Anda di halaman 1dari 30

LEADERSHIP

LEADERSHIP MIND AND EMOTION

Disusun:

Andika Purnama : 201370028

Georaldo : 201380008

Benny Setiawan : 201380019

TRISAKTI SCHOOL OF MANAGEMENT

1
OVERVIEW
Letnan kolonel howard Olson mendatangi kerumunan di depannya, dia tahu
bahwa sebagian besar orang di ruangan itu mengungguli dia. Namun, Olson
membuka pembicaraannya dengan pernyataan berikut: "masing-masing dan setiap
satu dari Anda memiliki sesuatu yang membuat Anda menjadi buruk... beberapa dari
Anda memiliki lebih dari satu. Saya tahu. Saya sudah bicara dengan Anda. "

Pendidikan dari Angkatan Darat AS disebut "sekolah pesona" kursus selama


seminggu diadakan setiap tahun untuk beberapa pilih yang dipromosikan menjadi
brigadir jenderal. Semua orang tahu tentang Angkatan Darat memiliki anggota baru
di boot camp yang berpikir dan bertindak dengan cara yang baru, tetapi hanya
sedikit orang yang telah melihat secara langsung pelatihan yang digunakan untuk
mendapatkan perwira tinggi yang berdasarkan mental dan emosional. Di sekolah
pesona, jenderal baru disarankan untuk mengendalikan hati yang buruk dari mereka
dan mengatasi aspek kepribadian mereka. Sekolah pesona dirancang sebagai
pengingat bahwa petugas yang besar adalah mereka yang benar-benar peduli
tentang tentara mereka. Tema lain selama pelatihan ini yaitu menghindari
pelanggaran etika, keberanian moral, dan mengatasi arogansi.

Tidak ada pelatihan setara di perusahaan america, tapi pelajaran yang


diajarkan di sekolah pesona Angkatan Darat juga dibawa oleh banyak organisasi
bisnis saat ini, di mana para pemimpin belajar untuk membangun hubungan kerja
berdasarkan kepercayaan, kerendahan hati, peduli dan hormat.

Bab ini dan berikutnya meneliti tentang pentingnya pemimpin menjadi orang
yang terintegrasi dengan menjelajahi semua pikiran , emosi, dan motivasi mereka.
Penulis kepemimpinan dan scholar Warren Bennis mengatakan bahwa "tidak ada
perbedaan antara menjadi seorang pemimpin yang benar-benar efektif dan menjadi
orang yang terintegrasi." Bab ini pertama meneliti pentingnya kepala dan hati
(pikiran dan emosi). Kemudian kami memperluas beberapa ide yang diperkenalkan
bab sebelumnya untuk mempertimbangkan bagaimana kemampuan untuk
menggeser pemikiran kita dan perasaan dapat membantu para pemimpin mengubah
perilaku mereka, mempengaruhi orang lain, dan menjadi lebih efektif. Kami
membahas konsep model mental dan melihat bagaimana kualitas seperti pemikiran
independen, pikiran terbuka, dan sistem berpikir yang penting bagi para pemimpin.
Kemudian kita melihat lebih dalam emosi manusia, konsep kecerdasan emosional,
dan emosi pada cinta vs sayang dalam hubungan pemimpin- pengikut.

2
LEADING WITH HEAD AND HEART
Berdasarkan dari pengalaman pribadi, bekerja secara efektif dengan orang
lain mengharuskan kita untuk memahami aspek yang ada dalam diri kita seperti
pikiran, keyakinan dan perasaan dan memahami aspek-aspek dalam diri orang lain.
Setiap orang yang telah berpartisipasi pada tim atletik mengetahui bagaimana
pikiran dan emosi yang kuat dapat mempengaruhi kinerja. Menariknya, banyak
orang dalam menjalankan peran kepemimpinan cenderung melupakan aspek
emosional dalam memimpin.

Untuk sukses dalam lingkungan seperti ini sangat dibutuhkan pemimpin yang
menggunakan kepala dan hati mereka. Pemimpin harus menggunakan kepala
mereka untuk mengatasi masalah organisasi seperti tujuan dan strategi, jadwal
produksi, struktur, keuangan, masalah operasional, seperti memberi pemahaman,
mendukung, dan mengembangkan orang lain. Menggunakan hati dalam
kepemimpinan sangat penting dalam hal ketidakpastian dan perubahan yang cepat.
pemimpin yang menggunakan kepala dan hati mengetahui bagaimana memberitahu
orang lain akan makna dan tujuan perubahan besar yang terjadi hampir setiap hari;
bagaimana membuat karyawan merasa dihargai dan dihormati di era PHK besar-
besaran dan ketidakpastian pekerjaan; dan bagaimana menjaga semangat dan
motivasi yang tinggi dalam menghadapi perusahaan yang mengalami kebangkrutan
dan kehancuran , skandal etika, dan krisis ekonomi.
Sebuah literatur yang luas telah menekankan bahwa menjadi manusia seutuhnya
berarti beroperasi dari pikiran, hati, jiwa tubuh. Dalam bab 4, kami memperkenalkan
beberapa ide tentang bagaimana individu berpikir, membuat keputusan, dan
memecahkan masalah berdasarkan nilai-nilai, sikap, dan pola berpikir. Bab ini
didasarkan pada beberapa ide-ide untuk memberikan pandangan yang lebih luas
dari pikiran kepemimpinan dan emosi.

MODEL MENTAL
Sebuah model mental dapat dianggap sebagai gambaran internal yang
mempengaruhi tindakan dan hubungan seorang pemimpin dengan orang lain .
Model Mental adalah teori yang dipegang oleh individu mengenai sistem tertentu di
dunia dan perilaku yang mereka harapkan . Sebuah sistem adalah set elemen yang
berinteraksi untuk membentuk keseluruhan dan menghasilkan hasil yang ditentukan.

3
EXHIBIT 5.1 Element of A System

Exhibit 5.1 menunjukkan unsur-unsur dari sistem rangkaian listrik. Sebuah model
mental akan memberikan gambaran dalam pikiran Anda tentang bagaimana
keempat unsur ini digabungkan untuk menghasilkan cahaya. Rangkaian listrik
adalah suatu sistem, organisasi adalah suatu sistem, seperti sebuah tim sepak bola,
atau sistem pendaftaran di universitas. Sebuah model mental yang akurat
membantu pemimpin memahami bagaimana mengatur elemen kunci dalam sistem
ini untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.Pemimpin memiliki banyak model
mental yang cenderung mengatur bagaimana mereka menafsirkan pengalaman dan
bagaimana mereka bertindak dalam menanggapi orang dan situasi.
Mempertimbangkan dua model mental yang berbeda dalam kutipan berikut dari
Robert Townsend, mantan CEO Avis Rental mobil. Untuk memiliki organisasi yang
sukses, ia menyarankan para pemimpin, "Anda harus berhenti menjadi
administrator yang suka memerintah orang lain dan menjadi seorang manajer yang
membawa air untuk orang lain sehingga mereka dapat melanjutkan pekerjaan".
Bagian pertama dari kalimat mencerminkan model mental itu adalah tugas pemimpin
untuk mengontrol orang, sedangkan bagian kedua mencerminkan model mental
bahwa pemimpin adalah pelayan yang membantu orang melakukan yang terbaik.

4
Exhibit 5.2 Google Leaders Mental Model

Exhibit 5.2 menunjukkan para pemimpin Google menggunakan model mental untuk
menjaga perusahaan yang memiliki bisnis inti yaitu pencarian . Pada Google; berani
mengambil risiko, sedikit melakukan kegilaan, dan membuat kesalahan sangat
didorong untuk berinovasi. Struktur dan kontrol yang terlalu banyak tidak
dipertimbangkan dalam perusahaan.

Pemimpin di Google, serta organisasi lainnya, berusaha untuk menciptakan


model mental yang selaras dengan kebutuhan organisasi, tujuan, dan nilai-nilai.
Namun, nilai-nilai pribadi, sikap, keyakinan, bias, dan prasangka dapat
mempengaruhi model mental seseorang. Asumsi seorang pemimpin sangat
memainkan peran penting dalam membentuk model mental nya tetapi para
pemimpin dapat menganalisis asumsi mereka dan melakukan pergeseran model
mental bila diperlukan untuk menjaga kesejahteraan organisasi mereka.

Assumptions

Dalam bab sebelumnya, kita membahas dua teori yang sangat berbeda
mengenai sikap dan asumsi yang dimiliki pemimpin mengenai bawahan, disebut
Teori X dan Teori Y, dan bagaimana asumsi tersebut mempengaruhi perilaku
pemimpin. Asumsi seorang pemimpin yang alami adalah bagian dari model mental
nya. Seseorang yang menganggap bahwa orang lain tidak bisa dipercaya, akan
bertindak sangat berbeda dalam situasi daripada seseorang yang memiliki asumsi
bahwa orang lain pada dasarnya dapat dipercaya. Pemimpin memiliki asumsi
tentang peristiwa, situasi, dan keadaan serta tentang orang-orang. Asumsi bisa
berbahaya karena orang cenderung menerima mereka sebagai orang "terpercaya."

J.C. Penney memberikan contoh yang baik. Ron Johnson, yang membantu
menciptakan toko ritel Apple yang populer dan sukses, dipekerjakan untuk
menyelamatkan J.C. Penney dari kerugian secara perlahan, tapi ia dipecat setelah
17 bulan bekerja. Asumsi johnson tentang transformasi, yang membuat toko dan
barang dagangan lebih kelas atas, didasarkan pada pengalaman kerjanya di Apple.
Dia menciptakan toko "butik" dengan rak dan petunjuk atau simbol yang mahal dan

5
mendorong supaya toko menyediakan pakaian dengan body fit untuk anak muda
dan desain Eropa, mencerminkan pergeseran pelanggan inti dari ritel. Masalahnya
adalah bahwa J.C. Penney bukan Apple, Pelanggan yang datang ke toko apple
untuk cutting edge, produk status simbol, tapi pelanggan J.C. Penney ingin pakaian
rumah yang sesuai kebutuhan dengan harga murah. Johnson membuat asumsi
bahwa hanya pelanggan department store "yang berbelanja di Target atau Macy
atau Nordstrom," kata margaret Bogenrief dari mitra ACM. Yang sekarang terlihat
yaitu Myron Ullman III yang merupakan CEO pengganti Johnson, dapat bekerja
dengan para pemimpin lainnya yang membawa asumsi lebih realistis dalam
menghadapi tantangan dengan menciptakan kembali sebuah merek ikonik untuk era
baru.

Sebagai contoh dari ilustrasi di atas, penting bagi para pemimpin untuk
menganggap asumsi mereka sebagai ide sementara bukan sebagai kebenaran yang
tetap . kesadaran yang Lebih dari seorang pemimpin adalah asumsi nya mereka,
pemimpin haruslebih mengerti bagaimana asumsi itu mdapat menjadi panduan
perilaku dan keputusan. Sebagai tambahan, pemimpin dapat mempertanyakan
apakah asumsi yang sudah lama dipakai sesuai dengan realitas situasi saat ini.
Mempertanyakan asumsi dapat membantu para pemimpin memahami dan
menggeser model mental mereka.

Changing Or Expanding Mental Models

Pola pikir pemimpin selalu memainkan peran kunci dalam keberhasilan


organisasi. Sebuah studi Harvard University meneliti 100 pemimpin bisnis dari abad
kedua puluh menemukan bahwa mereka semua berbagi apa yang peneliti sebut
sebagai "kecerdasan kontekstual," kemampuan untuk memahami lingkungan sosial,
politik, teknologi, dan ekonomi saat ini dan mengadopsi model mental yang
membantu merespon organisasi mereka . Dalam dunia dengan perubahan yang
cepat dan tidak berkelanjutan, faktor terbesar yang menentukan keberhasilan
pemimpin dan organisasi adalah kemampuan untuk mengubah model mental
seseorang.

Organisasi rentan ketika para pemimpin tetap dengan model mental lama
dalam menghadapi realitas baru. Misalnya, pangsa pasar untuk smartphone
BlackBerry telah merosot dalam beberapa tahun terakhir karena para pemimpin di
Research in Motion bekerja dengan mempertahankan situasi masa lalu dan memiliki
waktu yang sulit untuk merubah model mental mereka dalam menjaga persaingan
bisnis dalam lingkungan yang berubah dengan cepat, yang disaingi oleh smartphone
Apple dan Samsung. Di sisi lain, para pemimpin Apple, terutama almarhum Steve
Jobs, telah master dalam melakukan pergeseran atau memperluas model mental
mereka selama bertahun-tahun. Salah satu peneliti mewawancarai Steve Jobs
mengatakan ia bisa terkadang steve job mengagetkan kita secara tiba-tiba dengan
mengadopsi posisi kita sebagai mikik steve job sendiri, tanpa pernah menyadari jika
steve job pernah berfikir secara berbeda " Salah satu alasan Apple sangat sukses

6
saat ini, peneliti ini menegaskan bahwa Steve Jobs adalah seorang yang jenius
dalam isu-isu yang sulit di identifikasi dan melakukan pergeseran model mental-
sendiri, karyawannya ', mitra nya', dan pelanggannya. Sebelum iPhone, tidak ada
ada yang dapat berfikir seperti App Store ataupun kemungkinan keuntungan dari
penggunaan wireless.

Sayangnya banyak pemimpin yang beranggapan bahwa asumsi dan pola


pikir mereka menjadi terpenjara karena keberhasilan di masa lalu. Mereka
mempertahankan asumsi tradisional dalam melakukan sesuatu-apakah itu
menjalankan bisnis seperti Research in Motion, mengelola yayasan, penanganan
klaim asuransi yang menjual kosmetik, atau pembinaan tim-basket tanpa
menyadarinya mereka bertindak dan membuat keputusan dalam kerangka model
yang terbatas. Satu tantangan khusus pada model mental pemimpin adalah dalam
memahami ambiguitas dan kompleksitas pada skala global lebih sulit daripada
dalam tanggung jawab manajemen tradisional. Sebuah pola pikir global dapat
didefinisikan sebagai kemampuan manajer untuk menghargai dan mempengaruhi
individu, kelompok, organisasi, dan sistem yang mewakili karakteristik sosial,
budaya, politik, kelembagaan, intelektual, atau psikologis yang berbeda. Seorang
manajer dengan pola pikir global dapat merasakan dan menanggapi berbagai
perspektif yang berbeda pada saat yang sama daripada tetap dalam model mental
yang terbatas dalam negeri yang melihat segala sesuatu dari perspektif individu atau
budaya sendiri . Salah satu manajer terbaik yaitu dengan mengembangkan pola
pikir global dengan melibatkan orang-orang dari budaya yang berbeda. Ken Powell,
CEO dari General Mills, berkata bahwa posisi-posisi internasional yang diberikan
sebelumnya dalam karirnya diyakini oelhnya bahwa orang-orang dapat keluar dari
zona aman dimana itu merupakan cara terbaik untuk mengembangkan pemimpin.
Beberapa eksekutif Hollywood telah memperluas modelto mental mereka menjadi
lebih sukses di pasar luar negeri.

IN THE LEAD

Hollywood Studios

Film hollywood adalah produk lama yang berasal dari Amerika, dan tahun lalu
orang-orang Jepang, brazil atau korea selatan juga menonton film yang ditulis dan
dipasarkan terutama untuk penonton Amerika. Seiring berjalannya waktu. Orang-
orang di negara-negara lain menonton film Hollywood, dan mengambil pangsa
pasar film lokal . Pada saat yang sama, penonton di Amerika Serikat menurun
namun di luar negeri berkembang. Film-film Hollywood sekarang mendapatkan
sekitar 70 persen pendapatan dari seluruh dunia.
Eksekutif Hollywood mengadopsi model mental baru yang membuat film-film yang
dikhususkan untuk pasar luar negeri atau membuat reframes film-film Amerika yang
sesuai dengan selera asing.

7
Berikut adalah beberapa contoh.

Untuk Paramount G.I Joe: The Rise of Cobra and GI joe: Retaliation, Byung-hun
lee, bintang film besar Korea, dan aktor Afrika selatan amold Vosloo ditempatkan
dalam pemeran utama.

Beberapa film terbaru, seperti Rio and Fast Five, telah ditetapkan di brazil, dimana
film hollywood sedang berkembang pesat . Dalam Twilight Saga: Breaking Down
Part 1, Bella Swan dan Edward Cullen dalam film nya menghabiskan bulan madu
mereka di pulau Brazil.

Dalam film Transformer baru-baru ini, studio DreamWorks memiliki karakter


meneguk Shuhua susu rendah gula dari perusahaan yili cina.

Pixar Cars tidak berjalan dengan baik di luar negeri, sehingga studio mengatur
sekuel di paris, london, tokyo, dan riviera Italia.

Teknik lainnya dengan cara membuat model mental baru dalam membuat film,
daripada mencoba untuk memikat penonton untuk film mereka, para pemimpin
studio menargetkan film mereka ke khalayak umum.

Pemimpin di studio hollywood telah memperluas model mental mereka karena


mereka harus membuat film dengan biaya yang efektif. "Dapat diberitahukan bahwa
tidak ada studio yang akan membuat film mahal dengan biaya sebesar
$150.000.000 atau $ 200.000.000 kecuali memiliki daya tarik di seluruh dunia," kata
Mark Zoradi, mantan presiden kelompok film perusahaan Walt Disney. "Anda tidak
dapat membayar kembali biaya produksi dari dalam negeri saja.
Meskipun ketidaknyamanan mental dan rasa disorientasi ( penyimpangan )mungkin
terjadi, pemimpin harus bersedia model mental mereka ditantang dan dihilangkan.
Langkah pertama untuk mampu menggeser model mental dan melihat dunia dengan
cara baru yaitu dengan menyadari asumsi dan memahami cara mempengaruhi
emosi dan perilaku. Para pemimpin yang efektif terus belajar melihat keyakinan ,
asumsi, dan Persepsi mereka sendiri dalam menghadapi hal-hal baru dengan cara
yang tidak konvensional dan memenuhi tantangan masa depan. Model mental yang
tidak efektif sering membutuhkan bantuan dari luar .Seperti yang dijelaskan dalam
Leaders Bookshelf.

8
LEADERS BOOKSHELF

What Got You Here Wont Get You There

Oleh marshall Goldsmith dan Mark Reiter

Marshall Goldsmith coach eksekutif berkata bahwa sukses itu membuat banyak
orang percaya bahwa mereka harus melakukan segalanya dengan benar. Oleh
karena itu, sebagai pemimpi hirarki keatas mereka selalu bergantung pada model
mental tentang hubungan interpersonal yang tampaknya bekerja ketika mereka
berada di posisi-tingkat yang lebih rendah. Akibatnya, mereka mungkin
menyabotase efektivitas dan perkembangan karir. "Semua hal lain atau
keterampilan orang dianggap sama, (atau kurang dari mereka) menjadi lebih
jelas semakin tinggi Anda pergi" Goldmith menulis apa yang membuat anda di
sini tidak akan membuat anda di sana. Goldsmith dan kolaborator, mark Reiter,
mengidentifikasi 20 kebiasaan mental yang merusak hubungan pemimpin di tingkat
yang lebih tinggi

TIDAK ADA SEORANGPUN YANG SEMPURNA

Setiap pemimpin memiliki beberapa kebiasaan atau perilaku negatif yang dapat
membatasI efektivitas. Berikut adalah beberapa kelemahan perilaku Goldsmith dan
Reiter. Apakah Anda mengenali semua ini dalam perilaku Anda sendiri?

kebutuhan untuk menang pada semua hal yang merugikan dan dalam segala
situasi.

Kita semua tahu bahwa semua orang ingin memenangkan dan menganggap selalu
benar argumen yang dikeluarkan. Mereka ingin menang pada poin besar, poin kecil
dan segala sesuatu di antara keduanya. Jika mereka menggunakan ide lain yang
tidak berhasil, mereka mengadopsi sikap "kan sudah saya bilang". Di tempat kerja,
kebutuhan seorang pemimpin puncak merasa selalu benar menunjukkan bahwa ia
adalah penyebab kerusakan hubungan dan menghancurkan kerja sama tim.

Melekat pada masa lalu.

Tidak ada yang salah melihat dan memahami masa lalu sebagai cara untuk menjadi
pembelajaran di masa sekarang. Tapi banyak orang berpegang teguh pada masa
lalu yang dimanfaatkan untuk menyalahkan orang lain untuk hal-hal yang tidak beres
dalam hidup mereka, menggunakan masa lalu sebagai senjata untuk mengendalikan
orang lain atau menghukum mereka karena tidak melakukan apa yang diingin kan
pemimpin.

Jangan pernah bisa mengatakan Anda menyesal

Itu tidak benar bahwa "cinta itu tidak pernah ada kata menyesal". Meminta mmaaf
adalah tindakan cinta atau kasih. Menolak permintaan maaf mungkin disebabkan
karena sakit hati dalam percintaan, keluarga, atau pada hubungan kerja daripada

9
cacat antar lain. "Orang-orang yang tidak bisa minta maaf di tempat kerja mungkin
harus mengenakan T-shirt yang berkata:" saya tidak peduli tentang Anda ", kata
Goldsmith

KEMUNGKINAN BERUBAH

Sebagai seorang pelatih eksekutif, Goldsmith telah menghabiskan karirnya


membantu para pemimpin menemukan dan memperbaiki model mental yang
mereka pegang. Cara untuk sukses yaitu apabila pemimpin memperbaiki
hubungan antarpribadi nya. Langkah pertama adalah dengan bersama-sama
merespon dalam mengidentifikasi perilaku tertentu Anda yang perlu mengubah.
Berikutnya, memfokuskan pikiran Anda pada memperbaiki masalah dengan meminta
maaf untuk karena perilaku Anda, berusaha untuk berubah, mendengarkan ide-ide
dari orang lain, menunjukkan rasa terima kasih untuk orang lain yang berkontribusi
dalam proses perubahan Anda, dan menindaklanjuti kemajuan Anda. Ketika Anda
sadar ketergantungan Anda pada orang lain. Goldmith menunjukkan, orang lain
biasanya tidak hanya setuju untuk membantu Anda menjadi orang yang lebih baik,
mereka juga mencoba untuk menjadi orang yang lebih baik sendiri

DEVELOPING A LEADERS MIND


Bagaimana pemimpin membuat pergeseran ke model mental yang baru? pikiran
pemimpin dapat dikembangkan ada empat bidang penting: independent thinking,
open mindedness, system thinking, dan personal mastery. Secara bersama-sama,
keempat bidang ini memberikan landasan yang dapat membantu para pemimpin
memeriksa model mental mereka dan mengatasi blind spot ( kelemahan )yang
mungkin membatasi efektivitas kepemimpinan dan keberhasilan organisasi mereka.

Independent Thinking

Berfikir independen berarti menanyakan asumsi dan menafsirkan data dan


peristiwa sesuai dengan keyakinan, ide, dan pemikiran sendiri dan tidak sesuai
dengan aturan, rutinitas, atau kategori yang didefinisikan oleh orang lain atau sudah
ditetapkan sebelumnya. Orang-orang yang berpikir secara mandiri bersedia untuk
berdiri sendiri, memiliki pendapat, mengatakan apa yang mereka pikirkan, dan untuk
menentukan suatu tindakan berdasarkan pada kepercayaan pribadi bukan pada apa
yang orang lain pikirkan atau katakan. Kepemimpinan yang baik bukan mengikuti
aturan lain, tetapi tetap pada kepercayaan pribadi. Itu merupakan cara terbaik bagi
organisasi.

Untuk berpikir secara independen berarti tetap waspada secara mental dan
berpikir kritis. pemikiran independen adalah salah satu bagian dari apa yang disebut
pemimpin mindfulness. Mindfulness di definisikan sebagai keadaan memperhatikan
informasi baru dan kesiapan untuk membuat kategori mental yang baru dalam
menghadapi perkembangan informasi dan keadaan pergeseran. Mindfulness
melibatkan pemikiran independen, dan itu membutuhkan pemimpin yang memiliki

10
rasa ingin tahu dan ingin belajar. Pemimpin mindful memiliki keterbukaan dan
mendorong orang lain untuk mengeluarkan pendapat melalui rasa ingin tahu dan
pertanyaan-pertanyaan mereka. Mindfulness adalah kebalikan dari mindlessness,
yang berarti seperti orang buta yang menerima aturan dan label yang dibuat oleh
orang lain. orang Mindless membiarkan orang lain melakukan pemikiran untuk
mereka, tetapi para pemimpin mindful selalu mencari ide-ide dan pendekatan baru.

Menjadi mindful dan berpikir secara mandiri penting bagi pemimpin karena
kewalahan dengan jumlah dan berbagai tugas yang mereka hadapi. Banyak e-mail,
pesan teks, web konferensi, blog, dan sebagainya dengan berisi masalah yang
intensif. Sangat mudah dalam melakukan hal-hal autopilot. Tetapi dalam dunia
organisasi, keadaan akan terus berubah. Apa yang dikerjakan dalam satu situasi
mungkin tidak akan dilakukan kembali . Dalam kondisi ini, kemalasan mental,
operasi autopilot, dan menerima jawaban orang lain bisa saja melukai organisasi
dan semua anggotanya. Pertimbangkan apa yang terjadi dengan pengusaha Kord
Campbell, yang gagal selama 12 hari karena tidak melihat email dari sebuah
perusahaan besar yang tertarik untuk membeli startup internet yang kecil.
Mengapa? Karena sangat sibuk, Campbell telah mengoperasikan autopilot.
"Sepertinya dia tidak bisa lagi melakukan dengan penuh situasi tersebut" Kata
istrinya. Para pemimpin yang baik menerapkan pemikiran kritis untuk
mengeksplorasi situasi, masalah, atau pertanyaan dari berbagai perspektif dan
mengintegrasikan semua informasi yang tersedia yang mungkin menjadi solusi .
Ketika para pemimpin berpikir kritis, mereka mempertanyakan semua asumsi,
dengan semangat mencari pendapat yang berbeda, dan mencoba untuk
memberikan pertimbangan untuk semua alternatif.

Berpikir secara mandiri dan kritis harus kerja keras, dan kebanyakan dari kita
hanya santai dalam mindlessness, menerima jawaban hitam-putih dan
mengandalkan cara-cara yang standar dalam melakukan sesuatu. Pemimpin seperti
BP telah memutuskan untuk menyelesaikan pekerjaan penyegelan sumur rig
minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. Meskipun sudah lama, tapi ini terbukti
menjadi keputusan fatal di Deepwater Horizon. Rig meledak dalam hitungan jam,
menewaskan 11 pekerja dan meninggalkan minyak di pantai dari Louisiana ke
Florida.

Para pemimpin yang baik juga mendorong pengikutnya untuk mindful bukan
mindless. Bernard Bass, yang telah belajar kepemimpinan karismatik dan
transformasional, berbicara tentang nilai stimulasi intelektual mendorong pikiran dan
imajinasi pengikut serta merangsang kemampuan mereka untuk mengidentifikasi
dan memecahkan masalah secara kreatif. Orang mengagumi pemimpin yang
membangkitkan rasa ingin tahu mereka, menantang mereka untuk berpikir dan
belajar serta mendorong keterbukaan untuk ide inspirasi dan alternatif .

Open Mindedness
11
Kekuatan pikiran dan perilaku yang terbatas diilustrasikan oleh Pike Syndrom.
Dalam sebuah eksperimen, pike ditempatkan pada setengah dari salah satu
akuarium kaca yang besar, dengan banyak ikan kecil disebelahnya. Pike merasakan
lapar dan berusaha untuk mendapatkan ikan kecil, tapi tidak bisa menembus
penghalang kaca, akhirnya ia berfikir bahwa berusaha untuk mendapatkan ikan kecil
adalah sia-sia. Kaca sebagai penghalang kemudian di remove, tapi pike tidak akan
mencoba untuk menyerang ikan kecil karena telah dikondisikan untuk percaya
bahwa mendapatkan ikan-ikan kecil adalah mustahil. Ketika orang-orang
menganggap mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang situasi pengalaman
masa lalu, mereka menunjukkan Sindrom Pike yaitu ketidakmampuan yang ada di
masa lalu dan ketidakmampuan untuk mempertimbangkan alternatif dan perspektif
yang berbeda.

Pemimpin harus melupakan kondisi mereka dan membuka ide untuk hal baru.
Keterbukaan akan mengesampingkan prasangka dan menangguhkan keyakinan
dan opini yang disebut sebagai "beginners mind ketika seorang ahli dalam bidang
tertentu, pikiran mereka menjadi tertutup dari perspektif orang lain.

Psikolog elizabeth Newton melakukan eksperimen dengan membentuk dua


kelompok orang yang disebut "tappers," untuk mendengarkan lagu-lagu yang
terkenal dan meminta mereka untuk mengetuk meja dengan irama lagu-lagu
tersebut. Sekelompok orang selanjutnya disebut "pendengar", diminta untuk
menyebutkan lagu-lagu tappers. Tappers berpikir bahwa pendengar akan
menyebutkan lagu-lagu yang tepat selama separuh waktu. Pada kenyataannya,
pendengar hanya 3 dari 120 lagu yang dimainkan tappers. Tappers mungkin
menganggap memiliki "pemikiran ahli" dalam situasi ini. Lagu itu begitu jelas dalam
pikiran mereka dan mereka tidak mengerti mengapa pendengar tidak bisa
menebaknya. pemikiran ahli menjadi hal yang berbahaya dalam organisasi karena
menolak ide-ide baru berdasarkan pengetahuan dan pengalaman masa lalu.
Menggunakan pemikiran ahli menjadi mengerikan ketika seseorang datang ke
rumah sakit.. Dokter mendiagnosa pasien 15 sampai 20 persen terjadi kesalahan
karena mereka bergantung pada cara pemikiran standar dan pengalaman masa lalu.
banyak dari kesalahan mengakibatkan keseriusan atau kematian.

System Thinking

System Thinking adalah kemampuan untuk melihat sinergi secara


keseluruhan bukan hanya unsur-unsur yang terpisah dari suatu sistem dan untuk
belajar dalam memperkuat atau mengubah pola keseluruhan sistem. Dengan sistem
berpikir, seorang pemimpin dapat melihat gambaran besar dan menghubungkan
titik-titik daripada hanya melihat titik-titik secara terisolasi. Banyak orang telah dilatih
untuk memecahkan masalah dengan melanggar sistem yang kompleks, seperti
organisasi, menjadi bagian-bagian yang berlainan dan bekerja untuk membuat
setiap bagian bekerja sebaik mungkin. Namun, keberhasilan masing-masing bagian
masih kurang hingga mencapai keberhasilan secara keseluruhan. Bahkan, kadang-

12
kadang dalam mengubah satu bagian untuk membuatnya lebih baik benar-benar
akan membuat fungsi sistem keseluruhan kurang efektif. Misalnya, sebuah kota
kecil memulai program pembangunan jalan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas
tetapi tanpa memikirkan keseluruhan sistem. Dengan jalan baru tersedia, banyak
orang mulai pindah ke pinggiran kota. Solusinya sebenarnya akan meningkatkan
kemacetan lalu lintas, penundaan, dan polusi dengan adanya pengembangan kota.

Ini adalah hubungan antara bagian-bagian yang membentuk keseluruhan


system yang penting (apakah itu sebuah komunitas, sebuah mobil, sebuah lembaga
nirlaba, manusia, atau sebuah organisasi bisnis). Sistem berpikir memungkinkan
para pemimpin untuk mencari pola gerakan dari waktu ke waktu dan fokus pada
kualitas irama, aliran, arah, bentuk, dan jaringan hubungan yang mencapai kinerja
secara keseluruhan. Sistem berpikir merupakan disiplin mental dan kerangka kerja
untuk melihat pola dan hubungan,

Hal ini penting untuk melihat sistem organisasi secara keseluruhan karena
kompleksitasnya. Kompleksitas tersebut yang dapat membingungkan pemimpin dan
meruntuhkan keyakinannya. Ketika para pemimpin dapat melihat struktur yang
mendasari situasi yang kompleks, mereka dapat meningkatkan fasilitas. Tetapi
membutuhkan fokus pada gambaran besar. Pemimpin dapat mengembangkan apa
yang David McCamus (mantan ketua dan CEO dari Xerox Kanada) sebut dengan
"penglihatan keseluruhan" yaitu kemampuan untuk melihat organisasi melalui lensa
wide-angle daripada lensa tele, sehingga mereka memahami bagaimana keputusan
dan tindakan mereka akan mempengaruhi seluruhnya.

Sebuah elemen penting dari system thinking adalah untuk memahami


lingkaran kausalitas. Peter Senge, penulis The Fifth Discipline, berpendapat bahwa
realitas terdiri dari lingkaran bukan garis lurus. Misalnya, Exhibit 5.3 menunjukkan
lingkaran mempengaruhi untuk meningkatkan keuntungan pengecer. Peristiwa di
lingkaran di sebelah kiri disebabkan oleh keputusan untuk meningkatkan anggaran
iklan secara agresif dalam mempromosikan produk. Promosi iklan meningkatkan
penjualan, yang meningkatkan keuntungan, yang menyediakan uang untuk lebih
meningkatkan anggaran iklan.

13
Tapi lingkaran lain dari kausalitas sedang dipengaruhi juga. Keputusan oleh
para pemimpin dalam pemasaran memiliki konsekuensi untuk departemen operasi.
Seperti penjualan dan keuntungan meningkat, departemen operasi dipaksa untuk
persediaan yang lebih besar. Dalam persediaan tambahan berarti harus
menciptakan suatu kebutuhan untuk ruang gudang lagi. Membangun gudang baru
dapat menyebabkan keterlambatan dalam stocking up. Setelah gudang dibangun,
maka orang-orang baru harus dipekerjakan. Semua ini akan meningkatkan biaya
perusahaan, yang memiliki dampak negatif pada keuntungan. Dengan demikian,
memahami konsekuensi dari keputusan mereka melalui lingkaran kausalitas
memungkinkan para pemimpin untuk merencanakan dan mengalokasikan sumber
daya untuk pergudangan serta iklan untuk memastikan peningkatan yang stabil
dalam penjualan dan keuntungan. Tanpa memahami sistem, pemimpin puncak akan
gagal untuk memahami mengapa meningkatkan anggaran iklan benar-benar bisa
membuat keterlambatan persediaan dan untuk sementara mengurangi keuntungan.

Disiplin diri adalah sebuah bentuk kebebasan. Kebebasan dari kemalasan


dan kelesuan, kebebasan dari harapan dan tuntutan lain, kebebasan dari
kelemahan dan ketakutan-dan keraguan. Disiplin diri memungkinkan (orang) merasa
individualitasnya, kekuatan batinnya dan bakatnya. Dia adalah master, bukan budak
pikiran dan emosinya.

Personal Mastery

Konsep lain yang diperkenalkan oleh Senge adalah penguasaan pribadi.


Penguasaan pribadi berarti menguasai diri Anda dengan cara yang memfasilitasi
kepemimpinan Anda dan mencapai hasil yang diinginkan.

14
Menguasai diri sendiri mewujudkan tiga kualitas

1. kejernihan pikiran
2. kejelasan tujuan, dan
3. mengatur untuk mencapai tujuan.

Pertama, kejernihan pikiran berarti komitmen terhadap kebenaran dari realitas saat
ini. Pemimpin tak kenal lelah dalam mengungkap model mental yang membatasi dan
memperdaya mereka serta bersedia untuk menantang asumsi dan cara standar
dalam melakukan sesuatu. Para pemimpin ini akan melanggar penolakan realitas
dalam diri mereka sendiri dan orang lain. Pencarian mereka untuk kebenaran
mengarah ke kesadaran yang lebih dalam diri mereka sendiri dan dari sistem yang
lebih besar dan peristiwa di mana mereka beroperasi. Kejernihan pikiran
memungkinkan mereka untuk menghadapi kenyataan, yang meningkatkan
kesempatan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Kedua, pemimpin yang terlibat dalam penguasaan pribadi tahu apa yang penting
bagi mereka sehingga tujuan mereka jelas. Kejelasan tujuan membantu pemimpin
fokus pada hasil akhir, visi dari mimpi yang memotivasi mereka dan tim atau
organisasi mereka. Mereka memiliki visi yang jelas tentang masa depan yang
diinginkan, dan tujuan mereka adalah untuk mencapai masa depan itu. Salah satu
unsur penguasaan pribadi adalah disiplin, terus fokus dan menentukan apa yang
inginkan di masa depan yang.

Ketiga, sering ada kesenjangan besar antara visi seseorang dan situasi saat ini.
Kesenjangan antara masa depan yang diinginkan dan kenyataan hari ini, seperti
antara mimpi untuk memulai bisnis dan kenyataan bahwa tidak memiliki modal, bisa
mengecilkan hati. Tetapi kesenjangan adalah sumber energi kreatif.
Pengorganisasian untuk mencapai tujuan adalah cara untuk menjembatani
kesenjangan antara realitas saat ini dan visi masa depan yang lebih baik. Pemimpin
yang efektif memungkinkan visi menarik kenyataan ke arah itu dengan reorganisasi
kegiatan saat ini untuk bekerja menuju visi di masa depan. Cara kurang efektif
adalah dengan membiarkan kenyataan menarik visi ke bawah ke arah itu. Ini berarti
menurunkan visi, seperti berjalan menjauh dari masalah. Pemimpin dengan
penguasaan pribadi belajar untuk menerima baik mimpi dan kenyataan secara
bersamaan dan untuk menutup kesenjangan dengan bergerak menuju mimpi.

Semua lima unsur pikiran saling berkaitan, pemikiran independen dan pikiran
terbuka meningkatkan pemikiran sistem dan memungkinkan penguasaan pribadi,
membantu para pemimpin mengubah dan memperluas model mental mereka.
Karena mereka semua saling tergantung, pemimpin bekerja untuk meningkatkan
bahkan satu unsur pendekatan mental mereka untuk dapat bergerak maju secara
signifikan dalam menguasai pikiran mereka dan menjadi lebih efektif.

15
EMOTIONAL INTELLIGENCE
Psikolog dan peneliti lainnya, serta orang-orang di semua lapisan
masyarakat, telah lama mengakui pentingnya kecerdasan kognitif, atau IQ dalam
menentukan keberhasilan dan efektivitas seseorang. Secara umum, penelitian
menunjukkan bahwa para pemimpin memiliki skor yang lebih tinggi daripada
kebanyakan orang pada tes kemampuan kognitif, seperti tes IQ, dan bahwa
kemampuan kognitif secara positif terkait dengan kepemimpinan yang efektif.
Pemimpin dan peneliti semakin mengakui pentingnya kecerdasan emosional, atau
EQ, juga. Beberapa telah menyarankan bahwa emosi, lebih dari kemampuan
kognitif, mendorong pemikiran kita dan pengambilan keputusan, serta hubungan
interpersonal kita. Dalam sebuah studi dari pemimpin, dua-pertiga dari perbedaan
antara pemimpin rata-rata dan berkinerja ditemukan karena kompetensi emosional,
dan hanya sepertiga karena keterampilan teknis.

Kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan seseorang untuk


mempersepsi, mengidentifikasi, memahami, dan berhasil dalam mengelola emosi
dalam diri dan orang lain. Menjadi emosional berarti mampu secara efektif
mengelola diri kita sendiri dan hubungan kita. Angkatan Udara AS mulai
menggunakan EQ untuk memilih perekrut setelah mengetahui bahwa perekrut
terbaik dinilai lebih tinggi dalam kompetensi EQ. Pemimpin yang mendapat skor
tinggi di EQ biasanya dinilai lebih efektif dengan rekan-rekan dan bawahan.

What Are Emotions?

Ada ratusan emosi dan lebih seluk-beluk emosi daripada ada kata-kata untuk
menjelaskannya. Kemampuan penting bagi para pemimpin adalah untuk memahami
berbagai emosi orang dan bagaimana emosi ini mungkin menampakkan diri. Salah
satu model yang berguna bagi para pemimpin yang membedakan emosi positif dan
negatif utama, seperti digambarkan dalam pameran 5.4. Emosi primer dan beberapa
variasi mereka adalah sebagai berikut:

16
Kemarahan: kemurkaan, kekejaman, frustrasi, kejengkelan, permusuhan,
jengkel, marah, permusuhan
Kesedihan: kesedihan, kesedihan, melankolis, mengasihani diri sendiri,
kesepian, kekecewaan, keputusasaan, kekecewaan
Bantuan: rilis, jaminan, kemudahan, kepuasan
Takut: kecemasan, ketakutan, kegelisahan, kekhawatiran, ketakutan,
kekhawatiran, kegelisahan, ketakutan, ketakutan, teror, panik
Kegembiraan: kebahagiaan, sukacita, kegembiraan, hiburan, sensual
kesenangan, gairah, pengangkatan, euforia
Cinta: sayang, penerimaan, rasa hormat, keramahan, kepercayaan, kebaikan,
afinitas, pengabdian, adorasi, tergila-gila
Envy: kecemburuan, kebencian, kecurigaan, meskipun
Jijik: penghinaan, meremehkan, cemoohan, kebencian, kebencian,
ketidaksukaan, jijik
Kebanggaan; kepuasan, martabat, harga diri, pemenuhan
Rasa bersalah: malu, malu, kecewa, penyesalan, aib, penyesalan, malu,
penyesalan
Beberapa pemimpin bertindak seolah-olah orang yang meninggalkan emosi
mereka di rumah ketika mereka datang untuk bekerja, tetapi kita semua tahu bahwa
ini tidak benar. Memang, komponen kunci dari kepemimpinan yang sedang
emosional terhubung dengan orang lain dan memahami bagaimana emosi
mempengaruhi hubungan kerja dan kinerja.

Why Are Emotions Important?

17
Dalam sebuah studi dari pengusaha, peneliti di Rensselaer Polytechnic
Institute menemukan bahwa mereka yang lebih mengekspresifkan emosi mereka
sendiri, dan lebih selaras dengan emosi orang lain membuat lebih banyak uang,
seperti yang digambarkan dalam pameran 5.5. Salah satu alasan ini adalah bahwa
pemimpin yang bisa memanfaatkan dan mengarahkan kekuatan emosi untuk
meningkatkan kepuasan, semangat, dan motivasi pengikut akan mendapatkan hasil
yang lebih baik dan meningkatkan efektivitas organisasi secara keseluruhan.

Emotions Are Contagious

Keadaan emosional dari pemimpin akan mempengaruhi seluruh tim,


departemen, atau organisasi. Sebagian besar dari kita mengakui bahwa kita dapat
"menangkap" emosi dari orang lain. Jika kita berada di sekitar seseorang yang
tersenyum dan antusias, maka emosi positif akan menular pada kita, sebaliknya,
seseorang dalam suasana hati yang buruk bisa membawa kita ke emosi yang
negatif. Pada Mesa Airlines, CEO Jonathan Ornstein mantan asisten administrasi
mengatakan dia pernah melakukan pelacakan perubahan suasana hati yang tak
terduga dan sering mudah marah dari pemimpin dan memperingatkan eksekutif
lainnya ketika mereka membutuhkan untuk menjauh. "Kadang-kadang ia akan
datang ke kantor dalam suasana hati yang buruk ... dan itu akan mengatur suasana
untuk seluruh kantor," katanya. Penularan emosi ini berarti bahwa para pemimpin
yang mampu menjaga keseimbangan dan menjaga diri termotivasi dapat berfungsi
sebagai model peran positif untuk membantu memotivasi dan menginspirasi orang-
orang di sekitar mereka serta tingkat energi dari seluruh organisasi akan meningkat
ketika para pemimpin optimis dan penuh harapan daripada marah atau depresi.
Menarik penelitian baru oleh ilmuwan perilaku organisasi menunjukkan bahwa emosi
negatif mungkin menyebar lebih mudah daripada yang positif karena emosi positif
masyarakat ini umumnya kurang dipengaruhi oleh orang lain. Psikolog juga

18
menemukan bahwa orang-orang dan peristiwa negatif memiliki efek yang tidak besar
secara proporsional pada emosi dan suasana hati kita.

Oleh karena itu, para pemimpin mengakui sangat penting bahwa tidak hanya
menjaga emosi mereka sendiri dalam keseimbangan tetapi juga membantu orang
lain mengelola emosi negatif sehingga mereka tidak mempengaruhi seluruh tim atau
organisasi. Pemimpin yang "selaras" dengan keadaan emosional orang lain,
membawa emosi yang tidak sehat atau negatif ke permukaan, dan mendorong
orang untuk mengeksplorasi dan menggunakan emosi positif dalam pekerjaan
sehari-hari mereka. Satu studi menemukan bahwa tim yang tidak terlatih terdiri dari
anggota yang melakukan dengan kecerdasan emosional yang tinggi serta tim yang
terlatih terdiri dari anggota yang dinilai rendah pada kecerdasan emosional.

Emotions Influence Performance

Seperti yang disarankan oleh studi tim yang baru saja disebutkan, emosi
memiliki pengaruh yang kuat pada kinerja. Banyak bukti menunjuk ke hubungan
yang jelas antara suasana hati orang dan berbagai aspek kinerja mereka, seperti
kerja sama tim, kreativitas, pengambilan keputusan, dan kinerja tugas. Suasana hati
yang negatif menguras energi dan mencegah orang melakukan yang terbaik.

Seluruh organisasi dalam mood yang buruk tidak akan berhasil karena orang
tidak memiliki energi dan merasa cemas, kecewa, atau putus asa. Dalam jenis
lingkungan kerja yang berbahaya, sebagian besar upaya individu digunakan untuk
kelangsungan hidup emosional, seperti yang digambarkan dalam pameran 5.6.
Dalam lingkungan yang positif, di sisi lain, sebagian besar upaya seseorang yang
tersedia untuk bekerja. Ketika seorang pemimpin mampu membuka emosi positif
dari joyfulness, penghargaan atau cinta, energi masyarakat, kreativitas, dan
komitmen intelektual berkembang. Karyawan dapat memahami lebih banyak data,
lebih kreatif dan banyak akal dalam solusi mereka, dan menghasilkan hasil yang
lebih unggul. Emosi positif berarti penurunan emosi negatif seperti kesedihan,
kemarahan, kecemasan, dan ketakutan. Positif bukannya emosi negatif
memungkinkan individu untuk melakukan yang terbaik dari kemampuan mereka.

Exhibit 5.6 positive leadership and performance

19
The Components of Emotional Intelligence

Dalam membahas kepemimpinan Abraham Lincoln, sejarawan Doris Kearns


Goodwin mencatat bahwa ciri dari Presiden AS ke-16 ini hampir magis untuk tidak
karisma atau kecerdasan politik tetapi untuk kecerdasan emosional. Kompetensi dan
kemampuan kecerdasan emosional dikelompokkan ke dalam empat kategori
fundamental, seperti digambarkan dalam pameran 5.7. Penting untuk diingat bahwa
kecerdasan emosional dapat dipelajari dan dikembangkan. Siapapun dapat
memperkuat kemampuannya dalam empat kategori ini.

Exhibit 5.7 the components of Emotional Intelligence

1. Self-Awareness

Kesadaran diri mencakup kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi


Anda sendiri dan bagaimana mereka mempengaruhi kehidupan dan pekerjaan. Ini
adalah dasar dari semua kompetensi lainnya. Orang yang berhubungan dengan
emosi mereka lebih mampu untuk membimbing kehidupan mereka sendiri.
Pemimpin dengan tingkat tinggi kesadaran diri belajar untuk percaya pada "insting"
dan menyadari bahwa perasaan ini dapat memberikan informasi yang berguna
tentang keputusan yang sulit. Jawabannya tidak selalu jelas apakah untuk
mengusulkan kesepakatan besar, membiarkan seorang karyawan pergi,
reorganisasi bisnis, atau merevisi tanggung jawab pekerjaan. Ketika jawaban tidak
tersedia dari sumber eksternal, para pemimpin harus mengandalkan perasaan
mereka sendiri. Komponen ini juga mencakup kemampuan untuk secara akurat
menilai kekuatan dan keterbatasan Anda sendiri, bersama dengan rasa percaya diri.

20
2. Self-Management

Komponen kunci kedua, manajemen diri, mencakup kemampuan untuk


mengendalikan emosi dan keinginan untuk mengganggu, tidak produktif, atau
berbahaya. Sebuah eksperimen menarik dari tahun 1960-an memberi petunjuk pada
kekuatan manajemen diri. Sekelompok anak berumur 4 dan 5 tahun ditawarkan
marshmallow, peneliti menempatkan di depan setiap anak di meja. Kemudian, anak-
anak diberitahu bahwa jika mereka bisa menunggu beberapa menit sementara
peneliti pergi karena ada urusan, mereka akan diberi dua marshmallow. Beberapa
anak tidak dapat menahan godaan dari marshmallow tersebut "sekarang" dan
mereka memakannya segera. Anak lainnya melakukan segala macam teknik, dari
bernyanyi atau berbicara dengan diri mereka bersembunyi di bawah meja, untuk
melawan keinginan mereka dan mendapatkan pahala dua marshmallow bukan satu.
Para peneliti kemudian mengikuti anak-anak selama 20 tahun dan menemukan
beberapa hasil yang menarik. Sebagai laki-laki dan perempuan muda, orang-orang
yang telah menolak keinginan untuk makan marshmallow mengungkapkan jauh
lebih tinggi untuk menangani stres dan merangkul tantangan yang sulit. Mereka juga
lebih percaya diri, dapat dipercaya, diandalkan suatu tujuan inpursuing ulet. Anak-
anak yang mengembangkan teknik untuk manajemen diri sejak awal kehidupan
dilakukan ini dengan mereka menjadi dewasa.
Tidak pernah terlambat bagi orang untuk belajar bagaimana mengelola emosi
dan keinginan hati mereka, beberapa pemimpin melihat dari ahli perwakilan layanan
pelanggan (CSR) sebagai model peran. Penelitian menunjukkan bahwa 70 persen
pelanggan yang memiliki masalah dengan produk atau layanan yang marah pada
saat mereka berbicara dengan CSR. CSR terbaik, seperti Beverly Smith, yang
mengambil panggilan rawat jalan di sebuah pusat medis San Francisco, dan Zane
Bond, yang adalah pergi untuk mendatangi penelepon yang marah di sebuah
perusahaan perangkat lunak, telah belajar untuk mengendalikan emosi mereka
sendiri, tetap menenangkan, dan mendengarkan dengan keramahan dan empati.
Ketika pelanggan sudah tenang, masalah biasanya dapat diperbaiki.
Karakteristik lain dalam kategori ini meliputi kepercayaan, yang berarti terus-
menerus menampilkan kejujuran dan integritas; mendengarkan dengan hati-hati,
yang berarti mengelola dan menghormati tanggung jawab Anda; dan kemampuan
beradaptasi, yang mengacu pada kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan
perubahan situasi dan mengatasi hambatan. Menampilkan inisiatif untuk menangkap
peluang dan mencapai standar internal yang tinggi juga merupakan bagian dari
manajemen diri. Pemimpin yang terampil dalam manajemen diri tetap berharap dan
optimis meski adanya hambatan, kemunduran, atau bahkan kegagalan langsung.
Martin Seligman, profesor psikologi di University of Pennsylvania, setelah
menyarankan perusahaan Metlife Insurance untuk menyewa kelompok khusus
pelamar kerja yang diuji tinggi pada optimisme tapi gagal normal uji penjualan bakat.
Dibandingkan dengan orang-orang penjualan yang lulus tes bakat biasa tapi skor
tinggi pada pesimisme, yang "optimis" kelompok dibuat 21 persen lebih banyak
penjualan di tahun pertama mereka dan 57 persen lebih di kedua.

21
3. Social Awareness

Komponen kesadaran sosial berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk


memahami orang lain. Pemimpin yang sosial menyadari untuk berlatih empati, yang
berarti mampu menempatkan diri pada posisi orang lain, merasakan emosi mereka,
dan memahami perspektif mereka. Para pemimpin ini memahami bahwa
kepemimpinan yang efektif kadang-kadang berarti mendorong orang keluar dari
zona kenyamanan mereka, dan mereka yang sensitif terhadap rasa takut pada
frustrasi ini dapat melahirkan pengikut. Mereka belajar untuk terlibat dalam
"keintiman profesional". Yang berarti mereka dapat memperlihatkan kasih sayang
dan kepedulian terhadap orang lain tanpa menjadi begitu sibuk dengan penilaian
orang lain. Pemimpin yang sosial juga menyadari untuk mampu memahami poin
yang berbeda pandang dan berinteraksi secara efektif dengan berbagai jenis orang
dan emosi. Karakteristik terkait kesadaran organisasi mengacu pada kemampuan
untuk menavigasi arus kehidupan organisasi, membangun jaringan, dan efektif
menggunakan perilaku politik untuk mencapai hasil yang positif. Komponen ini juga
mencakup orientasi pelayanan, yang mengacu pada kemampuan untuk mengenali
dan melayani kebutuhan karyawan, pelanggannya, atau tim

4. Relationship Management

Manajemen hubungan mengacu pada kemampuan untuk terhubung dengan


orang lain dan membangun hubungan yang positif. Pemimpin dengan kecerdasan
emosional yang tinggi menyadari dampak perilaku mereka terhadap orang lain, dan
mereka memperlakukan orang dengan kasih sayang, sensitivitas, dan kebaikan.
Aspek EQ meliputi mengembangkan orang lain, menginspirasi orang lain dengan
visi yang kuat, belajar untuk mendengarkan dan berkomunikasi dengan jelas dan
meyakinkan, dan menggunakan pemahaman emosional untuk mempengaruhi orang
lain dengan cara yang positif. Pemimpin menggunakan pemahaman mereka untuk
menginspirasi perubahan dan memimpin orang-orang ke arah yang lebih baik, untuk
membangun kerja sama tim dan kolaborasi, serta menyelesaikan konflik yang pasti
muncul. Para pemimpin ini menumbuhkan dan memelihara jaringan hubungan baik
di dalam maupun di luar organisasi.
Hubungan manajemen yang lemah adalah salah satu alasan Jack Griffin
terpaksa keluar sebagai CEO dari Time Inc setelah kurang dari enam bulan dia
bekerja. Gaya kasar dan ketidakmampuannya untuk terhubung dengan para
manajer memberhentikan pekerjaannya dengan Time Inc. Eksekutif senior
mengatakan mereka khawatir bahwa manajer puncak yang harus bekerja secara
langsung dengan dia akan mulai meninggalkan perusahaan jika Griffin tinggal lebih
lama lagi.
Secara bersama-sama, empat komponen ditampilkan di Exhibit 5.7 untuk
membangun dasar yang kuat dari kecerdasan emosional bahwa para pemimpin
dapat menggunakannya untuk membimbing tim dan organisasi yang lebih efektif.

22
Salah satu proyek penelitian menunjukkan bahwa semua gaya kepemimpinan yang
efektif timbul dari komponen yang berbeda dari kecerdasan emosional.
Pertimbangkan bagaimana dua pelatih sepak bola yang menggunakan kecerdasan
emosional untuk secara efektif memimpin tim untuk NFL Super Bowl.

IN THE LEAD

John Harbaugh, Baltimore Ravens, and Jim Harbaugh, San Fransisco 49ers

Tony Dungy melakukannya dengan tim sepak bola Indianapolis Colts. Joe
Torre melakukannya dengan New York Yankees dalam bisbol. Sekarang John dan
Jim Harbaugh bersaudara melakukannya dengan Baltimore Ravens dan San
Francisco 49ers. Masing-masing pelatih ini telah dicatat untuk pendekatan baru
untuk tim olahraga kecerdasan emosional kepemimpinan-gunakan untuk membawa
keluar pemain yang terbaik.

Harbaugh bersaudara, mendapat perhatian dunia ketika tim mereka


bertanding melawan satu sama lain di NFL. Super Bowl di 2013, keduanya
menciptakan budaya yang menginspirasi pemain untuk terhubung dengan satu
sama lain dalam mencapai hasil yang luar biasa. Segala sesuatu tentang memimpin
sebuah tim sepak bola, mereka percaya, berpengaruh ke hubungan. Jim Harbaugh
membuat poiin penting untuk berbicara dengan pemain dan pelatih tentang keluarga
mereka dan kehidupannya di luar lapangan. John Harbaugh beralasan
kepemimpinannya memiliki nilai padat dan prinsip-prinsip, tetapi memungkinkan
pemain untuk membuat banyak keputusan.

John dan Jim Harbaugh telah menciptakan jenis kerja yang banyak organisasi saat
ini inginkan yaitu, di mana pemimpin yang lebih interaktif dari "perintah-dan-kontrol",
di mana kepemimpinan tersebar di semua tingkat, dan di mana tujuan individu
terpenuhi melalui kerja sama tim, koneksi, dan kolaborasi. Dalam lingkungan di
mana hubungan dengan karyawan dan pelanggan menjadi lebih penting daripada
teknologi dan sumber daya materi, minat mengembangkan kecerdasan emosional
pemimpin 'terus berkembang. Selain itu, ada semakin banyak bukti bahwa
kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif pada banyak aspek kinerja
pemimpin.
Tingkat tinggi kesadaran diri dan kemampuan untuk mengelola emosi diri sendiri
memungkinkan seorang pemimpin untuk menampilkan rasa percaya diri,
mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan, dan mempertimbangkan kebutuhan
orang lain. Emosional pemimpin yang kompeten akan lebih tahan, lebih mudah
beradaptasi dengan keadaan yang selalu berubah, lebih bersedia untuk melangkah
di luar zona kenyamanan mereka, dan lebih terbuka terhadap pendapat dan
gagasan orang lain.
Mungkin yang paling penting, kecerdasan emosional memungkinkan para pemimpin
untuk mengakui dan menghormati pengikut sebagai manusia utuh dengan perasaan,

23
pendapat, dan ide-ide mereka sendiri. Mereka dapat menggunakan kecerdasan
emosional mereka untuk membantu pengikut tumbuh dan berkembang, melihat dan
meningkatkan citra diri mereka dan perasaan harga diri, dan membantu memenuhi
kebutuhan mereka dan mencapai tujuan pribadi dan organisasi.

LEADING WITH LOVE VERSUS LEADING WITH FEAR

Secara tradisional, kepemimpinan telah mendasari rasa ketakutan dalam karyawan.


Sebuah gagasan yang tak terucapkan di antara banyak eksekutif tingkat senior
adalah bahwa rasa takut adalah hal yang baik dan menguntungkan organisasi.
Memang, rasa takut bisa menjadi motivator yang kuat, tapi banyak dari para
pemimpin saat ini belajar bahwa lingkungan yang mencerminkan rasa peduli dan
menghormati orang jauh lebih efektif daripada membuat orang takut. Ketika
keberhasilan organisasi paling tergantung pada orang tanpa berpikir mengikuti
perintah, memimpin dengan rasa takut sering dibutuhkan oleh organisasi. Saat ini,
meskipun, keberhasilan dalam kebanyakan organisasi tergantung pada
pengetahuan, kekuatan pikiran, komitmen, dan antusiasme dari setiap orang dalam
organisasi. Sebuah organisasi berbasis takut kehilangan orang terbaik, dan
pengetahuan yang mereka ambil, ke perusahaan lain. Selain itu, bahkan jika orang
tersebut tetap tinggal dalam organisasi, mereka biasanya tidak melakukan
kemampuan mereka yang sebenarnya. Ada bukti bahwa orang yang mengalami
emosi positif di tempat kerja tampil lebih baik.

Menunjukkan rasa hormat dan kepercayaan tidak hanya memungkinkan


orang untuk melakukan yang lebih baik, tetapi juga memungkinkan mereka untuk
merasa terhubung secara emosional dengan pekerjaan mereka sehingga hidup
mereka lebih berharga dan lebih seimbang. Pemimpin dapat mengandalkan emosi
negatif seperti takut untuk bahan bakar kerja yang produktif, namun dengan
demikian mereka dapat perlahan-lahan menghancurkan semangat orang-orang,
yang akhirnya buruk bagi karyawan dan organisasi. Pertimbangkan misalnya, bahwa
dua-pertiga dari karyawan yang disurvei mengatakan kinerja mereka menurun
setelah menjadi korban kekasaran atau permusuhan di tempat kerja. Empat dari
lima mengatakan mereka kehilangan waktu kerja untuk meresahkan tentang insiden
tidak menyenangkan, tiga perempat mengatakan komitmen mereka untuk majikan
mereka menurun, dan 12 persen bahkan berhenti dari pekerjaan mereka.

Fear in Organization

Tempat kerja terdapat berbagai jenis rasa takut, termasuk takut gagal, takut
perubahan, takut kehilangan seseorang, takut dihakimi, dan takut dengan atasan.

24
Semua ketakutan ini dapat mencegah orang melakukan yang terbaik, dari
mengambil risiko, dan dari menantang dan mengubah status quo. Pertimbangkan
bagaimana Akshay Kothari dan Ankit Gupta harus mengatasi ketakutan mereka
untuk menciptakan salah satu dari 50 aplikasi asli di Apples App Store Hall of Fame.
Mengatasi ketakutan mereka tidak hanya Akshay Kothari dan Ankit Gupta yang
aktif untuk menyelesaikan proyek kelas yang sukses, hal itu memberi mereka
kepercayaan diri untuk menemukan sebuah perusahaan yang merevolusi
pengalaman membaca berita secara mobile. Pulse berekspansi ke media sosial
dengan penambahan Pulse Highlights, yang memungkinkan pengguna untuk
melihat teman-teman mereka telah berbagi cerita yang mereka baca. Itu berarti
orang bisa mengakses Pulse tidak hanya untuk membaca konten dari situs yang
mereka percaya tetapi juga untuk menemukan sumber-sumber dan cerita baru.

IN THE LEAD

Akshay Kothari and Ankit Gupta, Pulse News

Akshay Kothari dan Ankit Gupta adalah mahasiswa pascasarjana di sekolah


desain Universitas Stanford (secara formal dikenal sebagai Institut Desain Hasso
Plattner) ketika mereka mengambil kelas desain untuk membuat orang keluar dari
zona nyaman mereka sehingga mereka dapat menghadapi dan mengatasi ketakutan
yang menghalangi kreativitas dan mencapai tujuan.

Mereka berdua mendeskripsikan dirinya sebagai kutu buku. Meskipun


mereka sangat pintar secara teknis, rasa malu sering mencegah mereka untuk
mencapai tujuan yang melibatkan terlalu banyak interaksi dengan orang. Untuk
mengatasi rasa takut, mereka memutuskan untuk bekerja dalam proyek kelas
mereka sebuah aplikasi pembaca berita yang baru dirilis di iPad di sebuah kafe
di luar kampus. Mendekati orang asing dan meminta respon pada ide-ide dan
prototype mereka dan respon negative sering menyakiti mereka.

Tapi, Akshay berkata orang mengatakan ini adalah sampah dan apakah ini
adalah aplikasi yang dimuat dalam setiap iPad?. Hasil dari proyek mereka, Pulse
News, yang dipuji oleh Steve Jobs di konferensi pengembangan di seluruh dunia,
memenangkan penghargaan desain Apple bergengsi, dan telah di download oleh
lebih dari 20 juta orang.

Consequence of Fear

Fear dapat menjadi cara pemimpin untuk merasa baik dalam pekerjaan
mereka, diri mereka sendiri, dan organisasi. Ini menciptakan suasana di mana orang
merasa tak berdaya, sehingga kepercayaan, komitmen, semangat, imajinasi, dan
motivasi mereka berkurang. Salah satu kelemahan utama dari pemimpin dengan
ketakutan adalah bahwa hal itu menciptakan perilaku menghindar karena tidak mau
membuat kesalahan. Takut di tempat kerja melemahkan kepercayaan dan
komunikasi. Karyawan merasa terancam oleh akibat jika mereka berbicara tentang
keprihatinan yang berhubungan dengan pekerjaan. Sebuah survei dari karyawan di
organisasi di seluruh negera menemukan bahwa 70 persen dari mereka "menggigit

25
lidah mereka" di tempat kerja karena mereka takut. Dua puluh tujuh persen
melaporkan bahwa mereka takut kehilangan kredibilitas atau reputasi mereka jika
mereka berbicara. ketakutan lain yang dilaporkan adalah kurangnya kemajuan karir,
kemungkinan kerusakan hubungan dengan atasan mereka, penurunan pangkat atau
kehilangan pekerjaan mereka, dan menjadi malu atau dipermalukan di depan orang
lain. Ketika orang takut untuk berbicara, isu-isu penting ditekan dan masalah
tersembunyi. Karyawan takut untuk berbicara tentang berbagai isu, tapi sejauh
kategori terbesar dari "ketidakmampuan berdiskusi" adalah perilaku eksekutif,
terutama keterampilan interpersonal dan hubungan mereka. Ketika para pemimpin
menginspirasi rasa takut, mereka menghancurkan kesempatan untuk umpan balik,
membutakan mereka dengan realitas dan menyangkal kesempatan mereka untuk
memperbaiki keputusan dan perilaku yang salah.

Relationship with Leader

Pemimpin mengontrol tingkat rasa takut dalam organisasi. Exhibit 5.8 menguraikan
beberapa indikator berbasis cinta dibandingkan kepemimpinan berbasis ketakutan
dalam organisasi. Organisasi didorong oleh cinta ditandai oleh keterbukaan dan
dapat dipercaya, menghargai beragam sudut pandang, dan penekanan pada
hubungan interpersonal yang positif. Di sisi lain, organisasi yang didorong oleh rasa
takut, ditandai dengan kehati-hatian dan kerahasiaan, menyalahkan orang lain,
pengawasan yang berlebihan, dan emosional antara orang-orang. Hubungan antara
karyawan dan atau atasan langsung nya adalah faktor utama yang menentukan
tingkat ketakutan yang dialami di tempat kerja. Sayangnya, warisan ketakutan dan
ketidakpercayaan terkait dengan hierarki tradisional di mana bos memberi perintah
dan karyawan diwajibkan untuk mematuhi "atau" masih terjadi banyak organisasi.
Pemimpin dapat menciptakan sebuah lingkungan baru yang memungkinkan orang
untuk merasa aman saat mengungkapkan pendapat mereka. Pemimpin dapat
bertindak dengan cinta bukannya membuat takut karyawan dan organisasi dari
belenggu masa lalu.

Bringing Love to Work

Pemimpin dapat belajar untuk mengikat orang bersama-sama untuk tujuan bersama
melalui kekuatan positif seperti perhatian dan kasih sayang, mendengarkan, dan

26
berhubungan dengan orang lain pada tingkat pribadi. Emosi yang mendorong orang
untuk mengambil risiko, belajar, tumbuh, dan sukses dalam organisasi berasal dari
cinta, bukan dengan ketegasan. Pemimpin juga harus ingat bahwa cinta adalah lebih
dari perasaan; menjadi kekuatan nyata, itu diterjemahkan ke dalam perilaku.
Stephen Covey menunjukkan bahwa dalam semua literatur yang besar, cinta adalah
kata kerja bukan kata benda. Cinta adalah sesuatu yang Anda lakukan,
pengorbanan anda lakukan dan pemberian diri untuk orang lain, seperti yang
digambarkan oleh kisah pedih dalam bab ini Consider This!

Consider This !

Staf Angkatan Darat Sgt. Ian Newland melihat musuh tanah granat di Humvee nya.
Detik berikutnya, temannya Ross McGinnis melemparkan dirinya ke granat itu.
"Saya mencoba untuk tidak menjalani hidup dengan sia-sia apa yang dia lakukan,"
kata Newland.When bertanya mengapa McGinnis melakukannya, Newland hanya
berkata, "Dia mengasihi kita."

Selama perang Irak, setidaknya lima tentara AS tewas karena mereka menggunakan
tubuh mereka sendiri untuk melindungi rekan-rekan mereka dari granat. "Apa
keputusan yang", kata Temple University psikolog Frank Farley. "Saya tidak bisa
memikirkan sesuatu yang lebih mendalam di alam manusia". Seorang letnan
angkatan laut mengatakan dari kawan yang mengorbankan hidupnya dengan
memblokir sebuah granat dilemparkan ke atap dekat timnya, "Kamu berpikir tentang
dia setiap hari. Dan semuanya cukup banyak berputar di sekitar apa yang dia
lakukan ".

Organisasi secara tradisional dihargai orang karena kualitas yang kuat seperti
berpikir rasional, ambisi, dan daya saing. Kualitas ini penting, tetapi penekanan yang
berlebihan mereka telah meninggalkan banyak pemimpin organisasi tidak
berhubungan dengan mereka lebih lembut, peduli, kemampuan kreatif, mampu
membuat hubungan emosional dengan orang lain dan takut untuk mengambil risiko
menunjukkan tanda-tanda kelemahan atau emosi. Apa artinya untuk memimpin
dengan cinta? Dalam semua kelompok dan organisasi merasa kasih sayang,
hormat, dan loyalitas yang diterjemahkan ke dalam tindakan, seperti tindakan
keramahan, kerja sama tim, kerjasama, mendengarkan, memahami, dan melayani
orang lain atas diri sendiri. Sentimen muncul sebagai tindakan. Exhibit 5.9
menunjukkan hasil latihan di mana orang melaporkan apa yang mereka lakukan
untuk menunjukkan kepada orang lain mereka peduli dan bagaimana jika terasa
ingin menjadi peduli. Pemimpin yang sering gagal melakukannya karena mereka
buta terhadap pentingnya atribut di Exhibit 5.9. Kadang-kadang para pemimpin
bertindak dari rasa takut mereka sendiri, yang menciptakan rasa takut pada orang
lain. Ketakutan seorang pemimpin dapat memanifestasikan dirinya dalam
kesombongan, keegoisan, penipuan, ketidakadilan, dan tidak menghormati orang
lain.

27
Why Followers Respond To Love
Kebanyakan orang menginginkan lebih dari gaji dari pekerjaan mereka. Pemimpin
yang memimpin dengan cinta memiliki pengaruh yang luar biasa karena mereka
memenuhi lima kebutuhan karyawan yang tak terucapkan:

Mendengar dan mengerti saya.

Bahkan jika Anda tidak setuju dengan saya, jangan membuat saya salah.

Mengakui kebesaran dalam diri saya.

Ingatlah untuk mencari niat mencintai saya.

Katakan padaku kebenaran dengan compassion.

Ketika para pemimpin mengatasi kebutuhan emosional yang halus langsung, orang
biasanya merespon dengan mencintai pekerjaan mereka dan menjadi emosional
terlibat dalam memecahkan masalah dan melayani pelanggan. Antusiasme untuk
bekerja dan organisasi meningkat. Orang ingin percaya bahwa pemimpin mereka
benar-benar peduli. Dari titik pandang pengikut, cinta terhadap rasa takut memiliki
potensi motivasi yang berbeda
Motivasi berbasis fear : Saya butuh pekerjaan untuk membayar kebutuhan
dasar (memenuhi kebutuhan hidup). Anda memberi saya pekerjaan, dan saya akan
memberikan Anda hanya cukup untuk menjaga pekerjaan saya.
motivasi berbasis Cinta: Jika pekerjaan dan pemimpin membuat saya merasa
dihargai sebagai pribadi dan memberikan rasa makna dan kontribusi untuk
masyarakat luas (memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi dari hati, pikiran, dan
tubuh), maka saya akan memberikan semua saya harus berikan

28
Banyak contoh dalam buku ini menggambarkan apa yang terjadi ketika emosi
positif digunakan. Salah satu konsultan manajemen pergi sejauh untuk
menyarankan bahwa menemukan cara-cara kreatif untuk mencintai bisa
memecahkan setiap kepemimpinan dibayangkan problem. berpikir dan keterampilan
teknis Rasional penting, tapi memimpin dengan cinta membangun kepercayaan,
merangsang kreativitas, mengilhami komitmen, dan merilis energi tak terbatas.
Pemimpin dapat mengembangkan kapasitas mereka untuk emosi positif dari cinta
dan kepedulian. Ketika Walt Bettinger, presiden dan CEO dari Charles Schwab,
masih kuliah, ia belajar pelajaran ia mencoba untuk menerapkan setiap hari.
Profesor itu menyerahkan setiap siswa selembar kertas kosong dan memberi
mereka satu ujian akhir pertanyaan: Apa nama wanita yang membersihkan gedung
ini? Para siswa telah menghabiskan empat jam malam dua kali seminggu di gedung
selama 10 minggu, menghadapi wanita pembersih beberapa kali malam karena
mereka pergi untuk mendapatkan minuman ringan atau menggunakan toilet.
Bettinger mengatakan, "Saya tidak tahu nama Dottie ini - namanya Dottie - tapi saya
sudah mencoba untuk mengetahui setiap Dottie sejak".

LEADERSHIP ESSENTIALS

Pemimpin menggunakan emosional serta kemampuan intelektual dan


pemahaman untuk memandu organisasi melalui lingkungan yang penuh
gejolak dan membantu orang merasa berenergi, termotivasi, dan dirawat
dalam menghadapi perubahan yang cepat, ketidakpastian, dan
ketidakamanan kerja. Pemimpin dapat memperluas kapasitas pikiran dan
hati mereka melalui pengembangan sadar dan praktek.

Pemimpin harus menyadari bagaimana model mental mereka


mempengaruhi pemikiran mereka dan dapat menyebabkan "blind spot"
yang membatasi pemahaman. Menyadari asumsi adalah langkah pertama
menuju menggeser model mental seseorang dan mampu melihat dunia
dalam cara baru dan berbeda. Empat isu-isu kunci penting untuk
memperluas dan mengembangkan pikiran seorang pemimpin yang
berpikir independen, keterbukaan pikiran, berpikir sistem, dan penguasaan
pribadi.

Para pemimpin juga harus memahami pentingnya kecerdasan emosional.


Empat komponen dasar dari kecerdasan emosional adalah kesadaran diri,
manajemen diri, kesadaran sosial, dan manajemen hubungan. Pemimpin
yang cerdas emosinya dapat memiliki dampak positif pada organisasi
dengan membantu karyawan tumbuh, belajar, dan mengembangkan;
menciptakan rasa tujuan dan makna; menanamkan persatuan dan
semangat tim; dan mendasarkan hubungan pada kepercayaan dan rasa
hormat, yang memungkinkan karyawan untuk mengambil risiko dan
sepenuhnya berkontribusi kepada organisasi. Sebagian besar bekerja di
organisasi dilakukan dalam tim, dan kecerdasan emosional berlaku untuk

29
tim serta individu. Pemimpin mengembangkan kecerdasan emosional tim
dengan menciptakan norma-norma yang menumbuhkan identitas
kelompok yang kuat, membangun kepercayaan di antara anggota, dan
menanamkan kepercayaan di antara anggota bahwa mereka dapat efektif
dan berhasil sebagai sebuah tim.

organisasi tradisional mengandalkan rasa takut sebagai motivator.


Meskipun takut tidak memotivasi orang, mencegah orang dari merasa baik
tentang pekerjaan mereka dan sering menyebabkan perilaku
penghindaran. Ketakutan bisa mengurangi kepercayaan dan komunikasi
sehingga masalah penting dan isu-isu yang tersembunyi atau ditekan.
Pemimpin dapat memilih untuk memimpin dengan cinta bukannya takut.
Cinta dapat dianggap sebagai kekuatan motivasi yang memungkinkan
orang untuk merasa hidup, terhubung, dan energi; sebagai perasaan
keinginan, kepedulian, dan kebahagiaan; dan sebagai tindakan
membantu, mendengarkan, dan bekerja sama. Masing-masing aspek
cinta memiliki relevansi untuk hubungan organisasi. Orang menanggapi
cinta karena memenuhi kebutuhan yang tak terucapkan untuk
menghormati dan penegasan. pemikiran rasional adalah penting untuk
kepemimpinan, namun butuh cinta untuk membangun kepercayaan,
kreativitas, dan antusiasme.

30