Anda di halaman 1dari 3

Factor Resiko

PATHWAY PERDARAHAN POST PARTUM


Usia lebih dari 35
tahun atau di
bawah 20 tahun
Pendidikan
Status anemia
Perlukaan jalan lahir

Riwayat
hemorage
post partum

Grande
multipara

Wanita melahirkan lebih


dari 5 kali atau lebih
hidup atau mati

Karioamnionitis

Perpanjangan
persalinan

Infeksi
yang
terjadi
pada
membrane
(korion)
dan
cairan amion

Kehamilan Infeksi
magnesium
multipel
sulfat

Jarak kehamilan
terlalu dekat

Perpanjangan
pemberian
oxytocin

Kondisi uterus belum


pulih dan otot otot
miometrium yang belum
pulih optimal

Dan harus
berkontraksi kembali

Manipulasi uterus berlebihan


General anestesi (persalinan dengan
operasi )
Uterus teregang berlebihan (kehamilan
kembar, fetal macrosomia (Berat janin
antara
4500

5000
gram,
polihidramnion).
Kehamilan lewat waktu
Partus lama
Grande multipara (fibrosis otot otot
uterus)
Anastesi yang dalam
Infeksi uterus
Plasenta previa
Solusio plasenta

Etiologi

Kontraksi uterus kurang kuat untuk


melepaskan plasenta (plasenta
adhesive)
Plasenta melekat erat pada dinding
uterus oleh sebab villa korialis
menembus desi dua sampai
myometrium
Plasenta melekat erat pada dinding
uterus sebab villa korialis
menembus sampai dibawah
peritonium
Retensio plasenta (16-17%)

Atonia uteri (50 60%)


Uterus gagal untuk
berkontraksi
dan
mengecil sesudah janin
keluar dari rahim

Plasenta belum lahir setelah


setengah jam janin lahir

Plasenta sudah lepas tapi


belum lahir

Tidak terjadi
kontraksi
myometrium
Pembuluh darah yang terbuka
pada
berkas
menempelnya
plasenta yang lepas sebagian atau
lepas seluruhnya tidak terutup.

Robekan
jalan lahir
(4 5 %)

Kelainan
pembekuan
(0,5 0,8%)

Perineum,
Hopofibrinogenm
vaginal,robekan
ia
serviks,
dan Trombocitopenia
robekan uterus. Ideopatik trombo
sitopenia
purpura
Pendarahan
HELLP syndrome
bersifat arterial
DIC
atau pecahnya
pembuluh darah
normal

Plasenta belum lepas


Tidak ada atau
kurangnya fibrin dalam
membantu dalam
membantu proses
pembekuan darah

Plasenta terlepas
sebagian
A
B
B

darah

Karena tidak ada usaha


untuk melahirkan atau
salah penanganan kala III

Uterus membesar
dan lembek

Lingkaran kontraksi
pada bagian dibawah
uterus yang
menghalangi keluarnya
plasenta
PK
Perdarahan

Perdarahan 500cc atau


lebih terjadi setelah anak
lahir

Postpartum
primer (terjadi
dalam 24 jam
setelah anak
lahir)

Kehilangan
cairan
intravaskuler

Penurunan kardiak
output

Tidak adekuatnya
perfusi jaringan

C
C

Bagian
plasenta
tertinggal

23-24% sisa
plasenta

Uterus tidak
dapat
berkontraksi
secara efektif

Terjadi
pendarahan

Retensi
potongan
kecil plasenta

Postpartum sekunder
(terjadi antara 24 jam
dan 6 minggu setelah
bayi lahir

Kehilangan darah akut sekitar 20


% dari volume total dan
menyebabkan kerusakan
irreversible pada organ dan
sistem

Syok hipovolemik

Nekrosis pada
hipofisis pars
anterior

Timbul gejala asthenia,


hipotensi, anemia,
penurunan BB, penurunan
fungsi seksual, amenorea

Daya tahan tubuh


berkurang

Kemungkinan infeksi
puerperal

Risiko Infeksi
Sindrom sheenan

Aliran darah ke
jaringan perifer
menurun

Mekanisme
konpensasi

Tanda vital tidak stabil


Akral dingin

Jaringan yang anoxia

Mendorong perubahan
metabolism dalam sel
berubah dari aeob menjadi
anaerob

Risiko syok
Ketidakefektifan
perfusi jaringan
perifer

Berakumulasi asam
laktat

Kehilangan cairan
aktif aktif

Jumlah Hemoglobin
dalam darah
menurun

Suplai oksigen ke jaringan


menurun

Hipoksia jaringan

Lemas, mukosa pucat, akral dingin,


konjungtiva anemis, nadi cepat tapi
lambat

Kekurangan volume
cairan

Asidosis metabolik