Anda di halaman 1dari 29

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen

4.1.1. Uji Validitas

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah semua

pernyataan (instrumen) penelitian yang diajukan untuk mengukur variabel

penelitian adalah valid. Jenis validitas yang digunakan dalam penelitian ini

adalah construct validity yaitu mencakup pemahaman argumentasi teoritik

yang melandasi pengukuran yang diperoleh. Pendekatan yang dilakukan

adalah menghubungkan suatu konstrak yang diteliti dengan konstrak

lainnya yang dibentuk dari kerangka teoritik.

Uji validitas dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara

skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor (Supranto,

2003:60). Perhitungan korelasi dilakukan dengan menggunakan bantuan

software SPSS versi 17.0 dengan rumus Alpha Cronbach. Uji validitas

dapat dilakukan dengan menghitung korelasi antara skor masing-masing

butir pertanyaan dengan total skor. Perhitungan korelasi dilakukan dengan

menggunakan bantuan software SPSS versi 17.0.

Kriteria pengujian validitas secara manual (Supranto, 2003:63):

Valid = r hitung > r tabel

Tidak Valid = r hitung < r tabel

Kriteria pengujian validitas melalui SPSS:

59
Valid = Sig (Probabilitas) < 0.05

Tidak Valid = Sig (Probabilitas) > 0.05

Dasar pengambilan keputusan uji validitas adalah sebagai berikut:

H0 : Skor butir berkorelasi positif dengan skor faktor.

Ha : Skor butir tidak berkorelasi positif dengan skor faktor.

Dari tabel r, untuk df = jumlah kasus, atau untuk kasus ini df = 30 dan

tingkat signifikan 5% terdapat angka 0.361 di mana r hasil untuk tiap item

(variabel) bisa dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation. Jika r

hasil positif, serta r hasil > r tabel, maka butir atau variabel tersebut valid.

Jika r hasil tidak positif, serta r hasil < r tabel, maka butir atau variabel

tidak valid. Hasil uji validitas masing-masing variabel dapat dilihat pada

tabel dibawah ini:

Tabel 4.1. Hasil Uji Validitas

Nomor Corrected Item- Keterangan


Total Correlation
Harga Jual
Pernyataan ke-1 0.404 Valid
Pernyataan ke-2 0.623 Valid
Pernyataan ke-3 0.773 Valid
Pernyataan ke-4 0.780 Valid
Pernyataan ke-5 0.745 Valid
Pernyataan ke-6 0.672 Valid
Tidak Ada Tambahan Harga
Pernyataan ke-1 0.670 Valid
Pernyataan ke-2 0.471 Valid
Pernyataan ke-3 0.616 Valid
Pernyataan ke-4 0.748 Valid
Pernyataan ke-5 0.795 Valid
Pernyataan ke-6 0.729 Valid
Diskon Harga
Pernyataan ke-1 0.680 Valid
Pernyataan ke-2 0.823 Valid

60
Pernyataan ke-3 0.726 Valid
Pernyataan ke-4 0.820 Valid
Pernyataan ke-5 0.811 Valid
Pernyataan ke-6 0.636 Valid
Kepuasan Konsumen
Pernyataan ke-1 0.763 Valid
Pernyataan ke-2 0.615 Valid
Pernyataan ke-3 0.513 Valid
Pernyataan ke-4 0,708 Valid
Pernyataan ke-5 0.759 Valid
Pernyataan ke-6 0.761 Valid
(Sumber : Data Penelitian)

Dari tabel hasil uji validitas di atas terlihat bahwa seluruh butir

pernyataan memiliki r hasil bernilai positif dan lebih besar dari 0,361

sehingga dapat dikatakan valid.

4.1.2. Uji Reliabilitas

Menurut Supranto (2003:60), uji reliabilitas digunakan untuk

mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Uji

reliabilitas digunakan untuk dapat membedakan antara berbagai tingkatan

kepuasan lebih baik daripada skala dengan keandalan rendah dan akan

menemukan hubungan yang signifikan (sangat berarti) antara variabel

yang sebenarnya memang terkait satu sama lain (berkorelasi).

Uji reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan perhitungan

statistik Crealiblitynbach Alpha (menguji data hasil uji coba instrumen).

Bila nilai Crealiblitynbach mendekati satu maka pengukuran yang dipakai

reliabel atau alat ukur yang digunakan benar mengukur apa yang hendak

diukur.

61
Uji reliabilitas dapat dilakukan secara bersama-sama terhadap

seluruh butir pertanyaan untuk lebih dari satu variabel, namun sebaiknya

uji reliabilitas dilakukan pada masing-masing variabel pada lembar kerja

yang berbeda sehingga dapat diketahui variabel mana yang tidak reliabel.

Reliabilitas suatu variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbachs

Alpha 0,60 (Supranto, 2003:60).

Pertanyaan yang reliabel menunjukkan konsistensi jawaban

responden terhadap kuesioner. Artinya, kuesioner akan menghasilkan

jawaban yang sama atau mendekati meskipun disebar berapa kalipun,

yang menunjukkan mis-perception (salah pemahaman) dari responden

terhadap pertanyaan kuesioner adalah kecil.

Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan koefisien price

Alpha Cronbach yang perhitungannya menggunakan prosedur

reliabilitas pada paket program SPSS for Windows Ver.17.0.

Tujuan perhitungan koefisien keandalan adalah untuk mengetahui

tingkat konsistensi jawaban responden. Jika nilai alpha lebih besar dari

0.60 maka kuesioner dapat dikatakan dapat memenuhi konsep

reliabilitas, sedangkan jika nilai alpha lebih kecil dari 0.60 maka

kuesioner tidak memenuhi konsep reliabilitas sehingga pertanyaan

tidak dapat dijadikan sebagai alat ukur penelitian (Supranto, 2003:150).

Dari hasil uji reliabilitas diperoleh nilai apha di bawah ini:

62
Tabel 4.2. Hasil Uji Reliabilitas

Cronbach's
No. Variabel
Alpha
1. Harga Jual .860
2. Tidak Ada Tambahan Harga .868
3. Diskon Harga .908
4. Kepuasan Konsumen .877
(Sumber : Data Penelitian)

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa nilai cronbach alpha

seluruh variabel berkisar antara 0 sampai 1, dengan demikian

keseluruhan item dalam instrumen pengukuran dapat dinyatakan reliabel.

4.2. Profil Responden

Pembahasan dalam bab ini mengacu pada upaya menganalisis

data hasil kuesioner yang berguna untuk mengetahui ada atau tidak

adanya pengaruh antara Harga jual terhadap kepuasan konsumen pada

Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning Cabang Pos Pengumben

Jakarta Barat.

Sebelum melakukan analisis, terlebih dahulu akan dikemukakan

gambaran karakteristik responden yang digunakan untuk memperkuat dan

melengkapi analisis.

Tabel 4.3. Karakteristik Responden

Karakteristik Responden Frequency Percent


Jenis Kelamin
Laki-laki 84 48%
Perempuan 91 52%
Usia
< 20 Tahun 13 7,43%
21-30 Tahun 79 45,14%
31-40 Tahun 47 26,86%
41-50 Tahun 27 15,43%

63
51-60 Tahun 9 5,14%
> 60 Tahun 0 0%
Pekerjaan
Pegawai Swasta 74 42,28%
PNS 18 10,28%
Wiraswasta 36 20,56%
Profesional 9 5,13%
Ibu Rumah Tangga 33 18,86%
Lain-lain 5 2,9%
Frekuensi Pencucian
1-2 kali dalam sebulan 23 13,14%
3-4 kali dalam sebulan 24 13,72%
5-6 kali dalam sebulan 34 19,43%
7-8 kali dalam sebulan 66 37,71%
9-10 kali dalam sebulan 14 8,00%
> 10 kali dalam sebulan 14 8,00%
(Sumber : Data Penelitian)

Berdasarkan tabel di atas, karakteristik responden berdasarkan

jenis kelamin adalah sebagai berikut :

1. Responden berjenis kelamin laki-laki berjumlah 84 orang atau 48%.

2. Responden berjenis kelamin perempuan berjumlah 91 orang atau

52%.

Dari hasil penelitian diatas responden lebih banyak perempuan

(52%) dibanding laki-laki (48%) kira-kira karena waktu penyerahan

pakaian yang diberikan pada konsumen lebih banyak pada saat jam kerja

kantor, sedangkan ibu rumah tangga, pembantu serta supir dari konsumen

lebih banyak waktu disaat suami atau majikannya kerja. Tetapi pada hari

Saptu, Minggu dan hari-hari libur biasanya konsumen laki-laki lebih

banyak datang ke laundry dibandingkan konsumen perempuan.

Karakteristik responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut :

1. Responden dengan usia < 20 tahun berjumlah 13 orang (7,43%).

64
2. Responden dengan usia 21-30 tahun berjumlah 79 orang (45,14%).

3. Responden dengan usia 31-40 tahun berjumlah 47 orang (28,86%).

4. Responden dengan usia 41-50 tahun berjumlah 27 orang (15,43%).

5. Responden dengan usia 51-60 tahun berjumlah 9 orang (5,14%).

6. Responden dengan usia > 60 tahun berjumlah 0 orang (tidak tampil

karena tidak ada yang di > 60 tahun).

Dari hasil penelitian diatas responden lebih banyak yang berusia

21-30 tahun (45,14%), kira-kira dikarenakan pada umur 21-30 tahun

koleksi-koleksi pakaian dari konsumen lebih bervariasi dibandingkan umur

31-40 tahun. Terutama juga pada perempuan di umur 21-30 tahun

kepemilikan pakaiannya lebih bervariasi dibandingkan golongan umur

lainnya sehingga volume pencucian di laundry lebih sering juga pada

responden dengan usia 21-30 tahun.

Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan adalah sebagai

berikut :

1. Responden dengan pekerjaan pegawai swasta berjumlah 74 orang

(42,28%).

2. Responden dengan pekerjaan PNS berjumlah 18 orang (10,28%).

3. Responden dengan pekerjaan wiraswasta berjumlah 36 orang

(20,56%).

4. Responden dengan pekerjaan professional berjumlah 9 orang

(25,13%).

65
5. Responden dengan pekerjaan ibu rumah tangga berjumlah 33 orang

(18,86%).

6. Responden dengan pekerjaan lain-lain berjumlah 5 orang (2,9%).

Dari hasil penelitian diatas responden lebih banyak yang bekerja

sebagai pegawai swasta (42,28%), kira-kira dikarenakan pakaian yang

dipakai oleh pegawai swasta lebih bervariasi di tiap harinya dibandingkan

dengan PNS ataupun wiraswasta. Selain itu juga mungkin dari sisi

pendapatan tiap bulannya pegawai swasta lebih besar dibandingkan PNS

sehingga anggaran pencucian pakaian pegawai swasta lebih besar

dibandingkan PNS, sedangkan wiraswasta tidak menggunakan seragam

atau pakaian yang rutin dipakainya seperti pegawai swasta ataupun PNS.

Jadi volume pencucian pakaian di laundry untuk pegawai swasta lebih

sering dibandingkan yang lainnya.

Karakteristik responden berdasarkan frekuensi pencucian adalah

sebagai berikut :

1. Responden dengan frekuensi pencucian 1-2 kali dalam sebulan

berjumlah 23 orang (13,14%).

2. Responden dengan frekuensi pencucian 3-4 kali dalam sebulan

berjumlah 24 orang (13,72%).

3. Responden dengan frekuensi pencucian 5-6 kali dalam sebulan

berjumlah 34 orang (19,43%).

4. Responden dengan frekuensi pencucian 7-8 kali dalam sebulan

berjumlah 66 orang (37,71%).

66
5. Responden dengan frekuensi pencucian 9-10 kali dalam sebulan

berjumlah 14 orang (8%).

6. Responden dengan frekuensi pencucian > 10 kali dalam sebulan

berjumlah 14 orang (8%).

Dari hasil penelitian diatas paling banyak responden melakukan

pencucian dengan frekuensi pencucian 7-8 kali dalam sebulan (37,71%).

Kira-kira alasannya karena pencucian pakaian terutama yang rutin dipakai

tiap harinya membutuhkan pelayanan yang cepat terutama bagi pegawai

swasta dan PNS yang menggunakan seragam atau pakaian yang rutin

dipakainya sehingga volume pencucianya sering rata 2 kali dalam

seminggu atau 7-8 kali dalam sebulan. Dan hal ini tidak terlepas dari

adanya perasaan puas yang dirasakan oleh konsumen atas kerapihan

pakaian yang di cuci di Sun Expressing Laundry.

4.3. Deskripsi Data

Pada penelitian di Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning

Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat, penulis mengajukan seperangkat

kuesioner kepada responden yang berjumlah 175 orang. Kuesioner ini

terdiri dari 24 butir pernyataan yang mewakili 4 variabel yang diteliti.

Keempat variabel penelitian yang berbentuk kuesioner itu adalah harga

jual (X1) dan tidak ada tambahan harga (X2) dan diskon harga (X3)

variabel kepuasan konsumen (Y).

Kuesioner harga jual terdiri dari 6 butir pernyataan dan tidak ada

tambahan harga terdiri dari 6 butir pernyataan dan diskon harga terdiri dari

67
6 butir pernyataan serta kepuasan konsumen terdiri dari 6 butir

pernyataan. Berdasarkan kuesioner dan Skala Likert maka setiap

kuesioner pada variabel harga jual mempunyai nilai tertinggi 30 dan nilai

terendah 6 dan variabel tidak ada tambahan harga mempunyai nilai

tertinggi 30 dan nilai terendah 6 dan variabel diskon harga mempunyai

nilai tertinggi 30 dan nilai terendah 6 serta variabel kepuasan konsumen

mempunyai nilai tertinggi 30 dan nilai terendah 6.

Proses analisis terhadap data responden pada variabel Harga Jual,

tidak ada tambahan harga dan diskon harga serta kepuasan konsumen

dilakukan dengan menggunakan pendekatan interval dengan ketentuan

sebagai berikut:

Tabel 4.4. Rentang Interval

736 - 875 Sangat Setuju


596 - 735 Setuju
456 - 595 Netral
316 - 455 Tidak Setuju
175 - 315 Sangat Tidak Setuju
(Sumber : Data Penelitian)

Pada variabel Harga Jual, tidak ada tambahan harga dan diskon harga

serta kepuasan konsumen digunakan 6 item pernyataan yang disebarkan

kepada 175 orang responden, terhadap output pengolahan data pada

variabel Harga Jual, tidak ada tambahan harga dan diskon harga serta

kepuasan konsumen di Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning

Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat dapat dilihat sebagai berikut:

68
Tabel 4.5. Frekwensi Sebaran Data
Jawaban
No Pernyataan Bobot KET
SS S CS TS STS
Harga Jual
1 Pernyataan ke-1 26 70 45 34 0 613 Setuju
2 Pernyataan ke-2 29 77 50 19 0 641 Setuju
3 Pernyataan ke-3 41 81 35 18 0 670 Setuju
4 Pernyataan ke-4 55 49 49 22 0 662 Setuju
5 Pernyataan ke-5 38 56 47 34 0 623 Setuju
6 Pernyataan ke-6 54 58 48 15 0 676 Setuju
Rata-rata 41 65 46 24 0 648 Setuju
Tidak Ada Tambahan Harga
1 Pernyataan ke-1 38 64 54 19 0 646 Setuju
2 Pernyataan ke-2 59 62 39 15 0 690 Setuju
3 Pernyataan ke-3 37 62 54 22 0 639 Setuju
4 Pernyataan ke-4 55 49 49 22 0 662 Setuju
5 Pernyataan ke-5 38 56 47 34 0 623 Setuju
6 Pernyataan ke-6 54 58 48 15 0 676 Setuju
Rata-rata 47 59 49 21 0 656 Setuju
Diskon Harga
1 Pernyataan ke-1 56 62 39 18 0 681 Setuju
2 Pernyataan ke-2 67 41 37 30 0 670 Setuju
3 Pernyataan ke-3 55 52 41 27 0 660 Setuju
4 Pernyataan ke-4 61 48 41 25 0 670 Setuju
5 Pernyataan ke-5 38 43 58 36 0 608 Setuju
6 Pernyataan ke-6 40 48 45 42 0 611 Setuju
Rata-rata 53 49 44 30 0 650 Setuju
Kepuasan Konsumen
1 Pernyataan ke-1 42 56 39 38 0 627 Setuju
2 Pernyataan ke-2 28 73 35 39 0 615 Setuju
3 Pernyataan ke-3 28 59 51 37 0 603 Setuju
4 Pernyataan ke-4 61 48 41 25 0 670 Setuju
5 Pernyataan ke-5 38 43 58 36 0 608 Setuju
6 Pernyataan ke-6 40 48 45 42 0 611 Setuju
Rata-rata 40 55 45 36 0 622 Setuju
(Sumber : Data Penelitian)

69
Tabel 4.6. Frekwensi Rata-rata

Sangat
Sangat Tidak
Variabel Setuju Netral tidak
setuju setuju
setuju
Harga Jual 23% 37% 26% 14% 0%
Tidak Ada Tambahan Harga 27% 33% 28% 12% 0%
Diskon Harga 30% 28% 25% 17% 0%
Kepuasan Konsumen 23% 31% 26% 20% 0%
(Sumber : Data Penelitian)

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pernyataan

responden secara rata-rata pada variabel harga jual terlihat bahwa untuk

responden yang memberikan penilaian sangat setuju ada sebanyak 23%,

untuk responden yang memberikan penilaian setuju ada sebanyak 37%

dan yang memberikan penilaian netral ada sebanyak 26% adapun

responden yang memberikan penilaian tidak setuju ada sebanyak 14%

dan yang memberikan penilaian sangat tidak setuju tidak ada. Bila melihat

hasil secara keseluruhan pada variabel harga jual terlihat bobot nilai rata-

rata sebesar 648 dengan demikian bobot nilai rata-rata berada pada

kategori setuju, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa responden

setuju dengan harga jual di Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning

Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pernyataan

responden secara rata-rata pada variabel tidak ada tambahan harga

terlihat bahwa untuk responden yang memberikan penilaian sangat setuju

ada sebanyak 27%, untuk responden yang memberikan penilaian setuju

ada sebanyak 33% dan yang memberikan penilaian netral ada sebanyak

28% adapun responden yang memberikan penilaian tidak setuju ada

70
sebanyak 12% dan yang memberikan penilaian sangat tidak setuju tidak

ada. Bila melihat hasil secara keseluruhan pada variabel tidak ada

tambahan harga terlihat bobot nilai rata-rata sebesar 656 dengan

demikian bobot nilai rata-rata berada pada kategori setuju, sehingga dapat

ditarik kesimpulan bahwa responden setuju dengan tidak ada tambahan

harga untuk setiap pelayanan di Sun Expressing Laundry and Dry

Cleaning Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pernyataan

responden secara rata-rata pada variabel diskon harga terlihat bahwa

untuk responden yang memberikan penilaian sangat setuju ada sebanyak

30%, untuk responden yang memberikan penilaian setuju ada sebanyak

28% dan yang memberikan penilaian netral ada sebanyak 25% adapun

responden yang memberikan penilaian tidak setuju ada sebanyak 17%

dan yang memberikan penilaian sangat tidak setuju tidak ada. Bila melihat

hasil secara keseluruhan pada variabel diskon harga terlihat bobot nilai

rata-rata sebesar 650 dengan demikian bobot nilai rata-rata berada pada

kategori setuju, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa responden

setuju dengan adanya diskon harga di Sun Expressing Laundry and Dry

Cleaning Cabang Pos Pengumben.

Berdasarkan hasil pengolahan data terhadap pernyataan

responden secara rata-rata pada variabel kepuasan konsumen terlihat

bahwa untuk responden yang memberikan penilaian sangat setuju ada

sebanyak 23%, untuk responden yang memberikan penilaian setuju ada

71
sebanyak 31% dan yang memberikan penilaian netral ada sebanyak 26%

adapun responden yang memberikan penilaian tidak setuju ada sebanyak

20% dan yang memberikan penilaian tidak setuju tidak ada. Bila melihat

hasil secara keseluruhan pada variabel kepuasan konsumen terlihat bobot

nilai rata-rata sebesar 622 dengan demikian bobot nilai rata-rata berada

pada kategori setuju, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa responden

puas dengan harga jual, tidak adanya tambahan harga untuk setiap

pelayanan dan diskon harga di Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning

Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat.

4.4. Analisis Hasil Penelitian

Dalam pembahasan data ini penulis uraikan hasil olah data

kuesioner yang telah disebarkan kepada responden dengan

menggunakan bantuan program SPSS versi 17, dengan uraian sebagai

berikut:

4.4.1. Analisis Korelasi Pearson

Tabel dibawah ini adalah hasil analisis korelasi Pearson

menggunakan bantuan program SPSS versi 17 yang berguna untuk

mengetahui ada tidaknya hubungan antara harga jual, tidak ada tambahan

harga dan diskon harga dengan kepuasan konsumen. Jika ada, berapa

besarnya hubungan ketiga variabel tersebut:

72
Tabel 4.7. Correlations
Tidak Ada
Kepuasan Harga Tambahan Diskon
Konsumen Jual Harga Harga
Pearson Correlation Kepuasan Konsumen 1.000 .718 .720 .781
Harga Jual .718 1.000 .829 .626
Tidak Ada Tambahan Harga .720 .829 1.000 .629
Diskon Harga .781 .626 .629 1.000
Sig. (1-tailed) Kepuasan Konsumen . .000 .000 .000
Harga Jual .000 . .000 .000
Tidak Ada Tambahan Harga .000 .000 . .000
Diskon Harga .000 .000 .000 .
N Kepuasan Konsumen 175 175 175 175
Harga Jual 175 175 175 175
Tidak Ada Tambahan Harga 175 175 175 175
Diskon Harga 175 175 175 175
(Sumber : Data Penelitian)

Dari analisis tabel diatas dapat diketahui bahwa besar hubungan

antara harga jual dengan kepuasan konsumen adalah 0,718. Artinya,

hubungan kedua variabel tersebut kuat. Korelasi positif menunjukkan

bahwa hubungan antara harga jual dengan kepuasan konsumen searah.

Artinya, jika harga jual meningkat, maka kepuasan konsumen sudah pasti

semakin meningkat juga.

Besar hubungan antara tidak ada tambahan harga dengan

kepuasan konsumen adalah 0,720. Artinya, hubungan kedua variabel

tersebut kuat. Korelasi positif menunjukkan bahwa hubungan antara tidak

ada tambahan harga dengan kepuasan konsumen searah. Artinya, jika

tidak ada tambahan harga dari waktu ke waktu, maka kepuasan

konsumen sudah pasti semakin meningkat juga.

Besar hubungan antara diskon harga dengan kepuasan konsumen

adalah 0,781. Artinya, hubungan kedua variabel tersebut kuat. Korelasi

73
positif menunjukkan bahwa hubungan antara diskon harga dengan

kepuasan konsumen searah. Artinya, jika diskon harga meningkat, maka

kepuasan konsumen sudah pasti semakin meningkat juga.

Hubungan harga jual, tidak ada tambahan harga dan diskon harga

dengan kepuasan konsumen signifikan jika dilihat dari angka probabilitas

(sig) sebesar 0,000 yang mana angka tersebut lebih kecil dari 0,05. Jika

angka probabilitas < dari 0,05, artinya ada hubungan yang signifikan

antara kedua variabel tersebut.

4.4.2. Analisis Regresi Ganda

a. Koefesien Determinasi

Ringkasan Model (model summary) pada tabel diatas menunjukkan

besarnya koefisien determinasi yang berfungsi untuk mengetahui

besarnya persentase variabel terikat, yaitu kepuasan konsumen, yang

dapat diprediksi dengan menggunakan variabel bebas, yaitu harga jual,

tidak ada tambahan harga dan diskon harga.

Tabel 4.8. Model Summaryb


Adjusted R Std. Error of the
Model R R Square Square Estimate
1 .843a .711 .706 2.248
a. Predictors: (Constant), Diskon Harga, Harga Jual, Tidak Ada
Tambahan Harga
b. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Diketahui angka R diatas adalah nilai korelasi atau nilai hubungan

antara harga jual, tidak ada tambahan harga dan diskon harga dengan

kepuasan konsumen, yaitu 0,843. Jadi besar hubungan harga jual, tidak

ada tambahan harga dan diskon harga dengan kepuasan konsumen

74
secara simultan adalah sebesar 84,3%. Angka R Square (angka korelasi

atau r yang dikuadratkan) sebesar 0,711 Angka R Square disebut juga

sebagai Koefisien Determinasi. Besarnya angka Koefisien diterminasi

0,711 atau sama dengan 71,1%. Angka tersebut berarti bahwa sebesar

71,1% kepuasan konsumen yang terjadi dapat dijelaskan dengan

menggunakan harga jual, tidak ada tambahan harga dan diskon harga.

Sedangkan sisanya, yaitu 28,9% (100% - 71,1%), dapat dijelaskan oleh

faktor-faktor penyebab lainnya.

b. ANOVA

Tabel ANOVA dibawah ini menunjukkan besarnya angka

probabilitas pada perhitungan Anova yang akan digunakan untuk uji

kelayakan model regresi dengan ketentuan angka probabilitas yang baik

untuk digunakan sebagai model regresi, ialah harus lebih kecil dari 0,05.

Dari hasil olah data menggunakan program SPSS versi 17 sebagai

berikut:

Tabel 4.9. ANOVAb


Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2121.203 3 707.068 139.956 .000a
Residual 863.905 171 5.052

Total 2985.109 174

a. Predictors: (Constant), Diskon Harga, Harga Jual, Tidak Ada Tambahan Harga
b. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Uji ANOVA menghasilkan angka F sebesar 139.956 dengan tingkat

signifikansi (angka probabilitas) sebesar 0,000 karena angka probabilitas

0,000 < dari 0,05, maka model regresi ini layak untuk digunakan dalam

memprediksi kepuasan konsumen. Dengan kata lain, harga jual, tidak ada

75
tambahan harga dan diskon harga secara bersama-sama mempengaruhi

kepuasan konsumen.

c. Koefisien Regresi

Bagian ini menggambarkan persamaan regresi untuk mengetahui

angka konstanta dan uji hipotesis signifikansi koefisien regresi.

Tabel 4.10. Coefficientsa


Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -1.841 1.177 -1.565 .119
Harga Jual .253 .088 .217 2.867 .005
Tidak Ada Tambahan Harga .262 .090 .221 2.906 .004
Diskon Harga .523 .056 .506 9.289 .000
a. Dependent Variable: Kepuasan Konsumen

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan


bantuan program SPSS versi 17 diperoleh bentuk persamaan regresi
linear berganda sebagai berikut:
= a + bX1 + bX2

= -1,841 + 0,253 X1 + 0,262 X2 + 0,523 X3

Di mana :

Y = Kepuasan Konsumen

X1 = Harga Jual

X2 = Tidak Ada Tambahan Harga

X3 = Diskon Harga

1) Dari persamaan regresi tersebut terlihat bahwa pengaruh harga jual

terhadap kepuasan pelanggan adalah searah (positif), hal tersebut

ditunjukkan pada koefisien regresi atau nilai b 1 dalam persamaan

regresi tersebut yang menunjukkan angka positif sebesar 0,253 yang

76
mengandung arti bahwa setiap peningkatan harga jual akan diikuti

dengan peningkatan kepuasan konsumen sebesar 25,3%. Demikian

pula sebaliknya, jika harga jual mengalami penurunan maka kepuasan

konsumen akan ikut mengalami penurunan sebesar 25,3%.

2) Dari persamaan regresi tersebut terlihat bahwa pengaruh tidak ada

tambahan harga terhadap kepuasan pelanggan adalah searah (positif),

hal tersebut ditunjukkan pada koefisien regresi atau nilai b 1 dalam

persamaan regresi tersebut yang menunjukkan angka positif sebesar

0,262 yang mengandung arti bahwa setiap peningkatan tidak ada

tambahan harga akan diikuti dengan peningkatan kepuasan konsumen

sebesar 26,2%. Demikian pula sebaliknya, jika tidak ada tambahan

harga mengalami penurunan maka kepuasan konsumen akan ikut

mengalami penurunan sebesar 26,2%.

3) Dari persamaan regresi tersebut terlihat bahwa pengaruh diskon harga

terhadap kepuasan pelanggan adalah searah (positif), hal tersebut

ditunjukkan pada koefisien regresi atau nilai b 1 dalam persamaan

regresi tersebut yang menunjukkan angka positif sebesar 0,523 yang

mengandung arti bahwa setiap peningkatan diskon harga akan diikuti

dengan peningkatan kepuasan konsumen sebesar 52,3%. Demikian

pula sebaliknya, jika diskon harga mengalami penurunan maka

kepuasan konsumen akan ikut mengalami penurunan sebesar 52,3%.

4) Dan nilai koefisien a (intercept) adalah sebesar -1,841 yang

mempunyai arti apabila tidak terdapat harga jual, tidak ada tambahan

77
harga dan diskon harga (X1, X2 dan X3 = 0), diperkirakan kepuasan

pelanggan sebesar -1,841.

d. Uji Hipotesis (t Test)

Uji T-test yang pertama ini adalah suatu uji yang digunakan

untuk mengetahui keberartian pengaruh harga jual terhadap kepuasan

konsumen. Dari hasil pengolahan data menggunakan program SPSS

versi 17 pada tabel diatas diketahui t hitung = 2,867. Dengan

menggunakan a = 5% (n-k) diketahui nilai t table 5% (175 2) = 1,645.

Sehingga disimpulkan bahwa t hitung > t table atau 2,867 > 1,645 atau

Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya harga jual mempunyai pengaruh

positif terhadap kepuasan konsumen.

Berikutnya Uji T-test kedua ini adalah suatu uji yang digunakan

untuk mengetahui keberartian pengaruh tidak ada tambahan harga

terhadap kepuasan konsumen. Dari hasil pengolahan data

menggunakan program SPSS versi 17 pada tabel diatas diketahui t

hitung = 2,906. Dengan menggunakan a = 5% (n-k) diketahui nilai t

table 5% (175 2) = 1,645. Sehingga disimpulkan bahwa t hitung > t

table atau 2,906 > 1,645 atau Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya tidak

ada tambahan harga mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan

konsumen.

Selanjutnya Uji T-test ketiga ini adalah suatu uji yang digunakan

untuk mengetahui keberartian pengaruh diskon harga terhadap

kepuasan konsumen. Dari hasil pengolahan data menggunakan

78
program SPSS versi 17 pada tabel diatas diketahui t hitung = 9,289.

Dengan menggunakan a = 5% (n-k) diketahui nilai t table 5% (175 2)

= 1,645. Sehingga disimpulkan bahwa t hitung > t table atau 9,289 >

1,645 atau Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya diskon harga

mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan konsumen.

e. Uji Hipotesis (f Test)

Selanjutnya Uji F untuk melihat pengaruh harga jual, tidak ada

tambahan harga dan diskon harga terhadap kepuasan konsumen

secara simultan perlu dilihat hasil perhitungan dalam model ANOVA,

khususnya angka F diatas. Dari hasil pengolahan data menggunakan

program SPSS versi 17 pada tabel diatas diketahui besar F hitung =

139.956. Jika dibandingkan dengan nilai F tabel dengan menggunakan

probabilitas 0,5 maka diketahui nilai F tabel = 0,05 (k-l) . (n-k) = 0,05

(4-1) . (175-4) = 2,696. Maka dapat diketahui bahwa F hitung > F table

atau 139.956 > 2,696 atau Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya, ada

hubungan linier antara harga jual, tidak ada tambahan harga dan

diskon harga dengan kepuasan konsumen. Kesimpulannya, harga jual,

tidak ada tambahan harga dan diskon harga secara simultan

mempengaruhi kepuasan konsumen.

4.5. Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan analisis data diatas hasil dari analisis korelasi harga

jual dengan tingkat kepuasan konsumen diperoleh r sebesar 0,718 berarti

79
hubungan harga jual dengan tingkat kepuasan konsumen Sun Expressing

Laundry and Dry Cleaning Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat adalah

kuat dan searah (positif), sedangkan pengujian hipotesis regresi

menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan antara harga jual

dengan tingkat kepuasan konsumen di mana t hitung > ttabel 2,867 > 1,645

atau hipotesis penelitian H1 diterima.

Hasil analisis korelasi tidak ada tambahan harga dengan tingkat

kepuasan konsumen diperoleh r sebesar 0,720 berarti hubungan tidak ada

tambahan harga dengan tingkat kepuasan konsumen Sun Expressing

Laundry and Dry Cleaning Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat adalah

kuat dan searah (positif), sedangkan pengujian hipotesis regresi

menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan antara tidak ada

tambhan harga dengan tingkat kepuasan konsumen di mana t hitung > ttabel

2,906 > 1,645 atau hipotesis penelitian H2 diterima.

Hasil analisis korelasi diskon harga dengan tingkat kepuasan

konsumen diperoleh r sebesar 0,781 berarti hubungan diskon harga

dengan tingkat kepuasan konsumen Sun Expressing Laundry and Dry

Cleaning Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat adalah kuat dan searah

(positif), sedangkan pengujian hipotesis regresi menunjukkan terdapat

pengaruh positif serta signifikan antara diskon harga dengan tingkat

kepuasan konsumen di mana thitung > ttabel 9,289 > 1,645 atau hipotesis

penelitian H3 diterima.

80
Hasil analisis korelasi berganda (harga jual, tidak ada tambahan

harga dan diskon harga dengan tingkat kepuasan konsumen diperoleh r

sebesar 0,843 berarti hubungan harga jual, tidak ada tambahan harga dan

diskon harga dengan tingkat kepuasan konsumen Sun Expressing

Laundry and Dry Cleaning Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat adalah

sangat kuat dan searah (positif), sedangkan pengujian hipotesis regresi

menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan antara harga jual,

tidak ada tambahan harga dan diskon harga terhadap kepuasan

konsumen di mana fhitung > ftabel 139,956 > 2,696.

Tabel 4.11. Hasil Korelasi dan Regresi Dengan Kepuasan Nasabah

Parsial Hubungan Pengaruh t hitung t tabel


Harga Jual 0,718 0,217 2,867 1,645
Tidak Ada Tambahan Harga 0,720 0,221 2,906 1,645
Diskon Harga 0, 781 0,506 9,289 1,645
Simultan Hubungan Pengaruh f hitung f tabel
Harga Jual
Tidak Ada Tambahan Harga 0,843 0,711 139,956 2,696
Diskon Harga

Hasil penelitian ini juga mendukung hasil penelitian terdahulu oleh

Rizki Ferrarri (2001), Villarejo and Snchez (2005), Bennett, Brennan, and

Kearns (2003), dan Hanzaee and Yazd (2010).

81
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian dari bab

sebelumnya mengenai pengaruh harga jual dan tidak adanya tambahan

harga untuk setiap pelayanan serta diskon harga dengan tingkat

kepuasan konsumen di Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning

Cabang Pos Pengumben Jakarta Barat sekaligus menjawab Research

Problems pada bab I.

Diperoleh R (korelasi) harga jual dengan tingkat kepuasan

konsumen sebesar 0,718 sedangkan besar pengaruh harga jual dengan

tingkat kepuasan konsumen sebesar 0,217 dan pengujian hipotesis

regresi menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan antara

harga jual dengan tingkat kepuasan konsumen di mana t hitung lebih besar

dari ttabel (2,867 > 1,645).

Diperoleh R (korelasi) tidak adanya tambahan harga dengan tingkat

kepuasan konsumen sebesar 0,720 sedangkan besar pengaruh tidak

adanya tambahan harga dengan tingkat kepuasan konsumen sebesar

0,221 dan pengujian hipotesis regresi menunjukkan terdapat pengaruh

positif serta signifikan antara tidak adanya tambahan harga dengan tingkat

kepuasan konsumen di mana thitung lebih besar dari ttabel (2,906 > 1,645).

82
Diperoleh R (korelasi) diskon harga dengan tingkat kepuasan

konsumen sebesar 0,781 sedangkan besar pengaruh diskon harga

dengan tingkat kepuasan konsumen sebesar 0,506 dan pengujian

hipotesis regresi menunjukkan terdapat pengaruh positif serta signifikan

antara diskon harga dengan tingkat kepuasan konsumen di mana t hitung

lebih besar dari ttabel (9,289 > 1,645).

Diperoleh R (korelasi) harga jual dan tidak adanya tambahan harga

untuk setiap pelayanan serta diskon harga secara bersama-sama dengan

tingkat kepuasan konsumen sebesar 0,843 sedangkan besar pengaruh

harga jual dan tidak adanya tambahan harga untuk setiap pelayanan serta

diskon harga dengan tingkat kepuasan konsumen sebesar 0,711 dan

pengujian hipotesis regresi menunjukkan terdapat pengaruh positif serta

signifikan antara harga jual dan tidak adanya tambahan harga untuk

setiap pelayanan serta diskon harga secara bersama-sama dengan

tingkat kepuasan konsumen di mana f hitung lebih besar dari ftabel (9,289 >

1,645).

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, penulis mencoba

memberikan beberapa saran seperti berikut:

A. Akademis

Memperhatikan adanya keterbatasan, maka bagi peneliti selanjutnya

sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal berikut:

83
(a) Penelitian serupa dilakukan dengan menambah jumlah

sampel, dengan mengirimkan kuesioner agar diperoleh

kesimpulan yang lebih baik.


(b) Pernyataan-pernyataan pada kuesioner dibuat ulang,

dengan lebih menonjolkan pengertian kepuasan konsumen pada

Sun Expressing Laundry and Dry Cleaning tetapi bukan hanya di

cabang Pos Pengumben Jakarta Barat tetapi dapat dilakukan

pada cabang-cabang lainnya, sehingga pengertian akan

kepuasan konsumen akan dapat lebih diketahui.


(c) Bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian lebih jauh

tentang harga jual dan tidak adanya tambahan harga untuk setiap

pelayanan serta diskon harga, disarankan untuk dapat meneliti

faktor-faktor lain yang mempengaruhi kepuasan yang tidak dikaji

dalam penelitian ini, seperti kompetensi, kinerja, produktivitas,

kepemimpinan, komunikasi, dan sebagainya. Sehingga dapat

menghasilkan temuan ilmiah yang lebih komprehensif dan

informatif.

B. Praktisi
(a) Sun Expressing sebaiknya mempertahankan kualitas pelayanan

yang sudah ada seperti sekarang ini. Produk dengan kualitas

pelayanan telah mampu memberikan kepuasan dalam diri

konsumen. Hal ini sangat penting untuk dilakukan mengingat

bahwa kualitas produk dengan kualitas pelayanan mempunyai

pengaruh yang signifikan bagi kepuasan konsumen Sun

Expressing.

84
(b) Sun Expressing sebaiknya mempertahankan kebijakan harga

yang sudah dilakukan sekarang ini. Harga jual yang diberikan

kepada konsumen dipandang sebagai harga yang layak, sesuai

dengannilai yang diperoleh oleh konsumen. Hal ini juga

merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan mengingat

adanya pengaruh yang juga signifikan terhadap kepuasan

konsumen Sun Expressing.


(c) Diskon harga mendapat pengaruh terbesar dari pada variabel lain,

namun berdasarkan skor penelitian yang ada masih perlu dan

masih dapat dimaksimalkan lagi. Untuk meningkatkan kepuasan

tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas hasil

kerja, meningkatkan image perusahaan. Sun Expressing

sebaiknya juga melakukan terobosan promosi dengan cara baru

untuk lebih menarik konsumen yang baru seperti melakukan

kerjasama dengan pihak bank dengan sistem diskon bila

menggunakan kartu kredit bank tertentu atau dengan melakukan

promosi melalui media tv lokal tentunya dengan menambah

beberapa cabang terlebih dahulu.

85
DAFTAR PUSTAKA

Bearden, William.O , Thomas N. Ingram, Raymond W Laforge. 2004.


Marketing Principles and Perspectives, Fourth edition. New York:
McGraw Hill.

Belch, G.E., M.A. (2004). Advertising and Promotion : An Integrated


Marketing Communication Perspective (6th ed.). New York:
McGraw Hill.

Gaspersz, Vincent (2005) Total Quality Management, Jakarta, Gramedia


Pustaka jakarta.

Griffin, R. W. dan Ronald J. Ebert. (2003). Bisnis jilid 1 (6th ed). Jakarta:
Prehallindo.

Gronroos, C. (2007).Service Management and Marketing Customer


Management in Service Competition 3th edition. John Wiley &
Sons.Ltd, England.

Hawkins, Deli., Roger J. Best, dan Kenneth A. Coney. (2001). Consumer


Behavior: Building Marketing Strategy 8 th Edition. USA: McGraw-
Hill.

Kotler, Philip. (2006). Marketing Management. New Jersey: Peasrson


education Inc.

Lamb, Jr., Charles W., Joseph F. Hair, Jr., and Carl McDaniel (2004).
Marketing, 7th ed. Canada: Thomson.

Lovelock,C and Wirtz,J. (2007). Service Marketing: People, Technology,


Strategy, 6th ed. Upper Saddle River, N.J. : Pearson Education
International.

Lovelock,C and Wirtz,J. (2002) Principles of Service Marketing and


Management, Prentice Hall, New Jersey.

Mouri, IN. (2005). A Consumer-Based Assessment of Alliance


Performance: An Examination of Consumer Value, Satisfaction
and Post-Purchase Behavior. Doctor of Philosophy Dissertation,
University of Central Florida, USA. (UMI No. 3193496).

Payne, Adrian. (2001). The Essence of Service Marketing. Diterjemahkan


oleh: Fandy Ciptono. Penerbit Andi. Yogyakarta.

86
Peter, J.P, and Olson, J.C, (2000), Consumer Behavior: Perilaku
Konsumen dan Strategi Pemasaran, Edisi Keempat, Jilid 2,
(Terjemahan : Sihombing, Damos), Jakarta : Erlangga.

Schiffman,LG and Kanuk, LL. (2004), Consumer Behaviour, Prentice


Hall, New Jersey.

Solomon, R., (2000), Consumer Behaviour, Buying, Having and Being.


Fifth Edition, Prentice Hall International, Inc.

Stanton, W.J., and Futrell, C. (2002). Fundamentals of Marketing. 9


Edition; McGraw & Co, New York.

Supranto, J. (2003) Statistik Teori Riset dan Aplikasinya dalam


Pemasaran, Jakarta: Penerbit Erlangga.

Wilkie. (2000). A Perceptual Approach to Effective Ministry. Dalam


Robert J. Wicks (eri), Handbook of Spirituality for tfinisters,
Volume 2: Perspective the 215' Century, New York and
Mahwah,NJ: Paulist Press, hlm. 628-64.

Zeithaml, V.A. and M.J. Bitner. (2003). Third Edition. Services Marketing
Integrating Customer Focus Across The Firm. International
Edition, McGraw-Hill Companies Inc.

Cote, Joseph A & Giese, Joan L. 2000. Defining Consumen Satisfaction.


Jornal of Marketing. Vol 2000. No.1. (di download di
http://www.amsreview.org/articles/geise01-2000.pdf).

87