Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH

NU dan Tasawuf
Disusun untuk memenuhi tugas kelompok semester 1
Program Strata Satu (S1) Fakultas Tarbiyah
Jurusan Pendidikan Agama Islam
Kelas PAI 1A

Dosen Pengampu : Wahyuni Sifaturrohman,M.SI


Disusun Oleh :
Ahmad Sofi Umami
Muslim Nurdin
Uningo Wati

INSTITUT AGAMA ISLAM NAHDLATUL ULAMA KEBUMEN


TAHUN AKADEMIK 2015/2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikab rahmat,
taufik serta hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dalam mata kuliah
Ke-NU-an dengan tema NU dan Tasawuf. Sholawat serta salam senantiasa kita haturkan
kepada junjungan Nabi Agung Muhammad Saw, karena dengan perantara Beliaulah kita
terlepas dari jaman kebodohan.
Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada
teknis penulisan maupun materi. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami
harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihakpihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini, khususnya kepada Allah SWT,
kepada dosen dan teman-teman sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Kebumen,

Nopember 2015

Tim penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul ...................................................................................................................

Kata Pengantar ..................................................................................................................

ii

BAB I Pendahuluan ...........................................................................................................

1. Latar Belakang .....................................................................................................


2. Rumusan Masalah ................................................................................................
3. Tujuan Penulisan ..................................................................................................

1
1
1

BAB II Pembahasan ..........................................................................................................

1.
2.
3.
4.
5.

Pengertian NU dan Tasawuf .................................................................................


Pembagian Ilmu Tasawuf .....................................................................................
Tahapan-tahapan Tasawuf ....................................................................................
Sejarah Singkat Tasawuf ......................................................................................
Perkembangan Tasawuf Diindonesia ...................................................................

2
3
5
6
7

BAB III Penutup ................................................................................................................

11

1. Kesimpulan ...........................................................................................................

11

Daftar Pustaka ...................................................................................................................

12

BAB 1
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Tasawuf sebagai salah satu cabang ilmu dari Islam,seharusnya dipelajari,sebab
urgensinya sama dengan mempelajari ilmu Tauhid maupun ilmu Fiqh sebagai pondasi
keberagaman Islam. Walaupun mungkin tidak sampai pada tingkatan praktek kesufian,
minimal mempelajari tasawuf,karena beberapa alasan pokok.
Pertama, agar kita dan masyarakat muslim terutama orang awam tidak salah anggapan,
seolah-olah tasawuf dan sufi adalah sesuatu yang diada-adakan dan berada dari luar Islam .
Kedua, agar orang tidak salah meletakan fungsi sufi dan taswuf pada tempatnya, sebagai
jalan untuk marifat kepada Allah dengan memadukan dua jalus sekaligus,Hakikat dan
Syariat.
Ketiga,bahwa setiap ruhani akan selalu memiliki kerinduan kepada adanya kualitas tertinggi
yang memberinya makna hidup, dan akan mendambakan tempatnya kembali yang
merupakan asalnya yang sejati.
Jadi, tujuan mempelajari tasawuf yaitu untuk menjadi seseorang yang lebih baik dan
menjadi pengalaman yang hidup tentang pertemuan yang internal dan menyatu antara orang
yang beriman dan Tuhannya yang pribadi( dalam pengertian yang tak terbatas dan yang
mutlak yang dikaitkan dengan yang Ilahi sebagaimana diajarkan oleh semua agama)

2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian NU ?
2. Apa pengertian Tasawuf ?
3. Bagaimana sejarah Tasawuf ?
4. Siapa saja tokoh-tokoh Tasawuf ?
5. Bagaimana hubungan Nu dengan Tasawuf ?

3. Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian Nu.
2. Untuk mengetahui pengertian Tasawuf.
3. Untuk mengetahui sejarah Tasawuf.
4. Untuk mengetahui siapa saja tokoh Tasawuf.
5. Mengetahui bagaimana hubungan Nu dengan Tasawuf.

BAB 11
PEMBAHASAN

1. Pengertian Nahdlatul Ulama dan Tasawuf


NU adalah jamaah dimiyyah(organisasi kemasyarakatan) yang mempunyai tujuan
memeliharra melestarikan dan mengamalkan agama islam yang berhaluan Ahlusunah wal
jamaah. Demi menerapkan kemaslahatan umat, kemajuan bangsa dan menyangkut harkat
dan martabat manusia. Yang didirikan oleh kiai haji Abdul Wahab Hasbullah(31/03/8829/12/71) dibantu kiai Hasyim Asyari(10/04/75-26/07/47).
Sedangkan pengertian tasawuf dibedakan menjadi dua yaitu pengertian secara
lughawi/etimologi dan pengertian secara istilah.
Pengertian secara lughawi/etimologi kata tasawuf mempunyai beberapa teori yaitu :
1. Tasawuf berasal dari istilah yang dikonotasikan dengan ahlu suffah, yang berarti
sekelompok orang pada masa Rasulullah SAW yang hidupnya berdiam diserambiserambi masjid1 dan tidur di atas bangku batu dengan memakai shuffah(pelana kuda)
sebagai bantal mereka mengabadikan hidupnya untuk beribadah kepada Allah Swt.

2. Istilah tasawuf berasal dari kata shaf yang artinya yaitu baris pertama dalam shalat
berjamaah dimasjid.
3. Tasawuf berasal dari kata shufanah yaitu sebangsa buah-buahan kecil yang berbulubulu,yang banyak tumbuh dipadang pasir tanah Arab.ini terlihat dari pakaian kaum
sufi yang berbulu-bulu seperti buah iru pila, dalam kesederhanaannya.
4. Tasawuf juga berasal dari kata shufi kata shafi dan shafa yang artinya suci. Seorang
sufi adalah orang yang disucikan atau orang yang mensucikan dirinya melalui
latihan, terutama sholat dan puasa dimana tujuan hidupnya adalah membersihkan
lahir dan batin menuju maghfirah(ampunan) dan ridha Allah SWT.
5. Berasal dari kata yunani yaitu sophos( oo)yang berarti hikmah atau ahli
mistik2.bahasa ini telah masuk dalam bahasa filsafat islam dan mempengaruhi bahwa
kaum sufi adalah mereka yang mengetahui tentang hikmah. Huruf s dalam sophos
ditranselitrasikan kedalam bahasa arab menjadi sin dan bukan shad, seperti dalam
kata falsafah dari kata philosopia.
6. Tasawuf berasal dari kata shuf yang berarti bulu domba atau wol. Tetapi kain wol
yang dikenakan kaum sufi adalah wol yang kasar dan sangat sederhana, buka kain
wol seperti sekarang. Menggunakan kain wol pada jaman dahulu merupakan simbol
kesederhanaan, tetapi diliputi dengan hati yang mulia.
Sebagai kesimpulan pengertian dari berbagai asal kata dan tradisi tasawuf itu, dalam
kamus A.S. Hornby disebutkan bahwa tasawuf adalah suatu ajaran atau kepercayaan

1
2

Muhammad Sholikhin,Tasawuf Aktual,(Semarang:Pustaka nuun,2004),hlm. 4.


Mahjuddin,Akhlak Tasawuf 1,(Jakarta:Kalam mulia,2009),hlm.76

bahwa pengetahuan tentang hakikat Tuhan bisa didapatkan melalui meditasi atau kesadaran
spiritual yang bebas dari campur tangan akal dan panca indra.

Pengertian secara istilah


Pengertian secara istilah, telah banyak diformulasikan oleh para ahli yang satu sama
lain berbeda sesuai dengan pendapatnya masing-masing.
1. Ketika ditanya tentang tasawuf, Al-Jurairi menjawab,memasuki kedalam semua
budi (akhlak)yang bersifat sunni, dan keluar dari budi pekerti yang rendah
2. Al-Junaidi mengatakan Adalah beserta Allah tanpa adanya penghubung
3. Abu hamzah memberikan ciri terhadap ahli tasawuf yaitu Tanda sufi yang benar
adalah berfakir setelah ia kaya, merendah setelah ia bermegah-megah,
menyembunyikan diri setelah ia terkenal, dan tanda sufi palsu ialah kaya setelah ia
fakir, bermegah-megah setelah ia hina, dan tersohor setelah ia bersembunyi
4. Amir bin Uama Al-Maliki pernah mengatakan (Tasawuf) adalah seseorang
hamba yang setiap waktunya mengambil waktu yang utama
Dan masih banyak lainnya yang berpendapat tentang tasawuf yang sebenarnya intinya
adalah sama yaitu Ilmu tasawuf adalah ilmu yang mempelajari usaha membersihkan diri ,
berjuang memerang hawa nafsu,mencari jalan kesucian dengan makrifat menuju keabadian,
saling mengingatkan antara manusia, serta berpegang teguh pada janji Allah dan mengikuti
syariat Rasulullah dalam mendekattkan diri dan mencapai keridhaan-Nya3
Seorang sufi adalah orang yang sudah memiliki kebersihan(kemurnian) hati semata-mata
karena Allah, dan memilih Allah sebagai Sang Hakikat semata-mata untuk dirinya,
mengikuti sifat-sifat Allah dan budi pekerti teladan Muhammad Saw.

2. Pembagian Ilmu Tasawuf


Depag bersama LIPI mengklarifikasikan tasawuf menjadi tiga yaitu tasawuf akhlaqy,
amaly dan tasawuf falsafy.
o Tasawuf akhlaqy adalah ajaran tasawuf yang membahas kesempurnaan dan kesucian
jiwa melalui proses pengaturan sikap mental dan pendisiplinan tingkah laku secara ketat.
Untuk mencapai kebahagiaan yang optimal, seseorang harus mengidentifikasi eksistensi
dirinya dengan ciri-ciri ketuhanan (takhalluk bi akhlaqillah) melalui pensucian jiwa
raga yang bermula dari pembentukan pribadi yang bermoral dan ber-akhlakul kharimah.
Adapun tokoh-tokoh sufi versi ini adalah Al-Qusyairi, Al-Harawi dan Al-Ghazali.
o Tasawuf amaly adalah tasawuf yang membahas tentang bagaimana cara mendekatkan
diri kepada Allah, yang konotasinya adalah Thariqah.
o Tasawuf falsafy adalah bentuk tasawuf yang memadukan antara visi mistis dan visi
rasional, baik dalam kerangka teoritis maupun praktis, yakni pengalaman ruhaninya
disampaikan secara sistematis dengan term filsafah.
Keterkaitan antara tasawuf akhlaqy, amaly dan falsafy nampak sangat jelas melihat
karakter umum tasawuf (al-khasa-ish al-ammah li al-tasamuf) :
3

Rosihon anwar,akhlak tasawuf,(Bandung:cv pustaka setia,2010),hlm.145-147.

a.
b.
c.
d.
e.

Al-taraqqy al-akhlaq(peningkatan moralitas).


Al-fana fi al haqiqah al-muthalaqah(fana dalam realitas mutlak)
Al-irfan al-dzauqy al-mubasyar(pengetahuan intuitif langsung)
Al-thumaninah aw al-saadah(ketentrama atau kebahagiaan)
Al-ramziyah fi al-tabin(pemakaian rumus dalam pengungkapan).

Imam Al-Ghazali dalam Ihya-nya mengumpamakan jiwa manusia seperti cermin (almirah). Cermin yang mengkilat bisa saja menjadi hitam pekat jika tertutup oleh noda dosa
yang dibuat oleh manusia. Maka jika seseorang selalu menjaga kebersihan jiwanya, titiktitik noda itu akan hilang, sehingga cermin (kalbu) tersebut akan kembali bersinar menerima
pantulan dan pancaran Nur Ilahi. Tetapi manusia tetap menyadari bahwa dalam kehidupan
ini selalu terjadi kompetisi antara dirinya dengan nafsu yang ingin menguasainya, sehingga
kadang manusia itu tidak mampu menangkap sinyal spiritual Tuhan. Ketidakmampuan
manusia pada dasarnya disebabkan oleh tiga hal:
Cerminnya terlalu kotor sehingga cahaya Ilahi seterang apapun tidak dapat ditangkap
dengan cermin rohani yang dimilikinya. Termasuk disini adalah orang-orang yang
berlumuran perbuatan dosa.
Diantara cermin dan sumber cahaya terdapat cahaya yang tidak memungkinkan
cahaya ilahi menerpa cermin tersebut. Dalam hal ini orang-orang yang menjadikan
harta, tahta dan kesenangan lahir sebagai orientasi hidupnya.
Cermin tersebut memang membelakangi sumber cahaya, sehingga tidak diharapkan
dapat tersentuh cahaya petunjuk Ilahi. Yaitu orang-orang yang kafir yang sengaja
dan sadar mengingkari Tuhannya.
Dengan demikian supaya hawa nafsu bisa dikendalikan oleh akal , maka perlu upaya yang
khusus yaitu dengan takhalli, tahalli dan tajalli.
Takhalli yaitu mcembersihkan diri dari sifat-sifat tercela dan kotoran atau penyakit yang
merusak. Caranya dengan mengetahui dan menyadari betapa buruk sifat-sifat tercela dan
kotoran hati itu, sehingga muncul kesadaran untuk menghindarinya.
Tahalli merupakan cara menghias diri dengan jalan membiasakan sifat dan sikap yang baik,
membina pribadi agar berakhlak mulia.
Setelah seseorang mampu bertahalli maka dia akan memperoleh tajalli yaitu terangnya hati
nurani yang berasal dari sinar Allah. Dan seseorang akan mendapatkan karunia dari Allah
berupa kemampuan membedakan mana yang benar dan mana yang buruk, sehingga akan
mengawali pencapaian marifatullah yang banyak didambakan oleh manusia sufi.
3.

Tahapan-tahapan tasawuf
Ada empat tahapan yang harus dilalui oleh Hamba yang menekuni ajaran Tasawuf
untuk mencapai suatu tujuan yang disebut sebagai Al-Saadah menurut Al-Ghazali dan
Al-Insanul Kamil menurut Muhyiddin bin Araby.keempat tahapan itu terdiri dari Syariat,
Tarekat, Hakikat, dan Marifat.
Syariat adalah hukum-hukum atau aturan-aturan dari Allah yang disampaikan oleh
Nabi untuk di jadikan pedoman kepada manusia, baik aturan ibadah maupun yang
lainnya. Apa yang tertulis dalam Al-Quran hanya berupa aturan dan bersifat
universal, karenanya Nabi yang menyampaikan orang yang paling dekat dengan

Allah dengan paling memahami Al-Quran menjelaskan aturan pokok tersebut lewat
ucapan dan tindakan Beliau. Para sahabat menjadikan sebagai pedoman yang dikenal
sebagai Hadist.
Thariqat memiliki dua pengertian, yang pertama yaitu methode atau jalan untuk
melaksanakan tauhid dan ibadah untuk pendidikan rohani, sebagaimana madrasah
untuk memudahkan memahami ilmu pengetahuan dan ilmu agama. Yang kedua
yaitu thariqat sebagai persaudaraan kaum sufi yang ditandai dengan adanya lembaga
formal seperti zawiyah, ribath, atau khanaqah.
Hakikat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukan makna
yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu, seperti benda, kondisi
atau pemikiran. Akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah
sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi konvensi.
Marifat. Imam Al-Qusyairy mengemukakan pendapat Abdul rahman bin
Muhammad bin Abdillah yang mengatakan:Marifat membuat ketenangan dalam
hati, sebagaimana ilmu pengetahuan membuat ketenangan (dalam akal pikiran).
Barangsiapa yang meningkatkan marifatnya, maka meningkat pula ketenangan
(hatinya). Marifat sebagai pengetahuan yang hakiki dan meyakinkan, menurut alGazali, tidak didapat lewat pengalaman inderawi, juga tidak dicapai lewat penalaran
rasional, tetapi lewat kemurnian qalbu yang mendapat ilham atau limpahan nur dari
Tuhan sebagai pengalaman sufistik. Melalui pengalaman sufistik seperti inilah
didapat pengalaman dalambentuk kasyf, dengan kata lain marifat bikanlah
pengetahuan lewat membaca, meneliti atau merenung, tetapi ia adalah apa yang
disampaikan Tuhan kepada seseorang (sifi) dalam pengalaman sufistik langsung.

Tasawuf sebagai aplikasi Iman, Islam dan Ikhsan


Islam memiliki makna dasar menyerahkan diri secara total kepada Allah Swt.
Penyerahan diri ini berasal dari ghairah batin yang suci-bersih (shufi), sehingga
mendatangkan nilai spiritualitas yang tinggi.
Dalam ibadah sholat kita menjumpai tiga pembendaharaan agama, yang pertama yaitu
niat sholat yang menyertakan kata lillahi taala atau diawali dengan basmalah mengacu
pada suatu sikap keyakinan yang kokoh pada yang dituju yakni Allah Tuhan Semesta Alam.
Inilah yang disebut Iman. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai bacaan dan gerakan yang
berisi doa yang menyangkut berbagai kebutuhan hidup manusia baik dunia maupun akhirat,
dengan puncaknya dengan gerakan sujud disertai ungkapan memahasucikan Tuhan ini
adalah aspek Islam, bentuk kepasrahan total yang muncul karena keyakinan bahwa segala
kepastian makhluk hidup hanya terletak pada Tuhan, baik pengetahuan tentang itu maupun
pengetahuannya. Pada akhir ibadah shalat , dilakukan ucapan salam yang mengacu pada
perilaku sosial yang membawa kedamaian, keselamatan dan kesejahteraan bersama, ini
adalah kesimpulan dari ikhsan yang tidak lain adalah perilaku hidup sufi.
Setiap pemeluk agama Islam mengetahui bahwa Islam tidak sah tanpa adanya iman, dan
iman tidak sempurna tanpa ikhsan. Ketiganya saling berkaitan sehingga setiap satu dari
ketiganya mengandung makna dua istilah yang lainya. Maka kita bisa melihat bahwa iman,

Islam dan ikhsan merupakan trilogi ajaran Ilahi. Nampaklah bahwa ikhsan sebagai doktrin
sufi memegang peranan yang sangat menentukan dalam hierarki Islam.

4.
a.

Sejarah ringkas perkembangan tasawuf


Pada abad pertama dan kedua hijriyah
Perkembangan tasawuf pada masa sahabat
Para sahabat juga mencontohi kehidupan Rasulalloh yang serba sederhana, dimana
hidupnya hanya semata-mata diabadikan kepada Tuhan-nya.
Sahabat-sahabat yang dimaksud diantaranya:
1) Abu Bakar Al-Siddiq
2) Umar bin Khatab
3) Uthman bin Affan
4) Ali bin Abi Talib
5) Salman Al-Farisi
6) Abu Dharr Al-Ghiffari
7) Ammar bin Yasir
8) Hudhaifah bin Al-Yaman
9) Miqdad bin Aswad
Perkembangan tasawuf pada masa Tabiin
Tokoh-tokoh ulama sufi Tabiin yaitu:
1) Al-Hasan Al-Basri(tahun 22 H-110 H)
Beliau dikenal sebagai Ulama sufi yang sangat dalam ilmunya tentang ajaran-ajaran
Islam dan sangat menguasai ilmu kebatinan. Dalam mengamalkan ajaran zuhud,ia
berpendapat dahwa kita harus lebih dulu memperkuat perasaan tawakkal kepada
Allah,khauf(takut) terhadap siksaaan-nya dan raja (mengharapkan) Karunia-Nya.
2) Rabiah Al-adawiyah (wafat tahun 185 H)
Ia terkenal sebagai Ulama sufi wanita yang menganut ajaran zuhud dengan
menonjolkan falsafah hubb(cinta) dan shauq(rindu) kepada Allah.
3) Sufyaan bin Said Al-Thaur( tahun 97 H- 161 H)
4) Daud Al-Tal ( wafat tahun 165 H)
Ia terkenal sebagai ulama sufi ysng senang uzlah (menyepi) ditempat yang sunyi. Ia
melakukan zuhud dengan mengurangi makanannya, serta menjauhkan dirinya dari pakaian
yang bagus-bagus.
b.

Pada abad ketiga Hijriyah


Pada abad ini, terlihat perkembangan tasawuf yang pesat, dittandai dengan adanya
segolongan Ahli Tasawuf yangg mencoba menyelidiki inti ajaran tasawuf yang berkembang
pada masa itu, sehingga dibagi menjadi tiga macam:
a) Ilmu jiwa, yaitu tasawuf yang berisikan suatu metode yang lengkap tentang
pengobatan jiwa, inti tasawuf ini dijadikan dasar teori oleh psikiater jaman sekarang
ini dalam mengobati setiap pasiennya, maka pengenalan teoritis yang berdasarkan

inti ajaran tasawuf dapat mempengaruhi keutuhan tingkat kesadaran mental dan
kejiwaan seseorang yang mampu memahaminya.
b) Ilmu Akhlaq, yaitu didalamnya terkandung petunjuk tentang cara-cara berbuat baik
serta menghindari keburukan,yang dilengkapi dengan riwayat dari kasus yang pernah
dialami oleh para sahabat Nabi.
c) Ilmu metafisika, yaitu didalamnya terkandung ajaran yang melukiskan hakikat Ilahi.
Tokoh-tokoh sufi abad ini diantaranya:
1) Abu Sulaiman Al-Darani
2) Ahmad bin Al-Hawari Al-Dimasqi
3) Abu Al-Faid Dhu al-Nun bin Ibrahim Al-Misri
4) Abu Yazid A-Bustami
5) Junaid Al-Baghdadi
6) Al-Hallj4

5.

Perkembangan tasawuf di Indonesia

Wali songo
Agama Islam masuk ke Indonesia sekitar abad keempat atau kelima Hijriyah dan tidak
langsung dari tanah Arab melainkan dari negeri Persia dan India, dibawa oleh orang-orang
dagang atau mereka yang khusus datang untuk menyiarkan agama Islam di Indonesia.
Wali adalah keringkasan dari Waliyullah, yang artinya orang yang dianggap dekat
dengan Tuhan atau orang keramat yang mempunyai bermacam-macam keanehan. wali-wali
itu dianggap orang yang mula-mula menyiarkan agama Islam di jawa dan biasanya
dinamakan dengan sebutan wali songo, meskipun jumlahnya berlain-lainan dan orangnya
berbeda-beda. Kebanyakan wali-wali itu datangnya dari negeri asing, dari sebelah barat, dari
negeri atas angin, dari sumatera, bahkan ada yang lebih jauh lagi. Dan asal-usulnya juga
tidak jelas, ada yang tiba-tiba sudah ada ditengah-tengah masyarakat.
Para wali didalam menyiarkan agamanya tidaklah berupa pidato atau ceramah didepan
umum, tetapi dalam kumpulan-kumpulan yang terbatas, bahkan kebanyakan secara rahasia
yang kemudian diteruskan dari mulut kemulut .ketika pengikutnya mulai bertambah banyak,
maka terjadilah tabligh-tabligh yang diadakan didalam rumah-rumah perguruan yang biasa
dinamakan pondok atau pesantren.
Umumnya yang disebut Wali Songo adalah sebagai berikut:
Syeikh maulana malik ibrahim, terkenal dengan sebutan syeikh maghribi. Berasal
dari Gujarat, India. Ia dianggap sebagai pencipta pondok pesantren yang pertama
dan mengembangkan agama Islam keseluruh daerah jawa.
Raden Rakhmat, terkenak dengan nama Sunan ampel. Berasal dari Kamboja, Indochina. Ia membuka asrama di Ampel, Surabaya.
Sunan Makhdum Ibrahim, terkenal sebagai Sunan Bonang. Beliau merupakan anak
dari Sunan Ampel dan sebagai pencipta gending darma dan menyiarkan agama Islam
di jawa timur pesisir sebelah utara.
4

Mahjuddin,Op.Cit,,hlm.77-102

Raden Paku, dikenal dengan Sunan Giri. Asalnya dari Blambangan, dan ia
merupakan pencipta gending Asmaradana dan Pucung. Daerah penyiarannya di
sulawesi dan sunda kecil.
Syarif Hidayatullah,dikenal dengan Sunan gunung jati atau fatahillah.
Jaar Sadiq, dikenal dengan nama Sunan Kudus. Ia menyiarkan agama di daerah
jawa tengah dan memciptakan gending Maskumambang dan mijil.
Raden Prawoto, dikenal dengan Suna Muria, ia sebagai pencipta gending Sinom dan
Kinanti
Syarifuddin, dikenal dengan Sunan Drajat.
R.M.Syahid, yang sering dikenal sebagai Sunan Kalijaga. Ia merupakan pencipta
wayang kulit, daerah penyebarannya adalah daerah Jawa Tengah bagian selatan.5

Syeh Siti Jenar


Syeikh siti jenar banyak dikenal dengan banyak nama seperti Sitibrit dan Lemah abang.
Ia berasal dari Cirebon(Dolhar Sodiq), Jawa Barat dengan nama asli Ali Hasan yang hidup
pada pertengahan 16 M.
Pemikiran syeikh siti jenar yaitu bahwa hidup di dunia di nilai sebagai kematian dan
lepasnya nyawa sebagai awal dari kehidupan, baginya syariat islam berlaku setelah manusia
mengalami pasca kematian. Syeikh siti jenar berpendapat bahwa Tuhanlah satu-satunya
penguasa alam ini dan Dia pula yang berkuasa atas segala Kehendak-Nya.
Hamzah Fansuri
Beliau merupakan sufi pertama yang menghasilkan karya tulis ketasawufan dan
keilmuan dalam bahasa melayu tinggi atau baku.
Diantara ajaran-ajarannya :
o

o
o
o

Allah adalah Dzat yang mutlak dan qadim karena yang pertama dan pencipta alam
semesta. Allah lebih dekat daripada leher manusia sendiri, dan bahwa Allah tidak
bertempat, sekalipun sering dikatakan bahwa Ia ada dimana-mana.
Hakikat wujud, wujud hanyalah satu walaupun kelihatan banyak, dari wujud ada yang
berupa kulit (mazh-har,kenyatan lahir), dan ada yang berupa isi (kenyataan batin).
Manusia. Manusia diciptakan dalam tingkatan yang paling penting dan merupakan
makhluk yang paling sempurna.
Kelepasan. Manusia sebagai makhluk yang sempurna dan berpotensi untuk menjadi
insan kamil 9manusia sempurna), tetapi karena ia lalai, pandangannya kabur dan tidak
sadar bahwa seluruh alam semesta ini adalah palsu dan hanya bayangan.

Syamsuddin Sumatrani
Beliau merupakan keturunan dari seorang ulama, ia mendapat pendidikan agama dari
Syeikh hamzah fansuri dan hidup pada tahun 1575-1630 M. Ia mengikuti tarekat Qadirriyah

Abubakar Aceh,Pengantar sejarah tasawuf dan sufi(solo,Ramadhani,1996)hlm.396-374.

yang mendapat sokongan dari Sultan Iskandar, ia juga perna memangku jabatan sebagai
perdana menteri kerajaan aceh.
Pokok-pokok ajaran dari Syamsuddin sumatrani :
o
o

Tentang Allah, ia mengajarkan bahwa Allah itu Esa, qadim dan baqa.
Tentangp penciptaan.penciptaan merupakan Dzat yang mutlak melalui beberapa
tahapan atau tingkatan dimulai dari tingkatan ahadiyah, wahdah, wahidiyah, alam
arwah, alam mitsal, alam ajsam dan alam insan.
Tentang manusia ia berpendapat bahwa manusia seolah-olah semacam objek ketika
Tuhan menzahirkan ssifat. Semua sifat yang dimiliki manusia adalah sekedar
penggambaran dari sifat-sifat Tuhan, bukan berarti yang dimiliki manusia sama dengan
Tuhan.

Nuruddin al-Raniri
Nama lengkapnya adalah Nuruddin Muhammad bin ali bin Hasanji bin Muhammad
Hanif Al-Quraisyi Al-Syafii. Ia merupakan sarjanah India keturunan arab, beliau dilhirkan
di daerah Ranir yang tak jauh dari Gujarat.
Beberapa buku karangan beliau diantaranya:
a)

Al-Shirath Al-Mustaqim (pembahasan dalam bidang fiqh meliputi shalat, puasa, zakat,
haji dan kurban serta hukum-hukumnya)
b) Nubdzah fi Dawah al-Dzill (membahas tentang tasawuf dan penegasan aliran
pemikirannya yang menilai konsep panteisme sesat)
c) Asrar al-Ihsan fi Marifat al-Ruh wa al-Bayan (membahas manusia dalam
hubungannyaa dengan allah Swt, masalah ruh serta hakikatnya)
d) Akhbar al-Akhirah fi ahwal Al-Qiyamah (membahas al-nur Al-Muhammadi,
penciptaan adam, siksaan hari kiamat, surga dan neraka)
e) Jawahir Al-Ulum fi Kasyf Al-malum (membahas tasawuf, teori, ilmu makrifat, ilmu
hakiki, wujud dan sifat-sifat Allah)
Adapun ajaran-ajaran tasawuf Nuruddin adalah;
o

Tentang Tuhan. Ia berpendapat bahwa ungkapan wujud Allah dan alam esa berarti
alam ini merupakan sisi lahiriah dari hakikatnya yang batin yaitu allah, namun
ungkapan itu hakikatnya adalah bahwa alam ini tidak ada. Yang ada hanyalah Wujud
Allah Yang Esa, jadi tidak dapat dikatakan bahwa alam ini berbeda atau bersatu dengan
allah Swt.
Tentang alam. Alam ini diciptakan allah melalui tajalli, alam dan falak menurutnya
wadah dari tajalli asma allah dalam bentuk yang konkret. Sifat ilmu bertajalli pada alam
dan akal, nama Rahman bertajalli pada arsy, nama Rahim bertajalli pada kursy, nama
Raziq bertajalli pada falaq ketujuh dan seterusnya.
Tentang manusia. Manusia merupakan makhluk allah yang paling sempurna di dunia ini.
Karena manusia merupakan khalifah dimuka bumi yang dijadikan sesuai dengan citraNya dan merupakan mazhhar (tempat kenyataan asma dan sifat Allah yang paling
lengkap dan menyeluruh).

o
o

Tentang wujudiyah.
Tentang hubungan syariat dan hakikat

Ismail Al-minangkabawi
Nama lengkapnya adalah Al-Alim Al-Fadhil Al-Hammam al-Kamil Shahib AlWilayah Wal Karamah Syeikh Ismail Al-Khalidi. Beliau merupakan pelopor tarekat
Naqsyyabandiyah khalidiyyah di Minangkabau.
Pendidikan agamanya bermula di surau, kemudian melanjutkan ke arab ia menetap di
mekkah selama 30 tahun dan di madinah selama 5 tahun sambil menulis kitab karangannya
yaitu kifayat Al-Ghulam ditulis dalam bahasa Melayu klasik. Sebelum mengadakan
perjalanan kembali ke Asia Tenggarra, ia sudah lama mengajarkan Tarikat Naqsyabandiyah
khalidiyyah di mekkah. Kitab yang dikarangnya berisi tentang rukun Islam, rukun Iman, dan
menurutnya tidak sah ibadah seseorang tanpa mengetahui sifat-sifat Allah minimal
mengetahui 10 sifat Tuhannya.
Haji Abdul Malik Karim Amrullah
Beliau lahir di Tanah Sirah, Sungai Batang di tepi Danau Maninjau, tepatnya pada
tanggal 13 Muharram 1362 H.
Pemikiran-pemikiran Hamka tentang tasawuf :
o

Hakikat tasawuf. Adalah usaha yang bertujuan untuk memperbaiki budi dan
membersihkan batin, artinya yaitu alat untuk membentengi dari kemungkinan seseorang
terjerumus dalam lumpur keburukan budi dan kekotorn batin yang intinya yaitu dengan
berzuhud seperti teladan hidup yang dicontohkan Rasulullah lewat As-Sunah yang
shahih.
Fungsi tasawuf, tasawuf yang dilandsi zuhud yang benar,yang juga dilaksanakan lewat
peribadahan agama yang didasari Itiqad, mampu berfungsi sebagai media pendidikn
moral yang religius. Pendapat ini didasari atas pengamatannya terhadap cara
melaksanakan hidup ketawasufan dikalangan masyarakat.
Tasawuf modern, maksudnya yaitu sebagai sufisme yang berorientasi kedepan yang di
tandai dengan mekanismesebuah system ketawasufan yang unsur-unsurnya meliputi:
prinsip tauhid, dengan menjaga trensendesi Tuhan dan sekaligus merasa dekat dengan
Tuhan memanfaatkan peribadahan sebagai media bertasawuf, dalam arti disamping
melaksanakan perintah agama juga mencari hikmah dibalik semua perintah ibadah itu,
dan menghasilkan refleksi hikmah yang berupa sikap positif terhadap hidup dalam
wujud memiliki etos sosial yang tinggi.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Tasawuf adalah ilmu yang mempelajari usaha membersihkan diri , berjuang memerangi
hawa nafsu, mencari jalan kesucian dengan makrifat menuju keabadian, saling
mengingatkan antara manusia, serta berpegang teguh pada janji Allah dan mengikuti syariat
Rasulullah dalam mendekattkan diri dan mencapai keridhaan-Nya.
Jadi dari uraian makalah ini kita tahu bahwa untuk menjadi seorang sufi haruslah
bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menyerahkan diri seutuhnya hanya kepada Allah
Swt.

DAFTAR PUSTAKA

1.

Anwar, Rosihon.2010.Akhlak Tasawuf.Bandung:Cv Pustaka Setia.

2.
3.
4.

Sholikhin, Muhammad.2004.Tasawuf Aktual.Semarang:Pustaka Nuun.


Mahjuddin.2009.Akhlak Tasawuf 1.Jakarta:Kalam Mulia.
Aceh, Abubakar.1996.Pengantar Sejarah Tasawuf dan sufi.Solo:Ramadhani.