Anda di halaman 1dari 30

LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium

Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan


Asam Klorida
I. JUDUL PERCOBAAN : Reaksi Antara Natrium Tiosulfat dan Asam
Sulfat & Reaksi Antara Magnesium dan Asam Klorida
II. TANGGAL PERCOBAAN : 26 Oktober 2016
III. SELESAI PERCOBAAN : 26 Oktober 2016
IV. TUJUAN PERCOBAAN : Setelah melakukan percobaan diharapkan:
1. Mempelajari pengaruh konsentrasi terhadap laju
reaksi.
2. Menentukan orde reaksi.
V. DASAR TEORI :
Natrium tiosulfat (Na2S2O3) salah satu hablur yang jernih. Biasa sebagai
pentahidrat yaitu Na2S2O3.5H2O merupakan satu bahan berhablur monoklorik, efloresen
yang juga disebut sebagai natrium hiposulfit atau hipo (Anonim, 2013). Asam sulfat
merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut dalam air pada semua
perbandingan. Asam sulfat (H2SO4) memiliki banyak kegunaan dan merupakan salah
satu produk utama industri kimia.
Kinetika kimia adalah bidang ilmu dalam ilmu kimia yang mempelajari aspek
gerak molekul dalam suatu reaksi serta beberapa faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
Laju reaksi didefinisikan sebagai perubahan konsentrasi per satuan waktu. Derivatif
digunakan karena pada setiap waktu, harga konsentrasi mengalami perubahan.
Konsentrasi reaktan mengalami penurunan terus menerus dengan kenaikan waktu
sedangkan konsentrasi produk mengalami kenaikan (Fatimah, 2013). Definisi laju
reaksi berdasar perubahan konsentrasi dapat diiliustrasikan melalui gambar 1 dan 2.

Gambar 1. Perubahan konsentrasi reaktan pada kenaikan waktu

Gambar 2. Perubahan konsentrasi produk pada kenaika waktu


LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi adalah sebagai berikut (Gilles,1984).
a) Konsentrasi
Konsentrasi menyatakan pengaruh kepekatan atau zat yang berperan dalam
proses reaksi. Semakin besar nilai konsentrasi, maka nilai laju reaksi akan
semakin besar pula. Hal ini dikarenakan jumlah zat semakin besar dan peluang
untuk melakukan tumbukan semakin besar sehingga laju reaksi semakin cepat.
b) Suhu
Setiap zat mamiliki energi. Zat tersebut akan bereaksi membentuk produk
bila energi aktivasinya terpenuhi. Dengan menaikan suhu pada system berarti
akan terjadi peristiwa menaikan energi aktivasi dan zat menjadi lebih mudah
bergerak sehingga lebih mudah terjadi tumbukan dan laju reaksi akan menjadi
lebih tinggi. Bila range suhu tidak terlalu besar, ketergantungan tetapan
kecepatan reaksi pada suhu biasanya dapat dinyatakan dengan persamaan
empiris yang diusulkan oleh arthenius:
k = A.e-Ea/RT
A = faktor pre exponensial
Ea = energi aktifasi
R = konstanta gas
k = konstanta laju reaksi
T = suhu mutlak
c) Luas Permukaan Sentuh.
Umumnya zat yang digunakan adalah padatan yang dilarutkan dalam suatu
pelarut. Luas permukaan total zat tersebut akan semakin bertambah bila
ukurannya diperkecil, Semakin halus suatu zat maka laju reaksi akan semakin
besar karena luas permukaan yang bereaksi semakin besar.
d) Sifat Dasar Pereaksi
Setiap zat memiliki sifat yang khas. Ada yang bersifat padatan, gas, dan
cairan. Secara khas, zat yang bersifat gas adalah zat yang paling mudah
bereaksi, kemudian tercepat kadua adalah cairan, kemudian padatan. Semakin
renggang suatu zat maka laju reaksi akan semakin besar karena zat tersebut
mamiliki partikel yang makin bebas dan mudah bertumbukan.
e) Tekanan
Faktor tekanan yang berlaku jika pereaksi adalah gel. Penambahan tekanan
akan membuat volume suatu zat akan semakin kecil dan konsentrasi akan
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida
semakin besar. Umumnya proses penambahan tekanan ini dilakukan pada
industri amonia.
f) Katalisator
Katalisator adalah suatu zat yang ditambahkan untuk mempercepat laju
reaksi. Katalisator tidak mengalami perubahan kekal dalam reaksi namun
mungkin terlibat dalam reaksi. Katalis mempercepat suatu reaksi dengan
menurunkan energi aktivasi, namun tidak mengubah entalpi reaksi. Katasis
ditambahkan pada zat dalam jumlah yang sedikit dan umumnya bersifat
spesifik untuk setiap reaksi. Jadi, katalis tidak muncul dalam laju persamaan
kimia secara keseluruhan, tetapi kehadirannya sangat mempengaruhi hukum
laju, memodifikasi dan mempercepat lintasan yang ada.
Harga konsentrasi laju reaksi akan menggambarkan laju reaksi. Koefisien k disebut
konstanta laju yang tidak bergantung pada konsentrasi (tetapi bergantung pada
temperatur) (Atkins, 1999). Konstanta laju reaksi adalah sebanding atau berbanding
lurus dengan laju reaksi. Besarnya konstanta laju reaksi tidak tergantung pada
konsentrasi reaktan akan tetapi tergantung pada temperatur sistem reaksi (Fatimah,

2013). Hukum laju adalah persamaan yang menyatakan laju reaksi sebagai fungsi

dari konsentrasi semua spesies yang ada, termasuk produknya. Hukum laju mempunyai
penerapan mekanisme reaksi (Atkins, 1999).
Orde reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari konsentrasi
komponen itu, dalam hukum laju. Orde keseluruhan reaksi merupakan penjumlahan
orde semua komponennya (Atkins, 1999). Orde reaksi akan menggambarkan bentuk
matematik persamaan laju reasi sebagai fungsi konsentrasi reaktan-reaktan yang terlibat
dalam reaksi. Orde reaksi dapat dihitung dari pengolahan data eksperimen dan dapat
diramalkan jika mekanisme reaksi diketahui. Orde reaksi tidak selalu sama dengan
koefisien reaksi. Untuk reaksi sederhana orde reaksi kemungkinan besar sama dengan
koefisien stoikiometris reaksi akan tetapi untuk reaksi kompleks tidak demikian
(Fatimah, 2013).
Terminologi molekularitas adalah jumlah stoikiometri reaktan yang terlibat dalam
reaksi. Reaksi dikatakan memiliki orde satu semu, jika reaksi berada dalam pelarut lain,
maka air dapat dianggap sebagai suatu reaktan sehingga reaksi dapat dikatakan
memiliki orde dua semu (pseudo second order). Besarnya orde reaksi tidak selamanya
merupakan bilangan bulat. Pada kasus tertentu terutama pada reaksi dengan mekanisme
kompleks akan kita temuui orde reaksi bukan bilangan bulat tetapi bilangan pecahan.
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida
Pada reaksi sederhana kita memiliki istilah reaksi unimolekular, reaksi bimolekular,
reaksi trimolekular dan seterusnya. Istilah tersebut menggambarkan molekularitas dari
reaksi. Molekularitas adalah suatu konsep teoritik, sedangkan orde reaksi adalah konsep
empirik. Untuk reaksi dengan mekanisme sederhana, dapat dikatakan bahwa reaksi
bimolekular berorde 2, reaksi trimolekular berorde 3, dan seterusnya, akan tetapi
kebanyakan tidak benar untuk pernyataan sebaliknya. Metode umum untuk
mengklasifikasikan suatu reaksi berdasar jumlah reaktan yang mengambil bagian dalam
reaksi disebut molekularitas (Fatimah, 2013).
Karena hukum laju merupakan persamaan turunan, maka perlu diintegrasikan jika
ingin mencari konsentrasi sebagai fungsi dari waktu.
k
Reaktan Produk
Secara umum, ekspresi matematis reaksi berorde n adalah:
dC
=k C n
dt

Dengan C adalah konsentrasi reaktan pada saat t. Persamaan di atas dapat


diintegralkan sehingga menghasilkan persamaan sederhana untuk setiap orde n.
dC
=kdt
d Cn

C t
dC
n =k dt
C0 C 0

Secara umum, penyelesaian persamaan di atas adalah:


1 1 1
(
( n1 ) C n1
C0 )
n1 =kt , untuk n=bilangan cacah .

Pendekatan dapat dilakukan dengan pengukuran fraksi reaktan yang bereaksi pada
waktu t. Jika reaksi yang berlangsung adalah:
k
A Produk

Dengan konsentrasi awal a mol dan pada saat t, A yang bereaksi adalah x mol,
maka konsentrasi A pada saat t adalah (a-x) mol.
dx
=k (ax)n
dt

Untuk reaksi berorde satu (n=1). Dan penyelesaiannya adalah:


LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida
a
ln ( ax )=kt

Untuk reaksi berorde dua (n=2). Dan penyelesaiannya adalah:


dx n
=k (ax)
dt

1 1 x
= =kt
ax a a ( ax )

Untuk reaksi berorde 3 (n=3). Dan penyelsaiannya adalah:


dx n
=k (ax)
dt

1 1 1
(
2 [ A]2 [ Ao]20 )
=kt
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida

VI. ALAT DAN BAHAN :


Alat-alat yang digunakan dalam percobaan adalah:
1. Erlenmeyer 100 ml 1 buah
2. Gelas ukur 25ml 1 buah
3. Gelas ukur 10 ml 1 buah
4. Stopwatch 1 buah
5. Kertas gosok/amplas 1 buah
6. Gelas kimia 100 ml 3 buah
7. Pipet tetes secukupnya
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan adalah:
1. Larutan Na2S2O3 0,1 M
2. Larutan H2SO4 0,5 M
3. Pita Mg
4. Larutan HCl 2 N; 1,8 N; 1,6 N; 1,4 N; 1,2 N; 1 N; 0,8 N; dan 0,6 N
5. Aquades
Gelas Kimia 1Gelas
Gelas
(5
10mLKimia
Kimia
mL 22((5
Na2S2O3
Na2S2O37,5
mLmL
0,1 Na2S2O3
0,1
M)Na2S2O3
M) Gelas0,1
Gelas 0,1
MM
Kimia
Kimia+33+
2,5
(52,5
(5 mL
mL mL
aquades)
aquades)
Na2S2O3
Na2S2O3 0,1
0,1M
M++55mL
mLaquades)
aquades)

LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium


Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida
-Diletakkan
-Diletakkandiatas
diatastanda
tandasilang
silang
VII. ALUR
-ditambahkan
-Ditambahkan 5KERJA
larutan
ml larutan 0,5 M :pada masing-masing gelas kimia 10 ml, 7,5 ml dan 5 ml
H2SO4H2SO4
-Dinyalakan
-dinyalakan
1. stopwatch
stopwatch ketika
ketika penambahan
penambahan asam
asam sampai
sampai diperoleh
diperoleh kekeruhan
kekeruhan larutan
larutan yang
yang kk
-Dicatat
-Dicatatwaktunya
waktunya

Hasil Pengamatan

Hasil Pengamatan

2.
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium Dan
Asam Klorida

3. Pita Mg

Dibersihkan dengan kertas gosok


Dipotong 16 potong dengan panjang 0,5 cm
Dimasukkan dalam Erlenmeyer yang telah berisi 25 mL larutan HCl 2 N
Diukur waktu dengan stopwatch
Digoyang-goyang agar Mg tetap dalam keadaan bergerak
Percobaan diulangi dengan mengubah konsentrasi HCl 1,8 N; 1,6 N;1,4 N; 1,2 N; 1 N; 0,8 N;0,6 N

Hasil Pengamatan
GelasGelas
Gelas Kimia
Kimia Kimia
Gelas (5 2
11 (Kimia
10mL
mL2(5 mL Na2S2O3
(Na2S2O3
7,5 mL
Na2S2O3
Gelas Na2S2O3
Gelas 30,1
Kimia
Kimia
0,1
0,1 M)
M) M
(50,1
3mL +
(5M +2,5
mL 2,5mL
mLaquades)
Na2S2O3
Na2S2O3 aquades)
0,1MM++55mL
0,1 mL aquades)
aquades)

LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi
Antara Magnesium Dan Asam Klorida

VIII. Hasil Pengamatan


-diletakkandiatas
-diletakkan diatastanda
tandasilang
silang
No. Perc. Prosedur Percobaan Hasil Pengamatan Dugaan / Reaksi Kesimpulan
-ditambahkanlarutan
-ditambahkan 5
1. mL larutan
H2SO4 H2SO4
0,5 M pada masing-masing
Reaksi antara Na2S2O3 dengan H2SO4 gelas kimia 10 ml,
Sebelum : 7,5 ml dan 5 ml Na2S2O3(aq) + H2O(l) Orde reaksi total
-dinyalakanstopwatch
-dinyalakan stopwatchketika
ketikapenambahan
penambahanasam asamsampai
sampaidiperoleh
diperolehkekeruhan
kekeruhanlarutan
larutanyang
yangkonstan
konstan
-dicatatwaktunya
waktunya Larutan Na2S2O3 : larutan Na2S2O3(aq) pada reaksi antara
-dicatat
tidak berwarna H2SO4 (aq) + H2O(l) Na2S2O3 dengan
Aquades : larutan tidak
H2SO4 (aq) H2SO4 adalah orde
berwarna
Na2S2O3(aq) +
H2SO4 : larutan tidak berwarna 2
Sesudah : H2SO4(aq)
Gelas Kimia 1 Na2SO4(aq) + SO2(g)
Na2S2O3+H2SO4 larutan
+H2O(l) + S(s)
berwarna keruh, dibiarkan
Hasil Pengamatan selama 1,38 menit
Gelas Kimia 2 Orde reaksi Na2S2O3
Na2S2O3+H2SO4+ 2,5 ml secara teori adalah 1
aquades larutan berwarna
Hasil Pengamatan keruh, dibiarkan selama 2,36 Orde reaksi H2SO4
menit secara teori adalah 1
Gelas Kimia 3 Orde reaksi total secara
Na2S2O3+ H2SO4 + 5 ml teori adalah 2
aquades larutan berwarna
keruh, dibiarkan selama 4,40
menit
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi
Antara Magnesium Dan Asam Klorida

2. Sebelum :
Larutan Na2S2O3 : larutan
tidak berwarna
Aquades : larutan tidak
berwarna
H2SO4 : larutan tidak berwarna
Sesudah :
Gelas Kimia 1
Na2S2O3+H2SO4 larutan
berwarna keruh, dibiarkan
selama 3,14 menit
Gelas Kimia 2
Na2S2O3+H2SO4+ 2,5 ml
aquades larutan
berwarna keruh, dibiarkan
selama 3,40 menit
Gelas Kimia 3
Na2S2O3+ H2SO4 +5 ml aquades
larutan berwarna keruh,
dibiarkan selama 4,07 menit

Sebelum :
Pita Mg : berwarna abu-abu
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi
Antara Magnesium Dan Asam Klorida

HCl 2 N : larutan tidak berwarna


HCl 1,8 N : larutan kuning jernih
Pita Mg HCl 1,6 N : larutan tidak
berwarna
Dibersihkan dengan
3. kertas gosok HCl 1,4 N : larutan tidak Mg(s) + 2HCl(aq) Orde reaksi total
Dipotong 16 potong dengan panjang 0,5 cm
berwarna MgCl2(aq) + H2(g) pada reaksi Mg
Dimasukkan dalam Erlenmeyer yang telah berisi 25 mL larutan HCl 2 HCl
N 1,2 N : larutan tidak
Diukur waktu dengan stopwatch dengan HCl
berwarna
Digoyang-goyang agar Mg tetap dalam keadaan bergerak HCl 1 N : larutan tidak berwarna Orde reaksi Mg secara adalah 2
Percobaan diulangi dengan mengubah konsentrasi HCl 1,8 N; 1,6 N;1,4
HClN; 1,2
0,8 N;N 1 :N;larutan
0,8 N;0,6
tidakN (dilakukan 2 kali pada setiap konsentrasi
teori adalah 1
berwarna
Orde reaksi HCl secara
HCl 0,6 N : larutan tidak
berwarna teori adalah 1
Orde reaksi total secara
Sesudah :
teori adalah 2
Pita Mg setelah digosok : abu-
abu mengkilap
Pita Mg + HCl: pita Mg larut,
Hasil Pengamatanlarutan tidak berwarna dan
timbul gelembung gas.
HCl (N) t1 (s) t2 (s)
2 17 18
1,8 23,54 22,88
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi
Antara Magnesium Dan Asam Klorida

1,6 26 28
1,4 42 33
1,2 168 126,6
1 130,2 133,2
0,8 193 195
0,6 208 219
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

IX. ANALISIS DAN PEMBAHASAN


Percobaan ini berjudul reaksi antara Natrium Tiosulfat dengan Asam
Sulfat dan Magnesium dengan Asam Klorida. Pada percobaan ini terdiri dari
dua percobaan, dimana percobaan pertama bertujuan untuk mengamati dan
menentukan orde reaksi yang terjadi antara Natrium Tiosulfat dengan Asam
Sulfat. Dan percobaan yang kedua bertujuan untuk mengamati dan
menentukan orde reaksi reaksi yang terjadi antara Magnesium dengan Asam
Klorida.
Orde reaksi berupa bilangan pangkat dari konsentrasi zat-zat yang
bereaksi. Orde reaksi ditemukan melalui percobaan tidak dapat ditentukan
dari persamaan suatu reaksi. Ada beberapa cara untuk menentukan orde
reaksi
1. Reaksi antara Natrium Tiosulfat dengan Asam Sulfat
Pada percobaan Pertama reaksi antara Natrium Tiosulfat (Na2S2O3)
dengan Asam Sulfat (H2SO4) ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh
konsentrasi terhadap laju reaksi dan untuk menentukan orde reaksi.
Pada percobaan yang pertama ini konsentrasi H2SO4 dibuat sama
(variable control) sedangkan konsentrasi Na2S2O3 dimanipulasi
(variable manipulasi). Langkah awal menyiapkan tiga Gelas Kimia
yang diberi label I, II dan III
- Gelas Kimia I
Dimasukkan 10 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas yang ada
tanda silang. Lalu ditambahkan 5 mL H2SO4 yang tidak berwarna
menghasilkan larutan yang tidak berwarna. Penambahan H2SO4
sebagai katalis yaitu mempercepat reaksi yang terjadi. Ketika
ditambahkan H2SO4 dinyalakan stopwatch dan stopwatch
dimatikan ketika terjadi kekeruhan yang konstan ditandai dengan
tidak terlihatnya tanda silang. Kekeruhan yang konstan ini
dikarenakan terbentuknya endapan sulphur dari hasil reaksi
berikut :
Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan


konstan adalah 1 menit 38 detik
- Gelas Kimia II
Dimasukkan 7,5 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas yang ada
tanda silang. Lalu ditambahkan 2,5 aquades tidak berwarna dan 5
mL H2SO4 larutan tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan
yang tidak berwarna.fungsi penambahan Aquades sebagai
pengenceran larutan, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama
untuk mencapai larutan yang keruh konstan. Hal ini disebabkan
karena konsentrasi yang semakin encer mengandung partikel-
partikel yang lebih renggang sehingga terjadinya tumbukan juga
semakin kecil yang mengakibatkan menurunnya laju reaksi
sedangkan fungsi dari penambahan H2SO4 sebagai katalis yaitu
mempercepat reaksi yang terjadi. Ketika ditambahkan H2SO4
dinyalakan stopwatch dan stopwatch dimatikan ketika terjadi
kekeruhan yang konstan ditandai dengan tidak terlihatnya tanda
silang. Kekeruhan yang konstan ini dikarenakan terbentuknya
endapan sulfur dari hasil reaksi berikut :
Na2S2O3 (aq) + H2O (l) Na2S2O3 (aq) + H2O (l)
Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan
konstan adalah 2 menit 36 detik.
Untuk menentukan perubahan konsentrasi dari Na2S2O3 setelah
ditambahakn aquades dengan cara :
(mol Na2S2O3)1 = (mol Na2S2O3)2
M1 V1 = M2 V2
0,1M 7,5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,075M
- Gelas Kimia III
Dimasukkan 5 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas yang ada
tanda silang. Lalu ditambahkan 5 mL aquades tidak berwarna dan
5 mL H2SO4 larutan tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

yang tidak berwarna. Fungsi penambahan Aquades sebagai


pengenceran larutan, sehingga dibutuhkan waktu yang cukup lama
untuk mencapai larutan yang keruh konstan. Hal ini disebabkan
karena konsentrasi yang semakin encer mengandung partikel-
partikel yang lebih renggang sehingga terjadinya tumbukan juga
semakin kecil yang mengakibatkan menurunnya laju reaksi.
Semakin banyak aquades yang ditambahkan maka semakin lambat
laju reaksi yang terjadi. sedangkan fungsi dari penambahan H 2SO4
sebagai katalis yaitu mempercepat reaksi yang terjadi. Ketika
ditambahkan H2SO4 dinyalakan stopwatch dan stopwatch
dimatikan ketika terjadi kekeruhan yang konstan ditandai dengan
tidak terlihatnya tanda silang. Kekeruhan yang konstan ini
dikarenakan terbentuknya endapan sulfur dari hasil reaksi berikut :
Na2S2O3 (aq) + H2O (l) Na2S2O3 (aq) + H2O (l)
Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan
konstan adalah 4 menit 40 detik.
Untuk menentukan perubahan konsentrasi dari Na2S2O3 setelah
ditambahakn aquades dengan cara :
(mol Na2S2O3)1 = (mol Na2S2O3)2
M1 V1 = M2 V2
0,1M 5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,05M

Dan dari hasil ketiga gelas kimia diatas, dapat diketahui bahwa waktu
yang diperlukan untuk menjadi keruh sangat dipengaruhi oleh
konsentrasi Na2S2O3. Semakin tinggi konsentrasi Na2S2O3 maka
semakin cepat laju reaksi yang terjadi. Namun, sebaliknya jika
konsentrasi Na2S2O3 rendah maka reaksi akan berjalan lambat. Berikut
ini diperoleh data waktu, konsentrasi dari masing-masing senyawa :

Volume(ml) Volume(ml) Waktu Konsentrasi


H2SO4 (detik) Na2S2O3 (M)
Na2S2O3 Jumlah
Air
0,1M volume
5 10 - 10 82,8 0,100
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

5 7,5 2,5 10 141,6 0,075


5 5 5 10 264 0,050

Dari data tersebut untuk menentukan orde reaksi dari masing-masing


reaktan diperlukan data R (laju) dari 1/t sehingga diperoleh data :

No. [H2SO4] [Na2S2O3] t (detik) R (1/t)


1. 0,5000 M 0,1000 M 82,8 0,01207729
2. 0,5000 M 0,0750 M 141,6 0,00706215
3. 0,5000M 0,0500 M 264 0,00378788
Sehingga diperoleh grafik dari konsetrasi dengan R (1/t)
sebagai berikut :

Hubungan Konsentrasi dan Waktu


0.02

0.01 f(x) = 0.17x - 0


1/t 0.01 R = 0.99

0
0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 0.11
Na2S2O3

Pada Percobaan kedua ini konsentrasi H2SO4 dimanipulasi (variable


manipulasi) sedangkan konsentrasi Na2S2O3 dibuat sama (variable
kontrol). Langkah awal menyiapkan tiga Gelas Kimia yang diberi label
I, II dan III
- Gelas kimia I
Dimasukkan 5 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas putih
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

yang diberi tanda silang. Tujuan diberi tanda silang pada kertas
untuk mempermudah praktikan melihat keadaan keruh konstan
( tanda silang tidak terlihat).Lalu ditambahkan 10 mL H2SO4 0,1 M
larutan tidak berwarna sehingga menghasilkan larutan yang tidak
berwarna. Penambahan H2SO4 sebagai katalis yaitu mempercepat
reaksi yang terjadi. Ketika ditambahkan H2SO4 dinyalakan
stopwatch dan stopwatch dimatikan ketika terjadi kekeruhan yang
konstan ditandai dengan tidak terlihatnya tanda silang. Kekeruhan
yang konstan ini dikarenakan terbentuknya endapan sulfur dari
hasil reaksi berikut:
Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan
konstan adalah 3 menit 14 detik.
- Gelas Kimia II
Dimasukkan 5 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas putih
yang diberi tanda silang. Tujuan diberi tanda silang pada kertas
untuk mempermudah praktikan melihat keadaan keruh konstan
( tanda silang tidak terlihat). ditambahkan 2,5 aquades tidak
berwarna dan 7,5 mL H2SO4 larutan tidak berwarna sehingga
menghasilkan larutan yang tidak berwarna.fungsi penambahan
Aquades sebagai pengenceran larutan, sehingga dibutuhkan waktu
yang cukup lama untuk mencapai larutan yang keruh konstan. Hal
ini disebabkan karena konsentrasi yang semakin encer mengandung
partikel-partikel yang lebih renggang sehingga terjadinya tumbukan
juga semakin kecil yang mengakibatkan menurunnya laju reaksi
sedangkan fungsi dari penambahan H2SO4 sebagai katalis yaitu
mempercepat reaksi yang terjadi. Ketika ditambahkan H2SO4
dinyalakan stopwatch dan stopwatch dimatikan ketika terjadi
kekeruhan yang konstan ditandai dengan tidak terlihatnya tanda
silang. Kekeruhan yang konstan ini dikarenakan terbentuknya
endapan sulfur dari hasil reaksi berikut:
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Na2S2O3 (aq) + H2O (l) Na2S2O3 (aq) + H2O (l)


Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan
konstan adalah 3 menit 40 detik.
Untuk menentukan perubahan konsentrasi dari H 2SO4 setelah
ditambahakan aquades dengan cara :
(mol H2SO4)1 = (mol H2SO4)2
M1 V1 = M2 V2
0,5M 7,5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,375M
- Gelas Kimia III
Dimasukkan 5 mL larutan Na2S2O3 0,1 M yang tidak berwarna
kedalam gelas kimia. Kemudian diletakkan diatas kertas putih
yang diberi tanda silang. Tujuan diberi tanda silang pada kertas
untuk mempermudah praktikan melihat keadaan keruh konstan
( tanda silang tidak terlihat). Lalu ditambahkan 5 mL aquades tidak
berwarna dan 5 mL H2SO4 larutan tidak berwarna sehingga
menghasilkan larutan yang tidak berwarna. Fungsi penambahan
Aquades sebagai pengenceran larutan, sehingga dibutuhkan waktu
yang cukup lama untuk mencapai larutan yang keruh konstan. Hal
ini disebabkan karena konsentrasi yang semakin encer mengandung
partikel-partikel yang lebih renggang sehingga terjadinya tumbukan
juga semakin kecil yang mengakibatkan menurunnya laju reaksi.
Semakin banyak aquades yang ditambahkan maka semakin lambat
laju reaksi yang terjadi. sedangkan fungsi dari penambahan H 2SO4
sebagai katalis yaitu mempercepat reaksi yang terjadi. Ketika
ditambahkan H2SO4 dinyalakan stopwatch dan stopwatch
dimatikan ketika terjadi kekeruhan yang konstan ditandai dengan
tidak terlihatnya tanda silang. Kekeruhan yang konstan ini
dikarenakan terbentuknya endapan sulfur dari hasil reaksi berikut :
Na2S2O3 (aq) + H2O (l) Na2S2O3 (aq) + H2O (l)
Na2S2O3 (aq) + H2SO4 (aq) Na2SO4 + O2 + H2SO4 (aq) + H2O (l)
+ 2S (s)
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Waktu yang dibutuhkan larutan untuk menjadi larutan keruh dan


konstan adalah 4 menit 07 detik.
Untuk menentukan perubahan konsentrasi H2SO4 dari setelah
ditambahakan aquades dengan cara :
(mol H2SO4)1 = (mol H2SO4)2
M1 V1 = M2 V2
0,5M 5mL = M2 10 mL
M2 = 0,25M

Berikut ini adalah data yang dihasilkan dari percobaan I, II dan III :

Volume( Volume(ml)
ml) Waktu Konsentrasi
H2SO4 Jumlah (detik) H2SO4 (M)
Na2S2O3 Air
0,5M volume
5 10 - 10 188,4 0,500
5 7,5 2,5 10 204 0,375
5 5 5 10 242,4 0,250
Dari data hasil percobaan dapat diketahui bahwa semakin besar
konsentrasi asam sulfat (H2SO4) yang direaksikan dengan natrium
tiosulfat (Na2S2O3) maka akan semakin cepat waktu yang dibutuhkan
agar larutan keruh konstan.berikut ini diperoleh data konsentrasi, laju
dan waktu :

No. [H2SO4] [Na2S2O3] t (detik) R (1/t)


1. 0,5000 M 0,1000 M 188,4 0,00530786
2. 0,3750 M 0,1000 M 204 0,00490196
3. 0,2500 M 0,1000 M 242,4 0,00412541
Sehingga diperoleh grafik konsetrasi dengan R (1/t) sebagai berikut :
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Hubungan Konsentrasi dan Waktu


0.01
f(x) = 0x + 0
0 R = 0.97
1/t
0

0
0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 0.55
H2SO4

Untuk dapat memperoleh orde reaksi dapat diperoleh melalui grafik dan
non-grafik. Pada percobaan ini :

Perhitungan Orde Reaksi

H 2 SO 4
a. Orde terhadap
a b
r 1 k 1 [ H 2 SO 4 ] [Na 2 S 2 O3 ]
=
r 2 k 2 [ H 2 SO 4 ]a [Na 2 S 2 O3 ]b

a
0,00530786 k [ 0,5 ] [0,1]b
= 1
0,00490196 k 2 [ 0,375 ]a [0,1]b

a
1,0828036 [1,33]

a= 0,28
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Na 2 S2 O3
Orde terhadap
a b
r 1 k 1 [ H 2 SO 4 ] [Na 2 S 2 O3 ]
=
r 2 k 2 [ H 2 SO 4 ]a [Na 2 S 2 O3 ]b

a
0,01207729 k 1 [ 0,5 ] [0,1]b
=
0,00706215 k 2 [ 0,5 ] a [0,075]b

b
1,710143=[1,33 ]

b= 1,88 = 2
Orde reaksi total adalah 2

Hukum laju: r= k [Na2S2O3] [H2SO4]


2. Reaksi antara Magnesium dengan Asam Klorida
Pada percobaaan ini bertujuan untuk mengamati dan menentukan
orde reaksi dari reaksi yang terjadi antara Magnesium dengan Asam
Klorida. Variabel yang dikontrol pada percobaan ini yaitu panjang pita
Mg dan variable yang dimanipulasi yaitu konsentrasi HCl.
Langkah awal yaitu pita Mg dibersihkan dengan kertas gosok atau
amplas. Pembersihan ini dilakukan sampai pita Mg terlihat mengkilat.
Pita Mg panjangnya 8 cm dan dibagi menajdi 16 bagian yang sama,
sehingga setiap bagiannya yaitu 0,5 cm. kemudian logam-logam Mg
dimasukkan pada erlemeyer yang berisi larutan HCl. Nantinya HCl
yang digunakan mmiliki beberapa variasi konsentrasi, yaitu 0,6 N, 0,8
N, 1 N, 1,2 N, 1,4 N, 1,6 N, 1,8 N dan 2 N. Hal ini bertujuan untuk
melihat bagaimana pengaruh konsentrasi HCl terhadap waktu yang
dibutuhkan oleh logam Mg untuk bereaksi. Secara teori, semakin tinggi
konsentrasi HCl maka semakin cepat waktu yang digunakan Mg untuk
bereaksi (habis).
Selanjutnya, pada percobaan ini dilakukan dengan 2 replikasi
dalam penambahan logam Mg yang nantinya akan didapatkn t1 dan t2.
Dari nilai t1 dan t2 tersebut, diharapkan bisa mendapat orde yang sesuai.
Ketika pita Mg dimasukkan ke larutan HCl didalam Erlenmeyer secara
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

bersamaan menekan tombol stopwatch untuk memulai perhitungan


waktu. Ketika Mg sudah habis bereaksi maka teka tombol stop pada
stopwatch. Saat pencmpuran HCl dengan pita Mg terjadi gelembung
gas H2 dan larutan tetap tidak berwarna. Reaksi yang terjadi :
Mg (s) + HCl (aq) MgCl (aq) + H2 (g)
Waktu yang dibutuhkan utuk reaksi Mg dengan HCl :

Volume
[HCl] N t(detik) t rata-rata 1/t
(mL) HCl
2 17
25 17,5 0,057
2 18
1,8 23,54
25 23,21 0,043
1,8 22,88
1,6 26
25 27 0,037
1,6 28
1,4 42
25 37,5 0,026
1,4 33
1,2 168
25 129 0,0077
1,2 126,6
1,0 130,2
25 131,4 0,0076
1,0 133,2
0,8 187,8
25 188,4 0,0053
0,8 189
0,6 196,8
25 213,5 0,0046
0,6 203,4

Dari data percobaan diatas, maka dapat diketahui bahwa semakin


tinggi konsentrasi maka semakin cepat Mg bereaksi (Habis) didalam
larutan HCl. Telah sesuai dengan teori dimana konsentrasi HCl
mempengaruhi laju reaksi. Semakin tinggi konsentrasi HCl maka
semakin cepat Mg akan bereaksi (habis). Dan dari hasil perhitungan
percobaan ini memiliki orde 1. Dan dari data percobaan diatas dapat
dihasilkan grafik sebagai berikut :
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Hubungan konsentrasi dengan Laju reaksi


0.06
0.05
f(x) = 0.04x - 0.03
0.04 R = 0.9
0.03
Laju Reaksi
0.02
0.01
0
0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2

Konsentrasi

X. KESIMPULAN
1. Semakin pekat suatu larutan, waktu kekeruhan semakin lama , sehingga
laju reaksi semakin lambat
2. Orde reaksi dari Na2S2O3 dengan H2SO4 yaitu 2 sedangkan pada
lempeng Mg dan HCl yaitu 1
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2013. Natrium Tiosulfat.


https://ms.wikipedia.org/wiki/Natrium_tiosulfat. Diakses pada tanggal 24
Oktober 2016
Atkins, P.W. 1999. Kimia Fisika Jilid 2. Diterjemahan oleh Irma I.
Kartohadiprodjo. Jakarta: Erlangga
Dian, Arista & Setiabudi. 2015. Lapres Tiosulfat 4.
http://documentips/documents/lapres-tiosulfat-4.html. Diakses pada
tanggal 24 Oktober 2016
Fatimah, Is. 2013. Kinetika Kimia. Yogyakarta: Graha Ilmu
Suyono & Bertha Yonata. 2016. Panduan Praktikum Kimia Fisika III.
Surabaya: Kimia FMIPA UNESA
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

JAWABAN PERTANYAAN
1. Apakah orde reaksi sama dengan kemolekulan reaksi? Mengapa? (Kaitkan
dengan hasil percobaan anda).
Jawab:
Orde reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari
konsentrasi komponen itu, dalam hukum laju. Orde reaksi akan
menggambarkan bentuk matematik persamaan laju reasi sebagai fungsi
konsentrasi reaktan-reaktan yang terlibat dalam reaksi. Kemolekulan
Reaksi adalah jumlah stoikiometri reaktan yang terlibat dalam reaksi yang
merupakan suatu konsep teoritis yang dapat digunakan jika sudah
diketahui mekanisme reaksinya. Sehingga kemolekularitas reaksi tidak
selamanya
Molekularitas adalah suatu konsep teoritik, sedangkan orde reaksi
adalah konsep empirik. Untuk reaksi dengan mekanisme sederhana, dapat
dikatakan bahwa reaksi bimolekular berorde 2, reaksi trimolekular berorde
3, dan seterusnya, akan tetapi kebanyakan tidak benar untuk pernyataan
sebaliknya. Sehingga orde reaksi berkaitan dan dimungkinkan memiliki
nilai yang sama dengan orde reaksi namun tidak selalu orde reaksi sama
dengan molekularitas. Pada percobaan yang telah dilakukan pada reaksi
antara natrium tiosulfat dan asam sulfat memiliki orde dua dan termasuk
dalam reaksi bimolekular.
2. Apa sebabnya setiap percobaan dapat diulangi dalam larutan yang sama
(pemasukan pita Mg untuk kedua kalinya)?
Jawab:
Setiap percobaan dapat diulangi dalam larutan yang sama (pemasukan pita
Mg untuk kedua kalinya, karena dalam larutan asam konsentrasi larutan
tetap dan tidak mengalami perubahan sehingga pita Mg ketika dimasukkan
dalam larutan asam yang sama akan menghasilkan waktu yang sama untuk
bereaksi.
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

3. Efek apa yang akan terjadi pada laju reaksi, apabila sebagai gantinya pita
Mg 1 cm, digunakan pita Mg yang panjangnya 2 cm?
Jawab:
Bila pita mg yang digunakan dimanipulaikan, maka dapat mempengarhui
laju reaksi pada tersebut. Semakin besar atau maka semakin lama waktu
yang dibutuhkan untuk habis bereaksi.
4. Apakah orde reaksi sama dengan kemolekulab reaksi? Mengapa? (kaitkan
dengan hasil percobaan anda).
Jawab:
Orde reaksi terhadap suatu komponen merupakan pangkat dari
konsentrasi komponen itu, dalam hukum laju. Orde reaksi akan
menggambarkan bentuk matematik persamaan laju reasi sebagai fungsi
konsentrasi reaktan-reaktan yang terlibat dalam reaksi. Kemolekulan
Reaksi adalah jumlah stoikiometri reaktan yang terlibat dalam reaksi yang
merupakan suatu konsep teoritis yang dapat digunakan jika sudah
diketahui mekanisme reaksinya. Sehingga kemolekularitas reaksi tidak
selamanya
Molekularitas adalah suatu konsep teoritik, sedangkan orde reaksi
adalah konsep empirik. Untuk reaksi dengan mekanisme sederhana, dapat
dikatakan bahwa reaksi bimolekular berorde 2, reaksi trimolekular berorde
3, dan seterusnya, akan tetapi kebanyakan tidak benar untuk pernyataan
sebaliknya. Sehingga orde reaksi berkaitan dan dimungkinkan memiliki
nilai yang sama dengan orde reaksi namun tidak selalu orde reaksi sama
dengan molekularitas. Pada percobaan yang telah dilakukan pada reaksi
antara natrium tiosulfat dan asam sulfat memiliki orde dua dan termasuk
dalam reaksi bimolekular.
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

LAMPIRAN PERHITUNGAN

1 Reaksi antara natrium tiosulfat dengan asam sulfat


Na2S2O3(aq) + H2SO4(aq) Na2S2O4(aq) + H2S(g) + SO32-
Tabel 1. Pengubahan volume Na2S2O3 0,1M
Volume(ml) Volume(ml) Waktu Konsentrasi
H2SO4 (detik) Na2S2O3 (M)
Na2S2O3 Jumlah
Air
0,1M volume
5 10 - 10 82,8 0,100
5 7,5 2,5 10 141,6 0,075
5 5 5 10 264 0,050
1. Gelas kimia 1 :
(mol Na2S2O3)1 = (mol Na2S2O3)2
M1 V1 = M2 V2
0,1M 10 mL = M2 10 mL
M2 = 0,1M

2. Gelas kimia 2 :
(mol Na2S2O3)1 = (mol Na2S2O3)2
M1 V1 = M2 V2
0,1M 7,5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,075M

3. Gelas kimia 3 :
(mol Na2S2O3)1 = (mol Na2S2O3)2
M1 V1 = M2 V2
0,1M 5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,05M

No. [H2SO4] [Na2S2O3] t (detik) R (1/t)


1. 0,5000 M 0,1000 M 82,8 0,01207729
2. 0,5000 M 0,0750 M 141,6 0,00706215
3. 0,5000M 0,0500 M 264 0,00378788
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Hubungan Konsentrasi dan Waktu


0.02

0.01 f(x) = 0.17x - 0


1/t 0.01 R = 0.99

0
0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1 0.11
Na2S2O3

Tabel 2. Pengubahan volume H2SO4 0,5M


Volume( Volume(ml)
ml) Waktu Konsentrasi
H2SO4 Jumlah (detik) H2SO4 (M)
Na2S2O3 Air
0,5M volume
5 10 - 10 188,4 0,500
5 7,5 2,5 10 204 0,375
5 5 5 10 242,4 0,250

1. Gelas kimia 1 :
(mol H2SO4)1 = (mol H2SO4)2
M1 V1 = M2 V2
0,5M 10 mL = M2 10 mL
M2 = 0,5M

2. Erlenmeyer II :
(mol H2SO4)1 = (mol H2SO4)2

M1 V1 = M2 V2
0,5M 7,5 mL = M2 10 mL
M2 = 0,375M

3. Erlenmeyer III :
(mol H2SO4)1 = (mol H2SO4)2
M1 V1 = M2 V2
0,5M 5mL = M2 10 mL
M2 = 0,25M

No. [H2SO4] [Na2S2O3] t (detik) R (1/t)


1. 0,5000 M 0,1000 M 188,4 0,00530786
2. 0,3750 M 0,1000 M 204 0,00490196
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

3. 0,2500 M 0,1000 M 242,4 0,00412541

Hubungan Konsentrasi dan Waktu


0.01

0 f(x) = 0x + 0
R = 0.97
1/t 0

0
0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45 0.5 0.55
H2SO4

Perhitungan Orde Reaksi

H 2 SO 4
b. Orde terhadap
a b
r 1 k 1 [ H 2 SO 4 ] [Na 2 S 2 O3 ]
=
r 2 k 2 [ H 2 SO 4 ]a [Na 2 S 2 O3 ]b

a
0,00530786 k 1 [ 0,5 ] [0,1]b
=
0,00490196 k 2 [ 0,375 ]a [0,1]b

a
1,0828036 [1,33]

a= 0,28
Na 2 S2 O3
Orde terhadap
a b
r 1 k 1 [ H 2 SO 4 ] [Na 2 S 2 O3 ]
=
r 2 k 2 [ H 2 SO 4 ]a [Na 2 S 2 O3 ]b

a
0,01207729 k [ 0,5 ] [0,1]b
= 1 a
0,00706215 k 2 [ 0,5 ] [0,075]b

b
1,710143=[1,33 ]

b= 1,88 = 2
LAPORAN RESMI KIMIA FISIKA III: Reaksi Antara Natrium
Tiosulfat Dan Asam Sulfat & Reaksi Antara Magnesium
Dan Asam Klorida

Orde reaksi total adalah 2

Hukum laju: r= k [Na2S2O3] [H2SO4]


2. Reaksi antara magnesium dengan asam klorida

Volume [HCl] N t(detik) t rata-rata 1/t


(mL) HCl
25 2 17 0,057
17,5
2 18
25 1,8 23,54 0,043
23,21
1,8 22,88
25 1,6 26 0,037
27
1,6 28
25 1,4 42 0,026
37,5
1,4 33
25 1,2 168 0,0077
129
1,2 126,6
25 1,0 130,2 0,0076
131,4
1,0 133,2
25 0,8 187,8 0,0053
188,4
0,8 189
25 0,6 196,8 0,0046
213,5
0,6 203,4

Hubungan konsentrasi dengan Laju reaksi


0.06
0.05
f(x) = 0.04x - 0.03
0.04 R = 0.9
0.03
Laju Reaksi
0.02
0.01
0
0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 2 2.2

Konsentrasi