Anda di halaman 1dari 4

RESUME PEMOTONGAN MENGGUNAKAN MIKROTOM

Disusun guna memenuhi tugas matakuliah Mikroteknik


Dosen Pengampu : Eva Faujiyah, M.Si

Disusun :
Nama : Tuti Muflihah
NIM : 1157020075

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2016
RESUME PEMOTONGAN MENGGUNAKAN MIKROTOM

Mikrotom Yaitu instrument ilmiah yang memotong iris tipis sesuatu


untuk pemeriksaan mikroskopis atau suatu alat berpresisi tinggi sehingga
harus diperlakukan secara hati-hati. Alat ini digunakan untuk menyayat
jaringan sebelum ditempelkan ke atas permukann object glass.
Secara umum, suatu mikrotom memiliki bagian-bagian terpenting yaitu :
1. Skala pengatur ketebalan sayatan, biasanya terdapat di bagian
kanan atas badan mikrotom. Skala ini dapat digeser ke kiri dan ke
kanan sesuai dengan ketebalan sayatan yang diinginkan.
2. Pisau mikrotom, merupakan komponen yang bisa menentukan
kualitas sayatan.
3. Pegangan
blok
jaringan,
merupakan
komponen
yang
menghubungkan mikrotom dengan blok jaringan yang hendak
disayat.
4. Pengatur jarak berfungsi untuk mengatur blok jaringan dengan
mata pisau.
Dari beberapa jenis mikrotom yang ada, jenis-jenis mikrotom yang umum
dikenal dan digunakan dalam mikroteknik adalah :
1. Mikrotom putar
Umumnya dipakai pada metode paraffin. Posisi kedudukan pisau
tetap sementara jaringan yang dilekatkan pada holder bergerak
turun naik sehingga diperoleh sayatan yang umumnya berbentuk
pita.
2. Mikrotom sorong
Sering digunakan pada metode paraffin dan umumnya digunakan
dalam celloidin. Kedudukan jaringan diam sementara pisau bergerak
maju mundur.
3. Mikrotom beku
Digunakan untuk penyayatan yang tidak ditanam dalam paraffin
maupun celloidin namun dibekukan dengan karbon dioksida
ataupun Freon.
4. Mikrotom Schantz
Yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat, blok jaringan yang
hendak disayat tetap diam di tempatnya sementara pisau melewati
blok paraffin tersebut.
5. Mikrotom Spencer
Yaitu mikrotom dimana pada saat menyayat dapat menghasilkan
pita sayatan yang panjang sehingga cocok untuk pembuatan
preparat sayatan serial.
Pada saat ini terdapat berbagai jenis mikrotom modern yang diproduksi
sesuai permintaan pasar, diantaranya adalah tipe RM 125, RM 2145, DSC
1,RM.
Pisau mikrotom harus selalu dibersihkan setelah selesai dipakai,
karena jika
tidak maka akan menimbulkan korosi. Pisau yang biasa digunakan pada
mikrotom adalah:
Pisau plane-edge (simple wedge razor), biasanya digunakan untuk
sayatan beku dan blok paraffin.

Pisau konkaf, biasa digunakan untuk sayatan blok celloidin dan


plastic.
Pisau bikonkaf sering digunakan untuk menyayat blok paraffin.
Cara kerja mikrotom adalah proses pemotongan blok preparat dengan
menggunakan mikrotom. Sebelum melakukan pemotongan, yang harus
dilakukan adalah:
1. Persiapan pisau mikrotom
Pisau mikrotom harus diasah sebelum dipakai agar jaringan dapat
dipotong dengan baik dan tidak koyak sehingga didapatkan jaringan
yang baik. Pisau mikrotom kemudian diletakkan pada tempatnya di
mikrotom dengan sudut tertentu. Rekatkan
blok paraffin pada holder dengan menggunakan spatula. Letakkan
tempat duduk blok
paraffin beserta blok preparat pada tempatnya di mikrotom.
2. Persiapan Kaca Objek Kaca objek yang akan direkatkan preparat
harus telah dicoated (disalut) dengan zat perekat seperti albumin
(putih telur), gelatin atau tespa
3. Persiapan Waterbath atau wadah berisi air hangat dengan
temperatur 37-400C
4. Persiapan sengkelit atau kuas.
Teknik pemotongan parafin yang mengandung preparat adalah sebagai
berikut
1. Rekatkan blok parafin yang mengandung preparat pada tempat
duduknya di mikrotom. Tempat duduk blok parafin beserta blok
parafinnya kemudian diletakkan pada pemegangnya (holder) pada
mikrotom dan dikunci dengan kuat.
2.
Letak pisau mikrotom pada tempatnya dan atur sudut
kemiringannya. Biasanya sudut kemiringan berkisar 20-30 derajat.
3.
Atur ketebalan potongan yang diinginkan, biasanya dipakai
ketebalan antara 5-7 mikrometer.
4. Gerakkan blok preparat ke arah pisau sedekat mungkin dan
potonglah blok preparat secara teratur dan ritmis. Buang pita-pita
parafin yang awal tanpa jaringan hingga kita mendapatkan
potongan yang mengandung preparat jaringan..
5. Pita parafin yang mengandung jaringan lalu dipindahkan secara
hati-hati menggunakan sengkelit atau kuas kedalam waterbath yang
temperaturnya diatur 37-40C dan biarkan beberapa saat hingga
poita parafin tersebut mengembang.
6. Setelah pita parafin terkembang dengan baik, tempelkan pita
parafin tersebut pada kaca objek yang telah dicoated dengan cara
memasukkan
kaca
objek
itu
kedalam
waterbath
dan
menggerakkannya ke arah pita parafin. Dengan menggunakan
sengkelit atau kuas pita parafin ditempelkan pada kaca objek.
Setelah melekat kaca objek digerakkan keluar dari waterbath
dengan hati-hati agar pita parafin tidak melipat.
7. Letakkan kaca objek yang berisi pita parafin di atas hotplate
dengan temperatur 40-45C, biarkan selama beberapa jam. Cara
lainnya adalah dengan melewatkan kaca objek di atas api sehingga
pita parafin melekat erat di atas kaca objek.

8.

Setelah air kering dan pita parafin telah melekat dengan kuat,
simpan kaca objek berisi potongan parafin dan jaringan sampai
saatnya untuk diwarnai.
Mikrotom sebaiknya ditutup dengan plastik, atau dimasukkan ke
kotaknya jika
tidak sedang digunakan. Jangan memindahkan mikrotom dengan cara
memegang bagian
yang dapat bergerak, karena dapat menggangu akurasinya. Sebelum dan
sesudah
digunakan, sebaiknya mikrotom dibersihkan dari serpihan parafin dengan
cara melapdengan kain lap yang telah dibasahi dengan xilol. Mikrotom
harus selalu diminyaki untuk mencegah keausan dan kemacetan.

gambar mikrotom