Anda di halaman 1dari 106

KREATIVITAS ANAK TK DI SEKOLAH TK AISYIAH

Laporan Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Kelompok


Mata kuliah Assesmen dan Observasi
Dosen Pengampu :
Herliyana Isnaeni, M.Psi,

Disusun oleh :
1. Lia Nurun Tajalla

(J71215120)

2. M.Taufik

(J71215124)

3. M. Aditya Wirabudi .K. (J71215125)


4. Nadya Atikah Putri

(J71215131)

5. Ziyadatul Hurriyah

(J71215140)

JURUSAN PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI & KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
rahmat,

inayah,

taufik,

dan

ilham-Nya

sehingga

kami

dapat

menyelesaikan penyusunan laporan ini yang berjudul Kreatifitas Anak


TK di TK Aisyiah 13 dalam bentuk maupun isinya yang sangat
sederhana. Semoga laporan ini dapat dipergunakan sebagai salah satu
acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca. Laporan ini disusun
dalam rangka untuk menyelesaikan tugas Ujian Tengah Semester (UTS)
dari Ibu Herliyana selaku dosen pengampu materi assesmen dan
observasi.
Harapan

kami

semoga

laporan

ini

membantu

menambah

pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat


memperbaiki bentuk maupun isi laporan ini sehingga kedepannya dapat
lebih baik.
Laporan

ini

kami

sadari

masih

banyak

kekurangan

karena

pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh karena itu harapkan
kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan laporan ini.

Surabaya, 30 November 2016

Penyusun

DAFTAR ISI
JUDUL....................................................................................................................i
KATA PENGANTAR...........................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang..................................................................................................
B. Rumusan Masalah............................................................................................
C. Tujuan.................................................................................................................
BAB II KAJIAN TEORI
A Kreatifitas............................................................................................................
1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian Kreatifitas................................................................................
Teori Pembentukan Pribadi Kreatif ............................................................
Aspek-aspek Kreatifitas ..............................................................................
Ciri-Ciri Kreativitas.....................................................................................
Faktor Pendukung dan Penghambat Pengembangan Kreativitas ...............

B. Anak Usia Dini di Masa Taman Kanak-Kanak.....................................


1.
2.
3.
4.

Kreativitas Anak Usia Dini .........................................................................


Sifat Natural Perkembangan Kreativitas Anak........................................\
Karakter Anak Taman Kanak-kanak.........................................................
Pengembangan Kreativitas Anak..............................................................

BAB III METODELOGI PENELITIAN


A.
B.
C.
D.
E.
F.
G.
H.
I.

Definisi operasional...................................................................................
Indikator perilaku.......................................................................................
Jenis Observasi ...........................................................................................
Metode Pengumpulan & pencatatan data....................................................
Langkah Observasi......................................................................................
Subjek..........................................................................................................
Observer.......................................................................................................
Waktu & tempat pelaksanaan.......................................................................
Desain Format Observasi...........................................................................

BAB IV HASIL PENELITIAN


A. Deskripsi subyek..........................................................................................

B. Deskripsi hasil observasi ..........................................................................


C. Analisa Data...............................................................................................
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan........................................................................................................
B. Saran...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................iv
LAMPIRAN...........................................................................................................v

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada dasarnya anak telah memiliki potensi kreatif sejak lahir ke
dunia ini. Devito (Supriadi, 1994: 15) menyatakan bahwa setiap orang
lahir dengan potensi kreatif walaupun tingkatannya berbeda-beda, dan
dapat dikembangkan dan dipupuk.
Kreativitas menurut Lowenfeld dan Brittain (dalam Beetlestone,
2011: 42) merupakan bagian dari intelektual, keterampilan praktis
dalam berbagai hal dan juga kegiatan mental melalui konseptualisasi,
imajinasi serta ekspresi dari gagasan yang dimiliki. Kreativitas yang
dimiliki oleh anak perlu dikembangkan. Kreativitas seseorang anak
dapat dilihat dari rasa ingin tahunya yang besar. Bakat kreatif tersebut
dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali dan yang lebih penting lagi
bakat tersebut dapat ditingkatkan jika dipupuk sejak dini. Faktor
pendukung tersebut dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor
eksternal. Faktor internal misalnya faktor genetik, sedangkan faktor
luar seperti lingkungan sekitar, lingkungan sekitar dalam arti sempit
dapat diartikan sebagai lingkungan sekolah, rumah dan masyarakat.
Sekolah adalah salah satu faktor terpenting dalam pembentukan perilaku kreatif anak,
Taman Kanak-Kanak merupakan lembaga yang memberikan layanan pendidikan pada
anak usia dini pada rentang usia 0-6 tahun. Terdapat berbagai kegiatan yang dilakukan
pengajar TK kepada anak didik guna meningkatkan kreativitas seperti: bermain warna
dengan menggambar, menulis, keterampilan salah satunya menjahit, dan sebagainya. Dari
kegiatan tersebut dapat dilihat perilaku kreatif pada setiap anak.
Dengan demikian, peneliti tertarik untuk melakukan observasi mengenai tingkatan
kreatif anak TK, tepatnya TK Aisyiah 13 pada sentra kreativitas dengan menggunakan
parameter unsur perilaku kreatif menurut Guilford (dalam Munandar, 2009) antara lain:
Kelancaran berpikir (fluency of thinking), Keluwesan berpikir (flexibility), Keaslian
(Originality), Elaborasi (elaboration), Kepekaan (sensitivity).
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian yang penulis lakukan adalah

mengenai bagaimana tingkat kreativitas dalam aspek fluency


(kelancaran),

flexibility

(keluwesan),

orginaliity

(keaslian),

elaboration (keterperincian), dan sensitivity (kepekaan) di berbagai


sentra kreativitas?
C. Tujuan
Untuk mengetahui tingkat kreativitasan anak dalam mengemukakan
ide, menghasilkan berbagai ide, menghasilkan hasil karya dengan
pemikiran sendiri, menceritakan proses berkarya secara detail,
mampu memahami dan menanggapi sesuatu dimana dia berada.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. Kreativitas
1. Pengertian Kreativitas
Kreativitas berasal dari kata kreatif yaitu memiliki daya cipta,
memiliki kemampuan untuk mencipta (Depdiknas, 2002: 599). 1
James

J.

Gallagher

(1985)

mengatakan

bahwa

kreatifitas

merupakan suatu proses mental yang dilakukan individu berupa


gagasan

atau

produk

baru

atau

mengombinasikan

antara

keduanya yang pada akhirnya akan melekat pada dirinya.


Sedangkan Supriyadi (1994) menyatakan bahwa kreativitas
adalah kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang
baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif
berbeda dengan apa yang telah ada. 2
Sejalan dengan pendapat di atas Torren (dalam Suratno, 2005:
23) menyatakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan
untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkanya
dalam

pemecahan

masalah.

Kreativitas

ini

meliputi

fluency/kelancaran, flexibility/keluwesan, originality/keaslian, dan


elaboration/keterperincian.

Kreativitas

ini

juga

memiliki

ciri

afektif, seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan,


dan ingin mencari pengalaman baru. 3
Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat dianalisis
bahwa kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan
sesuatu yang baru, baik berupa gagasan atau berupa suatu objek
1 Depdiknas. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
2 Yeni Rahmawati & Euis Kurniati, (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas
Pendidikan Anak Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta.

tertentu

serta

mampu

menerapkannya

dalam

pemecahan

masalah yang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.


2. Teori Pembentukan Pribadi Kreatif
a. Teori Psikoanalisa
Psikoanalisa memandang kreativitas

sebagai

hasil

mengatasi suatu masalah, yang biasanya dimulai sejak di


masa anak-anak. Priadi kreatif dipandang sebagai seseorang
yang

pernah

mempunyai

dihadapi

dengan

disadari

dan

pengalaman

memungkinkan

yang

tidak

traumatis,

yang

gagasan-gagasan

yang

disadari

pemecahan inovatif dari trauma.


Adapun tokoh-tokohnya adalah:
Sigmund Freud
menjelaskan

bercampur

proses

menjadi

kreatif

dari

mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar


untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak
menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Sehingga
biasanya mekanisme pertahanan merintangi produktivitas
kreatif.

Meskipun

kebanyakan

mekanisme

pertahanan

menghambat tindakan kreatif, namun justru mekanisme


sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas.
Ernest Kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan
regresi (beralih ke perilaku sebelumnya yang akan memberi
kepuasaan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak
memberi kepuasaan) juga sering muncul dalam tindakan
kreatif.
Carl

Jung

juga

percaya

bahwa

ketidaksadaran

memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas


tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh
masa lalu pribadi. Dengan adanya ketidaksadaran kolektif,
akan timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru

3 Ristanti, Sri Yuli. 2013. MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN
MENCIPTA DARI BENTUK GEOMETRI PADA KELOMPOK B TK MUSLIMAT NU TAMANAGUNG I
MUNTILAN. Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan
Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi

lainnya. Prose inilah yang menyebabkan kelanjutan dari


eksistensi manusia.
b. Teori Humanistik
Humanistik lebih menekankan kreativitas sebagai hasil
dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Dan kreativitas dapat
berkembang selama hidup dan tidak terbatas pada usia lima
tahun pertama.
Abraham

Maslow

menekankan

bahwa

manusia

mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai


kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan itu, diwujudkan Maslow
sebagai hirarki kebutuhan manusia, dari yang terendah
hingga yang tertinggi.
Carl Rogers menjelaskan ada 3 kondisi dari pribadi yang
kreatif,

adalah

keterbukaan

terhadap

pengalaman,

kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan Patokan


pribadi seseorang, kemampuan untuk bereksperiman atau
untuk bermain dengan konsep-konsep.

3. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreatifitas Menurut


Santrock (2007)
1. Jenis kelamin
Anak laki-laki menunjukkan kreativitas yang lebih besar
dari anak perempuan, terutama setelah berlalunya masa
kanak-kanak. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh
perbedaan

perlakuan

terhadap

anak

laki-laki

dan

anak

perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan untuk


mandiri,

didesak

oleh

teman

sebayanya

untuk

lebih

mengambil resiko, dan didorong oleh para orang tua dan guru
untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.
2. Status sosioekonomi
Anak dari kelompok sosioekonomi yang lebih tinggi
cenderung lebih kreatif dari anak kelompok yang lebih rendah.
Yang pertama, kebanyakan dibesarkan dengan cara mendidik
4 http://sharahhanifah.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-kreativitas-dan-teori.html?
view=timeslide

anak secara demokratis, sedangkan yang terakhir mungkin


lebih mengalami pendidikan yang otoriter. Kontrol demokratis
mempertinggi kreativitas karena memberi kesempatan yang
lebih banyak bagi anak untuk menyatakan individualitas,
mengembangkan minat dan kegiatan yang dipilihnya sendiri.
Lebih penting lagi, lingkungan anak kelompok sosioekonomi
yang lebih tinggi memberi lebih banyak kesempatan untuk
memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang diperlukan
bagi kreativitas. Misalnya, anak kecil dari lingkungan yang
kekurangan hanya mempunyai sedikit bahan kreatif untuk
bermain dan sedikit dorongan untuk bereksperimen dengan
lilin, lukisan, dan boneka dibandingkan dengan mereka yang
mempunyai lingkungan sosioekonomi yang lebih baik.
3. Urutan Kelahiran
Penjelasan mengenai perbedaan ini lebih menekankan
lingkungan daripada bawaan. Anak yang lahir di tengah, lahir
belakang, dan anak tunggal mungkin lebih kreatif dari yang
pertama. Umumnya, anak yang lahir pertama lebih ditekan
untuk menjadi penurut daripada pencipta. Anak tunggal agak
bebas dari tekanan yang ada saudara kandung lainnya dan
juga

diberi

kesempatan

untuk

mengembangkan

kreativitasnya.
4. Lingkungan Kota vs Lingkungan pedesaan
Anak dari lingkungan kota cenderung lebih kreatif dari
anak lingkungan pedesaan. Di pedesaan, anak-anak lebih
umum dididik secara otoriter dan lingkungan pedesaan kurang
merangsang kreativitas dibandingkan lingkungan kota dan
sekitarnya.
5. Inteligensi
Pada setiap umur, anak yang pandai menunjukkan
kreativitas yang lebih besar dari anak yang kurang pandai.

Mereka

mempunyai

lebih

banyak

gagasan

baru

untuk

menangani suasana konflik sosial dan mampu merumuskan


lebih banyak penyelesaian konflik tersebut. Ini merupakan
salah satu alasan mengapa mereka lebih sering terpilih
sebagai pemimpin dibandingkan teman seusia mereka yang
kurang pandai.
6. Keluarga
Anak dari keluarga kecil, bilamana kondisi lain sama,
cenderung lebih kreatif dari anak keluarga besar. Dalam
keluarga besar, cara mendidik anak otoriter dan kondisi
sosioekonomi yang kurang menguntungkan mungkin lebih
mempengaruhi dan menghalangi perkembangan kreativitas.
Untuk dapat menumbuhkan kreativitas anak, maka peran
orang tua sangat dibutuhkan dalam hal membimbing anak
agar kreatif.
4. Aspek-aspek Kreativitas
Rhodes merumuskan kreativitas dalam Four Ps of Creativity
yaitu person, process, press, dan product.
a. Kreativitas dari aspek pribadi/ person
Muncul dari keunikan pribadi individu dalam interaksi
dengan lingkungannya. Setiap anak mempunyai bakat
kreatif, namun masing-masing dalam bidang dan kadar
yang berbeda-beda.
b. Kreativitas sebagai proses/ process
Anak usia prasekolah hendaknya kreativitas sebagai proses
yang diutamakan serta jangan terlalu cepat mengharapkan
produk kreatif yang bermakna dan bermanfaat karena hal
ini akan mengurangi kesenangan dan keasyikan anak
untuk berkreasi.
c. Kreativitas dari aspek pendorong/ press
Kreativitas yang dimiliki anak memerlukan dorongan
atau motivasi agar dapat berkembang dengan optimal.
Dorongan tersebut terdiri dari:

a. Dorongan dari dalam individu, yaitu berupa minat,


hasrat, dan motivasi diri.
b. Dorongan dari luar individu, yaitu lingkungan keluarga,
sekolah, dan masyarakat.
Sehubungan dengan hal ini pendidik diharapkan
dapat memberi dukungan, perhatian, serta sarana
prasarana yang diperlukan, sehingga bakat kreatif anak
dapat

diwujudkan

dan

dapat

berkembang

optimal.
d. Kreativitas sebagai produk/product
Produk merupakan suatu ciptaan

yang

secara

baru

dan

bermakna bagi individu dan lingkungannya. Hasil karya


anak dapat disebut kreatif jika baginya hal itu baru, anak
belum pernah membuat itu sebelumnya, dan anak tidak
meniru atau mencontoh pekerjaan orang lain. Hal yang
paling penting produk kreativitas anak perlu dihargai agar
ia merasa puas dan tetap bersemangat dalam berkreasi.
Pendapat di atas dapat dianalisis bahwa Empat P yang
meliputi aspek pribadi, proses, produk, dan pendorong
saling berkaitan yaitu pribadi yang kreatifyang melibatkan
diri dalam proses kreatif dan dengan dukungan serta
dorongan dari lingkungan akan menghasilkan produk yang
kreatif. Setelah mengetahui aspek-aspek kreativitas di atas,
untuk mengetahui bahwa anak tersebut kreatif, kita perlu
mengetahui ciri-ciri kreativitas. Dengan demikian pendidik
tidak salah dalam memberikan label kreatif pada anak.
5. Ciri-ciri Kreativitas
Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri
dari kreativitas antara lain:
a. Kelancaran berpikir (fluency

of

thinking),

yaitu

kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang


keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam
kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas,
dan bukan kualitas.

b. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk


memproduksi

sejumlah

ide,

jawaban-jawaban

atau

pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat


suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda,
mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta
mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan
atau cara pemikiran. Orang atau anak yang kreatif
adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan
mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan
menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.
c. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam
mengembangkan gagasan dan menambahkan atau
memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau
situasi sehingga menjadi lebih menarik. Penguraian ini
dapat dikembangkan dengan cara memberikan latihan
kepada anak, juga memberikan informasi tambahan atau
melalui komunikasi verbal
d. Originalitas (originality),

yaitu

kemampuan

untuk

mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk


mencetuskan gagasan asli. Oleh karena itu orang yang
kreatif akan mampu menciptakan ide/pemikiran dalam
bentuk baru imajinatif dan irasional sehingga dapat
menjangkau di luar pemikiran anak biasa, atau dapat
berpikir unik melampaui cara-cara yang lazim digunakan.
e. Sensitivity (Kepekaan), yaitu Kemampuan atau kepekaan
seseorang untuk melihat masalah. yang artinya orang
yang kreatif memiliki kepekaan yang tinggi dalam
melihat suatu masalah. situasi dan juga tantangan.
sehingga

dapat

merumuskan

dan

mengajukan

pertanyaan-pertanyaan yang benar untuk menganalisa


dan merumuskan masalah. Dalam Sensitivity (Kepekaan)
anak telah mampu memahami dan menanggapi situasi
dimana dia berada.

Sedangkan Utami Munandar (1992: 51) menyatakan


bahwa terdapat perpaduan ciri kognitif dan ciri afektif
dalam

pengembangan

kreativitas

dimaksudkan

agar

kreativitas yang dimiliki individu itu dapat terwujud secara


nyata. Pengembangan kreativitas individu tidak hanya
membutuhkan ketrampilan untuk berpikir kreatif saja,
tetapi juga memerlukan pengembangan pembentukan
sikap, perasaan, dan kepribadian yang mencerminkan
kreativitas.
Ciri-ciri kreativitas yang berhubungan dengan afektif
dan kognitif antara lain:
a. Ciri kreativitas yang berhubungan dengan afektif meliputi:
rasa ingin tahu, bersifat imajinatif, merasa tergantung oleh
kemajemukan, sikap berani mengambil resiko, serta sikap
menghargai.
b. Ciri kreativitas yang berhubungan dengan kognitif meliputi:
ketrampilan berpikir lancar, ketrampilan berpikir luwes atau
fleksibel, serta ketrampilan berpikir orisinil dan elaboratif.

Sedangkan menurut Yeni Rachmawati dan Euis Kurniati ciri-ciri kepribadian


yang ditemukan dalam berbagai studi meliputi: (a) terbuka dengan pengalaman
baru, (b) fleksibel dalam berpikir dan merespons, (c) bebas mengungkapkan
pendapat dan perasaan, (d) menghargai fantasi, (e) tertarik dengan kegiatan
kreatif, (f) mempunyai pendapat sendiri dan tidak terpengaruh oleh orang lain, (g)
memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, (h) memiliki toleransi terhadap pendapat
yang berbeda, (i) berani mengambil resiko dengan perhitungan, (j) percaya diri
dan mandiri dalam melakukan suatu hal, (k) memiliki rasa tanggung jawab
dengan hal yang dilakuakan, (l) tekun dan tidak mudah bosan, (m) memiliki
banyak ide dalam memecahkan masalah, (n) peka terhadap lingkungan dimana dia
berada, (o) berorientasi terhadap masa depan, (p) emosi yang dimiliki stabil, (q)
5 Ristanti, Sri Yuli. 2013. Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain Mencipta Dari Bentuk
Geometri Pada Kelompok B Tk Muslimat Nu Tamanagung I Muntilan. Program Studi Pendidikan Guru
Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi

tertarik dengan hal-hal yang unik dan menarik, (r) memiliki ide dan gagasan yang
orisinil, (s) mempunyai minat yang luas, (t) Kritis menanggapi pendapat orang
lain, (u) mempunyai etika-moral dan estetik yang tinggi. 6
Berdasarkan uraian ciri-ciri kreativitas yang dipaparkan oleh tokoh diatas
maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri anak kreatif adalah sebagai berikut:
Memiliki pikiran yang luas, rasa ingin tahu yang tinggi, mandiri dan percaya diri,
mampu berkomunikasi dengan baik, bekerja keras dan cekatan dalam melakukan
kegiatan, mampu merespon dengan cepat, daya cipta yang orisinil, mampu
menyesuaikan dengan situasi yang ada, antusias dalam bersikap, memiliki
toleransi tinggi, dan terampil dalam berbagai hal
6. Faktor-faktor

pendukung

dan

penghambat

pengembangan kreativitas
1. Faktor pendukung pengembangan kreativitas
Utami Munandar (1992). Ada empat hal yang dapat
diperhitungkan dalam pengembangan kreativitas yaitu :
a. Memberikan rangsangan mental baik pada aspek kognitif
maupun

kepribadiannya

serta

suasana

psikologi

(psychological Athmosphere).
b. Menciptakan lingkungan kondusif yang akan memudahkan
anak untuk mengakses apapun yang dilihatnya, dipegang,
didengar,

dan

dimainkan

untuk

pengembangkan

kreativitasnya.
c. Peran serta guru dalam mengembangkan kreativitas,
artinya ketika kita ingin anak-anak mejadi kreatif maka
akan dibutuhkan juga guru yang kreatif pula dan mampu
memberikan stimulus yang tepat pada anak.
d. Peran
serta
orang
tua
dalam
mengembangkan
kreativitasnya
2. Faktor penghambat kreativitas
Imam Musbikin (2006: 13) menyebutkan ada beberapa
faktor yang dapat menjadi penghambat bagi berkembangnya
kreativitas, yakni:
6 Yeni Rahmawati & Euis Kurniati, (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas
Pendidikan Anak Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 41-44

a. Tidak ada dorongan untuk bereksplorasi. Tidak pernah


merangsang

anak

dengan

pertanyaan

dan

kurang

membangkitkan rasa ingin tahu anak teryata menghambat


kreativitas.
b. Jadwal yang terlalu ketat. Bila penjadwalan kegiatan anak
terlalu padat, anak akan kehilangan salah satu unsur dalam
pengembangan kreativitasnya.
c. Terlalu menekankan kebersamaan keluarga. Anak butuh
waktu

sendiri

untuk

mengembangkan

kretivitasnya.

Karenanya, biarkan ia sendiri pada waktu-waktu tertentu.


d. Tidak boleh berkhayal. Berkhayal bagi anak bukan kegiatan
percuma. Anak justru dapat mengembangkan kretivitas
dengan melakukan imajinasi. Orang tua hanya perlu
mengarahkan saja.
e. Orang tua konservatif. Orang tua yang konservatif biasanya
tidak berani menyimpang dari pola solusi lama. Orang tua
model

ini

biasanya

cepat

khawatir

dengan

proses

kreativitas anak yang umumnya berada di luar garis


kebiasaannya.
f. Overprotektif. Perlindungan yang berlebihan bagi anak
akan menghilangkan kesempatan mereka bereksplorasi
dalam cara baru atau cara berbeda.
g. Disiplin otoriter. Hal ini mengarah pada tidak bolehnya
anak menyimpang dari perilaku yang disetujui orang tua.
Akibatnya, anak tidak kreatif.
h. Penyediaan alat bermain yang terlalu terstruktur. Alat
permainan

yang

sangat

terstruktur

menghilangkan

kesempatan anak melakukan bermain secara kreatif.

B. Anak Usia Dini di Masa Taman Kanak-Kanak


1. Kreativitas Anak Usia Dini
Setiap anak yang dilahirkan ke dunia dilengkapi dengan
berbagai potensi termasuk potensi kreatif. Potensi tersebut tidak
7 Aprianti, Rahma. 2013. Meningkatkan Kreativitas Gambar Anak Melalui Melukis Pasir di
atas Kaca Pada Kelompok B TK Satu Atap Padang Kurawan Bengkulu Selatan. Program
Sarjana Pendidikan bagi Guru dalam Jabatan jurusan Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Skripsi

akan berkembang baik tanpa lingkungan kondusif dan bantuan


dari orang dewasa di sekitarnya. Pengembangan kreativitas anak
perlu

dilaksanakan

sejak

usia

dini

karena

fantasi

setiap

anakmuncul sejak usia dini dan akan berkembang dalam rentang


usia 3-6 tahun. Pada masa ini anak banyak melakukan kegiatan
bermain

serta

dapat

menciptakan

sesuatu

sesuai

dengan

keiginan dan imajinasinya melalui benda-benda yang ada di


sekitar.
Kreativitas akan tampak pada awal kehidupan dan pertamatama terlihat dalam permainan anak, lalu secara bertahap
menyebar ke berbagai kehidupan lainya, seperti sekolah atau
pendidikan, rekreasi, dan pekerjaan. Pada diri anak sering terjadi
kegelisahan dan gejolak, karena pada masa ini anak akan mulai
menemukan identitasnya. Pada saat yang demikian, anak
membutuhkan kreativitas untuk menemukan identitasnya. Dalam
mencapai identitas tersebut, anak dituntut untuk berkarya
melalui daya cipta kreativitasnya.
Tugas perkembangan anak yang

mendukung

kreativitas

adalah bahwa anak harus mampu mengembangkan ketrampilanketrampilan

baru.

Anak

diharapkan

berlatih

dan

mengembangkan ketrampilan baru sesuai dengan tuntutan hidup


sehingga anak mampu menyesuaikan dirinya dengan baik. Oleh
karena

itu

perkembangan

dalam

memberikan

kreatif

anak

perlu

rangsangan
disesuaikan

terhadap
dan

tidak

dipaksakan. Karena pemaksanan kreativitas yang tidak sesuai


dengan tahap perkembangan justru akan membebani individu,
sehingga individu tersebut tidak bekembang secara normal.
Dari paparan di atas dapat dianalisis bahwa kreativitas Anak
Usia Dini merupakan potensi yang digunakan anak untuk
menemukan identitasnya dengan berkarya melalui daya cipta
kreativitasnya

sehingga

anak

mampu

menegembangkan

keterampilan-keterampilan yang baru. Dalam mengembangkan


kreativitas tersebut pendidik juga harus mengetahui sifat-sifat

natural anak sebagai acuan pengembangan kreativitas yang


dilakukan.

2. Sifat-sifat Natural Perkembangan Kreativitas Anak


Anak memiliki kemampuan untuk mempelajari sesuatu menurut
caranya sendiri secara natural. Sifat-sifat natural yang sangat
menunjang

perkembangankreativitas

dikembangkan antara lain 9 :


a. Pesona dan rasa takjub
Sifat pesona dan

rasa

anak

takjub

yang

terhadap

harus

sesuatu,

merupakan sifat khas anak- anak. Mereka pada umumnya


sangat terpengaruh dan tertarik melihat hal-hal baru yang
menakjubkan di lingkungan sekitar anak. Melalui kekaguman
terhadap alam sekitar, kreativitas dapat diciptakan.
b. Mengembangkan imajinasi
Dunia khayal dan imajinasi merupakan dunia yang
identik dengan anak. Dengan berimajinasi sesuatu yang tidak
mungkin bisa menjadi mungkin bagi seorang anak sehingga
mampu berpikir untuk menemukan penyelesaian masalah
yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
c. Rasa ingin tahu
Anak sangat antusias dengan benda-benda ataupun
makhluk

baru

memperhatikan,

yang

pertama

mengamati

kali

cara

dilihatnya.

kerjanya,

Ia

akan

menatapnya

dengan detail, merabanya, mencium, dan jika perlu dijilat


untuk merasakan bagaimana rasanya. Dengan rasa ingin
8 Ristanti, Sri Yuli. 2013. Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain Mencipta Dari Bentuk
Geometri Pada Kelompok B Tk Muslimat Nu Tamanagung I Muntilan. Program Studi Pendidikan Guru
Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi

9 Yeni Rahmawati & Euis Kurniati, (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas


Pendidikan Anak Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 38-40

tahunya tersebut, anak kadang tidak perduli dengan apa yang


terjadi pada diri anak. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya
keinginan anak untuk belajar sesuatu dengan mengeksplorasi
alam dan lingkungan sekitarnya. Rasa ingin tahu merupakan
sifat dasar kreativitas sebelum anak menciptakan karya atau
gagasan baru, yang kemudian dikembangkan untuk menjadi
pribadi yang kreatif.
d. Banyak bertanya
Masa awal Taman Kanak-kanak sangat diwarnai dengan
aktivitas banyak bertanya. Dengan bertanya anak akan
mengetahui
sekitarnya

segala

sesuatu

sehingga

gagasannya.

mampu

Dengan

perkembangan

yang

anak

di

lingkungan

memperkaya

mengetahui

kreativitas

terjadi

di

ide

sifat-sifat
atas

atau
natural

pendidik

harus

mengembangkan kreativitas anak secara optimal agar dapat


mencapai tujuan pengembangan kreativitas yang diharapkan.

3. Karakteristik Anak Taman Kanak Kanak


Anak usia Taman kanak Kanak adalah mereka yang berada di
rentang usia 4/5th- 6/7th. Pada masa ini anak-anak sedang
mengalami suatu proses

perkembangan

dalam segala

aspek

perkembangan. Anak-anak memiliki karakteristik yang unik dan


berbeda dengan karakteristik orang dewasa. Karakteristik anak usia
dini yang khas tersebut seperti yang dikemukana oleh Richard D
Kellough dalam Sofia Hartati (2005:8) adalah sebagai berikut:
a. Anak

itu

bersifat

egosentris,

Ia

cenderung

melihat

dan

memahami sesuatu dari sudut pandangnya sendiri. Karakteristik


ini terkait dengan perkembangan kognitifnya yang menurut
Piaget berada pada fase transisi yaitu dari fase praoperasional ke
fase operasional konkrit.
b. Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, Anak berfikir bahwa
dunia ini adalah sesuatu yang menakjubkan. Hal ini menimbulkan

rasa keingintahuannya yang tinggi. Keingintahuan anak sangat


bervariasi, karena tergantung hal apa yang menjadi minat anak.
c. Anak adalah Makhluk social,Anak senang berada di lingkungan
teman

sebayanya.

Anak

membangun

konsep

diri

melalui

berinteraksi , dan ia akan membangun kepuasan melalui


penghargaan diri ketika diberi kesempatan untuk bekerjasama
dengan temannya.
d. Anak bersifat unik, Anak merupakan individu yang unik, dimana
memiliki keunikan yang satu dan yang lainnya berbeda.
e. Anak umumnya kaya dengan fantasi,Anak senang berfantasi, ia
senang

bercerita

dengan

melebih

lebihkan

tentang

pengalamannya, atau bahkan ia menanyakan hal hal yang gaib.


Hal ini terjadi dikarenakan imajinasi anak berkembang melebihi
apa yang dilihatnya.
f. Anak memiliki daya konsentrasi yang pendek, Secara umum,
anak akan kesulitan untuk tetap focus pada satu hal dalam waktu
yang lama. Perhatiannya mudah teralihkan, kecuali kegiatan
yang

sedang

dilakukannya

menyenangkan

dan

menarik

perhatiannya.
g. Anak Merupakan masa belajar yang paling potensial, Masa anak
dikenal dengan istilah golden age. Saat ini adalah masa dimana
anak mengalami berbagai pertumbuhan dan perkembangan
yang

sangat

cepat

perkembangan.
memerlukan

dan

Sehingga

stimulasi

dan

pesat
pada

pada
masa

rangsangan

berbagai
ini

anak

yang

aspek
sangat

tepat

dari

lingkungannya. Melalui kegiatan bermain, semua pekerjaan


dapat anak wujudkan.10
4. Pengembangkan Kreativitas Anak TK
Kreativitas anak sangat penting dikembangkan sejak usia dini
khususnya sejak anak memasuki pendidikan prasekolah di TK.
Kreativitas yang dikembangkan di TK lebih ditekankan pada
10 Novitawati, 2011. Kesiapan Sekolah Anak Taman kanak-kanak Berbasis Model Pembelajaran
Sentra. Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 7. PAUD Universitas Negeri Lambung Barat
Mangkurat. Kalimantan Selatan.

kreativitas anak dalam berkarya. Yenny Rahmawati dan Euis


Kurniati mengemukakan bahwa kreativitas berkarya diartikan
sebagai

kemapuan

menemukan,

mencipta,

membuat,

merancang ulang, dan memadukan suatu gagasan baru maupun


lama menjadi kombinasi baru yang divisualkan ke dalam suatu
karya dengan didukung kemampuan terampil yang dimilikinya.
Pengembangan kreativitas anak di TK dapat dilakukan melalui
kegiatan

pembelajaran.

pengembangan

Untuk

kreativitas

di

mensukseskan
Taman

program

Kanak-kanak,

Yeni

Rahmawati dan Euis Kurniati mengemukakan bahwa ada lima


kriteria pembelajaran yang dapat membantu mengembangkan
kreativitas anak, yaitu:
a. Kegiatan Belajar Bersifat Menyenangkan (Learning is Fun)
Faktor
emosi
merupakan
faktor
penting
dan
menentukan efektivitas proses pembelajaran. Belajar yang
menyenangkan

akan

sangat

berarti

bagi

anak

dan

bermanfat hingga ia dewasa. Pendidik perlu memberikan


kesan

positif

sehingga

pada

anak

anakmenyukai

dalam
proses

aktivitas
belajar

belajarnya

yang

dapat

mengembangkan kreativitasnya. Hal itu ditandai dengan


anak antusias mengikuti

kegiatan belajar, tertawa-tawa,

banyak bertanya, dan asyik menikmati kegiatan yang


diberikan oleh guru.
b. Pembelajaran dalam Bentuk Kegiatan Bermain
Bermain adalah dunia anak. Melalui bermain anak dapat
mempelajari banyak hal, tanpa ia sadari dan tanpa merasa
terbebani.

Anak

juga

dapat

mengenal

aturan,

bersosialisasi, menempatkan diri, menata emosi, toleransi,


kerjasama,

mengalah,

sportif

serta

mengembangkan

berbagai aspek perkembangan dan kecerdasan pada anak.


Dengan demikian pendidik perlu memilihkan permainan
secara

tepat

sebagai

pembelajaran.
c. Mengaktifkan Siswa

sarana

penyampaian

materi

Anak memerlukan ruang yang luas untuk bereksplorasi


dan menjelajahi dunianya, sehingga segala informasi dapat
dengan

mudah

mengoptimalkan

diserap

oleh

pertumbuhan

anak

dan

sertamampu

perkembangannya.

Dengan demikian perlunya pendekatan pembelajaran yang


tepat, yaitu berupa belajar aktif, yang lebih menempatkan
siswa sebagai pusat dari pembelajaran. Dengan kata lain
anak

terlibat

aktif

dalam

perencanaan,

proses

pembelajaran, dan sampai pada penilaian.


Grave menyatakan bahwa belajar aktif merupakan
proses di mana anak-anak melakukan eksplorasi terhadap
lingkungannya,

dengan

mendengarkan,

mencari

cara

tahu,

mengobservasi,

menggerakkan

badan,

melakukan aktivitas sensori, dan membuat atau mencipta


sesuatu dengan benda-benda yang ada di sekitar mereka.
Pendekatan

belajar

aktif

sangat

mendorong

program

pengembangan kreativitas bagi anak, di mana mereka


diberikan keleluasaan untuk mencari dan menemukan
sendiri

berbagai

pengalamannya,

macam

ilmu

pengetahuan

informasi,

dan

mampu

suatu produk yang kreatif.


d. Memadukan
Berbagai
Perkembangan
Berbagai aspek

Aspek

melalui

menghasilkan

Pembelajaran

perkembangan

yang

dimiliki

dan
anak

merupakan suatu kesatuan yang utuh dan menyeluruh,


sehingga

pembelajaran

memadukan

semua

yang

komponen

dikembangkan
pembelajaran

dapat
dan

perkembangan anak.
e. Pembelajaran dalam Bentuk Kegiatan Konkret
Bagi anak proses mengerti dan memahami sesuatu
tidak selalu harus melalui proses instruksional, akan tetapi
anak mengamati dan berinteraksi secara langsung dengan
objek pembelajaran, sehingga dapat menambah wawasan
dan pengetahuan secara lebih bermakna. Bagi anak usia
TK yang masih berada pada tahap perkembangan kognitif

praoperasional dan pra operasional konkret, sehingga


kegiatan pembelajaran harus diserti dengan objek nyata.
Setelah mengetahui cara mengembangakan kreativitas di
atas, pendidik mampu mengembangkan kreativitas anak
secara

optimal

sehingga

mampu

mencapai

pengembangan kreativitas yang diharapkan.

tujuan

11

11 Yeni Rahmawati & Euis Kurniati, (2010). Strategi Pengembangan Kreativitas Pendidikan Anak
Usia Taman Kanak-Kanak. Jakarta: Rineka Cipta. Hal 41-44

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.

Definisi Operasional
Kreativitas adalah aktivitas imajinatif untuk menghasilkan sesuatu yang baru atau
kombinasi dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya, yang bernilai, dan dapat
dimengerti.
Kreativitas merupakan suatu hal yang terdapat dalam diri setiap individu, dan
kreativitas yang dimiliki setiap individu pasti berbeda tergantung bagaimana cara
individu

tersebut

mengembangkannya.

Adapun

ciri-ciri

kreativitas

sebagai

indikatornya, antara lain:


a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan
banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran
berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
b. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah
ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat
suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah
yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan
atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir.
Mereka

dengan

mudah

dapat

meninggalkan

cara

berpikir

lama

dan

menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.


c. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan
menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi
sehingga menjadi lebih menarik.
d. Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau
kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.
e. Kepekaan (sensitivity), yaitu anak mampu memahami dan menanggapi situasi
dimana dia berada.
B.

Indikator Perilaku

Target perilaku observasi merupakan kreativitas anak yang dilihat dari berbagai
kegiatan dalam sentra kreativitas kelas B1, terdapat empat kegiatan yaitu: (1)
Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna; (2) Mengarsir pada gambar baju
sorjan dengan spidol berwarna; (3) Menjahit gambar baju adat Bali; (4) Mewarnai
gambar motif batik. Berikut rincian indikator masing-masing kegiatannya.
(1) Indikator kegiatan menulis kata KEBAYA dengan pasta warna:
a. Anak mampu mengemukakan ide secara bebas dalam berkarya namun
tidak mengabaikan arahan dari guru. (fluency)
b. Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide dengan jenis tulisan yang
berbeda-beda. (flexibility)
c. Anak mampu membuat tulisan KEBAYA dengan pasta warna
berdasarkan pemikirannya. (originality)
d. Anak mampu menceritakan mengenai hasil penulisan kata KEBAYA
dengan pasta warna dengan gamblang dan detail. (elaboration)
e. Anak mampu memahami dan menanggapi tugas yang diberikan oleh guru
serta situasi dimana dia berada. (sensitivity)
(2) Indikator kegiatan mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna:
a. Anak mampu mengemukakan ide secara bebas dalam berkarya namun
tidak mengabaikan arahan dari guru. (fluency)
b. Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide dengan objek yang
berbeda-beda. (flexibility)
c. Anak mampu mengarsir gambar baju sorjan dengann spidol berdasarkan
pemikirannya. (originality)
d. Anak mampu menceritakan mengenai proses teknik arsir gambar baju
sorjan dengan spidol secara detail hingga hal terkecil. (elaboration)
e. Memahami dan menanggapi tugas yang diberikan oleh guru serta situasi
dimana dia berada. (sensitivity)
(3) Indikator kegiatan menjahit gambar baju adat Bali:
a. Anak mampu mengemukakan ide secara bebas dalam mengarsir gambar
baju adat Bali namun tidak mengabaikan arahan dari guru. (fluency)
b. Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide dengan objek yang
berbeda-beda. (flexibility)
c. Anak mampu membuat dan menjahit gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya. (originality)
d. Anak mampu menceritakan mengenai proses menjahit gambar baju adat
Bali secara gamblang dan detail. (elaboration)
e. Memahami dan menanggapi tugas yang diberikan oleh guru serta situasi
dimana dia berada. (sensitivity)

(4) Indikator kegiatan mewarnai gambar motif batik:


f. Anak mampu mengemukakan ide secara bebas dalam mewarnai gambar
motif batik namun tidak mengabaikan arahan dari guru. (fluency)
g. Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide dengan objek yang
berbeda-beda. (flexibility)
h. Anak mampu membuat dan mewarnai gambar motif batik berdasarkan
pemikirannya. (originality)
i. Anak mampu menceritakan mengenai proses mewarnai gambar motif
batik secara gamblang dan detail. (elaboration)
j. Memahami dan menanggapi tugas yang diberikan oleh guru serta situasi
dimana dia berada. (sensitivity)
C.

Jenis Observasi
Jenis observasi yang akan digunakan ialah Observasi Partisipan
Sedang dimana observer dalam lingkungan observasi dan bukan
merupakan anggota asli dari kelompok yang diteliti, namun
observer tidak mengarahkan perilaku subyek secara langsung.
Observer menggunakan jenis observasi partisipan sedang karena
kami ingin mengetahui secara langsung terutama pada poin
Keterperincian (Elaboration) dengan indikator anak mampu
menceritakan proses tentang konsep karya secara detail hingga
bagian sekecil kecilnya.

D.

Metode Pengumpulan dan Pencatatan Data


Observer menggunakan Rating Scale Numerik sebagai metode pengumpulan dan
pencatatan data. Rating Scale Numerik yaitu metode pengumpulan data dengan
melihat indikator perilaku sesuai derajat/kontinum dalam suatu peringkat.
Sedangkan yang dimaksud Skala Numerik ialah menggunakan angka-angka
sebagai penanda, sehingga kategori angka tersebut harus dijelaskan secara
gamblang. Observer menggunakan metode tersebut karena observer ingin
mengetahui dan mengelompokkan tingkat kreativitas anak TK dengan rentang
usia empat sampai 6 tahun.

E.

Langkah Observasi
a. Pra Observasi
Sebelum observasi dilakukan, kami melakukan survey
lokasi terlebih dahulu pada tempat yang akan dijadikan
observasi. Meminta izin dan membicarakan hal-hal yang

terkait mengenai observasi yang akan dilaksanakan kepada


pihak kepala dalam pengurusan yang ada dalam nya.
Kemudian

kami

meminta

surat

rekomendasi

dari

pihak

fakultas untuk melakukan observasi karena pihak kepala


tempat yang akan di observasi meminta surat perizinan
tersebut, selain itu kami juga menyinkronkan waktu observasi
antara

jadwal

kegiatan

pembelajaran

dengan

jadwal

perkuliahan kami agar tidak terjadi kres antara keduanya.


Beberapa hari kemudian, pihak observer memberikan
surat rekomendasi dari pihak fakultas pada pihak kepala
kepengurusan untuk memenuhi syarat yang telah ditentukan
dan pihak observer membicarakan kembali atas observasi
yang akan dilakukan kepada pihak kepala kepengurusan untuk
mendapatkan kepastian dan persetujuan.
b. Saat Observasi
Observer mendatangi tempat yang akan dijadikan tempat
observasi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh
kedua belah pihak. Observer mengikuti kegiatan subyek mulai
dari awal hingga akhir dengan memfokuskan pada subyek
yang diamati. Proses pengobservasian dilakukan dalam kurun
waktu 165 menit pada pukul 07.30 sampai dengan 10.15
dengan jadwal kegiatan sebagai berikut:
07.30 Persiapan pembelajaran semua murid kelas B1-B3
dalam satu kelas.
07.50 Kembali pada masing-masing kelas sesuai jadwal
sentranya.
08.00 Dilanjutkan kepada kegiatan inti
09.35 Istirahat makan
10.00 Pulang sekolah
Dari jadwal tersebut, pengamatan dilakukan secara langsung pada saat proses
kegiatan pembelajaran berlangsung di dalam kelas, dengan mengisi lembar
observasi yang telah disiapkan. Lembar observasi berisi form penilaian
F.

kemampuan subjek dilihat dari berbagai kegiatan.


Subjek
Subjek penelitian merupakan murid aktif TK Aisyiah kelas B1 dengan banyak 10
anak dari 13 anak yang tertera pada daftar absensi kelas. Hal tersebut dilakukan

menggunakan metode random sampling dan untuk keefektifan observasi, setiap


observer memegang dua subjek agar lebih mudah diamati. Untuk karakterisitik
murid kelas B1 termasuk kelas yang terendah dilihat dari kemampuan kognitifnya
jika dibandingankan kelas B lainnya berdasarkan penilain para pengajar dan
kepala pengurus TK Aisyiah 13 Wonocolo.
G.

Observer
a. Kualifikasi observer:

Mengetahui

teori-teori

yang

akan

dijadikan

pengklasifikasian perilaku kreatifitas subjek.

Mampu diajak bekerja sama sebagai tim observer

Mengetahui informasi apa saja yang akan digali

Mampu mengobservasi subjek berdasarkan kesepakatan


yang sudah ditentukan.

Mampu

menganalisis

hasil

observasi

dengan

mencocokkan pada teori acuan.

Mampu menarasikan hasil observasi.

b. Jumlah observer : 5 (lima) observer, berikut nama-namanya.


1. Lia Nurun Tajalla
2. Mochammad Taufik
3. Mohammad Aditya Wirabudi Kusumah
4. Nadya Atikah Putri
5. Ziyadatul Huriyyah
c. Peran observer : Setiap observer mengamati 2 subjek yang
akan diteliti dalam kegiatan sentra kreatifitas dan mencatat
apa yang telah diamati oleh setiap observer berdasarkan
ketentuan yang sudah ada.
H.

Waktu dan Tempat Pelaksanaan


Tempat
: TK Aisyiah 13 Wonocolo
Alamat
: Jalan Jemur Wonosari No.30
Hari
: Selasa, 15 November 2016
Waktu
: 07.30 10.15 (165 menit)

I.

Desain Format Observasi


1. Form Observasi

Nama Subjek : ......................................


Usia

: .......................................

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju adat Bali


Perilaku
Kategori Skor
NO.
Indikator
1 2 3 4
Kreatif
1. Kelancaran
Anak mampu mengemukakan ide secara bebas
(fluency)

dalam mengarsir gambar baju adat Bali namun

2.

Keluwesan

tidak mengabaikan arahan dari guru.


Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide

3.

(flexibility)
Keaslian

dengan objek yang berbeda-beda.


Anak mampu membuat dan menjahit gambar

4.

(orginalitas)
Keterperincian

baju adat Bali berdasarkan pemikirannya.


Anak mampu menceritakan mengenai proses

(elaboration)

menjahit gambar baju adat Bali secara gamblang

Kepekaan

dan detail.
Memahami

(sensitivity)

diberikan oleh guru

5.

dan

menanggapi

tugas

yang

serta situasi dimana dia

berada.

Nama Subjek : ......................................


Usia

: .......................................

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik


Perilaku
Kategori Skor
NO.
Indikator
1 2 3 4
Kreatif
1. Kelancaran
Anak mampu mengemukakan ide secara bebas
(fluency)

dalam mewarnai gambar motif batik namun

2.

Keluwesan

tidak mengabaikan arahan dari guru.


Anak mampu menghasilkan berbagai macam ide

3.

(flexibility)
Keaslian

dengan objek yang berbeda-beda.


Anak mampu membuat dan mewarnai gambar

4.

(orginalitas)
Keterperincian

motif batik berdasarkan pemikirannya.


Anak mampu menceritakan mengenai proses

(elaboration)

mewarnai gambar motif batik secara gamblang

Kepekaan

dan detail.
Memahami

5.

dan

menanggapi

tugas

yang

(sensitivity)

diberikan oleh guru serta situasi dimana dia


berada.

2. Panduan Observasi
1. Observer berada di dalam kelas pada saat kegiatan berlangsung, mulai dari awal
sentra di mulai hingga kegiatan sentra berakhir.
2. Observer berperan secara fungsional, dimana observer tidak mengarahkan subjek
kepada kondisi tertentu. Hanya saja bertanya kepada subjek terkait informasi yang
dibutuhkan dalam penilain formulir observer.
3. Observer mengamati dan mencatat setiap kegiatan para murid yang di observasi
(berdasarkan indikator) yang terjadi pada saat itu dan yang ada pada tabel
pengobservasian.
3. Pedoman Skoring

Kegiatan
1.
Membuat

Perilaku
Kreatif
Fluency
(Kelancaran)

tulisan
kebaya

Anak mampu

dengan

mengemuka

pasta

kan ide

warna.

berdasarkan
arahan guru

Indikator
1.Menciptakan berbagai macam ide

Skor
Maksimal
4

dalam berkarya namun tidak


mengabaikan arahan dari guru,skor 4.
2. Menciptakan beberapa macam ide
dalam berkarya namun tidak
mengabaikan arahan dari guru, skor 3.
3. Menciptakan sedikit ide dalam
berkarya namun tidak mengabaikan

dalam

arahan dari guru, skor 2.


4. Menciptakan sedikit ide dalam

penulisan

berkarya dan mengabaikan arahan dari

kata kebaya

guru, skor 1.

dengan
pasta warna.
Flexibility
(Keluwesan)

1. Bentuk penulisan kebaya dengan

pasta warna yang diciptakan memiliki


ide yang berbeda, tidak kesulitan dalam

Anak mampu

menulis kebaya dan penggunaan warna,

menghasilka

skor 4.
2. Bentuk penulisan kebaya dengan

n berbagai
macam ide

pasta warna yang diciptakan hampir


sama, tidak kesulitan dalam menulis
kebaya dan penggunaan warna, skor 3.
3. Bentuk penulisan kebaya dengan
pasta warna yang diciptakan memiliki
kesamaan ide , tidak kesulitan dalam
menulis kebaya dan penggunaan warna,
skor 2.
4. Tidak menciptakan bentuk penulisan

Originality

kebaya dengan pasta warna, skor 1.


1.Percaya diri dalam pengerjaan

(Keaslian)

menulis kata kebaya dengan pasta


warna, mandiri dalam menyelesaikan

Anak mampu
membuat tulisan
kebaya dengan
pasta warna
berdasarkan
pemikirannya
sendiri.

hasil karya, skor 4.


2. Terpengaruh orang lain dalam
pengerjaan menulis kata kebaya dengan
pasta warna, namun tetap mandiri dalam
menyelesaikan hasil karya, skor skor 3.
3. Meniru karya orang laun dan
menambahinya dalam pengerjaan
menulis kata kebaya dengan pasta
warna, namun sedikit mendapat bantuan

1. Panduan , ada 4 kategori skor yang akan digunakan untuk menentukan tingkat
kreatifitas anak :
1. Berkembang Sangat Baik (BSB), Skor 4.
2. Berkembang Sesuai Harapan (BSH), Skor 3.
3. Masih Berkembang (MB), Skor 2.
4. Belum Berkembang (BB), Skor 1.
2. Menentukan kategori skor kreativitas per Kegiatan
Untuk setiap perilaku kreatif jumlah skor maksimal adalah 4. Sedangkan
perilaku kreatif ada 5, jadi jumlah skor di kalikan dengan jumlah perilaku kreatif
(4x5=20). Dimana hasilnya terebut adalah skor maksimal untuk perilaku anak pada
setiap kegiatan. Kemudian hasil tersebut (20) dibagi 4. Angka 4 ini dimaksudkan
dalam 4 kategori penilain yang menghasilkan:
Diketahui

: Skor maksilmal = 4
Pedoman perilaku kreatif = 5
Kategori Penilaian = 4 => Belum Berkembang (BB), Masih
Berkembang

(MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH),

Berkembang Sangat Baik (BSB).


Ditanya

: Menentukan kategori skor Perkegiatan

Jawab

: Jumlah Skor Maksimal setiap perilaku kreatif x Jumlah perilaku

kreatif
= Skor Maksimal Perkegiatan
4 x 5 = 20
Skor Maksimal Perkegiatan : Kategori Penilaian = Skor Kateogori
perkegiatan
20 : 4 = 5. Jadi setiap Kategori berjarak 5 point antara point 1 dengan point
lainnya. :
Kategori skor kreativitas per Kegiatan
1-5

= Belum Berkembang (BB)

6-10

= Masih Berkembang (MB)

11-15 = Berkembang Sesuai Harapan (BSH)


16-20 = Berkembang Sangat Baik (BSB)
3. Menentukan Kategori skor kreativitas per Anak.
Untuk setiap perilaku kreatif perkegiatan jumlah skor maksimal adalah 20.
Sedangkan ada 4 kegiatan yang digunakan untuk menentukan tingkat kreativitas per
Anak , jadi jumlah skor maksimal perkegiatan di kalikan dengan kegiatan untuk
menentukan kreatifitas per Anak (20x4=80). Dimana hasilnya terebut adalah skor
maksimal untuk perilaku kreatifitas per anak . Kemudian hasil tersebut (80) dibagi 4.
Angka 4 ini dimaksudkan dalam 4 kategori penilain yang menghasilkan:
Diketahui

: Skor maksilmal Perkegiatan = 20


Pedoman kegiatan kreatif = 4
Kategori Penilaian = 4 => Belum Berkembang (BB), Masih
Berkembang

(MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH),

Berkembang Sangat Baik (BSB).


Ditanya

: Menentukan kategori skor anak

Jawab

: Jumlah Skor Maksimal setiap kreatif setiap kegiatan x Pedoman


kegiatan perilaku kreatif = Skor Maksimal Perkegiatan
20 x 4 = 80

Skor Maksimal Peranak : Kategori Penilaian

= Skor Kategori

perkegiatan
80 : 4 = 20. Jadi setiap Kategori berjarak 20 point antara point 1
dengan point lainnya untuk menentukan kategori kreatifitas per
anak. :
Kategori skor per Anak
1-20

= Belum Berkembang (BB)

21-40 = Masih Berkembang (MB)


41-60 = Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

61-80 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

4. Menentukan Kategori skor kreativitas rata-rata per jenis perilaku kreatif anak.
Untuk setiap perilaku kreatif perkegiatan jumlah skor maksimal adalah 4.
Sedangkan ada 4 kegiatan yang digunakan untuk menentukan tingkat kreativitas per
Anak , jadi jumlah skor maksimal perkegiatan di kalikan dengan kegiatan untuk
menentukan kreatifitas dari setiap perilaku kreatif (4x4=16). Dimana hasilnya terebut
adalah skor maksimal untuk perilaku kreatifitas per anak dari setiap perilaku kreatif .
Kemudian hasil tersebut (16) dibagi 4. Angka 4 ini dimaksudkan dalam 4 kategori
penilain yang menghasilkan:
Diketahui

: Skor maksilmal Perkegiatan = 16


Pedoman kegiatan kreatif = 4
Kategori Penilaian = 4 => Belum Berkembang (BB), Masih
Berkembang

(MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH),

Berkembang Sangat Baik (BSB).


Ditanya

: Menentukan kategori skor anak

Jawab

: Jumlah Skor Maksimal setiap perilaku kreatif x Pedoman kegiatan


perilaku kreatif = Skor Maksimal Perkegiatan
4 x 4 = 16

Skor Maksimal per anak pada setiap perilaku kreatif

Kategori

Penilaian = Skor Kategori rata-rata setiap kreatif per anak


16 : 4 = 4. Jadi setiap Kategori berjarak 4 point antara point 1 dengan
point lainnya untuk menentukan kategori kreatifitas rata-rata pada
setiap perilaku kreatif per anak. :
Kategori skor per Anak
1-4

= Belum Berkembang (BB)

5-8

= Masih Berkembang (MB)

9-12

= Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

13-16 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

Contoh untuk menghitung skor perkegiatan dan per anak:


1. Cara menghitung skor perkegiatan
Nama Subjek : Nadya Atikah Rohman
Usia

: 5 tahun

Kegiatan

: Menulis kata GOESDOER dengan pasta warna

NO.
1.

Kategori

Perilaku

Indikator

Kreatif

Kelancaran

Anak

(fluency)

bebas

2.

Keluwesan

mengabaikan arahan dari guru


Anak mampu menghasilkan berbagai macam

3.

(flexibility)
Keaslian

ide dengan jenis tulisan yang berbeda-beda


Anak mampu membuat tulisan GOESDOER

(orginalitas)

dengan

Keterperincian

pemikirannya
Anak mampu menceritakan mengenai hasil

(elaboration)

penulisan kata GOESDOER dengan pasta

Kepekaan

warna dengan gamblang dan detail


Mampu memahami dan menanggapi tugas yg

(sensitivity)

diberikan oleh guru serta situasi dimana dia

4.

5.

mampu

mengemukakan

dalam

pasta

berkarya

warna

ide

secara

namun

tidak

Skor
2 3

berdasarkan

berada
Keterangan : Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 = Berkembang Sesuai
Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

Skor perilaku 1 + skor perilaku 2 + skor perilaku 3 + skor perilaku 4 + skor perilaku 5
= Jumlah Skor Per kegiatan
3 + 3 + 3 + 2 + 4 = 15
Setelah kita mengetahui jumlah skor nya, maka kita dapat mengelompokkan
jumlah skor tersebut kedalam kategori skor kreativitas per kegiatan yang sudah
ditentukan :
1-5

= Belum Berkembang (BB)

6-10

= Masih Berkembang (MB)

11-15 = Berkembang Sesuai Harapan (BSH)


16-20 = Berkembang Sangat Baik (BSB)
Jadi, apabila nadya mendapatkan skor 15. Maka kita dapat menyimpulkan
bahwa nadya termasuk kedalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) untuk
kegiatan Menulis kata GOESDOER dengan pasta warna. Berdasarkan skor kreativitas
perkegiatan yang sudah ditentukan.
2. Cara menghitung skor per anak
Misal telah diketahui jumlah skor perkegiatan, maka kita dapat menentukan skor
kreatifitas per anak.
Contoh :
Diketahui

: Skor kreatifitas perkegiatan Nadya :


Kegiatan 1

: 15

Kegiatan 2

: 18

Kegiatan 3

: 17

Kegiatan 4

: 16

Ditanya

: Mengategorikan Nadya kedalam tingkat kreativitas ?

Jawab

: Kegiatan 1 + Kegiatan 2 + Kegiatan 3 + Kegiatan 4 = Skor


kreatifitas per anak
15 + 18 + 17 + 16 = 66

Jadi, apabila nadya mendapatkan skor 66. Maka kita dapat menyimpulkan
bahwa nadya termasuk kedalam kategori Berkembang Sesuai Baik (BSB).
Berdasarkan skor kreativitas kegiatan per anak yang sudah ditentukan :
Kategori skor per Anak
1-20

= Belum Berkembang (BB)

21-40 = Masih Berkembang (MB)


41-60 = Berkembang Sesuai Harapan (BSH)
61-80 = Berkembang Sangat Baik (BSB)
3. Cara menghitung skor rata-rata per perilaku kreatif anak

Misal telah diketahui jumlah skor per perilaku kreatif, maka kita dapat menentukan
skor rata-rata setiap perilaku kreatif per anak.
Contoh :
Diketahui

: Skor kreatifitas per perilaku kreatif Nadya :


Kegiatan 1 perilaku kreatif fluency/kelancaran

:4

Kegiatan 2 perilaku kreatif fluency/kelancaran

:2

Kegiatan 3 perilaku kreatif fluency/kelancaran

:3

Kegiatan 4 perilaku kreatif fluency/kelancaran

:3

Ditanya

: Mengategorikan Nadya kedalam tingkat kreativitas ?

Jawab

: Kegiatan 1 + Kegiatan 2 + Kegiatan 3 + Kegiatan 4 = Skor


kreatifitas per anak
4 + 2 + 3 + 3 = 12

Jadi, apabila nadya mendapatkan skor 12. Maka kita dapat menyimpulkan
bahwa nadya termasuk kedalam kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH).
Berdasarkan skor kreativitas kegiatan per anak yang sudah ditentukan :
Kategori skor rata-rata per perilaku kreatif Anak
1-4

= Belum Berkembang (BB)

5-8

= Masih Berkembang (MB)

9-12

= Berkembang Sesuai Harapan (BSH)

13-16 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

BAB IV
HASIL OBSERVASI
A Deskripsi Subyek
1 Nama

: Ahmad Faishal Indrawan

Usia

: 5 Tahun

TTL

: Surabaya, 24 Desember 2010

Alamat

: JL.Jemursari XIV/B17

Nama orangtua

: Imam setyawan

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik
rambut lurus

: Kulit putih, hidung pesek, wajah bulat,

2 Nama

: Ananda Milan Ibrahimdvich

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Surabaya, 27 Oktober 2010

Alamat

: JL.Wonocolo GG.Benteng I.2A

Nama Orangtua

: Eko Septiono

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit Putih, hidung pesek, wajah lonjong,


rambut lurus pendek berponi depan

3 Nama

: Faizahh Maghfirah

Usia

: 5 Tahun

TTL

: Surabaya, 13 Agustus 2011

Alamat

: JL.Jemurwomosari GG.Masjid No.30A

Nama Orangtua

: Achmad Syafroni Moestofa

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit putih, hidung pesek, wajah bulat,

berkrudung

4 Nama

: Ghania Fara Syifa

Usia

: 5 Tahun

TTL

: Surabaya, 12 Januari 2011

Alamat

: JL.Jemurwonosari GG.Masjid No.8

Nama Orangtua

: Pembadi Trias Molya

Pekerjaan

: TNI-AL

Ciri-ciri Fisik

: Kulit coklat, hidung simetris , wajah

lonjong, berkrudung

5 Nama
Usia

: M.Ghandi Anindra Al-Khalifi


: 6 Tahun

TTL

: Surabaya, 5 Juli 2010

Alamat

: JL.Jemurwonosari I/27

Nama Orangtua

: Yudhi Andrias Hakim

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit coklat, hidung simetris, wajah bulat,


rambut lurus berponi

6 Nama

: Mochammad Daffa Ardiyanta

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Surabaya, 13 Juni 2010

Alamat

: JL.Jemurwonosari GG.Masjid No.23A

Nama Orangtua

: Mochammad Hari Robiansyah

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit putih, hidung simetris, wajah lonjong,


rambut lurus berponi

7 Nama

:Nabila Elvaretta Luthfiyyah

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Malang, 4 Mei 2010

Alamat

: Sumber Tangkil RT.10 RW.03 Malang

Nama Orangtua

: Tobat Diantoro

Pekerjaa

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit coklat, hidung pesek, wajah lonjong,

berkrudung
8 Nama

: Raditya Zahir Atmadeva

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Surabaya, 14 Agustus 2010

Alamat

: JL.Margorejo III E /41 E

Nama Orangtua

: Eko Mardianto

Pekerjaa

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit putih, hidung simetris, wajah lonjong,


rambut pendek lurus

9 Nama

: Revino Arkananta Fairuz

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Surabaya, 30 Oktober 2010

Alamat

: JL.Medokan Semampir Blok L / 21

Nama Orangtua

: Aris Suntoro

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit coklat, hidung pesek, wajah bulat,


rambut pendek lurus tipis

10 Nama

: Senno Ahmad Bramantyo

Usia

: 6 Tahun

TTL

: Sidoarjo, 23 Desember 2010

Alamat

: JL. Margorejo I/104 D

Nama Orangtua

: Heru Purwanto

Pekerjaan

: Swasta

Ciri-ciri Fisik

: Kulit putih, hidung mancung, wajah


lonjong, rambut lurus

B Deskripsi Hasil Obervasi


Nama Subjek :Ahmad Faishal Indrawan
Usia

: 5 tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

2.

(fluency)

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+3+2+4 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ahmad Faishal Indrawan


Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kategori

Perilaku

Kelancaran
(fluency)

Skor

Indikator

Kreatif

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil
Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :

5 Kepekaan (sensitivity) :
Skor : 3+3+3+2+3 = 14 (Masih Berkembang)

Nama Subjek : Ahmad Faishal Indrawan


Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Menjahit gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu
bebas

mengemukakan
dalam

ide

mengarsir

(fluency)

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor: 2+3+4+2+4 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ahmad Faishal Indrawan


Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

(fluency)

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan
arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+3+3 = 14 (Berkembang Sesuai Harapan)


Skor kategori kreatifitas Ahmad Faisal Indrawan :
15 + 14 +15 + 14 = 58 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas Ahmad Faisal Indrawan
berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 3+2+2+2 = 10 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+3+3+3 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)

c. Keaslian (originalitas) : 3+3+4+3 = 13 (Berkembang Sangat


Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 2+2+2+3 = 9 (Berkembang Sesuai
Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 4+3+4+3 = 14 (Berkembang Sangat
Baik)
Nama Subjek : Ananda Milan Ibrahimdvich
Usia

: 6 tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan

detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta
situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+3+4 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ananda Milan Ibrahimdvich


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

(fluency)
2.

Kategori

Perilaku

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil
Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ;


3 = Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik
(BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+4+3+2 = 14 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ananda Milan Ibrahimdvich


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menjahit gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak

mengabaikan arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan

Memahami

dan

menanggapi

tugas

(sensitivity)

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB )

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+3+3 = 14 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ananda Milan Ibrahimdvich


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan

arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration
)

secara gamblang dan detail.

5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+3+2+3 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)


Skor kategori kreatifita Ananda Milan Ibrahimovich :
15+14+14+12= 55 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas Ananda Milan Ibrahimovich berdasarkan perilaku
kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 2+2+2+2 = 8 ( Masih Berkembang)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+3+3+2 = 11 (Berkembang Sesuai
Harapan)
c. Keaslian (originalitas) : 3+4+3+3 = 13 (Berkembang Sangat
Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 3+3+3+2 = 9 (Berkembang Sesuai
Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 4+2+3+3 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)
Nama Subjek : Faizah Maghfirah
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

2.

(fluency)

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+4+2+4 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Faizah Maghfirah


Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kategori

Perilaku

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

2.

(fluency)

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil
Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 1+2+2+2+3 = 10 (Masih Berkembang)


Nama Subjek : Faizahh Maghfirah
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Menjahit gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu
bebas

mengemukakan
dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+4+4+2+4 = 17 (Berkembang Sangat Baik)


Nama Subjek : Faizah Maghfirah
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan

arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+4+4+2+3 = 17 (Berkembang Sangat Baik)


Skor Kategori Kreatifitas Faizah Maghfirah:
15+10+17+17 = 54 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor

kategori

kreatifitas

Faizah

Maghfirah

berdasarkan

perilaku kreatif dari 4 kegiatan :


a. Kelancaran (fluency) : 2+1+3+4 = 10 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+2+4+4 = 13 (Berkembang Sangat
Baik)
c. Keaslian (originalitas) : 4+2+4+4 = 14 (Berkembang Sangat
Baik)

d. Keterperincian (elaboration) : 2+2+2+2 = 8 (Masih


Berkembang)
e. Kepekaan (sensitivity) : 4+3+4+3 = 14 (Berkembang Sangat
Baik)
Nama Subjek : Ghania Fara Syifa
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan

detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1 Kelancaran (fluency) :
2 Keluwesan (flexibility) :
3 Keaslian (originalitas) :

4 Keterperincian (elaboration) :
5 Kepekaan (sensitivity) :
Skor : 1+3+3+3+3 = 13 (Berkembang Sesuai Harapan)
Nama Subjek : Ghania Fara Syifa
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

(fluency)
2.

Kategori

Perilaku

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail

hingga hal terkecil


Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 = Berkembang Sesuai


Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+2+3+3 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Ghania Fara Syifa
Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+2+1+3+3 = 13 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Ghania Fara Syifa


Usia

: 5 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan

arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+4+4+4+4 = 20 (Berkembang Sangat Baik)

Skor Kategori kreativitas Ghania Fara Syifa :


13+12+13+20= 58 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas Ghania Fara Syifa berdasarkan perilaku kreatif dari 4
kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 1+2+4+4 = 11 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+2+2+4 = 11 (Berkembang Sesuai
Harapan)
c. Keaslian (originalitas) : 3+2+1+4 = 10 (Berkembang Sangat
Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 3+3+3+4 = 13 (Berkembang
Sangat Baik)
e. Kepekaan (sensitivity) : 3+3+3+4 = 13 (Berkembang Sangat
Baik)
Nama Subjek : M.Ghandi Anindra Al-Khalifi
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun


tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan

warna

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan


pasta warna dengan gamblang dan

(elaboration

detail

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Mampu memahami dan menanggapi

tugas yg diberikan oleh guru serta


situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+4+3+3 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : M.Ghandi Anindra Al-Khalifi


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

(fluency)
2.

Kategori

Perilaku

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun


tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu mengarsir gambar baju


sorjan

dengann

spidol

warna

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan


dengan spidol warna secara detail

(elaboration

hingga hal terkecil

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+4+3+3 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : M.Ghandi Anindra Al-Khalifi
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit

gambar baju adat Bali berdasarkan


pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+2+3 = 13 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : M.Ghandi Anindra Al-Khalifi
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif
Kelancaran

1.

(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan
arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik


secara gamblang dan detail.

(elaboration
)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+3+2+3 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)


Skor kategori kreatifitas M Ghandi Anindra Al-Khalifi :
15+15+13+12 = 55 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas M. Ghandi Anindra Al-Khalifi berdasarkan perilaku
kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 2+2+2+2 = 8 (Masih Berkembang)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+3+3+2 = 11 (Berkembang Sesuai
Harapan)
c. Keaslian (originalitas) : 4+4+3+3 = 14 (Berkembang Sangat
Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 3+3+2+2 = 10 (Berkembang
Sesuai Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 3+3+3+3 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)

Nama Subjek : Mochammad Daffa Ardiyanta


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan
: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna
NO
Perilaku
Indikator

Kategori

Skor

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+2+3+2 = 13 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Mochammad Daffa Ardiyanta


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan
: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna
NO.
Perilaku
Indikator

Kategori

Skor

Kreatif
1.

Kelancaran
(fluency)

2.

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil
Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+2+2+2 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Mochammad Daffa Ardiyanta
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan
: Menjahit baju adat Bali
NO
Perilaku

Indikator

Kategori

Skor

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

1
Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+3+3+3+2 = 15 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Mochammad Daffa Ardiyanta


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan

arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+2+3+2 = 11 (Berkembang Sesuai Harapan)

Skor kategori kreatifitas Mochamad Daffa Ardiyanta :

13+12+15+11 = 51 (Berkembang Sesuai Harapan)


Skor kategori kreatifitas Mochamad Daffa Ardiyanta
berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 3+3+4+2 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+3+3+2 = 11 (Berkembang Sesuai
Harapan)
c. Keaslian (originalitas) : 2+2+3+2 = 9 (Berkembang Sesuai
Harapan)
d. Keterperincian (elaboration) : 3+2+3+3 = 11 (Berkembang
Sesuai Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 2+2+2+2 = 8 (Masih Berkembang)
Nama Subjek : Nabila Elvaretta Luthfiyyah
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

(elaboration
)

pasta warna dengan gamblang dan


detail

5.

Kepekaan
(sensitivity)

Mampu memahami dan menanggapi


tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+3+2+3 = 14 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Nabila Elvaretta Luthfiyyah
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

(fluency)
2.

Kategori

Perilaku

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu mengarsir gambar baju


sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil

5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+4+3+3+3 = 16 (Berkembang Sangat Baik)


Nama Subjek : Nabila Elvaretta Luthfiyyah
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak

mengabaikan arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+4+4+4+3 = 19 (Berkembang Sangat Baik)


Nama Subjek : Nabila Elvaretta Luthfiyyah
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar

motif batik namun tidak mengabaikan


arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 4+4+4+3+4 = 19 (Berkembang Sangat Baik)


Skor kategori kreatifitas Nabila Elvaretta Luthfiyyah :
14+16+19+19 = 68 (Berkembang Sangat Baik)
Skor kategori kreatifitas Nabila Elvaretta
Luthfiyyah.berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 3+3+4+4 = 14 (Berkembang Sangat Baik)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+4+4+4 = 15 (Berkembang Sangat
Baik)
c. Keaslian (originalitas) : 3+3+4+4 = 14 (Berkembang Sangat
Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 2+3+4+3 = 12 (Berkembang
Sesuai Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 3+3+3+4 = 13 (Berkembang Sangat
Baik)
Nama Subjek : Raditya Zahir Atmadeva
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

Kategori
Skor

Indikator
1

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+4+2+4 = 16 (Berkembang Sangat Baik)


Nama Subjek : Raditya Zahir Atmadeva
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

Perilaku
Kreatif

Kategori
Skor

Indikator
1

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail

hingga hal terkecil


Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+1+4 = 13 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Raditya Zahir Atmadeva
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menjahit gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

Kategori
Skor

Indikator
1

1.

Kelancaran
(fluency)

Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+3+3+3 = 14 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Raditya Zahir Atmadeva
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

Kategori
Skor

Indikator
1

1.

Kelancaran
(fluency)

Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar

motif batik namun tidak mengabaikan


arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+4+2+4 = 16 (Berkembang Sangat Baik)


Skor kategori kreatifitas Raditya Zahir Atmadeva :
16+13+14+16 = 59 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor katergori kreatifitas Raditya Zahir Atmadeva
berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 3+2+2+3 = 10 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+3+3+3 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)

c. Keaslian (originalitas) : 4+3+3+4 = 14 (Berkembang Sangat


Baik)
d. Keterperincian (elaboration) : 2+2+2+2 = 8 (Masih
Berkembang)
e. Kepekaan (sensitivity) : 4+4+3+4 = 15 (Berkembang Sangat
Baik)
Nama Subjek : Revino Arkananta Fairuz
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

2.

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan
warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi
tugas yg diberikan oleh guru serta

situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+3+3+3+2 = 14 (Berkembang Sangat Baik)

Nama Subjek : Revino Arkananta Fairuz


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kelancaran

Skor

Indikator

Kreatif

(fluency)
2.

Kategori

Perilaku

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

)
Kepekaan
(sensitivity)

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

dengan spidol warna secara detail

hingga hal terkecil


Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+1+2+3 = 10 (Masih Berkembang)


Nama Subjek : Revino Arkananta Fairuz
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menjahit gambar baju adat Bali


Kategori

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Skor

Indikator

Anak
secara

mampu

mengemukakan

bebas

dalam

ide

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak

mengabaikan arahan dari guru.


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi

dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 3+4+3+3+3 = 16 (Berkembang Sangat Baik)


Nama Subjek : Revino Arkananta Fairuz
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar

motif batik namun tidak mengabaikan


arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+3+2+3+1 = 11 (Berkembang Sangat Baik)


Skor kategori kreatifitas Revino Arkananta Fairuz :
14+10+16+11 = 51 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas Revino Arkananta Fairuz
berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a. Kelancaran (fluency) : 3+2+3+2 = 10 (Berkembang Sesuai
Harapan)
b. Keluwesan (flexibility) : 3+2+4+3 = 12 (Berkembang Sesuai
Harapan)
c. Keaslian (originalitas) : 3+1+3+2 = 9 (Berkembang Sesuai
Harapan)
d. Keterperincian (elaboration) : 3+2+3+3 = 11 (Berkembang
Sesuai Harapan)
e. Kepekaan (sensitivity) : 2+3+3+1 = 9 (Berkembang Sesuai
Harapan)

Nama Subjek : Senno Ahmad Bramantyo


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Menulis kata KEBAYA dengan pasta warna

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran
(fluency)

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun


tidak mengabaikan arahan dari guru

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

mampu

KEBAYA

membuat

dengan

pasta

tulisan

berdasarkan pemikirannya
Anak mampu menceritakan mengenai

an

hasil penulisan kata KEBAYA dengan

)
Kepekaan
(sensitivity)

warna

Keterperinci

(elaboration

5.

Anak

pasta warna dengan gamblang dan


detail
Mampu memahami dan menanggapi

tugas yg diberikan oleh guru serta


situasi dmn dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+3+2+3 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)

Nama Subjek : Senno Ahmad Bramantyo


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju sorjan dengan spidol berwarna

NO.

1.

Kategori

Perilaku

Kelancaran
(fluency)

Skor

Indikator

Kreatif

1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam berkarya namun

tidak mengabaikan arahan dari guru


2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam ide dengan jenis tulisan yang

berbeda-beda
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

sorjan

dengann

spidol

warna

berdasarkan pemikirannya

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses teknik arsir gambar baju sorjan

(elaboration
)
5.

Anak mampu mengarsir gambar baju

Kepekaan
(sensitivity)

dengan spidol warna secara detail


hingga hal terkecil
Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+1+2+2 = 9 (Masih Berkembang)

Nama Subjek : Senno Ahmad Bramantyo


Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mengarsir gambar baju adat Bali

NO

Perilaku

Kreatif

1.

Kelancaran

Kategori
Skor

Indikator
1
Anak

mampu

mengemukakan

ide

(fluency)

secara

bebas

dalam

mengarsir

gambar baju adat Bali namun tidak


mengabaikan arahan dari guru.
2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan menjahit


gambar baju adat Bali berdasarkan
pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses menjahit gambar baju adat Bali

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1
2
3
4
5

Kelancaran (fluency) :
Keluwesan (flexibility) :
Keaslian (originalitas) :
Keterperincian (elaboration) :
Kepekaan (sensitivity) :

Skor : 2+2+4+2+2 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)


Nama Subjek : Senno Ahmad Bramantyo
Usia

: 6 Tahun

Kegiatan

: Mewarnai gambar motif batik

NO

Perilaku

Kreatif

Kategori
Skor

Indikator
1

1.

Kelancaran
(fluency)

Anak

mampu

mengemukakan

ide

secara bebas dalam mewarnai gambar


motif batik namun tidak mengabaikan
arahan dari guru.

2.

Keluwesan

Anak mampu menghasilkan berbagai

(flexibility)

macam

ide

dengan

objek

yang

berbeda-beda.
3.

Keaslian
(orginalitas)

4.

Anak mampu membuat dan mewarnai


gambar

motif

batik

berdasarkan

pemikirannya.

Keterperinci

Anak mampu menceritakan mengenai

an

proses mewarnai gambar motif batik

(elaboration

secara gamblang dan detail.

)
5.

Kepekaan
(sensitivity)

Memahami

dan

menanggapi

tugas

yang diberikan oleh guru serta situasi


dimana dia berada.

Keterangan : 1 = Belum Berkembang (BB) ; 2 = Masih Berkembang (MB) ; 3 =


Berkembang Sesuai Harapan(BSH) ; 4 = Berkembang Sangat Baik (BSB)

1 Kelancaran (fluency) :
2 Keluwesan (flexibility) :
6 Keaslian (originalitas) :
7 Keterperincian (elaboration) :
8 Kepekaan (sensitivity) :
Skor : 2+2+3+2+3 = 12 (Berkembang Sesuai Harapan)
Skor kategori kreatifitas Senno Ahmad Bramantyo :
12+9+12+12 = 45 (Berkembang Sesuai Harapan
Skor kategori kreatifitas Senno Ahmad Bramantyo
berdasarkan perilaku kreatif dari 4 kegiatan :
a Kelancaran (fluency) : 2+2+2+2 = 8 (Masih Berkembang)
b Keluwesan (flexibility) : 2+2+2+2 = 8 (Masih Berkembang)

c Keaslian (originalitas) : 3+1+4+3 = 11 (Berkembang Sesuai


Harapan)
d Keterperincian (elaboration) : 2+2+2+2 = 8 (Masih
Berkembang)
e Kepekaan (sensitivity) : 3+2+2+3 = 10 (Berkembang Sesuai
Harapan)

Keterangan :
Kegiatan I

: Membuat tulisan KEBAYA dengan pasta warna

Kegiatan II

: Teknik arsir pada gambar baju sorjan dengan spidol

Kegiatan III

: Menjahit gambar baju adat Bali

Kegiatan IV

: Mewarnai gambar motif batik

Subjek I

: Ahmad Faishal Indrawan

Subjek II

: Ananda Milan Ibrahimovich

Subjek III

: Faizah Maghfirah

Subjek IV

: Ghania Fara Syifa

Subjek V

: M. Ghandi Anindra al Khalifi

Subjek VI

: Mochammad Daffa Ardianta

Subjek VII

: Nabila Elvaretta Luthfiyyah

Subjek VIII

: Raditya Zahir Atmadeva

Subjek IX

: Revino Arkananta Fairuz

Subjek X

: Senno Ahmad Bramantyo

Tingkat Kreatifitas Subjek per Kegiatan

Subjek I
Subjek II
Subjek III
Subjek IV
Subjek V
Subjek VI
Perolehan Skor Maksimal
Subjek VII
Subjek VIII
Subjek IX
Subjek X

Kegiatan I : Membuat tulisan KEBAYA dengan pasta warna


Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas skor tertinggi dengan skor 16
(BSB) ialah Raditya Zahir Atmadeva. Empat dari sepuluh anak memperoleh tingkat
kreatifitas dengan skor 15 (BSH), antara lain : Ahmad Faishal Indrawan, Ananda
Milan ibrahimovich, Faizah Maghfirah dan M. Ghandi Anindra al-Khalifi. Dua dari
sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 14 (BSH), antara lain :
Nabila Elvaretta Luthfiyyah dan Revino Arkananta Fairuz. Dua dari sepuluh anak
memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 13 (BSH), antara lain : Ghania Fara Syifa
dan Mochammad Daffa Ardianta. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat
kreatifitas skor terendah dengan skor 12 (BSH) ialah Senno Ahmad Bramantyo. RataRata skor yang diperoleh dari 10 anak pada kegiatan ini : 14.2 (BSH)
Kegiatan II : Teknik arsir pada gambar baju sorjan dengan spidol
Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas skor tertinggi dengan skor 16
(BSB) ialah Nabila Elvaretta Luthfiyyah. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat
kreatifitas dengan skor 15 (BSH) ialah M. Ghandi Anindra al-Khalifi. Dua dari
sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 14 (BSH), antara lain:
Ahmad Faishal Indrawan dan Ananda Milan Ibrahimovich. Satu dari sepuluh anak
memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 13 (BSH) ialah Raditya Zahir Atmadeva.
2 dari 10 anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 12 (BSH), antara lain:
Ghania Fara Syifa dan Mochammad Daffa Ardianta. Dua dari sepuluh anak
memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 10 (MB), antara lain: Faizah Maghfirah
dan Revino Arkananta Fairuz. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas
terendah dengan skor 9 (MB) ialah Senno Ahmad Bramantyo. Rata-Rata skor yang
diperoleh dari sepuluh anak pada kegiatan ini : 12.5 (BSH)

Kegiatan III : Menjahit gambar baju adat Bali


Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 19 (BSB) ialah
Nabila Elvaretta Luthfiyyah. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas
dengan skor 17 (BSB) ialah Faizah Maghfirah. Satu dari sepuluh anak memperoleh
tingkat kreatifitas dengan skor 16 (BSB) ialah Revino Arkananta Fairuz. Dua dari
sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 15 (BSH), antara lain:
Ahamad Faishal Indrawan dan Mochammad Daffa Ardianta. Dua dari sepuluh anak
memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 14 (BSH), antara lain: Ananda Milan
Ibrahimovich dan Raditya Zahir Atmadeva. Dua dari sepuluh anak memperoleh
tingkat kreatifitas dengan skor 13 (BSH), antara lain: Ghania Fara Syifa dan M.
Ghandi Anindra al-Khalifi. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas
terendah dengan skor 12 (BSH) ialah Senno Ahmad Bramantyo. Rata-Rata skor yang
diperoleh dari sepuluh anak pada kegiatan ini : 13.8 (BSH)
Kegiatan IV : Mewarnai gambar motif batik
Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas tertinggi dengan skor 20 (BSB)
ialah Ghania Fara Syifa. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas
dengan skor 19 (BSB) ialah Nabila Elvaretta Luthfiyyah. Satu dari sepuluh anak
memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 17 (BSB) ialah Faizah Maghfirah. Satu
dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor 16 (BSB) ialah Raditya
Zahir Atmadeva. Satu dari sepuluh anak memperoleh tingkat kreatifitas dengan skor
14 (BSH) ialah Ahmad Faishal Indrawan. Tiga dari sepuluh anak memperoleh tingkat
kreatifitas dengan skor 12 (BSH), antara lain: Ananda Milan Ibrahimovich, M. Ghandi
Anindra al-Khalifi dan Senno Ahmad Bramantyo. Dua dari sepuluh anak memperoleh
tingkat kreatifitas dengan skor 11 (BSH), antara lain: Mochammad Daffa Ardianta dan
Revino Arkananta Fairuz. Rata-Rata skor yang diperoleh dari sepuluh anak pada
kegiatan ini : 14.4 (BSH)

C ANALISIS DATA
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif yaitu
data yang dikumpulkan pada setiap kegiatan observasi dari setiap pelaksanaan
siklus dianalisis menggunakan teknik perhitungan yang tepat. Observer
menggunakan metode penelitian Kuantitatif, karena penelitian

kuantitatif ini cocok untuk menentukan kategori skor dari jenis


perilaku

kreativitas

yang

muncul

dan

untuk

mengetahui

Keluwesan

seberapa jauh tingkat kreativitasan anak .

Ahmad Faishal

Indrawan
Ananda Milan

3
4
5

Ibrahimdvich
Faizahh Maghfirah
Ghania Fara Syifa
M.Ghandi Anindra Al-

Khalifi
Mochammad Daffa

Ardiyanta
Nabila Elvaretta

8
9
10

Luthfiyyah
Raditya Zahir Atmadeva
Revino Arkananta Fairuz
Senno Ahmad
Bramantyo
Rata-Rata
Kategori skor

Kepekaan

12

13

14

11

13

11

12

10
11

13
11

14
10

8
13

14
13

11

14

10

12

12

11

11

14

15

14

12

13

10
10

12
12

14
9

8
11

15
9

11

10

9,1

11,6

12,1

10,1

12

Keterperincian

Keaslian

10

(sensitivity)

(orginalitas)

Nama

(fexibility)

NO

(fuency)Kelancaran

Tabel : Tabel Nilai Skor Perilaku kreatif dari 4 kegiatan

Tabel : Tabel Kategori Skor Perilaku kreatif dari 4 kegiatan

Indrawan
Ananda Milan

3
4
5

Ibrahimdvich
Faizahh Maghfirah
Ghania Fara Syifa
M.Ghandi Anindra Al-

Khalifi
Mochammad Daffa

Ardiyanta
Nabila Elvaretta

8
9
10

Luthfiyyah
Raditya Zahir Atmadeva
Revino Arkananta Fairuz
Senno Ahmad
Bramantyo
Rata-Rata
Kategori skor

Kepekaan

Keterperincian

Keaslian

Keluwesan

BSH

BSH

BSB

BSH

BSB

MB

BSH

BSB

BSH

BSH

BSH
BSH

BSB
BSH

BSB
BSH

MB
BSB

BSB
BSB

MB

BSH

BSB

BSH

BSH

BSH

BSH

BSH

BSH

MB

BSB

BSB

BSB

BSH

BSB

BSH
BSH

BSH
BSH

BSB
BSH

MB
BSH

BSB
BSH

MB

MB

BSH

MB

BSH

BSH

BSH

BSH

BSH

BSH

(sensitivity)

Ahmad Faishal

(orginalitas)

(fexibility)

Nama

(fuency)Kelancaran

NO

Keterangan :
1-4 = BB (Belum Berkembang)
5-8 = MB (Masih Belum Berkembang)
9-12 = BSH (Berkembang Sesuai Harapan)
13-16 = BSB (Berkembang Sangat Baik)
Dari 10 subyek yang diobservasi terdapat 1 subyek masuk
kategori BSB (Berkembang sangat baik) dan 8 subyek yang masuk
kategori skor 3 (BSH) berkembang sesuai harapan karena observasi
cocok dengan sampel karena teori kreativitasan ini menyatakan
bahwa Seseorang memiliki kemampuan untuk memberikan
gagasan-gagasan

baru

dan

menerapkanya

dalam

pemecahan

masalah. Kreativitas ini meliputi fluency / kelancaran, flexibility /

keluwesan, originality / keaslian, elaboration / keterperincian,


sensitivity / kepekaan Torren (dalam Suratno, 2005: 23).
Pada 4 Kegiatan dalam jenis perilaku kreatif terdapat kategori pada
setiap anak :
1. Pada perilaku kreatif fleuncy/kelancaran terdapat 3 subyek yang
masuk kategori MB (Masih berkembang), ada 6 subyek yang
masuk kategori BSH (Berkembang sesuai harapan), dan ada 1
subyek yang masuk kategori BSB (Berkembang sangat baik).
2. Flexibility/keluwesan terdapat 1 subyek yang masuk kategori MB
(Masih berkembang), 7 subyek yang masuk kategori BSH
(Berkembang sesuai harapan), 2 subyek yang masuk kategori
BSB (Berkembang sesuai harapan).
3. Originality/keaslian terdapat 4 subyek yang masuk kategori BSH
(Berkembang sesuai harapan), dan 6 subyek yang masuk
kategori BSB (Berkembang sangat baik).
4. Elaboration/keterperincian terdapat 3

subyek

yang

masuk

kategori MB (Masih berkembang), 6 subyek yang masuk kategori


BSH (Berkembang sesuai harapan), dan 1 subyek yang masuk
kategori BSB (Berkembang sesuai harapan).
5. Sensitivity/kepekaan 1 subyek yang masuk kategori MB (Masih
berkembang), 4 subyek yang masuk kategori BSH (Berkembang
sesuai

harapan),

subyek

yang

masuk

kategori

BSB

(Berkembang sangat baik).


Dapat dilihat dari uraian diatas, tingkat kreatifitas tertinggi dalam
empat kegiatan tersebut ialah Nabila Elvaretta Luthfiyyah dengan
total keseluruhan skor 73 (BSB). Hal tersebut jika dikaitkan dengan
teori Santrock mengenai faktor yang mempengaruhi kreatifitas
salah satunya jenis kelamin, dikatakan bahwa anak laki-laki
menunjukkan kreatifitas yang lebih besar dari anak perempuan,
terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Maka teori tersebut
dikatakan tidak sesuai dengan hasil yang ada, walaupun tidak
sepenuhnya salah dikarenakan subjek merupakan rentang usia 4
sampai

dengan

tahun

dan

termasuk

masa

kanak-kanak.

Kemungkinan setelah berlalunya masa kanak-kanak perkembangan


kreatifitas setiap subjek pun akan berbeda lagi. Untuk sebagain
besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak
laki-laki dan perempuan. Anak laki-laki lebih diberi kesempatan
untuk

mandiri,

didesak

oleh

teman

sebayanya

untuk

lebih

mengambil resiko, dan didorong oleh para orang tua dan guru untuk
lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran

DAFTAR PUSTAKA
Rachmawati, Yeni. & Kurniati, Euis. 2010. Strategi Pengembangan Kreativitas Pada Anak
Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Kencana.
Kudiyati, Sulisworo & Irfan Fahmi. 2016. Observasi Psikologi. Bandung : PT Remaja
Rosdakarya.
Azizah, Afif. 2014. Perilaku Kreatif Anak TK Aba Ngabean I Banyurejo Tempel Sleman
Kelompok A Dalam Kegiatan Finger Painting. Program Studi Pendidikan Guru
Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra Sekolah dan Sekolah Dasar Fakultas
Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Skripsi.
Ristanti, Sri Yuli. 2013. Meningkatkan Kreativitas Anak Melalui Kegiatan Bermain Mencipta
dari Bentuk Geometri Pada Kelompok B Tk Muslimat Nu Tamanagung I Muntilan.
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Jurusan Pendidikan Pra
Sekolah dan Sekolah Dasar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.
Skripsi

Aprianti, Rahma. 2013. Meningkatkan Kreativitas Gambar Anak Melalui


Melukis Pasir di atas Kaca Pada Kelompok B TK Satu Atap Padang
Kurawan Bengkulu Selatan. Program Sarjana Pendidikan bagi Guru
dalam Jabatan jurusan Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Bengkulu. Skripsi
Novitawati, 2011. Kesiapan Sekolah Anak Taman kanak-kanak Berbasis Model
Pembelajaran Sentra. Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 7. PAUD Universitas Negeri
Lambung Barat Mangkurat. Kalimantan Selatan.
http://sharahhanifah.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-kreativitas-dan
view=timeslide. Diakses tanggal 30 November 2016

Lampiran
1. Ahmad Faishal Indrawan

teori.html?

2. Ananda Milan Ibrahimovich

3. Faizah Maghfirah

4. Ghania Fara Syifa

5. M Ghandi Anindra Al-Khafi

6. Mochamad Daffa Ardiyanta

7. Nabila Elvaretta Luthfiyyah

8. Raditya Zahir Atmadeva

9. Revino Arkananta Fairuz

10. Senno Ahmad Bramantyo