Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

MAKALAH HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL


RAHASIA DAGANG

NAMA : AGUS TRIYANTO


NIM : H1A116911
KELAS : C

FAKULTAS HUKUM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan
karunianya makalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Makalah
ini disusun agar pembaca dapat lebih memahami tentang Hak Kekayaan Intelektual
lebih khusus mengenai Rahasia Dagang.

Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang terlibat
dalam penyusunan makalah ini, semoga makalah ini dapat memberi wawasan yang
lebih luas kepada pembaca. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami harapkan kritik dan saran yang dapat
membangun untuk menyempurnakan makalah ini.

Kendari,10 Juni 2017

Penulis,

ii
DAFTAR ISI

COVER . .......................................................................................................................... i

KATA PENGANTAR ................................................................................................ ii

DAFTAR ISI .................................................................................................................. iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ............................................................................................ 1


1.2 Rumusan Masalah ...................................................................................... 2
1.3 Tujuan ............................................................................................................ 3
1.4 Manfaat .........................................................................................3

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rahasia Dagang ................................................................... 4
2.2 Perlindungan Rahasia Dagang .............................................................. 6
2.3 Perlindungan Hukum terhadap Rahasia Dagang dan Penyelesaiannya
apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang ...................................... 7
2.4 Pengalihan Hak dan Lisensi Rahasia Dagang...................................9
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................. 12

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada prinsipnya keikutsertaan Indonesia dalam pembentukan


organisasi perdagangan dunia atau Agreement Estabilishing The World Trade
Organization yang didalamnya mencakup persetujuan tentang aspek-aspek
dagang Hak Kekayaan Intelektual, termasuk perdagangan barang palsu
(Agreement on Trade Related Aspect of Intelectual Property Rights,
Including Trade in Counterfit Goods of Trips) berarti menyetujui rencana
persaingan dunia dan perdagangan bebas meskipun dikemas dengan
persetujuan-persetujuan lain di bidang tarif dan perdagangan.
Indonesia merupakan salah satu negara yang ikut serta meratifikasi
TRIPs melalui UU No. 7 Tahun 1994 tentang Pengesahan Pembentukan
Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Sebagai konsekuensinya Indonesia
mempunyai keterikatan untuk melaksanakan ketentuan-ketentuan dalam
TRIPs yang mengatur tentang Intellectual Property Rights tersebut.
Implementasi langsung dari kebijakan ini, Indonesia telah memiliki
perundang-undangan di bidang Hak cipta, Paten, Merek, Rahasia Dagang,
Desain Industri dan Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu.
Persaingan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan
yang dihadapi para pengusaha dalam mencapai tujuan yaitu memperoleh laba
yang sebesar-besarnya dan mengungguli perusahaan lain serta menjaga
perolehan laba tersebut. Dalam mencapai tujuan tersebut, sering kali terjadi
praktek persaingan curang yang dapat menimbulkan konflik antara
pengusaha yang satu dengan pengusaha yang lain. Konflik itu juga dapat
merugikan rakyat sebagai konsumen untuk mencegah dan mengatasi
persaingan curang itu, diperlukan hukum yang akan menentukan rambu-
rambu yang harus ditaati secara preventif dan represif bagi mereka yang
melakukan persaingan. Tujuannya tidak lain agar hukum dapat mencegah
terjadinya persaingan curang. Lingkup tujuan di atas termasuk pula tindakan

1
hukum terhadap pengusaha yang melakukan pelanggaran terhadap pemilik
hak rahasia dagang.
Jika memperhatikan peraturan-peraturan yang tercakup dalam hukum
umum, tampaknya pasal 1365 Kitab Undang-undang Hukum Perdata dan
pasal 322 serta pasal 323 Kitab Undang-undang Hukum Pidana telah tidak
memadai untuk melindungi pemegang Hak Rahasia Dagang dari tindakan
pengusaha lain yang melakukan persaingan curang. Karena pasal-pasal itu
dianggap kurang memadai, maka perlu dibentuk hukum khusus yang diatur
dalam Undang-undang Rahasia Dagang Nomor 30 Tahun 2000.
Meskipun perlindungan terhadap pemilik Hak Rahasia Dagang tidak
harus selalu diatur dalam suatu undang-undang khusus, karena bisa saja
perlindungan itu diatur dalam satu undang-undang yang bersifat umum, yang
didalamnya juga memberikan perlindungan terhadap pemilik Hak Rahasia
Dagang sebagaimana diterapkan di beberapa negara industri maju, misalnya
: Amerika Serikat, Jepang, Jerman atau Australia. Namun Indonesia
menganggap perlu membuat secara khusus Undang-undang Rahasia Dagang
yang memberikan perlindungan terhadap pemilik hak tersebut. Undang-
undang Rahasia Dagang ini merupakan salah satu dari sistem hukum yang
baru saja disahkan bersama-sama Undang-undang Desain Industri dan
Undang-undang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu yang disahkan pada akhir
2000 yang memiliki kekhasan undang-undang Hak Kekayaan Intelektual
lainnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan rahasia dagang?
2. Bagaimanakah perlindungan Rahasia Dagang di Indonesia ?
3. Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang dan
penyelesaiannya apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang ?
4. Bagaimana prosedur atau cara pengalihan hak dan lisensi Rahasia
dagang?

2
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui penjelasan tentang rahasia dagang.
2. Untuk mengetahui perlindungan Rahasia Dagang di Indonesia.
3. Untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang
dan penyelesaiannya apabila terjadi pelanggaran Rahasia Dagang.
4. Untuk mengetahui prosedur atau cara pengalihan hak dan lisensi
Rahasia Dagang.

1.4 Manfaat
Manfaat makalah ini sebagai informasi bagi mahasiswa agar memahami
dan menambah wawasan tentang Rahasia Dagang dalam Hak Kekayaan
Intelektual, dan dalam penerapannya.

3
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Rahasia Dagang

Seperti yang disebutkan dalam Pasal 1 Undang-Undang Rahasia


Dagang (Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000), Rahasia Dagang adalah
informasi yang tidak diketahui oleh umum di bidang teknologi dan/ atau
bisnis, mempunyai nilai ekonomi karena berguna dalam kegiatan usaha, dan
dijaga kerahasiaannya oleh pemilik Rahasia Dagang.
Dalam pasal 2 UU No. 30 Tahun 2000, bahwa Ruang Lingkup dari
rahasia dagang adalah Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi metode
produksi, metode pengolahan, metode penjualan atau informasi lain di bidang
teknologi dan atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui
oleh masyarakat umum. Informasi tersebut harus memiliki nilai ekonomis,
bersifat aktual dan potensial, tidak diketahui umum serta tidak dapat
dipergunakan oleh orang lain yang tidak secara detail mengetahui informasi
tersebut. Informasi inipun harus secara konsisten dijaga kerahasiaannya
(dengan langkah-langkah tertentu menurut ukuran wajar), sehingga tidak
dapat dipergunakan oleh orang lain, karena dengan informasi tersebut
seseorang dapat memperoleh keunggulan kompetitif untuk bersaing dengan
kompetitornya yang tidak mengetahui informasi tersebut. Kelalaian pemilik
informasi atas hal ini dapat menggugurkan eksistensi rahasia dagang itu
sebagai Hak Milik Intelektual.
Informasi dalam rahasia dagang dikelompokkan dalam informasi di
bidang teknologi dan informasi dibidang bisnis. Adapun yang dimasukkan
dalam informasi teknologi, adalah:
a. informasi tentang penelitian dan pengembangan suatu teknologi
b. informasi tentang produksi/proses
c. informasi mengenai kontrol mutu
Sedangkan yang dimaksud dalam informasi bisnis, adalah :
a. informasi yang berkaitan dengan penjualan dan pemasaran suatu produk
b. informasi yang berkaitan dengan para langganan

4
c. informasi tentang keuangan
d. informasi tentang administrasi

Informasi yang terdapat dalam iklan, brosur, buku panduan pengoperasian,


yang diberikan kepada masyarakat adalah informasi yang tidak lagi dikategorikan
dalam informasi yang diatur dalam rahasia dagang. Dengan adanya unsur
kerahasiaan dalam rahasia dagang ini menyebabkan rahasia dagang tidak memiliki
batas jangka waktu perlindungan, yang terpenting adalah selama pemilik rahasia
dagang tetap melakukan upaya untuk menjaga kerahasiaan dari informasi, maka
informasi ini masih tetap dalam perlindungan rahasia dagang.
Berbeda dengan hak cipta atau paten, perlindungan terhadap rahasia dagang
tidak memiliki jangka waktu yang terbatas. Oleh karenanya banyak inventor yang
merasa perlindungan yang diberikan oleh rahasia dagang lebih menguntungkan
dibandingkan dengan perlindungan hak milik intelektual lainnya. Seperti paten
dimana untuk mendapatkan perlindungannya seorang inventor harus benar-benar
menemukan sesuatu yang sifatnya baru (novelty), adanya langkah inventif, serta
harus memenuhi syarat-syarat yang sangat kompleks yang ditetapkan Kantor Paten.
Selain itu memiliki jangka waktu selama 20 tahun terhitung sejak tanggal
penerimaan dan jangka waktu tersebut tidak dapat diperpanjang. Setelah
tercapainya jangka waktu tersebut hak paten tersebut akan diumumkan ke publik.
Sedangkan rahasia dagang dapat dilakukan secara lebih fleksibel karena
tidak terikat syarat-syarat formal seperti halnya yang terjadi dalam sistem hukum
paten, yang memerlukan pemenuhan formalitas dan proses pemeriksaan dan rahasia
dagang memiliki jangka waktu yang tidak terbatas.
Rahasia dagang mendapat perlindungan apabila informasi itu:
a. Bersifat rahasia hanya diketahui oleh pihak tertentu bukan secara umum oleh
masyarakat,
b. Memiliki nilai ekonomi apabila dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan
atau usaha yg bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan
ekonomi,

5
c. Dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para pihak yang menguasainya
telah melakukan langkah-langkah yang layak dan patut.
Tidak dianggap sebagai pelanggaran rahasia dagang apabila:

a. Mengungkap untuk kepentingan hankam, kesehatan, atau keselamatan


masyarakat,
b. Rekayasa ulang atas produk yang dihasilkan oleh penggunaan rahasia
dagan milik orang lain yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan
pengembangan lebih lanjut produk yang bersangkutan.

2.2 Perlindungan Rahasia Dagang


A. Lama Perlindungan
Beberapa alasan/keuntungan penerapan Rahasia Dagang
dibandingkan Paten adalah karya intelektual tidak memenuhi persyaratan
paten, masa perlindungan yang tidak terbatas, proses perlindungan tidak
serumit dan semahal paten, lingkup dan perlindungan geografis lebih
luas.
B. Pelanggaran dan Sanksi
Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak menggunakan dan
mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan atau
mengingkari kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia
Dagang yang bersangkutan, atau pihak lain yang memperoleh/menguasai
Rahasia Dagang tersebut dengan cara yang bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, dipidana dengan pidana
penjara paling lama 2 (dua) tahun dan/atau denda paling banyak Rp
300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).
C. Prosedur Perlindungan
Untuk mendapat perlindungan Rahasia Dagang tidak perlu diajukan
pendaftaran (berlangsung secara otomatis), karena undang-undang
secara langsung melindungi Rahasia Dagang tersebut apabila informasi
tersebut bersifat rahasia, bernilai ekonomis dan dijaga kerahasiaannya,

6
kecuali untuk lisensi Rahasia Dagang yang diberikan. Lisensi Rahasia
Dagang harus dicatatkan ke Ditjen. HAKI - DepkumHAM.

2.3 Perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang dan penyelesaiannya apabila


terjadi pelanggaran Rahasia Dagang
Kebutuhan akan perlindungan hukum terhadap Rahasia Dagang
sesuai pula dengan salah satu ketentuan dalam Agreement on Trade Related
Aspects of Intellectual Property Rights (Persetujuan TRIPs) yang
merupakan lampiran dari Agreement Establishing the World Trade
Organization on Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi
Perdagangan Dunia), sebagaimana telah diratifikasi oleh Indonesia dengan
UU No. 7 Tahun 1994. Adanya perlindungan tersebut akan mendorong
lahirnya temuan atau invensi baru yang meskipun diperlakukan secara
rahasia, tetap mendapat perlindungan hukum, baik dalam rangka
kepemilikan, penguasaan, maupun pemanfaatannya oleh penemunya. Untuk
mengelola administrasi Rahasia Dagang, pada saat ini pemerintah menunjuk
Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia c.q. Direktorat Jenderal Hak
Atas Kekayaan Intelektual untuk melakukan pelayanan di bidang Hak Atas
Kekayaan Intelektual.
Undang-Undang Rahasia Dagang No. 30 Tahun 2000 memberikan
lingkup perlindungan Rahasia Dagang yaitu meliputi metode produksi,
metode pengolahan, metode penjualan, atau informasi lain di bidang
teknologi dan/atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak diketahui
oleh masyarakat umum.
Suatu Rahasia Dagang akan mendapatkan perlindungan apabila
informasi tersebut sejatinya bersifat rahasia, mempunyai nilai ekonomi, dan
dijaga kerahasiaannya melalui upaya-upaya sebagaimana mestinya.
a. Bersifat rahasia, maksudnya bahwa informasi tersebut hanya diketahui
oleh pihak tertentu atau tidak diketahui secara umum oleh masyarakat.
b. Mempunyai nilai ekonomi, maksudnya bahwa sifat kerahasiaan
informasi tersebut dapat digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha

7
yang bersifat komersial atau dapat meningkatkan keuntungan secara
ekonomi.
c. Informasi dianggap dijaga kerahasiaannya apabila pemilik atau para
pihak yang menguasainya telah melakukan langkah-langkah yang layak
dan patut.
2.4 Dalam HAKI pada dasarnya perlindungannya berintikan pengakuan
terhadap hak atas kekayaan dan hak untuk menikmati kekayaan itu dalam waktu
tertentu. Artinya selama waktu tertentu pemilik atau pemegang hak atas HAKI
dapat mengijinkan atau melarang untuk mengetahui atau menyebarluaskan
informasi (Rahasia Dagang).
2.5
2.6 Pelanggaran Rahasia Dagang terjadi apabila seseorang dengan sengaja
mengungkapkan Rahasia Dagang, mengingkari kesepakatan atau mengingkari
kewajiban tertulis atau tidak tertulis untuk menjaga Rahasia Dagang yang
bersangkutan. Untuk mengatasi adanya pelanggaran tersebut maka amat diperlukan
perlindungan hukum bagi pemilik dan atau pemegang HAKI yang bersangkutan.
2.7
2.8 Apabila seseorang merasa pihak lain telah melanggar hak Rahasia Dagang
yang dimilikinya, maka ia sebagai pemegang hak Rahasia Dagang atau pihak lain
sebagai penerima lisensi dapat menggugat siapapun yang dengan sengaja dan tanpa
hak Rahasia Dagang. Sebagai contoh, menurut pasal 4 UURD pemilik hak
Rahasia Dagang memiliki hak untuk menggunakan sendiri Rahasia Dagang yang
dimilikinya, memberikan lisensi atau melarang pihak lain untuk menggunakan
Rahasia Dagang atau mengungkapkan Rahasia Dagang itu kepada pihak ketiga
untuk kepentingan yang bersifat komersial.
2.9
2.10 Terhadap pasal tersebut, gugatan yang kita ajukan dapat berupa gugatan
ganti rugi dan / atau penghentian semua perbuatan. Dan berbeda dengan gugatan
HAKI lainnya, gugatan mengenai perkara Rahasia Dagang diajukan ke Pengadilan
Negeri.
2.11
2.12 Berkaitan dengan hal di atas, harus ditentukan pula kapan sebenarnya suatu
perbuatan dikatakan telah melanggar Rahasia Dagang milik orang atau pihak lain.
Seseorang dianggap melanggar Rahasia Dagang pihak lain apabila ia memperoleh

8
atau menguasai Rahasia Dagang tersebut dengan cara yang bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2.13
2.14 Disamping itu juga ada perbuatan yang tidak dianggap pelanggaran Rahasia
Dagang yakni apabila :

a. Tindakan pengungkapan Rahasia Dagang atau penggunaan Rahasia


Dagang tersebut didasarkan pada kepentingan pertahanan dan keamanan,
kesehatan atau keselamatan masyarakat ;
b. Tindakan rekayasa ulang atas produk yang dihasilkan dari penggunaan
Rahasia Dagang milik orang lain yang dilakukan semata-mata untuk
kepentingan pengembangan lebih lanjut produk yang bersangkutan.
Yang dimaksud dengan rekayasa ulang (reverse engineering) dalam hal
ini adalah suatu tindakan analisis dan evaluasi untuk mengetahui
informasi tentang suatu teknologi yang sudah ada.
Disamping dapat melakukan upaya gugatan melalui pengadilan,
pemilik Rahasia Dagang atau pihak yang merasa dirugikan dapat menempuh
upaya lain yakni melalui penyelesaian sengketa melalui Arbitrase atau
Alternatif Penyelesaian Sengketa (ADR).

2.4 Pengalihan Hak dan Lisensi Rahasia Dagang


Saat ini terdapat beberapa istilah yang dipergunakan untuk menyebut
hak tersebut, sebagai terjemahan dari Intellectual Property Rights (IPR).
Istilah yang digunakan salah satunya adalah HakMilik Intelektual. Prinsip
Hak Milik disini dalam hukum perdata Indonesia seperti yang diatur dalam
pasal 570 BW adalah :
Hak milik adalah hak untuk menikmati kegunaan sesuatu kebendaan
dengan leluasa, dan untuk berbbuat bebas terdapat kebendaan itu dengan
kedaulatan sepeuhnya, asal tidak bersalahan dengan undang-undang atau
peraturan umu yang ditetapkan oleh suatu kekuasaan yang berhak
menetapkannya dan tidak menganggu hak-hak orang lain; kesemuanya itu
dengan tidak mengurangi kemungkinan umum dasar atas ketentuan undang-
undang dan dengan pembayaran ganti rugi.

9
Pengertian pasal 570 BW ini, menunjukan bahwa hak milik adalah
hak yang paling utama dimana pemilik dapat menguasai benda itu sebebasn-
bebasnya dalam arti dapat memperlakukan perbuatan hukum atas benda itu
secara eksklusif. Di samping dapat melakukan perbuatan-perbuatan materiil
atas benda itu, serta perbatasannya bahwa tidak bertentangan dengan undang-

undang dan ketertiban umum, juga tidak mengakibatkan gangguan dan adanya
kemungkinan percabutan hak (onteigening).
Terkait dengan hal ini rahasia dagang sebagai bagian dari Hak Milik
Intelektual diklasifikasikan sebagai benda bergerak, sehingga dapat beralih dan
dialihkan kepada pihak lain. Dalam Undang-undang Rahasia Dagang pasal 5 ayat
1 menyebutkan bahwa peristiwa-peristiwa hukum yang dapat mengakibatkan
peralihan rahasia antara lain pewarisan, hibah, wasiat, perjanjian tertulis atau sebab-
sebab lain yang dibenarkan peraturan perundang-undangan. Khusus pengalihan hak
atas dasar perjanjian, diperlukan adanya suatu pengalihan hak yang didasarkan pada
perbuatan suatu akta, terutama akta otentik.
Hal ini penting, mengingat aspek yang dijangkau begitu luas dan pelik,
selain untuk menjaga kepentingan masing-masing pihak yang mengadakan
perjanjian-perjanjian pengalihan hak tersebut dan mempermudah pembuktian.
Pemilik rahasia dagang atau pemegang rahasia dagang dapat memberikan
lisensi kepada pihak lain berdasarkan perjanjian lisensi untuk melaksanakan atau
menggunakan hak rahasia dagang dalam kegiatan yang bersifat komersil. Selama
memberikan lisensi, pemilik rahasia dagang tetap boleh melaksankan sendiri atau
meberi lisensi kepada pihak ketiga berkaitan dengan rahasia dagang yang
dimilikinya.

10
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Dalam UU No.30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, pasal 1
bahwa : Rahasia Dagang adalah informasi yang tidak diketahui oleh umum
di bidang tekhnologi dan/atau bisnis, mempuyai nilai ekonomi karena
berguna dalam kegiatan usaha dan dijaga kerahasiaannya oleh pemilik
rahasia dagang.

Dalam pasal 2 UU No. 30 Tahun 2000, bahwa Ruang Lingkup dari


rahasia dagang adalah Lingkup perlindungan rahasia dagang meliputi
metode produksi, metode pengolahan, metode penjualan atau informasi lain
di bidang teknologi dan atau bisnis yang memiliki nilai ekonomi dan tidak
diketahui oleh masyarakat umum.

Alasan/keuntungan penerapan Rahasia Dagang dibandingkan Paten


adalah karya intelektual tidak memenuhi persyaratan paten, masa
perlindungan yang tidak terbatas, proses perlindungan tidak serumit dan
semahal paten, lingkup dan perlindungan geografis lebih luas.

11
DAFTAR PUSTAKA

[1] https://www.google.co.id/search?q/ofosiharefa-
anknias.blogspot.in/2011/09/makalah-rahasia-dagang.html 10:25, 20-05-
2015.

[2] www.academia.edu/9875667/tugas_hukum_bisnis_makalah_rahasia_dagang

10:26, 20-05-2015

[3] www.sigitbudhiarto.blogspot.com/2013/05/rahasia-dagang-dan-
penyelesaian-atas.html 10:26, 20-05-2015

12