Anda di halaman 1dari 10

Nama : Siti Rukmana Yus

NIM : 8176171030
Kelas : Dikmata A-2

1. Jelaskan apa yang menjadi Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Pendidikan


Matematika
Jawaban :
a. Ontologi pendidikan matematika
Ontologi adalah teori mengenai apa yang ada, dan membahas tentang yang ada, yang
tidak terikat oleh satu perwujudan tertentu. Eksistensi dari entitas-entitas matematika juga
menjadi bahan pemikiran filsafat. Adapun metode-metode yang digunakan antara lain
adalah:abstraksi fisik yang dimana berpusat pada suatu obyek, Abstrksi bentuk adalah
sekumpulan obyek yang sejenis, Abstraksi metafisik adalah sifat obyek yang general. Jadi,
matematika ditinjau dari aspek ontologi, dimana aspek ontologi telah berpandangan untuk
mengkaji bagaimana mencari inti yang yang cermat dari setiap kenyataan yang ditemukan,
membahas apa yang kita ingin ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, menyelidiki sifat dasar
dari apa yang nyata secara fundamental.
b. Epitemologi Matematematika
Epistemologi merupakan salah satu bagian dari filsafat dimana pemikiran reflektif
terhadap segi dari pengetahuan seperti kemungkinan, asal-mula, sifat alami, batas-batas,
asumsi dan landasan, validitas dan reliabilitas sampai kebenaran pengetahuan.
Jadi, matematika jika ditinjau dari aspek epistemologi, matematika mengembangkan
bahasa numerik yang memungkinkan kita untuk melakukan pengukuran secara kuantitatif.
Dengan konsep-konsep yang kongkrit, kontektual, dan terukur matematika dapat memberikan
jawaban secara akurat. Perkembangan struktur mental seseorang bergantung pada
pengetahuan yang diperoleh siswa melalui proses asimilasi dan akomodasi.
c. Aksiologi Matematika
Aksiologi yaitu nilai-nilai, ukuran-ukuran mana yang akan dipergunakan dalam
seseorang mengembangkan ilmu. Aksiologi : Filsafat nilai, menguak baik buruk, benar-salah
dalam perspektif nilai Aksiologi matematika sendiri terdiri dari etika yang membahas aspek
kebenaran, tanggungjawab dan peran matematika dalam kehidupan, dan estetika yang
membahas mengenai keindahan matematika dan implikasinya pada kehidupan yang bisa
mempengaruhi aspek-aspek lain terutama seni dan budaya dalam kehidupan. Jadi, jika
ditinjau dari aspek aksiologi, matematika seperti ilmu-ilmu yang lain, yang sangat banyak
memberikan kontribusi perubahan bagi kehidupan umat manusia di jagat raya nan fana ini.
Segala sesuatu ilmu di dunia ini tidak bisa lepas dari pengaruh matematika. Dimulai dengan
pertanyaan dasar untuk apa penggunaan pengetahuan ilmiah?Apakah manusia makin cerdas
dan makin pandai dalam mencapai kebenaran ilmiah,maka makin baik pula perbuatanya.

2. Jelaskan Apakah yang dimaksud dengan Aksioma, dalil, dan teorema dalam matematika
Jawaban :
a. Aksioma adalah proposisi yang di asumsikan benar , sehingga suatu pernyataan yang
dapat dilihat kebenarannya dan bersifat umum tanpa perlu ada bukti .
b. Dalil adalah kebenaran yang diturunkan dari aksioma, suatu pernyataan matematika
yang masih memerlukan pembuktian dan pernyataan itu dapat ditunjukkan
bernilai benar.
c. Teorema adalah sutau pernyataan matematika yang masih memerlukan pembuktian
dan pernyataan itu dapat ditunjukkan bernilai benar.

3. Apa perbedaan pendekatan induktif dan deduktif dalam pendidikan matematika,


jelaskan dengan contoh dan dengan tidak contoh.
Jawaban :
Pendekatan induktif menekankan pada pengamatan dahulu,lalu menarik kesimpulan
berdasarkan pengamatan tersebut. Metode ini sering disebut sebagai sebuah pendekatan
pengambilan kesimpulan dari khusus menjadi umum. Pendekatan induktif merupakan proses
penalaran yang bermula dari keadaan khusus menuju keadaan umum. Pada pendekatan
induktif dimulai dengan memberikan bermacam-macam contoh.
Contoh fungsi dan bukan fungsi:

Perhatikan gambar berikut :


Jadi dapat disimpulkan bahwa fungsi itu adalah Fungsi atau pemetaan dari himpunan A ke
himpunan B merupakan relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu
anggota B.
Dimana syarat suatu relasi adalah fungsi atau pemetaan sebagai berikut.
1. Setiap anggota A memiliki pasangan di B
2. Setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota di B

Hal serupa dijelaskan oleh Sagala (2010:76) yang menyatakan bahwa: Pendekatan deduktif
adalah proses penalaran yang bermula dari keadaaan umum kekeadaan yang khusus sebagai
pendekatan pengajaran yang bermula dengan menyajikan aturan, prinsip umum diikuti
dengan contoh-contoh khusus atau penerapan aturan, prinsip umum itu kedalam keadaan
khusus.
Contohmya :
Fungsi atau pemetaan dari himpunan A ke himpunan B merupakan relasi khusus yang
memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B.
Dimana syarat suatu relasi adalah fungsi atau pemetaan sebagai berikut.
1. Setiap anggota A memiliki pasangan di B
2. Setiap anggota A dipasangkan dengan tepat satu anggota di B

4. Bagaimana hubungan pengetahuan subyektif dan obyektif dalam pendidikan matematika


Jawaban :
Hubungan dianatara pengetahuan objektif dan subjektif matematika adalah sentral
untuk konstruktivisme sosial filsafat matematika. Menurut filsafat ini, adalah saling
bergantungan, melayani untuk kreasi masing-masingnya.
Pertama, pengetahuan matematika objektif dikonstruksi ulang sebagai pengetahuan
subjektif oleh individu, melalui interaksi dengan guru dan orang lainnya, dan
dengan interpretasi teks dan sumber lain yang membosankan. Seperti ditekankan, interaksi
dengan orang lain (dan lingkungan), khususnya melalui umpan balik negatif, menyediakan
arti perkembangan yang sesuai antara pengetahuan subjektif matematika individu dan
penerimaan sosial matematika objektif. Istilah rekontruksi digunakan untuk representasi
pengetahuan subjektif matematika. Sebagaimana dikatakan pengetahuan subjektif yang
sesuai, untuk suatu kecenderungan yang lebih besar atau kecil, secara pengetahuan sosial
matematika diterima (dalam satu atau lebih manifestasi).
Kedua, pengetahuan subjektif matematika mempunyai dampak pada pengetahuan
objektif dalam dua cara. Rutenya melalui kreasi matematika secara individu menjadi suatu
pengetahuan matematika subjektif melalui penjelasan kreasi survival (termasuk pengulangan
keberadaan matematika awal) ditambahkan ke badan pengetahuan matematika objektif.
Representasi ini juga merupakan cara dalam keberadan teori matematika yang dibentuk
ulang. Relasi-inter atau kesatuan. Kemudian ini termasuk kreasi yang tidak hanya di sisi
pengetahuan matematika, tetapi juga melalui bodi pengetahuan matematika.
Cara ini yang pengetahuan subjektif matematika secara eksplisit mengkontribusi
kreasi pengetahuan objektif matematika. Oleh karena itu, terdapat juga suatu jangkauan yang
lebih jauh tetapi cara implisifyang mana dalam pengetahuan subjektif matematika
mengkontribusi ke pengetahuan objektif matematika.

5. Bagaimana pengertian dualistik, dan multiplistik dalam pendidikan matematika


Jawaban :
Dualistik adalah ideologi hasil penggabungan dari dualism dengan absolutisme. Ideologi ini
berpandangan bahwa matematika memiliki kebenaran yang bersifat mutlak.
Multiplistik adalah ideologi hasil penggabungan dari multipisme dan absolutisme.Ideologi ini
berpandangan bahwa matematika sebagai sesuatu yang pasti dan tidak diragukan lagi
kebenarannya, hal ini dapat dilihat dari segi penerapannya yang memiliki cakupan luas.
6. Jelaskan arti matematika merupakan sebuah kontruktivisme sosial.
Jawaban :
Konstruktivisme Sosial memandang matematika sebagai konstruksi sosial. Hal ini
mengacu pada sifat tradisional, dalam menerima kenyatan bahwa bahasa manusia, peraturan
dan kesepakatan memainkan peran kunci dalam mengembangkan dan membenarkan
kebenaran matematika. Diambil darikuasi-empirisme, epistemologi falibilst, termasuk
pandangan bahwa pengetahuan dan konsep matematika berkembang dan berubah. Hal ini
juga mengadopsi tesis filosofis Lakatos bahwa pengetahuan matematika tumbuh melalui
dugan (conjectures) dan penyangkalan (refutations), memanfatkan logika pada penemuan
matematika. konstruktivisme sosial adalah suatu deskriptif sebagai lawan dari filsafat
preskriptif matematika, bertujuan untuk menjelaskan hakekat matematika dipahami secara
luas, seperti pada kriteria kecukupan. Dasar untuk mengambarkan pengetahuan matematika
sebagai konstruksi sosial dan untuk mengadopsi nama ini adalah tiga: Dasar pengetahuan
matematika adalah pengetahuan linguistik, kesepakatan (convention) dan aturan; sedangkan
bahasa adalah konstruksi sosial, Proses sosial interpersonal diperlukan untuk mengubah
pengetahuan matematika subyektif individu, setelah publikasi, dalam menerima pengetahuan
matematika secara objektif, Obyektivitas itu sendiri akan dipahami sebagai sosial.

7. Bagaimana pembelajaran matematika inquiry yang dikembangkan Bruner, berikan


contoh pembelajaran untuk mendapatkan luas daerah lingkaran A = r2.
Jawaban :
Jerome Bruner, seorang ahi psikologi Harvard adalah salah seorang pelopor
pengembangan kurikulum terutama dengan teori yang dikenal dengan pembelajaran
penemuan (inquiry). Teori Bruner yang selanjutnya disebut pembelajaran penemuan(inquiry)
adalah suatu model pengajaran yang menekankan pentingnya pemahaman tentang struktur
materi (ide kunci) dari suatu ilmu yang dipelajari, perlunya belajar aktif sebagai dasar dari
pemahaman sebenarnya, dan nilai dari berfikir secara induktif dalam belajar (pembelajaran
yang sebenarnyaterjadi melalui penemuan pribadi). Menurut Bruner, belajar akan lebih
bermakna bagi siswa jika mereka memusatkan perhatiannya untuk memahami struktur materi
yang dipelajari. Untuk memperoleh struktur informasi, siswa harus aktif dimana mereka
harus mengidentifikasi sendiri prinsip-prinsip kunci daripada hanya sekedar menerima
penjelasan dari guru. Oleh karena itu, guru harus memunculkan masalah yang mendorong
siswa untuk melakukan kegiatan penemuan. Dalam pembelajaran melalui penemuan, guru
memberikan contoh dan siswa bekerja berdasarkan contoh tersebut sampai menemukan
hubungan antar bagian dari suatu struktur materi.
Conoh pembelajarannya adalah Pembuktian Rumus Luas Daerah Lingkaran dengan
Menurunkan dari Rumus Luas Daerah Persegi panjang
Untuk membentuk persegi panjang, Lingkaran dipotong-potong menjadi 6 atau 8 atau 10
juring. semakin banyak juring maka akan semakin membentuk persegi panjang yang lebih
mendekati dengan syarat jumlahnya genap dan jangan lupa salah satu juring dibagi dua
sama menurut jari-jari. kemudian disusun secara zigzag ke samping dengan menempelkan
sisi jari-jari dari masing-masing juring sehingga mendekati bentuk persegi panjang seperti
terlihat pada gambar di bawah :

Perhatikan gambar tersebut, kita dapat melihat bahwa susunan 8 potong juring lingkaran
tersebut mendekati bentuk persegi panjang. Sekarang, anggap bangun datar yang telah kita
bentuk tadi adalah persegi panjang dengan panjang = keliling lingkaran dan lebar = r . dari
data tersebut kita dapat membuktikan luas lingkaran dengan uraian sebagai berikut :

8. Ada lima komponen : Industri Trainer, Technological Pragmatist, Old Humanist,


Progressive Educator, dan Public Educator untuk berinteraksi dalam menentukan kontent
pendidikan matematika tersebut, jelaskan .
Jawaban :
Terdapat lima macam peta pendidikan menurut Paul Ernest, yaitu: Industrial Trainer,
Technological Pragmatist, Old Humanist, Progressive Educator, dan Public Educator. Kelima
peta ini merupakan urutan dari jenis mendidik, dimulai dari Industrial Trainer yang bertipe
teacher centre sampai pada Public Educator yang student centre.
Berawal dari mendidik yang industrial trainer, dimana pembelajaran berupa teacher
centre. Industrial trainer terdiri dari dua kata yaitu industrial dan trainer. Industrial merupakan
usaha dimana untuk menghasilkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan. Adapun kata trainer
atau pelatih, yang berarti sebagai penyampai pengetahuan. Dari kedua kata tersebut maka
seorang industrial trainer merupakan pengajar yang ingin meningkatkan pengetahuan siswa
dalam bidang tertentu agar dapat dimanfaatkan untuk kedepannya. Cara pengajarannya
adalah dengan menggunakan alat bantu sejenis papan tulis beserta kapur untuk menjelaskan
materi. Jenis soal yang digunakan untuk mengukur kemampuna siswa biasanya jawaban yang
berupa pilihan. Pengajar hanya menerangkan materi sehingga siswa tidak memiliki
kebebasan dalam mengeluarkan pendapat sehingga, siswa dalam kelas tersebut menjadi
homogen.
Cara mendidik selanjutnya adalah technological pragmatist, yang berbeda dengan
industrial trainer. Kata industrial bergeser menjadi technological, dimana yang biasanya guru
menjelaskan dengan alat tulis berupa papan tulis dan kapur berubah menjadi media dengan
memanfaatkan teknologi. Selanjutnya kata kedua yaitu pragmatist telah bergeser dari kata
trainer. Seorang guru yang ingin meningkatkan pengetahuan siswa hanya dengan mentransfer
ilmu, bergeser menjadi guru yang mengedepankan siswa untuk berlogika pengamatan.
Berdasarkan asal katanya pragmatist adalah praktek, maka pembelajaran diarahkan pada
kebenaran dari hasil berpraktek. Pengetahuan yang didapat siswa pun bersifat desentralisasi.
Dimana pengetahuan yang didapat dari praktek tersebut berbeda-beda sesuai dengan sudut
pandang mereka dalam cara menilainya.
Old humanist merupakan jenis cara mendidik yang ketiga. Dari pemilihan kata
muncul kata old, berarti cara ini sudah pernah diterapkan pada zaman dahulu sehingga
dikatakan tua/old. Selanjutnya pemilihan kata yang kedua adalah humanist, yang berarti
kemanusiaan. Pembelajaran dari pendapat-pendapat manusia yang didasarkan pada
pengalaman merupakan sumber ilmu yang pasti benar. Jadi, sesuatu yang tidak adapat
dibuktikan dengan logika pengalaman dan formal merupakan hal yang diragukan
kebenarannya. Termasuk keberadaan Tuhan.
Jenis keempat pada cara mendidik adalah Progresive Educator. Dalam cara ini guru
berperan sebagai educator (pendidik). Pendidik adalah tidak sekedar pengajar, selain bertugas
menstransfer ilmu maka ia juga merubah anak menjadi lebih baik moralnya. Pada cara ini
siswa tidak lagi sekedar menrima ilmu tetapi anak telah merasa membutuhkan ilmu sehingga
mereka akan mengembangkan sendiri kemampuannya menjadi sesuatu yang kreatif.
Public Educator merupakan jenis terakhir dari lima macam cara mendidik. Pada cara
ini siswa diajak langsung oleh guru untuk memecahkan masalah yang berada di masyarakat
umum. Matematika bukan lagi menjadi ilmu yang abstarak tetapi konkret masalahnya dalam
masyarakat. Mereka akan sering mengadakan diskusi atau investigasi dalam memecahkan
masalah-masalah tersebut. Sehingga jenis soal yang sering digunakan untuk mengetahui hasil
belajar mereka adalah portofolio atau esay. Dengan adanya soal seperti ini pendidik akan
mengetahui perkembangan serta kesulitan siswa dalam memecahkan masalah matematika.
Kelima jenis cara mendidik tersebut merupakan hal yang biasa digunakan pengajar.
Tidak ada yang jelek dari kelima pembelajaran tersebut. Semuanya pasti dipakai dalam suatu
pembelajaran. Hanya intensitas pemakaiannya yang perlu dimanage kembali. Jika ingin siswa
yang kau ajar berkualitas maka seorang guru juga harus berusaha untuk mengualitaskan diri.
Untuk menggapai kebaikan memang tidak mudah. Perlu komitmen yang kuat untuk
mengusahakannya. Selalu berdoalah pada Allah SWT agar setiap guru menjadi bermanfaat
untuk siswa mereka.

9. Secara filosofis Vigosky menyebutkan ZPD dan Scaffolding, maknai hal tersebut.
Jawaban :
ZPD adalah zona antara tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan
potensial. Tingkat perkembangan aktual tampak dari kemampuan anak menyelesaikan tugas-
tugas secara mandiri. Sedangkan tingkat perkembangan potensial tampak dari kemampuan
anak menyelesaikan tugas atau memecahkan masalah dengan bantuan orang dewasa. Ketika
masuk dalam ZPD, maka anak sebenarnya bisa, tetapi akan lebih optimal jika orang dewasa
atau pendamping yang lebih tahu, membantunya untuk mencapai tingkat perkembangan
aktual.
Scaffolding dapat diartikan, memberikan sejumlah bantuan dalam tahap awal
pembelajaran, setelah itu baru melepaskan anak untuk punya tanggung jawab sendiri dalam
proses belajarnya, setelah ia menguasai bahan yang dipelajari. Jika menggunakan contoh
mengenali bentuk dua di atas, maka kita bisa lihat kemampuan anak menunjuk angka dua
ketika kita mengatakan dua. Atau boleh juga meminta anak untuk mengambil angka dua di
tumpukan mainan yang berbentuk angka-angka lainnya.
10. Apa yang menjadi filosofis teori dualistik yang dikembangkan antara dunia kerja dan
dunia pendidikan.
Jawaban :
Terdapat perbedaan anatara filosofi dunia kerja dan dunia pendidikan dimana filosofi dunia
kerja di ibaratkan seperti semut .
1. Semut selalu bekerja sama
mulai dari mengangkat sebutir nasi sampai memakannya. Mereka selalu bekerja sama.
Sebutir nasi yang cukup berat bagi semut, diangkat beramai-ramai ke tempat mereka.
2. Semut saling peduli.
jika bertemu, menandakan bahwa bangsa semut memiliki kepedulian dan
keakraban yang tinggi. Mereka merasa bahwa tidak ada yang berbeda di antara
mereka. Dalam dunia kerja, sentuhan yang berarti 'care' memberi arti tersendiri bagi
karyawan..
3. Semut tidak pernah menyerah.
Bila Anda menghalang-halangi dan berusaha menghentikan langkah para semut,
mereka selalu akan mencari jalan lain. Mereka akan memanjat ke atas, menerobos ke
bawah atau mengelilinginya. Mereka terus mencari jalan keluar. Suatu filosofi yang
bagus, bukan? Jangan sekali-kali menyerah untuk menemukan jalan menuju tujuan
Anda.
4. Semut menganggap semua musim panas sebagai musim dingin.
Anda tidak boleh menjadi begitu naif dengan menganggap musim panas akan
berlangsung sepanjang waktu. Semut-semut mengumpulkan makanan musim dingin
mereka di pertengahan musim panas. Karena sangat penting bagi kita untuk bersikap
realitis. Di musim panas Anda harus memikirkan tentang halilintar. Anda seharusnya
memikirkan badai sewaktu Anda menikmati pasir dan sinar matahari. Berpikirlah ke
depan, seperti halnya 'sedia payung sebelum hujan'.
5. Semut menganggap semua musim dingin sebagai musim panas.
Ini juga penting. Selama musim dingin, semut mengingatkan dirinya sendiri,
"Musim dingin takkan berlangsung selamanya. Segera kita akan melalui masa sulit
ini." Maka ketika hari pertama musim semi tiba,semut-semut keluar dari sarangnya.
Dan bila cuaca kembali dingin, mereka masuk lagi ke dalam liangnya. Lalu, ketika
hari pertama musim panas tiba, mereka segera keluar dari sarangnya. Mereka tak
dapat menunggu untuk keluar dari sarang mereka.
Filosofis Pendidikan adalah asumsi filosofis yang dijadikan titik tolak dalam rangka
studi dan praktek pendidikan. Dalam pendidikan terdapat
momen studi pendidikan dan momenpraktek pendidikan. Melalui studi pendidikan
akan diperoleh pemahaman tentang landasan-landasan pendidikan,yang akan
dijadikan titik tolak praktek pendidikan. Dengan demikian, landasan filosofis
pendidikan sebagai hasil studi pendidikan tersebut, dapat dijadikan titik tolak
dalam rangka studi pendidikan yang bersifat filsafiah, yaitu pendekatan yang lebih
komprehensif, spekulatif, dan normatif.