaman nyeri
masa lampau

Evaluasi bersama
pasien dan tim
kesehatan lain
tentang
ketidakefektifan
kontrol nyeri
masa lampau

Bantu pasien dan


keluarga untuk
12

mencari dan
menemukan
dukungan
-

Kontrol
lingkungan yang
dapat
mempengaruhi
nyeri seperti suhu
ruangan,
pencahayaan dan
kebisingan

Pilih dan lakukan


penanganan nyeri
(farmakologi, non
farmakologi dan
interpersonal)

Kaji tipe dan


sumber nyeri
untuk
menentukan
intervensi

Memberikan
analgetik sesuai
resep, dengan
pendekatan
keperawatan yang
sesuai

Tingkatkan
istirahat

Kolaborasikan
13

dengan dokter
jika ada keluhan
dan tindakan
nyeri tidak
berhasil
3.

Resiko infeksi b.d

NOC

pertahanan primer

NIC
Immune Status

tidak adekuat (kulit


tidak utuh, trauma

Knowldge :

jaringan)

Infection Control

Infection Control
(Kontrol Infeksi)
-

Bersihkan
lingkungan

Risk Control

penularan resiko

setelah dipakai

infeksi

pasien lain

Kriteria Hasil :

Klien bebas dari tanda


dan gejala infeksi

Pertahankan

terhadap pasien

teknik isolasi

lain

penularan penyakit, faktor

yang mempengaruhi

resiko infeksi
-

Instruksikan pada

pada pengunjung

Menunjukkan kemampuan

pengunjung untuk

dan pasien

untuk mencegah

mencuci tangan

timbulnya infeksi

saat berkunjung
dan setelah

Untuk
menurunkan

penularan serta

Untuk mngurangi
resiko infeksi

Mendeskripsikan proses

penatalaksanaannya

Untuk mencegah

Jumlah leokosit dalam

Untuk membunuh

berkunjung

kuman atau

batas normal

meninggalkan

bakteri

Menunnjukkan perilaku

pasien

hidup sehat

Gunkan sabun
antimikrobia
untuk cuci tangan

untuk melindungi
diri terhadap
resiko infeksi
14

mensterilkan alat

Cuci tangan
setiap sebelum

untuk

dan sesudah

untuk memenuhi
kebutuhan nutrisi

tindakan
keperawatan
-

Pertahankan

memepercepat

lingkungan

proses

aseptik selama

penyembuhan

pemasangan alat
-

untuk

Tingkatkan intake
nutrisi

untuk mengetahui
tingkat infeksi
pasien

Berikan terapi
antibiotik bila
perlu, infection
protection(proteks
i terhadap infeksi)

Monitor tanda
dan gejala infeksi
sistemik dan lokal

4.

Ansietas b.d

NOC

NIC

perubahan dalam
status kesehatan

Setelah dilakukan tindakan

anak

tindakan keperawatan selama

Kaji tingkat
kecemasan

Mengetahui
kemampuan
15

...x... jam diharapkan ansietas

berkurang.

kesempatan

Kriteria Hasil :
-

Berikan

koping individu
-

Membina

kepada klien

hubungan saling

untuk

percaya
-

Tingkat ansietas ringan

mengungkapkan

sampai sedang dan

perasaan

yang diberikan

mampu menunjukkan

kecemasannya

dapat membantu

Pada saat ansietas

menguatkan sisi

ansietas, konsentrasi, dan

berat, damping

psikologis pasien

koping

pasien, bicara

untuk mengurangi

dengan tenang

ansietasnya

pengendalian diri terhadap

dan berikan

Pendampingan

Informasi yang

ketenangan serta

didapatkan dapat

rasa nyaman

membuat klien

Berikan informasi

merasa lebih

tentang

tenang

perawatan/keadaa
n anaknya

4. Implementasi
Melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan perencanaan keperawatan.

5. Evaluasi
Hasil yang diharapkan :
a. Nutrisi klien tercukupi
b. Nyeri klien berkurang
c. Klien bebas dari resiko infeksi
d. Kecemasan klien berkurang

16

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Necrotizing Enterocolitis merupakan penyakit yang memiliki angka mortalitas dan
morbiditas yang tinggi pada bayi baru lahir, resiko meningkat pada bayi prematur dan bayi
berat lahir sangat rendah. Kelainan ini diduga muncul sebagai akibat dari respon inflamasi
dari suatu iskemia intestinal, kolonisasi bakteri atau dan pemberian makanan enteral. Bayi
prematur berbeda dibandingkan bayi-bayi aterm dan pasien yang lebih besar dalam beberapa
hal antara lain pertahanan tubuh pada sistem pencernaan, motilitas intestinal, pola kolonisasi
bakteri, autoregulasi aliran darah splanknikus, dan regulasi jalur inflamasi.
Bayi prematur menjadi lebih rentan diakibatkan sistem imun yang imatur yang mana
tidak memadai dalam melindungi terhadap organisme patogen. Mencegah prematuritas,
pemberian antibiotik enteral, penggunaan cairan parenteral secara bijak, pemberian IgG dan
IgM enteral, pemberian kortikosteroid antenatal, penundaan atau melambatkan pemberian
makanan pendamping ASI, pemberian ASI dan penggunaan probiotik dapat menjadi
pendekatan yang paling baik dalam mencegah NEC.

3.2 Saran
Berdasarkan kesimpulan di atas, penyusun mempunyai saran adalah agar perawat
dapat membantu dalam upaya penyembuhan penderita Necrotizing Enterocolitis dan
agar pembaca dapat mengaplikasikan cara perawatan penderita Necrotizing Enterocolitis.

17

DAFTAR PUSTAKA

Ganong, William F.2008. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 22. Jakarta: EGC

Nurarif Amin Huda & Kusuma Hardhi. 2015. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan NANDA.Yogyakarta: MediAction

Kitterman, J. 2006. Enterocolitis Necrotizing. Dalam: Buku Ajar Pediatri Rudolph


Vol. 1. Ed 20. Jakarta: EGC

Sukadi, A. 2002. Pedoman Terapi Penyakit Pada Bayi Baru Lahir. Bandung:
Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSHS

https://www.scribd.com/doc/46126530/Necrotizing Enterocolitis

18