Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH KIMIA

ETENA, PROPENA DAN ETUNA

DI
S
U
S
U
N
OLEH : KELOMPOK 7
A. ADRIANTO
A. ISKANDAR
DARWAN
RIAN
SUGIANTO

SMAN 1 LAPPARIAJA
Tahun Pelajaran 2016/2017

ETENA, PROPENA DAN ETUNA


A. Etilena/Etena
Struktur Molekul
Etena atau etilen adalah senyawa alkena paling sederhana yang terdiri dari empat atom
hidrogen dan dua atom karbon yang terhubungkan oleh suatu ikatan rangkap. Karena ikatan
rangkap ini, etena disebut pula hidrokarbon tak jenuh atau olefin. Etena memiliki rumus kimia
C2H4.

Pada suhu kamar, molekul etena tidak dapat berputar pada ikatan rangkapnya sehingga
semua atom pembentuknya berada pada bidang yang sama. Sudut yang dibentuk oleh dua ikatan
karbon-hidrogen pada molekul adalah 121,3, sangat dekat dengan sudut 120 yang diperkirakan
berdasarkan hibridisasi ideal sp2.

Berikut disajikan data sifat fisis dan kimia etena.


Tabel 1.Sifat Fisis dan Kimia Etena
No Sifat-Sifat
Keterangan
1. Rumus molekul
C2H4
2. Berat molekul
28,05 g/mol
3. Kenampakan
Gas tidak berwarna
4. Klasifikasi (oleh Uni Eropa)
Sangat mudah terbakar
5. NFPA 704

6.
7.
8.
9.
10
.
11.
12
.
13
.
14
.

Massa jenis
Titik lebur
Titik didih
Flash point
Auto ignition temperature

1,178 kg/m3 di 15 C, fase gas


-169,2 C (104,0 K, -272,6 F)
-103,7 C (169,5 K, -154,7 F)
-136 C
542,8 C

Kelarutan di air
Kelarutan di etanol

3,5 mg/100 ml (17 C)


4,22 mg/L

Kelarutan di dietil eter

bagus

Keasaman (pKa)

Etilen/etena adalah senyawa organik yang paling banyak dihasilkan di dunia. Setiap
tahunnya, produksi etilen di seluruh dunia melebihi 100 miliar ton. Etena digunakan terutama
sebagai senyawa antara pada produksi senyawa kimia lain seperti plastik. Etena juga dibentuk
secara alami oleh tumbuhan dan berperan sebagai hormon. Ia diketahui terutama merangsang
pematangan buah dan pembukaan kuncup bunga. Berikut adalah 4 produk petrokimia penting
yang berasal dari etilen:

Gambar 4. Empat Produk Kimia Penting yang Berasal Dari Etilen


Keterangan (dari kiri atas, berputar searah jarum jam):
1. Etilenetilen dikloridavinil klorida
2. Etilenetilen oksidaetilen glikol
3. Etilenetil benzenestiren
4. Etilenberbagai macam polietilen

1.

Reaksi-reaksi utama pada etilen dan produk petrokimia yang berasal dari etilen.
Polimerisasi
Polimerisasi terjadi dengan katalis yang membentuk coordination complex. Katalis yang
digunakan : Ziegler-Natta reaksi antara a-TiCl3 dengan trietilalumunium menghasilkan lima
coordinate titanium (III) complex yang tersusun oktahedral.
Reaksi pembentukan polietilen:
Mekanisme polimerisasi (ethylene):

B. Propena
1. Pengertian Propena

Propena dikenal sebagai propilena atau methylethylene merupakan senyawa organik tak
jenuh yang memiliki rumus kimia C3H6. Propena memiliki satu ikatan rangkap, dan merupakan
anggota paling sederhana kedua kelas hidrokarbon alkena, dan juga kedua dalam kelimpahan
alam.
2. Struktur dan Sifat Propena
Pada suhu kamar dan tekanan atmosfer, propena adalah gas, dan seperti alkena lainnya, juga
tidak berwarna dengan bau yang lemah tapi menyenangkan.
Propena memiliki kepadatan lebih tinggi dan titik didih dari etilena karena ukurannya lebih
besar. Ia memiliki titik didih sedikit lebih rendah dari propana dan dengan demikian lebih tidak
stabil. Ini tidak memiliki ikatan kuat kutub, namun molekul memiliki momen dipol yang kecil
karena simetri direduksi (grup jalur adalah Cs).
Propena memiliki rumus empiris sama seperti siklopropana tetapi atom mereka yang
terhubung dalam cara yang berbeda, membuat molekul-molekul isomer struktural.
Sifat Fisik
Rumus molekul : C3H6
Massa molar : 42,08 g mol-1
Penampilan : tak berwarna
Kepadatan :1,81 kg/m3,
Gas : (1,013 bar, 15 C)
Massa jenis : 613,9 kg/m3, cairan
titik lebur- 185,2 C, 88 K, -301 F
titik didih- 47,6 C, 226 K, -54 F
Kelarutan dalam air 0,61 g/m3
Viskositas 8,34 Pa S pada 16,7 C
Dipol momen 0,366 D (gas)

3. Penggunaan
Propena adalah produk kedua yang paling penting mulai dalam industri petrokimia setelah
etilena. Ini adalah bahan baku untuk berbagai produk. Produsen account polypropylene plastik
untuk hampir dua pertiga dari semua permintaan. Polypropylene adalah, misalnya, diperlukan
untuk produksi film, topi kemasan, dan penutupan serta untuk aplikasi lain. Pada tahun 2008
penjualan di seluruh dunia dari propena mencapai nilai lebih dari 90 miliar dolar AS.
Propena dan benzene dikonversi ke aseton dan fenol melalui proses kumena. Propena juga
digunakan untuk memproduksi isopropanol (propan-2-ol), akrilonitril, propilena oksida
(epoxypropane) dan epiklorohidrin.
4. Reaksi
Propena menyerupai alkena lain dalam hal ini mengalami reaksi tambahan yang relatif
mudah pada suhu kamar. Kelemahan relatif dari ikatan rangkap (yang kurang kuat dari dua
ikatan tunggal) menjelaskan kecenderungan untuk bereaksi dengan zat yang dapat mencapai
transformasi ini. Reaksi alkena meliputi: 1) polimerisasi, 2) oksidasi, 3) halogenasi dan
hydrohalogenation, 4) alkilasi, 5) hidrasi, 6) oligomerisasi, dan 7) hidroformilasi.
5. Keamanan Lingkungan

Propena diproduksi secara alami secara vegetasi, terutama jenis pohon tertentu. Ini juga
merupakan produk pembakaran, dari kebakaran hutan dan asap rokok untuk kendaraan bermotor
dan knalpot pesawat. Senyawa ini juga sebagai pengotor dalam beberapa gas pemanasan.
Konsentrasi diamati telah di kisaran 0,1-4,8 bagian per miliar (ppb) di udara pedesaan, 4-10,5
ppb di perkotaan udara, dan 7-260 ppb dalam sampel udara industri.
Di Amerika Serikat dan beberapa negara eropa Ambang Batas Nilai dari 500 bagian per juta
(ppm) didirikan untuk kerja (8-jam waktu rata-rata tertimbang) eksposur. Hal ini dianggap
senyawa organik volatil (VOC) dan emisi yang diatur oleh pemerintah, tetapi tidak terdaftar oleh
US Environmental Protection Agency (EPA) sebagai polutan udara berbahaya di bawah Clean
Air Act.
Memiliki relatif pendek setengah-hidup di atmosfer, dan tidak diharapkan untuk
bioaccumulate, berdasarkan faktor biokonsentrasi dihitung dari 13,18 menggunakan nilai log
Kow dari 1,77.
Propena memiliki toksisitas akut rendah dari inhalasi. Menghirup gas dapat menyebabkan
efek anestesi dan konsentrasi pada sangat tinggi, tidak sadarkan diri. Namun, batas sesak napas
bagi manusia adalah sekitar 10 kali lebih tinggi (23%) daripada tingkat yang lebih rendah mudah
terbakar.

6. Proses Pembuatan :
Penyulingan Minyak
Propena diproduksi dari bahan bakar fosil-minyak bumi, gas alam, dan, pada tingkat yang
jauh lebih rendah, batubara. Propena adalah produk sampingan dari penyulingan minyak dan
pengolahan gas alam. Selama penyulingan minyak, etilen, propena, dan senyawa lain yang
diproduksi oleh sebagai akibat dari retak molekul hidrokarbon yang lebih besar untuk
menghasilkan hidrokarbon lebih dalam permintaan. Sebuah sumber utama dari propena yang
retak dimaksudkan untuk menghasilkan etilen, tetapi juga hasil dari kilang retak memproduksi
produk lainnya. Propen dapat dipisahkan dengan distilasi fraksional dari campuran hidrokarbon
yang diperoleh dari proses penyulingan cracking dan lainnya;. Kilang kelas propena adalah
tentang 50 sampai 70%.
Sumber lain petrokimia penting dari propena adalah dehidrogenasi propana. Rute ini sangat
populer di daerah, seperti Timur Tengah, di mana ada banyak propana dari operasi minyak / gas.
Sumber propena kurang umum adalah proses Fischer-Tropsch, metatesis dari etilena atau
campuran etilena / butena, dan konversi katalitik metanol.
Propena produksi tetap statis di sekitar 35 juta ton (Eropa dan Amerika Utara saja) dari 2000
hingga 2008, tetapi telah meningkat di Asia Timur, terutama Singapura dan Cina [4] [5] Total
produksi dunia propena. Saat ini sekitar setengah dari etilena.

7. Industri Pembuatan :
Pertamina
ConocoPhillips
C. ALKUNA

1. Pengertian Alkuna
Alkuna adalah hidrokarbon yang mengandung satu ikatan rangkap tiga di antara dua atom
karbon. Catat bahwa akhir nama masing-masing adalah -una. Akhiran ini menunjukkan adanya
rangkap tiga di dalam molekul. Rumus umum untuk alkuna ini adalah C nH2n-2. Alkuna juga
merupakan contoh dari deret homolog.
2. Ciri-ciri alkuna

Hidrokarbon tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga

Sifat-sifatnya menyerupai alkena, tetapi lebih reaktif

Pembuatan : CaC2 + H2O C2H2 + Ca(OH)2

Sifat-sifat :

Suatu senyawaan endoterm, maka mudah meledak


Suatu gas, tak berwarna, baunya khas

3. Sifat Fisika Alkuna


Sifat fisis alkuna, yakni titik didih mirip dengan alkana dan alkena. Semakin tinggi suhu
alkena, titik didih semakin besar. Pada suhu kamar, tiga suhu pertama berwujud gas, suhu
berikutnya berwujud cair sedangkan pada suhu yang tinggi berwujud padat.
4. Sifat Kimia Alkuna
Adanya ikatan rangkap tiga yang dimiliki alkuna memungkinkan terjadinya reaksi adisi,
polimerisasi, substitusi dan pembakaran
1.

reaksi adisi pada alkuna

Reaksi alkuna dengan halogen (halogenisasi)


Reaksi alkuna dengan hidrogen halida
Reaksi alkuna dengan hidrogen

5. Sumber dan kegunaannya


Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah etuna (C2H2). Nama lain etuna
adalah asetilena. Dalam industri asetilena dibuat dari metana melalui pembakaran tak sempurna.
Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat dari reaksi batu karbid (kalsium karbida) dengan air.
Pembuatan gas karbid dari batu karbid ini digunakan oleh tukang las (las karbid). Jika
diperhatikan, gas karbid berbau tidak sedap. Namun sebenarnya gas asetilena murni tidaklah
berbau busuk bahkan sedikit harum. Bau busuk itu terjadi karena gas asetilena yang dibuat dari
batu karbid tidak murni, tetapi mengandung campuran. Perlu diketahui bahwa gas forfin juga
bersifat racun. Jadi ada untungnya gas ini berbau tidak sedap, sehingga orang akan
menghindarinya.gas Asetelin, berasal dari kata acetylene dengan rumus kimia C2H2.
Gas ini memiliki kelebihan dibanding dengan gas bahan bakar lainnya, diantaranya
menghasilkan temperatur nyala api yang lebih tinggi , baik bila dicampur dengan udara ataupun
Oksigen.Seperti disebutkan, gas Asetilen merupakan jenis gas yang paling banyak digunakan

sebagai bahan pencampuran dengan gas Oksigen. Jika gas Asetilen digunakan sebagi gas
pencampur maka seringkali proses pengelasan disebut dengan las karbit. Gas Asetilen ini
sebenarnya dihasilkan dari reaksi batu Kalsium KARBIDA (orang-orang menyebut karbit)
dengan air. Jadi jika Kalsium Karbida ini disiram atau dicelupkan ke dalam air maka akan
terbentuk gas Asetilen. Jadi penyebutan nama las karbit hanya untuk mencirikan bahwa gas yang
digunakan salah satunya adalah gas Asetilen.