Anda di halaman 1dari 6

Akbar Fadheli

FK TRISAKTI
NIM: 030.10.015

Schizofrenia Hebefrenik
ANAMNESIS
Keluhan Utama: Nn. L berusia 25 tahun dibawa ke RSJ SH karena telanjang
keluar rumah sejak 1 minggu yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang: pasien dibawa ke IGD RSJ SH diantar oleh
orang tuanya karena telanjang keluar rumah sejak 1 minggu yang lalu.
Menurut keterangan ibu pasien, pasien tiba-tiba saja membuka semua
bajunya

dan

berjalan

keluar

rumah

dengan

keadaan

telanjang.

Sebelumnya, pasien memang mulai menarik diri, dan bicara melantur


sejak 1 bulan yang lalu. Sejak saat itu pasien sering tertawa sendiri tanpa
sebab yang jelas dan sering murung diam di kamar. Saat ini pasien dalam
keadaan murung, diam dan menyendiri di kamar selama 2 hari
belakangan ini pasca pasien telanjang keluar rumah. Saat dilakukan
anamnesis pasien mengaku sering mendengar suara-suara bisikan untuk
menyuruhnya telanjang dan pergi keluar rumah, apabila tidak pasien
mengaku akan dibunuh. Dan pasien mengaku terkadang sering melihat
nabi yang menyuruhnya beribadah dan setan yang menyuruhnya untuk
tidak beribadah.
Riwayat Penyakit Dahulu: Tidak terdapat riwayat hipertensi, diabetes
melitus, penyakit jantung, kolesterol dan trauma sebelumnya. Menurut
keterangan anak pasien, pasien tidak pernah menderita sakit berat
sampai harus di rawat di rumah sakit ataupun dioperasi.
Riwayat Penyakit Keluarga: Tidak ada riwayat keluarga dengan gangguan
jiwa.
Riwayat Obat: pasien belum mengobati penyakitnya dan tidak ada riwayat
konsumsi obat tertentu.
Riwayat Personal sosial : pasien tidak memiliki kebiasaan merokok dan
minum alkohol. Dan tidak ada riwayat konsumsi NARKOBA.
PEMERIKSAAN FISIK DAN STATUS MENTAL

Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum

: Baik, tampak tidak terawat

Kesadaran

: Compos Mentis

Tanda Vital

: Tekanan Darah 110/80 mmHg, Nadi 84x/ menit,


Suhu 36,6 oC, Pernafasan 20x/ menit

Sistem kardiovaskular, respiratorius, gastro-intestinal, musculosceletal,


urogenital dalam batas normal dan tidak terdapat kelainan.
Saraf kranial (I-XII)

: Baik

Tanda rangsang meningeal

: Kaku kuduk (-) brudzinki (-) laseque (-)

kernig (-)
Refleks fisiologis

: (+) normal

Refleks patologis

: Tidak ada

Motorik

: Baik

Sensorik

: Baik

STATUS MENTAL
Deskripsi umum
Penampilan

: tampak sesuai dengan usianya, memakai sendal,


rambut berantakan

Kesadaran

: compos mentis, tidak tampak terganggu

Perilaku & aktifitas psikomotor

perilaku

tampak

tidak

lazim

kurang

jelas,

(berbicara sendiri)
Sikap terhadap pemeriksa
Pembicaraan

: kurang kooperatif

:berbicara

spontan,

artikulasi

intonasi datar, volume normal


Gangguan persepsi
Proses pikir

: tidak terdapat gangguan persepsi


: terdapat gangguan dalam proses pikir

Sensorium dan kognitif


Taraf pendidikan
Pengetahuan umum

: SMA
:cukup baik

Kecerdasan

: Rata rata

Konsentrasi

:kurang baik

Orientasi - Waktu

:buruk (pasien tidak tau sekarang tahun

berapa)
-

Tempat

:buruk (pasien tidak mengetahui dia dimana dan

sering tersesat)
Orang
:buruk (pasien tidak mengenali keluarganya)

Daya ingat - Jangka panjang :Tidak dapat dinilai


-

Jangka pendek
: Tidak dapat dinilai
Segera
: Tidak dapat dinilai
Pikiran abstraktif
: Tidak dapat dinilai

Kemampuan menolong diri sendiri : pasien memerlukan bantuan orang


lain untuk perawatan diri dan melakukan aktiftas sehari-hari.
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
1. Schizofrenia Paranoid
2. Gangguan Skizoafektif

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
AXIS I : Schizofrenia Paranoid
AXIS II : tie kepribadian skizoid
AXIS III : AXIS IV : Masalah dengan pekerjaan
AXIS V : GAF current
GAF HLPY

: 20 11

: 70 61

TERAPI
1. Injeksi Haloperidol 5mg/ml IM
2. Risperidon 2 x 25mg PO
Rawat Inap untuk Observasi

DELIRIUM
ANAMNESIS
Keluhan utama: Tn. A berusia 73 tahun dibawa ke IGD RSJ SH karena bicara
kacau dan mengamuk sejak 3 hari yang lalu.
Riwayat penyakit sekarang: pasien dibawa ke IGD RSJ SH diantar oleh anaknya
karena bicara kacau dan mengamuk sejak 3 hari yang lalu. Ibu pasien
mengatakan ayahnya tiba-tiba mengamuk tanpa sebab yang jelas dan terlihat
berbicara sendiri. Menurut keterangan anak pasien, pasien mengalami demam
yang dirasakan sejak 1 minggu SMRS dan naik turun sepanjang hari, naik secara
perlahan dan didapatkan demam tinggi terutama pada malam hari. Demam
tidak disertai mengigil dan berkeringat. Os minum obat parasetamol 500mg 3x
sehari untuk mengobati demamnya, tetapi demam tidak turun dan dirasakan
makin tinggi sejak 3 hari SMRS. Anak pasien mengatakan tidak ada keluhan
sepeti mimisan, gusi berdarah ataupun bintik merah dikulit.
Riwayat Penyakit Dahulu: Tidak terdapat riwayat hipertensi, diabetes melitus,
penyakit jantung, kolesterol dan trauma sebelumnya. Menurut keterangan Anak
pasien, pasien tidak pernah menderita sakit berat sampai harus di rawat di
rumah sakit ataupun dioperasi.
Riwayat Penyakit Keluarga: tidak ada keluarga yang menderita keluhan yang
sama dan tidak ada riwayat gangguan jiwa.
Riwayat obat: pasien hanya meminum obat demam dan tidak ada riwayat
konsumsi obat lain sebelumnya.
Riwayat personal sosial: Tidak ada riwayat bepergian ke luar kota beberapa
minggu terakhir dan menurut ibu pasien, pasien ada makan diluar kurang lebih 1
minggu sebelum demam muncul pertama kali. pasien tidak memiliki kebiasaan
merokok dan minum alkohol. Dan tidak ada riwayat konsumsi NARKOBA.
PEMERIKSAAN FISIK DAN STATUS MENTAL
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum
Kesadaran

: tampak sakit berat


: Delirium

Tanda Vital

: Tekanan Darah 120/80 mmHg, Nadi 125x/ menit,


Suhu 40oC, Pernafasan 18x/ menit

Sistem kardiovaskular, respiratorius, dalam batas normal dan tidak terdapat


kelainan.
Didapatkan lidah kotor dengan tepi hiperemis pada pemeriksaan.
Tanda rangsang meningeal

: Kaku kuduk (-) brudzinki (-) laseque (-) kernig

(-)
Refleks fisiologis

: (+) normal

Refleks patologis

: Tidak ada

STATUS MENTAL
Deskripsi umum
Penampilan

tampak

sesuai

dengan

usia,

memakai

sendal

dankurangterawat.
Kesadaran neurologis

: Delirium

Kesadaran psikiatrik

: tampak terganggu

Perilaku & aktifitas psikomotor

agitasi

psikomotor

pasien

tampak

gaduh

gelisah dan mengamuk


Sikap terhadap pemeriKsa

: Tidak kooperatif

(pasien tidak bisa diajak

berbicara karena mengamuk dan berteriak)


Pembicaraan

:dapat bicara spontan dengan artikulasi jelas, intonasi


cukup dan volume sangat keras

Gangguan persepsi

: terdapat halusinasi dimana pasien berbicara sendiri

Proses pikir

: Inkoheren

Pengendalian impuls

:buruk (pasien sangat gaduh gelisah dan mengamuk


sambil berteriak)

PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan laboratorium: pemeriksaan darah rutin, kultur darah, analisa
gas darah, hormon tiroid, kadar glukosa darah, fungsi hati dan ginjal.
2. Uji widal dan kultur Gaal
DIAGNOSIS DIFERENSIAL
1. Delirium yang diinduksi oleh zat
2. Delirium yang berkaitan dengan berbagai penyebab
DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
AXIS I : Delirium bukan akibat zat psikoaktif
AXIS II : (-)

AXIS III : Penyakit infeksi (Demam Typhoid)


AXIS IV : (-)
AXIS V : GAF 40-31 (Current)

TERAPI
1. Lorazepam 2-4mg IV
2. Pemberian cairan dan nutrisi yang adekuat
3. Terapi penyakit dasar
Kloramfenikol 4 x 400mg
Ampisilin 4 x 1mg
Dexametason 3 x 2mg